Logo
Menyusui Bayi Mafia
Menyusui Bayi Mafia

Menyusui Bayi Mafia

92 Bab
Tamat
Dalam novel romance Menyusui Bayi Mafia, Lea yang masih sekolah terjebak obsesi El Zibrano Elemanus. Sebagai mafia novel yang berkuasa, El memaksa Lea merawat putranya dengan imbalan dunia. Ikuti kisah young adult fiction romance books ini tentang pilihan sulit di tengah ancaman dan ambisi.
Bab 1 dari Menyusui Bayi Mafia

Club Casino

Terdapat El dan teman-temannya yang tengah bersenda gurau sembari menikmati koktailnya.

"Eh tahu enggak sih, kemarin ada yang dijodohin lagi sama om Wendles," sindir Glen pada Safrel.

"Udah diem," ketus Safrel yang kesal.

El tampak tertawa puas melihat wajah kesal Safrel.

"Kali ini sama cewek mana lagi?" tanya El penasaran.

Safrel menghela napas sembari menuang koktailnya sekali lagi.

"Masak sih papa mau jodohin aku sama anak temennya, mana dia udah tua lagi," dumelnya dengan kesal.

"Tua? Masak sih? Setua apa?" tanya Glen penasaran.

Safrel menghela napas gusar dan menatap jengah Glen.

"Tanya aja sama papa, atau kau aja yang gantikan aku untuk menikah dengannya," ketusnya kesal yang mana melemparkan perjodohan itu pada Glen.

"Enggak, wanitaku sangat banyak, enggak perlu dijodoh- jodohin, entar kalau udah pengin nikah tinggal pilih aja nanti," jawabnya dengan begitu gamblangnya membuat Safrel dan El tertawa keras.

Mereka yang asyik mengobrol dan bersenda gurau sontak langsung terhenti kala ada seorang perempuan mendatangi meja mereka.

"El mau enggak nikah sama aku?" sontak semua mata tertuju pada wanita itu.

Tampak terlihat wanita tinggi berdiri di depan meja mereka sembari membuka kotak berudu yang memperlihatkan cincin permata mengkilap.

"Wah, kau dilamar?" gumam Safrel berbisik.

"Berapa nyawa yang kau punya? Kau sungguh berani sekali melamar singa jantan yang sudah lapuk ini," gumam Glen membuat El berdecak kesal.

El dengan tatapan dinginnya menatap wanita tersebut.

...

...

Ziko, selaku tangan kanan serta asisten El, yang paham dengan tatapan marah tuannya tersebut sontak langsung mendekati perempuan itu untuk membawanya pergi, selagi El masih berkepala dingin.

"Jangan mengganggu waktu tuan El, kamu bisa membicarakan hal ini di lain waktu lagi," pinta Ziko yang mengusir wanita itu secara halus.

"Tolong jangan halangi aku, aku sedang melamar El," tolaknya sembari mendorong Ziko ke samping.

"El kumohon terimalah lamaranku, aku akan menerima putramu dengan baik dan akan memperlakukan ia seperti putraku sendiri," ucapnya dengan memaksa membuat El meletakkan gelasnya.

Semua wanita di sana tampak begitu penasaran dengan jawaban El.

Tapi mereka lebih penasaran dengan nasib wanita tersebut.

El Zibrano Alemannus , siapa yang tidak tahu sosok iblis berupa tampan nan rupwan itu.

Semua orang tahu sikapnya yang sangat membenci wanita dan tak segan untuk membunuhnya.

Jadi, bagi mereka para perempuan, mendekati El bagikan mengantarkan dirinya sendiri di ambang kematian.

Karena akan berakhir dengan mati di tangan El atau dipermalukan dengan segala ucapan kasarnya.

"Bagaimana jika aku menolak?" tanya El sembari menuang koktailnya.

"Aku akan melompat dari lantai atas club ini," jawabnya dengan enteng dan begitu gamblang.

El tampak manggut-manggut santai namun tidak dengan ekspresi orang-orang yang mencemaskan wanita tersebut.

El beranjak dari sofa dan mendekati wanita itu.

"Ayo ikut denganku," ajaknya membuat semua orang di sana terkejut dan begitu penasaran kemana El akan membawa perempuan itu.

"Apa mereka akan melangsungkan pernikahannya di kamar?" tanya Glen pada Safrel dan Ziko.

Bugh

"Nih otak enggak pernah dipakai yang bener, mana ada nikah di kamar yang ada eksekusi mati," jawab Safrel yang sudah tahu dengan apa yang akan El lakukan pada wanita itu.

Sedangkan di tempat yang sama namun disisi yang berbeda ada Lea yang tengah sibuk dengan ponselnya tanpa memedulikan keributan yang ada.

Ia sibuk meminjam uang ke sana kemari untuk biaya rumah sakit papanya yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Ya Cornelio terkena serangan jantung setelah mendengar perusahaannya bangkrut.

Dan mendadak semua aset ditahan oleh bank untuk membayar kerugian serta gaji karyawan yang belum terbayarkan.

Lea yang faktanya anak tunggal dan juga merupakan anak yatim, kini sedang pontang-panting ke sana kemari mencari pinjaman untuk biaya rumah sakit papanya.

Bagaimana tidak pontang-panting jika sepeserpun Lea tidak punya uang untuk biaya rumah sakit papanya.

Bahkan paman dan bibinya enggan untuk meminjami dirinya uang meski hanya untuk pengobatan papanya di rumah sakit.

Padahal dulu Cornelio lah yang membuatkan rumah untuk mereka.

"Arghh bangsat, kenapa tidak ada yang mau meminjami sepeserpun," umpatnya kala ia tak mendapatkan pinjaman dari siapapun.

Lea yang sudah merasa frustasi tapi tak putus asa, langsung menyambar koktailnya kembali.

Ia mengatur napasnya lalu menatap gelasnya.

Sudah kosong.

Lea tak ingat sudah gelas keberapa ia minum.

Dan kini ia sudah merasakan pusing yang begitu hebat.

Kringgg

Lea tersentak kaget kala ponselnya berdering.

Dari rumah sakit.

Dengan cepat Lea beranjak dari sofa dan pergi ke kamar mandi untuk mengangkat telponnya.

BRUGH

Lea yang sedikit pusing dan berjalan dengan kepala menunduk membuat ia tak sengaja menabrak seseorang.

"Apa anda baik-baik saja? Maaf saya sedang buru-buru," ucapnya yang mana ia beberapa kali menggelengkan kepalanya untuk membuat dirinya tetap sadar.

Orang itu ialah El.

Ya kalian tidak salah dengar.

Ia hanya diam dan fokus menatap mata cantik Lea yang tampak sayu namun terlihat begitu cantik, membuat El tertegun dan hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Lea.

Lea yang merasa orang itu hanya diam saja sontak langsung pergi begitu saja.

Lea lalu menoleh sekilas sebelum ia masuk ke dalam lorong kamar mandi di mana tatapan mereka bertemu.

El baru tersadar kala Lea sudah menghilang dari pandangannya.

Tampak senyum devil terbit di bibir El yang entah menyiratkan apa hal itu.

Ia lalu kembali ke meja teman-temannya dengan wajah yang sedikit sumringah.

"Di mana perempuan itu?" tanya Glen ingin tahu namun seketika langsung diam kala melihat wajah El yang tampak ada percikan darah.

"Jangan bilang jika kau?" tebak Glen membuat El tersenyum tipis.

"Bukankah ia sendiri yang ingin mati? Aku hanya membantunya," jawabnya dengan gamblang membuat Glen tak habis pikir dengan hal itu.

"YAAA, apa kau pikir nyawa orang itu mainan? Bagaimana bisa kau membunuhnya kala ia menginginkannya?" marah Glen yang tak ingin El mendapatkan masalah.

El melepas jasnya dan membuka kancing kemejanya paling atas sembari menyugar rambutnya ke belakang membuat ia terlihat begitu seksi dan tampan.

"Harusnya ia lebih berhati-hati lagi, suruh siapa datang padaku," jawabnya dengan gamblang.

Ziko yang sudah hafal dengan sikap El hanya bisa menghela napas pelan dan terus merapalkan doa.

Bagaimana tidak merapalkan doa jika ia saja bekerja dengan malaikat maut seperti El.

Yang mana kapan saja ia sendiri juga bisa mati di tangan El jika melakukan sebuah kesalahan.

"Ziko ambilkan baju di mobil, aku ingin mandi dan menemui seseorang yang spesial malam ini," perintahnya pada Ziko.

Ziko langsung pergi ke mobil El untuk mengambil pakaian tuannya.

"Orang spesial? Siapa?" tanya Glen dan Safrel penasaran.

El yang melihat wajah penasaran teman-temannya kini begitu senang.

"Besok juga tahu," jawabnya sembari tersenyum devil lalu melenggang pergi ke lantai atas untuk mandi.Club Casino

Terdapat El dan teman-temannya yang tengah bersenda gurau sembari menikmati koktailnya.

"Eh tahu enggak sih, kemarin ada yang dijodohin lagi sama om Wendles," sindir Glen pada Safrel.

"Udah diem," ketus Safrel yang kesal.

El tampak tertawa puas melihat wajah kesal Safrel.

"Kali ini sama cewek mana lagi?" tanya El penasaran.

Safrel menghela napas sembari menuang koktailnya sekali lagi.

"Masak sih papa mau jodohin aku sama anak temennya, mana dia udah tua lagi," dumelnya dengan kesal.

"Tua? Masak sih? Setua apa?" tanya Glen penasaran.

Safrel menghela napas gusar dan menatap jengah Glen.

"Tanya aja sama papa, atau kau aja yang gantikan aku untuk menikah dengannya," ketusnya kesal yang mana melemparkan perjodohan itu pada Glen.

"Enggak, wanitaku sangat banyak, enggak perlu dijodoh- jodohin, entar kalau udah pengin nikah tinggal pilih aja nanti," jawabnya dengan begitu gamblangnya membuat Safrel dan El tertawa keras.

Mereka yang asyik mengobrol dan bersenda gurau sontak langsung terhenti kala ada seorang perempuan mendatangi meja mereka.

"El mau enggak nikah sama aku?" sontak semua mata tertuju pada wanita itu.

Tampak terlihat wanita tinggi berdiri di depan meja mereka sembari membuka kotak berudu yang memperlihatkan cincin permata mengkilap.

"Wah, kau dilamar?" gumam Safrel berbisik.

"Berapa nyawa yang kau punya? Kau sungguh berani sekali melamar singa jantan yang sudah lapuk ini," gumam Glen membuat El berdecak kesal.

El dengan tatapan dinginnya menatap wanita tersebut.

...

...

Ziko, selaku tangan kanan serta asisten El, yang paham dengan tatapan marah tuannya tersebut sontak langsung mendekati perempuan itu untuk membawanya pergi, selagi El masih berkepala dingin.

"Jangan mengganggu waktu tuan El, kamu bisa membicarakan hal ini di lain waktu lagi," pinta Ziko yang mengusir wanita itu secara halus.

"Tolong jangan halangi aku, aku sedang melamar El," tolaknya sembari mendorong Ziko ke samping.

"El kumohon terimalah lamaranku, aku akan menerima putramu dengan baik dan akan memperlakukan ia seperti putraku sendiri," ucapnya dengan memaksa membuat El meletakkan gelasnya.

Semua wanita di sana tampak begitu penasaran dengan jawaban El.

Tapi mereka lebih penasaran dengan nasib wanita tersebut.

El Zibrano Alemannus , siapa yang tidak tahu sosok iblis berupa tampan nan rupwan itu.

Semua orang tahu sikapnya yang sangat membenci wanita dan tak segan untuk membunuhnya.

Jadi, bagi mereka para perempuan, mendekati El bagikan mengantarkan dirinya sendiri di ambang kematian.

Karena akan berakhir dengan mati di tangan El atau dipermalukan dengan segala ucapan kasarnya.

"Bagaimana jika aku menolak?" tanya El sembari menuang koktailnya.

"Aku akan melompat dari lantai atas club ini," jawabnya dengan enteng dan begitu gamblang.

El tampak manggut-manggut santai namun tidak dengan ekspresi orang-orang yang mencemaskan wanita tersebut.

El beranjak dari sofa dan mendekati wanita itu.

"Ayo ikut denganku," ajaknya membuat semua orang di sana terkejut dan begitu penasaran kemana El akan membawa perempuan itu.

"Apa mereka akan melangsungkan pernikahannya di kamar?" tanya Glen pada Safrel dan Ziko.

Bugh

"Nih otak enggak pernah dipakai yang bener, mana ada nikah di kamar yang ada eksekusi mati," jawab Safrel yang sudah tahu dengan apa yang akan El lakukan pada wanita itu.

Sedangkan di tempat yang sama namun disisi yang berbeda ada Lea yang tengah sibuk dengan ponselnya tanpa memedulikan keributan yang ada.

Ia sibuk meminjam uang ke sana kemari untuk biaya rumah sakit papanya yang saat ini tengah dirawat di rumah sakit.

Ya Cornelio terkena serangan jantung setelah mendengar perusahaannya bangkrut.

Dan mendadak semua aset ditahan oleh bank untuk membayar kerugian serta gaji karyawan yang belum terbayarkan.

Lea yang faktanya anak tunggal dan juga merupakan anak yatim, kini sedang pontang-panting ke sana kemari mencari pinjaman untuk biaya rumah sakit papanya.

Bagaimana tidak pontang-panting jika sepeserpun Lea tidak punya uang untuk biaya rumah sakit papanya.

Bahkan paman dan bibinya enggan untuk meminjami dirinya uang meski hanya untuk pengobatan papanya di rumah sakit.

Padahal dulu Cornelio lah yang membuatkan rumah untuk mereka.

"Arghh bangsat, kenapa tidak ada yang mau meminjami sepeserpun," umpatnya kala ia tak mendapatkan pinjaman dari siapapun.

Lea yang sudah merasa frustasi tapi tak putus asa, langsung menyambar koktailnya kembali.

Ia mengatur napasnya lalu menatap gelasnya.

Sudah kosong.

Lea tak ingat sudah gelas keberapa ia minum.

Dan kini ia sudah merasakan pusing yang begitu hebat.

Kringgg

Lea tersentak kaget kala ponselnya berdering.

Dari rumah sakit.

Dengan cepat Lea beranjak dari sofa dan pergi ke kamar mandi untuk mengangkat telponnya.

BRUGH

Lea yang sedikit pusing dan berjalan dengan kepala menunduk membuat ia tak sengaja menabrak seseorang.

"Apa anda baik-baik saja? Maaf saya sedang buru-buru," ucapnya yang mana ia beberapa kali menggelengkan kepalanya untuk membuat dirinya tetap sadar.

Orang itu ialah El.

Ya kalian tidak salah dengar.

Ia hanya diam dan fokus menatap mata cantik Lea yang tampak sayu namun terlihat begitu cantik, membuat El tertegun dan hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Lea.

Lea yang merasa orang itu hanya diam saja sontak langsung pergi begitu saja.

Lea lalu menoleh sekilas sebelum ia masuk ke dalam lorong kamar mandi di mana tatapan mereka bertemu.

El baru tersadar kala Lea sudah menghilang dari pandangannya.

Tampak senyum devil terbit di bibir El yang entah menyiratkan apa hal itu.

Ia lalu kembali ke meja teman-temannya dengan wajah yang sedikit sumringah.

"Di mana perempuan itu?" tanya Glen ingin tahu namun seketika langsung diam kala melihat wajah El yang tampak ada percikan darah.

"Jangan bilang jika kau?" tebak Glen membuat El tersenyum tipis.

"Bukankah ia sendiri yang ingin mati? Aku hanya membantunya," jawabnya dengan gamblang membuat Glen tak habis pikir dengan hal itu.

"YAAA, apa kau pikir nyawa orang itu mainan? Bagaimana bisa kau membunuhnya kala ia menginginkannya?" marah Glen yang tak ingin El mendapatkan masalah.

El melepas jasnya dan membuka kancing kemejanya paling atas sembari menyugar rambutnya ke belakang membuat ia terlihat begitu seksi dan tampan.

"Harusnya ia lebih berhati-hati lagi, suruh siapa datang padaku," jawabnya dengan gamblang.

Ziko yang sudah hafal dengan sikap El hanya bisa menghela napas pelan dan terus merapalkan doa.

Bagaimana tidak merapalkan doa jika ia saja bekerja dengan malaikat maut seperti El.

Yang mana kapan saja ia sendiri juga bisa mati di tangan El jika melakukan sebuah kesalahan.

"Ziko ambilkan baju di mobil, aku ingin mandi dan menemui seseorang yang spesial malam ini," perintahnya pada Ziko.

Ziko langsung pergi ke mobil El untuk mengambil pakaian tuannya.

"Orang spesial? Siapa?" tanya Glen dan Safrel penasaran.

El yang melihat wajah penasaran teman-temannya kini begitu senang.

"Besok juga tahu," jawabnya sembari tersenyum devil lalu melenggang pergi ke lantai atas untuk mandi.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bercinta dengan werewolf
Bercinta dengan werewolf
Dalam novel Bercinta dengan werewolf, Alexa tak sengaja menggoda Michael, bos mafia sekaligus manusia serigala, saat mabuk. Hubungan cinta satu malam ini berlanjut menjadi jalinan rumit. Ikuti werewolf romance novels ini dalam kategori romance fiction books yang penuh kejutan.
Budak Seksi Tuan Cedric
Budak Seksi Tuan Cedric
Dalam Budak Seksi Tuan Cedric, Falisha terjebak dendam maut seorang milyarder kejam setelah dituduh membunuh putra kandungnya. Mafia novel ini mengisahkan perjuangan Falisha bertahan hidup sebagai pemuas nafsu Cedric. Baca billionaire romance novels ini untuk mengungkap nasibnya.
GADIS TAWANAN SANG MAFIA
GADIS TAWANAN SANG MAFIA
Dalam GADIS TAWANAN SANG MAFIA, Selena diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga, demi membalas dendam atas kematian ayahnya. Selena harus berjuang melarikan diri dari cengkeraman Jeno di tengah intrik mafia novel ini. Baca kisah romance novel yang penuh aksi dan ketegangan.
Guru Tampan Seorang Yakuza
Guru Tampan Seorang Yakuza
Dalam novel mafia Guru Tampan Seorang Yakuza, Akeno menyamar demi membalas dendam pada klan Howaitotaiga. Ia mengincar Reina Akinara sebagai alat pembalasan, namun rahasia identitas Reina mengubah segalanya. Baca romance stories penuh aksi ini di platform web novel kami sekarang.
Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
Dalam Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia, Aneisha harus bertahan dari siksaan Tuan Zu dan ketiga istrinya. Setelah melarikan diri, ia bertransformasi menjadi wanita tangguh. Baca kisah selengkapnya di mafia novel ini, sebuah romance stories penuh intrik dan aksi yang memukau.
Istri Kesayangan Tuan Mafia
Istri Kesayangan Tuan Mafia
Dalam novel Istri Kesayangan Tuan Mafia, Reynand kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang mengkhianatinya. Sebagai mafia novel penuh aksi, ia harus merebut kembali istrinya dari pernikahan paksa dan mengungkap rahasia kehamilan yang tertunda dalam kisah romance stories ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Putuskan Semua Obsesi Lama
Putuskan Semua Obsesi Lama
Menjelang pernikahannya dengan Jordy Kusuma, Amelia Winata mengetahui bahwa Jordy melakukan inseminasi buatan pada Diana Lenon yang sedang berada di stadium akhir kanker dengan dalih balas budi, bahkan mengajak Amelia ke pemotretan pernikahan mereka. Amelia yang patah hati membatalkan pernikahannya dengan bantuan sahabatnya, Bianca Erga, dan mengabdikan dirinya untuk proyek penelitian rahasia dosen pembimbingnya.
Aku, Pemimpin Tanah
Aku, Pemimpin Tanah
Cahaya Hidayat, yang menjaga Keluarga Wijaya dari atas kursi rodanya, menyaksikan perjanjiannya dirobek oleh ayah dan anak keluarga itu. Hukuman langit turun seketika, menghancurkan Keluarga Wijaya. Keluarga Lestari berlutut memohon solusi, namun ia hanya mengeluarkan sebuah jeruk, memicu lima keluarga besar berebut gila. Cahaya pun pergi meninggalkan jejak teratai emas, berpesan bahwa gejolak energi bumi akan kembali, disusul gelombang konspirasi konsorsium internasional. Di pertaruhan berikutnya, nasib seluruh kota menjadi taruhan!
Cinta dalam Bayang-Bayang Benci
Cinta dalam Bayang-Bayang Benci
Ella, seorang gadis bisu, memendam cinta yang mendalam untuk suaminya, Charles, selama bertahun-tahun. Sayangnya, Charles gagal membalas cinta yang sama. Frustrasi, Ella memutuskan untuk menceraikan suaminya, hanya untuk menghadapi penolakan Charles. Seperti sudah ditakdirkan, Ella mendapati bahwa dirinya hamil. Namun, Charles tanpa perasaan meninggalkannya, meninggalkannya sendirian untuk menghadapi akibat kecelakaan yang mulai menghapus ingatannya.
Cinta di Sisi Lapangan
Cinta di Sisi Lapangan
Natalia telah memiliki segalanya. Dia sudah bertunangan dengan bintang sepak bola bernama Karlo, dan bahkan hamil anaknya. Hingga suatu hari, terjadi suatu tragedi. Kakaknya telah menyebabkan adik perempuan Karlo meninggal, dan cedera yang dialami Karlo membuat kariernya berakhir. Setelah itu, Natalia menghilang selama tujuh tahun. Sekarang Karlo melihat Natalia tampak bahagia bersama "suami" dan "putrinya". Namun, Karlo tidak akan melepaskan Natalia.
Kerinduan Tak Berujung
Kerinduan Tak Berujung
Dia mengira dia telah mengkhianatinya sampai dia menangis ketika melihat jasadnya.
Tujuh Hari untuk Melupakanmu
Tujuh Hari untuk Melupakanmu
Lima tahun silam, Waylon yang tengah terlunta-lunta ditampung oleh Rita. Demi wanita itu, dia rela melepas hak warisnya yang senilai miliaran dolar. Tanpa sepengetahuan siapa pun, selama lima tahun dia membimbing keluarga Quinn meraih status elit. Ironisnya, di hari pernikahan mereka, Rita justru kabur bersama Xander, saudara angkatnya. Dalam keputusasaan mengejar mobil Rita, Waylon mengalami kecelakaan parah dan berjuang antara hidup dan mati. Sementara Rita sengaja mematikan ponselnya hingga tak bisa dihubungi. Setelah pulih, Waylon menepati janji lama pada kakeknya dengan menikahi Rosie, pewaris sebuah konglomerat ternama, hanya dalam tujuh hari. Pada pesta pernikahan itu, Rita tiba-tiba muncul dan berusaha mendekatinya kembali. Tapi Waylon hanya dengan tenang mendoakan keluarga Quinn kebahagiaan seumur hidup sebelum berbalik pergi untuk selamanya.