Logo
Lawon Abang (Kafan Merah)
Lawon Abang (Kafan Merah)

Lawon Abang (Kafan Merah)

70 Bab
Tamat
Dalam Lawon Abang (Kafan Merah), Mbah Karso membangkitkan Nyai Larapati demi membalas dendam atas kematian cucunya. Horror novel penuh aksi ini mengikuti perjalanan mistis di Ledokombo untuk menuntaskan kesumat. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Bab 1 dari Lawon Abang (Kafan Merah)

Seorang gadis muda bermayang panjang berjalan mondar-mandir di depan pintu. Sesekali, dia menggigit kukunya hanya demi menyalurkan kegusarannya. "Dimana Si Mbah? ini sudah hampir tengah malam, kenapa Si Mbah belum pulang juga?" gumamnya bermonolog.

Dia membuka jendela gedeknya lantas melongokkan kepalanya keluar. "Gerhana bulan merah?" gumamnya lagi seraya menatap langit malam. Angin berhembus kencang, membelai mesra wajah ayu serta rambut hitam legamnya yang tergerai. Dia memejamkan mata, merasakan kesejukan yang membawa kedamaian sejenak.

"Ah, ndak ilok (tak baik) buka jendela malam-malam, nanti yang ndak di undang malah datang," gumamnya lirih sembari menarik kembali daun jendelanya, lantas menutupnya rapat. Lelah menunggu, dia memasuki kamarnya, merebahkan tubuh rampingnya di atas amben.

Dia menatap langit-langit ruangan, cukup lama hingga akhirnya pasang matanya pejam. Dia, gadis yang paling dibenci di desa telah terlelap.

**Tok Tok Tok**

Suara ketukan terdengar sebanyak tiga kali pada daun pintu kayu di depan sana. Gadis yang baru saja terlelap itu lantas membuka mata. Dia menggelung rambut panjangnya sebelum menjejakkan pasang kaki mulusnya ke tanah.

"Ah, sudah datang toh?" Seru Mawar yang kemudian beranjak dari amben bambu beralaskan tikar di kamarnya, lalu berjalan cepat menuju pintu. Sejak tadi, dia memang cemas menunggu satu-satunya orang yang dia punya.

**Krieeeettt**

Suara deritan pintu lapuk itu terdengar nyaring, seiring dengan pintu yang terbuka semakin lebar. Dara berusia delapan belas tahun itu tersenyum lebar, namun senyumnya memudar cepat saat menyadari yang datang bukanlah Si Mbahnya, melainkan beberapa orang laki-laki yang kini berdiri angkuh menatapnya.

"A-ada apa ini? Apa sampean-sampean datang mencari Si Mbah?" Tanya Mawar terbata-bata. Para lelaki itu diam tak menyahut, sehingga Mawar kembali membuka suara.

"Si Mbah belum datang, tadi pamitnya mau ke desa sebelah," imbuhnya.

"Membersihkan rumah dan pekarangan Juragan Sutris, aku benar kan?" sambung lelaki jangkung yang sejak tadi menatap dengan tatapan tak suka.

"Be-benar," Mawar membenarkan semuanya.

"Kami tau itu, itu sebabnya kami datang sekarang," ujar yang lainnya sambil melangkah mendekat.

"Ma-mau apa kalian? Jangan dekat-dekat!" seru Mawar.

"Atau apa!? Koe mau mengutuk kami, hah!? Cuih! Doamu ndak akan pernah di dengar," sentak lelaki berwajah garang itu.

Mawar mulai merasa terancam, dia berbalik dan berlari masuk, tangan putih mulusnya secepat kilat meraih daun pintu lantas menutupnya. Namun belum juga pintu itu tertutup dengan benar, seseorang mendorongnya dengan kuat. Mawar jatuh terjengkang, namun segera menguasai diri dan merangkak menjauh.

Dia bangkit, berlari melalui pintu belakang, menghilang diantara tanaman singkong yang tumbuh subur di belakang rumah. Gadis ayu itu berlari sambil sesekali melihat ke belakang, memastikan mereka tak lagi mengejarnya.

"Mbah, sampean dimana? Tulung, aku wedi Mbah," lirih Mawar terisak. Dia terus berlari mengikuti kemana langkah kaki membawanya. Harapannya hanya satu, bertemu dengan Si Mbahnya di jalan nanti. Dia tak ingin pulang sendirian karena kali ini, dia mulai merasakan bahwa kebencian warga jadi semakin liar. Jika dulu mereka hanya sekedar membenci, tampaknya sekarang mereka mulai berani menyakiti.

Mawar merasakan nafasnya mulai terengah sesak, dia memutuskan untuk beristirahat sebentar di balik pohon besar. Sejenak, dia berusaha menetralkan degup jantung yang tak terkendali.

"Dimana perempuan Iblis itu!? Aku yakin tadi dia berlari ke arah sini! Cepat cari dia, mata merahnya itu pasti tak cukup baik saat melihat apalagi dalam gelap!" seru seorang pria berbadan tinggi besar sambil berkacak pinggang.

"Huft.. huft.. kami sudah kelelahan, Kang! Lebih baik istirahat dulu," Celetuk salah satu lelaki yang turut andil dalam pengejaran malam ini.

"Ojo membantah! Cepat cari, kalian berpencar saja! Kalian mau, apa yang diceritakan Eyang terulang lagi!? Wajahnya mirip dengan makhluk itu! Bisa jadi, dia sebenarnya bukan manusia!" Serunya lagi. Para lelaki itu menyebar, mencari kesana dan kemari dalam gelap, hanya berbekalkan obor di tangan masing-masing.

Mawar yang mendengar suara-suara itu lantas merangkak ke balik semak belukar. Gadis ayu bermata merah menyala itu bersembunyi dengan tangan membekap mulutnya. Degup jantungnya menggila hingga dia sendiri mampu mendengarnya dengan jelas.

"Gusti, selamatkan aku," batinnya Mawar, dara jelita berkulit putih pucat, dengan pasang mata berwarna merah menyala. Warga desa LEDOKOMBO seringkali menyebut Mawar dengan sebutan, "Anak Iblis".

**Ssssst.. Ssssst...** Suara desisan terdengar jelas dalam rungunya. Mata Mawar membelalak kala merasakan sesuatu meliuk melingkari betisnya. Dia menajamkan penglihatannya dalam remang. "Akhh!" Dia memekik tertahan tanpa sengaja. Tangannya meraih kepala ular yang sudah bersiap mematuknya, dia menarik lantas melemparkannya menjauh.

Pekikan tertahan Mawar sampai pada telinga mereka, para lelaki yang mencarinya itu lantas menghentikan langkah, menyeringai jahat lalu berbalik mendekati semak yang barusan luput dari pengawasan.

Mawar berusaha menetralkan degup jantungnya yang menggila, bagai genderang perang. "Syukurlah, sepertinya mereka sudah pergi," gumamnya. Baru saja dia merasa aman, sebuah tangan terjulur membekap mulutnya.

"Uhmmm! Uhmmm!" Mawar meronta-ronta saat tubuh rampingnya diseret keluar dari balik semak-semak.

"Krakk!"

"Aaaawwww! Perempuan setan!! beraninya menggigitku!" Umpat lelaki yang barusan membekap mulutnya. Mawar terlepas dari bekapan, dia kembali berlari dengan kaki telanjang. Jalanan yang gelap nan becek, akar-akar yang menjulur keluar dari tanah sama sekali tak mendukung pelariannya.

**Jleb!!** "Aaaakhhh! Bruagh!"

Sebuah pecahan beling menembus telapak kaki Mawar, membuatnya jatuh tersungkur. Dia meringis, mengaduh. "Ssssshhh.. Gusti Allah, ini sakit sekali," lirihnya. Dia duduk, lalu meraba telapak kakinya dengan tangan yang gemetaran. Bibir bawahnya dia gigit kuat, sementara tangannya menyentak kasar pecahan beling yang berhasil melukai kakinya.

"Uuuhhmpppp!!! Hiks hiks hiks!" Teriakannya tertahan, namun air matanya lolos tanpa bisa dihalau.

"Ketemu!" suara itu mengagetkan. Mawar menggerakkan lehernya yang terasa kaku, melihat siapa yang bicara. Dia kembali gemetaran, beringsut mundur, namun tangan itu segera menjambak rambut panjangnya.

"Langsung kita habisi, atau..." Tanya seorang yang kini sedang menyoroti wajah Mawar dengan obor. Para lelaki itu saling pandang dengan seringai yang mengerikan.

"Kita beruntung, mereka menyerahkan tugas ini pada kita! Jadi kita bisa bebas mau lakukan apa saja, iya toh?" seru si jangkung. Tangan-tangan kekar itu mulai menyeret Mawar dengan kasar, membawanya paksa ke balik semak lantas mulai menggagahinya secara bergantian. Mawar hanya bisa meronta, namun tenaganya tak cukup kuat melawan delapan orang itu.

Teriakan demi teriakan, umpatan demi umpatan, juga sumpah serapah dan kutukan lolos dari mulut Mawar. Hingga di akhir, saat rasa sakit sudah sampai di ubun-ubun, dendam menggelegak, Mawar menyumpahi dengan lantang.

"Lepas! Biadab!! Cuih!!" Mawar meronta sekuat tenaga, dia juga meludahi wajah pria bajingan itu.

"B*jingan koe! Setan!!" umpat Mawar lagi.

"Plakkkk!!! Menengo (diamlah) anak setan!" sebuah tamparan melayang di pipi mulus Mawar, membuatnya berkunang-kunang. Telinganya berdenging kuat.

Amarah Mawar kian membuncah, dia tak dapat lagi menahan dirinya untuk melayangkan kalimat kutukan. Dengan seluruh sisa tenaganya, dia berteriak nyaring sembari menatap langit.

**Seda!!!** seru Mawar melengking disela tubuhnya yang sedang dihentak-hentak.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Aku dan Cinta Pertamanya
Antara Aku dan Cinta Pertamanya
Dalam novel web bergenre romance misteri Antara Aku dan Cinta Pertamanya, seorang istri hamil disandera dan dikhianati suaminya demi menyelamatkan cinta pertamanya. Setelah tewas mengenaskan, ia terlahir kembali ke masa lalu. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap takdirnya.
Dear Clarissa
Dear Clarissa
Dalam novel Dear Clarissa, seorang wanita malam berjuang menjaga rahasia misinya di Jakarta. Namun, Arga muncul sebagai penguntit berkuasa yang menghalangi kebebasannya. Romance novel penuh aksi ini mengikuti konflik kekuasaan dan pilihan sulit Clarissa saat menghadapi kejaran Arga.
Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
Dalam novel Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta, Rafael sang mantan pasukan khusus harus melindungi Alexa, pewaris politik dari ancaman pembunuhan. Romance novel penuh aksi ini menguji profesionalitas Rafael saat misi perlindungan berubah menjadi ketertarikan yang sulit dikendalikan.
Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar
Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar
Dalam novel modern "Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar", seorang mantan raja gangster yang kini menjadi pegawai biasa tidak sengaja mengungkap rahasia bos cantiknya. Baca novel online ini untuk mengikuti aksi, misteri, dan romansa penuh bahaya.
Istri Dekilku Anak Sultan
Istri Dekilku Anak Sultan
Dalam novel romantis miliarder Istri Dekilku Anak Sultan, Alif menyesal menceraikan Shinta yang ternyata pewaris tunggal perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya, Shinta berjuang bertahan bersama Raka. Baca novel online gratis ini sekarang.
Nona Hujan, Cobalah Diriku!
Nona Hujan, Cobalah Diriku!
Dalam Nona Hujan, Cobalah Diriku!, Putra Mahkota Li Yun Zhu harus mengakhiri kutukan kekeringan di Kerajaan Meng. Ia terpaksa mencari Su Yu Er dari Suku Chang'o meski sejarah kelam membayangi mereka. Simak kisah fantasy novel ini sebagai web novel pilihan dengan intrik dan pengorbanan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dari Penjara ke Meja Judi
Dari Penjara ke Meja Judi
Nick dijadikan kambing hitam oleh keluarganya sendiri dalam sebuah konspirasi, yang berujung pada hukuman penjara sepuluh tahun baginya. Di balik jeruji, dia bertemu dengan Shawn, seorang master judi, dan menjadi muridnya. Setelah bebas, Nick membalas dendam pada keluarga munafiknya, menyelamatkan sahabat masa kecilnya dari panti asuhan, dan akhirnya menyerahkan para penjahat kepada pihak yang berwajib.
Amarah di Balik Duka
Amarah di Balik Duka
Seorang penulis, Sandra, tiba-tiba masuk ke dunia novel yang dia tulis sendiri. Untuk bertahan hidup, dia harus menyelesaikan misi dari sistem. Awalnya dia mengira, sebagai seorang penulis, menyelesaikan misi itu akan mudah. Tapi ternyata, sang tokoh utama pria, Jason, justru bisa mendengar suara hatinya. Sandra yang mau bertahan hidup dan Jason yang mau membongkar kebenaran pun menjalani kehidupan rumah tangga dengan saling adu cerdik.
Aroma Kasih Sayang Suamiku
Aroma Kasih Sayang Suamiku
Yena Polan salah mengira Hans Furla menjadi Yudi Liam sebagai pemuda yang dulu pernah menghiburnya di kala sedih, sementara Hans Furla langsung mencari tahu sosok gadis yang menceritakan dongeng padanya saat dia melewati malam yang kelam. Setelah penantian 9 tahun, Hans akhirnya menjalankan siasatnya untuk merebut gadis itu kembali!
Jatuh Cinta pada Sang Alpha
Jatuh Cinta pada Sang Alpha
Di saat dia merasa orang itu cocok dengannya, bahkan bisa jadi pasangan sejati, dia menyadari satu hal yang mengejutkan yaitu semuanya tidak semudah itu karena dibalik semua ini masih ada banyak rintangan yang perlu diatasinya. Akankah semua rintangan bisa diatasinya?
Kejayaanku Setelah Berpisah
Kejayaanku Setelah Berpisah
Pernikahan Jean dan Eron hanya status saja. Eron tetap setia pada cinta lamanya, Wina. Dia memaksa Jean punya anak dengan pria asing. Jean diam-diam menggunakan uang Eron untuk nafkahi Alex, seorang model di bar. Dari hubungan yang semula pura-pura, tumbuh cinta sejati dan Jean pun mengandung anak Alex. Setelah Eron tahu selama ini Wina hanya menipu dia, dia memohon untuk kembali dengan Jean. Tapi, dia terkejut ketika dia tahu Alex ternyata pewaris panglima perang paling berkuasa di Erova Timur.
Keheroikan Sang Kakak di Pernikahan
Keheroikan Sang Kakak di Pernikahan
Dia pulang ke rumah untuk menghadiri pertunangan saudara laki-lakinya, tetapi malah dikira sebagai wanita simpanan dan dipermalukan oleh saudara iparnya. Saat kebenaran terungkap, dia menemukan rencana jahat saudara iparnya: kehamilannya palsu, dan dia berencana membunuh saudara laki-lakinya untuk mengambil alih perusahaan.