Logo
Perselingkuhan Gila Istriku
Perselingkuhan Gila Istriku

Perselingkuhan Gila Istriku

34 Bab
Tamat
Dalam Perselingkuhan Gila Istriku, kecurigaan menyelimuti pernikahan modern ini saat Lidya terus berbohong. Sang suami terjebak antara pengkhianatan dan hasrat saat mengungkap rahasia gelap di balik kepergian istrinya. Baca romance novel penuh mystery story ini di platform web novel.
Bab 1 dari Perselingkuhan Gila Istriku

Ketika istriku memutuskan untuk kembali bekerja, kemudian di tahun yang lalu ia mengalami kenaikan posisi yang berdampak penghasilannya menjadi jauh berada diatasku, awalnya masih terasa biasa saja. Namun kira-kira di 6 bulan terakhir, perlahan ada perubahan yang mulai dirasakan pada sikap istriku.

Lidya, begitulah nama istriku. Sebagai seorang istri sikapnya memang masih sama seperti Lidya yang sudah aku nikahi 3 tahun yang lalu. Ia masih hormat dan patuh kepadaku, juga masih dengan sepenuh hati melayani segala kebutuhanku di rumah. Aku sebagai suaminya seharusnya merasa beruntung mendapatkan istri secantik dan sebaik dia. Namun diluar peran istri yang masih ia lakukan dengan baik, ada perbedaan yang menurutku cukup mengganggu, yaitu perkara dia yang sudah hampir tidak pernah melibatkanku untuk bepergian. Misalnya untuk berbelanja, jalan-jalan, menghadiri undangan, dll.

Jika dulu setiap hendak bepergian tanpaku, ia selalu meminta izin, kini hanya pemberitahuan saja. Tahu kan bedanya? Jika izin tentunya harus menunggu keputusanku sebagai kepala keluarga, apakah diizinkan atau tidak. Sedangkan jika pemberitahuan, ya sekedar memberi tahu saja kalau dia ada rencana keluar, mau diizinkan atau tidak... ya kegiatannya akan tetap berlangsung. Begitulah kira-kira.

Mungkin jika aku mau bersikap keras, bisa saja aku melarang dia bepergian jika memang aku tidak berkenan. Tapi jujur selama 6 bulan terakhir ini power-ku sebagai seorang suami memang sedang down. Aku bukanlah seorang yang memiliki penghasilan tetap dari gaji bulanan, aku hanya seorang penjual t-shirt yang usahanya menyewa di sebuah trade centre. Namanya bisnis, pendapatannya naik dan turun, bahkan bulan-bulan terakhir terasa sangat berat, omzet penjualan menurun drastis.

Dari pendapatanku, setelah dikurangi biaya sewa tempat dan gaji pegawai toko, yang bisa kudapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga saja. Ada untungnya kami belum dikaruniai anak, kalau sudah… tentu semakin banyak kekurangan untuk menutupi biaya rumah tanggaku. Sementara cicilan rumah dan mobil, istrikulah yang menanggung selama 6 bulan terakhir ini. Memang Lidya tidak pernah perhitungan, sepertinya dia sangat ikhlas dengan apa yang sudah dia keluarkan, walaupun itu sesungguhnya adalah kewajiban suami. Namun aku dengan segala harga diriku, merasa sudah jatuh harkat dan martabat sebagai seorang suami dihadapannya.

Itulah mengapa kini aku tak memiliki keberanian untuk melarang setiap istriku pergi. Jikapun aku memaksakan untuk ikut pergi bersamanya, UANG DARIMANAAAA???!?!?!!? Dibayarin pun rasanya gengsi.

Aku memang sudah tidak pernah mengajaknya jalan-jalan, aku juga selalu menolak dengan beragam alasan apabila dia mengajakku, apalagi ketika Lidya mengatakan akan mentraktirku… tidak!!! Mungkin dari sikapku itulah awal mula mengapa Lidya sekarang jika ada kegiatan di luar rumah sudah tidak mau melibatkanku lagi.

Lidya yang masih berusia 25 tahun rasanya memang masih pantas untuk merasakan bahagia bermain di luar sana, lagipula dia punya uang. Biarlah dia pergi tanpaku, namun pertanyaannya, dengan siapa dia berbahagia diluar sana? Makin hari kecurigaanku semakin besar, kalau dia bisa saja tak keluar bersama sahabat kantornya yang perempuan, lalu dengan siapa? entahlah, akupun belum bisa memastikan.

***

PAGI YANG TAK BIASA​

Aku terbangun dari tidur, sambil memicingkan mata aku melihat jam dinding yang tergantung di kamarku sudah menunjukan jam setengah delapan pagi. Aku memang meliburkan diri setiap hari Minggu. Dan di hari itulah aku sengaja ‘mengistirahatkan’ tubuh dan pikiranku dengan sedikit bermalas-malasan. Kemudian bercengkrama dengan istriku di sepanjang hari, menonton Netflix atau apapun itu, pokoknya masih aktivitas di seputaran rumah yang tak mengeluarkan uang. Tapi sepertinya itu semua tidak akan terjadi di hari ini.

Istriku kemarin malam sudah mengatakan bahwa dia akan pergi hari ini jam 10 bersama Vina, sahabat kantornya. Dan lagi-lagi aku hanya mengangguk tanpa berusaha untuk mencegahnya. Dia bilang hari Minggu ini akan ke salon, creambath, facial, skin care-an, kemudian lanjut dengan gym… jika masih ada waktu. Tidak ada yang aneh dengan kegiatannya itu, Lidya memang rutin merawat wajah dan tubuhnya. Tapi untuk gym, jadwalnya biasanya setiap hari Rabu malam sepulang dia bekerja, tapi entahlah… yang pasti dia mengatakan akan nge-gym di hari Minggu ini.

Biasanya setiap aku bangun kesiangan seperti ini di hari Minggu, aku tidak akan mendapati istriku di kamar. Dia sudah sibuk di dapur memasak masakan favoritku, atau sekedar membuatkan sarapan, seperti itulah kebiasaanya sejak awal pernikahan kami. Namun di pagi ini, aku melihat Lidya masih ada di kamar ini, ia sedang duduk di depan meja riasnya sambil berdandan, posisinya membelakangi tempat tidur. Dengan handuk yang masih membungkus tubuhnya, aku melihat begitu sexy-nya istriku ini. Saking asyiknya dia memoles wajahnya, tampaknya dia tidak menyadari bahwa aku sudah terbangun. Akupun memang sengaja tidak membuat gerakan atau suara yang mungkin akan mengganggu aktivitasnya. Saat ini aku menikmati pemandangan yang membuat batang kemaluanku lebih mengeras dibanding pagi-pagi sebelumnya.

Dari belakang, aku melihat pundaknya yang putih bersih terasa begitu menggairahkan dan bulatan payudara yang kulihat dari pantulan kaca menyembul dibalik lilitan handuknya. Ukurannya 34d, cukup membuat mata lelaki tak berkedip apalagi jika Lidya mengenakan pakaian yang sedikit ketat atau belahan dada yang sedikit terbuka. Pantatnya yang padat kini menempel di kursi rias kecil itu, membuat lekuk di kedua tepinya membulat dan tampak menggemaskan.

Lalu kini aku melihat wajahnya, Lidya bukanlah perempuan yang membuat make up sebagai topeng kecantikan. Tanpa make up sekalipun wajahnya sudah cantik, bulu alis hitam terurai rapi, mata yang bulat… namun selalu teduh setiap kali ia memandang, hidungnya yang mancung asli bukan hasil operasi, bibir tipis, dagu sedikit lancip (INGAT YA….. TAK SELANCIP LUCINTA LUNA!!!) dan lesung pipit yang hanya terlihat saat dia tertawa… ah Lidya istriku, kamu memang begitu sempurna.

Keseharian Lidya termasuk saat ia berangkat kerja biasanya hanya memoles wajahnya dengan sapuan make up yang tipis-tipis saja. Tapi mengapa kali ini dia serius sekali berdandan? Memang kali ini yang dia lakukan belum termasuk kategori menor, tapi cukup diluar kebiasaannya. Entah dari jam berapa dia berdandan, sekarang masih menunjukan jam setengah 8 lebih, sedangkan dia rencana berangkat jam 10. Selama itukah dia mempercantik diri? Se-spesial apa kegiatannya hari ini? Bukankan dia mengatakan hanya bepergian bersama Vina ke salon dan gym saja?

Dengan pikiranku yang liar kesana kemari, tanpa sengaja kakiku tersentak saking kesalnya dengan apa yang kupikirkan, gerakanku itu membuat bunyi yang menyadarkan Lidya dari kegiatan berdandannya.

“Sayang, udah bangun?”, tanya Lidya menoleh ke arahku sambil tersenyum dengan sangat cantiknya.

“Eh… iya, u.. udah Mah”, jawabku terbata seperti seorang anak yang sedang ketahuan mengintip.

Aku langsung beranjak dari tempat tidur, masuk ke kamar mandi yang masih ada di dalam kamar tidurku. Kencing, cuci muka, sikat gigi kemudian aku keluar dan melihat Lidya masih serius di depan meja riasnya. Bahkan kali ini dia seolah tidak menghiraukanku. Melihat hal itu aku langsung keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan.

Begitu terkejutnya ketika aku tidak melihat makanan apapun di atas meja makan… bahkan air minum sekalipun tak ada. Aku sedari kecil bukanlah lelaki manja yang harus disiapkan segala sesuatunya termasuk makan dan minum. Aku sebenarnya bisa menyiapkannya sendiri, aku juga tak pernah menuntut istriku untuk memperlakukanku seperti itu. Tapi sejak pernikahan hingga hari kemarin, tanpa diminta pun Lidya selalu tidak pernah absen menyajikan sarapan setiap pagi dan juga makan malam, air minum untukku pun biasanya sudah dia sediakan di meja makan ini. Bahkan sedang sakit sekalipun, Lidya tetap melakukan pekerjaan itu. Itu yang membuatku kini menjadi sedikit manja dan cukup shock dengan kenyataan yang kudapatkan di pagi ini.

Aku kemudian duduk di meja makan yang kosong. Aku tidak marah, tidak….! Sedikitpun aku tidak merasa marah. Hanya aku bertanya-tanya, ada apa dengan Lidya?

Tak lama kemudian dari arah kamar, Lidya berlari ke arahku, gerakan lari tergopoh-gopoh dengan kondisi tubuhnya yang masih terbalut handuk membuat payudaranya naik turun dengan jelas.

“Pah, maaf… Mamah lupa belum nyiapin sarapan”, kata Lidya panik dan seperti sangat menyesal dengan kekhilafannya. Kemudian dia bergegas hendak ke arah dapur bersih yang berada tepat di belakangku. Aku kemudian menghentikan langkahnya dengan memegang lengannya, akupun berdiri dan mengecup keningnya.

“Sudah Mah, lanjutin aja dulu pake pakaiannya, Papah bisa rebus telur sendiri koq, kasian Mama udah cantik… masa harus masak?”, ucapku mencoba tersenyum untuk menenangkan Lidya. Ucapanku dibuat setegar mungkin seolah aku baik-baik saja, padahal apa yang bergemuruh di dalam hatiku berkata lain.

“Beneran Pah?”, tanya Lidya dengan mata membulat memandangku untuk memastikan kalau aku tidak marah.

“Iya, Sayang…..”, jawabku singkat kemudian berusaha mengecup bibirnya. Namun Lidya menolak ciumanku dengan cara menjauhkan wajah dan tubuhnya dari pelukanku. Jujur, aku sangat kecewa dan semakin bertanya-tanya, mengapa dia sampai menghindar seperti itu? Padahal selama ini tak pernah sekalipun dia menolak setiap kali aku ingin mengecupnya. Apakah takut riasannya menjadi rusak? Atau karena hal lain?

“Nanti malam aja ya Sayang”, Lidya berucap dengan senyuman terukir indah di wajahnya, kedua telapak tangannya pun kini mengelus-elus pipiku, sepertinya ia tahu aku kecewa dari perubahan ekspresi wajahku, dan kini dia sedang mencoba untuk menghiburku.

Belum juga aku terhibur, tak sempat juga aku membalas senyumannya, ia sudah berbalik menuju kamar dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda. Kembali mempercantik diri, yang entah kecantikannya itu akan ditunjukan pada siapa?​

Bersambung

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Api Cemburu Ladyboy
Api Cemburu Ladyboy
Dalam romance novel Api Cemburu Ladyboy, Diandra si gadis tomboy harus menghadapi Handoko, pria kaya yang terobsesi menjadi feminin. Di tengah konflik identitas dan pertunangan yang terancam batal, keduanya mencari jati diri dalam lgbt book yang penuh dinamika modern novel ini.
Cinta Rahasia Sang Pewaris
Cinta Rahasia Sang Pewaris
Dalam Cinta Rahasia Sang Pewaris, Ananda menyamar jadi karyawan biasa demi warisan. Namun, ia harus memenangkan hati Erika yang terjebak masa lalu. Ikuti kisah billionaire romance ini di web novel kami, pilihan terbaik bagi pembaca yang mencari romance stories penuh perjuangan dan ambisi.
DIUJUNG JALAN
DIUJUNG JALAN
Dalam novel romance modern DIUJUNG JALAN, Sarah yang ceria dan David yang berhati lembut harus menghadapi perbedaan latar belakang keluarga mereka di sebuah desa tepi hutan. Ikuti kisah mereka dalam web novel ini saat perjuangan cinta dan pilihan hidup menguji kesetiaan mereka.
Fallin Love With Jerk Billionaire
Fallin Love With Jerk Billionaire
Dalam Fallin Love With Jerk Billionaire, Thania terjebak antara kebencian dan cinta pada Zachary, penguasa bisnis yang dingin. Konflik memuncak saat perjodohan mengungkap rahasia cinta pertama. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah romance modern yang penuh kejutan.
Gairah panas sang presdir
Gairah panas sang presdir
Dalam novel Gairah panas sang presdir, Joshua terjebak dalam kondisi hiperseksual setelah dikhianati. Pertemuan dengan seorang mahasiswi menjadi titik balik baginya. Simak kisah billionaire romance novels ini di platform read novels online untuk melihat perjuangan Joshua sembuh dari traumanya.
GREET'S WILDEST DREAM
GREET'S WILDEST DREAM
Dalam novel modern GREET'S WILDEST DREAM, Greet harus bekerja di bawah cinta pertamanya, Tristian Delmar. Konflik memuncak saat Tristian bertunangan dengan sahabatnya sendiri. Temukan kisah pengabdian dan pilihan sulit ini dalam romance novel populer di platform read novels online.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Azab dari Dewi Pena
Azab dari Dewi Pena
Dewi Pena, yang berinkarnasi sebagai mahasiswa, menjalani ujian hidup. Teman sekamar, Rosita Yongki, diam-diam menyembah Dewi Pena untuk mendapatkan kekayaan dan kecantikan, terdorong oleh keserakahan untuk merencanakan hal jahat terhadap Stella Guhara. Stella menampakkan wujud aslinya untuk menghukum, sementara Rosita menyesal di usia senja dan menjalani sisa hidup berbuat baik untuk menebus dosa. Jalan pintas adalah jalan sesat, sedangkan kebaikan adalah jalan yang benar.
Sayang, Katakan saja Ya!
Sayang, Katakan saja Ya!
Dikhianati oleh tunangannya dan saudara perempuannya sendiri, Victoria Branson menikahi Teddy Lloyd tanpa mengetahui identitas aslinya – seorang miliarder rahasia. Bersama-sama, mereka harus melawan keluarga jahat Victoria, merebut kembali perusahaan ibunya, dan menemukan akhir yang bahagia.
[Versi Dub] Kembar Imut Satukan Keluarga!
[Versi Dub] Kembar Imut Satukan Keluarga!
Tanpa diduga, Nina menikah kilat dengan Yundo, orang berkuasa di Kota Jingga. Nina juga langsung menjadi ibu tiri bagi kedua anaknya Yundo. Seiring berjalannya waktu, di antara mereka berdua tumbuh rasa cinta. Hingga akhirnya Nina menyadari fakta mengejutkan, yaitu dua anaknya Yundo itu ternyata adalah anak kandungnya sendiri! Rahasia yang tersembunyi lima tahun lalu pun terbongkar. Pada akhirnya, Nina dan Yundo hidup bahagia bersama dua anak mereka, melewati hari-hari penuh kasih sayang.
Sahabat Ayah Menjadikanku Istri Miliaran Dolarnya
Sahabat Ayah Menjadikanku Istri Miliaran Dolarnya
Pacar Madalyn berselingkuh. Dia mabuk dan akhirnya tidur dengan Nicolas, yang tiga belas tahun lebih tua darinya. Akibatnya, mereka menikah. Madalyn percaya bahwa itu adalah pernikahan tanpa cinta, namun, tanpa sadar ia telah jatuh ke dalam perangkap cinta Nicolas. Dia menunggunya untuk mencintainya kembali.
Dari Sampah Menjadi Ratu
Dari Sampah Menjadi Ratu
Demi membayar biaya pengobatan ibunya, Ashley diserang oleh pamannya dan dikhianati oleh pacar, sepupu, serta keluarganya. Hingga seorang presdir misterius bernama Orion menyelamatkannya. Sepuluh tahun kemudian, ia kembali sebagai miliarder untuk membalas dendam.
Pembalasan Sang Pewaris
Pembalasan Sang Pewaris
Serenity, putri orang terkaya di dunia, menyembunyikan identitasnya untuk menikahi Gabriel demi cinta. Dia membesarkan anak mereka menjadi jenius, namun di acara sekolah sang anak, suami dan anaknya malah mempermalukannya di depan umum. Setelah bercerai, dia bersekutu dengan Dylan untuk menghancurkan mereka. Pada akhirnya, Serenity dan Dylan menikah, menjadi pasangan yang tak terkalahkan.