Logo
GREET'S WILDEST DREAM
GREET'S WILDEST DREAM

GREET'S WILDEST DREAM

88 Bab
Tamat
Dalam novel modern GREET'S WILDEST DREAM, Greet harus bekerja di bawah cinta pertamanya, Tristian Delmar. Konflik memuncak saat Tristian bertunangan dengan sahabatnya sendiri. Temukan kisah pengabdian dan pilihan sulit ini dalam romance novel populer di platform read novels online.
Bab 1 dari GREET'S WILDEST DREAM

"Ha..halo perkenalkan namaku Greet, salam kenal semua, sen-senang bisa bergabung di tim ini."

Aku menahan gugup saat tersenyum, menelan saliva berkali-kali saat belasan pasang mata menatapku tajam. Entah sebenarnya tajam atau tidak, aku yang insecure selalu berpikir melebihi keadaan yang sesungguhnya. Aku menghela napas, semua semangat dan keberanian yang sedari pagi ku kumpulkan seolah menguap begitu saja.

"Baik, kalau begitu, seperti yang saya katakan tadi, Tim akan di bagi dua." Suara pria paruh baya yang Aku ingat bernama Pak Ronald terdengar. ""Team A, Leader Amanda, sama Regina presenter, camera Krisna, research sama editing Mirna n Sean." Sang Manajer, Pak Ronald menyebutkan pembagian Tim.

"Team B, Tristian sebagai Leader, tapi dia masih di Semarang. Presenter Silvy, camera Andreas, Greet n Leon research and editing. Lalu Team B, Tristian sebagai Leader, tapi dia masih di Semarang. Presenter Silvy, camera Andreas, Greet n Leon research and editing."

Jantungku mencelos sesaat. Tristian..

Aku merasa salah dengar. Tapi aku segera menggelengkan kepala mengumpulkan kembali fokusku yang buyar gara-gara nama tabu itu disebut.

Toh belum tentu orangnya sama. Emang dia doang yang punya nama itu? Asisten manajer itu pasti bukan orang sembarangan sampai bisa menjabat posisi itu, dan pastinya bukan pria itu.

Aku berusaha mengusir pikiran konyol, lalu mengikuti tur keliling kantor, mengamati setiap jengkal tempat kerja baruku dengan seksama. Tak terasa sudah jam istirahat, aku bersemangat turun ke lantai lobby dan mencari-cari orang yang sudah menungguku sedari tadi. Tiba-tiba tubuhku tertarik kebelakang saat seseorang melingkarkan tangannya di bahuku.

"Greeeet!"

"Mba Luna!"

Kami berdua berpelukan layaknya anak SMA yang sedang reuni.

"Ya ampun, akhirnya ketemu kamu lagi." Wanita cantik bernama Luna itu tersenyum sambil menarikku masuk ke sebuah kedai kopi yang ada di sudut depan lobby.

"Iya mba.. duh ga sangka aku bakal kerja lagi sama mba." Aku juga tidak dapat menahan rasa senang kembali bertemu dengan senior panutanku ini.

"Nih, aku udah ambilin kartu karwayan dan kartu akses kamu. Welcome to KG Jakarta, Greet."

Aku menatap kartu tanda pengenal karyawan yang belum sempat ku ambil dengan mata berbinar. "Repot-repot sih mba ngambilin. Padahal biar aku aja yang ambil habis istirahat ini."

"Gapapa," sahut Luna sambil mengibaskan tangannya. "kita beli kopi terus balik keruanganku aja ya, biar santai ngobrolnya disana."

Aku mengangguk, hanya membiarkan mba Luna merangkulku, Kami memang dekat seperti kakak adik walau aku merasa sedikit canggung saat kemudian banyak orang mengangguk pada mba Luna disepanjang kami berjalan menuju ke ruangannya. Mba Luna memang dikenal banyak orang, dia putri tunggal Direktur Utama KG.

"Gimana-gimana? Nervous ga?" Kami duduk di sofa minimalis saat sampai diruangan mba Luna di lantai dua puluh dua.

Mataku berkeliling takjub melihat ruangan seniorku ini, sangat cozy, serba putih, terlihat cantik seperti penghuninya. Belum lagi pemandangan kota Jakarta dari atas, wuih!

Mba Luna menyodorkan sebuah cup kopi caramel macchiato kesukaanku. Ah, mba Luna selalu saja mengingat kopi kesukaanku.

"Makasih mba." Aku menghela napas. "Nervous sih.. tapi aku yakin aku bisa."

Mba Luna mengangguk, "Orang disini baik-baik kok, ada calon tunanganku di divisi kamu. Asisten manajernya, nanti aku titipin kamu sama dia."

"Hah? Calon yang itu mba?" Aku terkejut. Mba Luna sempat bercerita kalau papanya ingin menjodohkan dia dengan anak teman bisnisnya, memang usia mba Luna yang menginjak dua puluh delapan tahun, terlihat masih santai dengan status singlenya. Dia belum mau menikah, masih mau bebas berkarir katanya.

Mba Luna mengangguk. "Iya, yang aku ceritain itu, Tian. Nanti juga kamu ketemu dia. Eh, tapi dia lagi keluar kota. Ke Semarang. Dia orangnya suka turun ke lapangan, ga cuma anak buahnya aja yang gawe."

Aku mengangguk-angguk sambil membayangkan pria seperti apa yang akan di jodohkan dengan mba Luna. Pastinya pria tampan, karena Luna itu seperti model, cantik, tubuhnya bagus tinggi semampai, rambutnya hitam legam dengan potongan modern, Aku sendiri kadang tidak percaya bisa berteman baik dengannya. Luna Maira Oetama, tiga tahun lebih tua dariku, tapi kami dekat seperti sahabat seumuran.

Mba Luna memesan makanan, dan tidak terasa satu jam berlalu saat kami asik ngobrol hingga aku terburu-buru kembali ke lantai ruanganku. Benar saja, saat sampai diruang meeting, tatapan mata salah satu head team, bu Amanda menatapku tidak suka. Salahku karena terlambat.

"Ontime. Itu hal terpenting yang harus di utamakan sebagai bagian dari team ini." Bu Amanda yang tengah bicara langsung menembakku.

"Maaf Bu." Aku hanya bisa mengatakan itu, lalu berharap dapat tenggelam ke dalam lantai tempatku berpijak. Lalu aku menyimak, sambil mengabaikan belasan tatap mata yang mendelik tajam.

Memang sulit ditakdirkan punya tubuh gemuk sepertiku, selalu jadi bahan penglihatan dan juga bahan pembicaraan, seperti sekarang, seorang pria muda menatapku dari atas ke bawah dan dua orang gadis dibelakangnya berbisik-bisik seolah membicarakanku, karena mereka selalu menghindari kontak mata saat aku menatap balik.

Hingga jam pulang kantor pun aku belum banyak bicara dengan rekan lainnya. Aku melangkah lesu keluar dari ruangan menuju ke arah lift. Ponselku berbunyi, terlihat nama mba Luna di caller idnya.

"Greet, udah kelar kerjaan?" Suara nyaring dan merdu mba Luna terdengar.

"Baru mba. Aku lagi mau turun lift. Kenapa mba?"

"Makan yuk Greet, itung-itung perayaan hari pertama kamu kerja."

"Mmm... Aku bilang Mamaku dulu ya mba." sahutku.

Setelah mendapat ijin dari Mama, aku memberitahu mba Luna. Kami janjian di lobby dan aku terkejut saat sebuah mobil BMW warna merah menyala berhenti di depannya. Jendela mobil terbuka dan aku menunduk saat namaku dipanggil. Ternyata itu mba Luna.

"Greet, ayo masuk!" Ajaknya.

Aku masuk dengan jantung berdebar, mba Luna terlihat sangat keren. "Mba Luna nyetir sendiri?"

Mba Luna melajukan mobilnya. "Iya, aku lebih suka nyetir sendiri. Kadang balik kantor aku suka kemana dulu gitu kan. Kalau pake supir ga enak, ga bebas sih tepatnya. Hehe..."

Aku ikut tersenyum, rasa kagumku pada mba Luna semakin besar, untuk ukuran anak orang kaya, mba Luna sangat mandiri. Dulu saat dia kerja di Bandung bersamaku, wanita itu memilih tinggal sendiri di apartemen.

Mba Luna memilih makan di restoran Korea setibanya di mall GI. Kami berbincang tentang banyak hal.

"Terus kapan tunangannya mba?" Aku bertanya saat mba Luna membahas tentang calon tunangannya.

"Aku masih ulur waktu, kita belum terlalu kenal. Dia juga cuek orangnya. Kayak sekarang nih lagi pergi ke Semarang, ga ada tuh ngabarin aku."

Cuek? Ke mba Luna? Ga salah? Tu cowok ga punya mata nampaknya...

"Mungkin dia ga tertarik sama aku, yah selama ini sih aku dengar banyak cewek yang antri buat jadi pacarnya, tapi ga tau juga deh. Kita kan mau dijodohin, mungkin dia udah punya pacar. Aku belum tau terlalu banyak soal dia sih Greet, kita jarang jalan juga. Tapi kalau kata orang-orang kantor sih orangnya baik. Makanya banyak yang naksir." lanjutnya lagi.

Aku merasa heran, sepertinya tidak mungkin ada orang yang tidak menyukai mba Luna, karena menurutku, mba Luna itu definisi wanita sempurna yang pernah ku temui selama hidupku. Rasanya rugi jika ada pria yang tidak mau dekat dengan mba Luna. Aku merasa jika aku terlahir sebagai seorang pria, sudah pasti aku akan jatuh cinta pada mba Luna, tanpa diragukan lagi.

"Yah, kalau jodoh ga kemana mba. Mau di jodohin kek, mau jatuh cinta sendiri kek. Mau muter-muter sedunia juga pasti bakal bersatu." Kelakarku yang berhasil membuat wajah murung mba Luna berubah.

"Greet...Greet, kamu masih aja lucu yaa.."

Kami tertawa bersama sambil melanjutkan makan. Lalu berkeliling sebentar melihat tas, mba Luna membelikanku sebuah tas mahal dengan simbol 'A' yang sudah lama ku inginkan, katanya hadiah pindah kerja. Aku merasa tidak enak tapi dia memaksa.

Setelah itu kami berpisah, aku sampai dirumah hampir sepuluh malam. Langkahku gontai saat terlihat Mama menyambutku di ruang tengah.

"Gimana hari pertama?"

Aku tersenyum masam. "Besok aja ya Mam ngobrolnya, cape."

Mama menggeleng dan mengijinkanku untuk naik ke kamar. Aku langsung menjatuhkan tubuh di ranjang.

Memang tidak ada tempat ternyaman selain didalam kamar.

Aku menghela napas dalam berpikir apakah tepat pindah di kantor yang lebih besar? Tidak ada yang tahu jika aku adalah anak salah satu Direktur disana. Aku tidak ingin di anggap bisa masuk karena hasil nepotisme andai mereka sampai tahu.

"Tidak-tidak! Aku ga boleh patah semangat, ini baru hari pertama. Lagipula ada mba Luna." Aku terduduk dan menyemangati diri sendiri. Lalu bergegas mandi. Aku merasa hari ini sangat panjang dan melelahkan

Tristian...

Nama yang pernah memberi kenangan indah tapi juga menorehkan luka. Nama yang berusaha tidak pernah ku ingat dalam benak. Aku harap tidak akan bertemu Tristian itu, Tristian atasanku bukanlah pria yang sama dari masa laluku.

Aku memejamkan mata berusaha menepis bayangan pria itu. Berharap kenangan lama itu tidak akan muncul kembali. Hingga akhirnya aku terlelap dan tidak bisa menolak saat pria itu hadir dalam mimpiku.

-tbc-

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Bonekamu Lagi
Bukan Bonekamu Lagi
Dalam novel romantis miliarder Bukan Bonekamu Lagi, Vivian dikhianati oleh Adriel, bos mafia Mahendra yang baru. Setelah menyerahkan segalanya, Vivian sadar ia hanya dijadikan mainan. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangan Vivian melepaskan diri dari jerat sang pewaris kejam.
Dosa Berbalut Cinta
Dosa Berbalut Cinta
Dalam romance modern Dosa Berbalut Cinta, Saschya terjebak pernikahan penuh kekerasan oleh Adnan. Di tengah siksaan yang kian berat, masa lalu muncul membawa pilihan sulit. Simak kelanjutan kisah ini di platform web novel kami untuk membaca romance fiction books berkualitas.
Duda kesayangan Gladis
Duda kesayangan Gladis
Dalam romance novel Duda kesayangan Gladis, Awan yang trauma akan perceraian harus menghadapi masa lalu Gladis yang mengancam hubungan mereka. Gladis bertekad membuktikan kesetiaannya demi mempertahankan rumah tangga. Baca kisah modern novel ini untuk melihat perjuangan cinta mereka.
Duri Pernikahan
Duri Pernikahan
Dalam novel romantis Duri Pernikahan, Nada menghadapi fitnah kejam dari murid yoganya sendiri yang menggoda sang suami miliarder, Nathan. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap konspirasi rumah tangga dan rahasia besar di balik pernikahan yang berada di ujung tanduk.
Falling for him
Falling for him
Dalam Falling for him, Theo yang skeptis akan kesetiaan menantang keteguhan Jaane Kim, gadis yang enggan jatuh cinta. Kisah romance modern ini membawa pembaca menyelami taktik sang Pied Pipper dalam menaklukkan hati yang teguh. Baca web novel ini untuk mengikuti romansa musim semi mereka.
Kalau Cinta, Pasti Sayang
Kalau Cinta, Pasti Sayang
Dalam novel romantis misteri Kalau Cinta, Pasti Sayang, seorang istri yang cintanya tak berbalas selama lima tahun akhirnya meninggal. Sang suami yang acuh tak acuh mengira hilangnya sang istri hanyalah sandiwara belaka. Baca novel online ini untuk mengungkap kebenaran tragis di balik kematiannya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Setelah Bercerai, Dia tak Menyesal
Setelah Bercerai, Dia tak Menyesal
Dia adalah diva pop legendaris yang menghilang selama tujuh tahun setelah mengumumkan pengunduran dirinya secara tiba-tiba. Selama waktu itu, dia menemukan kekasih masa kecilnya yang telah lama hilang, yang kini buta setelah kecelakaan mobil. Dia merawatnya, tetapi begitu dia pulih, dia kembali pada cinta pertamanya. Menyadari bahwa sudah waktunya untuk melupakan masa lalu, dia meninggalkannya dan kembali ke panggung. Di konsernya, sebuah video saat dia bernyanyi membuatnya menyadari istrinya adalah gadis yang selama ini dia cari.
Cinta Ini Bukan Untukmu
Cinta Ini Bukan Untukmu
Aria yang culun sejak SMP naksir Ben dan menjelang lulus SMA, Aria berniat menyatakan cintanya pada Ben. Sayangnya, Aria memergoki Ben berciuman dengan Kylie, gadis populer di SMA mereka. Patah hati, Aria tanpa sengaja bertemu Miles, kakak dari Ben. Miles yang tertarik pada Aria menawarkannya cara menggoda Ben agar jatuh cinta padanya. Saat Ben mulai jatuh hati, justru Aria yang bimbang, siapa yang akan dipilihnya jadi kekasih.
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Yumi Solihin diberkahi pernikahan oleh mendiang kaisar ke Kediaman Adipati Setia. Tak lama kemudian, Kediaman Jenderal musnah. Saat melahirkan, dayang Selina menukar anaknya karena cemburu. Yumi sadar tapi diam, pergi ke Gunung Suci selamatkan putrinya. Ia kemudian membimbing Julia Yongki jadi permaisuri pangeran mahkota, sementara Selina menyiksa putri kandung Yumi. Saat kembali ke rumah orang tua, Selina ungkap kebenaran, tapi Yumi mengenakan baju zirah, memimpin bekas pasukan dengan pedang mengarah ke Adipati Setia.
Musim Semi yang Terlambat
Musim Semi yang Terlambat
Dr. Iqbal, seorang jenius bedah jantung yang berkarakter dingin, dan dokter magang Dewi, memulai kehidupan pernikahan rahasia tanpa dasar cinta atas jodoh yang dipertemukan oleh keluarga. Sifatnya yang dingin kerap dibuat serba salah oleh keluguan dan keceriaan Dewi yang unik, dan justru karena itulah hidupnya menjadi lebih berwarna. Kemudian, karena munculnya ""rival"" dalam hubungan mereka, Iqbal akhirnya menyadari perasaannya. Dengan keberanian dari pengaruh alkohol, ia mengungkapkan kecemburuannya. Yang tidak ia tahu, Dewi juga telah jatuh cinta padanya selama hari-hari mereka bersama. Ketika Dewi mengetahui bahwa Iqbal sebenarnya bercita-cita menjadi dokter anak, namun terbelenggu oleh harapan dan tanggung jawab besar keluarganya, ia mendorongnya untuk berani mengejar impiannya. Akhirnya, keduanya tumbuh bersama dan berjalan bergandengan menuju kehidupan manis yang penuh kebahagiaan.
Musuh Bebuyutan yang Manis
Musuh Bebuyutan yang Manis
Insiden mabuk yang kacau membuat Della Puspita terpaksa dijodohkan dengan musuh bebuyutannya, Farhan Guhara. Tak disangka, setelah menikah, CEO dingin itu berubah jadi suami yang sangat memanjakan istri. Della selalu mengira dirinya dan Farhan adalah musuh, tapi setelah menikah ia mulai paham bahwa bagi Farhan, dirinya adalah “matahari kecil” yang sudah terukir dalam hidupnya sejak kecil. Dia rela mencintainya.
Tunangan teman sekamarku ternyata adalah suamiku
Tunangan teman sekamarku ternyata adalah suamiku
Tunangan teman sekamarku sebenarnya adalah suamiku! Aku akan membuatmu membayar!