Logo
Istri Dari Masa Depan
Istri Dari Masa Depan

Istri Dari Masa Depan

72 Bab
Tamat
Terlempar ke masa lalu setelah kecelakaan, Li Mei harus bertahan hidup dalam novel Istri Dari Masa Depan. Menghadapi ancaman cerai dari Bai Changyi, ia bertekad mengubah nasib di era kuno. Ikuti petualangan fantasy romance ini dalam web novel seru tentang ambisi menjadi pengusaha kaya.
Bab 1 dari Istri Dari Masa Depan

"Tidak! Li Mei!"

Suara itu adalah suara terakhir yang didengarnya. Kesadarannya mulai menghilang, dia hanya bisa merasa tubuhnya melayang dan jatuh ke kegelapan yang tak berujung.

Entah sudah berapa lama dia dalam kondisi seperti itu.

Setelah kesunyian yang panjang, mendadak sayup-sayup mulai terdengar suara dua orang pria berbicara tidak jauh darinya. Awalnya suara itu tidak terdengar jelas, namun perlahan kupingnya mulai bisa menangkap apa yang sedang mereka bicarakan.

"Dia sudah baik-baik saja sekarang, kamu tidak perlu khawatir lagi. Masa-masa kritisnya sudah terlewati. Selama demamnya bisa turun, dia akan bisa segera pulih," ucap seseorang yang suaranya terdengar seperti pria yang sudah berumur cukup tua.

"Terima kasih banyak, Tabib Lu," suara pria lainnya terdengar menghembuskan nafas lega. "Ah, dan ini untuk biaya pengobatannya."

"Baik, baik. Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa untuk menyuapinya obat yang sudah aku racik tadi. Meskipun dia belum sadar, kamu harus berusaha membuatnya meminumnya," pesan seseorang yang dipanggil Tabib Lu itu.

"Tabib Lu tidak perlu khawatir."

Setelah itu, tidak ada pembicaraan lagi, hanya ada suara langkah kaki yang menjauh.

Li Mei merasakan kepalanya berdenyut sakit. Dia berusaha membuka matanya namun tidak bisa. Matanya terasa berat dan sekujur tubuhnya terasa sangat panas.

'Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah aku masih selamat setelah jatuh dari tempat setinggi itu?' desah Li Mei di dalam hatinya.

Hal terakhir yang diingatnya adalah saat dirinya didorong oleh sahabatnya sendiri dari atas tangga rumahnya karena memergoki sahabatnya sedang mencuri. Apakah saat ini dia sedang berada di rumah sakit? Tapi kenapa orang tadi dipanggil dengan sebutan tabib, bukan dokter?

Li Mei masih berusaha menyadarkan dirinya, namun dia tetap tidak berhasil. Tiba-tiba, dia merasakan sebuah tangan besar yang hangat menyentuh pipinya.

"Dasar bodoh," bisik pria itu seraya membelai lembut pipinya.

Sudah dua hari Li Mei tidak sadarkan diri, tapi dia tetap bisa merasakan obat yang hangat mengaliri tenggorokannya setiap hari. Dia juga bisa merasakan belaian lembut tangan seorang pria yang terasa kasar. Sangat jelas kalau pemilik tangan itu adalah seorang pekerja keras.

Tapi ... siapa dia? Kenapa dia mau menjaga Li Mei? Dia tidak merasa memiliki keluarga atau teman dekat seperti laki-laki ini. Setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan ketika dia kecil, dia hanya hidup berdua dengan kakeknya. Dan kakeknya telah meninggal dua tahun yang lalu. 

Di hari ketiga, Li Mei akhirnya bisa membuka matanya. Dia berusaha untuk menyesuaikan matanya dengan sinar redup di sekitarnya. Saat matanya akhirnya bisa melihat dengan jelas, dia hampir saja memekik kaget karena melihat seorang pria tertidur pulas di sampingnya. Li Mei segera menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap wajah pria tersebut lekat-lekat.

Wajah pria itu terlihat sangat tampan. Rahangnya kokoh, alis matanya seperti dilukis dengan hati-hati. Kulitnya yang kecoklatan menandakan dia adalah orang yang sering bekerja di bawah sinar matahari. Tubuhnya tinggi dan kekar. Hidungnya lancip, dan bibirnya tipis. 

Sangat tampan! 

Sebenarnya laki-laki di sampingnya ini termasuk pria yang sesuai dengan tipe idaman Li Mei. Dia bahkan sangat yakin kalau saja laki-laki ini hidup di tempatnya berasal, dia bisa menjadi seorang idola besar!

Li Mei menatap ke sekitarnya. 

"Tempat apa ini? Kenapa semua perabotan terlihat usang?" gumamnya pelan.

Selain ranjang yang mereka pakai, hanya ada lemari, dan juga sebuah meja dengan empat kursi. Di sudut lain ada sebuah ruangan kecil, dan kalau dilihat sekilas, itu sepertinya adalah dapur mereka.

Tapi … apa-apaan dengan gaya baju yang dipakai dirinya dan laki-laki ini? Kenapa seperti baju-baju yang biasa dia lihat di drama-drama kolosal? Bedanya hanyalah, baju mereka indah, sedangkan baju Li Mei dan laki-laki di sebelahnya penuh dengan tambalan.

Seakan menyadari sesuatu, Li Mei membeku.

Jangan bilang dia melintasi waktu dan datang ke jaman kuno seperti di novel-novel yang biasa dia baca? Apakah dirinya yang asli di jaman modern sudah mati? Bisakah dia kembali ke tempatnya berasal? 

Setelah terdiam dan berpikir selama beberapa saat, dia akhirnya menghela nafas panjang.

Dia sudah datang ke zaman ini. Lagi pula dia tidak memiliki keluarga di kehidupannya sebelumnya, bahkan sahabatnya jugalah yang telah membunuhnya. Jadi, tidak akan ada orang yang merasa sedih dengan kematiannya. Dia juga tidak memiliki jalan untuk kembali, berarti mau tidak mau dia harus mencoba bertahan hidup di dunia ini.

Tiba-tiba, mata laki-laki di depannya terbuka. Li Mei menoleh dan menatap laki-laki yang tidak dapat menyembunyikan sorot mata yang penuh dengan kekhawatiran itu.

"Apakah kamu baik-baik saja? Apa masih ada bagian yang terasa sakit?" tanyanya seraya duduk di atas tempat tidur.

Li Mei hanya menatapnya dalam diam. Dia tidak bergeming. Sejujurnya, dia merasa sedikit bingung bagaimana harus bereaksi. 

"Siapa kamu?" tanya Li Mei dengan suara yang serak.

Wajah laki-laki di depannya langsung berubah muram, "apa ini salah satu caramu untuk meminta bercerai dariku lagi?"

Li Mei kembali tertegun. Ternyata laki-laki di hadapannya ini adalah suaminya? Sekarang semuanya terasa masuk akal kenapa mereka bisa tidur seranjang. 

"Bukan begitu, hanya saja ... aku merasa sedikit linglung saat ini," ujar Li Mei berusaha mencari alasan.

Laki-laki itu mengerutkan keningnya dalam-dalam dan menatap Li Mei dengan tatapan menyelidik. Setelah beberapa saat, dia baru merasa yakin kalau Li Mei sedang tidak berbohong. Dia menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjelaskan kepada Li Mei.

"Namamu adalah Li Mei. Aku menemukanmu tergeletak pingsan di saat aku pergi ke gunung tiga bulan yang lalu. Setelah itu aku membawamu pulang. Kamu tidak mengingat apapun kecuali namamu. Agar bisa merawatmu dan menjagamu, akhirnya kita menikah."

Li Mei berusaha menyerap informasi yang baru saja diterimanya. Rupanya nama gadis ini juga sama dengan namanya, Li Mei. 

"Lalu, siapa kamu? Ini dinasti apa?" tanya Li Mei lagi.

"Namaku Bai Changyi, suamimu. Kita hidup di Dinasti Xing, di Desa Fanrong."

Li Mei kembali mengerutkan alisnya. 

Dinasti Xing? Kenapa dia tidak pernah mendengar nama dinasti ini sebelumnya? Sepertinya dinasti ini tidak tercatat di dalam buku sejarah.

"Istriku," Bai Changyi kembali memanggilnya dan menatapnya dengan tatapan serius. "Kalau kamu ingin bercerai, tunggulah beberapa hari lagi. Aku akan berusaha mengumpulkan uang dari hasil berburu terlebih dahulu. Setelah itu kamu bisa membawa uang itu untuk memenuhi kebutuhanmu sementara waktu. Kalau kamu memberitahuku di mana kamu akan tinggal setelah kita bercerai, aku akan tetap memberimu uang agar kamu tetap bisa menyambung hidup. Jadi, tolonglah berjanji, jangan pernah berusaha bunuh diri lagi, ya?"

"Bunuh diri? Siapa? Aku?" tanya Li Mei terkejut seraya menunjuk dirinya sendiri.

Li Mei tertegun ketika mendengar ucapan Bai Changyi. Dia tiba-tiba merasa pemilik tubuh ini sangat bodoh. Kenapa dia mau berpisah dengan laki-laki sebaik dan setulus ini? Dan, ehm ... setampan ini? Li Mei bahkan tidak pernah melihat seorang laki-laki yang bersikap tulus seperti pria ini di zaman modern.

"Aku …." Baru saja Li Mei ingin mengucapkan sesuatu, tiba-tiba perutnya berbunyi dengan sangat keras. Li Mei merasa sangat malu hingga dia menundukkan kepalanya dengan canggung.

"Ah, kamu pasti lapar setelah tiga hari tidak sadarkan diri. Sebentar, aku akan segera mengambilkan minuman dan makanan dari dapur," kata Bai Changyi seraya turun dari ranjang.

Tidak lama kemudian, Bai Changyi keluar dari dapur dan membawa semangkuk bubur putih di tangan kanannya dan segelas air hangat di tangan kirinya. Dia menyerahkannya kepada Li Mei lalu berkata dengan lembut, "aku tahu kamu tidak menyukainya, tapi kamu baru saja sadar setelah tiga hari tidak sadarkan diri. Jadi, makanlah."

"Terima kasih," Li Mei menerima gelas dan mangkuk bubur seraya tersenyum dengan lembut. Perutnya memang sudah tidak terisi selama tiga hari, semangkuk bubur putih adalah makanan yang paling pas untuknya.

Bai Changyi tertegun. Dia merasa sangat kaget ketika melihat senyum lembut di wajah Li Mei. Kapan dia pernah melihat senyuman di wajah cantik Li Mei? Tentu saja tidak pernah! Jadi ini adalah kali pertama dia melihat senyumannya yang sangat mempesona.

"Begini … aku …." 

Perkataannya Li Mei kembali terpotong. Kali ini oleh suara seorang wanita yang berteriak dari luar.

"Bai Changyi! Keluarlah!"

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Alice and The Blue Sea
Alice and The Blue Sea
Dalam Alice and The Blue Sea, Alice terjebak dalam adventure tak terduga setelah diselamatkan oleh Archer, seorang mermaid nyata. Sebagai fantasy novel yang unik, Alice kini harus menghadapi permintaan misterius sang makhluk laut yang akan mengubah hidupnya dalam kisah romance modern ini.
Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
Dalam Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir, Mira harus menguasai sihirnya demi menyelamatkan hutan suci dari Dewa Kematian. Petualangan epik ini membawa Anda ke dunia fantasi penuh keajaiban. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengikuti misi penyelamatan dan takdir sang pendeta.
BURONAN
BURONAN
Dalam BURONAN, Sammy, mantan militer yang difitnah, melarikan diri dari penjara demi mencari adiknya. Kini menjadi pembunuh bayaran, ia terjebak dilema saat targetnya adalah orang terdekat Rheyna. Simak adventure story penuh aksi ini dalam action romance modern novel yang mendebarkan.
Cinta Untuk Farisa
Cinta Untuk Farisa
Dalam novel modern Cinta Untuk Farisa, Farisa nekat ke kota demi mencari ayahnya. Di tengah adventure ini, ia harus menghadapi penipu yang merebut posisinya sebagai anak. Simak perjuangan haknya di web novel ini, salah satu romance stories yang penuh tantangan dan pengabdian.
Kembalinya Sang Penguasa
Kembalinya Sang Penguasa
Dalam Kembalinya Sang Penguasa, Red Everlasting Dragon memulai misi balas dendam setelah orang tuanya tewas dan adiknya diculik. Mystery novel penuh aksi ini mengikuti petualangan sang legenda menghancurkan musuhnya. Baca adventure story ini di platform web novel terbaik sekarang.
Occidens
Occidens
Dalam fantasy novel Occidens, Edgar berjuang melawan kutukan akibat darah campurannya. Saat cintanya pada Selena tumbuh, takdir memaksanya memimpin klan demon tanpa pendamping. Ikuti kisah penuh action dan adventure ini dalam webnovel yang menguji batas antara kekuasaan dan pengabdian.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Hari Tunangan Anakku, Kubatalkan
Hari Tunangan Anakku, Kubatalkan
Tommy Kristiani berniat meminang Mega Dharmadjie, manajer toko emas yang cantik. Sang ibu, Dwi Kristiani, menyamar untuk menguji calon menantunya. Sayangnya, sikap asli Mega terungkap: ia menghina Dwi yang sederhana, memecahkan gelang berharga dan memfitnah ibu mertuanya sendiri! Mega bahkan berani siaran langsung untuk memamerkan kekejamannya dengan menyuruh anak buahnya menganiaya Dwi. Seorang karyawan, Kirana Tanoto, yang berusaha melerai pun menjadi korban. Beruntung, Tommy datang tepat waktu untuk menyelamatkan sang ibu. Menyaksikan sendiri sifat asli Mega, amarahnya meledak! Mega Dharmadjie akhirnya berujung di balik jeruji besi, sementara Keluarga Kristiani kembali hangat dan damai.
Sang Penguasa dari Masa Depan
Sang Penguasa dari Masa Depan
Jace, lulusan teknik, melintas ke dunia lain dan jadi kerabat jauh bangsawan. Begitu tiba, dia dipaksa memilih istri dan wilayah, serta melunasi utang ketiga istrinya yang terpidana. Dihimpit utang, dikepung perampok, wilayahnya porak-poranda. Dia pun menerapkan ilmu industri modern untuk mengubah tatanan peradaban agraris. Bubuk mesiu, teknik peleburan, produksi senjata, pembuatan parfum, hingga teknik hujan buatan diperkenalkan. Perlahan, wilayah yang dipimpinnya pun semakin makmur.
Hamil Anaknya Pangeran Dingin
Hamil Anaknya Pangeran Dingin
Setelah hidup kembali, Gwen menikah dengan Pangeran Arya yang lumpuh demi melindungi kandungannya yang dicap anak haram. Dia menawarkan bantuan untuk memulihkan kaki sang pangeran sebagai gantinya. Saat mereka bekerja sama melawan Pangeran Dani, benih cinta tumbuh. Tanpa disadari, ayah kandung bayi itu justru Pangeran Arya sendiri.
Kehidupan Kedua Bella
Kehidupan Kedua Bella
Sejak remaja, Bella Sakto mencintai Xander Alfario. Dia memberikan seluruh warisan ibunya pada Xander dengan sukarela. Xander menggunakan warisan ini untuk membangun Grup Alfario dan membuat keluarga Alfario menjadi keluarga terkaya di Kota Yuanda. Namun, sejak Bella menikah dengan Xander, Bella sakit-sakitan selama tiga tahun dan kondisinya bertambah parah. Suatu hari, dia kembali dari rumah sakit dan melihat Xander sedang berhubungan dengan adik tirinya, Sherly Sonata. Ibu Xander berada di rumah dan membiarkan mereka berselingkuh. Xander hanya mengincar uang Bella dan tidak mencintainya, Xander bahkan sudah membelikan sejumlah besar asuransi untuknya. Setelah Bella meninggal, dia akan mendapatkan sejumlah besar kompensasi. Bella sedih dan kecewa, dia merasa hidupnya sangat menyedihkan. Tak disangka, sebelum dia meninggal karena penyakitnya, Xander membawanya ke balkon dan langsung mendorongnya ke bawah. Saat terjatuh, Bella diam-diam bersumpah kalau dia dapat terlahir kembali, dia akan membalas dendam dan menghancurkan hidup mereka.
Pada Hari Pernikahan
Pada Hari Pernikahan
Seorang pekerja kantoran biasa didekati oleh prajurit tampan, tapi apa status pria itu benar atau tidak, tak ada yang tahu. Hanya saja dia segera menyadari bahwa berpura-pura menjadi seorang komandan memiliki risiko tinggi, bahkan bisa mengancam nyawa.
Perebutan Hak Tahta
Perebutan Hak Tahta
Putra pertama Kaisar Yudi dan Permaisuri, Yayan, hilang setelah lahir. Agar Permaisuri tak bersedih, Yudi mengambil bayi terlantar Hendra dari rakyat jelata untuk dibesarkan. Saat terlahir kembali di malam penentuan putra mahkota, Yudi segera bertindak: membatalkan status anak angkat, menunjuk putra kandung, dan menumpas faksi Permaisuri dan Ibu Suri. Semua hutang pada putra kandungnya dilunasi sekaligus.