Logo
Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++

Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++

48 Bab
Tamat
Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++ menghadirkan antologi romance novel bertema modern novel yang penuh lika-liku. Jelajahi berbagai kisah pilihan tentang dinamika hubungan dan keputusan sulit di dunia dewasa. Temukan pengalaman seru dalam koleksi fiction books ini secara lengkap.

Ringkasan Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++

Karya ini merupakan antologi narasi romansa modern yang disusun khusus bagi pembaca dewasa yang telah berusia di atas 21 tahun. Di dalamnya, tersaji berbagai rangkaian kisah romantis yang dipenuhi dengan adegan eksplisit dan intim yang sangat intens. Mengingat muatan konten di dalamnya bersifat sangat dewasa, pembaca di bawah umur sangat dilarang keras untuk mengakses atau membaca buku ini. Pastikan Anda bijak dalam memilih bacaan yang sesuai dengan batasan usia.
Selengkapnya

Bab 1 dari Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++

"Kak Sandra, Kakak lagi apa?"

Suara Dimas adik iparku sungguh mengagetkan ku. Aku segera keluar dari kamar mandi, supaya dia tidak tau apa yang sedang kulakukan di sini. Bisa sangat memalukan, kalau sampai ketahuan orang lain.

Bagaimana jika dimas sampai tahu, aku sedang memuaskan hasratku menggunakan jari? Karena Andre suamiku sudah lama tidak menggauli aku. Uh, membayangkannya saja sudah membuatku begidik.

"Ada apa, Dimas?" tanyaku, begitu bertatapan dengan adik Iparku yang masih SMA.

Sebenarnya Dimas lebih ganteng dari pada Andre. Sebenarnya... Ah apa yang kupikirkan, dia ini adik iparku! Ingat Sandra! Jangan gila!

"Aku sedang menyiapkan sarapan untuk kita berdua, Adik. Kamu belum makan, kan?" jawabku dengan nada lembut, mencoba menenangkan diriku sendiri.

"Aku baru bangun tidur, Kak. Masih kenyang dari makan malam tadi." jawab Dimas sambil menggaruk-garuk kepalanya yang masih pusing.

"Sudah beres. Aku akan segera menyiapkan sarapan untuk kita berdua." jawabku sambil berjalan menuju dapur.

"Terserah Kakak saja, tapi Dimas belum lapar Kak... Oh iya, Dimas mau mandi. Ini sudah siang, Dimas harus segera berangkat sekolah," kata Dimas.

"Oh ya, benar juga. Sebaiknya kamu cepat mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku akan menyiapkan sarapan secepat mungkin untukmu," jawabku dengan senyum yang ramah.

Aku mencoba menenangkan diri sendiri dan melupakan perasaan aneh yang baru saja muncul. Aku tahu itu tidak benar, dan aku harus menjaga diri sendiri agar tidak terjebak dalam godaan ini lagi.

Beberapa menit kemudian Dimas keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk untuk menutup bagian bawahnya. Aku menatap tubuh Dimas yang kekar tanpa berkedip.

Saat itu, hatiku berdegup kencang dan aku merasa gugup. Namun, aku mencoba untuk tidak menunjukkan perasaanku dan mencoba untuk tetap tenang di depan Dimas. Aku berbicara dengan memiliki sikap ramah dan menjaga jarak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah itu, aku kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan bagi kita berdua. Namun, pikiran-pikiran aneh itu terus mengganggu pikiranku. Aku merasa sangat bersalah terhadap suamiku dan merasa tidak pantas atas perasaan yang baru saja muncul dalam pikiranku.

Beberapa menit kemudian aku menyiapkan sarapan di meja makan. Saat itu Dimas sudah mengenakan seragam sekolahnya. Dia terlihat sangat tampan, kulitnya putih bersih seperti susu, dan rambut hitamnya yang halus dan lurus menambah pesona kecantikannya.

"Sarapan sudah siap, Adik," teriakku dari dapur, berharap ia segera datang ke meja makan. Segera saja, ia datang dan duduk di kursi di seberang meja makan.

Aku menjaga jarak dengan Dimas, memilih untuk tidak terlalu dekat dan mencoba untuk fokus pada makanan di meja.

Setelah selesai sarapan, Dimas berdiri dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Aku melihatnya mengulurkan tangan untuk berpamitan, dan aku meraih tangannya dengan senyum di bibirku. Aku merasa agak bersalah ketika pikiran-pikiran itu muncul lagi dan aku merasa tertarik padanya.

"Selamat tinggal, Dimas. Semoga harimu menyenangkan," ucapku dengan suara lembut.

Dimas tersenyum dan melambaikan tangannya, "Terima kasih, Kak Sandra. Sampai bertemu nanti."

Setelah ia pergi, aku merasa lega dan berusaha sebisanya untuk melupakan perasaan-perasaan yang tidak semestinya. Sementara itu, aku mulai sibuk dengan rutinitas harianku, membersihkan rumah dan menyiapkan makan malam untuk suamiku Andre.

Namun, perasaan yang tidak semestinya itu terus menghantui pikiranku sepanjang hari. Aku merasa terikat pada pengalaman-pengalaman seksual yang baru-baru ini aku jalani bersama dengan Andre, yang lebih tua dan kurang bergairah.

Saat Andre pulang dari kantor, aku menyambutnya dengan senyum dan menawarkan makan malam yang sudah selesai aku buat. Seakan tidak ada yang terjadi, kita berbicara tentang hal-hal biasa, dan Andre tidak mencurigai apa-apa.

Setelah makan malam, Andre mengajakku untuk menonton film bersama. Kami duduk di sofa, dan aku merasa agak gugup karena pikiran-pikiran tidak sepantasnya itu semakin muncul lagi.

Namun, suasana di dalam ruangan tiba-tiba berubah ketika adegan film memperlihatkan adegan intim di antara pasangan di layar. Andre tiba-tiba mengambil tangan ku dan membimbingnya ke kamar tidur. Ketika kami sampai di kamar, Andre memelukku dan menciumku dengan lembut.

"Sandra, aku merindukanmu," gumam Andre di telingaku.

Aku merasa bersalah karena perasaan yang muncul pada Dimas, tapi aku berusaha fokus pada suamiku dan menenangkan diri.

Kami mulai berciuman dengan lebih ganas dan Andre merayap di atas tubuhku. Aku merasakan sentuhan lembutnya yang membuatku makin tergoda dan mengikuti alurnya.

Setelah beberapa saat, Andre hentikan dirinya dan merangkak ke sampingku. Aku merasa kecewa dan bertanya-tanya mengapa dia berhenti begitu cepat.

"Andre, kenapa kamu berhenti?" tanyaku dengan sedikit kecewa.

Andre memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang, lalu menciumku lagi dengan penuh gairah. Aku merasakan ketertarikan yang kembali muncul dari dalam diriku dan mulai meresponsnya dengan semangat.

Namun, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Dimas masuk ke dalam dengan wajah penuh keheranan. Aku merasakan diriku terperangkap dalam keadaan yang memalukan, sedangkan Andre mencoba untuk cepat-cepat mengambil selimut untuk menutupi kami berdua.

"Maaf, aku tidak bermaksud mengganggu. Aku hanya ingin mengambil buku catatanku yang tertinggal di sini," kata Dimas sambil membalikkan tubuhnya dan menuju ke meja belajar.

Aku merasa sangat malu, dan Andre meminta maaf atas apa yang terjadi tadi. Sementara itu, pikiran-pikiran aneh itu kembali muncul dalam diriku dan membuatku merasa sangat bingung.

Hari-hari berikutnya, aku terus merasa gelisah dan terobsesi dengan pikiran tentang Dimas. Aku mencoba untuk mengatasi perasaan-perasaan itu dengan cara menghindari pertemuan dengan adik iparku itu, tapi hal itu tidak berguna.

Satu malam, aku dan Andre sedang santai di sofa ketika Dimas masuk ke dalam rumah dengan wajah murung. Aku tahu segera bahwa ada sesuatu yang salah, dan mencoba untuk menenangkannya dengan kata-kata yang penuh kasih sayang.

"Ada apa, Dimas? Apa yang terjadi?" tanyaku dengan suara lembut.

"Kak Sandra, aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku sedang mengalami masalah besar di sekolah dan tidak tahu harus bagaimana," jawab Dimas dengan suara terbata-bata.

"Oh tidak, apa yang terjadi? Ceritakanlah kepada kami," kata Andre sambil membelainya di bahunya.

Dimas menatapku dengan wajah muram dan menceritakan bahwa ia sedang diintimidasi oleh sekelompok teman sekelasnya. Mereka terus menggodanya, mengolok-oloknya dan mempermalukannya di depan banyak orang.

Aku merasa sedih dan marah pada saat yang sama. Aku tidak bisa membayangkan betapa sulit dan menyakitkan rasanya menjadi korban bullying di usia muda seperti itu. Aku dan Andre mencoba menasehati Dimas dan memberinya dukungan. Kami juga mengatakan padanya, jika kami akan membantunya menyelesaikan masalah ini.

Dimas mengangguk, sebelum pergi ke kamarnya.

***

Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan Dimas di dapur. Dia terlihat sudah lebih ceria dari sebelumnya dan aku tahu bahwa semua masalah yang dialaminya di sekolah sudah teratasi.

"Apa kabar, adikku?" tanyaku sambil tersenyum ramah pada Dimas.

"Kak Sandra, terima kasih banyak untuk semuanya," jawab Dimas dengan rasa terima kasih yang jelas terlihat di wajahnya.

"Apa yang bisa kakak lakukan untukmu?" tanyaku kembali.

Dimas berpikir sejenak, sebelum melanjutkan, "Sebenarnya kak Sandra bisa membantuku untuk mengerjakan tugas sekolah yang sulit ini. Aku kesulitan memahami topik yang dijelaskan oleh guru."

Aku merasa kasihan melihat wajah bersedih Dimas. "Jangan khawatir, adikku. Kakak akan membantumu," kataku sambil meletakkan tanganku di pundaknya.

"Benarkah kak?" Tanya Dimas dengan senyum di wajahnya.

"Tentu saja," jawabku. "Mari kita duduk dan bicarakan tugasmu, ada apa saja yang kamu kesulitan?"

Dimas menggelengkan kepalanya. "Semua topik terdengar sulit untuk dipahami, kak," katanya lalu meraih buku teksnya.

"Sudah kau coba membaca bukunya dari awal dan memeriksa konteksnya?" tanyaku sambil membantu mengambil buku-buku dan membukanya di atas meja.

Dimas menganggukkan kepalanya dan bersama-sama kami membaca buku teksnya untuk mencari konsep yang membuatnya bingung. Aku mengajarkan prinsip-prinsip dasar dan contoh-contoh praktis tentang topik yang sulit. Kami meluangkan waktu untuk membahas setiap konsep sampai ia benar-benar memahami mengenai apa yang dia sedang pelajari.

Setelah beberapa kali belajar bersama, Dimas makin memahami konsep-konsep yang sulit dalam pelajaran matematika. Ia semakin percaya diri dan mampu mengatasi masalah yang sebelumnya dianggap sulit. Kami terus belajar bersama, memperdalam konsep yang telah dipelajari dan membahas topik lain seperti fisika dan kimia.

Pada suatu hari, ketika kami belajar bersama di teras rumah, saya merasa terkejut ketika Dimas bertanya tentang matematika tingkat lanjutan, seperti kalkulus dan geometri differensial. Meskipun aku tidak sepenuhnya memahami topik-topik tersebut, aku membantunya dengan segenap kemampuan saya untuk memahami prinsip-prinsip dasar dan mencari referensi online untuk membantu menjelaskan lebih detail.

Dalam waktu singkat, Dimas mampu memahami konsep-konsep yang sulit tersebut dan mulai mampu menguasai topik-topik yang lebih canggih. Selama itu kami sering belajar bersama, dan aku mulai menyadari bahwa aku tertarik pada Dimas. Aku merasa tergoda oleh kecantikan dan kegantengannya, dan aku merasa bersalah karena merasa seperti itu. Aku mencoba untuk menyingkirkan perasaan aneh itu, tapi sulit bagi saya untuk melakukannya.

Ketika Andre pergi dalam suatu perjalanan bisnis selama beberapa minggu, aku menjadi semakin tertarik pada Dimas. Kami semakin sering belajar bersama, dan aku merasa bahwa ia juga menunjukkan minat yang lebih pada diriku.

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, karena aku tahu bahwa ini tidak benar. Aku ingin mengubah perasaan itu dan menjaga hubungan aku dengan Andre sebagaimana mestinya, tapi sulit untuk menghentikan pikiran-pikiran aneh ini.

Suatu hari ketika aku sedang belajar dengan Dimas, aku merasa mendadak kesepian dan merindukan kehangatan tubuh yang memelukku. Aku merindukan kasih sayang dan nafsu yang dimiliki Andre terhadap diriku. Dan aku merasakan bahwa Dimas juga dapat memberikan itu padaku.

Aku merasa kesulitan untuk menahannya ketika kami sedang belajar bersama, keinginan untuk memilikinya terus melintas dipikiranku. Bagaimana caranya aku menjaga perasaan ini, menghentikan pikirannya dan memikirkan dengan baik pada masa depanku, bukan hanya pada keinginan yang tidak benar ini?

Sementara itu, waktu terus bergulir. Semua berjalan seperti biasa sampai suatu saat aku naik ke lantai dua dan melihat Dimas sedang mandi. Dalam sekejap, aku melihat tubuhnya yang telanjang dan kecantikan tubuhnya yang membuatku tidak bisa menahannya lagi. Aku merasa sangat tertarik padanya dan ingin mencoba merasakan tubuhnya dalam cara yang tidak semestinya.

Tapi aku tahu bahwa itu salah. Aku harus menghentikan pikiran aneh ini dan fokus pada suamiku dan pernikahan kami.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Calon Istri Tuan Muda Dingin
Calon Istri Tuan Muda Dingin
Dalam romance novel Calon Istri Tuan Muda Dingin, Althafandra terpaksa bertunangan dengan Vivana demi wasiat kakeknya. Sebagai billionaire romance books populer, kisah ini menguji kesetiaan Fandra saat kekasih masa lalunya kembali di tengah rahasia janji besar yang dibawa Vivana.
Do Not Love Me
Do Not Love Me
Dalam novel Do Not Love Me, Kayla Prawijaya menghadapi konflik dengan Mexsi Megantara di sekolah baru. Kebencian Mexsi berubah menjadi dilema setelah rahasia masa lalu dan penyakit Kayla terungkap. Baca romance stories ini sebagai salah satu fiction books pilihan di platform web novel.
Gairah Baby Maker
Gairah Baby Maker
Dalam novel Gairah Baby Maker, godaan tak terduga dari Aida memicu ketegangan yang sulit dikendalikan. Ikuti kisah romance modern ini saat hasrat dan batas kesetiaan diuji. Temukan dinamika hubungan yang intens dalam web novel pilihan ini, tersedia bagi Anda yang suka read novels online.
Kemarau Kapan Berlalu?
Kemarau Kapan Berlalu?
Dalam novel modern Kemarau Kapan Berlalu?, Sam terdesak biaya sekolah keponakannya hingga terjebak ancaman Sena. Dari kurir narkoba ke pekerjaan kelam yang tak terduga, Sam harus menghadapi mystery masa lalu keluarganya. Simak adventure story penuh pilihan sulit ini di web novel kami.
Kerja samaku Dengan Tukang Pijat
Kerja samaku Dengan Tukang Pijat
Dalam novel romantis Kerja samaku Dengan Tukang Pijat, amarah seorang istri memuncak saat suaminya membawa selingkuhan ke rumah. Ia membalas dendam dengan tidur bersama tukang pijat hingga hamil anak kembar. Baca novel online modern ini untuk mengikuti kisah lengkapnya.
Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain
Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain
Dalam novel romantis Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain, seorang wanita membatalkan pernikahannya setelah tahu Damar hanya setia pada mantan kekasihnya, Sinta. Ia pun menjual sahamnya dan pergi berobat ke luar negeri. Baca buku online gratis kisah modern ini di platform novel web pilihan Anda.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Jadi Nona Kaya Raya Setelah Cerai
Dia telah mengikutinya selama tiga tahun Dia menyebutnya sebagai isyarat yang terkenal dan berharga, tetapi dia tidak dapat menolak lagu tersebut. Aku kembali Bai Yueguang telah bercerai dari rumah, menjadi putri orang terkaya lagi, dan balas dendam adalah Empat Yang Besar. Hadiahnya untuk mantan suaminya Di pesta pertunangan, dia tiba-tiba mengubah penampilannya dan menjadi cantik kembali, mantan suaminya...
Suamiku Pemadam Kebakaran, Mantan Berandalan Berambut Putih
Suamiku Pemadam Kebakaran, Mantan Berandalan Berambut Putih
Di hari suaminya, Fred si pemadam kebakaran, dinyatakan tewas, Sammi mengetahui dirinya hamil. Sebuah buku harian cinta rahasia Fred memicunya terlahir kembali ke tahun 2007, saat ia masih mengandung anak mereka. Namun, pria yang ia temui bukanlah suaminya yang tenang dan heroik, melainkan remaja pemberontak berambut putih yang tak mengenalnya. Kini Sammi harus memenangkan hatinya dari awal untuk menulis ulang takdir yang dulu merenggutnya.
Ketiga Kakak Tidak Tahu Terima Kasih
Ketiga Kakak Tidak Tahu Terima Kasih
Dibuang di taman oleh ibu tirinya di usia enam tahun, Oriana tumbuh sendirian sampai menyelamatkan orang terkaya di dunia dan diangkat jadi cucunya. Dua tahun kemudian, tiga kakaknya datang menjemputnya pulang. Demi menjaga perasaan mereka, Oriana menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris miliaran dolar, bahkan diam-diam membantu mereka. Tapi kebaikannya dibalas dengan penghinaan. Dikhianati, diusir, dan hampir dibunuh, Oriana diselamatkan kakek angkatnya dan bersumpah akan mengambil kembali semuanya. Kini, tiga kakak yang dulu menindasnya berlutut di hadapannya, memohon ampun dari gadis yang pernah mereka buang.
Perpisahan yang Pilu
Perpisahan yang Pilu
Akibat kebakaran besar, Risa (ibu tiri) meninggal saat menyelamatkan Lusi (anak tiri). Jaden (suami) tidak tahu istrinya sudah meninggal, sehingga menimbulkan berbagai kesalahpahaman. Saat kebenaran terungkap, Jaden merasa sangat menyesal.
Putri Licik Menakluk Hati
Putri Licik Menakluk Hati
Putri keluarga Zola, Asha, dijebak oleh Nami, sehingga kehilangan ingatan dan hidup terlunta-lunta di jalanan. Dia kemudian diselamatkan oleh Bibi Lia. Karena serangkaian kebetulan, Asha menjadi tunangan Max. Sementara itu, Nami menyamar sebagai Asha untuk menikahi Max dan menggunakan berbagai intrik untuk menjebak Cyra. Namun, pada akhirnya, Nami terungkap berkat kerja sama antara Max dan Cyra.
Sekata dalam Diam
Sekata dalam Diam
Sasa tiba-tiba terjebak dalam plot novel yang dia baca, masuk ke tubuh Sasa Gita, tokoh pendukung yang angkuh dan membenci suaminya, Ferry yang bisu. Namun kini segalanya berubah. Sasa bersikap hangat, membantu Ferry pulih dari trauma, dan perlahan cinta pun tumbuh di antara mereka.