Logo
The Ex Brother 2
The Ex Brother 2

The Ex Brother 2

93 Bab
Tamat
Dalam The Ex Brother 2, Olivia Finley berjuang mempertahankan identitas barunya di tengah guncangan jarak dengan Rhys. Saat hubungan goyah, ia terjebak intimidasi Brady White. Baca romance novel penuh aksi ini di platform webnovel untuk melihat perjuangan ZeeZee melawan penguasa kota.

Ringkasan The Ex Brother 2

ZeeZee kini menjalani hidup baru sebagai Olivia Finley. Namun, hubungannya dengan Rhys terus diterjang badai akibat rasa cemburu, ketidakpercayaan, dan bayang-bayang masa lalu yang belum usai. Saat berjuang sendirian dalam jarak, Olivia tidak menyadari bahwa ia tengah diincar oleh penguasa kota yang misterius, Brady White. Pria kejam itu menghujani Olivia dengan derita demi sebuah ketundukan. Akankah jiwa pemberontak ZeeZee tetap bertahan dalam identitas Olivia Finley?
Selengkapnya

Bab 1 dari The Ex Brother 2

Olivia Finley

“Bisakah kau mengantarkan pakaianku sekarang, Nona?” Suara diseberang terdengar mendesak, terlewat menyebalkan, dan berisik.

“Itu artinya ada tambahan biaya sebesar dua ratus ribu.” Kuberitahu dia sebelum nanti menolak tagihan, padahal si jalang ini yang bersikeras diawal bahwa dia akan mengambil sendiri pakaiannya di tempatku.

“Ya, ya. Itu tidak masalah. Tolong antarkan sekarang. Akan kukirimkan alamatnya.”

Aku mengiyakan dengan cepat dan mengakhiri panggilan. Melihat alamat yang dikirimkan dan mulai memikirkan cara untuk menempuh jarak ini hanya dalam hitungan enam menit saja.

Meminta Hyra Lewis berjaga di depan, aku segera membawa dua dress berbahan tipis bergelimang mutiara di beberapa bagian—aku sama sekali tidak sempat memperhatikannya—yang sudah berplastik kemasan dengan gantungannya ke mobilku.

Benar, aku bisa tiba hanya dalam hitungan enam menit ke hotel Oceana. Aku berjalan melintasi lobby dengan cepat, berpapasan dengan beberapa orang pria yang semuanya asing bagiku, lalu menuju elevator.

Aku berhasil melewati desakan di dalam elevator dengan tetap menjaga kerapian pakaian yang kubawa. Lalu mengetuk pintu kamar dua nol satu, tapi tidak ada jawaban setelah aku menunggu sebentar.

Saat kuayunkan kepalan tanganku sekali lagi untuk mengetuk pintu, sebuah cengkeraman kurasakan menahan gerak tangan kananku.

Menoleh ke kanan dengan perasaan kesal, aku melihat seorang pria—tidak tampan, tidak juga jelek—hanya saja tubuhnya tinggi, sedang menatapku dalam sepasang mata yang teduh, namun sorotnya begitu tajam.

Berbahaya!

Seketika itu juga dia melepas cengkeramannya padaku.

“Berikan pakaian itu padaku, Nona.” Dia melirik kemasan plastik dengan hanger di tanganku.

“Nona Siren harus membayar tagihan ini, dan tambahan dari biaya pengantaran.” Kukeluarkan secarik faktur berisi detail layanan yang kuberikan pada wanita bernama Siren itu, ke hadapan pria ini.

Ah, ya. Aku ingat wajah ini. Tadi kami berpapasan di lobby. Dia satu di antara tiga pria yang berjalan lawan arah denganku.

“Ini. Dan sisanya ambil saja untukmu.” Dia menyerahkan lima lembar ratusan yang dua dari itu, bukanlah hakku.

Pria ini menatapku dengan garis kerutan sekilas di keningnya yang gelap.

“Tidak perlu, Tuan, terima kasih. Aku mengambil sesuai tagihan Nona Siren saja. Ini kembaliannya.” Kusodorkan dua lembar ratusan ribu itu padanya.

“Terima saja.” Dia bersikeras.

“Tidak, Tuan. Terima kasih banyak.”

Kudengar dia menghembuskan napasnya dengan kasar, mungkin saja kesal.

“Kau ini keras kepala sekali ya?”

Kutebak dia sedang mengejekku. Suaranya terdengar menghina. Tapi apa peduliku? Mengenalnya saja tidak!

Tersenyum canggung ala diriku. Biar kutunjukkan bagaimana aku sangat tidak nyaman bicara dengannya.

“Permisi, Tuan.” Aku berpamitan sambil lalu, sembari berjalan.

Tidak kudengar suara apa pun dibelakangku. Bagus. Sekarang saatnya pergi—

Ponselku berdering dan bergetar sekaligus. Cepat gerakan tanganku meraih ponsel dan menjawab panggilan.

“Halo,” sapaku pelan.

“Aku mendengar suaramu bergema. Kau di mana?” Diseberang, seperti biasa.

“Di lorong hotel.”

“Kau ....” Dia menggantungkan ucapannya dengan nada hening sebagai latar belakangnya.

“Mengantarkan pakaian pelanggan.” Aku sudah siap mendesah kecewa. Aku rindu padanya, sangat.

“Dia—”

“Dia seorang wanita, Sayang.” Walau justru pria yang mungkin kekasih, suami, atau selingkuhannya yang menerima pakaiannya tadi.

Helaan lega, aku tahu. Meski terdengar dia berusaha menutupinya. Jika begitu khawatir, kenapa tidak datang ke sini untuk memastikannya sendiri?

Seseorang terdengar memanggil namanya, suara pria asing. Jadi aku berdiam diri menunggunya mengakhiri panggilan. Seperti biasa. Seperti ketika aku tidak pernah memiliki keberanian untuk mengeluh, apalagi protes padanya.

“ZeeZee, ah Olive. Sampai nanti, Sayang. Aku harus pergi.” Dia masih sulit membedakan dua nama itu.

“Ya. Aku mencintaimu, Rhys.” Ucapan penuh rasa rindu itu membuatku bersedih, ini ....

“Aku juga sangat mencintaimu.”

Langsung kutekan tanda panggilan harus berakhir. Aku sudah tidak lagi kuat menahan suaranya berlama-lama terdengar di telingaku.

Memang baru sekitar dua bulan atau lebih sedikit, Rhys mengunjungiku ke sini, seperti kebiasaannya sejak dua tahun aku menghilang dari Yellowrin.

Tapi kebiasaan itu mulai sedikit banyak berubah, sejak kematian David dan Tessa Oxley.

Mereka berdua mengalami kecelakaan pesawat terbang tujuh bulan lalu. Aku tidak datang ke pemakaman keduanya karena Rhys dan Luigi melarangku. Dua kakak beradik itu, menganggap keadaan tidak aman untukku jika aku tiba-tiba kembali ke Yellowrin.

Apa maksudnya itu? Apa keberadaanku seberbahaya anggota keluarga Oxley lainnya? Jelas tidak! Aku bukan ancaman bagi siapa pun, kecuali dua orang tua yang telah membesarkanku selama dua puluh tujuh tahun itu. Aku memang—

Ah, sial! Aku mulai kesal dengan gangguan telepon walau sebenarnya ini memang harus kuterima sebagai bentuk profesionalisme pekerjaanku yang seorang penerima jasa.

“Ya, halo—”

“Kenapa pakaianku seperti ini?” pekik wanita diseberang, dan itu Siren.

“Kenapa dengan pakaianmu?” Berusaha santai, sangat santai, aku bertanya sambil mencurigai sesuatu. Pria tadi. Pasti dia.

“Ganti rugi pakaian mahal edisi terbatas milikku ini!” Dia memekik lagi. Daripada marah, suaranya lebih terdengar panik dan frustrasi.

“Tanyakan pada pria yang memberikan pakaian itu padamu.” Aku tidak ingin bertanggung jawab, sungguh.

“Pria? Siapa? Pelayan hotel? Dia yang melakukannya?”

Sialan! Si berengsek itu pasti sengaja memberiku pelajaran, bermain-main dengan pekerjaanku. Tapi bodohnya aku, kenapa tadi kuberikan begitu saja pakaian milik Siren padanya?

“Hei, bisakah kau ke sini saja dan kita bicarakan ini?” Siren masih sama, panik dan frustrasi. Kombinasi yang tepat.

“Ya, baiklah.” Aku menyerah, tanggung jawab dan kepercayaan, serta nama baik penatu milikku menjadi taruhan besar dalam hidupku sekarang. Tanpa usaha ini, aku bisa apa di kota kecil yang apa pun itu dijual dan berharga tiga kali lebih mahal dibandingkan kota lain.

Terjadi begitu cepat, padahal baru saja aku menyusuri lorong sembari menerima panggilan dari Rhys dan pria sialan yang tadi di depan pintu, bisa segera menghancurkan pekerjaanku dalam sekejap.

Kamar dua nol satu. Lagi, aku mengetuk pintunya. Seperti tadi, tidak ada jawaban. Dengan perasaan emosi yang mulai mencapai titik didih, aku memutar gagang pintu dan terbuka.

Ah, seharusnya sejak awal aku langsung bergerak seperti ini agar tidak ada masalah lain, dan aku tidak perlu bertemu si pria berengsek itu!

Kosong. Apa dia di kamar mandi?

Aku menutup pintu, dan pria tadi ternyata ada dibaliknya. Dasar sialan!

“Kau tidak terkejut? Itu hebat.” Pertanyaan sekaligus pujian.

Terkejut, tentu saja. Tapi berhubung aku memiliki kehidupan masa lalu yang selalu memacu adrenalin, hal seperti ini tidak akan membuatku berteriak-teriak histeris atau menangis dan berlutut mohon pengampunan agar tidak dilecehkan.

“Katakan, apa tujuanmu dan apa maumu, hah?” Aku membentak. Selama dua tahun tinggal di kota ini, aku tidak pernah bermasalah dengan siapa pun. Kuhindari itu karena pekerjaanku membutuhkan kepercayaan dan nama baik dari pemiliknya. Menurutku begitu, atau memang aku yang sudah lelah terus berbuat onar seperti di Yellowrin.

“Tidak ada. Aku tidak bertujuan apa pun, tapi aku memang mau satu hal darimu.”

Bersambung.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ashes of Midgard
Ashes of Midgard
Terjebak di dunia fantasy abad pertengahan tanpa ingatan, Rio harus memimpin party pasukan bayaran untuk bertahan hidup. Ashes of Midgard menyajikan kisah adventure penuh aksi saat mereka mengungkap rahasia dunia ini. Baca fiction fantasy novels ini sekarang di platform web novel kami.
Cinta Sang Pewaris Lumpuh
Cinta Sang Pewaris Lumpuh
Dalam Cinta Sang Pewaris Lumpuh, Emery Olivia dari klan pembunuh bayaran mengincar kekuasaan Erios Danbert. Di balik genre romance dan mafia novel ini, keduanya terjebak intrik kekuasaan dan bahaya. Baca kisah mereka dalam web novel penuh aksi dan rahasia tersembunyi ini secara online.
Devil Heart Angel
Devil Heart Angel
Dalam Devil Heart Angel, David Edward yang kejam menghadapi kekacauan hidup setelah bertemu Anesia Sabila. Novel modern penuh aksi ini mengungkap bagaimana prinsip sang malaikat berhati iblis goyah. Baca romance novel ini untuk melihat konsekuensi dari pertemuan yang mengubah takdir mereka.
I'm The Beast
I'm The Beast
Dalam I'm The Beast, Rodolfo Silas bertransformasi dari pembunuh bayaran menjadi pelindung desa melawan teror Werewolf Stories. Namun, penculikan oleh klan elit mengubahnya menjadi monster. Ungkap misteri dan aksi bertahan hidup dalam adventure story yang penuh ketegangan ini.
Immortal and The Beast
Immortal and The Beast
Dalam Immortal and The Beast, Theodore terbangun 100.000 tahun kemudian di tubuh pemuda lemah. Mantan immortal ini harus berjuang sebagai hunter demi bertahan hidup. Ikuti petualangan penuh aksi ini dalam fantasy novel dan LitRPG novels terbaik hanya di platform web novel kami.
Ketua Geng Itu Suamiku
Ketua Geng Itu Suamiku
Dalam novel romance Ketua Geng Itu Suamiku, Ayu terjebak pernikahan muda dengan Bin, pemimpin geng motor. Di tengah konflik action dan ancaman musuh, ia harus menjaga beasiswa sambil menghadapi cinta segitiga. Baca kisah young adult fiction romance books ini di platform online novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Dalam Sepotong Teknologi
Cinta Dalam Sepotong Teknologi
Demi memberi hidup bahagia bagi wanita yang dicintainya, Raja Teknologi Xander Xavier, rela menjadi tukang servis jaringan internet. Namun saat Xander dikhianati, tak ada jalan lain selain membalas penghinaan dan kembali menjadi Raja Teknologi yang disegani sekaligus mendapatkan cinta sejati yang selama ini diimpikannya.
Bangkitlah, Lena!
Bangkitlah, Lena!
Di tempat kerja dan rumah, Lena Lesley terus menjadi korban perundungan, ditindas suami bejat dan ibu mertua kejam. Hidupnya runtuh saat didiagnosis kanker lambung stadium akhir. Di ambang bunuh diri, ia mendadak memenangkan lotre, lalu mengetahui perselingkuhan suami dan pengkhianatan keluarga. Di titik tergelap, Juan Karz muncul, membangkitkan bakat dan tekad Lena untuk balas dendam. Namun di ujung kebangkitan itu, tersembunyi pembalikan takdir tak terduga.
Hidup untuk Cinta
Hidup untuk Cinta
Saat Eva berusia sepuluh tahun, dunianya runtuh setelah ayahnya meninggal tragis akibat fitnah keji. Bertahun-tahun kemudian, setelah merasa cukup siap untuk menuntut keadilan, dia mendekati Roger, putra tersangka utama dalam kasus itu. Eva yakin, pria itu menyimpan rahasia tentang nasib ayahnya. Namun, tanpa sepengetahuan Eva, Roger justru telah lama mengetahui penyamarannya. Di matanya, terbaca rasa bersalah dan penyesalan yang dipendamnya selama sepuluh tahun. Saat kabut kasus lama itu akhirnya tersingkap dan pelaku sejati terbongkar, Eva dan Roger pun menemukan jalan untuk merajut cinta.
Ramalan Darah
Ramalan Darah
Ketika Sophia berusaha mencari saudara kembarnya yang hilang, Tina, jejaknya membawanya ke Velum Rubrum, sebuah klub malam vampir elite yang dikuasai keluarga Von Drák yang kejam. Makin jauh dia menyelami dunia gelap nan menggoda itu, Sophia menemukan ramalan mengerikan, kisah cinta terlarang, dan perang supranatural yang bisa melahap mereka semua.
Jangan Bilang Lagi
Jangan Bilang Lagi
Awalnya dia berpura-pura tuli dan bisu demi pemeran utama pria, tetapi akhirnya dibenci olehnya. Ketika identitas aslinya terungkap, bagaimana dia akan menangani cinta yang tidak seimbang ini, apakah dia mampu memulai hidup baru?
Balas Dendam di Kota Naga: Bangkit Setelah Perceraian
Balas Dendam di Kota Naga: Bangkit Setelah Perceraian
Lin Chen, yang dikenal sebagai “Dewa Mobil” karena telah menyelamatkan tokoh-tokoh berpengaruh, menolak ketenaran dan penghargaan demi menikahi Leng Nanxiang dan membantu membangkitkan kembali kejayaan keluarga Leng. Berkat bantuannya, keluarga Leng menjadi salah satu yang paling berkuasa di Longcheng. Namun, kesuksesan justru membuat Leng Nanxiang menjadi angkuh—dan ia menggugat cerai Lin Chen, mengusirnya dari kehidupan mereka. Ketika keluarga Leng menghadapi krisis keuangan, Lin Chen memutuskan untuk melawan. Dalam pertarungan sengit antar keluarga kaya, identitas asli Lin Chen yang misterius perlahan terungkap, memicu perebutan kekuasaan yang penuh intrik dan bahaya.