Logo
She's Mine
She's Mine

She's Mine

100 Bab
Tamat
Dalam She's Mine, Salju berjuang memajukan bisnis industri pakaian miliknya. Di tengah persaingan modern novel ini, ia harus memilih antara Justin sang mantan atau Mars yang selalu mendukungnya demi menyelamatkan reputasi usaha. Simak kisah lengkapnya di romance novel populer ini.
Bab 1 dari She's Mine

"Yaelah bang! Tolong banget ini mah. Gue cuma ke luar negeri dua minggu buat kerjaan, masa nggak dibolehin sih?!"

Perempuan dengan surai panjang dan legam itu berbicara dengan suara tinggi kepada seorang laki-laki yang lebih tua lima tahun darinya.

"Dua Minggu itu bukan waktu yang cepet, Salju! Itu lama banget!" Kakak dari perempuan bernama Salju itu tidak kalah protes kepada adiknya yang sangat keras kepala.

Nyatanya, mereka berdua sama-sama keras kepala dan tidak akan mudah untuk saling mengalah.

"Duh, bang! Ini kan urusan kerjaan! Gue mulai ini bisnis dari nol! Kalau meeting ini batal, gue bisa rugi jutaan dollar! Tolonglah, bang. Pikirin karyawan-karyawan gue mau digaji apaan? Masih banyak di antara mereka yang anak-anaknya masih kecil, masih banyak tanggungan, lagi nabung buat modal nikah, lo kaga kasian sama mereka?" Salju menunjukkan proposal yang ada di atas meja sambil terus bersuara lantang sekaligus serak, ia sudah berdebat dengan kakaknya selama kurang lebih dua jam.

"Iya, oke. Gue tau, Salju. Gue ngerti kok, mulai dari lo rintis bisnis ini gue bangga banget. Lo juga bilang soal karyawan dan dengan segala permasalahannya. Iya, gue ngerti." Michelle Sean. Sosok berkulit cerah itu mengangguk takzim mendengar pernyataan Salju yang sudah sangat memohon izinnya. Dalam hati, ia merasa kasihan kepada adik bungsu yang menjadi satu-satunya kerabat yang ia miliki.

Mendengar pernyataan sang kakak, Salju merasa sedikit tenang. Namun, ia belum bisa bernapas lega sebelum paspor miliknya benar-benar sudah ia genggam sendiri. Selama ini, hampir semua identitas milik perempuan itu dikendalikan oleh Sean. Kecuali kartu identitas pribadi dan surat izin mengemudi.

"Tapi, lo tetap nggak diizinin."

Ucapan singkat itu membuat Salju menjatuhkan diri ke atas sofa secara kasar. Ia benar-benar membuang tenaga berdebat dengan kakak sulung yang tidak akan pernah mengalah dalam perdebatan.

Tapi, bukan Salju namanya jika tidak pandai bernegosiasi. Kakaknya akan terus bersih kukuh dalam pendiriannya, namun Salju akan membuat negosiasi yang mungkin sedikit berisiko untuk dirinya sendiri.

"Oke. Fine!" Perempuan bersurai panjang itu kembali duduk dengan tegap, ia menghadap ke arah sang kakak yang sudah siap dengan sesi negosiasi di antara mereka. "Gue akan melakukan apapun yang lo mau, asalkan gue bisa pergi ke luar negeri untuk pertemuan bisnis ini. Please! Cuma ini kesempatan gue biar bisa balik modal, abang sayang!" Salju memelas, ia bersimpuh di depan kakaknya sambil menempelkan kedua telapak tangannya di depan dada.

"Oke. Mungkin ada satu cara yang bisa bikin gue percaya lo aman di luar negeri." Sean berdiri dari sofa dan membelakangi adiknya yang masih berlutut di atas karpet beludru merah. Secercah harapan dimiliki oleh Salju, ia berharap hal itu tidak terlalu merugikannya.

"Sebelumnya, gue..."

"Please, bang! Gue bener-bener yakin, apapun deh! Apapun yang lo mau bakal gue turutin, lo mau minta apapun gue kasih! Lo mau gue bikinin lapangan basket depan rumah atau ngasih wardobe gratis buat talent, artist, dancer apapun, bakal gue turutin bang! Serius!"

Mendengar keseriusan dari adiknya, membuat Sean menampilkan senyuman puas. Ia pun mengangguk sendiri dan pergi meninggalkan Salju di ruang tengah, tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Setelah Sean benar-benar pergi, perempuan yang sedang bersimpuh itu pun langsung mengangkat tubuhnya dan membaringkannya lagi ke atas sofa. Dalam hati, ia mengutuk kakaknya yang keras kepala dan sedikit posesif itu. Walaupun Salju sangat menyayangi kakaknya, ia tetap membenci moment saat harus berdebat seperti ini.

Sejak orang tua Sean dan Salju berpisah, mereka masih berusia dua belas dan tujuh tahun. Hak asuh diberikan kepada sang ayah. Namun, satu tahun kemudian ayahnya meninggal. Sean saat itu harus bekerja dan putus sekolah demi menghidupi adiknya sendiri. Ia tidak berniat untuk menemui sang ibu karena tahu ibunya terlibat perselingkuhan, yang membuat Sean membenci sosok ibunya seumur hidup.

Saat Salju duduk di bangku SMA, Sean memutuskan untuk pindah ke luar kota dan mencoba untuk mengikuti audisi. Sedangkan, sang adik berusaha untuk membantu kebutuhan finansial mereka dengan bekerja paruh waktu. Awalnya, Sean melarang hal tersebut karena khawatir pendidikan Salju akan terganggu. Perempuan itu pun memberikan pembuktian dengan menunjukkan nilainya yang selalu bagus.

Hingga Sean berhasil memasuki dunia industri musik dan Salju merintis usahanya sendiri di bidang fashion. Keduanya saling membantu dan memulihkan finansial, mereka juga semakin sibuk dalam urusan masing-masing. Sean sadar bahwa ia adalah sosok yang berperan penting dalam kehidupan Salju. Di sela kesibukan, ia berusaha meluangkan waktu untuk sekadar menanyakan aktivitas atau adik kesayangannya itu.

"Gue harap, abang gue nggak minta macem-macem. Gila aja kemaren gue diminta beliin makanan katering banyak banget, cuma buat gebetannya yang mau dateng ke rumah. Huh! Padahal itu kan sahabat gue sendiri!" Salju memijat pelan pelipisnya yang mulai pusing, mengingat banyak sekali kejadian tidak masuk akal yang diminta oleh kakaknya dalam negosiasi ini.

Belum selesai dengan isi kepalanya, Salju diganggu dengan dering ponsel di atas meja. Dengan segenap usaha, ia bangkit dan menggapai ponselnya. Kemudian, melihat nama yang tertera di layar ponsel.

Namun, bukan berita baik bagi Salju saat melihat nama Park Mars tertera di sana. Ia langsung menetralkan suaranya dengan berdeham sendiri, kemudian menggeser ikon hijau pada layar.

"Halo?"

"Salju?"

"I-iya, Mars? Kenapa?" Suara perempuan itu tiba-tiba memelan saat melihat Sean keluar dari ruangan.

"Aku dan pemimpin perusahaan lain sepakat untuk buat pertemuan di Jepang. Tapi... "

"Tapi, kenapa?" Salju tidak sabar mendengar suara Mars yang menggantung di seberang sana. Seketika suasana hati perempuan itu menjadi tidak menentu. Ia sangat tidak siap kalau harus menerima kabar buruknya.

"Ah, ya. Aku nggak tau apa alasan yang pasti. Tapi, mereka sepakat untuk pertemuan di hari Kamis ini."

"What?!" Perempuan yang awalnya memelankan suaranya itu langsung berseru, membuat Mars maupun Sean yang sedang mengambil soda di kulkas terkejut.

"I-iyaa... Kalau begitu, aku telepon kamu nanti ya. Sampai jumpa." Mars menutup sambungan telepon secara sepihak. Tidak memberikan kesempatan untuk Salju mencerna apa yang baru saja didengarnya.

Hari Kamis, berarti dalam waktu dua hari pertemuan akan berlangsung. Dan perempuan bersurai panjang itu belum mempersiapkan apapun untuk kepergiannya selama dua minggu di Negeri Sakura itu.

"Abang! Abang!!" Salju langsung melompat dari sofa dan menghampiri kakaknya yang masih terpaku di depan kulkas sambil memperhatikan adiknya yang sudah memohon di hadapannya.

"Abang, please kasih gue izin buat pergi, Hari Kamis nanti gue udah harus di sana buat pertemuan bisnis, please bang, gue butuh banget izin lo sekarang, Please! Kasih tau gue sekarang, apapun yang lo mau, asalkan kasih gue izin pergi ke luar negeri, bang! Please!"

Salju terus memohon sambil menyatukan tangannya di depan dada, bahkan sesekali mengguncang tubuh kakaknya yang belum mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga suara bel rumah menghentikan permohonan brutal dari Salju dan mengalihkan perhatiannya.

"Nah, itu permintaan gue. Sekarang, lo buka pintunya, nanti gue kasih tau syaratnya." Sean menuangkan soda ke dalam gelas dengan santai, sedangkan bel masih terus berbunyi sebelum ada yang membukanya.

Salju yang merasa terdesak, mau tidak mau membukakan pintu dan ia ingin segera tahu apa yang diinginkan oleh kakaknya itu.

"Iya, seben... tar." Salju membeku saat melihat sosok yang berdiri tegap di hadapannya. Laki-laki itu tersenyum bangga ke arah Salju yang mematung, tidak percaya.

"Jay Justin?"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Asisten Terkekang Oleh Majikan
Asisten Terkekang Oleh Majikan
Dalam romance novel Asisten Terkekang Oleh Majikan, hidup Dian berubah drastis saat Tuan Niko kembali. Sebagai asisten di keluarga billionaire ini, ia terjebak obsesi gelap sang majikan yang sudah menikah. Baca kisah modern novel ini tentang perjuangan Dian lepas dari jeratan cinta terlarang.
Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
Dalam Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris, Danny Laksana mengungkap identitasnya sebagai cucu miliarder demi membalas dendam. Melalui billionaire romance novels ini, ia mengejar pembunuh orang tuanya sambil menavigasi misteri di balik pernikahan barunya dalam modern novel yang penuh intrik.
Gairah Liar Tuan Xavier
Gairah Liar Tuan Xavier
Dalam romance novel Gairah Liar Tuan Xavier, Bella terjebak dalam obsesi seorang billionaire yang menolak penolakan. Terikat kontrak kepemilikan sepihak, ia harus menghadapi dominasi Tuan Xavier. Baca kisah billionaire romance books ini untuk melihat perjuangan Bella mempertahankan kebebasannya.
Jodoh Tak Akan Tertukar
Jodoh Tak Akan Tertukar
Dalam Jodoh Tak Akan Tertukar, Aldi menikahi Sella secara siri demi menghindari restu ibunya. Namun, tipu daya Lisa memaksa Aldi masuk ke perjodohan lain. Ikuti kisah romance novel ini tentang perjuangan status sosial dan kesetiaan dalam drama modern novel yang penuh konflik.
Maria
Maria
Dalam novel modern Maria, sang protagonis harus berjuang menghadapi pengkhianatan dan kehamilan tanpa suami yang merenggut nyawa orang tuanya. Baca novel online ini untuk mengikuti misi Maria menata kembali hidupnya yang hancur dalam kisah romance novel yang penuh tantangan hidup.
Pahitnya Pengkhianatan
Pahitnya Pengkhianatan
Dalam Pahitnya Pengkhianatan, Fina sang MUA mandiri harus menikahi Rai demi wasiat neneknya. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, mereka menghadapi konflik masa lalu dan ego. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka dalam modern novel penuh intrik di platform web novel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Salah Paham
Cinta yang Salah Paham
Il y a trois ans, ils se sont divorcés. À sa grande surprise, trois ans plus tard, son ex-mari s'est avéré être le réalisateur de la série télévisée dans laquelle elle jouait. Après cette rencontre, elle a réalisé qu'il l'avait mal interprétée, pensant qu'elle l'avait trompée pendant leur mariage. Elle n'avait jamais imaginé que le réalisateur de sa série télévisée serait son ex-mari !
Anak Selir Masuk Permainan, Menjadi Nyonya Utama
Anak Selir Masuk Permainan, Menjadi Nyonya Utama
Di kehidupan sebelumnya, saat kakak tirinya yang anak sah hamil, Mona Harun diserahkan ke kakak iparnya sebagai gundik. Tak disangka, hari kakak tirinya melahirkan justru jadi hari kematiannya. Terlahir kembali, Mona melangkah dengan penuh perhitungan. Dia lebih dulu mengambil hati ayah mertua yang berkuasa, hingga berhasil menikah masuk ke kediaman adipati sebagai istri utama. Setelah itu, dia merebut kembali status putri sah dan membalas semuanya tanpa ampun!
Bayangan sang Suami
Bayangan sang Suami
Rani Salim membatalkan pertunangannya dengan Heri Sona setelah menyadari kemiripannya dengan mantan suami, Yugi Liam. Heri, yang memanfaatkan ketertarikan Rani, memperlakukannya dengan buruk. Saat pesta ulang tahun selingkuhan Heri, Lina Fusein, Rani melukai wajah Heri dan marah besar setelah menyadari kenyataan, hingga nyaris menghabisinya.
Bukan Permaisuri Gendut Biasa
Bukan Permaisuri Gendut Biasa
Dianggap remeh karena tubuhnya, tidak ada yang menyangka bahwa Permaisuri Elia memiliki kecerdasan dan keberanian yang luar biasa. Semua orang pikir dia lemah, nyatanya dialah ancaman terbesar.
Cinta di Usia Senja
Cinta di Usia Senja
Setelah bercerai, Rina bertemu Sony, pengusaha kaya yang tulus mengejarnya. Hubungan mereka ditolak anak-anak, namun sifat Rina membuat keluarga Sony menerima, juga menyentuh dua anaknya. Setelah banyak rintangan, mereka akhirnya bersama, membuktikan bahwa usia 50-an tetap bisa mengejar bahagia.
Mencintaimu adalah Kewajibanku
Mencintaimu adalah Kewajibanku
Sinta, pewaris Keluarga Hapdijaya, mengalami pukulan berat ketika ayah dan mertuanya meninggal dalam kecelakaan tragis. Sinta menderita kanker paru-paru dan rela berkorban demi menyelamatkan anaknya yang sekarat. Namun, suaminya, Fendi, mencurigai Sinta bekerja sama dengan pamannya untuk membunuh ayahnya. Kehadiran Cindy di saat-saat kelam justru membawa malapetaka, karena dialah pelaku sebenarnya. Ketika Fendi menemukan kebenaran, dia membantu Sinta untuk membalas dendam. Setelah bercerai, Fendi menyamar dengan identitas baru dan kembali untuk memulai hidup bahagia bersama Sinta.