Logo
Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali

Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali

89 Bab
Tamat
Dalam Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali, Anindita terjebak dalam misteri kematian putranya akibat pengkhianatan Bram. Kini ia terbangun di masa lalu untuk membalas dendam. Baca modern romance novel ini di webnovel, sebuah fiction books yang penuh intrik dan ketegangan.
Bab 1 dari Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali

Anindita Lestari terengah-engah, dadanya sesak seperti dihimpit benda berat.

Putranya yang berusia enam tahun, Leo, menatap dengan wajah pucat pasi karena ketakutan.

Syok anafilaksis.

Kondisinya memburuk dengan cepat.

Dengan susah payah, dia menyebut nama suaminya, Bramantyo, memohon agar pria itu menelepon 112.

"Bunda nggak bisa napas!" tangis Leo di telepon.

Tapi Bram, yang sedang sibuk "membangun jaringan" dengan selingkuhannya, Clara, menganggapnya enteng sebagai "serangan panik" biasa.

Beberapa menit kemudian, Bram menelepon kembali: ambulans yang seharusnya untuk Nindi dialihkan ke Clara, yang hanya "tersandung" dan pergelangan kakinya terkilir.

Dunia Nindi hancur berkeping-keping.

Leo, pahlawan kecil di hatinya, berlari keluar mencari bantuan, tapi malah tertabrak mobil.

Terdengar bunyi gedebuk yang mengerikan.

Dia hanya bisa menonton, seperti arwah dalam tragedinya sendiri, saat paramedis menutupi tubuh kecilnya yang hancur.

Putranya telah tiada, karena Bram lebih memilih Clara.

Kehancuran.

Kengerian.

Rasa bersalah.

Bayangan Leo menghantuinya, membekas begitu dalam.

Bagaimana bisa seorang ayah, seorang suami, menjadi begitu egois dan mengerikan?

Penyesalan yang pahit dan tak berkesudahan menggerogoti jiwanya.

Clara. Selalu Clara.

Lalu, mata Nindi terbuka lebar.

Dia terbaring di lantai ruang tamunya.

Leo, hidup dan sehat, berlari masuk.

Ini adalah kesempatan kedua yang mustahil dan menakutkan.

Masa depan yang mengerikan itu tidak akan terjadi.

Dia akan merebut kembali hidupnya, melindungi putranya, dan membuat mereka membayar semuanya.

Bab 1

Anindita Lestari megap-megap mencari udara. Dadanya menegang, seperti ada besi yang meremukkan paru-parunya.

Leo, putranya yang berusia enam tahun, menatapnya, wajah mungilnya pucat pasi karena ketakutan. "Bunda?"

Nindi meraba-raba mencari EpiPen-nya, pandangannya mulai kabur. Syok anafilaksis. Cepat sekali.

"Telepon... Bram," ucapnya terbata-bata. "Sembilan... satu... satu."

Leo, dengan hati pemberaninya, meraih ponsel ibunya. Jari-jari mungilnya kesulitan membuka layar.

Dia menekan tombol panggil untuk Bram.

"Ayah! Bunda nggak bisa napas! Kelihatannya parah banget!" tangis Leo di telepon.

Suara Bram terdengar dari seberang, jauh dan terganggu. "Mungkin Bunda cuma kena serangan panik, Leo. Kasih dia EpiPen. Ayah lagi ada acara networking sama Tante Clara. Nanti Ayah pulang."

"Bukan, Ayah! Ini serius! Bunda bilang telepon 112!"

"Oke, oke, Ayah panggilkan ambulans untuknya," kata Bram, tapi nadanya meremehkan.

Beberapa menit kemudian, saat Nindi melayang dalam kabut rasa sakit, Bram menelepon kembali. Leo menempelkan ponsel ke telinga ibunya.

"Nindi? Dengar, Clara tersandung. Pergelangan kakinya terkilir parah. Ambulans yang kupanggil untukmu, aku alihkan ke dia. Dia lebih dekat, dan dia kesakitan sekali. Kamu pakai saja EpiPen-mu, kamu akan baik-baik saja."

Dunia Nindi hancur. Clara. Selalu Clara.

Leo, mendengar ini, berteriak. "Nggak! Bunda butuh bantuan!" Dia menjatuhkan ponsel dan berlari ke pintu, mungkin mencoba memanggil Bu Ratih tetangga sebelah.

Klakson mobil meraung. Terdengar bunyi gedebuk yang mengerikan.

Nindi, di tengah kabut kesadarannya, mendengar jeritan yang berbeda, bukan jeritan Leo.

Lalu, hening.

Napasnya sendiri tercekat, sebuah helaan terakhir yang kasar. Rohnya terasa seperti tercabik, melayang ke atas.

Dia melihat Leo. Terbaring di jalan. Diam.

Tiba-tiba paramedis ada di sana, menanganinya, lalu bergegas ke arah Leo. Terlambat.

Gambaran itu membakar jiwanya: Leo, kecil dan hancur, karena Bram lebih memilih Clara.

Kehancuran. Kata yang terlalu kecil. Kengerian. Duka. Rasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkannya.

Hatinya, atau apa pun yang tersisa darinya, hancur menjadi sejuta keping.

Dia menonton, seperti arwah dalam tragedinya sendiri, saat mereka menutupi tubuh Leo dengan selembar kain.

Bram. Ini salahnya. Kelalaiannya. Keegoisannya yang mengerikan.

Clara. Wanita itu.

Jika dia punya kesempatan lagi. Jika dia bisa kembali.

Dia tidak akan pernah membiarkan Bramantyo Wicaksono masuk ke dalam hidupnya. Dia akan melindungi Leo.

Dia akan membuat mereka membayar.

Rasa sakit itu mutlak. Penyesalan yang pahit dan tak berkesudahan.

"Bram," bisik arwahnya, sebuah sumpah yang dingin dan penuh amarah, "jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak akan pernah mau mengenalmu."

Tiba-tiba, mata Nindi terbuka lebar.

Dia terbaring di lantai ruang tamunya. Dadanya sakit, tapi dia bisa bernapas.

Tangannya gemetar. Dia menyentuh lehernya. Tidak ada bengkak.

Leo.

Dia bergegas bangkit, jantungnya berdebar kencang. "Leo!"

Leo berlari masuk dari kamarnya, matanya terbelalak. "Bunda? Bunda nggak apa-apa? Tadi Bunda mengeluarkan suara aneh."

Nindi meraihnya, memeluknya begitu erat hingga Leo memekik. Hidup. Dia hidup.

Matanya, dia tahu, mungkin merah. Tangannya masih gemetar.

Ingatan tentang jalanan, bunyi gedebuk, kain penutup... itu terlalu nyata.

Dia melihat kalender di dinding. Tanggal hari ini. Hari yang sama.

Itu belum terjadi.

Sebuah keajaiban. Kesempatan kedua yang menakutkan.

Disorientasi berperang dengan tekad yang kuat dan protektif.

Dia tidak akan membiarkan masa depan itu terjadi.

Ponselnya di meja kopi bergetar. Sebuah notifikasi. Instagram.

Clara Wijaya.

Darah Nindi terasa dingin. Dia mengambilnya, jarinya melayang di atas aplikasi.

Dia harus tahu.

Story Clara: makan malam mewah. Bram, tersenyum di sampingnya.

Dan di tangan Clara, sebuah cincin baru yang berkilauan. Sebuah "cincin janji."

Keterangannya: "Membangun masa depan dengan seseorang yang benar-benar melihat potensiku. Sangat bersyukur atas dukungannya dalam meluncurkan merek kesehatanku! #AwalBaru #SupportSystem."

Stempel tanggal di postingan itu: tadi malam.

Rasa sakit yang baru. Kemarahan. Jijik.

Bram sudah "membangun masa depan" dengan Clara saat masih menikah dengannya, saat Leo masih hidup dan sehat.

Bagaimana bisa? Bagaimana bisa seorang pria begitu tidak memiliki kesopanan dasar?

Kunci berputar di lubang. Bram masuk, bersiul.

Dia berhenti saat melihat wajah Nindi.

"Hei, ada apa? Kamu kelihatan seperti habis lihat hantu."

Dia berbau samar parfum Clara yang memuakkan. Noda lipstik, bukan warnanya, ada di kerahnya. Dia selalu begitu ceroboh.

"Kamu berlebihan," itu kalimat favoritnya. Kalimat itu menggores sarafnya, menimbulkan penolakan fisik.

"Bram," Nindi memulai, suaranya tegang. "Kita perlu bicara."

"Kalau aku bilang aku hampir mati hari ini, Bram, dan Leo juga hampir mati, karena kamu bersama Clara, apa yang akan kamu katakan?" tanya Nindi, suaranya tenang yang berbahaya.

Bram mengerutkan kening. "Apa yang kamu bicarakan? Itu gila. Kamu baik-baik saja?"

Nindi melihat kekosongan di matanya. Sama sekali tidak ada pemahaman.

Dia tidak akan mengerti. Dia tidak akan pernah mengerti.

Kelelahan itu seperti jubah yang berat. Kepahitan, rasa yang akrab.

Dia telah menyia-nyiakan bertahun-tahun.

"Aku mau cerai, Bram," katanya, kata-kata itu terasa seperti kebebasan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
Dalam novel HILANGNYA JASAD KEMBARANKU, Mecca berjuang mencari jasad Micail yang hilang secara misterius. Mystery story ini mengungkap teror mencekam saat Mecca menghadapi kenyataan pahit demi menemukan kembarannya. Simak kisah horor penuh teka-teki ini dalam koleksi horror novels kami.
Malam Panjang di Bus Terakhir
Malam Panjang di Bus Terakhir
Dalam novel horor Malam Panjang di Bus Terakhir, seorang wanita terjebak dalam situasi mencekam di bus malam saat empat rekan kerja suaminya melakukan aksi penyerangan keji secara paksa. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri kelam di balik malam penuh teror tersebut.
PEMBALUT SUAMIKU
PEMBALUT SUAMIKU
Dalam PEMBALUT SUAMIKU, Laksmi menghadapi misteri besar saat suaminya kembali setelah sepuluh tahun menghilang. Perilaku aneh menyimpan pembalut bekas memicu teror dalam horror novel ini. Temukan rahasia gelap di balik kepulangannya dalam mystery story yang mencekam di platform web novel.
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih
Dalam Penghinaan Saudari Tiri, Dusta Kekasih, Anindya dikhianati Bima di depan publik. Billionaire romance novel ini berubah menjadi horror saat Anindya disiksa demi hiburan. Baca kisah perjuangannya bertahan hidup di webnovel modern novel yang penuh misteri dan dendam membara ini.
PESUGIHAN BERUJUNG PETAKA
PESUGIHAN BERUJUNG PETAKA
Dalam horror novel PESUGIHAN BERUJUNG PETAKA, Farah terjebak hutang rentenir hingga nekat menumbalkan putrinya sendiri. Ikuti misteri kelam ini di platform web novel kami bagi Anda yang mencari mystery story penuh konsekuensi fatal dan teror yang nyata.
Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua
Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua
Dalam Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua, Fira dan Ubay nekat mengunjungi Bu Diyah meski dilarang. Namun, teror menghantui saat mereka dilarang mendekati gubuk misterius. Ungkap misteri dalam mystery story ini yang penuh ketegangan layaknya horror novel populer saat ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Anak Ajaib 2: Pertarungan Keluarga
Anak Ajaib 2: Pertarungan Keluarga
Ardi, pangeran kuno yang mabuk lalu terlahir jadi anak enam tahun. Dengan kecerdasan luar biasa ia bangkitkan keluarganya, namun saat hendak memimpin, badai baru pun datang.
Balas Budi si Anak Durhaka
Balas Budi si Anak Durhaka
Diah dan suaminya membesarkan putra mereka, Ismail, dengan susah payah. Namun, mereka justru dieksploitasi oleh Ismail dan menantunya. Suami Diah meninggal dunia dengan penuh kekecewaan. Setelah terlahir kembali, Diah tersadar dan bangkit. Dia teguh mempertahankan prinsipnya dan melawan balik. Diah mengambil kembali hartanya, membongkar kebenaran kepada publik, dan akhirnya memutuskan hubungan dengan anak durhaka itu. Seluruh hartanya dia wakafkan untuk amal, mengajarkan makna sejati dari """"dari semua kebajikan, bakti kepada orang tua adalah yang utama
Hadiah Keberuntungan
Hadiah Keberuntungan
Dia diculik oleh pedagang manusia saat masih kecil, dan saat dewasa, dia dikhianati oleh bajingan yang berselingkuh. Dia pikir hidupnya akan hancur, tetapi suatu hari, pamannya yang kaya muncul, juga menawarkannya kesempatan untuk pulang dan mewarisi kekayaan senilai miliaran dolar.
Sosialita Mematikan
Sosialita Mematikan
Geng Elia, organisasi pembunuh bayaran paling legendaris di dunia, dipimpin oleh Eliana yang suatu hari menemukan kenyataan bahwa dirinya adalah putri hilang keluarga Morrison. Dia pun kembali ke keluarganya dengan menyamar sebagai wanita lemah dan penurut, menerima perlindungan dan kasih sayang mereka. Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Aiden, yang haus kekuasaan, bersekongkol dengan geng kriminal untuk mengungkap identitas Eliana dan menghancurkan keluarga Morrison. Dalam situasi berbahaya ini, Eliana justru menemukan sekutu yang tak terduga. Sadie, saudara angkatnya yang awalnya merupakan rival, akhirnya berdiri di pihaknya. Begitu pula Matthew, yang selama ini dikenal sebagai playboy, ternyata adalah pemimpin dari Geng Vlesver yang disegani. Bersama mereka, Eliana berhasil menggagalkan semua konspirasi jahat yang mengancam, dan membuktikan kapabilitasnya sebagai pemimpin yang disegani.
Sang Penguasa dari Masa Depan
Sang Penguasa dari Masa Depan
Jace, lulusan teknik, melintas ke dunia lain dan jadi kerabat jauh bangsawan. Begitu tiba, dia dipaksa memilih istri dan wilayah, serta melunasi utang ketiga istrinya yang terpidana. Dihimpit utang, dikepung perampok, wilayahnya porak-poranda. Dia pun menerapkan ilmu industri modern untuk mengubah tatanan peradaban agraris. Bubuk mesiu, teknik peleburan, produksi senjata, pembuatan parfum, hingga teknik hujan buatan diperkenalkan. Perlahan, wilayah yang dipimpinnya pun semakin makmur.
Kembalinya sang Ratu Balap
Kembalinya sang Ratu Balap
Seorang pembalap genius, Elena, mengorbankan kariernya demi cinta dan keluarga, tapi malah dikhianati suami dan anaknya. Sadar akan kesalahannya, dia cerai dan dengan bantuan miliarder setia, Sean, dia balas dendam ke adiknya yang licik dan mantan suaminya yang jahat. Mantan ibu rumah tangga ini berhasil merebut kembali gelar juara, jadi bintang terang yang tak bisa lagi digapai oleh mereka yang dulu meremehkannya.