Logo
Pendekar Pedang Patah
Pendekar Pedang Patah

Pendekar Pedang Patah

84 Bab
Tamat
Dalam Pendekar Pedang Patah, Pancaka dikirim kembali ke masa lalu setelah meratakan berbagai sekte. Kini sang pemegang pedang tanpa bilah harus menentukan takdir barunya. Ikuti kisah fantasy penuh aksi ini dalam petualangan adventure story seru di platform web novel kami.
Bab 1 dari Pendekar Pedang Patah

Di sebuah lembah yang cukup luas, terdapat puluhan pendekar tingkat suci dan ratusan pendekar tingkat raja sedang mengepung seorang pendekar berambut panjang dengan parasnya yang di atas rata-rata. Para pendekar dari berbagai macam sekte dan aliran itu terlihat begitu murka dan kesal terhadap pendekar berwajah tampan dengan sebuah pedang tanpa bilah di tangannya itu.

“Hari ini kau akan menjemput ajalmu, Pendekar Pedang Patah!” teriak salah seorang dari ratusan pendekar yang ada di sana dengan geram.

Namun, berbanding terbalik dengan pendekar yang bergelar Pedang Patah itu. Dia tampak santai dengan eskpresi mengejek, menatap ke arah puluhan pendekar tingkat suci yang ada di depannya.

“Kau yakin aku akan menjemput ajalku? Mungkin kau salah tebak. Bisa saja kau yang lebih dulu pergi ke neraka, Pak Tua!” balas pemuda itu meneriaki pendekar yang tadi meneriakinya.

“Kurang ajar!” pekik pendekar yang kira-kira berumur tujuh puluh tahun ke atas. Namun, karena tenaga dalamnya yang tinggi, wajahnya terlihat jauh lebih muda dibandingkan usia sebenarnya. “Aku pendekar suci dari sekte Tapak, Genting Mahesa akan mengakhiri riwayat hidupmu hari ini juga.”

“Oh! Seramnya. Aku bisa merasakan celanaku basah karena mengompol saking takutnya,” ledek si pendekar yang bergelar Pedang Patah itu dengan ekspresi pura-pura ketakutan.

Lalu dari balik kerumunan pendekar tingkat suci dan raja itu, munculah seorang pria tua berjanggut dan berambut putih yang ia yakini berumur lebih dari seratus tahun. Sama seperti pendekar sebelumnya, pria tua ini juga pastilah dapat mempermuda penampilannya berkat tenaga dalam yang dimilikinya.

“Kau terlalu meremehkan orang, Anak Muda. Jangan salahkan kami jika kau meregang nyawa kemudian,” ucap lelaki berperawakan seperti biksu itu.

Pendekar itu tersenyum dengan percaya diri dan membusungkan dadanya. “Apa yang perlu kutakutkan jika aku memiliki pedang ini?” Ia mengacungkan gagang pedang tanpa bilah itu tinggi-tinggi ke atas langit.

Berkat pedang itu, ia dijuluki sebagai Pendekar Pedang Patah. Bukan berarti pedang itu jelek sehingga mudah patah, justru karena itulah kekuatan sesungguhnya dari pedang tanpa bilah itu berasal. Setiap kali serangan—baik itu fisik atau tenaga dalam—dapat dihalau dengan mudah oleh pedang tanpa bilah itu. Sebuah gagang pedang yang memiliki kemampuan untuk mementalkan semua serangan yang terarah pada pemegangnya.

“Kalau begitu, kau belum bertegur sapa dengan Pedang Pembalik Takdir milikku, Anak Muda,” ujar pria tua berambut putih tadi.

Pendekar Pedang Patah mengerutkan keningnya melihat sebuah pedang yang meliuk seperti sebuah keris yang tipis dan panjang. “Pedang aneh macam apa itu?” tanyanya sedikit mengolok. “Mari kita beradu saja kalau begitu, Kakek Tua!” teriaknya yang langsung melompat ke depan menerjang puluhan pendekar tingkat suci dan raja itu.

Melihat musuhnya melompat mendekat, para pendekar suci itu tentu saja tidak menyia-nyiakan waktu, mereka menarik keluar semua senjatanya mulai dari tombak, pedang, golok, dan lainnya.

“HYAAAAAH!”

Pertarungan tak terelakan, Pendekar Pedang Patah tampak menari-nari di tengah kerumunan pendekar tingkat tinggi itu. Setiap serangan yang terarah padanya dapat dengan mudah ia halau dengan pedang tanpa bilah miliknya.

“Hanya segini saja kemampuan dari para pendekar tingkat suci danr raja? Nenekku bahkan bisa melakukannya lebih baik,” ejeknya sambil terus bergerak menghindari semua serangan yang terarah padanya.

Genting Mahesa yang melihat sedikit celah dari musuh segala pendekar itu langsung mengeluarkan sebuah jurus pamungkasnya. “Raungan Singa!”

Ia melepaskan tinjunya ke udara yang ditujukan pada Pendekar Pedang Patah. Sebuah gelombang udara tak kasat mata tampak bergerak cepat mengincar tubuh bagian belakangnya.

Seakan menyadari ada bahaya yang mendekatinya, Pendekar Pedang Patah lantas memutar tubuhnya dan melihat serangan itu. “Lambat,” ucapnya melihat serangan dari Genting Mahesa yang memang terkesan lambat. Ia meletakan tangan kirinya di depan mulut seolah menahan kantuk menunggu serangan itu datang padanya.

Kemudian, saat serangan itu sudah mulai mendekat padanya, ia langsung memasang kuda-kuda siap siaga.

“Kembalilah ke pemilikmu,” katanya dengan santai memukul gelombang serangan itu kembali pada Genting Mahesa seolah-olah sedang memukul bola bisbol.

Genting Mahesa yang melihat serangannya berbalik kembali padanya—dengan laju dua kali lebih cepat—sontak membulatkan matanya. “Ap—sial.” Pak tua itu menggeram ketika jarak serangnya sudah tak mungkin dihindari lagi.

Namun, saat serangan itu hendak mengenainya, sebuah pedang berbentuk aneh seperti keris menahan dan menghilangkan serangan itu. “Lawanmu adalah aku, Pancaka sang Pendekar Pedang Patah yang menjadi biang onar di dunia persilatan.”

Pancaka—nama dari si Pendekar Pedang Patah—mendecih sebal pura-pura marah ketika serangannya dihalau dengan mudah. “Kau benar-benar tak asik, Pak Tua Surawisesa,” katanya dengan tampang cemberut.

Anggada Surawisesa—nama dari pendekar pemilik Pedang Pembalik Takdir—hanya tersenyum kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar hal itu. “Kau benar-benar anak nakal, Panca. Kemarilah. Pak Tua yang tak asik ini akan mendidikmu dengan benar.” Setelah mengatakan itu, sebuah ledakan aura suci keluar dari tubuhnya.

Para pendekar suci yang melihat hal itu seketika mengambil satu langkah mundur. Mereka memang pendekar tingkat tinggi, tapi hanya segelintir pendekar suci saja yang memiliki tenaga dalam sebanyak tujuh gerbang seperti Anggada Surawisesa.

Dan salah satu yang bisa menyainginya tentu saja Panca. Pemuda berusia dua puluhan akhir itu balik menantang dengan meledakkan aura pembunuhnya yang berada di tingkat yang sama meskipun sedikit di bawah Surawisesa. Ia berada di gerbang keenam akhir.

“Boleh juga kau, Pak Tua. Mungkin aku akan meladenimu menari.”

Surawisesa tidak menjawab, ia memberikan isyarat tangan agar Panca mendekat.

Panca menyeringai lebar melihat hal itu. “Aku datang, Pak Tua. Bersiaplah!” Setelahnya, Panca melayang di udara dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tingginya.

Melihat hal itu, Surawisesa pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua melakukan jual beli serangan di udara. Para pendekar suci yang lain hanya bisa menatap hal itu dengan decak kagum.

Sebenarnya, Panca adalah pendekar yang cukup hebat. Namun, dia menyalahgunakan kemampuannya itu dengan melakukan perbuatan onar, merusak sekte, dan bertindak semaunya. Selama beberapa tahun ini, ia benar-benar membuat dunia persilatan kacau balau berkat pedangnya yang patah itu.

Pertarungan berlangsung sengit. Panca menyerang para puluhan pendekar tingkat tinggi di sana selagi ia bertukar serangan dengan Surawisesa. Akibatnya, hanya tersisa mereka berdua yang masih sadar di lembah yang kini tampak porak poranda itu.

“Kau … apa yang menimpamu sehingga kau berbuat sejauh ini, Panca?” tanya Surawisesa dengan napasnya yang terengah-engah. Ia melihat sekelilingnya di mana para rekannya tergeletak, sebagian tewas dan sebagian tak bisa bertarung lagi.

Sudah seharian mereka bertarung, dan keadaan cukup imbang karena perbedaan usia yang cukup jauh di antara mereka. Kalau saja Surawisesa berada di usia puncaknya, maka hampir mustahil Panca dapat bertarung seimbang dengannya.

Panca mendecih kesal mendengar Surawisesa berusaha mengulik masa lalunya. “Kupikir kau datang ke sini untuk bertarung, Pak Tua. Pergilah ke tempat lain kalau kau hanya ingin mengocehkan sesuatu yang tak penting.” Panca kembali melompat tinggi dan menukik tepat ke arah Surawisesa.

Surawisesa tampak tersenyum sekilas di wajah tuanya. “Kalau begitu, tidak ada cara lain. Aku harap kau bisa berubah setelah ini, Panca,” ucapnya. Ia lalu merapalkan sesuatu di depan pedang berkeloknya. “Pembalik Waktu!”

Sebuah gelombang dahsyat keluar dari hunusan pedang berkelok itu, membuat Panca yang sedang berada di udara terpental dibuatnya.

“AAAAKHHH!”

BRUK

Panca terpental cukup jauh lalu terjatuh dan tak sadarkan diri.

***

Hari sudah pagi ketika Panca tersadar dari pingsannya, ia mengerang sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. “Emh, di mana ini?”

Namun, betapa terkejutnya ketika ia merasakan tangannya menyusut di balik baju yang kini membuatnya tenggelam di dalamnya.

“Apa-apaan ini!” serunya panik ketika ia mengarahkan kedua tangannya ke depan. “Aku berubah jadi bayi?!” Ia lantas berlari ke sungai yang berada tak jauh dariya dan melihat pantulan dirinya di air.

“Tidak, ini pasti mimpi. Tidak mungkin!”

Pancaka sang Pendekar Pedang Patah yang terkenal di seantero jagat dunia persilatan karena ilmu kanuragannya yang tinggi, serta sepak terjangnya yang begitu buruk di dunia persilatan, kini sedang terpaku di tepi sungai, menatap pantulan dirinya yang kini berubah menjadi anak kecil berusia lima tahun.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Gerhana
Gerhana
Dalam novel romance Gerhana, perseteruan antara putri jenderal dan preman dingin Tangguh Langit memicu konflik identitas. Meski terhalang status sosial, aksi dan rahasia mulai terungkap. Baca modern novel ini untuk melihat apakah cinta sanggup menyatukan perbedaan di web novel ini.
Intuition
Intuition
Dalam novel Intuition, Hanna melarikan diri dari penjara demi membalas dendam kematian tragis orang tuanya. Melalui petualangan penuh bahaya, ia terjebak dilema saat mencintai putra musuhnya. Simak kisah seru ini di web novel genre romance action yang penuh misteri dan pengkhianatan.
Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
Dalam Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris, seorang wanita dikhianati suaminya karena masalah genetik. Diabaikan demi ibu pengganti, ia merancang pelarian dari jerat mafia novel ini. Temukan kisah pengkhianatan dan balas dendam dalam romance novel yang penuh aksi dan intrik kekuasaan.
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
Dalam Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!, Mireya, sniper Galaxy Hitam, mengincar nyawa Jenderal Arnold demi membalas dendam keluarga. Misi berbahaya ini menguji loyalitasnya di tengah konspirasi mafia novel dan aksi menegangkan. Baca romance novel penuh intrik ini di platform webnovel sekarang.
KEPINCUT PREMAN SALEH
KEPINCUT PREMAN SALEH
Dalam KEPINCUT PREMAN SALEH, Reyhan sang preman nekat berubah demi memenangkan hati putri Pak Haji. Ia harus menghadapi persaingan dari ustaz muda dan ancaman kakak kembar sang gadis. Simak perjuangannya di romance novel ini, salah satu fiction books terbaru yang penuh aksi dan komedi.
PANGERAN AGUNG
PANGERAN AGUNG
Dalam PANGERAN AGUNG, seorang raja bijaksana di Kerajaan Mandala harus memimpin rakyatnya menghadapi tantangan besar. Ikuti kisah fantasy penuh aksi ini melalui web novel yang menyajikan petualangan epik tentang keberanian dan keadilan. Baca adventure story terbaik ini hanya di platform kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

CEO Dingin Menyesal Setelah Bercerai
CEO Dingin Menyesal Setelah Bercerai
Juan Ladera dan Wina Susana bertemu saat kuliah dan jatuh cinta satu sama lain. Ada seorang gadis bernama Kiran Sophia yang sangat suka dengan Juan, tapi dia meninggalkan Juan begitu saja. Saat bisnis Juan sudah berkembang, dia kembali. Dia mendorong Wina yang sedang hamil hingga keguguran. Mertua Wina yang tidak suka padanya, memaksanya untuk cerai. Setelah itu, Juan dan Wina berpisah walau masih terlihat saling sayang. Pada akhirnya, semua masalah terselesaikan dan mereka kembali bersama.
Dicintai Jenderal, Istrinya Menggila Lagi
Dicintai Jenderal, Istrinya Menggila Lagi
Dokter Rani meninggal mendadak usai operasi berat. Lalu Rani terbangun di era Republik Moko dan tanpa sengaja hamil setelah satu malam tidur bersama Fano. Sejak saat itu, Fano tak bisa melupakannya. Lima tahun kemudian, Fano baru tahu tentang anaknya dan dia langsung melamar Rani!
Bukan Lagi Budak Keluarga
Bukan Lagi Budak Keluarga
Dijebloskan ke penjara oleh Vincent, anak angkat keluarganya, Tyler meninggal dengan sesal di tahap akhir kanker perut. Namun takdir memberinya kesempatan kedua: dia terlahir kembali ke lima tahun lebih awal. Tak mau lagi berkorban untuk keluarga, dia bergabung dengan tim balap Alpha. Bakatnya yang luar biasa membawanya meraih kemenangan beruntun, sekaligus membongkar kecurangan Vincent: mengatur skor dan mencuri penghargaan. Tyler pun memutuskan hubungan dengan keluarganya yang tak adil. Pada akhirnya, dia meraih cinta sejati dan kehormatan untuk mewakili negaranya di Kejuaraan Dunia Balap Mobil.
Mawar Putih dan Kisah Masa Lalu
Mawar Putih dan Kisah Masa Lalu
Saat mengantar makanan, Vera memergoki suami "miskin" yang dicintainya selama tujuh tahun, Samuel, ternyata adalah Pangeran Jamanta yang kaya raya. Samuel tertangkap basah memberikan perhiasan mewah pada Sheryl dan malah meremehkan Vera. Mengira Vera akan memohon untuk tetap bersamanya, Samuel justru terkejut saat Vera melempar surat cerai dan memilih pergi, meninggalkan suami yang telah menipunya demi harga diri.
Mata yang Menembus Batas
Mata yang Menembus Batas
Owen, seorang kurir biasa, tiba-tiba dikaruniai kemampuan khusus untuk mengenali harta karun. Dengan sepasang mata ajaib yang mampu membedakan barang palsu dalam sekejap dan menemukan artefak langka, dia melesat dari kehidupan sederhana menuju puncak kejayaan, menjadi penilai barang antik yang mengguncang dunia antik dan giok. Lewat berbagai bahaya dan intrik, dia tak hanya melindungi kawan-kawannya dan membongkar skema gelap, tapi juga mengukir jalannya sendiri menuju legenda.
Suara Hati di Balik Rahasia
Suara Hati di Balik Rahasia
Sofia Salim, calon siswa ujian masuk perguruan tinggi, hidup lagi setelah jatuh dari atap karena difitnah plagiat oleh Siska Kurnia. Dia menemukan Siska bisa mendengar suara hati, lalu menggunakan sistem ubah suara hati untuk balas dendam. Dengan sistem dan kecerdasannya, Sofia perlahan mengungkap sisi asli Siska, akhirnya diterima di universitas, diundang ke jamuan malam Grup Surya, dan mendapatkan cinta sejati.