Logo
Ipar Tercinta
Ipar Tercinta

Ipar Tercinta

69 Bab
Tamat
Dalam novel Ipar Tercinta, Diraya Paramitha harus menghadapi takdir rumit saat diminta menggantikan posisi kakaknya. Sebagai romance novel dengan sentuhan modern novel, ia terjebak antara kewajiban mengurus keponakan atau cinta sejati bersama Wira Dharmawan dalam pernikahan tak terduga.
Bab 1 dari Ipar Tercinta

Matahari sudah menanjak tinggi, seorang pria berusia kurang lebih 26 tahun masih bergelut dengan selimut dan kasurnya.

"Woy.. bangun!" ucap Hendra.

"Hmm."

"Wira, cepetan lo bangun kita ke pantai", ucap Oki yang baru keluar dari kamar mandi.

"Udah kalian berdua aja, gue ntar nyusul", ucapnya langsung mengangkat selimutnya menutup wajahnya.

"Maneh mah, nyaho urang teu apal tempatna (kamu tuh gimana, udah tahu kita gak tahu tempatnya)", ucap Hendra dengan logat sunda yang fasih.

"Iya lo mah gimana kita mau liburan ke pantai malah berakhir di kasur, ngenes", ucap Oki.

"Berisik lo berdua, ya udah kalian tunggu aja di luar gue mau mandi dulu", ucapnya final.

Wira, lelaki dengan tinggi 180 cm seorang pengusaha muda yang merintis perusahaannya sendiri sejak masih berkuliah. Dengan tubuh ideal dan wajah tampannya yang memikat kaum hawa, kulitnya sedikit putih dan badannya atletis beberapa otot tercetak di badan dan perutnya.

Wira Dharmawan, anak kedua dari 3 bersaudara, ia memiliki 1 kakak lelaki yang sudah menikah dan adik perempuan yang masih SMA. Keluarganya berasal dari Yogyakarta namun saat Wira sekolah Dasar ia pindah ke Bandung mengikuti Ayahnya yang bekerja sebagai polisi yang berpindah tugas dan hingga sekarang mereka tinggal di Bandung.

Wira bersama 2 temannya sedang berlibur di Kulon Progo, Rumah Budhe dan Pakde Wira yang berada di Yogyakarta membuat teman Wira yang sedang berlibur bekerja mengajaknya untuk menikmati liburan di Yogyakarta selama 3 hari, mereka memilih menginap di penginapan dengan pantai karena jarak rumah Pakde Wira dengan pantai yang lumayan jauh.

"Ehh itu banyak cewek-cewek pake jas Almamater cantik-cantik", ucap Hendra.

"Itu dari universitas mana ya? Kayaknya mereka lagi ada acara", ucap Oki sambil memainkan sedotan es kelapa ijo yang baru mereka pesan.

Wira hanya menatap jengah kedua sahabat karibnya sudah berteman dengannya sejak SMP itu, kelakuan 2 playboy dengan mata kerajang yang sering membuat Wira terkadang ingin menenggelamkan kedua sahabatnya itu.

Hendra memiliki wajah manis khas sunda tubuhnya tidak terlalu berisi ia memiliki kumis tipis dan alis tebal, sedangkan Oki lelaki tinggi dengan badan yang atletis seperti Wira, wajar karena ia atlet basket saat SMA dulu, wajahnya lebih tampan dari Hendra sedikit ia memiliki lesung pipi di kiri dan mereka berdua memiliki kharismatik yang berbeda hanya saja mereka sedikit genit pada kaum hawa.

"Wir, diem bae lu kesambet ntar", ucap Hendra yang memang selalu ceplas-ceplos.

"Gue lagi makan gak lihat lu", ucapnya kesal.

"Ehh iya ini ada kerang ijo, ahh di Bandung juga ada kayak giniaan gue aja waktu SD suka beli gopean pake plastik", ucap Hendra kembali.

"Berisik lo Hen, kita makan dulu." ucap Oki.

Tak berlangsung lama, mereka selesai menghabiskan makanan yang mereka pesan, Wira masih sibuk berkutat dengan handphonenya, ia mengecek urusan kantornya juga mengecek klien, Wira memang sangat profesional dalam pekerjaannya, ia juga tak suka membuang waktu untuk hal yang tidak penting termasuk saat ini untuk liburan saja temannya harus menyeret pakaiannya agar ia bisa ikut berlibur, Wira memang terlalu gila pada pekerjaan makanya ia sampai kini masih single karna terlalu sibuk dengan bisnisnya.

"Wir, kita kesana yuk, gue pengen ngeredem kaki tuh enak kayaknya", ajak Hendra.

"Kalian berdua aja, gue di sini aja panas", ucapnya malas karena memang Wira sudah sering kepantai ini.

"Yaelah ngajak Wira kudu pake jurus Kage Bunsin No Justu-nya Naruto biar ikut kita", ucap Oki yang kesal pada sahabatnya itu.

Wira hanya menatap kedua temannya itu yang sibuk berfoto ria dengan gaya macho mereka, Wira hanya menggeleng-geleng kepala dan ia kembali sibuk dengan handphonenya.

"Mas Riki, udah ini kita ada acara apalagi atau langsung pulang?" tanya seorang wanita dengan jas almamater yang berwarna absurd.

Wira yang sedang duduk mendengar suara wanita yang sedang berbincang itu dan melihat ke arahnya, ia sedang duduk di kursi dan memegang topi miliknya, Wira hanya bisa melihat wanita itu dari arah samping.

"Kita udah selesai sih, tinggal habisin waktu liburan aja, besok pagi kita pulang", ucap lelaki itu dengan logat jawa yang khas.

Wanita itu hanya mengganguk dan tersenyum pada lelaki itu, dan Wira hanya menatapnya, wanita itu tersenyum dan tertawa terlihat cantik bahkan sangat cantik, mereka sedang berkumpul beristirahat untuk makan bersama teman-teman kuliahnya, entah tugas apa yang mereka kerjakan hingga sampai ke pantai ini, dan Wira masih menatap wanita itu yang kini meminum air putih.

"Wir, fotoin kita cepetan", ucap Oki tiba-tiba datang menghampiri Wira.

"Kalian bawa tongsis kenapa mesti gue yang motoin", ucap Wira yang langsung meminum kelapa ijonya kembali.

"Yaelah bentar doang minta fotoin doang Wir, cepetan." ucap Hendra menarik tangan Wira dan akhirnya Wirapun mengikuti dua temannya itu.

Wira mencoba menahan rasa sabarnya tatkala temannya itu meminta berfoto dengan beberapa bule seksi yang berada disana dan juga meminta Kamera Nikon Wira yang mengabadikan momen tersebut, benar-benar kesal Wira hanya menghela nafas karena terpaksa menjadi tukang foto keliling Oleh sahabatnya itu.

"Ehh eta awewena galelis eung (Itu perempuannya cantik-cantik ya)", ucap Hendra melihat perempuan yang membuka jas almamater mereka dan langsung duduk di tepi pantai.

"Sayangkan kalau gak kenalan sama mereka mumpung ketemu sesekali", ucap Oki yang malah memberi ide buruk.

"Woy sadar umur, masih aja genit-genit umur udah tua!" ucap Wira.

Tanpa peduli ucapan Wira Hendra dan Oki langsung menghilang memulai aksinya, sedangkan Wira memilih duduk di tepi pantai sambil memotret pemandangan dengan kameranya.

Mata Wira tiba-tiba tertuju pada wanita yang sedang menggerai rambutnya, Wira tampak asyik memerhatikan wanita cantik itu, ia wanita yang tadi Wira lihat dan kini sudah membuka jas almamaternya, ia memakai kaos putih yang pas dengan lekukan tubuhnya yang tinggi dan sedikit berisi ia juga memakai celana panjang yang menutupi Kaki jenjangnya, rambutnya tertiup angin membuatnya merapihkannya dan Wira yang sedang memegang kameranya dengan iseng memotret wanita tersebut, wanita itu memiliki kulit putih dan leher jenjang benar-benar sangat cantik batin Wira berkata.

Beberapa foto berhasil Wira abadikan, ia melihat kembali foto-foto yang ia tangkap, beruntung tidak ada yang melihat Wira sedang mengambil potret wanita itu, jika tidak mungkin ia akan kena masalah karena wanita itu dikelilingi teman-teman kuliahnya yang berjumlah kurang lebih 30 orang dan dan 10 diantaranya laki-laki.

"Capek juga ya", ucap Oki yang duduk di pinggir Wira.

"Tapi enak sih liburan gini dari pada kerja lembur bagai kuda", ucap Hendra.

"Kalian memang dasarnya pemalas." ujar Wira

"Ehh cing lihat foto yang tadi", ucap Hendra merebut kamera Wira

Wira yang refleks ingin mengambilnya namun Oki juga ikut melihat hasil jepretannya.

"Lah ini cewek cantik banget loe fotoin", ucap Hendra.

"Wah gelo si Wira jarang-jarang motoin cewek", ungkap Oki.

"Eh jangan di hapus ya, kalau kalian hapus gue tenggelemin kalian sekarang juga", ancam Wira.

"Eh gak boleh suudzon sama saya teh, masa foto cewek cantik di hapus sih", ucap Hendra dengan muka sok polosnya.

"Yang mana sih ceweknya?" tanya Oki melihat ke arah wanita-wanita yang berkumpul di pantai.

"Eta tah nu make baju bodas, ehh geulis pisannya aslina (itu yang pakai baju putuh, ehh cantik banget aslinya), bisaan si Wira nyarinya." ucap Hendra menggoda Wira.

Wira hanya diam memerhatikan wanita itu, memang cantik itulah kata pertama yang dilontarkan hatinya melihat wanita itu, ia berharap bisa berkenalan dengannya meskipun ragu karena Wira memang tipikal pria yang cuek.

"Mau kenalan gak? Biar ku gue aja kenalinnya?" ajak Hendra.

"Apaan sih, gue cuman gak sengaja foto-foto aja cuman angle kebetulan bagus", ucap Wira langsung mengambil kameranya kembali.

"Ah loe mah gimana sih diajakin kenalan malah gak mau, nanti ke mimpi-mimpiin baru tau rasa!"ucap Oki.

Wira kembali memerhatikan wanita itu yang sedang sibuk selfie dengan ponselnya bersama teman-temannya, tak lama seorang pria sebaya dengannya menghampirinya. Jika diperhatikan lelaki itu sangat akrab dengannya sepertinya dia pacarnya pikir Wira, karena wanita itu langsung mengandeng tangan lelaki itu dan kembali duduk di atas pasir sambil berbincang-bincang dengan lelaki itu.

"Kayaknya loe pindah haluan aja, itu cewek udah ada yang punya kelihatannya si cowok itu kabogohna", ucap Hendra menepuk bahu Wira.

"Saingan berat bro, si cowok ganteng masih muda juga cocok sama si ceweknya" ucap Oki.

"Kalian berdua ngapain sih gue cuman fotoin dia aja gak ada rasa apa-apa udah ah bosen gue sama dua curut kayak kalian", ucapnya kemudian pergi.

Wira tahu ia sedikit kecewa ketika wanita itu tiba-tiba di hampiri oleh pria yang tiba-tiba datang , umurnya terlihat masih muda sebaya dengan wanita cantik itu, Wira tidak cemburu dia memang hanya mengagumi wanita itu karena wanita itu cantik natural dengan senyum manis tidak lebih.

*-*-*-*

Wira kembali ke penginapannya setelah hari sudah sore, ia kembali membuka laptopnya untuk mengecek email yang masuk dari kantornya, memang begitu sibuk Wira bekerja sampai liburan kini pun ia masih saja sibuk dengan urusan kantornya.

"Wir, kapan kita ke Malioboro?" tanya Oki.

"Besok ajalah kita kan pulang besok pagi", ucap Wira tanpa melirik dan masih fokus pada laptopnya sambil mentransfer foto dari kameranya.

"Lusa kita balik Bandung ya? Sebentar banget liburan teh", ucap Hendra.

"Kalian kalau masih betah terusin aja liburannya, gue masih banyak kerjaan dan gara-gara kalian narik gue kesini jadi pekerjaan gue numpuk", ucap Wira menyeruput kopi yang ia pesan.

"Ah kaga gue malu sama Budhe sama Pakde lo." ucap Oki.

Wira pun tak menghiraukan kicauan sahabat-sahabatnya, ia lebih memilih fokus pada Laptop kesayangannya. Setelah selesai dengan pekerjaannya Wira kembali memainkan ponselnya, ia melihat beranda pada akun facebook, bagai tertimpan durian runtuh Wira menemukan akun Instagram wanita yang ia temui di pantai tadi siang, mungkin karena ia mengaktifkan lokasi di ponselnya jadi mudah menemukannya.

Wira yang penasaranpun melihatnya namun tidak banyak yang dia harapkan karena mungkin wanita itu menyembunyikan akunnya dari publik, Wira hanya melihat foto profilnya saja yang berada di beranda wanita itu.

Wirapun menambahkan pertemanan padanya, namanya Dirayana Paramitha kelahiran 1998 umurnya masih muda. Wira berharap permintaan pertemanannya di sosial media di konfirmasi olehnya.

From : Maya

Mas besok lusa jadi pulang kan?

To : Maya

Kenapa dek?

From : Maya

Bunda sama Ayah mau ada acara, Mas disuruh datang",

To : Maya

InsyaAllah Mas pulang

Wira menaruh ponsel di kasur dan ia mengusap wajahnya, ada rasa sedikit lelah yang ia rasakan, sejujurnya Wira dulu bukan penggila kerja seperti sekarang. Saat dia sekolah ia sama seperti teman-teman sebayanya yang selalu pergi keluar dan menghabiskan waktu bermain hingga larut malam. Saat itu Wira memiliki kekasih yang ia pacari sejak pertama kali masuk SMA, mereka juga selalu menghabiskan waktu bersama.

Saat itu Wira memilih kuliah di Bandung, sedangkan kekasih Wira bernama Giskha memilih kuliah di Surabaya bersama kakaknya yang menetap di sana, awalnya hubungan mereka baik-baik saja karena masih terjalin dengan kabar yang mereka berikan.

Namun setelah satu tahun Giskha seolah menghilang dan Wira juga tak pernah bertukar kabar dengan Giskha. Wira sudah mencari informasi tentang Giskha kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya, namun selalu tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, hingga akhirnya 5 bulan setelahnya Giskha datang sendiri pada Wira membawa undangan pernikahannya dengan seorang pengusaha ternama di Surabaya.

Dan semenjak saat itu, Wira yang patah hati merasa kecewa karena dikhianati pacarnya. Sejak itulah Wira melampiaskan semua amarah dan emosinya dengan bekerja keras hingga ia memutuskan membuat usahanya sendiri. Yang Wira tahu Giskha meninggalkannya karena lelaki yang menikahinya seorang pengusaha kaya dan ia berusaha agar bisa menjadi seperti suami Giskha. Dan terbukti selama beberapa tahun kerja kerasnya berhasil, ia membuka perusahaan sendiri tak lepas dari bantuan Ayahnya yang memiliki sahabat pengusaha pula.

Wira mulai menutup dirinya dari wanita, belum siap membuka hatinya pada wanita mana pun karena terlalu takut kejadian dahulu terulang kembali. Bagi Wira jika ia sudah siap ia akan memulai berhubungan serius dengan seorang wanita, namun untuk saat ini ia masih ingin mengabdikan dirinya pada perusahaan yang dibangunnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Dan Benci
Cinta Dan Benci
Dalam Cinta Dan Benci, Viona Anatasya bangkit untuk balas dendam setelah dikhianati secara tragis. Di tengah misinya, ia terjerat obsesi Randy Logan, seorang CEO dingin. Simak kisah billionaire romance novels ini dalam web novel penuh intrik dan pengkhianatan di dunia modern.
Diary Istri CEO
Diary Istri CEO
Dalam Diary Istri CEO, Aisyah berjuang mencari keadilan di ibukota hingga terjebak pernikahan dengan Rahman, seorang billionaire yang frustrasi. Romance novel ini mengisahkan misi Aisyah mengubah takdir Rahman melalui ikhtiar bersama di tengah keraguan medis dalam web novel yang emosional ini.
Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia
Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia
Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia menyajikan romance novel dengan bab berbeda yang menenangkan. Temukan berbagai short stories romance yang fokus pada resolusi positif di tengah realitas hidup. Pilihan tepat bagi pembaca yang ingin read books online free.
Nafsu Terlarang: Suatu Malam Bersama Ayah Suamiku
Nafsu Terlarang: Suatu Malam Bersama Ayah Suamiku
Dalam Nafsu Terlarang: Suatu Malam Bersama Ayah Suamiku, Joanna terjebak pernikahan paksa dengan Rhys. Owen, sang miliarder, melindunginya hingga rahasia malam itu terungkap. Baca kisah romance novel ini tentang cinta dan pengkhianatan di billionaire romance books yang penuh intrik.
Rintihan Sekretaris Suamiku
Rintihan Sekretaris Suamiku
Dalam romance novel Rintihan Sekretaris Suamiku, pengabdian Eva Renata diuji saat Ebin Permana, sang billionaire, terpikat oleh Dinda. Pengkhianatan di kantor memicu aksi pengintaian Eva untuk mengungkap kebenaran. Simak kisah modern novel ini dan baca buku online free sekarang.
Secret Family
Secret Family
Dalam romance novel modern Secret Family, Jasmine terjebak hubungan rumit dengan anak mantan suaminya. Di sisi lain, Sica menghadapi kekacauan saat Rannu hadir di hidupnya. Baca kisah pilihan sulit mereka dalam web novel ini yang penuh rahasia keluarga dan konsekuensi tak terduga.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Setelah Ditinggal, Si CEO Cantik Melamarku
Setelah Ditinggal, Si CEO Cantik Melamarku
Seorang pria yang dibesarkan di pedesaan di hari pernikahannya tahu bahwa tunangannya tengah mengandung anak dari pria lain dan berusaha menipunya agar mau menikah. Dia yang marah pun pergi ke kota. Setelah ke kota, bakatnya segera menarik perhatian seorang CEO wanita kaya dan dalam waktu tiga tahun, mereka meraih kesuksesan besar. Secara kebetulan, dia ditugaskan untuk mengerjakan proyek pembangunan besar di kota kelahirannya dan kembali ke kampung halaman sebagai pria yang sangat sukses dan hal ini tidak akan pernah dibayangkan oleh siapa pun.
Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Dia telah mengikutinya selama tiga tahun Dia menyebutnya sebagai isyarat yang terkenal dan berharga, tetapi dia tidak dapat menolak lagu tersebut. Aku kembali Bai Yueguang telah bercerai dari rumah, menjadi putri orang terkaya lagi, dan balas dendam adalah Empat Yang Besar. Hadiahnya untuk mantan suaminya Di pesta pertunangan, dia tiba-tiba mengubah penampilannya dan menjadi cantik kembali, mantan suaminya...
Obsesi Tersembunyi CEO Miliarder
Obsesi Tersembunyi CEO Miliarder
Kehidupan Dokter Lia Ananta terbalik saat ia jatuh cinta pada Rian Kanjar, miliarder seksi dan menggoda. Obsesinya menjadikannya kekasih yang berbahaya. Percintaan mereka yang penuh gairah berubah jadi gelap saat para pria dari kehidupan Lia mulai menghilang secara misterius dan dia harus menghadapi rahasia Rian yang mengerikan dan cintanya padanya.
Kehidupan Ini Lebih Bahagia
Kehidupan Ini Lebih Bahagia
Gini Leo menikahi Reza Tom yang berkhianat, dan Rini Leo menikahi pelajar miskin yang akhirnya jadi Perdana Menteri. Akhirnya Gini diasingkan, sementara Rini dapat gelar bangsawan. Mereka tewas saling bunuh. Kini Rini terlahir kembali, memperbaiki kesalahan, dan kembali dapat gelar.
Kembalinya Sang Putra Pewaris (Sulih Suara)
Kembalinya Sang Putra Pewaris (Sulih Suara)
Tommy Lutfi merancang sebuah paten dan memberikannya kepada tunangannya. Dia ingin tunangannya mendapatkan penghargaan dari Grup Tirtajaya. Namun, saat upacara penghargaan, Tommy harus menelan pil pahit. Tunangannya telah mengkhianatinya. Bahkan, untuk menyenangkan seorang pria kaya, tunangannya berniat melukai Tommy. Pada saat yang kritis, ketua Grup Tirtajaya dan mengungkapkan sebuah rahasia mengejutkan bahwa Tommy adalah putra kandungnya yang telah lama hilang.
Kesepian pada Musim Semi
Kesepian pada Musim Semi
Wina Septi, Putri Mahkota Dazim hidup dalam kemanjaan sejak kecil. Tapi 3 tahun yang lalu, ditemukan bahwa dia adalah putri palsu yang ditukar. Ditambah lagi, dia dijebak oleh Putri Jihan Septi, putri yang asli hingga membuatnya harus memikul tuduhan membunuh sang adik bungsu. Agar Wina selamat dan nggak dihukum para menteri, Raja, Ratu dan Pangeran dengan berat hati mengirimnya ke Bejati jadi tawanan. Mereka kira itu adalah yang terbaik untuk Wina, tapi ternyata di Bejati, Wina dijadikan budak dan pelacur, menanggung segala hinaan dan siksaan. 3 tahun kemudian, Wina kembali ke Dazim dengan penuh luka. Sebenarnya Wina mau ceritakan semua pengalamannya selama ini. Namun, karena rekayasa Jihan, Wina justru disalahpahami oleh keluarganya telah berhubungan gelap dengan pria di Bejati, sehingga jadi sasaran amarah semua orang.