Logo
Pembalasan Anak Laki-lakiku
Pembalasan Anak Laki-lakiku

Pembalasan Anak Laki-lakiku

41 Bab
Tamat
Dalam romance modern Pembalasan Anak Laki-lakiku, pengkhianatan suami yang menikah lagi membawa konsekuensi besar. Saat ia pergi meninggalkan keluarganya, karma mulai mengejar. Temukan kelanjutan kisah ini di platform online novel yang menyajikan fiction books penuh keadilan.

Ringkasan Pembalasan Anak Laki-lakiku

Kisah pilu bermula saat sang suami memutuskan untuk berkhianat demi wanita lain, meninggalkan keluarganya sendiri tanpa rasa iba. Namun, roda kehidupan terus berputar dan karma tidak pernah salah alamat. Kini, pria tersebut bersama pasangan barunya harus menelan pahitnya kenyataan. Mereka terpaksa menjalani masa tua yang penuh kemalangan dan kesuraman, sebagai balasan atas luka yang pernah mereka goreskan di masa lalu. Penyesalan pun datang terlambat bagi mereka.
Selengkapnya

Bab 1 dari Pembalasan Anak Laki-lakiku

Pembalasan Anak Laki-lakiku

Part 1

"Jangan cari aku lagi, anggap saja aku tidak pernah hadir dalam hidup kalian," usir Mas Rahman. Wanita yang ada di sampingnya tersenyum sinis dan terus menggamit erat lengan suamiku.

"Apa yang harus aku jelaskan pada anak-anak kita, Mas?" tanyaku mengiba, aku berharap Mas Rahman luluh dan mau pulang bersamaku.

"Apa peduliku, mereka hanya jadi beban dalam hidupku. Jika aku terus hidup bersamamu, aku harus kerja banting tulang untuk makan kalian. Aku capek!" teriak Mas Rahman garang, kini semua orang yang berlalu lalang di terminal melihat ke arah kami. Sebenarnya aku sangat malu jika harus memohon dan mengiba agar Mas Rahman mau pulang. Tapi aku tidak punya pilihan lain lagi, aku butuh dia untuk anak-anakku.

"Tapi siapa lagi yang akan memberikan mereka nafkah jika bukan ayahnya," lirihku pelan. Hancur perasaanku saat mengetahui suamiku menikah lagi, tapi hatiku terlebih sakit saat mengetahui jika dia mengakui pada semua orang yang ada disini jika dia duda tanpa anak. Bagaimana perasaan anak-anak di rumah jika mereka mengetahui ayahnya sendiri tidak mengakui mereka sebagai anak.

"Kan sudah kukatakan dari tadi, anggap saja aku sudah mati. Aku juga tidak butuh kalian lagi, disini aku sudah memiliki anak dan istri." Dia berkata dengan pongah, ku akui dia laki-laki yang tampan. Yang dengan mudahnya menaklukkan hati wanita mana saja yang dia inginkan. Disini dia juga sudah memiliki istri dan satu orang anak laki-laki, anak si perempuan itu.

"Kamu nggak dengar kata suamiku Aini, dia sudah mengusirmu, kamu nggak malu?" tanya perempuan itu dengan sinis, dia tersenyum melihatku mengiba seperti ini. Hilang sudah harga diriku di depan mereka, ini semua aku lakukan semata demi anak-anakku. Mereka butuh sosok ayah, sebagai pelindung, sebagai pahlawan mereka.

"Yang mana suamimu, yang ini? Suami yang hasil rampasan," tanyaku menatap tajam matanya yang penuh dengan riasan makeup.

"Mas …." Dia merengek manja pada Mas Rahman meminta untuk dibela karena aku telah menyindirnya.

"Diam kamu Aini, dia sama sekali tidak merebutku darimu, aku yang dengan suka rela menikahinya, tarik balik kata-katamu tadi," bentak Mas Rahman dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

Dia benar-benar telah dibutakan cinta wanita jalang itu, janda beranak satu, itupun anak dari hasil hubungan gelapnya dengan suami orang. Dan sekarang dia butuh sosok ayah untuk anaknya, hingga dia merebut ayah anak-anakku.

Aku tau semua cerita tentang wanita itu, karena wanita itu adalah gadis yang dulunya mengontrak di rumah mertua. Iya, Ibu dan Ayah Mas Rahman memang mempunyai rumah yang sedikit lebih luas. Jadi ada beberapa kamar kosong yang dijadikan sebagai kamar kontrakan bagi mahasiswa atau orang yang yang masih single. Wanita yang merebut suamiku bernama Maya, dia salah satu yang mengontrak di rumah mertuaku. Dia dulunya kuliah di Universitas di dekat rumah mertua, jadi untuk lebih mudah untuk berangkat ke tempat kuliah dia memilih untuk ngekost di daerah yang dekat dengan kampusnya.

Tapi sayangnya, dia tidak lulus kuliah karena telah di DO oleh pihak kampus. Itu karena dia ketahuan hamil diluar nikah, dan naasnya laki-laki itu tidak mau bertanggung jawab atas janin yang ada dikandungnya. Beberapa kali kulihat istri dari laki-laki itu kerumah Ibu mertua untuk melabrak Maya. Aku sebagai wanita saat itu juga kasihan melihat Maya di aniaya oleh istri sah pacarnya, tapi aku bisa apa. Karena saat itu aku juga sedang mengandung buah cintaku yang pertama dengan Mas Rahman.

Tidak berapa lama setelah hari penganiayaan itu, akhirnya Maya dijemput oleh keluarganya. Terlihat Ayah dan Ibunya Maya berkali-kali meminta maaf kepada mertua karena kelakuan anaknya yang meresahkan. Hanya saja dulu Mas Rahman sama sekali tidak melirik ataupun tertarik pada Maya. Sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu lagi dengannya setelah kejadian itu, entah dimana mereka bertemu kembali.

"Mas, aku mohon. Pulanglah demi anak-anak, aku tidak tau harus menjelaskan apa jika mereka bertanya tentang kamu," ujarku penuh iba, jika memang Mas Rahman tidak mau menerimaku lagi tidak mengapa, tapi jangan anak-anak. Mereka masih butuh kasih sayang seorang ayah, apalagi si bungsu, dia sangat lengket dengan Mas Rahman.

"Apa kamu bilang, pulang demi anak-anak? Kamu tau Aini, aku pergi meninggalkan kalian karena aku tidak sanggup lagi menghidupi anak-anak kamu yang seabrek," maki Mas Rahman lagi dengan tertawa simpul. Seabrek katanya, dulu ketika aku ingin menggunakan kontrasepsi Mas Rahman lah yang paling melarang, karena dia tidak puas katanya, sekarang dia malah menyalahkan aku. Wanita itu tertawa karena melihatku di hina oleh Mas Rahman, dia menang.

Lalu aku pulang dengan air mata berlinang dan tidak bisa berhenti menetes. Aku pulang menaiki bus yang menuju ke kotaku. Kota dimana aku merajut mimpi dan cinta, berjanji berdua akan setia selamanya sampai ke surgaNya. Tidak pernah aku bayangkan sebelumnya aku akan di tinggalkan oleh laki-laki yang telah memberikan aku enam orang anak. Anak-anakku masih kecil, empat orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.

Sebelumnya keluarga kami termasuk keluarga yang harmonis, walaupun ekonomi kami pas-pasan tapi tidak pernah sekalipun kami mengeluh. Sampai akhirnya Mas Rahman yang bekerja sebagai teknisi dipecat, karena pengurangan karyawan di perusahaan. Saat itulah sikap Mas Rahman menjadi sedikit berubah, dia sangat pusing memikirkan bagaimana caranya agar kami tetap bertahan hidup. Jadi, suatu hari datang teman kantornya Mas Rahman kerumah. Dia bernasib sama dengan suamiku, di PHK oleh perusahaan. Dia mengajak Mas Rahman untuk pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, lebih tepatnya membuka usaha sendiri.

Temannya Mas Rahman yang bernama Adi itu menjelaskan jika di kota, besar peluang untuk kita membuka usaha di bidang teknisi. Setelah berbincang-bincang lalu temannya Mas Rahman pamit pulang dan menunggu jawaban dari kami.

"Bagaimana menurutmu, Dek?" tanya Mas Rahman saat aku sedang memasak di dapur untuk makan malam kami sekeluarga.

"Bagaimana apanya, Mas?" Aku malah berbalik tanya, karena sejujurnya aku berat jika harus jauh dari Mas Rahman. Bukan hanya karena akan rindu, tapi juga tidak ada lagi yang membantuku mengurus anak-anak.

"Yang ditawarkan oleh Adi tadi."

"Menurut Mas gimana?" aku menjawab tanpa menoleh kearah Mas Rahman yang sedang menggendong si bungsu. Sedang kakak-kakaknya bermain di ruang keluarga.

"Sebenarnya Mas juga berat jika harus pisah jauh dari kalian, tapi kalau disini Mas nggak tau harus kerja apa. Kamu tau sendiri tabungan kita sudah nggak ada, belum lagi biaya sekolah anak-anak." Wajah Mas Rahman terlihat lesu, aku tahu jika dia sekarang sangat pusing memikirkan darimana harus mendapatkan uang. Sebaiknya memang aku yang harus mengalah.

"Pergilah, Mas. Tapi kamu kan tau jika pergi kesana untuk membuka usaha membutuhkan modal. Sedangkan tabungan kita sudah tidak ada, untuk makan besok saja aku bingung mau masak apa. Untung saja masih ada stok beras,"

"Bagaimana, jika aku menggadaikan sertifikat rumah ini." Usulan dari Mas Rahman mampu membuatku tercengang, bagaimana mungkin menggadaikan rumah ini. Sedangkan ini adalah rumah peninggalan orang tuaku yang sudah tiada, aku tidak rela melepaskan rumah ini jika sewaktu-waktu Mas Rahman tidak mampu membayar.

"Nggak, Mas. Aku nggak setuju, bagaimana jika kamu tidak sanggup untuk membayarnya. Bagaimana jika usaha kamu tidak maju," tanyaku bertubi-tubi.

"Dek, setiap usaha itu ya butuh modal. Dan setiap kita ingin membuka usaha, kita harus siap rugi. Tapi kamu tenang saja, aku akan berusaha semampuku untuk membuat kalian bahagia."

Lama aku terdiam dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini. Aku melanjutkan aksi memasak agar segera cepat selesai.

"Salma, tolong siapkan piring dan gelas untuk kita makan malam ya," aku sedikit berteriak pada Salma-- anak perempuan tertuaku. Dia anak yang gesit juga pintar, kulitnya juga putih bersih seperti kulitku. Umurnya sekarang sudah dua belas tahun, dia anak kami yang ke empat.

Setelah piringnya di atur oleh Salma, aku segera menaruh nasi pada piring-piring. Kami makan malam bersama, jika biasanya orang-orang makan dalam keheningan, tidak dengan keluarga kami. Anak-anakku selalu ribut dan kadang-kadang yang tua menggoda adiknya.

Aku juga ikut makan dengan kondisi menggendong si kecil Anto, bisa dibayangkan bagaimana nyamannya aku makan. Tapi aku sama sekali tidak merasa sedih, malah aku bahagia bisa mengurus mereka semua dengan kasih sayang.

Setelah siap makan malam, anak-anak langsung aku suruh untuk tidur. Dan aku akan segera membereskan dapur dan piring kotor, sedang Mas Rahman menidurkan si kecil Anto. Dia tidak mau tidur jika bukan dengan ayahnya, sungguh mereka tidak bisa dipisahkan.

"Gimana, Dek?" Tiba-tiba Mas Rahman sudah ada di dapur. Aku yang sedang mencuci piring tidak menjawab dan terus saja kulanjutkan pekerjaan mencuciku.

"Kamu nggak kasian sama anak-anak, mereka butuh biaya untuk melanjutkan cita-cita. Kita butuh biaya untuk membahagiakan mereka, aku janji jika nanti aku sudah sukses disana. Kalian akan kubawa ke kota untuk tinggal bersama." Mas Rahman terus mengiba dengan dalih untuk membahagiakan anak-anak, dia tau aku, jika sudah menyangkut tentang kebahagiaan anak-anak aku akan luluh.

Ku hembuskan nafas perlahan dan mengelap tanganku yang basah, lalu aku berbalik menatap manik matanya yang mampu membuatku jatuh cinta.

"Baiklah, Mas. Aku setuju, besok pergilah mengurus semuanya," jawabku tersenyum dan dibalas pelukan hangat dari suamiku.

"Terimakasih, sayang." Mas Rahman mengecup keningku mesra, dia memang mampu membuatku jatuh cinta berkali-kali.

Setelah semuanya selesai, hari yang ditunggu pun datang. Hari ini Mas Rahman akan pergi ke kota bersama Adi temannya, aku melepaskan kepergiannya dengan air mata. Jangan tanya anak-anak, mereka histeris menangisi kepergian ayahnya. Maklum, kami tidak pernah berjauhan sebelumnya. Aku menenangkan pikiran dengan mensugesti diri sendiri jika Mas Rahman pergi menjemput kebahagiaan, ternyata benar. Dia memang pergi menjemput kebahagiaannya sendiri, tapi tidak dengan kami.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ada Apa Dengan Jodohku
Ada Apa Dengan Jodohku
Dalam novel Ada Apa Dengan Jodohku, Hasan merantau ke ibu kota demi kemapanan. Terjebak kesibukan kerja hingga usia empat puluh, kini ia harus berjuang mencari pasangan hidup. Simak kisah romance modern ini dalam koleksi online novel kami untuk melihat perjuangannya mencari jodoh.
Berondong Simpanan Istriku
Berondong Simpanan Istriku
Dalam novel Berondong Simpanan Istriku, seorang suami menghadapi kenyataan pahit saat gagal memenuhi nafkah batin. Konflik rumah tangga ini menjadi pusat cerita romance modern yang penuh pilihan sulit. Baca web novel ini untuk mengikuti konsekuensi dari rahasia dan pengkhianatan.
Crazy Maid ( Indonesia )
Crazy Maid ( Indonesia )
Dalam Crazy Maid, Feli menyamar jadi Cia demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya. Namun, billionaire Jerrald Nataniel Mendez geram dengan ketidakbecusan maid barunya ini. Simak kisah seru mereka dalam romance novel ini, salah satu fiction books yang penuh kejutan dan intrik modern.
Dokter Milik Tuan Muda
Dokter Milik Tuan Muda
Dalam Dokter Milik Tuan Muda, Kimmy Jordan menghadapi dilema antara perjodohan orang tuanya atau perasaannya pada pemilik kafe. Ikuti kisah romance modern ini tentang perjuangan para dokter cantik menemukan cinta sejati di platform web novel kami.
DOSEN ITU SUAMIKU
DOSEN ITU SUAMIKU
Dalam novel DOSEN ITU SUAMIKU, Bunga harus menghadapi realita saat suaminya, Ezza, mendadak mengajar di kampusnya. Temukan rahasia di balik pernikahan mereka dalam romance novel ini. Baca cerita selengkapnya di platform web novel kami untuk mengikuti drama modern yang penuh misteri.
KUMPULAN KISAH ROMANTIS
KUMPULAN KISAH ROMANTIS
KUMPULAN KISAH ROMANTIS menghadirkan antologi modern novel tentang dinamika cinta remaja. Dari pengkhianatan pertunangan hingga romansa siswi SMA dengan ketua OSIS, tiap short stories romance ini mengungkap perjuangan karakter menghadapi konflik kesetiaan dan kerasnya hidup di ibu kota.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Balas Dendam sang Ayah
Balas Dendam sang Ayah
Surya Gunawan kehilangan putrinya dalam sebuah insiden misterius. Dia menemukan petunjuk mencurigakan dari pesan terakhir anaknya. Dia mulai menyelidiki dan menyadari bahwa semuanya berhubungan dengan tragedi lama yang menimpa istrinya. Surya pun kembali ke dunia kelam yang dulu dia tinggalkan untuk membongkar kebenaran.
Dewa Penempa Pedang
Dewa Penempa Pedang
Doni Hidayat, sang Dewa Penempa Pedang, hidup menyendiri di pedesaan sebagai menantu yang nggak mencolok, berharap menjalani hidup dengan tenang. Namun, Rina Saputra dari Aliran Langit Abadi datang untuk merampas tambang. Untuk mempertahankan tambang, Aliran Pedang terpaksa mengadu ilmu tempa dengan mereka. Dalam situasi terjepit, Doni akhirnya bertindak dan memenangkan pertarungan, menyelamatkan tambang.​​
Jangan Ganggu Putri Angkatku
Jangan Ganggu Putri Angkatku
Setelah dua puluh tahun disayangi dan dimanja oleh ayah angkatnya, Austin, Lily akhirnya bertemu kembali dengan orang tua kandungnya. Namun alih-alih kehangatan keluarga, yang dia terima justru penyiksaan dari mereka sendiri, ditambah kekejaman anak angkat mereka, Lillian, dan putra kandung mereka, Gavin. Ketika Austin mengetahui kebenaran yang pahit ini, dia langsung menetapkan Lily sebagai pewaris tunggalnya. Lalu, dengan membongkar semua kebohongan dan intrik keluarga itu, dia menghancurkan mereka hingga tak tersisa. Lillian berakhir di balik terali besi, sementara orang tua angkatnya yang kini jatuh miskin, terpaksa mengemis di pinggir jalan.
[Versi suara dubbing] Perang Dingin Antara Kita
[Versi suara dubbing] Perang Dingin Antara Kita
Dia memiliki karir yang sukses dan seorang anak perempuan yang cantik, tetapi dia salah mengira suaminya sedang berselingkuh dengan sekretarisnya, sehingga mereka berada dalam perang dingin.
Semalam Bersamanya
Semalam Bersamanya
Bintang kelas C, Sadie, mengetahui pada peluncuran serial baru pacarnya, sutradara ternama Dylan, bahwa dirinya telah dikhianati dan dipermalukan di depan umum. Sadie langsung putus dengannya. Demi balas dendam, dia kemudian mendekati kakak Dylan, CEO Ryan. Setelah semalam bersama, Sadie berencana pergi, tapi justru menyadari bahwa Ryan telah lama jatuh cinta padanya.
Orang Tercintamu di Depanmu
Orang Tercintamu di Depanmu
Jennifer Elliora yang hampir mati setelah diambil darah untuk kakaknya, Kendrick Elliora, dibuang oleh pengurus yang baik hati ke gerobak pemulung, Robert Terrel. Karena sama-sama memiliki darah RH negatif, Robert berhasil menyelamatkan Jennifer dan mengasuhnya sampai besar. Jennifer yang berubah nama menjadi Wulan Terrel bekerja di Grup Elliora setelah tamat kuliah. Namun, karena Grup Elliora yang menunda pembayaran upah Robert, Wulan menyinggung Kendrick Elliora yang kini merupakan Tuan Muda Grup Elliora. Sejak itu, Wulan selalu ditindas oleh Kendrick yang sebenarnya adalah kakak kandungnya. Apakah Wulan akan berhasil menemukan keluarga kandungnya? Kapan Kendrick akan tahu bahwa wanita yang selama ini dia tindas merupakan adik ketiga yang dicarinya sejak lama?