Logo
Gairah Sang Pemuas
Gairah Sang Pemuas

Gairah Sang Pemuas

76 Bab
Tamat
Dalam Gairah Sang Pemuas, Gusti terpaksa menjadi pria panggilan demi ekonomi. Romance novel ini mengikuti transformasinya di ibu kota hingga terjebak sisi gelap. Saat teman masa kecilnya datang, pilihannya diuji. Baca kisah modern novel ini melalui platform online novel sekarang.
Bab 1 dari Gairah Sang Pemuas

Seorang lelaki paruh baya, mengelus pemuda yang sedang membungkuk untuk mencium tangannya. Hari itu, pemuda tersebut akan pergi ke kota untuk kuliah.

Gusti Pratama namanya. Dia merupakan anak sulung pasangan Wiryo dan Yana. Pasangan sederhana yang terbiasa bertani dan berkebun, untuk mencukupi kebutuhan hidup. Sungguh keberuntungan bagi mereka, saat mengetahui Gusti bisa mendapat beasiswa di universitas ternama.

Para gadis desa juga terlihat berkumpul di rumah Gusti. Tidak heran itu dilakukan mereka, Mengingat Gusti memiliki paras sangat tampan. Bisa dibilang dia adalah lelaki tertampan di desanya. Ya sebut saja kembang desa versi lelaki.

"Mas Gusti ojo tinggalin daku, Mas..."

"Iya. Jangan lupakan kami di sini ya."

Berbagai kalimat perpisahan didapatkan oleh Gusti. Lelaki tampan itu hanya menyapa dengan senyuman.

Jujur saja, dari banyaknya gadis di desa, hanya satu gadis yang selalu menarik perhatian Gusti. Namanya Siti Mawardah, dia seringkali disapa dengan panggilan Mawar.

Sebelum memasuki mobil, Gusti mengedarkan pandangan ke segala arah. Sebab, sejak tadi dia tidak melihat Mawar untuk melepas kepergiannya.

"Ayo cepat, Gus! Pesawatnya berangkat satu setengah jam lagi, Takutnya kita telat nanti," tegur Aman. Teman sepantaran Gusti, Namun dia merupakan anak juragan desa yang dikenal kaya. Sayangnya dia tak memiliki wajah setampan Gusti.

Gusti mengangguk dan segera masuk ke mobil Aman. Saat itulah, terdengar suara teriakan gadis yang memanggilnya dari jauh.

Buru-buru Gusti keluar dari mobil, Dia yakin gadis yang memanggilnya adalah Mawar.

"Gusti! Tungguin aku!" pekik Mawar yang berlari laju, sambil membawa sesuatu dalam pelukannya. Dia segera berhenti di hadapan Gusti.

"Kau kemana saja?! Bisa-bisanya kau jadi orang yang paling telat muncul dari yang lain!" timpal Gusti, Dia dan Mawar bersahabat sejak kecil. Keduanya sama-sama menyimpan rasa suka, Tetapi sampai sekarang mereka belum berpacaran.

"Jangan marah-marah. Aku membuatkan sesuatu untuk kau bawa, Nih!" Mawar menyerahkan barang bawaannya kepada Gusti.

"Ini apa?" tanya Gusti dengan kerutan dahi.

"Yang jelas itu akan berguna buatmu nanti. Ya sudah, pergi sana!" ujar Mawar yang malah mendesak Gusti untuk cepat pergi.

"Dasar! Senang ya lihat aku pergi," tanggap Gusti memberengut.

Mawar hanya membalas dengan menjulurkan lidah. "Kan kau nanti balik lagi," ucapnya.

Gusti mendengus kasar. Dia meletakkan barang pemberian Mawar ke kursi belakang mobil. Tanpa diduga, Gusti memeluk Mawar.

Mata Mawar membulat sempurna. Wajahnya juga memerah padam karena malu, Buru-buru dia mendorong Gusti.

"Apaan sih?! Kita dilihatin orang banyak!" kata Mawar gelagapan.

"Awas aja kalau kangen!" timpal Gusti, lalu Dia segera masuk ke mobil. Tak lama kemudian, beranjaklah dia bersama Aman.

Terlihat ada beberapa gadis yang kesulitan berpisah, Mereka sampai mengejar mobil dengan berlari. Saking tampannya Gusti, bahkan ada anak SMP yang juga menyukainya. Mereka bahkan membuat klub fans, bernama Tergusti-gusti di kampung bernama Pesenja itu.

Dari daratan hingga lautan diarungi Gusti, Sampai tibalah dia di ibu kota. Gusti dan Aman langsung pergi ke kost-kostan mereka yang kebetulan sudah dipesan.

Kini Gusti dan Aman baru saja sampai di kost-kostan, Keduanya terlihat mengambil barang dari bagasi taksi.

"Parah! Ternyata begini ya ibukota, Kita hampir dua jam terjebak macet. Udah capek, panas lagi!" keluh Gusti sambil geleng-geleng kepala.

"Kau beruntung punya teman kayak aku, Gus. Kalau aku nggak ada, kau pasti akan semakin kesulitan. Menemukan kost-kostan yang dekat sama kampus tuh nggak mudah loh," ujar Aman.

"Iya sih. Tapi harganya mahal. Kalau bisa nanti aku mau cari yang lebih murah," tanggap Gusti.

"Eh, kalau yang murah, kost-kostan angker banyak!" balas Aman. Dia dan Gusti segera memasuki kost-kostan, Di sana sudah ada ibu kost yang menyambut.

"Selamat datang di kost-kostan universe. Di sini tidak ada yang namanya perbedaan lelaki dan perempuan," ujar Hesti. Ibu kost-kostan yang tampak mengenakan daster selutut.

Hesti mendekat ke hadapan Gusti. "Ya ampun... tampannya Mas ini," pujinya.

Gusti tersenyum kecut sambil melangkah mundur, Ia justru lebih terpikirkan tentang perkataan Hesti tadi.

"Perbedaan?" tanya Gusti. Keningnya mengernyit dalam. Dia mengira, kost-kostan yang di tempatinya adalah kost-kostan campuran. Dimana lelaki atau pun wanita diperbolehkan tinggal di sana.

"Iya. Itu konsep kost-kostan di sini," jawab Hesti yang sama sekali tak menjawab pertanyaan Gusti. Dia memperbaiki rambut karena ingin dilihat cantik. Lalu berjalan lebih dulu, untuk mengantarkan Gusti dan Aman ke kamar masing-masing.

"Nggak. Maksudnya, saya bertanya apakah perempuan atau laki-laki diperbolehkan mengkost di sini?" tanya Gusti. Dia langsung mendapat senggolan siku dari Aman.

"Kau ngapain pakai tanya segala? Ini kan emang kost-kostan campuran!" ujar Aman, Membuat mata Gusti sontak terbelalak.

"Ini kan memang kost-kostan campuran. Susah loh mencari tempat senyaman ini, dengan harga yang cukup terjangkau," kata Hesti yang akhirnya berhenti di salah satu kamar. "Nah, ini kamar untuk Mas Aman," ucapnya sambil membukakan pintu.

"Makasih, Tante!" ujar Aman yang segera masuk ke kamar. "Aku duluan ya, Gus. Nanti setelah rehat kita nongki lagi," ujarnya yang sekarang bicara pada Gusti.

Kini Hesti menatap Gusti. Dia tersenyum dan berkata, "Nah kalau kamar buat Mas cakep ini di sana!"

Hesti berjalan menghampiri kamar yang akan di tempati Gusti. Lalu membukakan pintu untuk cowok tersebut.

"Namanya siapa ya, Mas? Kalau Mas Aman kan aku sudah kenal. Tapi Masnya kan belum," cetus Hesti.

"Saya Gusti," jawab Gusti dengan senyuman canggung.

"Ya sudah, Kalau ada apa-apa kasih tahu aku. Rumahku ada di sebelah kost-kostan ini. Yang pakai cat biru," ungkap Hesti. "Oh iya. Kalau mau nomor telepon, tinggal minta sama Aman," tambahnya.

Gusti hanya mengiyakan, Dia berharap Hesti cepat-cepat pergi sehingga dirinya bisa beristirahat. Akan tetapi, wanita paruh baya itu masih diam di ambang pintu.

"Apa ada yang mau dikatakan lagi?" tanya Gusti. Terpaksa bertanya karena Hesti tak kunjung beranjak.

"Nggak apa-apa, Masnya ganteng banget. Sudah lama nggak lihat yang segar-segar begini. Ya sudah, aku pergi dulu," ujar Hesti, Dia akhirnya beranjak.

Kini Gusti mendengus lega, Ia menutup pintu terlebih dahulu. Lalu menghempaskan diri ke ranjang, Meregangkan tubuhnya beberapa kali.

"Ahh... Capek banget," keluh Gusti. Atensinya terfokus pada tas yang berisi barang pemberian Mawar. Ia segera mengambil tas tersebut dan memeriksa isinya.

Mawar memberikan perlengkapan dapur, Terdapat juga tempe mendoan buatannya di dalam sana. Kebetulan tempe mendoan adalah makanan favorit Gusti.

Senyuman mengembang di wajah Gusti. Dia jadi rindu pada Mawar, Padahal dirinya baru berpisah beberapa jam dengan gadis itu.

Gusti memilih tidur sejenak. Dia akan membereskan kamarnya besok saja, Lelaki itu segera jatuh terlelap.

...***...

Bruk!

Terdengar suara pintu tiba-tiba terbuka, Gusti sontak terbangun dari tidurnya. Ia langsung merubah posisi menjadi duduk, sambil melihat ke arah pintu. Di sana tampak seorang perempuan cantik, dengan pakaian crop top dan rok mini.

"Wah! Ada cowok tampan di kamarku..." ucap perempuan yang sering disapa Ana itu. Dia melangkah sempoyongan dengan tatapan sayu. Sepertinya Ana sedang dalam kondisi mabuk.

"Kau siapa? Ini kamarku!" seru Gusti yang tentu saja kebingungan. Dia menyesal karena lupa mengunci pintu tadi.

"Aku tidak peduli ini kamar siapa," kata Ana sembari menghampiri Gusti. Tanpa diduga, dia melepaskan crop topnya begitu saja. Kini yang terlihat hanya bra dan rok mini.

"Apa yang kau lakukan?!" Mata Gusti membulat. Dia buru-buru menjauhi Ana, Berlari keluar dari kamar.

Gusti mendatangi kamar Aman, Mengetuk dan memanggil temannya itu beberapa kali. Sebagai pemuda kampung, jelas berhadapan dengan perempuan seperti Ana bukanlah hal biasa. Pemuda kampung seperti Gusti terbiasa hidup menjunjung tinggi norma.

Setelah lama mengetuk, akhirnya Aman membuka pintu. Lelaki itu tampak malas karena baru terbangun dari tidur.

"Apaan sih, Gus?. Baru malam pertama udah heboh aja," tukas Aman.

Bersambung

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Tidak Rela Dimadu
Aku Tidak Rela Dimadu
Dalam novel romance Aku Tidak Rela Dimadu, Zeline dituduh mandul oleh Melvin hingga suaminya nekat menikah siri. Zeline harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau pergi demi harga diri. Baca kisah modern novel ini untuk mengikuti perjuangan Zeline menghadapi pengkhianatan.
Anak Milik CEO
Anak Milik CEO
Dalam Anak Milik CEO, seorang wanita terjebak di lift bersama Davero, pria dari masa lalunya yang kini berkuasa. Pertemuan ini memicu obsesi sang miliarder untuk memilikinya kembali. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah penuh ketegangan dalam web novel modern yang intens.
CEO Bucin
CEO Bucin
Dalam novel CEO Bucin, Amanda terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Antonio. Saat ia menyerah menghadapi sikap dingin sang suami, Antonio justru berbalik mengejar cintanya. Ikuti kisah billionaire romance novels ini dalam webnovel modern tentang perjuangan menebus kesalahan masa lalu.
Di Balik Topeng Cinta Pertama
Di Balik Topeng Cinta Pertama
Dalam novel romantis Di Balik Topeng Cinta Pertama, seorang istri kehilangan putrinya akibat pengkhianatan suami billionaire yang menyuap dokter demi menyelamatkan anak teman masa kecilnya. Di tengah duka dan vonis leukemia stadium lanjut, ia harus menghadapi kenyataan pahit. Baca novel online ini.
DIBUANG MANTAN TUNANGAN, DICINTAI MANTAN AYAH MERTUA
DIBUANG MANTAN TUNANGAN, DICINTAI MANTAN AYAH MERTUA
Dalam novel romance DIBUANG MANTAN TUNANGAN, DICINTAI MANTAN AYAH MERTUA, Vivi harus menghadapi pengkhianatan Krisna. Reza, sang billionaire, melamar Vivi demi melindunginya. Ikuti kisah billionaire romance novels ini saat balas dendam dimulai di platform web novel kami.
Diminta Menjadi Madu
Diminta Menjadi Madu
Dalam Diminta Menjadi Madu, Ningroem terjebak dilema saat istri tetangganya memintanya berpoligami. Romance novel ini mengisahkan perjuangan batin saat berbagi suami hingga konflik kepemilikan muncul. Baca kisah modern novel ini tentang pilihan sulit antara kesetiaan dan harga diri.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta di Waktu yang Tepat
Cinta di Waktu yang Tepat
Demi mencari ibunya, Lisa dijebak oleh adik tirinya, Linda. Dia tidak sengaja tidur dengan Hendy dan melahirkan sepasang anak kembar. Enam tahun kemudian, Lisa kembali bersama anak-anaknya untuk membalas dendam. Dia pun kembali bertemu dengan Hendy tetapi saling tidak mengenal. Setelah pertemuan kedua, akankah mereka kembali bersama? Apakah dia akan berhasil balaskan dendamnya?
Kepada X yang Tersayang
Kepada X yang Tersayang
Marni, seorang mahasiswa jurusan teater yang bercita-cita tinggi dan bermimpi meraih masa depan cerah setelah terpilih dalam karya sutradara terkenal. Namun, hidupnya hancur saat Yuni, sahabatnya menyebarkan video palsu yang perlihatkan seolah Marni berhubungan seks dengan Profesor Panji dan selingkuh dari Gilang, pacar Marni. Bertekad untuk balas dendam, Marni bekerja sama dengan Haris, si asisten dosen yang mengungkapkan identitas asli Yuni padanya.
[Versi suara dubbing] Gemuruh penyesalan
[Versi suara dubbing] Gemuruh penyesalan
Seorang istri yang telah bekerja keras untuk keluarga selama sepuluh tahun mengetahui bahwa suaminya adalah orang kaya, tetapi mengabaikan putrinya karena cinta pertamanya. Dia bercerai dengan suaminya dan membawa putrinya pergi. Putrinya memberinya kesempatan kepada ayahnya, tetapi kembali terluka. Ketika suaminya menyesal, putrinya sudah memutuskan untuk meninggalkannya...
Menjadi Miliarder Sebagai Kekasih CEO
Menjadi Miliarder Sebagai Kekasih CEO
Mantan CEO mati secara misterius. Untuk mencari semua kebenaran, putranya menyamar jadi pembantu, dia rela dihina dan diperbuat buruk. Hanya saja orang tidak selalu sengsara, ada waktunya dia akan kembali ke puncah dan membalas dendam pada mereka yang sudah menyakitinya.
Madu Beracun Takdir
Madu Beracun Takdir
Eric terlahir kembali dengan ingatan masa lalu. Kali ini, dia tak akan tertipu lagi oleh senyum manis Vera yang ternyata bersekongkol dengan Nigel untuk membunuhnya lewat makanan beracun. Sementara Caroline yang setia justru mengungkapkan perasaannya di detik-detik terakhirnya. Kini dengan kesempatan kedua, Eric membongkar kebusukan mereka, mengakui cinta pada Caroline yang sejati, dan memastikan para pengkhianat mendapat ganjaran setimpal.
Berkah Manis Cinta
Berkah Manis Cinta
Enam tahun lalu, sang CEO dibius oleh pesaing, secara keliru masuk ke kamar dengan seorang wanita yang juga dibius dan tidur dengannya. Efek obat bius itu hilang tetapi mereka tidak melihat satu sama lain dengan jelas. Dia mengambil setengah dari liontin giok wanita itu. Wanita itu hamil dan melahirkan seorang putri, menjalankan warung mi kecil di pinggir jalan untuk menghidupi keluarga tunangannya yang bajingan. CEO terkejut menemukan bahwa putrinya memiliki kemiripan yang mencolok dengannya dan tes paternitas mengonfirmasi bahwa dia adalah ayahnya. Akibatnya, CEO memulai perjalanan untuk mengejar cinta.