Logo
Roh Istri yang Terikat Abadi
Roh Istri yang Terikat Abadi

Roh Istri yang Terikat Abadi

35 Bab
Tamat
Dalam novel modern Roh Istri yang Terikat Abadi, Dian tewas akibat ledakan bom setelah diabaikan Rizal. Sebagai ahli forensik, Rizal melakukan autopsi pada jenazah tanpa identitas istrinya sendiri. Temukan kisah penuh misteri ini dalam pilihan romance novel terbaik kami.
Bab 1 dari Roh Istri yang Terikat Abadi

Aku diculik saat sedang hamil dua bulan, dengan bom waktu terikat erat di perutku.

Dengan gemetar, aku menelepon suamiku, Rizal, untuk meminta pertolongan terakhir.

"Jangan drama, Dian! Bella sedang ketakutan karena mati lampu, aku tidak punya waktu untuk leluconmu!"

Itu kata-kata terakhirnya sebelum ia mematikan telepon demi menemani sahabat wanitanya.

Bom itu meledak. Tubuhku hancur bersama janin kami yang belum sempat melihat dunia.

Sebagai roh, aku menyaksikan Rizal-sang ahli forensik-berdiri dingin di depan meja autopsi.

Ia membedah sisa-sisa tubuhku, menyebutku sebagai "Jane Doe", dan bahkan mencemooh betapa menyedihkannya wanita yang mati ini.

Ia tidak sadar, pisau bedahnya sedang mengiris daging istrinya sendiri.

Hingga asistennya menemukan kancing baju yang dulu ia jahitkan untukku di antara serpihan daging yang hangus.

Detik itu, dunia Rizal runtuh.

Bab 1

Dian Sulistia POV:

Aku terkesiap, napasku tertahan di tenggorokan. Sebuah tangan kasar membekap mulutku, menyeretku mundur ke dalam kegelapan. Aroma klorofom yang menusuk hidung membuat pandanganku berputar. Aku tahu ini bukan mimpi buruk. Ini nyata.

Tubuhku diikat erat ke sebuah kursi tua yang reyot. Mataku yang buram berusaha menembus kegelapan, mencari celah, harapan. Sebuah gudang kosong, berdebu, dengan bau logam berkarat yang menyesakkan. Udara dingin merasuk hingga ke tulang.

Sosok pria bertubuh besar berdiri di hadapanku. Wajahnya keras, matanya menyimpan dendam yang membara. Aku mengenali pria itu. Dani Paulus. Gembong narkoba yang Rizal jebloskan ke penjara. Oh, tidak.

"Rizal Darman," suaranya serak, penuh kebencian, "dia pikir dia bisa bermain-main dengan hidupku." Dia mendekat, seringai mengerikan terpampang di wajahnya. "Sekarang, aku akan menunjukkan padanya apa artinya kehilangan segalanya."

Tangannya yang kotor menempelkan sesuatu yang dingin ke perutku. Mataku terbelalak melihat sebuah alat kecil dengan angka-angka digital yang menyala merah. Ini bom. Sebuah bom waktu.

Dani tertawa melihat ekspresi ketakutanku. "Ini untuk suamimu, Dian Sulistia. Hadiah dariku." Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya, "Hubungi dia. Katakan selamat tinggal."

Tanganku gemetar saat menerima ponsel itu. Layarnya menampilkan nama "Rizal Darman". Dadaku sesak. Apakah ini akhir dari segalanya?

Aku menarik napas dalam, mencoba menenangkan detak jantungku yang berpacu kencang. Jari-jariku yang dingin menekan tombol panggil. Tiap dering terasa seperti palu yang menghantam kepalaku.

"Halo?" Suara Rizal terdengar dingin dan terburu-buru, seperti biasa. "Ada apa lagi, Dian? Aku sedang sibuk."

"Rizal," suaraku bergetar, hampir tak terdengar. Aku bisa merasakan air mata menggenang di pelupuk mataku. "Aku..."

"Aku tahu kau di rumah, kan?" Dia memotong ucapanku, nadanya penuh kesal. "Tidak perlu menelepon hanya untuk memastikan aku baik-baik saja. Aku sudah bilang, aku ada di apartemen Bella. Lampu mati, dia takut sendirian."

Hati ku mencelos. Bella lagi. Selalu Bella.

"Tapi Rizal," aku mencoba lagi, suaraku sedikit lebih kuat, "ini penting. Aku dalam bahaya. Aku diculik."

Terdengar tawa sinis dari ujung telepon. "Oh, ayolah, Dian. Kau ini sudah dewasa. Jangan drama, deh. Aku tahu kau cemburu, tapi tolong, jangan berlebihan."

Dani merebut ponsel dari tanganku. "Dia pikir kau bercanda, ya?" Dia menyeringai, lalu mendekatkan ponsel itu ke telingaku lagi. "Coba lagi. Buat dia percaya."

"Rizal, kumohon," aku memohon, air mataku mulai menetes. "Ada bom di tubuhku. Dani Paulus... dia akan meledakkannya."

Ada keheningan sesaat, lalu Rizal kembali bicara. "Dian, sudah berapa kali kubilang? Jangan membuat cerita aneh-aneh. Bella di sini benar-benar ketakutan. Dia bahkan tidak bisa menyalakan lilin sendiri."

Aku mendengar suara perempuan lain di latar belakang, manja dan merengek. "Rizal, apa yang terjadi? Aku takut." Itu suara Bella.

"Tuh kan," Rizal mendesah frustrasi. "Dian, aku akan meneleponmu nanti. Aku harus menenangkan Bella dulu. Aku tidak punya waktu untuk leluconmu ini."

"Tapi Rizal, ini bukan lelucon! Tolonglah aku!" Aku menjerit.

"Dian, jangan kekanak-kanakan." Nada suaranya semakin tinggi. "Aku tidak tahu apa yang kau inginkan, tapi aku tidak bisa mengurus drama mu sekarang. Bisakah kau bertindak sedikit lebih dewasa?"

Angka di bom berkedip semakin cepat. Waktu terus berjalan.

"Rizal! Aku hamil!" Aku berteriak, berharap pengakuan ini akan menghentikan segalanya. Itu kejutan yang seharusnya kuberikan padanya, hadiah terindah kami.

"Hamil? Kau gila, Dian? Jangan mengada-ada!" Rizal terdengar marah. "Kau pikir dengan mengatakan itu aku akan langsung pulang? Aku tahu kau ingin perhatian, tapi cara ini sungguh tidak masuk akal!"

"Dia hanya mati lampu." Suara Bella kembali terdengar. "Aku benar-benar takut, Rizal."

"Sudah kubilang, Bella. Aku akan segera menemanimu." Rizal terdengar semakin tidak sabar. "Dian, jangan hubungi aku lagi sampai kau bisa berpikir jernih. Aku lelah dengan kecemburuanmu yang tidak beralasan ini."

Klik. Telepon terputus.

Dani Paulus tersenyum lebar. "Lihat kan? Dia tidak peduli." Dia meletakkan ponselnya, lalu melangkah keluar dari gudang. Pintu besi ditutup, mengunci ku dalam kegelapan.

Air mataku tumpah ruah. Mereka mengalir deras membasahi pipiku yang kotor. Aku menatap bom di perutku, angka-angka merah itu terus berkedip, menghitung mundur. Kurang dari lima menit.

Aku tahu Rizal tidak pernah benar-benar mencintaiku. Atau mungkin dia mencintaiku, tapi tidak sebanyak dia mencintai Bella. Bella adalah dunianya, prioritasnya. Aku hanya gangguan, beban, istri yang cemburu dan drama.

Aku teringat saat dia pertama kali mengenalkanku pada Bella. "Dia sahabat masa kecilku," katanya, menepuk kepala Bella dengan penuh kasih sayang. "Aku sudah berjanji padanya, akan selalu menjaganya." Saat itu aku tidak berpikir apa-apa. Sekarang, janji itu bagaikan kutukan.

Aku merogoh saku bajuku yang sudah lusuh. Ada ponselku sendiri di sana. Dengan jari gemetar, aku membuka aplikasi pesan. Aku mengetik pesan terakhir untuk Rizal.

"Rizal, aku tidak tahu apakah kau akan membaca ini, tapi... aku tidak berbohong. Aku diculik. Ada bom di perutku. Dan ya, aku hamil. Dua bulan. Aku ingin memberimu kejutan. Kuharap kau bahagia dengan Bella. Selamat tinggal."

Aku menekan tombol kirim. Pesan itu terkirim. Aku melihat angka di bom itu. Semakin sedikit. Semakin cepat.

Aku menutup mataku. Rasa sakit di hatiku jauh lebih pedih daripada rasa takut akan kematian. Aku mencintainya. Aku mencintai suamiku, meskipun dia mengabaikanku, meskipun dia lebih memilih Bella. Aku mencintainya sampai akhir.

Dia tidak pernah mencintaiku, kan? Dia hanya terbiasa denganku. Bella adalah satu-satunya yang dia pedulikan. Bella yang manja, Bella yang selalu membutuhkan pertolongan. Sedangkan aku, istrinya, selalu aman. Selalu mandiri. Selalu bisa ditinggalkan.

Sinis sekali. Dia menganggap teleponku adalah gangguan, bentuk kecemburuan yang tidak masuk akal. Dia menganggap aku "kabur dari rumah" dan "mencari perhatian". Dia bahkan tidak menyadari, atau tidak mau menyadari, bahwa aku benar-benar dalam masalah.

Aku berpikir tentang ciuman terakhir kami, tentang janji-janji yang dia ucapkan di hari pernikahan. Semua itu terasa seperti kebohongan sekarang. Semua itu terasa seperti ejekan. Aku seharusnya tidak pernah mencintainya. Seharusnya aku mendengarkan orang tuaku.

Ayah dan Ibu selalu bilang, "Rizal tidak layak untukmu, Dian. Dia terlalu dingin. Dia terlalu keras." Tapi aku tidak percaya. Aku yakin aku bisa mengubahnya, meluluhkan hatinya. Aku salah. Aku sangat salah.

Aku merasakan getaran di dadaku. Angka di bom itu kini hanya menunjukkan beberapa detik. Detik terakhir hidupku. Detik terakhir hidup anakku.

Aku tidak bisa menahan erangan yang lolos dari bibirku. Ini tidak adil. Sungguh tidak adil. Dia memilih mati lampu Bella daripada nyawa istrinya dan anaknya.

Aku menutup mataku lagi, erat-erat. Aku membayangkan wajah ayah dan ibuku. Aku membayangkan anakku yang belum sempat melihat dunia. Aku membayangkan Rizal, tertawa bersama Bella.

Sekarang, aku tahu pasti. Aku bukan prioritasnya. Aku tidak pernah menjadi prioritasnya. Dan itu, lebih dari bom ini, menghancurkan duniaku.

Napas terakhirku terembus. Ledakan itu begitu kuat, menghancurkan segalanya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Arwah Istri Sah
Arwah Istri Sah
Novel horor Arwah Istri Sah mengisahkan kekejaman seorang suami miliarder yang mengurung istrinya di peti kayu hingga tewas demi membela wanita idamannya. Temukan kisah tragis ini saat Anda baca buku online gratis, sebuah novel misteri tentang pengkhianatan dan kematian yang kelam.
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.
Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
Dalam Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali, Anindita terjebak dalam misteri kematian putranya akibat pengkhianatan Bram. Kini ia terbangun di masa lalu untuk membalas dendam. Baca modern romance novel ini di webnovel, sebuah fiction books yang penuh intrik dan ketegangan.
IPRIT
IPRIT
Dalam novel fantasy IPRIT, Wisaka harus menembus rintangan siluman dan manusia demi mengungkap misteri kematian tragis para pengantin di Kampung Keris. Ikuti adventure penuh aksi ini saat ia mendalami ilmu kanuragan. Baca fiction fantasy novels ini untuk melihat perjuangannya.
KERESEK HITAM DALAM FREEZER
KERESEK HITAM DALAM FREEZER
Dalam novel KERESEK HITAM DALAM FREEZER, Tedi menemukan mayat bayi misterius di kulkasnya. Menghindari polisi, ia memulai investigasi mandiri untuk memburu pelaku. Simak kisah horror novel ini dan temukan kebenaran kelam dalam mystery story yang penuh ketegangan ini sekarang.
Lawon Abang (Kafan Merah)
Lawon Abang (Kafan Merah)
Dalam Lawon Abang (Kafan Merah), Mbah Karso membangkitkan Nyai Larapati demi membalas dendam atas kematian cucunya. Horror novel penuh aksi ini mengikuti perjalanan mistis di Ledokombo untuk menuntaskan kesumat. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jangan Sentuh Ayahku yang Bawa Pistol!
Jangan Sentuh Ayahku yang Bawa Pistol!
Peter Rogers, seorang agen rahasia yang memiliki banyak medali kehormatan, pensiun dari militer demi putrinya. Secara kebetulan, Peter bertemu dengan Sydney Greenfield, seorang CEO yang mengiranya sebagai pasangan kencan butanya, dan menikah dengannya. Saat mendengar Peter dihina oleh orang-orang yang tidak mengetahui identitas asli Peter, Sydney pun mengumumkan bahwa Peter adalah suaminya.
Selamat Tinggal, Aku Akan Menikah
Selamat Tinggal, Aku Akan Menikah
Berawal dari sebuah kebaikan kecil, Eva diam-diam mencintai Ruben selama lima tahun. Dia rela menjadi simpanan Ruben, tapi hati Ruben tetap milik Jodi. Saat melihat Ruben melamar Jodi di depan umum, hancur hati Eva. Dia pun memutuskan pergi dan menikah dengan pria lain yang jauh darinya. Barulah setelah kepergiannya, Ruben tenggelam dalam penyesalan yang mendalam.
Kamu Beri Cahaya, Kubalas dengan Debu
Kamu Beri Cahaya, Kubalas dengan Debu
Mahasiswi yang lugu dan kurang mampu itu melepaskan kartu emas dari genggaman si anak konglomerat, ""Jangan hinakan aku dengan uang kotormu!""Aku yang bahkan lebih miskin darinya, memungut kartu emas yang jatuh di dekat kakiku, lalu menyerahkannya kembali dengan hati-hati kepada Asep Loekito.Asep Loekito memandangiku sejenak, lalu berkata, ""Bujuk Laila terima kartu ini, akan kubantu kamu juga.
Malaikat Kecil Ayah
Malaikat Kecil Ayah
Isabelle, CEO Grup Weston, mau membawa ayahnya, Jerry, dari kampung halamannya ke kota agar dia bisa menjaganya. Jerry pun akhirnya melakukan perjalanan ke kota, tapi tidak disangka, perjalanan ini akhirnya menjadi mimpi buruk mereka. Tidak ada orang yang tahu bahwa Jerry adalah ayahnya Isabelle. Mereka mengira bahwa dia hanyalah gelandangan yang genit. Jerry pun akhirnya dibuli dan disiksa oleh staf Grup Weston dan mitra bisnisnya. Kemudian, Isabelle tiba...
Jangan Menyesal Setelah Mengusirku
Jangan Menyesal Setelah Mengusirku
Clara awalnya adalah putri sulung Keluarga Lador, keluarga terkaya di Kota Berju. Namun setelah mengetahui bahwa dirinya sebenarnya adalah putri keempat dari Keluarga Sayer, dia memutuskan untuk mencari kembali keluarganya. Sayangnya, keluarganya tidaklah menyukainya, bahkan terus menyakitinya. Setelah keluarganya tahu perbuatan mereka salah, mereka pun menyesal, tapi apa Clara akan memaafkan mereka?
Bayiku Kembali: Ayah CEO Sibuk Kejar Ibuku!
Bayiku Kembali: Ayah CEO Sibuk Kejar Ibuku!
"Kenapa kau masih hidup?" Saya sama sekali tidak mengenali wanita gila ini, dan dia tiba-tiba datang kepada saya dan berteriak-teriak pada saya! Saya mengalami kecelakaan mobil saat hamil lima tahun yang lalu dan diselamatkan oleh seorang orang asing yang tampan, yang kemudian saya kawinikan. Saya selalu memperhatikan bahwa putri saya sangat mirip dengan dia, tetapi karena hilang ingatan, saya tidak dapat mengingat kebenaran. Lima tahun kemudian, saya kini masuk ke perusahaan perhiasan kayuhan dan bertemu dengan wanita gila ini. Selain itu, banyak orang mengatakan bahwa saya terlihat persis seperti putri CEO yang hilang! Siapa identitas sebenarnya dari suami saya dan saya?