Logo
Danny Hatta
Danny Hatta

Danny Hatta

69 Bab
Tamat
Dalam novel action Danny Hatta, seorang pria mengungkap konspirasi kematian ayahnya di Swiss. Kini ia menjadi buronan atas tuduhan pembunuhan aparat. Bersama Sarah, ia menelusuri mystery story ini demi keadilan. Baca adventure story menegangkan ini di webnovel kami sekarang.
Bab 1 dari Danny Hatta

Jennewa, Swiss

Danny membuka mata ketika merasakan guyuran air membasahi kulit wajahnya. Ia sedikit mengibaskan kepalanya untuk membuat pandangannya lebih jelas, George menyiramkan wiski ke kepala Danny untuk membangunkannya. Perlahan Danny menatap pria di depannya yang sedang menenggak wiski langsung dari mulut botolnya. Pria itu menyunggingkan senyum sinis padanya. "Danny Hatta!" desisnya, terdengar ada tawa kecil yang keluar dari tenggorokannya.

"Aku sudah mendengar banyak tentangmu!" sekali lagi ia menyunggingkan senyum. “Kau sungguh berpikir bisa menangkapku? Aku ragu!” imbuhnya. Ia berbicara dengan bahasa asing.

George berjalan menjauh darinya lalu berbalik, Danny melirik ke beberapa orang yang ada di sana. Ia mencoba mengendurkan ikatan tangannya yang menggantungnya, untung kakinya tak diikat tapi hanya ujung sepatunya saja yang menempel di lantai. Ia berada di sebuah ruangan pengap, hanya diterangi sebuah lampu yang tak terlalu terang. Ada meja dan kursi yang sudah usang, juga ada pipa-pipa di sudut ruangan.

"Aku bukan datang untuk menangkapmu, tapi aku akan membunuhmu!" gerutu Danny menjawabnya.

Sekali lagi George tertawa. "Dan bagaimana caranya? Sedang kau akan segera mati!”

Danny menatap George tajam. "Aku bisa melakukan lebih dari yang kau bayangkan!”

Masih ada tawa yang keluar dari mulut George. "Kau hanyalah salah satu orang bodoh yang pernah aku kenal sama seperti ayahmu!”

"Apa yang kau bicarakan? Dan ayahku ... kenapa kau membawa nama ayahku?”

"Ya, ayahmu. Kau masih ingat dengan ayahmu? Apa kau merindukannya?” tanya George dengan seringai iblis.

“Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan terhadap ayahku?" seru Danny setengah berteriak sambil menggerakkan tubuhnya yang tergantung.

“Aku tidak melakukan apa pun!”

"Haruskah aku percaya padamu?" Danny menatapnya tajam.

"Pria malang!" desis George,

"Apa!" sahut Danny,

Sekali lagi George menenggak wiski dari mulut botolnya. "Harusnya kau tanyakan pada orang-orang di sekitarmu.”

Jawaban George tidak memuaskan Danny. “Katakan apa yang kau ketahui tentang ayahku?”

Bukannya menjawab, George malah tertawa lebar.

"Kau bajingan!" maki Danny. Tapi salah satu anak buah George meninju perutnya, Danny merintih seketika seraya menutup matanya menahan sakit.

"Kuberitahu, aku tidak melakukan apa pun. Tapi jika aku jadi kau, aku tidak akan sudi jauh-jauh datang ke tempat ini hanya demi sesuatu yang tidak penting. Sementara di negerimu, harusnya kau bisa menegakkan sebuah keadilan untuk ayahmu tercinta!" George kembali menghampirinya.

“Kau tahu sesuatu tentang kasus ayahku, katakan apa yang sebenarnya terjadi?" teriak Danny.

"Oh ... itu bukan urusanku. Tapi kau tak perlu khawatir, karena aku akan segera mengirimmu pada ayahmu, jadi kau bisa menanyakan langsung padanya!" George kembali mengeluarkan tawa kecil. "Habisi dia!" desisnya pada anak buahnya seraya berjalan keluar.

Beberapa saat lalu ...

Danny duduk di sebuah kedai kopi seraya membaca surat kabar setempat, sesekali matanya ia tujukan ke arah dapur kedai itu seolah sedang menunggu seseorang. Ia memang sedang menunggu seseorang, tapi bukan seorang kekasih ataupun teman. Ia sedang menunggu seseorang yang akan membawanya kepada George.

Danny adalah seorang Mayor TNI AD, usianya memang terbilang masih muda "28 tahun" tapi prestasinya cukup diakui di dunia militer. Bahkan ia menjadi panutan teman-teman skuadnya, banyak yang ingin menjadi seperti dirinya. Karena prestasinya maka ia dipromosikan ke dunia internasional, sudah hampir lima tahun dirinya menjadi agent internasional di bawah Bendera PBB. Menangani banyak kasus dan selalu berhasil, meski terkadang ia harus menelan kepahitan. Selain prestasinya di dalam pekerjaannya ia juga cukup berprestasi dalam hubungan asmara. Banyak gadis yang mengejarnya, bahkan putri Menteri Pertahanan pun tergila-gila padanya. Gadis mana yang tidak terkesima jika bertemu dengannya? Wajahnya yang rupawan, kulitnya yang coklat eksotis, postur tubuhnya yang perfect memang membuat banyak wanita jatuh bertekuk lutut di hadapannya.

Danny masih jeli mengawasi pintu dapur di dalam kedai itu, ia tak mau menerobos masuk karena tak mau membuat keributan di dalam tempat itu. Ini Swiss bukan Jakarta! Tiba-tiba matanya menangkap seseorang yang memang ia incar sejak beberapa hari lalu. Orang itu berjalan menuju pintu keluar kedai, Danny menaruh surat kabarnya dan ikut beranjak. Mengikuti orang itu ke mana pun melangkah. Mereka menapaki jalanan di dalam kerumunan orang yang lalu-lalang. Sejauh itu Ferdinant tidak curiga jika ada yang membuntutinya, hingga saat mereka memasuki gang yang sepi ia baru menyadari kalau sepertinya ada seseorang yang menguntitnya. Ia berhenti sejenak dengan sedikit melirikkan matanya ke belakang punggungnya. Danny ikut berhenti dan bersembunyi di balik tembok di tikungan. Ferdinant kembali melangkah, Danny pun kembali mengikutinya. Perlahan langkah kaki Ferdinant semakin cepat dan berakhir dengan langkah seribu. Danny ikut berlari karena sepertinya sang target sudah tahu keberadaannya. Terjadi kejar-kejaran di antara mereka, kali ini targetnya cukup lihai. Apakah dia seorang pelari maraton? Larinya cepat sekali, Danny harus mengejarnya hingga melompati pagar.

Orang itu gesit sekali, Danny cukup kesulitan menangkapnya. Ia berhenti lalu celingukan, matanya menangkap potongan kayu beberapa biji. Dengan segera ia pun memungutnya lalu melemparnya ke arah kaki Ferdinant. Pria itu tersungkur akibat hantaman kayu yang Danny lemparkan, Danny segera berlari ke arahnya. Ferdinant bangkit dan tak punya jalan lain selain melawannya. Mereka pun beradu fisik, saling hantam, saling tendang. Ternyata tak membutuhkan waktu lama bagi Danny untuk menjatuhkan lawannya, setelah Ferdinant tersungkur ia memungut bajunya. Mendirikannya di kakinya, ia memberikan hantaman lagi ke perut Ferdinant.

"Katakan di mana George!"

Ferdinant adalah seorang kurir internasional yang memang ia incar, dia adalah orang yang biasa George bayar untuk menyelundupkan narkotika ke banyak negara termasuk Indonesia.

"Lebih baik kau katakan padaku di mana bajingan itu sebelum aku membunuhmu?" ancam Danny.

Ferdinant malah tertawa. "Ha ... ha ... meskipun kau membunuhku, kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan?"

Bukk!

Sekali lagi Danny meninju wajah Ferdinant. "Kau pikir aku main-main!" katanya melayangkan pukulan lagi ke perutnya beberapa kali hingga tersungkur.

"Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, dan kali ini pun aku akan mendapatkannya!" serunya seraya berjalan ke arah Ferdinant. Tapi bersamaan dengan itu, sebuah Mercy hitam di seberang jalan melontarkan tembakan bertubi-tubi ke arah mereka. Danny segera menghindar dan bersembunyi di balik tembok, ia tak sempat meraih Ferdinant hingga pria itu harus bersimbah darah akibat berondongan peluru. Danny mencabut senjata apinya dan membalas tembakan itu. Tapi mobil itu malah meluncur meninggalkan TKP, Danny memunculkan diri dan mengejarnya seraya melontarkan tembakan. Tapi ia tak mungkin mengejar mobil itu dengan kaki, maka ia pun celingukan. Ada banyak mobil di sana, ia menghampiri yang paling dekat dengannya. Dengan sigap ia memecahkan kaca depan dengan sikunya, memasukkan tangannya untuk membuka pintu lalu menghempaskan diri ke dalamnya. Seorang pria keluar dari sebuah rumah, ia melihat mobilnya menyala dan mulai melaju. Orang itu pun berlari mengejar seraya berseru. "My car ...!" paniknya, lalu ia segera menelepon Polisi.

Danny mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi, ia sudah bisa melihat kembali Mercy hitam itu. Ia kembali melontarkan tembakan ke arah mobil di depannya, dan salah satu orang di dalam mobil itu pun membalas tembakannya. Terjadi kejar-kejaran dan baku tembak di antara mereka.

Danny mengejarnya hingga ke sebuah bangunan tua, memasuki tempat itu. Begitu ia memarkir mobil dan keluar sudah ada beberapa orang yang menghadangnya dengan membawa beberapa balok kayu. Terpaksa Danny harus menghadapi mereka dulu, tak membutuhkan waktu lama bagi Danny untuk melumpuhkan mereka. Lalu ia mulai melangkah masuk, terlihat olehnya mobil yang dikejarnya tadi tapi pengemudinya sudah tidak ada. Ia kembali melanjutkan langkahnya dengan hati-hati, semakin ia masuk ternyata yang datang menghadangnya juga semakin banyak. Ia harus menghadapi mereka lagi, sebenarnya ia bisa saja menghabisi mereka semua tapi itu akan memberikan waktu buat George untuk lari lagi. Maka ia pun sengaja membiarkan dirinya terkena hantaman berkali-kali hingga tak sadarkan diri.

Sekarang di sinilah ia, tergantung melawan para bedebah itu. Sementara beberapa orang mulai mendekatinya. Salah satunya meninju perutnya kembali, membuatnya harus merengut menahan sakit. Lalu orang itu juga meninju wajahnya, membuat kepalanya terpental ke belakang. Darah mengalir dari hidungnya, ia mengembalikan posisi kepalanya. Ada yang lain yang mendekat dengan membawa pisau, ia pun menendang orang yang meninjunya barusan hingga terpental. Beberapa orang maju, ia pun melawan dengan kakinya termasuk orang dengan pisau itu. Ia menendang lengannya hingga pisaunya terpental ke atas, lalu ia mengayunkan dirinya. Mengapitkan kakinya ke leher salah satu orang itu, menekannya hingga orang itu berlutut dan meronta. Danny menekan pundak orang itu dengan kakinya agar dirinya bisa sedikit meloncat untuk menangkap pisau yang hampir jatuh tadi. Sedikit meleset tapi syukurlah bisa ia tangkap dengan tangannya yang terikat.

Beberapa orang itu masih menyerangnya, ia pun terpaksa masih melawan dengan kakinya hingga memiliki celah untuk memotong tali yang menggantungnya dengan cepat. Tapi pergelangannya masih terikat, pisau masih ada di tangannya dan ia harus menyelesaikan orang-orang ini dengan segera. Meski tangannya terikat ia tetap bisa bergerak gesit untuk memukul dan membanting lawannya, bahkan pisau itu pun berguna untuk menggorok leher salah satu orang dan berakhir di jantung yang lainnya. Setelah semuanya tersungkur ia mencabut pisau yang berlumur darah itu untuk memotong ikatan di pergelangannya. Lalu ia pun segera berlari keluar dari ruangan itu, berharap George belum meluncur meninggalkan gedung itu.

Ia berlari dengan kencang, menuruni tangga. Karena terlalu lamban maka ia pun meloncat saja ke bawah dari tangga ke tangga hingga sampai di lantai dasar. Ia kembali berlari, dilihatnya George dan beberapa orang itu menuju mobil. Ia berlari, meloncatkan kakinya ke tiang tembok lalu menendang orang yang paling belakang hingga tersungkur. Semuanya menoleh, ia sudah berdiri di atas kakinya. Mata George melotot karena Danny masih hidup dan kini justru ada di hadapannya.

Danny menyunggingkan senyum. "Kau salah tentang aku, tidak semudah itu menghabisiku!" seru Danny lalu menyerang mereka semua, perkelahian berlangsung sengit. Beberapa anak buah George mengeluarkan tongkat dan pisau, tapi Danny berhasil merebut salah satu tongkatnya untuk melawan mereka semua. Bahkan ada yang mengeluarkan senjata api, tapi Danny selalu bisa menghindar bahkan merebut senjata api itu dan menggunakannya untuk menembaki semua orang tanpa meleset. Kini hanya tinggal Danny dan George saja, Danny menodongnya dengan senjata api itu, tapi iapun akhirnya membuang senjata itu dari tangannya.

“Pertanyaan terakhir, siapa mereka?" tanya Danny, George menyunggingkan senyum dan langsung menyerang Danny. Keduanya berkelahi, tapi rupanya George tak cukup tangguh melawan Danny. Hanya dalam sekejap, ia terhuyung oleh serangan Danny yang bertubi-tubi. Danny tak ingin membuang waktu, ia menghantam wajah George berkali-kali hingga berdarah. Beberapa mobil polisi mendekati tempat itu. Raungannya pun terdengar jelas oleh Danny.

"Aku tidak akan bertanya lagi, katakan!" desaknya.

"Orang-orang di sekitarmu!" sahut George, tapi Danny tak puas dengan jawaban itu, sekali lagi meninju George hingga terpelanting ke lantai dengan posisi tengkurap. Danny menghampirinya, melangkahi tubuhnya dan memungut kepalanya. Sementara beberapa polisi setempat sudah mulai memasuki daerah itu.

"Beri aku sebuah nama?" pintanya dengan geram.

George masih sempat menyunggingkan senyum seraya berdesis. "Kupikir kau cukup pintar, harusnya kau bisa ...," belum sempat George melanjutkan kalimatnya Danny sudah lebih dulu mematahkan lehernya hingga terkulai. Karena ia tahu bajingan ini tidak akan memberikannya sebuah nama.

Suara derap langkah kaki pun makin mendekat. "Jangan bergerak!" teriak salah satu polisi itu, Danny pun berdiri dan melirik beberapa orang berseragam itu. Tanpa diperintah ia pun mengangkat kedua tangannya ke atas lalu menaruhnya di belakang kepala, dua di antara orang-orang itu menghampirinya dan menyergapnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Balas Dendam seorang ibu
Balas Dendam seorang ibu
Dalam Balas Dendam seorang ibu, Maya menantang sistem korup demi keadilan putrinya. Mystery novel ini mengikuti aksi nekatnya melawan pejabat kebal hukum. Baca modern novel penuh intrik ini untuk melihat batas perjuangan seorang ibu dalam mencari kebenaran di dunia gelap.
Broken Vessel
Broken Vessel
Dalam Broken Vessel, Trystan harus bertahan hidup saat kekuatan Arte miliknya menjadi incaran banyak pihak. Ikuti perjuangannya menghadapi pengkhianatan dan musuh dalam fantasy novel penuh aksi ini. Baca petualangan seru ini di platform web novel untuk mengungkap keadilan yang sesungguhnya.
Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
Dalam Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai, pengkhianatan Vano memicu misi balas dendam. Setelah selamat dari percobaan pembunuhan, sang protagonis berpura-pura amnesia demi menjatuhkan musuhnya. Baca romance novel penuh intrik dan modern novel ini untuk mengikuti aksi pembalasan yang mematikan.
DI ATAS RANJANG MAFIA
DI ATAS RANJANG MAFIA
Dalam DI ATAS RANJANG MAFIA, Michele, bos mafia kebal rasa sakit, menemukan Meghan sebagai satu-satunya wanita yang bisa memicu sensasinya. Terobsesi, ia menculik Meghan demi ambisinya. Temukan kisah penuh aksi dalam mafia romance ini bagi Anda yang ingin read novels online gratis.
Jebakan Utang Mafia
Jebakan Utang Mafia
Dalam Jebakan Utang Mafia, Evelyn Rossi terjebak obsesi Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina. Meski sempat kabur ke perlindungan mafia Rusia, ia diculik kembali. Baca kisah aksi dan pengkhianatan ini di mafia romance books terbaik, sebuah mafia novel yang penuh intrik gelap.
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Dalam Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!, Mireya, sniper Galaxy Hitam, mengincar nyawa Jenderal Arnold demi membalas dendam keluarga. Misi berbahaya ini menguji loyalitasnya di tengah konspirasi mafia novel dan aksi menegangkan. Baca romance novel penuh intrik ini di platform webnovel sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Kurelakan
Cinta yang Kurelakan
Maira kehilangan penglihatannya saat menyelamatkan Gyan. Gyan melamarnya, tetapi setelah menikah dan penglihatan Maira pulih, dia menemukan suaminya berselingkuh dengan sekretarisnya dan bahkan menampungnya di rumah mereka. Maira sangat terpukul. Dia akhirnya memutuskan untuk pergi jauh. Pada saat itulah Gyan menyesal. Namun, Maira kini telah mengabdikan dirinya pada bidang medis, dengan seorang kakak seperguruan yang setia diam-diam menjaganya.
Jatuh Cinta pada Ayah Mafia Mantan Pacarku
Jatuh Cinta pada Ayah Mafia Mantan Pacarku
Feny memergoki pacarnya, Daniel, berselingkuh dan langsung memutuskan hubungan. Tak disangka, ia justru bertemu dengan ayah Daniel—Kent Lufti, Sang Raja Mafia. Kent menemukan bahwa Feny adalah putri kandung Don Aldi, rival lamanya. Kent menawarkan pernikahan antara Feny dan Daniel. Sebagai imbalan, Kent akan melindungi keluarga Feny dari bahaya. Feny menyetujui perjanjian itu, sementara Daniel menerimanya dengan senang hati—demi menyembunyikan identitas aslinya sebagai seorang gay dari sang ayah. Namun, hidup di dunia mafia bukan hal mudah bagi Feny. Ia tidak bisa menolak pesona Kent, dan kedekatan mereka berkembang menjadi hubungan rahasia yang panas dan penuh risiko. Sementara itu, Don Aldi merancang siasat untuk menggunakan Feny demi membentuk aliansi kuat dengan pemimpin sindikat Rusia, Ivan Korda. Saat Kent dijebloskan ke penjara akibat jebakan Don Aldi dan Ivan, Feny baru menyadari segalanya. Apalagi setelah mengetahui bahwa dirinya mengandung anak Kent. Demi menyelamatkan ayah dari bayinya, Feny bekerja sama dengan Daniel untuk menyingkirkan Don Aldi dan memaksa Ivan membersihkan nama Kent. Akankah cinta Feny dan Kent bertahan di tengah konspirasi, pengkhianatan, dan hasrat tersembunyi?
Jodohku Manusia Serigala (Sulih Suara)
Jodohku Manusia Serigala (Sulih Suara)
Demi memenuhi ikatan perjanjian antara kaum manusia dan manusia serigala, Lucy dinikahkan dengan Austin, pimpinan Alpha dari Kawanan Bulan. Tapi Lucy menikah dengan Austin punya maksud lain yaitu mencari kedua orangtua kandungnya yang hilang. Austin pun sebenarnya tidak setuju dinikahkan dengan manusia karena menganggap manusia tidak layak. Di luar sepengetahuan mereka, ternyata Lucy menyimpan asal-usul yang bisa mengubah masa depannya.
Mengubah Nasib: Pertaruhan
Mengubah Nasib: Pertaruhan
Di kehidupan sebelumnya, Sergio tergila-gila dengan putri sopir, Felicia. Sejak kuliah, dia terus mengejar Felicia hingga akhirnya mereka menikah. Tapi Felicia terus memikirkan William, dan mereka membuat Sergio terkena diabetes karena makanan hingga meninggal. Sebelum meninggal, Sergio juga sempat melihat pengakuan cinta mendalam dari Sabrina yang dulunya juga gemuk. Setelah terlahir kembali, Sergio kembali ke pesta ulang tahun William dan melihat Felicia menggunakan trik yang sama, memanfaatkan dirinya sebagai mesin uang. Kali ini, Sergio memutuskan untuk mengubah takdirnya. Ia membongkar kebusukan Felicia di depan umum, dan menyatakan cintanya pada Sabrina. Sergio dan Sabrina bertaruh untuk memenangkan kompetisi model, dengan tujuan untuk mempermalukan Felicia dan William.
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Menjadi Kesayangan si CEO Tampan
Jane Fora si anak magang secara kebetulan bertemu John Truan si CEO. Jane hamil setelah mereka tidur akibat mabuk. John pun memanjakan Jane dan mendukung cita-citanya sebagai perancang perhiasan. Seiring berjalannya waktu, pernikahan yang semula hanyalah kontrak berubah menjadi cinta sejati.
Merebut Kembali Harga Diri
Merebut Kembali Harga Diri
Selama tujuh tahun, Anna Jackel mengorbankan segalanya demi suami dan putrinya. Namun, Kris Salim justru membawa anak mereka pergi, meninggalkan Anna sendirian. Di hari ulang tahunnya, Anna akhinya menyadari bahwa suami dan putrinya lebih memilih adiknya sendiri sebagai keluarga mereka. Anna pun memilih bercerai, memutus semua ikatan dengan Keluarga Salim, dan bangkit untuk merebut kembali harga diri serta hidup yang pantas dia miliki.