Logo
Menikahi Bu Manajer
Menikahi Bu Manajer

Menikahi Bu Manajer

36 Bab
Tamat
Dalam Menikahi Bu Manajer, Prastu terikat pertunangan paksa dengan Erika Hana akibat janji masa lalu orang tua. Di tengah tuntutan karier industri makanan, mereka menjalani romance novel ini tanpa cinta. Simak kisah modern novel ini tentang komitmen dan pilihan hidup di webnovel.
Bab 1 dari Menikahi Bu Manajer

Wanita itu masih berbaring di tempat tidur saat aku keluar dari kamar mandi. Aku menemukannya tergeletak di trotoar dalam perjalanan pulang dari kedai mie ayam milikku. Aku tidak kenal wanita itu sama sekali. Mungkin dia terlalu banyak minum alkohol namun kalau kuperhatikan wajahnya, dia sama sekali tidak terlihat seperti wanita pemabuk atau wanita yang bekerja di klub malam.

Aku tidak bermaksud buruk terhadapnya, hanya ini yang bisa kulakukan untuk membantu wanita itu supaya tidak kedinginan di luar sana saat hujan begini. Bajunya sudah ku ganti dengan yang kering. Meski ukurannya kebesaran, setidaknya dia tidak akan masuk angin karena mengenakan baju yang basah.

Sambil menunggunya bangun, aku menyibukkan diri bermain playstation. Memasang semua kabel penghubung ke smart TV. Logo produsen muncul begitu kutekan tombol pada remote. Selanjutnya, aku menekan tombol untuk menghubungkan ke playstation. Menu game kemudian muncul. Sudah lama sekali aku tidak memainkan playstation yang sudah lama kubeli ini.

“Siapa?”

Terdengar suara parau dari belakang.

“Sudah bangun?” tanyaku tanpa menoleh ke sumber suara karena mataku fokus pada layar dan jariku asik menekan konsol.

“Ke ... kenapa aku di sini?”

Aku tidak langsung menjawab. Suara konsol game terdengar lebih menyenangkan.

“Kamu siapa?” tanyanya lagi.

Aku masih tidak memperdulikannya dan fokus pada permainanku. Lalu tiba-tiba saja layar smart TV berubah jadi gelap.

“Aish! Lagi seru, nih!" umpatku.

Wanita itu mengacungkan remote, seakan-akan benda itu adalah senjata. Rambut hitam panjang sebahu wanita itu terlihat lepek dan kusut. Mata sipitnya melebar.

“Kamu siapa? Kenapa aku di sini?”

Aku meletakkan konsol game di lantai, berdiri dan pelan-pelan mendekat. Tatapan matanya awas. Sembari terus mengarahkan remote seperti mengarahkan pistol, dia mundur selangkah-selangkah seiring dengan langkahku yang maju mendekat.

“Bingung?”

“Apa maksudnya itu? Tentu saja aku bingung. Bangun-bangun ada di rumah orang asing!” nadanya mulai meninggi.

“Justru aku yang bingung. Lagian, kamu ngapain tidur di trotoar malam-malam begini? Apa kamu mabuk?”

Aku mendekatkan wajahku lalu mengendusnya.

“Gak bau alkohol sama sekali.”

Kaki jenjangnya terus melangkah mundur hingga masuk kembali ke kamar.

Aku duduk di tepi tempat tidur sementara, dia tetap waspada, menjaga agar bagian depan badannya tetap berhadapan denganku.

“Aku mau pulang!” rengeknya.

Dengan santai aku meraih gorden, menyibak nya. Menunjuk suasana di luar, begitu gelap di tengah derasnya hujan.

“Masih hujan deras di luar. Sudah larut malam juga.”

“Pokoknya aku mau pulang!”

Degar!

Petir menggelegar di luar sana, bak lampu flash kamera yang memotret objek. Wanita itu merosot ke lantai sambil menutup kedua telinga dengan tangan kurusnya.

“Yakin berani pulang sendiri?” tanyaku sambil menyilangkan kaki.

“Pokoknya aku mau pulang, titik!” bentaknya.

“Oke!”

Aku menarik tangan yang menempel di telinganya, mengantarnya ke pintu kemudian menghempas tubuhnya keluar, mengunci pintu secepat mungkin.

Bukannya bermaksud kasar terhadap wanita tapi, dia sendiri yang merengek ingin pulang.

Degar!

Petir kembali menggelegar di langit dalam waktu sepersekian detik.

“Buka! Buka pintunya!” teriak wanita itu dari luar.

Dia menggedor pintu dengan keras.

"Buka pintunya, woy!"

"Pulang saja sendiri!" teriakku dari dalam.

Bukannya berhenti menggedor pintu, dia malah menggedor semakin keras. Nyaris memecah gendang telinga.

“Berisik! Katanya mau pulang?” bentakku sembari membuka pintu lebar-lebar.

Wanita itu terisak, mengedikkan bahu mendengar bentakanku.

“Masuk!” perintahku.

Dia masuk dengan langkah lunglai, menunduk dan takut. Namun begitu melewatiku yang berdiri memegang pintu, dia berlari ke ruang tamu, duduk di lantai beralaskan karpet berwarna biru muda.

"Merepotkan!" umpatku pada diri sendiri.

Aku melenggang ke belakang konter dapur. Mengambil gelas kaca lalu memenuhinya dengan cairan berwarna bening dari dispenser. Aku membawanya ke hadapan wanita itu.

“Tenang dan minum dulu!”

Gemang, tangan wanita itu merebutnya dengan kasar, nyaris tumpah namun diteguknya juga cairan berumus kimia H2O itu, habis dalam sekali teguk bak seorang kelana dari gurun pasir yang menemukan oasis.

Aku bersila berhadapan dengannya di atas karpet.

"Jangan dekat-dekat!" bentaknya.

Aku mengusap wajah, mengela napas dan mengembuskannya kasar.

"Mau aku keluarkan lagi atau bagaimana?" Kutatap dalam-dalam matanya yang basah.

Lagi-lagi, dia hanya terisak.

“Aku bukan orang jahat, Nona!"

Dia memeluk lutut.

“Kalau lapar, di atas meja makan ada bubur. Mungkin udah sedikit dingin tapi, masih layak makan, kok. Kamu mau pulang pun gak bisa!"

Derau air di luar sana semakin deras, hujan malam ini tidak akan mereda dalam waktu singkat.

"Besok aku harus tunangan, kalau gak pulang malam ini apa kata orang tuaku nanti?" ucapnya lirih.

“Kalau hujannya sederas ini tidak akan segera mereda. Di luar juga bahaya!” Aku mengingatkan.

“Malam ini boleh pakai kamarku, aku tidur di kamar sebelah,” ucapku sembari meninggalkannya yang masih duduk memeluk lutut.

Aku masuk ke dalam selimut putih. Meski mencoba untuk memejamkan mata tetap saja alam bawah sadarku tidak dapat mendorongku untuk masuk ke mimpi. Pikiranku terganggu oleh wajah tirus wanita itu. Dari jendela kamar ini, aku melihat dengan jelas hidung pesek yang mengembang dan mengempis karena menarik napas.

***

Sudah jam setengah dua belas malam, sejak dia merengek ingin pulang aku jadi hanya mengerjap- ngerjapkan mata di atas kasur. Entah sudah berapa posisi yang kucoba untuk memaksa diri ke alam mimpi akan tetapi tetap saja, aku mengkhawatirkannya. Tidak tahan lagi dengan perasan gelisah ini, aku menghampirinya. Posisi duduknya tidak berubah, masih memeluk duduk dan menopang dagunya di atas lengan.

"Kamu kenapa?" tanyaku.

Alih-alih menjawab pertanyaanku dia menangis sejadi-jadinya.

"Eh … Ssssst!" Aku menempelkan jari telunjuk di bibir. Mencoba menenangkannya.

"Ini tengah malam, bisa-bisa suaramu mengganggu tetangga!" bisikku.

Melihat tingkahnya seperti bocah, aku menepuk pipiku. Entah kenapa aku jadi menyesal membawanya ke sini meski niatku baik.

"Nona, tenanglah!" tegasku sekali lagi.

Mataku berkelana mencari sesuatu untuk menenangkannya lalu, terhenti ketika mataku menangkap bungkus teh hijau di atas konter dapur. Otakku bergerak dengan cepat, memerintah untuk menyeduhkannya teh hijau. Aku kembali padanya dengan cangkir yang mengeluarkan uap, duduk bersila di depannya.

"Minumlah!" Kusodorkan cangkir benda di tanganku kepadanya.

"Ini udah malam, setelah ini tidur, ya!" ucapku kepadanya yang sedang menyeruput teh.

Wanita itu mengangkat wajah, memandangku lekat-lekat.

"Kamu gak ngapa-ngapain aku, kan?" tanyanya penuh curiga.

"Ngapa-ngapain gimana?"

Sejurus kemudian dia mengerutkan badan. Menyadari dia sudah salah sangka, aku menepuk pipi.

"Huft. Jangan negatif thinking begitu. Aku pilih-pilih kalau soal wanita. Aku gak selera sama wanita yang tiduran di trotoar!" ucapku.

Mata wanita itu kembali memincing. Aku sudah salah sangka karena menganggapnya menerima niat baikku.

"Tapi, kamu itu laki-laki. Tampangmu mesum!"

Seenaknya saja berkata begitu. Benar-benar wanita tidak tahu diri. Padahal aku sudah menolongnya sampai mengorbankan waktu tidurku.

"Masih bagus tampangku saja yang terlihat mesum. Kalau kamu dipungut oleh pria mesum beneran gimana?" umpatku.

Matanya memandangku lurus-lurus, menutup seluruh bagian depan tubuhnya dengan lutut.

"Kalau gak percaya padaku, kamu cuma punya satu pilihan. Keluar!" ucapku.

Dia malah membulatkan mata, ujung bibirnya melengkung turun.

"Di luar sana bahaya malam-malam begini. Kamu bisa ketemu pria hidung belang, begal atau anjing liar."

Melihat wajahnya memucat, aku menghentikan kata-kataku.

"Besok pagi aku akan mengantarmu pulang. Sekarang tidurlah!"

"Bener?"

"Kenapa harus bohong?"

Aku berdiri, sekali lagi memperingatkannya untuk kembali tidur. Ragu-ragu, dia melangkah pelan ke kamarku. Menutup pintu kemudian, aku tidak tahu lagi kegiatannya di dalam kamar kesayanganku itu.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku
Dalam novel modern Aku Dianggap Pembunuh Cinta Sejati Suamiku, seorang istri dibunuh secara keji oleh suaminya yang menaruh dendam atas kematian cinta sejatinya. Mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali, ia memutuskan mengubah takdirnya. Baca novel online gratis ini.
Dinara - Ganti Suami
Dinara - Ganti Suami
Dalam novel modern Dinara - Ganti Suami, Dinara nekat mengajak pria asing menikah setelah calon pasangan mereka sama-sama kabur. Demi menyelamatkan pesta, ia memilih solusi ekstrem ini. Ikuti kisah romance novel unik tentang keputusan impulsif dan konsekuensi pernikahan tak terduga ini.
Hasrat Terlarang dengan Atasan
Hasrat Terlarang dengan Atasan
Dalam novel romance Hasrat Terlarang dengan Atasan, Venina terjebak skandal usai malam terlarang bersama Erlangga. Di tengah gairah dan risiko jabatan, sang billionaire harus memilih antara obsesi baru atau masa lalunya. Baca kisah selengkapnya di web novel modern yang penuh dilema ini.
KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU
KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU
Dalam KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU, Qeiza terjebak pernikahan kontrak satu tahun dengan Arlando demi mencari cinta sejati. Ikuti kisah romance modern ini di webnovel kami, sebuah pilihan fiction books menarik tentang batas tipis antara persahabatan dan komitmen yang tak terduga.
Kuperdaya Adik Iparku
Kuperdaya Adik Iparku
Dalam romance novel Kuperdaya Adik Iparku, Jolie terjebak di mansion megah keluarga suaminya setelah dipaksa sang kakak. Sebagai modern novel yang penuh intrik, Jolie harus menghadapi obsesi tidak manusiawi dari tiga pria berkuasa sambil mengungkap rahasia gelap di balik kemewahan tersebut.
Ketika Kapal Tenggelam, ⁠Tunanganku Menolong Cinta Pertamanya
Ketika Kapal Tenggelam, ⁠Tunanganku Menolong Cinta Pertamanya
Dalam novel romantis miliarder Ketika Kapal Tenggelam, ⁠Tunanganku Menolong Cinta Pertamanya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu saat kecelakaan kapal pesiar demi mengubah takdir tragis pernikahan mereka yang penuh dendam. Baca novel online gratis sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takdir yang Kupinjam
Takdir yang Kupinjam
Helen tiba-tiba didiagnosis gagal ginjal, dan Ayden diam-diam menyumbangkan salah satu ginjalnya untuknya. Dia kemudian menerima ginjal buatan berbiaya rendah, menanggung aib publik yang memaksanya meninggalkan kampung halaman. Bertahun-tahun kemudian, ketika dokter menyatakan Ayden di ambang kematian karena tak mampu membeli ginjal buatan baru, dia bertemu Helen lagi. Saat itu, Helen telah memiliki pacar baru bernama Ethan yang dia perlakukan sebagai pengganti Ayden. Untuk membuktikan posisinya yang tak tergantikan di hati Helen, Ethan terus-menerus menyasar Ayden. Sementara itu, karena kesalahpahaman masa lalu, Helen membiarkan Ethan menyiksa Ayden tanpa henti. Pada akhirnya, ketika hidup Ayden hampir berakhir, dia memilih melepaskan dendam dan melanjutkan hidup, membuat mereka yang bersalah padanya menghadapi karma ....
Balas Dendam sang Pelayan
Balas Dendam sang Pelayan
Yuna adalah seorang siswi SMA berprestasi sekaligus putri tunggal Wulan. Yuna mengalami penindasan semasa sekolah hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Selaku ibu, Wulan pun bertekad untuk membalaskan dendam anaknya kepada para pelaku satu per satu.
Cinta Ini Dilarang
Cinta Ini Dilarang
Yusdi Parlin menjadi lumpuh akibat kecelakaan mobil yang direncanakan oleh adik angkatnya, kemudian sifatnya berubah menjadi pemarah. Demi mendapatkan biaya pengobatan anaknya, Yosi Sutio melamar pekerjaan menjadi perawat Yusdi. Yosi memutuskan untuk tetap bekerja demi mendapat gaji yang tinggi walau sering dimarahi Yusdi. Namun, Yusdi tidak sengaja menemukan bahwa Yosi mirip dengan wanita yang dia tiduri 4 tahun lalu. Dia juga akhirnya mengetahui bahwa Yosi telah melahirkan seorang putra. Untuk memastikan apakah anak itu anaknya atau bukan, dia datang ke klub. Di sana dia juga melihat adiknya, Simon yang mencelakainya, dan Simon adalah tunangan Yosi. Setelah mengetahui bahwa Yosi adalah wanita yang pernah tidur satu malam dengannya, dia diam-diam memutuskan untuk mendapatkan Yosi dan anaknya.
Dokter Sakti jadi Permaisuri
Dokter Sakti jadi Permaisuri
Dia dibunuh oleh ibu tirinya saat memiliki sebuah buku rahasia, namun dia terlahir kembali sebagai seorang wanita muda yang tidak populer di zaman dahulu. Begitu dia membuka matanya, dia terpaksa menyelamatkan seorang anak laki-laki tampan keputusan mengabulkan pernikahan, tapi siapa yang tahu kalau dia sebenarnya serakah terhadap tubuhku? !
Menantu yang Menggemparkan Desa (Sulih Suara)
Menantu yang Menggemparkan Desa (Sulih Suara)
Setelah bertemu kembali dengan ayah kandungnya, Josh menjabat sebagai CEO Grup Sayren di Distrik Jerras. Namun, ketika dia kembali untuk merayakan ulang tahun ayah mertuanya, Josh yang merupakan menantu matrilokal bahkan tidak mendapatkan tempat duduk. Pada akhirnya, Josh mengungkapkan identitasnya dan mempermalukan para penjahat itu dengan kejam, serta mengambil posisi sebagai CEO.
Sang Tuan Muda Penyamar (Sulih Suara)
Sang Tuan Muda Penyamar (Sulih Suara)
Chloe berlari ke kantor catatan untuk dinikahi Justin, tapi malah tahu itu hanya tipu daya Justin untuk Victoria. Patah hati, Chloe justru menyerahkan buketnya pada seorang "pekerja bangunan" yang baru dihina pacarnya. Dia setuju menikah meski pria itu miskin. Tanpa disadari, pria itu adalah Sean Kusuma, pewaris tunggal keluarga terkaya.