Logo
Warisan Pembawa Petaka
Warisan Pembawa Petaka

Warisan Pembawa Petaka

89 Bab
Tamat
Dalam novel Warisan Pembawa Petaka, Claire dan putrinya terjebak di rumah misterius Nevada. Mereka harus bertahan hidup dari teror mematikan dalam horror novel ini. Ungkap misteri kelam dan petualangan mencekam di balik warisan berdarah melalui aplikasi read novels online sekarang.
Bab 1 dari Warisan Pembawa Petaka

HAPPY READING

"Tidak! Ja-jangan dekati aku! Pergi!" teriak Bianca ketakutan. Tubuh itu meringkuk di pojokan, menyembunyikan kepalanya. Suara erangan kian terdengar jelas memekakkan telinga. Bianca menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. Matanya terpejam erat, seolah dia tidak ingin melihat apapun.

Bianca kembali berteriak lantang dan keras ketika sosok pria misterius dengan perawakan tubuh tinggi besar dan wajah yang sangat menakutkan mendekatinya. Tangan kekar itu memegang kakinya dengan cengkeraman yang sangat kuat.

"Lepas! Tolong lepaskan aku," ronta Bianca ketakutan. Gadis itu makin takut ketika pria itu menarik kuat kakinya. Pria itu menarik dengan kasar hingga beberapa kali tubuhnya terbentur.

"Aaaahh!" teriaknya kencang membuatnya terbangun dari tidurnya. Bianca meraup-kan kedua tangannya ke muka. Keringat membasahi tubuhnya. "Ternyata aku hanya bermimpi, tapi kenapa seperti nyata." Bianca mengelap keringat yang mengalir melewati pipinya.

"Aku haus sekali ...." Bianca memegang lehernya. Lalu menyibakkan selimut dan menurunkan kedua kakinya.

Bianca melangkah menuruni anak tangga dan menuju ke dapur. Membuka lemari es dan mengambil sebotol air mineral. Bianca duduk dan membuka tutup botol, lalu meneguknya. Bianca diam dan menatap kosong ke depan. Pikirannya jauh kembali menerawang tentang mimpinya yang terjadi beberapa menit yang lalu.

"Ah, mikir apa aku ini," gumamnya lalu beranjak dari kursi kembali ke lantai atas.

Di tempat lain, kamar yang bersebelahan dengan kamar Bianca. Lisa Vallage meremas selimutnya, tubuhnya tampak bergetar hebat, keringat mulai membasahi tubuhnya. Kedua tangannya tampak sibuk menghalau sesuatu.

"Ti-tidak ... ja-jangan-jangan sentuh aku!" teriaknya.

Bianca yang tengah berjalan menuju kamarnya, sayup-sayup mendengarkan sesuatu. Bianca memasang kupingnya dengan tajam, dia berusaha menangkap suara tersebut.

"Seperti suara Lisa. Ada apa dengannya? Apa dia mengalami hal yang sama sepertiku?" pikir Bianca. Dia pun bergegas berlari menuju kamar Lisa.

Untung pintu kamar Lisa tidak terkunci, Bianca langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Lisa seperti sedang menahan sesuatu. Ya, Lisa sepertinya sedang dalam pengaruh mimpinya. Bianca bergerak cepat menghampiri sisi kanan tempat tidur Lisa. Dia langsung menyadarkan Lisa dari mimpinya.

"Lisa ... Lisa, bangun!" Bianca menggoyangkan tubuh Lisa berlanjut menepuk pipi Lisa.

Lisa langsung terbangun dengan napas tak beraturan, keringat mengucur setetes demi setetes melewati pipinya hingga berakhir pada dagunya. Bahunya bergejolak naik turun serta degup jantung dua kali lebih cepat. Lisa memegangi dadanya dan matanya terpejam. Gadis itu berusaha menenangkan diri.

"Minumlah ini." Bianca memberi botol air mineral yang dia bawa tadi. Lisa segera meminum air dalam botol itu. "Kau kenapa? Apa kau baru saja mengalami mimpi buruk?" tanya Bianca menepuk-nepuk bahu Lisa.

"A-aku baru saja mengalami mimpi buruk." Lisa menganggukkan kepalanya, menatap Kakaknya yang duduk di sampingnya. "Apa Kak Bianca juga-"

"Iya, beberapa waktu yang lalu aku juga bermimpi buruk," balas Bianca.

"Kenapa bisa kebetulan seperti ini," sambung Lisa.

"Apa mimpi kita sama dan ada kaitannya?" Bianca mengerutkan alisnya.

"Aku tidak tahu dan kenapa aku jadi merasa merinding mengingatnya." Lisa memegang tengkuknya.

"Apa kau mau-"

"Tidak, Kak. Aku tidak mau mendengarkannya sekarang." Lisa menyela ucapan Bianca. Lalu dia membaringkan tubuhnya lagi ke ranjang. Merasa ada yang bergerak, Lisa bangun dan mencegahnya agar tidak pergi.

"Kak Bianca mau ke mana?" cegah Lisa memegang tangan kiri Bianca.

"Aku mau kembali ke kamar," imbuh Bianca.

"Tidak. Aku mau Kak Bianca tidur di sini bersamaku!" pinta Lisa.

Bianca menarik napas dan memutar bola matanya. "Baiklah." Gadis itu tidak bisa menolaknya permintaan adiknya. Dia pun kembali naik ke atas ranjang dan tidur di samping Lisa. Bianca menepuk-nepuk paha Lisa agar dia tidur kembali.

°°°

Pagi itu Lisa hanya terdiam menatap piring di depannya yang berisi dua rangkap roti oles selai strawberry. Claire yang memperhatikan putri keduanya tampak heran.

"Kenapa rotimu tidak di makan? Kau mau berapa menit lagi menatap roti itu?" tegur Claire. Dari atas terdengar derap kaki yang berlari. Bianca menuruni anak tangga sambil menenteng totebag-nya.

"Pagi semua ...," sapa Bianca langsung duduk dan meraih segelas susu hangat. Dia meminum susu itu sambil melirik Lisa. "Roti itu tidak akan berubah bentuk walau kau terus-menerus melototi-nya." Bianca mencomot roti milik Lisa dan spontan Lisa protes.

"Hei ... ini rotiku!" pekik Lisa merebut kembali rotinya. "Kau sudah punya jatah roti sendiri, kenapa masih mencomot roti milikku!"

Bianca kembali duduk di kursinya, dia tertawa terkekeh-kekeh melihat tingkah pola adiknya. Lalu meraih roti yang ada di depannya.

"Kenapa kau memakan rotimu seperti itu." Claire heran melihat Bianca.

"Maaf Bu, jam sudah mepet. Aku harus segera berangkat biar tidak ketinggalan bus." Bianca meneguk susu hangatnya sampai habis dan dia segera pamit dengan memakan sisa rotinya.

"Kaak, kau mau meninggalkanku?" teriak Lisa dengan mulut penuh dengan roti.

"Kau mau ikut denganku atau di antar Mommy?" kata Bianca dari balik tembok.

"Sudahlah, biar Mommy yang antar kau ke sekolah. Mommy ada urusan juga di luar." Claire membereskan meja makannya dan segera bersiap-siap.

"Baiklah," balas Lisa sambil mengunyah roti potongan terakhir.

"Pelan-pelan makannya, nanti kau bisa tersedak."

Claire memanaskan mesin mobilnya. Dia memperhatikan make up-nya pada kaca tengah. Sedangkan Lisa sibuk memasang seat-bell, lalu dia melirik Ibunya.

"Mommy hari ini akan pergi ke mana?" tanya Lisa penasaran.

"Hmm ... hari ini Mommy akan ke rumah Kakek mu, lalu-"

"Menemuinya?" sela Lisa menyandarkan kepalanya dan menatap ke depan menembus kaca saat mobil yang dinaikinya mulai berjalan menyusuri kota.

"Ah-soal itu-Mommy-"

"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, Mom." Lisa kembali menyela perkataan Claire dan itu membuat wanita itu hanya diam tidak melanjutkan perkataannya.

Dalam perjalanan kurang lebih lima belas menit, mereka berdua hanya diam seribu bahasa. Sesekali Claire melirik ke arah Lisa. Sesampainya di sekolah Lisa, gadis itu langsung turun tanpa basa-basi terhadap Ibunya. Claire hanya menarik napas melihatnya.

"Maafkan Mommy, Lis. Mommy memang bersalah dalam hal ini. Mommy janji akan segera menyelesaikan masalah ini."

Hari beranjak siang, matahari bersinar sangat terik. Lisa terduduk di taman sekolah dengan pandangan kosong. Bianca yang baru keluar dari perpustakaan heran melihat adiknya yang sedang melamun di taman sekolah.

"Dia kenapa? Sedang banyak masalah kah? Kenapa melamun di taman siang-siang begini," gumamnya.

Bianca melangkah mendekati Lisa. Saat sudah dekat dengan Lisa yang hanya beberapa jengkal. Timbullah rasa ingin menjahili Lisa.

Hmm ... aku kerjain saja ini orang, batin Bianca tersenyum layaknya iblis yang ingin meracuni otak orang-orang. Bianca berjalan mengendap-endap pelan di belakang Lisa. Saat hendak memberi kejutan pada Lisa. Gadis itu sudah menoleh terlebih dulu ke belakang.

"Tidak lucu tahu, Kak. Seperti anak kecil saja main seperti itu," kesal Lisa.

Bianca menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Lalu dia duduk di samping Lisa.

"Lagi pula kenapa kau melamun? Tidak baik siang-siang melamun di taman, nanti kesambet setan lewat," ledek Bianca. Lisa langsung melirik Bianca.

"Tidak lucu!" dengkus Lisa.

"Ha ha ha ...." Justru Bianca malah tertawa, dia seperti meledek adiknya. "Kau ini sedang banyak pikiran?" tanya Bianca.

"Tidak!" Lisa menggelengkan kepalanya.

"Atau karena mimpi buruk itu?" Bianca menatap Lisa dengan penuh tanda tanya.

"Tidak!" elak Lisa.

Mimpi buruk yang akhir-akhir ini dialami oleh Bianca dan juga Lisa sangat membuat mereka resah. Mimpi itu juga membuat keduanya tidak fokus. Rasa takut dan was-was menyerang mereka.

Mimpi buruk yang tidak hanya semalam terjadi, akan tetapi mimpi itu selalu menghantui mereka tiap malam. Sosok misterius dengan tubuh tinggi besar selalu datang ke dalam mimpi mereka.

Sebenarnya apa yang sedang mengganggu pikiran Lisa?

°°°

Lisa duduk di bawah pohon rindang yang ada di belakang rumahnya. Di tangan kirinya memegang sebuah buku gambar dan tangan kanannya memegang sebuah pensil.

Lisa duduk sambil menatap cakrawala senja. Langit yang berwarna oranye kemerahan bercampur dengan sisa semburat warna putih dan biru. Sungguh sangat indah dipandang mata.

Putri kedua Claire ini memang menyukai menggambar. Dia sangat berbeda dengan Bianca yang suka bersolek dan menyanyi.

Bianca melintasi pintu belakang, langkah kakinya terhenti dan Bianca melangkah mundur beberapa langkah. Dia melirik keluar dan melihat Lisa duduk dengan kedua kaki selonjor.

"Sedang apa di situ?"

Lisa menoleh dan hanya melihat Bianca sekilas, lalu kembali memperhatikan langit senja. Lisa mengangkat pensilnya ke atas, meletakan fokus target yang ingin dia lukis saat itu.

Bianca yang merasa dicueki hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melangkahkan kakinya ke dapur.

Selang beberapa menit Bianca kembali melintasi pintu belakang dengan membawa gelas. Bianca lalu duduk di ambang pintu dan memperhatikan adik perempuannya sedang sibuk mencorat-coret buku gambarnya.

Bianca berdecak, lalu mengangkat gelasnya dan meneguk susu hangatnya.

"Kau seperti tidak ada kerjaan lainnya. Kenapa selalu menguntitku?"

"Hah? Siapa yang menguntitmu? Jangan GR!" Bianca mengusap bekas susu yang ada di ujung bibirnya. "Aku menguntit apa? Aku dari tadi duduk di sini dan tidak melakukan apapun. Kenapa jadi kau yang sewot."

"Kau selalu penasaran dengan apa yang aku lakukan."

"Tidak!" elak Bianca. Sejujurnya memang Bianca penasaran, akan tetapi dia gengsi.

Lisa tidak merespon Bianca, dia kembali menggerakkan pensilnya di atas kertas putih. Entah apa yang sedang di gambar oleh Lisa.

Ah, dasar penggemar rahasiaku. Kenapa tidak bilang jujur saja kalau kau nge-fans sama adikmu ini. Lisa membatin sambil fokus menggambar.

Lisa semakin fokus dan cuek. Hal itu membuat Bianca makin penasaran.

"Memangnya dia sedang menggambar apa dan kenapa dia begitu seserius itu," lirihnya pelan.

Bianca berjalan mengendap-endap. Dia berjalan agak menjauh dari tempat Lisa agar mengecohnya, lalu dia memutar kembali. Berdiri sebentar dengan berakting menatap langit. Lisa hanya meliriknya sekilas. Namun, dia tidak sadar jika Bianca berjalan pelan di belakangnya dan mengintip hasil gambaran Lisa.

Betapa terkejutnya Bianca saat melihat hasil gambar tangan milik Lisa. Matanya membulat sempurna dan mulutnya menganga.

TO BE CONTINUE

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Alkisah Bunga Teratai
Alkisah Bunga Teratai
Dalam fantasy Alkisah Bunga Teratai, Sagara melatih tujuh manusia berkekuatan mistik untuk menjaga dunia supranatural. Melalui misi berbahaya, mereka menghadapi takdir reinkarnasi dan pertarungan nyawa. Baca adventure story ini di webnovel untuk mengungkap rahasia masa lalu mereka.
(bukan) Telepati Cinta
(bukan) Telepati Cinta
Dalam (bukan) Telepati Cinta, Hyura Anastasya mencari reinkarnasi Fino melalui buku kuno. Petualangan fantasy romance ini mengungkap misteri hantu pengikutnya. Sebagai fiction fantasy novels unggulan, Hyura harus memakai kekuatan telepati demi memecahkan teka-teki hidup yang penuh bahaya.
Danny Hatta
Danny Hatta
Dalam novel action Danny Hatta, seorang pria mengungkap konspirasi kematian ayahnya di Swiss. Kini ia menjadi buronan atas tuduhan pembunuhan aparat. Bersama Sarah, ia menelusuri mystery story ini demi keadilan. Baca adventure story menegangkan ini di webnovel kami sekarang.
Elegi of Rosr
Elegi of Rosr
Dalam Elegi of Rosr, Ayu Suwarjo terjebak kontrak nikah enam bulan dengan Roy Punda demi menyelamatkan bisnis ayahnya. Romance modern ini membawa mereka ke petualangan penuh rahasia. Akankah misi ini menjadi cinta sejati? Baca web novel ini untuk mengikuti kisah selengkapnya.
Istri Dari Masa Depan
Istri Dari Masa Depan
Terlempar ke masa lalu setelah kecelakaan, Li Mei harus bertahan hidup dalam novel Istri Dari Masa Depan. Menghadapi ancaman cerai dari Bai Changyi, ia bertekad mengubah nasib di era kuno. Ikuti petualangan fantasy romance ini dalam web novel seru tentang ambisi menjadi pengusaha kaya.
My Sweetheart is Nerd?
My Sweetheart is Nerd?
Dalam My Sweetheart is Nerd?, Shenia menyamar demi misi geng motor penghancur shadow economy. Saat mengejar cinta Rafka, ia terjebak konspirasi besar melawan R Black. Ikuti aksi mereka dalam romance novel penuh petualangan dan misi berbahaya di platform online novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Kembali dengan Topeng
[Versi suara dubbing] Kembali dengan Topeng
Penyanyi bertopeng itu pensiun untuk kekasihnya yang buta. Setelah dia mendapatkan kembali penglihatannya, dia diperdayakan, putus asa, cerai, dan kembali ke panggung, membuatnya penuh dengan penyesalan...
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
Un malentendu de dix ans a mis fin à leur amour. Elle revient muette, avec un enfant malade ; quand la vérité émerge, il est noyé dans le regret mais ne peut pas s'excuser.
Ambisi Tersembunyi Sang Bodoh
Ambisi Tersembunyi Sang Bodoh
Kevin adalah seorang yang dicemooh semua orang, hingga Ruby memberinya tempat berlindung. Meski dipandang sederhana, dia menyimpan fisik misterius dan kekuatan luar biasa. Enam tahun berlalu, suami Ruby meninggal mendadak, membuatnya terpuruk dan menjadi sasaran ancaman serta penghinaan. Kevin mempertaruhkan nyawa untuk melindunginya, lalu sepakat bersama Ruby mempelajari seni khusus guna memulihkan kekuatan wanita itu. Di luar dugaan, setelah latihan itu selesai, tidak hanya Ruby yang kembali kuat, Kevin juga pulih kejernihan pikirannya dan bangkit sebagai sosok yang dikagumi semua orang.
Dari Neraka ke Surga: Penebusan Hati
Dari Neraka ke Surga: Penebusan Hati
Selama sepuluh tahun, Lucy menjadi kelinci percobaan racun, hingga akhirnya ibu tirinya menemukannya dan memaksanya menikah. Namun takdir membawa kejutan - ternyata darah Lucy menjadi satu-satunya penawar bagi Jenderal Jonny. Kehidupannya pun berubah drastis, dan dia menjadi wanita paling disayangi dalam keluarga Jonny. Pada akhirnya, Lucy bahkan berubah menjadi nyonya rumah yang disegani, bukan lagi orang yang bisa diremehkan.
Hati-hati! Ibuku Galak!
Hati-hati! Ibuku Galak!
Aurora adalah petarung kelas atas dan pewaris harta Keluarga Lewis. Tapi dia malah dikhianati ayah kandungnya sendiri bersama ibu tirinya. Mereka menghajarnya hingga sekarat, menyebabkan ingatannya hilang, dan membuangnya. Semua itu demi merebut hartanya. Terbuang di pedesaan dalam keadaan tanpa ingatan, Aurora diselamatkan oleh anak pintar bernama Melody. Begitulah bagaimana Aurora menikah dengan Beau, ayah si anak, termasuk pewaris keluarga berkuasa. Ingatannya memang hilang, tapi kekuatan tubuhnya tetap ada. Demi melindungi Melody dan Beau, Aurora melawan paman dan keponakan Beau yang iri. Lama kelamaan, ingatan Aurora kembali dan dia mulai sadar, pernikahan ini mungkin bukan kecelakaan!
Luka di Balik Gengsi
Luka di Balik Gengsi
Berbekal kemampuan rahasia melihat komentar netizen yang selalu membenarkan kekejaman suaminya sebagai bentuk cinta dan "gengsi", seorang istri akhirnya tersadar setelah sang suami terus menyakitinya dan membiarkan wanita masa lalunya menyiksanya secara fisik maupun mental. Tak lagi termakan ilusi komentar tersebut, ia diam-diam menyusun rencana pelarian, meninggalkan surat cerai, lalu menghilang tanpa jejak. Kini, ia telah menemukan kebahagiaan sejati dengan menikahi pria yang jauh lebih sempurna, membiarkan mantan suaminya hancur mengemis penyesalan sementara ia tak akan pernah menoleh ke belakang lagi.