Logo
Sindiran Pedas Istri Kedua
Sindiran Pedas Istri Kedua

Sindiran Pedas Istri Kedua

75 Bab
Tamat
Dalam romance novel Sindiran Pedas Istri Kedua, Tiara menghadapi konflik batin setelah mengizinkan suaminya poligami. Terus diserang hinaan dari istri kedua di sosial media, Tiara harus memilih antara bertahan atau mencari kebebasan. Baca kisah modern novel ini sekarang.

Ringkasan Sindiran Pedas Istri Kedua

Kehidupan Tiara berubah drastis setelah ia mengizinkan suaminya untuk berpoligami. Meski telah berusaha bersikap sabar dan terus mengalah, ketenangan yang ia dambakan tak kunjung datang. Tiara justru menjadi sasaran empuk provokasi serta sindiran tajam dari istri kedua, baik dalam interaksi langsung maupun lewat unggahan di media sosial. Kini, ia berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah Tiara tetap bertahan dalam luka, atau berani mengambil langkah untuk pergi?
Selengkapnya

Bab 1 dari Sindiran Pedas Istri Kedua

"Bodo amat sama komentar anda ya, yang suka nyelonong aja kerjaannya di wall orang. Yang jelas sekarang, saya sangat bahagia sama kehidupan saya. Yang jelas, di sini antara saya dan pasangan saya saat ini, nggak ada istilah dipaksa atau pemaksaan ya. Jodoh, maut, rezeki Tuhan yang ngatur bukan anda! soal hati nggak bisa dipaksakan dan nggak ada yang bisa ikut campur ya! Jadi, buat anda jadi manusia nggak usah sok suci ... jatuhnya kamu MUNAFIK!!! Paham...?"

Begitulah sebuah status yang terpampang di beranda ketika pagi ini aku membuka salah satu aplikasi yang populer di negeri ini. Diposting semalam dengan menandai sepuluh orang. Salah satunya adalah suamiku.

Postingan itu sudah disukai oleh hampir lima puluh orang dan komentar juga mendekati angka seratus. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semua itu. Aku memang tidak berteman dengan pemilik akun tersebut karena dia menandai orang-orang yang berteman denganku otomatis mampir juga ke berandaku.

Namun, jariku tak bisa berhenti sampai di situ. Jiwa kepoku melonjak-lonjak dan harus segera diikuti maunya. Aku pun berkelana di kolom komentar.

"Kata-kata mutiaranya indah banget, say."

"Hajar Bund."

"Jangan kasih kendor, Sist!"

"Wiiih, disuguhi cerpen untuk pengantar tidur."

"Orang kayak gitu mah jangan dibaik-baikin, nanti ngelunjak."

"Ada ya manusia model begitu?"

"Ih, julid banget tuh orang."

"Orang kayak gitu kudu dikasih pelajaran. Biar kapok!"

"Moga orang itu dapat hidayah, ya, jeng."

"Sabar, say. Pertahankan orang yang kamu cintai. Jangan dengerin orang-orang syirik."

"Berasa baca novel deh pagi-pagi."

"Bunda cantik ternyata bisa ngomel juga. Jangan diambil hati bun, orang syirik abaikan aja."

Begitulah rata-rata komentar yang bertebaran di sana. Memojokkan sosok 'anda' yang dimaksud pada postingan itu. Aku merasa miris, entah kenapa orang-orang cepat sekali menghujat padahal sebagian dari mereka tidak tahu apa yang mereka komentari.

Hampir semua komentar dibalas atau pun ditanggapi dengan stiker oleh si pemilik postingan. Bahkan pada beberapa komentar terjadi saling balas yang cukup banyak sehingga sedikit banyak terkuaklah beberapa hal yang seharusnya tidak dikonsumsi publik.

Aku sangat tahu bahwa postingan itu ditujukan padaku. Dan ini sudah untuk kesekian kalinya. Sepertinya memang sudah hobinya begitu, bikin status tandai beberapa orang kerabatnya kemudian mereka akan berkomentar beramai-ramai. Habis-habisan menyudutkan pihak yang berseberangan itu. Seolah-olah merekalah yang paling benar dan paling segalanya.

"Dasar keluarga norak, bar-bar, malu-maluin. Padahal semua komentar itu cocoknya untuk dia tapi nggak nyadar diri juga." Aku bergumam lalu menyimpan ponsel ke tempat yang aman karena sebentar lagi Hendi, suamiku yang juga sudah menjadi suami wanita itu akan datang ke sini. Pasti postingan itulah yang akan dibahasnya. Jika nanti berujung pertengkaran, jangan sampai ponselku menjadi korban lagi seperti beberapa waktu lalu. Secepat mungkin harus kuamankan.

Perkiraanku tepat, terdengar suara mesin kendaraan di luar. Tak lama seseorang mengucapkan salam. Aku segera keluar kamar dan kami berpapasan di ruang tengah.

"Kamu bikin gara-gara apalagi sama Nadia sampai-sampai dia buat postingan begitu?"

Tanpa basa-basi, Hendi langsung menodongku dengan pertanyaan itu.

"Ya kamu tanya aja sama istri barumu itu! Ngapain nanya aku?" jawabku sesantai mungkin. Padahal dalam hati aku sangat geram.

"Nadia tidak akan mungkin begitu kalau bukan kamu yang mancing-mancing!" Hendi sedikit meninggikan suaranya.

Aku tercengang, beberapa saat setelah itu aku pun berucap pelan dengan menyipitkan mata sebagai bentuk keherananku.

"Aku?"

"Tolonglah Tiara, bersikaplah lebih dewasa. Jangan apa-apa dibawa ke sosmed. Apa perlunya tentang kehidupan kita harus diketahui banyak orang?"

"Kamu datang ke sini terus ngomongnya seperti itu padaku, salah tempat! Kamu buta huruf apa buta hati? Datang-datang nyalahin aku."

Kali ini suara aku sedikit naik.

"Nyatanya, semua ini memang berawal dari kesalahan kamu, kan? Kamu berkomentar sana-sini di postingan orang yang ujung-ujungnya menyudutkan keberadaan Nadia?"

Suara Hendi semakin meninggi. Aku ingat sekarang, dua hari yang lalu aku memang berkomentar di status teman lama kami. Dia menyiratkan kegundahan hatinya atas konflik yang tak berujung dengan keluarga suaminya.

"Semangat! Semua akan indah pada waktunya."

Kutulis di kolom komentarnya sebagai bentuk empati padanya. Kami pun saling berbalas komentar beberapa kali hingga dia menarik kesimpulan dari pembicaraan kami itu bahwa apa yang kita lakukan kelak akan kembali pada kita.

Di berandaku sendiri aku membagikan sebuah quote tentang kesabaran. Quote dari halaman seorang penulis terkenal. Sepertinya dia atau pun keluarganya memang sengaja memantau aktivitasku di sosial media. Kurang kerjaan amat!

"Tanpa aku harus ngejelek-jelekin dia juga udah jelek imejnya di mata orang-orang," celetukku.

Kulihat perubahan di muka Hendi. Dia pasti tidak terima ucapanku tadi.

"Ulah kamu yang membuat Nadia dipandang jelek sama orang-orang. Stop status-status lebay kamu itu. Kalau tidak, aku tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di rumah ini!"

"Papa ...." Rara, putri kami telah berdiri di ambang pintu. Dia berlari kecil ke arah kami dan langsung memeluk papanya. Sepertinya dia sangat rindu. Tak lama berselang Khalif --kakaknya-- juga masuk. Mereka tadi pergi ke rumah ibu untuk sarapan.

"Papa semalam kok tidak tidur di sini lagi? Rara susah tidur semalam."

Putri kecilku itu memang sangat dekat dengan papanya. Dialah yang membuatku harus bertahan dengan kondisi seperti ini. Khalif pun menghampiri papanya. Setelah mencium tangan dia pun menuju kamar mengambil tas dan sepatu.

"Rara ikut ngantarin Kak Khalif, ya," pinta gadis kecil yang baru genap lima tahun itu. Dia pun memeluk papanya lebih erat lagi.

"Iya, sana ambil jaket sama kaca mata biar nggak kelilipan," ujar Hendi sambil menurunkan Rara dari pangkuannya. Rara segera berlari ke kamar.

"Ingat Tiara, jangan bikin gara-gara lagi!"

Hendi berbicara dengan suara penuh penekanan disertai tatapan tajam. Kemudian dia keluar. Khalif yang baru saja keluar dari kamarnya berjalan ke arahku. Ia mengulurkan tangan untuk berpamitan.

"Mama baik-baik aja?" tanya Khalif dengan lembut.

Kalimat sederhana itu hampir saja membuat mataku mengembun. Buru-buru aku tersenyum padanya. Walaupun baru berusia sepuluh tahun, anak sulungku itu sudah mulai peka terhadap apa yang terjadi di rumah ini.

"Mama baik-baik aja. Cuma agak ngantuk. Semalam Syira sering kebangun."

"Kakak sekolah dulu ya, Ma," pamitnya dengan santun.

"Hati-hati, ya, Nak. Nanti dari sekolah langsung pulang, ya!"

Khalif mengangguk kemudian menggandeng Rara menyusul papanya keluar. Aku mengantar mereka sampai ke pintu. Melepas kepergian mereka hingga punggungnya tak terlihat lagi.

Hari masih pagi tetapi perasaanku sudah tak menentu. Tidak cukupkah wanita itu mengusik kehidupanku di dunia nyata?

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cinta Balas Dendam
Cinta Balas Dendam
Dalam novel Cinta Balas Dendam, Alena terjebak pernikahan paksa dengan Azam, seorang CEO kejam. Alena harus bertahan sebagai alat balas dendam di tengah pengkhianatan keluarga. Temukan kisah billionaire romance novels ini dalam koleksi romance stories kami di platform web novel terbaik.
GAIRAH PAPA MERTUAKU
GAIRAH PAPA MERTUAKU
Dalam GAIRAH PAPA MERTUAKU, Tessa yang kesepian terjebak perselingkuhan dengan Arnold, ayah sambung suaminya. Saat ingin kembali pada Leo, ia justru terjerat permainan licik Arnold. Simak kisah romance novel ini di web novel kami, pilihan terbaik untuk read books online free.
Gairah Sang Pemuas
Gairah Sang Pemuas
Dalam Gairah Sang Pemuas, Gusti terpaksa menjadi pria panggilan demi ekonomi. Romance novel ini mengikuti transformasinya di ibu kota hingga terjebak sisi gelap. Saat teman masa kecilnya datang, pilihannya diuji. Baca kisah modern novel ini melalui platform online novel sekarang.
JUST WANNA BE WITH YOU
JUST WANNA BE WITH YOU
Dalam JUST WANNA BE WITH YOU, pelukis muda Helena Davies terjebak dilema pertunangan rumit dengan Steve dan sepupunya, Dave. Kisah romance novel ini menguji kesetiaan di tengah tekanan keluarga. Baca kisah selengkapnya di web novel modern novel yang penuh intrik ini.
Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan
Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan
Dalam novel romantis modern Kebohongan Suamiku Menjadi Kenyataan, seorang suami berbohong bisa melihat sisa umur demi merawat cinta pertamanya. Sang istri memilih mengalah dan menuruti semua keinginannya, menyembunyikan fakta bahwa dialah yang sebenarnya sekarat. Baca novel online ini sekarang.
Michael Obsession
Michael Obsession
Michael Obsession mengisahkan Michael yang memanfaatkan krisis perusahaan Casandra demi memilikinya. Casandra terpaksa meninggalkan kekasihnya demi tuntutan pernikahan ini. Simak kelanjutan billionaire romance novels ini dalam webnovel modern novel yang penuh dengan ambisi dan kuasa.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta yang Terlambat
Cinta yang Terlambat
Ditindas dan dipaksa berpisah dengan cinta pertamanya, dia terpuruk dalam kesakitan hingga akhirnya masuk rumah sakit jiwa dan melahirkan seorang putri. 5 tahun kemudian, ketika dia berjuang untuk bertahan hidup bersama putrinya, cinta pertamanya yang telah menjadi pengacara terkenal kembali lagi. Takdir membuat mereka bertemu kembali, tapi masa lalunya yang kelam masih menghantuinya...
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Cinta hilang, takhta ditinggalkan
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
[Versi suara dubbing] Penyesalan yang Tak Diucapkan
Un malentendu de dix ans a mis fin à leur amour. Elle revient muette, avec un enfant malade ; quand la vérité émerge, il est noyé dans le regret mais ne peut pas s'excuser.
Mencintaimu adalah Kebahagianku
Mencintaimu adalah Kebahagianku
Emma kabur dari keluarga yang mau kesuksesan dengan cara menjual anak sebelum dia tunangan, tapi dia malah bermalaman dengan pria kaya yang bernama Gevan, bahkan menghamili anaknya. Yang lebih mengejutkan tempat kerja Emma juga dibeli oleh Gevan, awalnya Emma hanya ingin bekerja keras untuk membuktikan kemampuan dirinya, dia memang berhasil membuktikan kemampuannya. Hanya saja, Emma juga terus diganggu oleh Gevan, akhirnya Emma luluh dan jatuh cinta pada Gevan.
Panduan Menggoda Pria Mapan
Panduan Menggoda Pria Mapan
Sophie hanya seorang intern, sampai pesan pribadinya yang berisi fantasi tentang sang bos tersebar. Dia malu, patah hati, tapi masih mencintainya. Saat bahaya datang, Jesse menyelamatkannya. Sekarang, mereka tinggal serumah. Tatapan malam berubah jadi rahasia. Padahal, godaan sama sekali bukan bagian dari rencana.
Pengasuh di Keluarga Konglomerat
Pengasuh di Keluarga Konglomerat
Masuk ke keluarga konglomerat sebagai pengasuh bayi, gaji 160 juta per bulan, Talitha langsung terima! Karena masih muda dan cantik, ia sering dianggap remeh dan dipandang sinis. Namun, Talitha sama sekali tidak goyah. Ia fokus total pada tugasnya, dan ternyata menyimpan segudang keahlian luar biasa: terapi pijat dan pengobatan tradisional, meracik jamu dan menu kesehatan, pendidikan anak usia dini, hingga konseling psikologi. Satu per satu, bakat terpendamnya itu terungkap. Kepiawaiannya tidak hanya memecahkan masalah rumit keluarga, tetapi juga membuat seluruh anggota keluarga konglomerat itu tercengang.