Logo
STRANGE DESTINY
STRANGE DESTINY

STRANGE DESTINY

39 Bab
Tamat
Dalam STRANGE DESTINY, Adrian menghadapi dilema saat adiknya, Alexa, terbangun dari koma dengan jiwa Kaylee di dalamnya. Romance modern dengan unsur fantasy ini mengisahkan perjuangan identitas dan rahasia jiwa. Baca web novel ini untuk mengungkap misteri takdir yang tak terduga.
Bab 1 dari STRANGE DESTINY

Seorang pria muda tengah sibuk membaca berkas ditangannya. Beberapa berkas tampak berserakan memenuhi meja kerjanya. Ia begitu serius dalam membaca hingga tidak menyadari seseorang masuk ke dalam ruang kerjanya dan berjalan menghampirinya.

“Kak!”

Teriakan seorang gadis muda mengejutkannya hingga pemuda itu hampir terjatuh dari kursinya. Ia mendongak ke arah sumber suara dan melihat gadis muda dengan rambut panjang yang mengenakan piyama berwarna merah muda berdiri di depan meja kerjanya. Pemuda bernama Adrian itu mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang.

“Kau mengejutkan kakak, Alexa. Ada apa?”

“Aku tidak bermaksud mengejutkan Kakak. Aku bahkan memanggil nama kakak tiga kali tapi kakak hanya diam.” Ujar Alexa dengan wajah cemberut.

“Oh, benarkah? Maafkan kakak. Jadi ada apa?”

Alexa berjalan menghampiri Adrian dengan senyum malu. Adrian mengangkat alis melihat tingkah adiknya. Dia tahu adiknya pasti menginginkan sesuatu jika dia bertingkah seperti itu. Adrian hanya terdiam dan menunggu adiknya untuk mengatakan sesuatu. Alexa menatap kakaknya dan berdeham untuk menghilangkan kegugupannya.

“Ehm... Jadi aku ingin bertanya, bisakah aku meminta uang pada kakak? Maksudku tidak banyak, hanya Rp 700.000. Please?” ujar Alexa dengan wajah memohon.

Adrian menatap adiknya sebentar lalu menghela nafas. Ia mengambil ponselnya dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening adiknya. Bunyi notifikasi berasal dari ponsel Alexa dan secepat kilat Alexa mengecek ponselnya. Dengan senyum lebar Alexa mendongak dari ponselnya untuk menatap kakaknya. Alexa menghampiri Adrian dan memeluknya dengan erat lalu mencium pipi kirinya.

“Terima kasih, Kak. Aku menyayangimu.” Ucap Alexa lalu berlari keluar dari ruang kerja Adrian.

Adrian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku adiknya. Belum sempat ia bertanya untuk apa uang itu, Alexa sudah melesat pergi meninggalkannya. Dia tahu orang tuanya memberikan uang saku bulanan untuk Alexa dengan sejumlah uang yang cukup banyak untuk ukuran anak usia 16 tahun. Orang tuanya terlalu memanjakan adiknya, termasuk dirinya. Hanya saja Adrian merasa Alexa boros akhir-akhir ini. Adrian memikirkan adiknya sebentar dan memutuskan untuk bertanya pada ibunya. Dia bangkit dari kursinya dan keluar dari ruangan untuk mencari ibunya. Beberapa saat kemudian Adrian berhasil menemukan ibunya yang sedang minum teh sambil menonton televisi. Ibunya menoleh ketika mendengar Adrian memanggilnya dan meminta Adrian untuk duduk di sampingnya.

“Mah, Alexa tadi meminta uang padaku. Aku perhatikan akhir-akhir ini dia agak boros.” Terang Adrian.

“Benarkah? Kau tahu sendiri adikmu itu hobi berbelanja. Biarkan saja, Mamah akan mengganti uangmu kalau begitu.”

“Tidak usah, aku tidak mempermasalahkan uang itu. Aku hanya bertanya soal Alexa.”

Ibunya hanya menganggukkan kepalanya dan menyesap secangkir teh. Wanita paruh baya itu memutar posisi duduknya untuk menghadapi anak lelaki satu-satunya itu setelah meletakkan cangkir teh di atas meja. Dia menghela nafas sebelum berbicara dengan nada serius.

“Nak, kau tahu hanya ada satu pertanyaan dariku untukmu bukan?” ujar Ibu Haris pada anaknya.

“Aku tahu tapi aku belum ingin menikah, Mah.” Ujar Adrian sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa yang empuk.

“Tapi mau sampai kapan? Usiamu sudah 28 tahun dan kamu sudah lebih dari pantas untuk menikah. Perusahaan yang kamu rintis sudah mulai berkembang pesat, kamu sudah menjadi pengusaha muda yang kaya. Mamah lihat banyak perempuan di luar sana yang mau denganmu, tapi kamu tidak tampak tertarik. Kamu bahkan menolak semua usaha Mamah untuk mengenalkanmu pada anak dari teman-teman Mamah.”

“Mah, Adrian bukannya tidak mau. Hanya saja memang tidak ada yang pas di mata Adrian, itu saja.”

“Kamu mau cari kriteria yang seperti apa? Atau...”

Ibu Haris menatap anaknya dengan mata lebar sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Adrian mengernyit melihat ekspresi ibunya.

“Apa?”

“Sayang, kamu bukan...kau tahu? Gay?”

“Apa?! Tentu saja tidak. Aku masih normal, Mah, terima kasih banyak.”

Ibunya mendesah lega sebelum bertanya sekali lagi, “Kalau begitu, Mamah sudah membuat pengaturan untuk pertemuanmu dengan anak Tante Dinna, siapa namanya lagi? Oh iya, namanya Anna. Kamu mau, kan?”

Adrian hanya menatap ibunya dengan tatapan bosan hingga ia menghela nafas kekalahan dan hanya menganggukkan kepalanya. Ibunya berteriak kegirangan sambil memeluknya dan mencium pipi anaknya. Adrian hanya pasrah dan melakukan itu untuk menyenangkan ibunya.

***

Adrian merebahkan tubuhnya di sofa tanpa melepaskan sepatunya. Rumah tampak sepi. Adrian melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 18.00. Adrian menutup matanya dengan lengan kanannya dan mengistirahatkan dirinya sebentar. Bukan pekerjaan yang membuatnya lelah, dia baru saja bertemu dengan gadis bernama Anna yang sudah diatur oleh ibunya. Anna adalah wanita muda cantik berusia 25 tahun. Dia cantik, berkulit putih, tinggi dan bentuk tubuh proporsional. Anna bekerja sebagai pramugari dan tentu saja dia sangat pintar. Adrian yakin semua lelaki menginginkannya tapi sayangnya itu bukan dia. Adrian menyukai wanita dengan karakter yang kuat tapi bersikap lembut dan baik hati. Adrian akui dia cukup menyukai Anna, hanya saja ada sesuatu yang tidak klik dihatinya. Adrian menghela nafas lagi dan bangkit untuk ke kamarnya. Dia memiliki apartemen sendiri tapi berada di sana hanya menambahkan perasaan kesepiannya.

Adrian melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamarnya sampai dia melihat adiknya masuk ke rumah dengan wajah sedih dan muram. Alexa berjalan melewatinya tanpa menoleh ke arahnya. Adrian memanggil nama adiknya tapi Alexa hanya menatap Adrian dengan matanya yang merah dan berjalan kembali menuju kamarnya.

“Dia habis menangis, tapi kenapa?” tanya Adrian pada dirinya sendiri.

Dia ingin mengejar adiknya dan bertanya ada apa dengannya tetapi dia memutuskan untuk memberikan Alexa waktu.

Makan malam terasa sunyi, hanya suara dentingan sendok dan garpu. Adrian melirik ke arah Alexa untuk kesekian kalinya. Alexa tampak begitu tenang, yang sangat tidak biasa bagi Adrian. Dia melirik ke arah orang tuanya yang sepertinya juga memperhatikan ketenangan Alexa. Ayahnya menatap Adrian seolah bertanya apa yang terjadi. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ibunya melihat kesusahan pada wajah putrinya dan berdehem sebelum berbicara.

“Sayang, kamu baik-baik saja?”

Alexa mengangkat kepalanya dan melihat anggota keluarganya yang menatapnya. Alexa hanya mengangguk dan tersenyum kecil lalu melanjutkan makannya kembali. Ketiga orang dewasa itu saling melirik dan tidak ada yang bertanya sekali lagi. Keheningan ruang makan pecah ketika Pak Haris berbicara pada Adrian soal bisnis. Adrian menjelaskan bagaimana perkembangan perusahaannya pada ayahnya. Dia bangga perusahaan periklanannya yang dia rintis ketika jaman kuliah dulu kini berkembang pesat hingga memiliki karyawan yang cukup banyak. Suasana hatinya sangat cerah ketika menceritakan bagaimana perkembangan perusahaannya hingga ibunya mengajukan pertanyaan yang membuat suasana hatinya berubah.

“Bagaimana dengan pertemuan dengan Anna? Dia gadis yang cantik bukan?”

“Siapa Anna?” tanya ayahnya.

“Anna itu anaknya Bu Dinna dan Pak Leo, Pah. Dia seorang pramugari, usianya 25 tahun, dan cantik. Mamah rasa dia cocok untuk anak kita, Pah.” Jelas mamahnya dengan mata berseri-seri.

Adrian menangkap ayahnya melirik dan mengangkat kedua alis untuk meminta jawaban. Dia tahu ayahnya tidak ingin ikut campur dengan kehidupan pribadi anaknya, hanya saja ayahnya kadang menikmati bagaimana melihat ketidaknyamanan anaknya ketika istrinya mulai mendesak soal pernikahan.

“Hmm...Anna memang cantik.” Ucap Adrian singkat.

“Benarkah? Jadi kalian akan terus berlanjut?” tanya ibunya penuh harapan.

“Entahlah, kami memutuskan untuk terus berkomunikasi lebih dulu.” Ujar Adrian pada ibunya.

Ibunya mengangguk dengan semangat sambil tersenyum lebar. Adrian mendesah lega dengan pelan karena ibunya tidak mengajukan pertanyaan atau mendesaknya untuk menceritakan pertemuannya dengan Anna. Suara kursi bergeser mengalihkan pandangannya dan dilihatnya Alexa bangkit dari kursinya.

“Aku sudah selesai. Aku akan kembali ke kamar untuk mengerjakan pekerjaan rumah.” Ujar Alexa lalu berjalan menjauh dari meja makan.

“Ada apa dengannya? Dia terlalu pendiam hari ini.” Ayahnya bertanya pada ibunya dan Adrian.

Ibunya hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan bingung.

Sudah beberapa hari ini Adrian memperhatikan adiknya yang menjadi lebih pendiam. Jika ditanya olehnya atau ibunya, Alexa hanya akan berkata bahwa dia hanya lelah. Ibunya mungkin membeli alasan Alexa tapi tidak untuk Adrian. Meski jarak usia mereka cukup jauh, Adrian mengenal adiknya cukup dekat. Dia yakin ada sesuatu yang terjadi pada adiknya. Adrian ingin mencari tahu tapi ia begitu sibuk dengan pekerjaannya.

Adrian memasuki apartemennya setelah menyelesaikan rapat bersama beberapa karyawannya. Dia melihat waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB. Adrian berjalan menuju kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur tanpa mengganti pakaian kerjanya. Dia memejamkan mata berharap tidur mengambil alih dan menghilangkan kelelahannya. Baru saja matanya terpejam, suara dering ponsel mengejutkannya. Adrian bergegas mengambil ponsel dari saku celananya dan menjawab panggilan tanpa melihat nama si pemanggil.

“Halo..”

“Adrian, datanglah ke rumah sakit. Sekarang!”

Adrian menjauhkan ponselnya dan melihat nama ayahnya tertera di layar ponsel.

“Papah, ada apa? Apa mamah baik-baik saja? Apa yang terjadi?” tanya Adrian panik.

“Ini bukan mamahmu. Ini adikmu.” Ujar ayahnya terdengar sedih.

“Kenapa dengan Alexa?” tanya Adrian yang sembari bergegas keluar dari kamarnya dengan dompet dan kunci mobil di satu tangannya.

Adrian mendengar ayahnya mendesah. Dan ucapan ayahnya membuat Adrian membeku.

“Adikmu melakukan tindakan bunuh diri.”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Menjadi Luna Orang Lain
Aku Menjadi Luna Orang Lain
Dalam Aku Menjadi Luna Orang Lain, Sylvie meninggalkan klan setelah dikhianati Ethan. Saat Ethan mengira ia akan memohon kembali, Sylvie justru memulai adventure baru bersama Victor. Baca romance novel fantasi ini untuk melihat konsekuensi pengkhianatan dalam werewolf romance novels yang emosional.
Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
Dalam Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri, Yun Shang kembali ke usia delapan tahun untuk membalas dendam atas pengkhianatan masa lalu. Fantasy novel ini mengisahkan perjuangannya mengubah takdir tragis melalui intrik kerajaan. Baca fiction fantasy novels ini di web novel.
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
Dalam Gunung Pengantin Ngunduh Mantu, Bima berjuang mematahkan kutukan iblis yang menjerat keluarganya. Petualangan horor ini membawa Bima ke puncak misteri saat orang tuanya diambil penunggu gunung. Baca mystery story ini di koleksi free web novel kami untuk mengikuti aksi Bima.
Istriku Kuyang
Istriku Kuyang
Dalam novel Istriku Kuyang, Yusuf menghadapi pilihan sulit saat mengetahui wanita yang dicintainya adalah siluman. Kisah romance horror ini membawa pembaca menelusuri misteri Kalimantan. Temukan kengerian dan pengorbanan dalam fiction fantasy novels ini hanya di web novel kami.
PANGERAN AGUNG
PANGERAN AGUNG
Dalam PANGERAN AGUNG, seorang raja bijaksana di Kerajaan Mandala harus memimpin rakyatnya menghadapi tantangan besar. Ikuti kisah fantasy penuh aksi ini melalui web novel yang menyajikan petualangan epik tentang keberanian dan keadilan. Baca adventure story terbaik ini hanya di platform kami.
Pendekar Pedang Patah
Pendekar Pedang Patah
Dalam Pendekar Pedang Patah, Pancaka dikirim kembali ke masa lalu setelah meratakan berbagai sekte. Kini sang pemegang pedang tanpa bilah harus menentukan takdir barunya. Ikuti kisah fantasy penuh aksi ini dalam petualangan adventure story seru di platform web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sekarang Giliranku, Pecundang
Sekarang Giliranku, Pecundang
Jolie diangkat anak oleh Matthew sebelum pria itu meninggal. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali untuk menghadiri pemakaman sang ayah angkat dan mendapati anak-anaknya, Jacob dan Cathy, diperlakukan dengan sadis oleh paman-paman mereka. Bertekad merebut kembali kursi ketua, Jolie mengakali mereka dalam rapat dewan dan merebut kekuasaan. Pembalasan pun datang: dia difitnah sebagai pembunuh dan perusahaannya disabotase. Namun, Jolie berhasil mengatasi setiap serangan dan membuat mereka membayar mahal. Menyadari Jacob tak kunjung berubah meski diberi kesempatan, Jolie pun mengatur agar dia mendekam di penjara selama tiga bulan. Alhasil, pengalaman itu mengubah si pemberontak menjadi seseorang yang memandang Jolie dengan hormat total.
[Versi suara dubbing] Kembali dengan Topeng
[Versi suara dubbing] Kembali dengan Topeng
Penyanyi bertopeng itu pensiun untuk kekasihnya yang buta. Setelah dia mendapatkan kembali penglihatannya, dia diperdayakan, putus asa, cerai, dan kembali ke panggung, membuatnya penuh dengan penyesalan...
Semalam Bersamanya
Semalam Bersamanya
Bintang kelas C, Sadie, mengetahui pada peluncuran serial baru pacarnya, sutradara ternama Dylan, bahwa dirinya telah dikhianati dan dipermalukan di depan umum. Sadie langsung putus dengannya. Demi balas dendam, dia kemudian mendekati kakak Dylan, CEO Ryan. Setelah semalam bersama, Sadie berencana pergi, tapi justru menyadari bahwa Ryan telah lama jatuh cinta padanya.
Reinkarnasi Dewa Abadi di Kota
Reinkarnasi Dewa Abadi di Kota
Seorang Dewa Agung jenius yang bernama Theo Marwan berhasil menemukan harta karun, namun kemudian dia dikhianati dan dibunuh oleh bawahannya. Siapa sangka Theo akan terlahir kembali di dunia 500 tahun yang lalu sebagai seorang pemuda biasa dengan nama yang sama yang rela dipenjara demi melindungi sang istri Talia Levina. Ia bertekad untuk menulis ulang takdirnya pada kali ini. Akan tetapi, setelah ia keluar dari penjara, bukan sambutan hangat yang didapatkannya, melainkan surat perjanjian perceraian yang menunggunya. Namun itu semua tidak mematahkan semangat Theo, malah membuatnya tumbuh semakin kuat dan bangkit kembali dengan caranya sendiri. Saat kegelapan melanda, Theo maju tanpa ragu untuk melampiaskan semua amarah dan dendamnya.
Keluarga Tercinta
Keluarga Tercinta
Setelah suami meninggal, Carol membesarkan dua putranya sendirian, tetapi putra sulungnya, Johan William menghilang. Dua puluh tahun kemudian, putra bungsunya, James William, terpaksa mengusir Carol karena istrinya tidak menyukainya. Pada saat ini, cucu imut, Santo Horison, memperkenalkan Carol kepada kakeknya. Carol tidak menyangka pasangan kencan butanya ini berasal dari keluarga kaya. Dari sanalah nasibnya pun berubah.
Kisah Pilu Dayang Istana
Kisah Pilu Dayang Istana
Setelah bidan terkenal di ibu kota, Nyonya Mena, terbunuh. Putrinya, Rani Danu masuk istana untuk mencari keadilan. Selama lima tahun, dia merancang strategi untuk mengungkap kejahatan Selir Agung. Dengan kecantikan dan kecerdasannya, dia berhasil menarik perhatian Raja, mengalahkan para selir jahat, dan akhirnya ungkap kebenaran. Dia pun diangkat sebagai Ratu yang memimpin harem dengan adil, lalu memberi kedamaian dan keadilan bagi rakyat.