Logo
Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas
Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

34 Bab
Tamat
Dalam novel romantis Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas, Rani berjuang memulihkan ingatan tunangannya, Nando, yang amnesia setelah dipukul. Namun, baca novel online gratis ini untuk mengungkap kepura-puraan Nando yang sebenarnya ingatan miliknya sudah pulih sepenuhnya.

Ringkasan Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Menjelang hari bahagia mereka, Rani harus menghadapi kenyataan pahit saat tunangannya, Nando, kehilangan ingatan akibat pemukulan. Rani melakukan segala cara untuk memulihkan memori Nando, tanpa menyadari bahwa amnesia tersebut hanyalah sandiwara. Kebenaran terungkap saat Rani mendengar Nando mengeluh bosan padanya demi bisa bebas bermain dengan wanita lain, meski tetap menolak membatalkan rencana pernikahan mereka. Mengetahui hasil medis Nando yang sebenarnya normal, Rani akhirnya sadar bahwa ia tak akan pernah bisa menyadarkan pria yang sengaja berpura-pura lupa.
Selengkapnya

Bab 1 dari Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Menjelang hari pernikahan, Nando Soman tiba-tiba menjadi korban pemukulan.

Saat aku mendengar kabar buruk itu dan buru-buru ke rumah sakit, dia sudah tak mengenaliku lagi.

Dokter bilang, kepalanya mengalami benturan hebat, menyebabkan amnesia sementara.

Sejak itu, aku mengerahkan segalanya.

Kucoba mengajaknya mengunjungi ulang semua tempat penuh kenangan kita, berharap bisa membangkitkan kembali ingatannya.

Tapi saat kami kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan teman-temannya.

“Rani udah sebaik itu sama kamu, kamu nggak terharu?”

“Terharu apanya, aku mau muntah. Setiap hari mutar di tempat yang itu-itu aja, nggak ada hal baru. Cewek-cewek baru malah lebih seru dan bervariasi.”

“Kalau gitu kenapa masih mau nikah sama dia? Menurut aku sih, mending batalkan aja tunangannya, hidup lebih bebas.”

Tapi dia malah marah besar.

“Ngomong apa kamu?! Aku cinta banget sama Rani, mana mungkin aku batalkan pertunangan kami! Aku pasti akan menikahinya! Cuma, waktunya ditunda sedikit.”

Saat aku melihat hasil pemeriksaan di tanganku yang menunjukkan semuanya normal, aku baru benar-benar tersadar.

Ternyata, memang tak bisa membangunkan orang yang pura-pura tidur.

Menjelang hari pernikahan, Nando tiba-tiba menjadi korban pemukulan.

Saat aku mendengar kabar buruk itu dan buru-buru ke rumah sakit, dia sudah tak mengenaliku lagi.

Dokter bilang, kepalanya mengalami benturan hebat, menyebabkan amnesia sementara.

Sejak itu, aku mengerahkan segalanya.

Kucoba mengajaknya mengunjungi ulang semua tempat penuh kenangan kita, berharap bisa membangkitkan kembali ingatannya.

Tapi saat kami kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan teman-temannya.

“Rani udah sebaik itu sama kamu, kamu nggak terharu?”

“Terharu apanya, aku mau muntah. Setiap hari mutar di tempat yang itu-itu aja, nggak ada hal baru. Cewek-cewek baru malah lebih seru dan bervariasi.”

“Kalau gitu kenapa masih mau nikah sama dia? Menurut aku sih, mending batalkan aja tunangannya, hidup lebih bebas.”

Tapi dia malah marah besar.

“Ngomong apa kamu?! Aku cinta banget sama Rani, mana mungkin aku batalkan pertunangan kami! Aku pasti akan menikahinya! Cuma, waktunya ditunda sedikit.”

Saat aku melihat hasil pemeriksaan di tanganku yang menunjukkan semuanya normal, aku baru benar-benar tersadar.

Ternyata, memang tak bisa membangunkan orang yang pura-pura tidur.

Di dalam ruang rawat, suara obrolan Nando dan temannya masih terdengar.

Namun kali ini lebih pelan, seakan mereka mulai membicarakan sesuatu yang tak ingin orang lain dengar.

Tak lama kemudian, keduanya tertawa kecil, rendah, jijik, seperti berbagi rahasia kotor.

Nada suaranya terdengar jelas, antusias, penuh semangat.

“Ayo siap-siap, malam ini harus seru banget!”

“Tenang, Bro. Malam ini aku bakal cariin beberapa cewek yang terbuka dan enerjik, biar kamu puas banget!”

“Tapi kalau kamu terus begini, nggak takut kehilangan Rani selamanya?”

Jawaban Nando datang begitu santai, namun setiap katanya terasa seperti belati menusuk langsung ke dadaku.

“Takut kenapa? Dia cinta mati sama aku. Bahkan kalau harus nunggu sepuluh tahun pun, dia nggak akan ragu.”

Tak lama, terdengar langkah kaki dari dalam kamar.

Aku buru-buru menyeka air mata di sudut mataku, lalu pura-pura baru saja tiba di depan pintu kamar.

Begitu temannya keluar dan melihatku, dia langsung menyapaku dengan senyum ramah.

“Eh, Kakak ipar datang ya? Sayangnya kondisi Kak Nando belum pulih betul, sampai lupa banyak hal tentang kami juga. Tapi tenang, nanti malam aku udah rencana bikin acara kecil-kecilan buat bantu dia pulihkan ingatannya.”

Aku hanya bisa memaksakan senyum.

Ternyata aku memang bodoh.

Sekarang aku mulai paham, apa sebenarnya maksud dari “acara” yang mereka bicarakan.

Dulu aku nggak tahu apa-apa, bahkan sempat berterima kasih dengan tulus.

“Kalau begitu, terima kasih, ya.”

“Ah, Kakak ipar jangan sungkan. Kak Nando lagi pusing di dalam, temani aja dulu. aku pamit dulu, harus siapin acara malam ini.”

Aku melangkah masuk ke kamar rawat.

Nando mengernyitkan dahi saat melihatku, suaranya terdengar sinis dan tak sabar.

“Kamu datang lagi? Sudah kubilang, aku nggak kenal kamu!”

“Aku tahu aku ganteng, wajar kalau banyak cewek suka sama aku. Tapi kamu? Pengen nikah sama aku? Mimpi dulu!”

“Beberapa hari ini aku udah nemenin kamu keliling ke berbagai tempat, tapi tetap nggak ada yang bikin aku inget apa pun. Terus kamu masih ngejar-ngejar aku buat apa?”

Aku menggigit bibirku, menahan emosi.

Padahal tadi di depan pintu aku sudah mendengar semuanya.

Tapi tetap saja, saat berhadapan langsung begini, rasa sakit itu kembali menghantam keras dari dalam dada.

Dulu, dia yang pernah rela memutus hubungan dengan keluarganya demi aku.

Kita sudah berjuang sejauh ini, tinggal selangkah lagi menuju pernikahan.

Tapi kenapa dia bisa berubah sejauh ini?

Aku mengulurkan hasil pemeriksaan dari tanganku padanya.

“Nggak ada apa-apa, cuma bawain hasil pemeriksaanmu. Kamu sehat, dan sudah boleh pulang.”

Nando tampak terkejut, lalu wajahnya langsung sumringah.

“Serius?!”

Padahal, alasan dia belum boleh pulang selama ini adalah karena aku yang memintanya tetap di rumah sakit.

Sebagian alasannya untuk menyembuhkan "hilang ingatannya", dan sebagian lagi karena aku khawatir ada efek samping dari pemukulan itu.

Tapi sekarang, semuanya jadi jelas.

Dia tidak pernah kehilangan ingatan.

Bahkan mungkin, pemukulan itu hanya sandiwara yang dia rancang sendiri, demi menunda pernikahan kami.

Kalau begitu, aku akan memenuhi keinginannya.

“Tentu saja serius. Kamu sehat walafiat, nggak ada penyakit. Ngapain juga ngabisin tempat tidur rumah sakit?”

Nando langsung bangkit dari ranjang, membuka lemari, dan mulai memilih baju bersih untuk dipakai.

Dia masih mengernyit kesal sambil bertanya padaku, kenapa jaket santai warna biru tua miliknya tidak terlihat di mana pun.

Aku menunduk, dan rasanya seperti ada pisau yang langsung menusuk ke dalam dadaku.

Jaket itu, aku yang membelikannya untuk dia.

Jadi sekarang, karena terlalu senang akhirnya bisa keluar dari rumah sakit, dia sampai lupa menutup celah dalam kebohongannya?

“Katanya kamu nggak kenal aku, tapi kenapa kamu masih ingat jaket yang aku belikan?”

Setelah bicara begitu, aku menatapnya dalam-dalam, mencoba menggugah sedikit saja nuraninya.

Tangan Nando sempat terhenti di udara selama setengah detik.

Lalu tiba-tiba dia menjatuhkan diri ke lantai sambil memegangi kepala, menjerit kesakitan.

“Aaakhhh! Sakit! Kepala aku sakit banget!”

Dokter segera datang dan butuh waktu cukup lama untuk menenangkannya.

Nando menatapku dengan pandangan penuh kebencian.

“Suruh perempuan ini keluar! Dia yang bikin kepala aku makin sakit!”

“Dia bukannya mau bantu aku sembuh, malah sengaja nyiksa aku!”

Aku hanya bisa tersenyum getir dan memejamkan mata sebentar, lalu tanpa sepatah kata pun, berbalik dan melangkah keluar dari ruang rawat.

Dokter menyusulku ke luar dan berusaha menasihatiku dengan pelan.

“Nona Rani, kondisi pasien saat ini masih belum stabil, sebaiknya jangan terlalu memberi rangsangan emosional berlebihan.”

Seketika aku mengerti maksudnya.

Aku mengangguk pelan, memberi isyarat bahwa aku paham.

“Saya mengerti, Dok. Tolong sampaikan pada dia. Mulai sekarang, saya nggak akan ganggu atau membuat dia kesal lagi.”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua

Kamu Mungkin Juga Suka

Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
Dalam Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai, Amelia dikhianati Aditya saat hamil. Lima tahun kemudian, ia kembali sebagai wanita sukses untuk membalas luka lama. Simak kisah romance modern penuh aksi ini di webnovel, pilihan tepat bagi Anda yang mencari read novels online gratis.
Benih Lain di Kandungan Istriku
Benih Lain di Kandungan Istriku
Dalam novel modern Benih Lain di Kandungan Istriku, Kian menemukan test pack garis dua di kamarnya. Sebagai pria mandul, ia harus mengungkap misteri pengkhianatan ini. Ikuti kisah penuh intrik dalam romance novel ini untuk mengungkap siapa pemilik asli benda tersebut.
Budak ranjang tuan muda
Budak ranjang tuan muda
Dalam Budak ranjang tuan muda, Renata dikhianati dan dijual oleh kekasihnya kepada Albert. Mahasiswa ini terjebak dalam obsesi sang billionaire yang penuh konflik. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan cinta mereka melawan restu orang tua dalam webnovel yang emosional.
Bukan Bonekamu Lagi
Bukan Bonekamu Lagi
Dalam novel romantis miliarder Bukan Bonekamu Lagi, Vivian dikhianati oleh Adriel, bos mafia Mahendra yang baru. Setelah menyerahkan segalanya, Vivian sadar ia hanya dijadikan mainan. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangan Vivian melepaskan diri dari jerat sang pewaris kejam.
His Darling Debtor
His Darling Debtor
Dalam His Darling Debtor, Clara dipaksa menjadi gundik Tuan Blackwell demi melunasi utang ayahnya yang kabur. Romance novel berlatar modern ini mengikuti perjuangan Clara menghadapi konflik dan rahasia besar di dunia billionaire romance books yang penuh risiko serta pilihan sulit.
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an
Dalam novel modern Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an, Lina Watson memutuskan pergi ke ibu kota setelah delapan tahun menikah. Ia memilih memulai hidup baru bersama putrinya, Alicia, dan meninggalkan putranya yang tidak lagi menganggapnya ibu. Baca novel online ini untuk mengikuti kisahnya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dendam Sang Putri: Kembali untuk Merebut Segalanya
Dendam Sang Putri: Kembali untuk Merebut Segalanya
Eliana kembali kepada orang tua kandungnya dan berusaha memenangkan hati mereka, tapi mereka lebih memilih anak angkatnya, mempercayai kebohongannya, hingga mendorong Eliana menuju kematian. Setelah terlahir kembali, Eliana melepas ikatan keluarga dan bersumpah merebut kembali segala yang hak miliknya. Dalam perjalanan balas dendam, hubungannya dengan Liam berkembang dari sekutu menjadi kekasih. Dendamnya terbalaskan, dan mereka meraih kebahagiaan bersama.
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Cincin Lepas, Bursa Runtuh
Demi balas budi Lukas Lamja, Susi Yurojo sang genius bisnis Kota Japura, berjanji membantu tunangannya si Lukas membangun usaha dari nol dan memberi dia 10 kesempatan berbuat salah. Berkat usaha Susi, Grup Lamja dengan cepat berdiri kokoh di Kota Japura, tapi belum bisa melantai di bursa efek. Tunangannya yang dulu begitu penyayang kini justru terus menyudutkannya. Di bawah hasutan adik sepupunya, Tina Sanjaya, Lukas berkali-kali menyakiti hati Susi hingga sedalam-dalamnya. Begitu 10 kesempatan berbuat salah habis terpakai, Susi langsung mengkahiri pertunangan. Sejak hari Susi pergi, Grup Lamja mulai mengalami krisis.
Digantikan, Lalu Menikah Mendadak (Sulih Suara)
Digantikan, Lalu Menikah Mendadak (Sulih Suara)
Jena Nantara, sejak kecil kehilangan orang tuanya, dibesarkan oleh tiga kakaknya. Pada ulang tahunnya yang ke-18, ia seharusnya bertunangan dengan salah satu dari mereka, namun Syana Nantara, putri kandung keluarga yang lama hilang, tiba-tiba kembali. Jena dijauhi oleh ketiga kakaknya. Hancur hati, ia menikah dengan Herald Hayora, pewaris Grup Hayora. Setelah menyesal, ketiga kakaknya berusaha membawa Jena pulang, tapi Jena sudah bersama Herald dan tak menoleh lagi.
Matahari di Antara Dua Dunia
Matahari di Antara Dua Dunia
Meski harus menjalani karir di tiga tempat sekaligus selama hamil, Allison tetap tak mampu membiayai pengobatan pacarnya, Henry. Ibunya baru muncul setelah Henry diusir dari rumah sakit, dan mengungkapkan bahwa putranya adalah seorang ahli waris yang sangat berpengaruh. Demi menjamin perawatan Henry, Allison pergi meninggalkannya. Namun Henry menolak menerima perpisahan mereka dan memburunya ke mana-mana, hanya untuk menyaksikan kematian palsu Allison yang membuatnya jatuh pingsan. Tujuh tahun kemudian, Allison yang sakit dan buta berjuang keras membesarkan putri mereka, Elena. Henry bertemu Elena tanpa tahu itu anaknya, yang memicu kesalahpahaman. Tunangannya Henry yang cemburu, Adeline, juga berkomplot melawan Allison dan berusaha menculik Elena, sementara Henry mengumpulkan bukti untuk membongkar kejahatan keluarga Adeline...
Hidupku Jadi Hidupmu
Hidupku Jadi Hidupmu
Tasya dan Mira adalah saudara tiri. Mira iri dengan Tasya karena dia jadi istri orang terkaya. Saat acara peresmian pusat perbelanjaan Grup Tansa Mira menusuk Tasya. Tasya melawan dan menusuk Mira juga. Ternyata mereka berdua tidak mati tapi kembali ke masa lalu saat mereka belum menikah. Mira ingin menukar nasibnya dengan Tasya. Apakah Mira berhasil menukar nasibnya?
Sistem Balasan Sepuluh Kali Lipat
Sistem Balasan Sepuluh Kali Lipat
Dulunya Miko Kaisan sangat bucin. Dia pakai uang perusahaan untuk keperluan pacar dan keluarga pacarnya. Perbuatannya menyebabkan perusahaan hampir bangkrut, bahkan di saat ini dia baru tahu kalau pacarnya selingkuh dan merebut proyeknya hingga membuat Miko harus bayar ganti rugi sebesar 100 miliar. Di waktu ini, Miko melakukan pengikatan sistem, kalau dia keluarkan uang untuk karyawannya, dia akan dapat balasan hadiah 10 kali lipat. Saat tersisa 6 karyawan, Miko berbohong bahwa dirinya adalah anak orang kaya. Dia penuhi keinginan karyawannya agar mereka mulai kerja keras. Hal ini membuat Miko nggak perlu bayar ganti rugi. Karier Miko makin sukses, sementara Kamila justru semakin terpuruk.