Logo
Tears
Dalam novel Tears, Isabelle harus menghadapi dendam Arkansas, dosennya yang bertekad menghancurkan hidupnya akibat masa lalu kelam sang ibu. Billionaire romance novel ini mengisahkan perjuangan Ibell bertahan dari bullying dan utang di tengah konflik modern novel yang penuh tekanan.

Ringkasan Tears

Meski putri miliarder Raven Artharwa Al Rasyid, Isabelle hidup menderita sejak tinggal bersama ibunya, Celine, mantan narapidana. Ibell menjadi sasaran perundungan akibat masa lalu kelam sang ibu, bahkan harus bersembunyi dari kejaran rentenir. Penderitaannya kian berat saat Arkansas, dosennya sendiri, menaruh dendam padanya. Arkan menganggap Ibell mewarisi sifat jahat ibunya yang dulu mencelakai orang terdekatnya. Ia bertekad menghancurkan hidup Ibell sebagai aksi balas dendam.
Selengkapnya

Bab 1 dari Tears

"Mbok mohon dengan sangat Den Raven, tolong bawa Bu Celine ke rumah sakit. Ibu sedang sakit keras, Den. Sudah seminggu ini badannya panas seperti terbakar api. Hidungnya juga mimisan. Mbok rasa penyakit Bu Celine ini bukan penyakit biasa. Ibu perlu di opname di rumah sakit sepertinya, Den," mohon Mbok Darmi pada mantan majikannya. Saat ini ia berada di rumah Raven Atharwa Al Rasyid. Mantan majikan laki-lakinya. Setelah Celine Brata Kesuma bercerai dengan Raven, ia tetap ikut dengan Celine. Karena sedari bayi merah pun, ia telah mengasuh Celine. Dan hari ini ia khusus ke rumah Raven, karena Celine jatuh sakit. Ia ingin meminta bantuan Raven. Ia tidak tau lagi harus mencari bantuan ke mana. Karena keluarga besar Brata Kesuma telah memutuskan hubungan keluarga dengan Celine.

"Maaf ya, Mbok. Saya sudah capek selama dua tahun ini terus saja dibohongi oleh Celine. Mbok ingat tahun lalu, sewaktu dia bilang Ibell sakit keras dan butuh dana seratus juta? Apa yang terjadi setelah saya mentransfer dananya? Dia malah menggunakan uang itu untuk pelesiran keluar negri," geram Revan.

"Lantas tahun lalu. Saat dia bilang dia sedang sakit parah dan minta bantuan pengobatan lima puluh juta. Tapi apa hasilnya? Uangnya dia pakai berjudi dan mabuk-mabukkan. Makanya saya tidak mau lagi mentransfer biaya bulanan Ibell padanya. Tetapi langsung meminta Ibell mengambilnya ke sini setiap bulan. Apa yang terjadi? Anak itu hanya datang tiga kali dan selanjutnya si Mbok lah yang mengambil. Lama-lama anak itu makin mirip dengan sifat ibunya. Keras kepala sekali," keluh Revan geram. Ia capek menghadapi tingkah ibu dan anak yang selalu saja membuatnya naik darah.

"Kalau saya yang menjenguknya ke sana 'kan tidak baik. Saya ini sudah bercerai dari ibunya. Takutnya akan timbul fitnah yang tidak-tidak kalau saya keseringan ke sana."

Curahan hati Revan ditanggapi Mbok Darmi dengan helaan napas berat. Beginilah nasib seorang anak yang kedua orang tuanya bercerai. Di bola ke sana ke mari dan dijadikan pelampiasan kekesalan orang tuanya.

"Walaupun Den Raven sudah cerai dari Bu Celine, tapi Ibell 'kan tetap anak Aden. Aden wajib menjenguknya di rumah. Ibell masih 10 tahun. Masih anak-anak. Mungkin dia malu kalau dia yang terus datang ke sini menemui Aden kalau dia rindu." Mbok Darmi berusaha memberi pengertian pada mantan majikannya.

"Siapa suruh dia dulu malah memilih tinggal bersama ibunya setelah Celine keluar dari penjara? Reksi begitu sayang padanya dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Tapi dia malah mempersulit diri sendiri. Anak itu sekarang susah sekali diatur. Memang punya anak dari orang seperti Celine itu adalah suatu kesalahan besar."

Ibell yang berdiri di pagar rumah mendengarkan semuanya dalam diam. Ia memang tidak ikut dengan Mbok Darmi ke teras rumah. Namun ia mengintip dari sela-sela pagar. Makanya ia bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas. Ibell mengusap matanya yang kini berair. Berarti di mata daddynya dia adalah sebuah kesalahan. Ibell sedih. Ia bukannya mau mencari susah dengan ikut mommynya setelah mommynya bebas dari penjara. Ia hanya kasihan pada mommynya. Opa dan omanya sudah membuang mommynya dari daftar silsilah keluarga Brata Kesuma. Teman-teman mommynya juga semua ikut-ikutan menjauhi mommynya. Ibell tidak tega melihat mommynya terpuruk seorang diri. Oleh karena itulah dia memutuskan untuk ikut dengan mommynya.

Mengenai dia tidak mau mengambil jatah bulanan ke rumah daddynya. Itu semua karena ibu mama tirinya, Oma Astri, selalu saja menyebutnya si penagih hutang. Karena dia selalu datang ke sana untuk mengambil uang, setiap tanggal satu setiap bulannya. Makanya ia segan kalau harus ke sana. Ia malu.

"Pulanglah, Mbok. Maaf saya dan suami tidak bisa membantu Celine, karena dia bukan apa-apa kami lagi. Lain kalau itu masalah Ibell. Kami pasti akan turun tangan. Karena apapun yang terjadi, Mas Raven adalah ayahnya. Tetapi kalau masalah Celine, maaf saja, kami tidak bisa membantu."

Reksi menghampiri suaminya dan memintanya masuk ke dalam rumah. Sedari tadi ia hanya menjadi pendengar yang budiman.

"Tolonglah, Den. Bu Celine benar-benar sakit keras. Ibu bahkan -"

"Ayok, Mbok. Kita pulang saja. Mommy dan Ibell cuma kesalahan dalam hidup daddy."

Ibell yang sedari tadi mendengarkan dalam diam menerobos masuk. Ia tidak tahan lagi melihat si mboknya terus memohon-mohon. Ia kasihan pada si mboknya.

"Daddy tidak usah khawatir. Ibell janji, mulai hari ini dan seterusnya, Ibell tidak akan pernah ke rumah ini lagi untuk menemui Daddy. Ibell tidak mau kalau setiap kali Daddy melihat Ibell, Daddy akan teringat kembali pada kesalahan Daddy. Permisi."

Ibell menghela lengan Mbok Darmi. Mengajaknya keluar rumah. Saat tiba di perempatan jalan, ia mengajak Mbok Darmi naik ke dalam angkot yang kebetulan sedang melintas. Ia meninggalkan rumah daddynya dengan satu tekad. Bahwa untuk seterusnya ia tidak akan sudi kembali ke rumah daddynya lagi. Mulai hari ini ia hanya punya mommynya dan Mbok Darmi.

Akan halnya Raven, ia baru tersadar saat Ibell telah berlalu. Ia merasa bersalah. Ibell memang masih kecil. Tapi ia pasti mengerti tentang penolakan. Makanya Ibell pergi. Raven sadar ia telah terpeleset kata. Tidak seharusnya ia berucap seperti itu. Ketika Raven tersadar dan mulai berlari ingin mengejar angkot tersebut, Reksi menahan tangannya.

"Mas, aku tidak keberatan kalau Mas menemui Ibell, menafkahi Ibell dan menyayangi Ibell. Karena Mas itu memang ayahnya. Aku juga menyayanginya, Mas. Walaupun aku ini hanya ibu sambungnya. Tetapi kalau Mas menemui Celine, itu lain cerita. Aku tidak akan mengizinkan. Mas ingat 'kan kejadian saat Celine mencium paksa Mas  dan menyebarkannya di medsos dengan caption rindu mantan?"

Revan terdiam. Celine memang keterlaluan. Itulah makanya ia tidak mau lagi menemui Ibell di rumah Celine. Celine itu licik seperti ular.

"Mas ingat 'kan betapa sakit hati dan malunya Aku ditertawakan semua. Belum lagi mama yang terus saja memarahiku karena mengganggap aku ini tidak becus menjaga suami.

Jangan jatuh di lubang yang sama sampai dua kali, Mas. Itu konyol namanya. Kalau Mas ingin minta maaf pada Ibell atas kata-kata yang tidak sengaja Mas ucapkan tadi, Aku setuju Mas. Kita memang tidak pantas berbicara seperti itu. Karena apapun yang terjadi dalam hubungan kalian dulu, Ibell tidak pernah minta dilahirkan. Besok saja kita sama-sama menemui Ibell di rumahnya. Ayo sekarang kita masuk Mas. Sudah malam."

Dengan apa boleh buat, Raven mengikuti saran istrinya untuk kembali ke rumah.

Tapi yang terjadi keesokan harinya adalah, anak mereka, Raphael, terserang typhus. Mereka sekeluarga pun sibuk mengurus Raphael seharian di rumah sakit. Masalah Ibell akhirnya terlupakan.

***

Seminggu telah berlalu.  Raphael telah sembuh. Dan hari ini Raven dan Reksi bermaksud mengunjungi Ibell untuk meminta maaf.

Saat ini mereka tengah mencari rumah kontrakan Celine yang baru. Karena ternyata Celine telah pindah kontrakan sejak setahun yang lalu. Untung saja tetangga Celine tau alamat Celine yang baru. Kalau tidak, entah ke mana mereka akan mencari Ibell. Nomor ponsel Celine selalu berganti, dan Mbok Darmi tidak mempunyai ponsel.

Dan di sini lah sekarang mereka berada. Di jalan sempit kavling kontrakan Celine yang baru. Jujur,

Raven merasa sangat bersalah saat melihat betapa kumuhnya tempat tinggal anaknya, sementara rumahnya sendiri laksana istana. Reksi juga bereaksi sama. Wajahnya mendung saat melihat betapa menyedihkan kehidupan anak tirinya.

"Maaf, Bapak mencari siapa?" Seorang ibu-ibu berdaster dan anaknya yang masih SD, heran melihat ada orang kaya yang singgah dikontrakkan mereka yang kumuh.

"Saya mencari rumah Bu Celine. Rumahnya yang mana ya?" tanya Revan gelisah. Wajah sang ibu mendadak terlihat sedih.

"Bapak sudah terlambat. Bu Celine sudah meninggal dunia lima hari yang lalu."

Innalilahi wainalilahirojiun.

Raven dan Reksi tersentak kaget. Ternyata Mbok Darmi memang tidak berbohong.

"Bu Celine sakit apa ya, Bu?" Terbata-bata Raven akhirnya bisa bersuara juga.

"Sakit demam berdarah, Pak. Tetapi tidak dibawa ke rumah sakit. Soalnya mereka tidak mempunyai biaya, Pak. Kasihan, Ibell sampai berulang kali tidak sadarkan diri. Ayahnya entah di mana, eh ibunya meninggal pula? Bukannya kami semua mensyukuri orang yang sudah meninggal ya, Pak. Tetapi Bu Celine itu menang selalu membuat masalah. Membawa laki-laki ke rumah, mabuk-mabukan, belum lagi kalau rentenir-rentenir itu datang. Habislah Mbok Darmi dan Ibell yang dimaki-maki. Karena biasanya Bu Celine melarikan diri setiap dikejar hutang," adu si ibu semangat.

Hati Raven remuk. Dia sangat menyesal karena terlambat mengetahui neraka seperti apa saja yang telah dilalui oleh putri kecilnya. Celine memang brengsek!

"Se--sekarang Ibell dan pengasuhnya ada di rumah Bu?"

"Nah, itu dia hal yang membuat kami semua semakin tidak tega melihat nasib Ibell. Pemilik kontrakan kemarin mengusir mereka karena tidak mampu membayar uang kontrakan. Kami semua juga tidak tau merek pindah ke mana. Para rentenir sudah dari kemarin bolak balik ke sini mencari Mbok Darmi dan Ibell. Kami mendengar rentenir itu bilang akan menjual Ibell pada salah satu agen perdagangan anak di luar negri untuk menebus hutang Bu Celine."

"Apa? Kurang ajar sekali mereka. Akan saya binasakan mereka semua kalau berani-berani menyentuh Ibell," geram Revan.

"Bapak siapanya?" Si ibu heran melihat Raven yang tiba-tiba emosi.

"Dia ayahnya, Bu," sela sang  anak berseragam merah putih yang berdiri di samping sang ibu.

"Bagaimana kamu tahu kalau saya ayahnya?" ucap Raven heran.

"Warna mata kalian sama. Juga karena photo yang dibuang Ibell minggu lalu. Dia menyobek photo ini separuh. Dan membuang bagian wajah Om dan istri Om ke tong sampah. Saya memunggutnya ."

Anak SD itu pun kemudian mengeluarkan potongan photo dari saku celana merah putihnya. Menyerahkan potongan photo yang sudah disobek itu kepada Raven.

Raven tergugu. Ia ingat photo itu. Photo itu diambil saat Ibell merayakan ulang tahunnya yang kedelapan. Photo itu sebenarnya berlima. Ibell berdiri di tengah. Diapit oleh Ory dan Dewa, di sebelah kiri dan dirinya serta Reksi di sebelah kanan. Rupanya Ibell hanya menyimpan photonya beserta Ory dan Dewa saja. Ibell membuang photonya dan Reksi!

***

Delapan tahun kemudian.

"Neng, itu kue-kuenya udah Mbok susun semua ya? Yang keranjang merah untuk warung Cang Rohim, dan yang keranjang biru punya Bude Ratih. Jangan sampai ketuker ya, Neng? Terus nanti singgah ke warungnya Ceu Esih. Minta uang hasil penjualan kue kemarin. Mbok mau belanja. Bahan-bahan untuk membuat kue kita sudah habis," seru Mbok Darmi. Beginilah kehidupan mereka sekarang. Demi menyambung hidup mereka berdua berjualan kue-kue basah yang dititipkan ke warung-warung. Mereka bekerja keras berdua demi menyambung hidup. Pertama-tama memang tidak mudah. Namun lama kelamaan mereka terbiasa juga. Hidup memang keras.

"Siap, Mbok."

"Emangnya si Eneng mau diplonconya jam berapa?" tanya Mbok Darmi sembari menguleni adonan kue.

"OSPEK namanya sekarang, Mbok. Bukan plonco lagi. Jam delapan pagi, Mbok. Mbok sekarang harus belajar jadi orang tua zaman now. Biar gaul dan nggak kudet gitu lho, Mbok," goda Ibell. Ia senang sekali mencandai pembantu rumah tangga yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.

"Oalah, Neng. Si Mbok sudah tua. Nggak perlu nganeh-nganehi. Mbok ya berangkat sekarang aja tho Neng. Selak kesiangan nanti di OSEPEKnya."

Ibell tertawa mendengar cara Mbok Darmi menyebut OSPEKnya dengan logat jawa medok.

"Siaaap Mbok. Ibell berangkat ya?Assalamualaikum." Setelah menyalim tangan keriput Mbok Darmi, gadis remaja berusia delapan belas tahun itu pun siap menyongsong hari dengan penuh semangat. Mengantarkan keranjang-keranjang kue setiap pagi dan sore, sudah menjadi tugasnya sehari-hari. Demi menyambung hidup Ibell telah terbiasa bekerja keras sejak ia berumur 10. Bersama Mbok Darmi mereka berdua bahu membahu belajar mempertahankan hidup.

Keesokan harinya, Ibell tiba di kampus pada pukul 07.30 WIB. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum acara pengenalan mahasiswa baru dimulai. Ibell buru-buru melipir ke kantin. Ia bermaksud merayu si pemilik kantin agar bisa menitipkan kue-kue buatannya di situ.

Saat tiba di kantin, Ibell memperhatikan kalau kantin sangat ramai. Sepertinya peluang untuk menitip kue akan disetujui si pemilik kantin. Mudah-mudahan saja usulnya diterima.

"Selamat pagi, Bu. Saya mahasiswi baru di kampus ini. Saya lihat kantin Ibu cukup ramai ya, Bu? Saya boleh tidak menitip kue-kue basah saya di sini?" Ibell menampilkan senyum iklan pasta gigi terbaiknya pada si ibu pemilik kantin.

"Memangnya si Non mau nitip kue-kue apa saja?"

"Saya punya banyak jenis kue-kue basah yang super enak dan juga murah meriah, Bu. Ada kue lapis, pukis, lemper, klepon, putu ayu, pai susu, pancake durian, cup cake, muffin semua juga ada, Bu. Ibu juga bisa request kalau ada yang mau pesan banyak untuk acara-acara ulang tahun, aqiqah atau kawinan dan lain-lain. Ini kartu nama saya. Kalau Ibu berminat, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya ya Bu? Oh ya, perkenalkan, nama saya Ibell, Bu."

Ibell menyalami si ibu dengan hangat. Saat memindai jam di pergelangan tangannya, Ibell baru sadar kalau ia nyaris terlambat. Ia pun segera meminta diri.

Karena takut terlambat, Ibell  berlari-lari kecil menuju aula. Karena di sanalah semua mahasiswa baru akan berkumpul.

"Aduh!" Ibell merasa tiba-tiba saja dia membentur tembok. Ia nyaris sukses terjengkang, kalau saja sepasang lengan kuat tidak menahan kedua bahunya.

"Mata kamu ke mana hah? Kalau jalan itu, matanya difungsikan dengan baik. Jangan cuma dipakai untuk cuci mata melihat senior-senior ganteng saja. Mengerti kamu, Cami?"



Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Catatan Harian Jo
Catatan Harian Jo
Dalam Catatan Harian Jo, sesosok makhluk astral berambisi mengejar cinta tulus di tengah rintangan duniawi. Ikuti misi pencarian jati diri dalam romance novel unik ini. Baca kisah selengkapnya di web novel genre fantasy novel yang penuh dengan pilihan sulit dan misteri tak terduga.
Crazy In Love
Crazy In Love
Dalam romance novel Crazy In Love, Jamaluddin yang berpenampilan sempurna bak idol Korea harus menghadapi hinaan seorang gadis terhadap namanya. Sebagai modern novel yang unik, ia bertekad membalas dendam pada gadis tersebut. Simak kisah seru mereka di web novel ini sekarang!
Donat Penyelamat
Donat Penyelamat
Dalam romance modern berjudul Donat Penyelamat, Cita berjuang menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Danang, lumpuh akibat kecelakaan. Menghadapi penolakan mertua dan beban ekonomi, ia harus mempertahankan rumah tangganya. Baca webnovel ini untuk mengikuti perjuangan cintanya.
Ipar Tercinta
Ipar Tercinta
Dalam novel Ipar Tercinta, Diraya Paramitha harus menghadapi takdir rumit saat diminta menggantikan posisi kakaknya. Sebagai romance novel dengan sentuhan modern novel, ia terjebak antara kewajiban mengurus keponakan atau cinta sejati bersama Wira Dharmawan dalam pernikahan tak terduga.
Mantra Cinta
Mantra Cinta
Dalam Mantra Cinta, Tasya membalas pengkhianatan Ravi melalui kekuatan misterius akun @yourwitch. Novel modern fantasy ini mengikuti upaya Tasya menghadapi konsekuensi kutukannya saat sang mantan kembali. Baca romance novel ini untuk melihat takdir cinta yang terjerat karma.
Pembalasan Anak Laki-lakiku
Pembalasan Anak Laki-lakiku
Dalam romance modern Pembalasan Anak Laki-lakiku, pengkhianatan suami yang menikah lagi membawa konsekuensi besar. Saat ia pergi meninggalkan keluarganya, karma mulai mengejar. Temukan kelanjutan kisah ini di platform online novel yang menyajikan fiction books penuh keadilan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jangan Main-Main dengan Wanita Ini!
Jangan Main-Main dengan Wanita Ini!
Karena tipu daya sang adik, Sinta rela menyerahkan seluruh bisnisnya kepada adik iparnya, Tiara. Setelah merebut bisnis milik Sinta, Tiara bahkan menjalin hubungan gelap dengan Raffi, tunangan Sinta. Sinta yang akhirnya meninggal dengan tragis, berkesempatan untuk bereinkarnasi dan kembali ke masa lalu. Kali ini, dia tidak mau lagi diperdaya Tiara dan Raffi. Selain membatalkan pertunangan dengan Raffi, Sinta juga mengungkap hubungan gelap Tiara dengan Raffi, serta menghancurkan impian Tiara yang ingin menikah dan menjadi orang kaya raya. Meski begitu, adiknya Sinta, yaitu Andi, masih mempercayai Tiara. Dengan terpaksa, Sinta harus mengambil langkah tegas membongkar wajah asli Tiara.
Saat Kebohongan Terungkap
Saat Kebohongan Terungkap
Di kehidupan sebelumnya, Simon, anak angkat Keluarga Wijaya, menggunakan kemampuan ajaib untuk mentransmisikan suara hati dengan tujuan menjebak dan memecah belah hubungan Herman dengan semua orang. Pada akhirnya, dia sendiri bahkan mendorong Herman dari atap gedung. Begitu hidup kembali untuk kedua kalinya, Herman tidak lagi mendambakan kasih sayang dari keluarganya. Dia membalas dendam dengan begitu kejam...
Istri Tiran yang Sombong yang Melarikan Diri
Istri Tiran yang Sombong yang Melarikan Diri
Lima tahun yang lalu, dia melakukan hubungan satu malam dan hamil, hanya untuk kemudian mengetahui bahwa pria tersebut bukanlah tunangannya seperti yang dia kira. Setelah diusir dari rumahnya, dia menjadi seorang ibu tunggal. Ketika dia kembali ke kota dengan anak kembarnya, dia terkejut saat mengetahui bahwa bosnya, miliarder yang dingin itu, adalah ayah dari anak-anaknya.
Pelangi Setelah Hujan Lebat
Pelangi Setelah Hujan Lebat
Seorang dokter kandungan bernama Vira sudah menikah dengan Rustam selama sepuluh tahun. Dirinya sering dihina oleh sang mertua karena dirinya diketahui mandul. Rustam pun berselingkuh dengan Dian dan membuatnya hamil. Dalam menghadapi pengkhianatan suaminya, provokasi dari selingkuhan, serta omelan dari ibu mertua, Vira pun kehabisan kesabaran dan memulai perjalanan kebangkitannya. Dia melawan melalui jalur hukum, memanfaatkan opini publik, serta kemampuan profesionalnya untuk mengungkapkan watak asli orang-orang yang telah menyakitinya. Setelah itu, dirinya memulai hidup baru bersama seorang paparazi tampan yang sudah menyukainya sejak dulu.
Rahasia Di Balik Pernikahan
Rahasia Di Balik Pernikahan
Dua puluh tahun yang lalu, wanita dan pria itu telah menandatangani kontrak pernikahan mistis dengan konsekuensi mengerikan karena ketidakpatuhan, mengikat mereka untuk memenuhi sumpah pernikahan mereka. Jika mereka gagal, yang satu akan menghadapi kematian sementara yang lain akan melihat karier mereka hancur. Dua puluh tahun kemudian, setelah menyelesaikan studinya, wanita itu kembali dari pelatihannya yang terpencil, ingin menemukan pria itu dan memenuhi kontrak. Yang mengejutkannya, pria itu mengira dia sebagai penipu dan menolak untuk menikahinya. Bertekad, dia bersikeras membawanya ke kantor catatan sipil untuk mendapatkan akta nikah mereka. Di sana, mereka bertemu dengan saudara tirinya yang jahat, yang telah lama memendam perasaan terhadap pria itu. Kesal dengan wanita itu, sang saudara tiri bersumpah untuk mencabik-cabik pasangan itu ketika dia melihat pria yang dia cintai bersiap untuk menikahi saudara perempuannya yang dibenci.
Pengantin Miliarder Itu Istriku yang Selingkuh
Pengantin Miliarder Itu Istriku yang Selingkuh
Di hari ulang tahunnya, Andre Salim mendapati istrinya menikahi pria lain menggunakan identitas, uang, dan kekuasaannya. Datang sebagai “orang biasa”, Andre dipermalukan di depan publik hingga kebenaran terungkap. Andre adalah CEO sekaligus Raja Mafia yang sebenarnya. Kini, giliran para pengkhianat menerima balasannya.