Logo
Benih Lain di Kandungan Istriku
Benih Lain di Kandungan Istriku

Benih Lain di Kandungan Istriku

81 Bab
Tamat
Dalam novel modern Benih Lain di Kandungan Istriku, Kian menemukan test pack garis dua di kamarnya. Sebagai pria mandul, ia harus mengungkap misteri pengkhianatan ini. Ikuti kisah penuh intrik dalam romance novel ini untuk mengungkap siapa pemilik asli benda tersebut.

Ringkasan Benih Lain di Kandungan Istriku

Dunia Kian seketika runtuh saat menemukan sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah di bawah meja samping tempat tidurnya. Penemuan tak terduga ini memicu kecurigaan besar terhadap Aurelie, istrinya. Namun, sebuah kenyataan pahit terus menghantui pikiran Kian; ia sadar bahwa dirinya mandul dan mustahil bisa memberikan keturunan. Teka-teki mengenai siapa pemilik asli benda tersebut pun mulai mengusik batinnya. Benarkah Aurelie mengkhianatinya, atau ada rahasia lain yang tersembunyi?
Selengkapnya

Bab 1 dari Benih Lain di Kandungan Istriku

"Bagaimana? Sudah siap?"

Kian menoleh ke belakang dan mendapati ibunya sudah berdiri di ambang pintu kamar. Ia lantas bergerak mendekati wanita itu. Di depan ibunya, Kian hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan sang ibu.

"Kian bisa pergi sendiri, Ma," ucap Kian seraya melangkah menuruni satu per satu anak tangga itu dengan tangan yang digandeng oleh ibunya. "Lagipula, kalau Mama ikut nanti di sana tidak ada yang bisa dikerjakan," sambungnya.

"Mama akan menemanimu, Nak," sahut Tania dengan cepat. Bukan ia tidak mempercayai Kian untuk menjaga diri. Hanya saja, ia takut jika di jalan akan terjadi hal buruk pada putra bungsunya. Dan jika hal itu terjadi, jelas Tania tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.

Kian terkekeh sejenak sebelum ia meraih kedua tangan Tania dan menggenggamnya dengan sangat erat. Ia putar tubuh ibunya hingga berdiri berhadapan. Sepasang bola mata sipit yang terlihat lebih sayu itu menatap lekat wajah tua Tania. "Mau sampai kapan Mama tidak bisa mempercayai Kian?" tanya Kian dengan suara yang sangat lembut. Tak lupa senyum tipis, tetapi manis itu.

"Selama do'a Mama masih mengalir, percayalah kalau Kian akan selalu baik-baik saja," sambung laki-laki itu masih dengan suara lembutnya.

Helaan napas panjang Tania terdengar. Mendengar ucapan putranya, ia memang selalu berhasil kalah. Meskipun rasa khawatir itu tidak akan pernah sirna jika Kian bepergian tanpa dirinya. Akan tetapi, Tania juga tidak ingin memaksa Kian. Sebab, ia tahu jika putranya memang butuh ruang dan waktu untuk melakukan aktivitasnya sendiri. Baik, Tania harus menyadari bahwa Kian kini sudah tumbuh dewasa. Bukan lagi Kian yang seperti dianggapnya, Kian kecil yang menggemaskan.

"Trust me, Ma."

Tania mengangguk dan tersenyum. "Ya sudah. Kau hati-hati. Setelah dari rumah sakit, kau akan langsung pulang?"

Kian mengangguk cepat.

"Mama buatkan makanan favoritmu."

Kian langsung mengangkat ibu jarinya. "Ok!"

Tania melepaskan kepergian Kian setelah putra sulungnya itu berpamitan. Dengan tatapan sendu ia menatap punggung lebar Kian hingga benar-benar menghilang dari pandangan. "Maafkan Mama kalau belum bisa membuatmu nyaman dengan kekhawatiran Mama," bisik Tania hingga tanpa sadar air matanya lolos dari kelopak mata yang sudah mulai ditumbuhi keriput halus.

°°°

Langkah Kian melaju perlahan menapaki ubin-ubin putih bersih gedung putih itu. Seperti biasa, akan ada beberapa petugas rumah sakit yang menyapanya. Ya, Kian merupakan salah satu orang yang terbilang rutin mengunjungi bangunan itu. Bahkan, setiap minggunya. Tidak heran jika banyak petugas yang mengenalnya.

Hanya beberapa kali mengetuk pintu. Kian langsung memasuki sebuah ruangan yang sudah menjadi ruang wajib yang dikunjungi.

"Maaf, ya, aku terlam ...." Kalimat Kian tergantung begitu saja ketika yang ia temukan di dalam ruangan itu bukanlah orang biasanya. Namun, sosok perempuan yang duduk manis di kursi seraya menatapnya dengan kedua alis terangkat sempurna.

"Oh, maaf. Aku kira Dokter Aiman," ucap Kian seraya menundukkan kepalanya sedikit. Lalu, ia melihat perempuan itu hanya mengangguk dan tersenyum dengan manis. Dalam beberapa detik, Kian terpaku di tempat. Bohong jika Kian tidak terpesona dengan senyuman perempuan yang begitu manis itu. Apalagi, tatapannya begitu teduh.

Kian dengan cepat tersadar dan hendak beranjak ke luar.

"Tunggu saja di sini."

Suara perempuan itu berhasil menghentikan langkahnya. Tak hanya laju sepasang tungkai milik Kian saja yang terhenti. Akan tetapi, detak jantungnya juga seakan ikut berhenti. Suara itu ... Ah, terdengar sangat lembut dan sampai ke hati.

"Sepertinya, Dokter Aiman sebentar lagi balik," sambung perempuan itu dengan suara yang tak disadari berhasil membuat dunia Kian berubah.

Kian menoleh ke belakang setelah semuanya kembali normal. "Tidak apa-apa tunggu di sini?" tanya Kian dengan nada suara ragu-ragu.

"Ya, memangnya kenapa kalau tunggu di sini sama-sama?"

Kian pun hanya bisa tersenyum. Ia kemudian mendekat ke arah perempuan itu. Tangannya menyeret pelan kursi lain dan duduk.

Hening dalam beberapa saat. Hingga suara perempuan itu kembali terdengar. Namun, terdengar sedikit ragu.

"Hm, mau konsultasi, ya?"

Kian mengangkat kepala dan menatap perempuan itu. Lalu, mengangguk seraya mengulum senyum. "Konsultasi wajib," jawabnya.

Perempuan itu mengangguk. Ia paham maksud Kian.

"Kau juga?"

Perempuan itu menggeleng pelan. "Aku di sini hanya praktik," balasnya.

Kian mengulurkan tangan tanpa ragu. "Aku, Kian," ucapnya memperkenalkan diri seraya menunggu uluran tangannya disambut oleh lawan bicaranya. Ya, meskipun Kian sendiri tidak tahu apakah uluran tangan itu akan bersambut atau bahkan sebaliknya.

Akan tetapi, Kian merasakan tangannya tergenggam. Ia pandangi tangan putih mulus yang kini sudah berjabat dengannya itu.

"Namaku, Aurelie. Aurelie Razeta Giovandra," jawab perempuan itu seraya menunjuk sebuah name tag yang ada di bajunya.

Kian pun langsung menatap ke arah jari telunjuk perempuan yang sudah memperkenalkan dirinya dengan panggilan Aurelie itu. "Aurelie," ulang Kian.

Aurelie hanya tersenyum mendengar Kian menyebut namanya.

Lalu, tak lama pintu ruangan terbuka. Sosok yang kedua manusia di dalam ruangan itu tunggu datang juga.

"Maaf, ya, Rel, sudah membuatmu menunggu lama," ucap Aiman. Lalu, ia menatap Kian. "Sudah lama?"

Baik Kian maupun Aurelie hanya tersenyum.

"Dok, saya bisa tunggu sampai pekerjaan Dokter selesai dulu," ucap Aurelie yang paham, bahwa Aiman saat ini sedang kedatangan salah satu pasiennya.

"Maaf, ya, harus membuatmu menunggu lagi," ucap Aiman merasa tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, Dok," balas Aurelie. "Kalau begitu saya permisi dulu."

"Kau bisa tunggu di sofa saja, Rel. Setelah ini, kita bisa lanjutkan," ujar Aiman dan langsung diiyakan oleh Aurelie.

Hening setelah Aurelie beranjak menyisakan Kian dan Aiman yang duduk berhadapan kini. Terlebih Kian, laki-laki itu hanya diam memperhatikan Aiman yang fokus melihat sebuah hasil pemeriksaan dan sesekali menatapnya dengan tatapan datar.

"Bagaimana?" tanya Kian yang sebenarnya paham arti tatapan dokter sekaligus temannya itu. Kian sudah terlalu sering melihat ekspresi tersebut yang menandakan ada yang tidak beres.

"Kau pasti tahu, 'kan?" Aiman menatap Kian dengan serius. Ia melihat laki-laki itu hanya tersenyum sumbang. "Ki, kali ini saja dengarkan aku," sambung Aiman dengan nada memelas.

Hening.

"Jika kau tidak bisa mendengarku sebagai dokter. Dengarkan aku sebagai temanmu. Kondisimu saat ini ...."

"Yes. I know. Kau tidak perlu lanjutkan," ucap Kian dengan cepat memotong kalimat Aiman.

"Jika kau sudah tahu, kau bisa pikirkan matang-matang jalan keluar yang pernah aku katakan waktu itu."

Kian mengangguk. Lalu, tersenyum untuk memecah suasana yang terlampau serius itu.

"Aku serius."

"Aku juga tidak menganggapmu sedang bercanda," balas Kian cepat seraya tertawa kecil. "Gantengmu hilang jika terllu serius seperti itu."

Aiman hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan pasien sekaligus temannya itu. Namun, ia tahu apa yang dilakukan Kian hanya untuk mengalihkan kesedihannya. Aiman paham itu.

Kian mendekatkan wajah. Lalu, berbisik, "Juniormu cantik juga. Apa kau bisa memperkenalkanku dengannya?"

"Sialan!" umpat Aiman. "Bisa-bisanya kau berpikir sejauh itu."

Kian tertawa kecil. "Tapi, aku serius."

"Jika kau serius, aku bisa atur."

Kian sejenak terdiam. "Tapi, sepertinya tidak mungkin. Tidak akan ada perempuan secantik dia yang mau denganku."

"Itu hanya pikiranmu saja," balas Aiman. "Kau terlalu psimis."

Sebelum Kian kembali angkat suara. Aiman lebih dulu berucap lagi, "Tidak ada yang sempurna, Ki. Kau harus ingat itu."

Kian hanya terdiam. Lalu, tersenyum tipis. Setelah itu, Kian meminta undur diri.

Langkah Kian terhenti tepat di depan Aurelie yang masih setia menunggu Aiman. Ia layangkan sebuah senyum bersi terbaiknya. "Aku duluan, ya."

Aurelie membalas senyuman itu seraya mengangguk. Setelah Kian benar-benar pergi. Aurelie hanya bisa terdiam. Perbincangan Kian dan Aiman tentang kondisi Kian bisa ia dengar. Meski tidak dijelaskan dengan sangat rinci, Aurelie tahu ada sesuatu yang serius tengah terjadi. Akan tetapi, ia tidak bisa juga mencampuri hal itu, karena itu bukan ranahnya.

"Separah itu," monolog Aurelie dengan berbisik.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Anak Milik CEO
Anak Milik CEO
Dalam Anak Milik CEO, seorang wanita terjebak di lift bersama Davero, pria dari masa lalunya yang kini berkuasa. Pertemuan ini memicu obsesi sang miliarder untuk memilikinya kembali. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah penuh ketegangan dalam web novel modern yang intens.
(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
(bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
Dalam (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga, Davina menghadapi kehancuran karier dan fitnah keji. Rajata, seorang billionaire, membalas dendam hingga Vina terpuruk. Simak perjuangan hidupnya di romance novel ini, sebuah modern novel tentang keteguhan hati melawan nasib yang kelam.
CINTA YANG TERTUKAR
CINTA YANG TERTUKAR
Dalam CINTA YANG TERTUKAR, Mahya menghadapi duri dalam setiap hubungannya akibat pengkhianatan sahabatnya sendiri. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Mahya mengungkap kelicikan di balik topeng keluguhan. Baca kisah lengkapnya di web novel modern ini sekarang.
Istri sang Tuan Muda Lumpuh
Istri sang Tuan Muda Lumpuh
Dalam Istri sang Tuan Muda Lumpuh, Fyorin terjebak dalam intrik keluarga dan pengabdian kepada Tuan Muda Sooya. Kisah billionaire romance novels ini membawa pembaca ke dalam pilihan sulit dan loyalitas dalam modern novel yang penuh rahasia dewasa di balik kemewahan hidup mereka.
Jangan Main-Main Dengan Dia
Jangan Main-Main Dengan Dia
Dalam novel Jangan Main-Main Dengan Dia, Yolanda dikhianati dan dibuang sebelum menemukan identitas aslinya sebagai pewaris kaya. Di genre romance modern ini, ia membalas dendam dan menarik perhatian seorang pria berkuasa. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti transformasi hidupnya.
MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU
MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU
Dalam MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU, Shara terpaksa menikahi pria misterius demi melunasi hutang ayahnya. Romance novel penuh rahasia ini membawa pembaca ke dalam modern novel yang mencekam saat Shara mengungkap motif tersembunyi suaminya. Baca kelanjutan kisahnya di webnovel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

[Versi suara dubbing] Bahaya di Laboratorium
[Versi suara dubbing] Bahaya di Laboratorium
Peneliti yang direkrut CEO meraih terobosan penting dalam pengembangan obat kanker. Ayah CEO mengganggunya, menyebabkan sabotase di laboratorium dan kebocoran klorin. Dia menangani krisis tetapi dikunci di ruang gas beracun, menghadapi bahaya yang mengancam nyawanya.
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Suami, Sang Ratu Bisnis Kembali!
Selama tiga tahun jadi istri sempurna, Callie gagal mencairkan hati Andrew yang dingin. Saat cinta pertama Andrew memfitnahnya, ia bahkan dipaksa mendonorkan ginjalnya sebagai "ganti rugi" untuk wanita itu! Menyadari pernikahannya sudah tidak ada harapan lagi, Callie pun menyerahkan surat cerai. Andrew yakin ia tak bisa hidup tanpanya. Tapi keesokan harinya, Callie menggemparkan media sebagai pewaris keluarga Jon yang terpandang! Ketika bertemu kembali setelah perpisahan, Andrew terpaku melihat Callie yang kini bersinar dengan percaya diri. Barulah ia menyadari sebuah kebenaran pahit: ia ternyata telah jatuh cinta pada mantan istrinya itu. Tapi ... apakah masih ada kesempatan baginya untuk mendapatkan Callie kembali?
Berhenti Jadi Bucin, Hidupku Malah Mewah (Sulih Suara)
Berhenti Jadi Bucin, Hidupku Malah Mewah (Sulih Suara)
Selama tiga tahun, Raka Santoso mengejar ratu sekolah Nadya Putri, hanya untuk ditinggalkan tanpa ampun. Di titik terendah, ia membangkitkan Sistem Bucin yang memberi hadiah setiap memanjakan perempuan. Menemukan bug, Raka berhenti bucin dan menghabiskan semua hadiah untuk dirinya sendiri: mobil sport, vila, kapal pesiar, jet pribadi. Tanpa menjilat siapa pun, justru pesona datang mengelilinginya.
Memulai Hidup Baru, Lupakan Masa Lalu
Memulai Hidup Baru, Lupakan Masa Lalu
Setelah menjalani hubungan selama tujuh tahun, pasangan itu akhirnya putus karena berbagai kesalahpahaman dan pengkhianatan. Kemudian, salah satu pasangan sepenuhnya kehilangan yang lain karena cinta yang diidealkan, yang mengarah pada kesadaran mendalam. Bertekad untuk memperbaiki keadaan, dia berusaha memenangkan hatinya kembali melalui berbagai cara.
[Versi Dub] Rahasia Kelam Kakak Tiriku
[Versi Dub] Rahasia Kelam Kakak Tiriku
Alice pindah ke SMA St. Mary setelah ibunya menikah lagi dengan seorang miliarder. Namun, dia malah bentrok dengan James, teman sekelas yang tampan dan ternyata adalah kakak tirinya! Akankah Alice dan James jadi akur? Atau justru hubungan mereka berkembang jadi sesuatu yang lebih dari sekadar saudara tiri?
Pekerja Tertop
Pekerja Tertop
Selama ini semua orang Fred mengira dia hanya pegawai miskin, bahkan orang di sekitar juga berpikir begitu, tak disangka Fred adalah pewaris yang kaya raya. Hanya saja orang tuanya tidak pernah memberitahunya. Namun, saat dia miskin, dia malah menyadari satu hal, yaitu orang yang dia cintai selalu mementingkan uang, hal ini membuatnya sadar uang bisa mengatasi segalanya. Tapi apa Fred akan jadi orang jahat?