Logo
Gairah Bad Boy Salah Sasaran
Gairah Bad Boy Salah Sasaran

Gairah Bad Boy Salah Sasaran

45 Bab
Tamat
Dalam romance novel Gairah Bad Boy Salah Sasaran, Elang sang mahasiswa nakal salah masuk tenda akibat mabuk. Alih-alih mendekati targetnya, ia justru terjebak skandal dengan Ibu Nindya, dosen pembimbingnya. Baca kisah modern novel ini tentang konsekuensi fatal dari gairah yang salah sasaran.
Bab 1 dari Gairah Bad Boy Salah Sasaran

[Teruntuk putraku tersayang, Elang

Hai El sayang, mama tebak kamu pasti sudah menemukan satu dari sekian banyak surat yang sengaja mama tinggalkan untuk kamu. El nemuin surat yang mama simpan dimana? Di meja belajar El, tumpukan baju, lemari pakaian atau yang selalu ada di kantong baju mama?

Jadi, gimana kabar El hari ini?

El udah makan?

Apa El sedang banyak kegiatan?

Mama harap El bisa menjalani hari dengan lebih baik setiap saat, meskipun itu tanpa ada mama lagi di sisimu sekarang.

Maafin mama ya El, maaf karena mama belum bisa menjadi orang tua terbaik untuk kamu!

Maafin mama yang pada akhirnya membuat El kecewa!

Maafin mama yang nggak pernah bisa berterus terang tentang kondisi yang sebenarnya!

……..

....... ]

Elang melipat kertas kusam yang sesekali masih dibacanya. Meski tidak membacanya sampai selesai, tapi Elang masih hafal tiap kata yang disampaikan sang mama dalam suratnya. Elang sudah ratusan kali membaca surat tersebut sejak ditemukannya pertama kali.

Namun, hatinya masih saja sulit menerima, masih selalu merindukan sosok cantik yang melahirkannya itu hingga sekarang. Sosok yang tidak pernah terganti dan selalu menimbulkan nyeri saat dikenang. Sosok yang sudah hampir lima tahun menghilang dari pandangan Elang.

Oleh sebab itu, Elang menyibukkan diri dengan mempunyai banyak aktivitas, baik di kampus, alam dan bermain-main dengan wanita yang menarik hatinya.

***

Matahari terik di atas kepala, hujan deras yang mengguyur kampus pagi tadi sudah tidak menyisakan air genangan di depan gedung tempat Elang berada.

Elang bergegas turun dari laboratorium kimia tempatnya melakukan penelitian. Mata kuliah paling sulit itu harus ditempuh sebagai syarat kelulusan di sekolah tinggi swasta tempatnya mencari ilmu.

"Kemana, El? Udah selesai penelitian hari ini?" tanya teman perempuan satu angkatan Elang yang juga sedang melakukan penelitian tugas akhir di lab yang sama dengannya.

"Ada perlu sebentar," jawab Elang singkat.

"Aku beli minum buat kamu!"

"Bawa ke atas aja May, aku ada rapat sama panitia makrab. Nanti aku balik lagi kok, sampai sore kayaknya nanti di lab!" Elang menepuk bahu Mayra yang berpapasan di tangga, lalu meninggalkannya tanpa menoleh lagi.

"Hm, iya!" Mayra hanya tersenyum masam, Elang selalu memperlakukannya dengan baik. Tapi tidak pernah menganggapnya lebih dari sekedar teman. Mayra bukannya tidak cantik, hanya saja dia seperti kurang beruntung karena bukan tipe gadis yang disukai Elang.

Dengan senyum semakin kecut, Mayra meniti tangga menuju lab kimia yang satu jam lalu ditinggalkannya untuk istirahat makan. Memulai lagi aktivitasnya dengan beberapa gelas pyrex berisi sampel bahan dan seperangkat alat destilasi. Menyingkirkan Elang dari pikirannya.

Elang masuk ruangan dimana teman-temannya sudah menunggu. Undangan rapat dari ketua Himpunan Mahasiswa (HM) tidak bisa diabaikan. Sebagai wakil ketua, Elang wajib hadir dalam rapat untuk membahas acara malam keakraban mahasiswa baru di jurusannya. Teknik kimia.

Meski bukan panitia utama, kedudukan Elang sebagai pengurus HM tetap dinantikan kehadirannya setiap kali ada rapat. Dan terlambat datang bagi Elang adalah hal biasa dan bisa dimaklumi oleh rekan panitia. Elang termasuk orang yang sibuk dan padat acara.

Hal itu karena Elang bukan hanya aktif dalam kegiatan himpunan mahasiswa jurusan, tapi juga aktif di unit kegiatan mahasiswa pecinta alam dan musik. Debutnya sebagai atlet panjat dinding membuat nama Elang semakin dikenal luas di kampus, bukan hanya di kalangan mahasiswa tapi juga kalangan dosen dan petinggi kampus.

Menang dalam beberapa kali kejuaraan yang membawa nama institusi, membuat Elang ditunjuk sebagai duta kampus untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Kegiatannya di luar kampus bersama institusi memang sudah tidak sepadat sebelumnya, tapi tetap ada karena ada target kampus untuk tahun berikutnya.

Elang memimpin rapat hari ini karena ketua HM yang bernama Ryan sedang tidak bisa hadir. Mandatnya pada Elang agar langsung menyelesaikan persiapan acara malam keakraban mahasiswa baru jurusan hari ini juga. Rapat terakhir sebelum pemberangkatan.

Sementara Ryan pergi meninjau lokasi bersama koordinator acara dan panitia lapangan. Laporan tiap bagian sudah masuk semua, dan Elang puas dengan persiapan terakhir dari panitia dari apa yang dibacanya.

"Malam api unggun sebelum rafting fix bikin kambing guling ini ya?” tanya Elang memastikan.

"Yes," jawab bagian konsumsi mengacungkan ibu jari.

"Anak EO minta uang muka 50% dari total pembayaran." Elang melihat ke arah bendahara, menunggu persetujuan.

“El … kamu yakin mau pakai temen-temen kamu yang anak Mapala itu?” tanya Sisil skeptis selaku sekretaris HMTK (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia).

“Yakin, standar mereka sama kalau dibandingkan dengan EO arung jeram umum. Bedanya … mapala ada di bawah naungan kampus. Kalau soal skill jangan diragukan, untuk urusan kegiatan outdoor sudah pada ahli semua. Alasan terakhir juga biayanya lebih murah, sesuai sama budget kita!” terang Elang tegas.

"Bukan karena mereka teman-teman kamu kan?" Sisil menatap Elang lembut, tidak berusaha menyinggung. Dia hanya ingin memastikan situasi ada dalam kendali.

"Silahkan kalau mau cari yang lain! Harusnya kamu bilang itu dari awal rapat, bukan di rapat terakhir begini," sahut Elang penuh tekanan.

"Sorry …!" Sisil menekuk wajah menyesal.

Elang mengabaikan ucapan gadis yang meliriknya dengan rumit, dia memilih untuk membahas satu persatu laporan pekerjaan panitia yang lain yang sudah ada di tangannya.

Rapat terus berlanjut hingga satu jam berikutnya. Setelah mengambil keputusan bersama, seluruh panitia bersiap menyelesaikan pekerjaan terakhir sebelum mereka berangkat ke tempat malam keakraban akan diadakan besok.

Fix, malam keakraban untuk mahasiswa baru dengan konsep outdoor, rafting dan api unggun di pinggir sungai, akhirnya siap dilaksanakan. Elang menghembuskan nafas lega, langkahnya mantap saat menghampiri Arga, rekan panitia yang mewakili mapala sebagai EO kegiatan.

"Ga, pastikan besok tenda Vivian ada di sebelah tenda kita ya!" Elang menepuk bahu Arga seraya memamerkan tawa mesum.

Arga yang udah paham hanya menyeringai iri. "Dasar sinting!"

**

Hari berikutnya, tenda dome berjajar di atas tanah terbuka seperti lapangan kecil, hanya berjarak dua puluh meter dari sungai yang akan menjadi pusat kegiatan arung jeram.

Ryan dan Elang sibuk berbincang dengan koordinator lapangan, Arga.

"Gimana bapak ketua dan wakil? Apa persiapan kami bisa dinilai baik?" tanya Arga cengengesan.

"Oke, sip semua. Good job, Arga!" jawab Ryan antusias, puas dengan hasil kerja rekannya.

Elang menimpali dengan semangat, "Semoga besok sukses raftingnya! Jangan lupa rescue team di briefing ulang sebelum kegiatan ya, Ga!"

"Beres! Sebelum api unggun akan ada evaluasi keseluruhan persiapan kok!" ujar Arga menegaskan.

"Aku minta daftar maba dan pembagian tenda, Ga! Mau atur siapa aja yang ikut perahuku besok." Elang menyeringai penuh maksud.

"Astaga, kamu nggak percaya sama aku? Aku udah atur tenda Vivian pas di sebelah kita, besok doi juga ikut perahumu, apa lagi?"

Elang tergelak, "Cuma memastikan aja!"

Malamnya, langit sangat cerah, bulan malu-malu mengintip di balik pepohonan. Suara gitar dan nyanyian merdu mengiringi kebersamaan mahasiswa baru yang berkumpul dalam acara api unggun, dengan sajian kambing guling, yang digelar tepat di pinggir sungai.

Elang melirik satu mahasiswi baru yang membuatnya terpikat dari sejak pandang pertama. Tidak terlalu cantik jika dibandingkan dengan Diah, mantannya yang baru saja minta putus, maba ini tubuhnya menonjol depan belakang dengan porsi yang menantang.

Vivian namanya, gadis yang benar-benar sesuai dengan selera pria yang selalu membayangkan punya pacar wanita, dengan tubuh model majalah dewasa.

Pemuda tampan itu memang sengaja menempatkan tenda Vivian di sebelah tendanya. Niat iseng saat malam keakraban usai, terbersit begitu saja dalam otak kotornya.

Elang memang cukup percaya diri bisa menaklukkan Vivian dengan mudah. Dia sudah membuktikan berkali-kali, kalau perempuan memiliki kesulitan yang sangat besar untuk menolaknya. Jadi, bersaing dengan kadal kampus lainnya buat Elang bukan hal yang terlalu sulit.

Hal itu karena Elang termasuk pemuda dengan jenis yang membuat wanita, baik muda ataupun tua ingin melihatnya lebih dari satu waktu yang semestinya. Kategori tampan yang sangat menarik perhatian perempuan, baik yang masih lajang maupun yang sudah menjadi istri orang.

Kerlingan Elang ditanggapi Vivian dengan senyum manis. Elang pun tak segan menggeser tubuhnya untuk duduk di sebelah Vivian dan mengajaknya ngobrol ringan. Memberikan kode kalau dirinya tertarik dengan pesona yang dimiliki Vivian.

"Tidurnya nanti jangan malem-malem ya, besok acara raftingnya pagi," pesan Elang perhatian.

"Duh … Vivi susah tidur kayaknya, belum pernah tidur di alam terbuka gini."

"Mau ditemenin?" Elang berbisik lirih penuh canda, mengulas segaris senyum menawannya.

Vivian menggeleng sembari tertawa renyah. "Modus!"

Obrolan Elang terhenti karena pembantu ketua (Puket) yang membawahi bagian kemahasiswaan datang bersama ketua jurusan (Kajur). Memberikan sambutan pada mahasiswa baru jurusan teknik kimia dengan konteks santai dan penuh semangat belajar.

Elang ikut menemani mengobrol selayaknya anak dengan orang tua selepas sambutan selesai. Namanya sudah dikenal oleh petinggi kampus, sehingga Elang memiliki kedekatan dan mendapatkan sedikit kemudahan saat berhubungan dengan mereka.

Obrolan berlangsung tidak begitu lama karena kedatangan petinggi kampus yang terlambat dari jadwal, sehingga setelah mencicipi makanan dari panitia, dua petinggi kampus tersebut diantarkan ketua HM memasuki tenda untuk beristirahat.

Panitia juga memberi instruksi pada semua mahasiswa baru untuk pergi tidur ke tenda masing-masing agar tetap fit saat acara arung sungai besok pagi dilaksanakan.

Sedangkan Elang dan teman-teman mapalanya masih menghabiskan waktu malam dengan menyantap sisa kambing guling di dekat api unggun sambil menghangatkan badan dengan minuman beralkohol.

Arga mengamati gelas kecil di depan Elang yang sedang menguap lebar. Dia memang suka menjadi bandar, suka iseng membagi minuman sambil meledek ringan. "Wah … kelamaan, El! Ayo woi minum, keburu jadi agar-agar itu nanti!"

Namun, beberapa putaran minuman tadi membawa pengaruh buruk pada Elang. Setelah menenggak minuman yang diperintahkan Arga, Elang pamit ingin istirahat, otaknya sudah sedikit oleng karena mulai mabuk.

"Kepalaku pusing … aku istirahat sekarang aja dah daripada besok nggak kuat bawa perahu," kata Elang seraya berdiri dan berjalan ke arah tendanya.

Suitan Arga memecah malam, suaranya yang disertai gelak tawa teman-temannya menggelitik telinga Elang. "Safety first than go wild, Badboy!" (Aman dulu baru berpetualang, anak nakal!)

Elang mengabaikan keusilan Arga. Kepalanya terlalu berat. Keinginan untuk mendatangi Vivian juga dibatalkan Elang, otaknya sudah malas untuk sekedar memikirkan kalimat rayuan yang tadi dirancangnya. Elang ingin segera tidur nyenyak dalam tendanya.

Elang masuk ke dalam tenda, lalu menggerutu sesaat, seseorang menggunakan kantong tidurnya. Elang berpikir, mungkin salah satu teman yang tidak membawa perlengkapan tidur anti dingin yang memakai miliknya. Sekaligus menumpang tanpa permisi di tenda yang seharusnya hanya ditempati Elang dengan Arga yang masih asyik minum di pinggir sungai.

Tidak peduli siapa di sebelahnya, Elang menarik sedikit sleeping bag miliknya untuk mengurangi rasa dingin yang mulai terasa.

Namun, tangan Elang yang gagal mengambil barangnya bergerak semakin penasaran. Elang terlanjur memeluk dan menyentuh benda kenyal milik perempuan tanpa sengaja, kini tangannya malah enggan lepas dari sana, menempel kuat seperti besi bertemu magnet.

Tubuh Elang menegang dan darahnya mengalir dengan deras. Dia tidak bisa menghentikan keinginan lelakinya yang spontan tersulut karena situasi tersebut.

What the hell … who is she?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CEO in My Bed
CEO in My Bed
Dalam CEO in My Bed, Athalia terjebak perjanjian menjadi teman tidur Mahesa demi biaya pengobatan adiknya. Di balik ketulusan Athalia, ia harus menghadapi trauma masa lalu sang miliarder. Ikuti kisah romance novel ini di antara pilihan sulit dan pembuktian cinta dalam modern novel yang emosional.
Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu
Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu
Dalam novel modern Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu, Sari menghadapi tantangan saat Rendra kembali dari luar negeri. Temukan bagaimana loyalitas berubah menjadi takdir di romance novel ini. Baca kisah selengkapnya di platform web novel kami sekarang.
Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
Dalam novel modern Hasrat Terlarang Dalam Keluarga, batas antara loyalitas dan ambisi pribadi diuji sepenuhnya. Temukan bagaimana pilihan hidup yang sulit mengubah segalanya dalam kisah romance novel ini. Baca selengkapnya untuk mengikuti perkembangan plot yang penuh dengan rahasia keluarga.
MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU
Dalam novel MEMBALAS PENGKHIANATAN SUAMIKU, Amira merancang strategi cerdas untuk membalas dendam setelah memergoki perselingkuhan Bagas. Kisah modern novel ini mengikuti perjuangan Amira menuntut keadilan. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana ia membalikkan keadaan.
Menikahi Bu Manajer
Menikahi Bu Manajer
Dalam Menikahi Bu Manajer, Prastu terikat pertunangan paksa dengan Erika Hana akibat janji masa lalu orang tua. Di tengah tuntutan karier industri makanan, mereka menjalani romance novel ini tanpa cinta. Simak kisah modern novel ini tentang komitmen dan pilihan hidup di webnovel.
Partner di Atas Ranjang
Partner di Atas Ranjang
Dalam novel Partner di Atas Ranjang, Kasih terjebak pilihan sulit demi biaya rumah sakit ibunya. Keputusan menjadi budak nafsu Gilang membawa penyesalan mendalam. Simak lika-liku hidupnya di romance novel ini, sebuah modern novel penuh perjuangan yang bisa Anda baca di platform webnovel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Atas Nama Sang Ibu (Sulih Suara)
Atas Nama Sang Ibu (Sulih Suara)
Sang anak, Yumi, sering menjadi korban perundungan di sekolah. Begitu mengetahui hal ini, sang ibu, Zahra, segera melindungi anaknya. Dia membungkam para orang tua murid yang membela anak-anak mereka yang berbuat salah, sekaligus menampar mereka secara moral. Aksinya membuat Fania tidak bisa lagi memanfaatkan identitas Citro untuk menipu orang lain. Pada akhirnya, Fania dan suaminya, Cundra, mendapat hukuman yang pantas mereka terima.
[Versi Dub] Pernikahan Sang Dewa adalah Tipuan!
[Versi Dub] Pernikahan Sang Dewa adalah Tipuan!
Kisah ini mengikuti Meira Calli, seorang lulusan akademi kepolisian, yang secara sukarela menjadi Gadis persembahan demi mengungkap penipuan upacara “Pernikahan Sang Dewa” di desa lingga. Ia menyusup ke dalam pintu batu dan berhadapan dengan anggota sindikat kriminal, termasuk Yudha Wirata. Pada akhirnya, Meira berhasil membongkar kejahatan kepala desa dan kelompoknya yang memperdagangkan perempuan, serta menyelamatkan sang kakak, lina Calli, dan para perempuan yang disekap.
Dibuang, Aku Berpaling Pada Jenderal!
Dibuang, Aku Berpaling Pada Jenderal!
Di kehidupan sebelumnya, Jessi menikah ke Keluarga Jasper, tapi akhirnya disiksa hingga mati. Jessi pun hidup kembali. Demi cerai dengan suaminya, dia minta bantuan Sundiro. Dalam kebersamaan, Jessi menemukan rahasia Sundiro, kesedihan dan kesepiannya. Dari kehidupan sebelumnya hingga kini, hanya kau satu-satunya.
Api yang Membara: Saudara Tiri Pembalapku
Api yang Membara: Saudara Tiri Pembalapku
Demi menghidupi ibunya yang sakit dan menghadapi tekanan dari ayah tirinya yang kasar, Elle terpaksa bekerja sebagai penari hiburan di dunia balap jalanan ilegal. Tanpa diduga, dia bertemu dengan pembalap jalanan juara dunia yang ditakuti dan diidolakan banyak orang—yang ternyata adalah saudara tirinya sendiri. Pertemuan mereka yang semula hanya kebetulan, perlahan berkembang menjadi hubungan yang rumit dan penuh gejolak. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan rahasia yang belum terungkap, Elle harus memilih antara hati, harga diri, dan masa depannya.
Dulu Diremehkan, Kini Berjaya
Dulu Diremehkan, Kini Berjaya
Sejak kecil Zac hidup miskin dan diremehkan teman-temannya. Suatu hari dia bangkit, mendirikan pabrik pakaian, menjadi pengusaha paling sukses di kabupaten dan menarik perhatian cinta pertamanya, Dea. Namun, kebangkitannya baru saja dimulai.
Permainan Cinta Kucing dan Tikus
Permainan Cinta Kucing dan Tikus
Semua orang tahu, calon suami Angel yang dibanggakan itu selingkuh di hari pernikahan mereka dan membuat Angel menjadi bahan tawa. Saat itu, Angel berkata, "Wanita yang meninggalkan pria brengsek, hidupnya akan lebih baik!" Setelah dia cerai, Angel mencari pria untuk bersenang-senang, eh malah masuk perangkap yang dibuat Mike. Dia menganggap Mike sebagai gigolo, Mike malah membuatnya pelan-pelan jatuh cinta.