Logo
Tumbal Pengantin Iblis
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

37 Bab
Tamat
Dalam novel fantasy Tumbal Pengantin Iblis, hidup damai Kalina berakhir saat ia tak sengaja melepas segel Elang. Kini di zaman modern, ia harus melindungi permata siluman dari kejaran pemangsa. Baca fiction fantasy novels ini untuk mengikuti perjuangan bertahan hidup mereka di web novel ini.

Ringkasan Tumbal Pengantin Iblis

Kalina hanyalah siswi biasa yang menyembunyikan identitasnya sebagai putri CEO demi ketenangan hidup. Namun, kedamaian itu sirna saat ia tanpa sengaja melepas segel terlarang dan bertemu pemuda misterius bernama Elang. Kini, Kalina terikat dengan permata keramat bangsa siluman yang sangat diincar. Di tengah dunia modern, ia harus menghadapi kejaran makhluk supranatural yang haus kekuatan. Mampukah Kalina dan Elang bertahan dari kepungan pemangsa yang menginginkan permata itu?
Selengkapnya

Bab 1 dari Tumbal Pengantin Iblis

"Aaaa … tidak!" Teriakan menggema tertelan hujan lebat pada malam gelap dan dingin.

Kalina pasrah dengan nasib, saat kilatan dan petir sekonyong-konyong menyambar ranting pohon penopang tubuhnya. Gadis itu tersentak, berteriak, memejamkan mata, tubuhnya mulai terjun bebas ke bawah.

"Beginikah akhir hidupku?" ratap Kalina dalam hati. Hatinya kalut, seolah sesuatu lepas dalam dirinya, dadanya nyeri, melayang jatuh ke bawah dengan kecepatan yang sangat cepat. Ketika ia telah merasa di ambang ketidakberdayaan. Sebuah cahaya terang menyilaukan muncul di hadapan gadis itu.

"Apakah malaikat maut tampan datang menjemputku?"

Samar-samar ia melihat sesosok pemuda tampan. Tanpa sadar ia sudah berada dalam dekapannya, dirasakannya otot-otot lengan tangan si tampan yang mendekapnya. Tanpa ragu Kalina menyandarkan kepala pada dada bidang yang terasa sixpack saat tak sengaja tersentuh tangannya. Kalina mendongakkan kepalanya, pemuda itu tersenyum. Sungguh pemandangan indah tak ayal Kalina langsung dibuat terlena menatap wajah indah itu.

"Oh, aku akan mati dengan bahagia berkat ketampanannya."

Pemuda itu membelai pipi Kalina dengan lembut membuatnya tersadar dari lamunan sesaat. Tatapan mereka semakin dalam dan dekat dirasakan napas mereka yang saling menyapu wajah masing-masing. Kalina sempat terkejut ketika bibir mereka saling bertemu.

"My first kiss," bisiknya dalam hati. Kalina memalingkan wajahnya karena malu. 'Andai kata ini sebuah mimpi maka aku akan bangun dengan perasaan malu,' ucap dalam hati merasakan detak jantungnya berparade.

Melayang dalam dekapan seorang pemuda asing, tidak dikenal, berlatarkan cahaya terang yang entah dari mana berasal.

Gerimis yang turun seolah-olah ikut menambah suasana menjadi semakin romantis. Sungguh mimpi indah. Kesadaran Kalina mulai menghilang, mata mulai meredup dalam alunan musik alami malam.

'Aku siap mati dalam dekapanmu!' pikir Kalina.

Cahaya terang bersama kepulan asap putih melebur, hilang ketika jatuh menyentuh tanah. Lolongan serigala perlahan menjauh. Begitu pula dengan teriakan para burung hantu yang kembali tenang dan berbunyi seperti biasa. Seolah tidak terjadi apa pun, semua kembali tenang. Semua terasa gelap bagi Kalina.

Benarkah Kalina akan mati dengan nyaman?

*KarRa*

Beberapa saat sebelumnya.

Setiap tanggal lima belas ketika, bulan terlihat bulat sempurna, konon sering terdengar suara-suara orang menangis, merintih, bahkan jeritan bersahut-sahutan. Percaya atau tidak itulah cerita mitos, dari warga setempat mengenai hutan yang kini, menjadi tempat camping dari sekelompok murid sekolah menengah pertama. Ada yang sering melihat seorang lelaki tampan, atau wanita cantik. Namun, mereka akan menghilang ketika didekati. Malam semakin sunyi di antara bayangan yang berada di bawah sana, seperti terlihat sosok putih berkelebatan. Dia seperti tersenyum di antara pekatnya kabut tebal yang seolah menyelimuti. Sedikit cahaya masuk menerangi hutan rimbun tersebut. Auman binatang malam seolah ikut menyambut bahagia. Rengekan binatang malam lainnya jua seolah menatap penuh harap. Bayangan putih yang kasat mata oleh pandangan orang biasa. Kemudian terbang menari-nari mengitari sekitar sungai dan kemudian ke atas, menatap sebuah tubuh mungil yang tersesat. Tawa girangnya menggema, memecah belah kerumunan burung yang langsung berhambur keluar dari sarang. Bayangan putih itu kemudian terbang, semakin jauh ke atas sana. Namun, seperti ada yang menarik paksa. Bayangan itu kembali lagi ke bawah menjadi kepulan asap putih dan menghilang di balik batu. Ada beberapa serigala mendekat, melolong bersahutan, suara seramnya terdengar merintih seperti meminta pertolongan.

Seorang gadis menangis meraung-raung menyaksikan dengan mata kepala sendiri sang sahabat jatuh ke jurang. Tangannya mengepal memukul-mukul tanah. "Kalina," teriak di sela isak tangis. "Kenapa kamu yang jatuh ke jurang bukannya aku," lanjutnya. Dengan sempoyongan ia mencoba berdiri meski sempat terduduk kembali, lututnya lemas tak bertenaga. "Gak, Alinsia, kamu nggak boleh putus asa, kamu harus bangkit," ujar gadis bernama Alinsia itu menguatkan diri sendiri. "Demi Kalina, aku harus cepat mencari bantuan." Dihela napas panjang berulang kali. "Sabar Kalina aku pasti bakalan cari bantuan buat nolongin kamu, aku mohon bertahanlah."

Tidak patah semangat, dikuatkan hatinya dan kembali bangkit. 'Ayo Alinsi, kamu pasti bisa.' Dia mencoba menyemangati diri sendiri. Menghapus linangan air mata yang membasahi pipi dengan tangan, tak peduli ia dengan wajahnya yang menjadi kotor. Terseok-seok gadis merana itu menapaki jalan yang terjal, tak peduli badan yang terluka ketika melewati semak berduri. Jalanan licin tak dipedulikan lagi, yang ia pikirkan hanya segera mencari pertolongan. Dengan semangat empat lima membara, dipercepat langkah kaki.

Dari jauh sudah terlihat perkemahannya, Aliansi pun berlari pontang-panting mendekati tenda sekretariat. Tampak di sana para anak laki-laki yang tengah berjaga. Ada yang terduduk sambil menahan kantuk. Ada yang mondar-mandir kayak setrika. Ada pula yang tiduran di atas matras. Ada yang lagi ngopi sambil bercengkrama, dan masih banyak lagi.

Brak! Alinsi menggebrak meja sekretariat dengan sangat keras. Semua anggota OSIS yang berjaga pun dibuatnya kaget dan ada yang terjungkal jatuh dari kursi. Ia berhasil membangunkan kantuk mereka. Sebagian terkejut melihat penampilan compang-camping, wajah kotor hasil karya tangannya sendiri, dan rambut awut-awutan mirip nenek gayung itu.

"Tolong," pinta Alinsia, tangisannya pecah kembali.

"Kamu kenapa?" tanya salah seorang yang langsung berdiri dari duduknya.

Reza and the gank pun menghampiri.

"Keadaan kamu kenapa gitu, habis dikejar penunggu hutan ya?" tanya salah seorang pemuda.

"Atau habis gelut sama kucing garong?" timpal seorang cowok lagi.

"Pertanyaan kalian itu gak masuk akal tau gak sih?" cebik Rando, sang wakil ketua OSIS, menghentikan pertanyaan aneh yang lain sebelum mereka berucap. Spontan mereka kompak terdiam, kini hanya terdengar isak tangis Alinsi.

"Coba cerita, kalau kamu nangis gini kita semua gak paham," ucap Reza memegangi lengan Alinsi mencoba menenangkannya.

"Kalina jatuh ke jurang," jawab Alinsi masih menangis.

"Apa?" teriak mereka kompak.

"Kok bisa," pekik Rando. Dengan panjang kali lebar Alinsi menceritakan secara detail kejadian tersebut.

"Aduh kenapa mesti ada kejadian kayak gini sih," keluh Reza, sang ketua OSIS dengan wajah tampan paripurna, dia menggaruk kepala yang tidak gatal. "Rando tolong panggil anak-anak cowok yang lain buat bantu cari Kalina," lanjutnya.

"Sekarang nih," celetuk Rando.

"Nggak besok pagi," desis Reza kesal.

"Kalau besok pagi kenapa kamu perintahkan sekarang Za," keluh Rando dengan wajah tanpa dosa.

"Rando, lama-lama bikin darting tau nggak. Mending lengser aja dari jabatan wakil ketua OSIS sana," cibir Reza kehilangan kesabaran.

"Lho, kok bisa, salah saya apa?" Rando menatap dengan wajah mirip kerbau dicocok hidungnya.

Mendengar perdebatan tidak penting itu membuat Alinsi semakin menangis keras sejadi-jadinya. "Kalian ini punya perasaan gak sih!" bentak Alinsi membuat semuanya terdiam mematung.

"Sabar ya Alin, sekarang kau basuh wajah kotor kamu dulu sana, kamu kelihatan nyeremin kita di sini," ujar Rando membuat Alinsi mendelik ingin sekali menampar jidat cowok itu dengan panci.

"Ok, kita rapat darurat dulu sekarang!" ajak Reza.

Setelah berkutat dengan perdebatan yang penting tidak penting, para jantan-jantan pun akhirnya berkumpul. Dipandu Alinsia mereka menuju ke tempat kejadian perkara.

"Tunggu kami Kalina," gumam Alinsia.

Bersambung….

@lovely_karra

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dendam Seorang Pelacur
Dendam Seorang Pelacur
Dalam modern novel Dendam Seorang Pelacur, Felisha bergabung dengan agensi elite untuk memburu pembunuh orang tuanya. Bersama Shasya, ia menempuh misi berbahaya penuh aksi dan mystery story demi membalas dendam meski harus mempertaruhkan segalanya dalam petualangan hidup yang kelam.
GAIRAH PEREMPUAN NAGA
GAIRAH PEREMPUAN NAGA
Dalam GAIRAH PEREMPUAN NAGA, Diandra harus mengungkap takdirnya sebagai titisan Dewi Kesayangan Langit. Melalui elemen fantasy dan adventure, gadis yatim piatu ini menghadapi ujian hidup demi masa depan. Baca fiction fantasy romance books ini sebagai web novel pilihan yang penuh intrik.
JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
Dalam JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN, Leina berjuang mengejar cinta Arsen di tengah misi berbahaya. Sebagai romance novel penuh misteri, mereka harus menghadapi ancaman musuh yang mengincar nyawa. Akankah misi dan perasaan bersatu? Baca kisah selengkapnya di web novel penuh aksi ini.
JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
Dalam JOSEPH HUNTER (Fight for Trust), Joseph terjebak kontrak hitam demi memburu kartel The Demon setelah kehilangan istrinya. Mafia novel penuh aksi ini membawa Joseph bertemu Vanessa yang mirip Camila. Baca online novel petualangan penuh dendam ini di tengah intrik mafia romance books.
Mr. Reagan
Mr. Reagan
Dalam novel Mr. Reagan, seorang CEO sekaligus pembunuh berantai di London mengincar Clara sebagai korban. Namun, obsesi mengubah rencana sang billionaire untuk memilikinya seutuhnya. Ikuti kisah penuh intrik dalam thriller romance novel ini yang bisa Anda baca di webnovel.
Pedang Terhunus
Pedang Terhunus
Dalam Pedang Terhunus, saksikan misi Khalid Bin Walid membela Islam di medan tempur tanpa kekalahan. Adventure story ini mengungkap strategi jenius sang panglima dalam sejarah web novel aksi. Ikuti perjuangan penuh taktik dan kekuatan yang menjadikannya legenda tak terkalahkan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Berani Menghina Kuasa Mutlakku
Berani Menghina Kuasa Mutlakku
Sony Japhar, Kepala Perancang Tempur Generasi Ketujuh, pulang ke kampung halaman untuk mengajar. Di kereta cepat, dia tak sengaja bertemu Rahayu Liem yang menuduhnya merekam diam-diam demi konten. Setibanya di kampus, Rahayu memalsukan bukti, menyuruh preman menghasut mahasiswa hingga mengepung dan menghina Sony. Hingga akhirnya Sony tak bisa menahan diri dan melancarkan serangan balasan dahsyat yang membuat Rahayu menanggung konsekuensi pahit.
Penentu Takdir
Penentu Takdir
Nina, makhluk abadi penguasa hidup dan mati, diminta melindungi Keluarga Vior selama setahun, ditukar dengan nyawa dan pahala sang kepala keluarga. Setahun berlalu, Nina hendak diusir. Tapi tiba-tiba, Keluarga Sena datang memohon, karena hanya Nina yang bisa selamatkan pemimpin mereka.
[Versi suara dubbing] Dosa Seorang Saudara Laki-Laki
[Versi suara dubbing] Dosa Seorang Saudara Laki-Laki
Seorang pasangan dewasa madya berjuang untuk memiliki anak. Istrinya diperdayakan oleh ipar laki-lakinya—seorang pengusaha gagal—dengan ramuan tradisional, dan dia mencoba diam-diam untuk hamil tanpa diketahui oleh suaminya...
[Versi suara dubbing] Berkat yang Berbalik Buruk
[Versi suara dubbing] Berkat yang Berbalik Buruk
Tiga tahun yang lalu, dia mensponsori seseorang saat berdoa untuk anak masa depannya. Tiga tahun kemudian, orang yang disponsori melakukan magang bersama teman-teman, salah mengira sang sponsor mencintainya, dan mengganggunya ketika dia hamil, hampir menyebabkan keguguran.
Hidup Kedua, Cinta Sejati Menanti
Hidup Kedua, Cinta Sejati Menanti
Di kehidupan sebelumnya, Nadya Lestari menikah dengan Raka Wirawan, pria yang paling ia cintai. Tapi demi wanita pujaan hatinya, Raka justru menguras habis harta keluarga Nadya dan membiarkan keluarganya hancur. Takdir memberinya kesempatan kedua. Kali ini, Nadya kembali ke titik hidupnya saat harus memilih pasangan hidup. Tanpa ragu, ia memilih Dimas Pranata, pria yang tulus dan bermoral. Saat Raka sadar Nadya tak lagi memilihnya, penyesalan pun datang... tapi semuanya sudah terlambat.
Suami Pengganti Ternyata Taipan
Suami Pengganti Ternyata Taipan
Di hari pernikahan Fiona, takdirnya dan takdir kakaknya, Amber, ditulis ulang. Amber merebut calon suami kaya Fiona, Leo Lynch, yang membuat Fiona terpaksa menikahi Noah Porter, satpam yang tampak miskin. Sadar akan tipu daya keluarga Lynch, Fiona menerima jalan barunya demi ketenangan. Namun, latar belakang Noah yang misterius membuatnya disegani para pebisnis berpengaruh. Sementara itu, impian Amber untuk hidup mewah hancur karena suaminya selingkuh, yang mendorongnya mengincar keluarga Porter yang kaya raya, hingga menemukan kemiripan mengejutkan antara pewaris mereka dengan Noah.