Logo
Kisah Cinta Naomi
Kisah Cinta Naomi

Kisah Cinta Naomi

68 Bab
Tamat
Dalam Kisah Cinta Naomi, Naomi Clara terjebak perdagangan manusia oleh suaminya sendiri. Di tengah konflik mafia novel ini, ia harus memilih antara Zhou Tian sang bos dingin atau seorang playboy yang baru mengenal cinta. Baca kisah cinta segitiga penuh risiko dalam romance novel ini.
Bab 1 dari Kisah Cinta Naomi

Impian setiap wanita adalah menikah dengan seseorang yang dicintai. Aku juga menginginkan pernikahan yang seperti itu. Dulu aku sering berharap akan ada pangeran berkuda putih yang melamarku. Mimpi klasik setiap wanita. Tapi, sekarang aku malah menikah dengan pria yang tidak kucintai. Andai saja waktu itu aku menolak permintaan ayah, aku tidak akan berdiri disini bersama pria itu. Beberapa hari yang lalu aku masih ingat jelas ayah yang memohon padaku.

"Nao..ayah mohon padamu tolong bantu ayah. Mau ya kamu menikah dengan tuan Adrian,” Ayah membujukku.

"Aku masih muda, ayah. Aku masih ingin melakukan hal-hal yang kusukai. Aku ingin bebas tidak ingin terikat ayah." Aku menolak dengan tegas. Tidak mungkin aku menikahinya. Kenal saja tidak.

"Ayah memiliki hutang, Naomi. Ayah tidak mampu membayarnya. Tuan Adrian pun setuju dengan pernikahan ini."

Hutang. Jadi semua ini demi hutang. Mengapa ia rela menukar putrinya demi hutang.

"Ayah tega sama Nao, demi hutang ayah lunas sampai merelakan Nao kepada orang lain. Apa aku sungguh merepotkan ayah selama ini?" Air mataku mengalir. Aku merasa kecewa dengan ayah.

"Maafkan ayah, Nao. Ayah sungguh putus asa. Ayah tidak memiliki cara lain. Hutang ayah begitu banyak. Jika ayah tidak melunasinya maka ayah akan dipenjara. Baiklah, bila kamu tidak mau. Ayah akan bicara dengan tuan Adrian. Ayah bersedia di penjara demi kebahagian putri ayah."

Ayah menatapku dengan tatapan yang tulus dan bibirnya melengkung lebar. Manis sekali senyumannya. Aku merasa iba dan sedih terhadap ayah. Dasar anak durhaka. Selama ini ayah yang selalu membantu saat aku kesulitan. Sekarang giliranku yang membantu ayah.

"Baiklah, ayah aku bersedia menikah dengannya."

Pada akhirnya aku menerima permintaan ayah. Cukup lama aku bergelut dengan pikiranku sendiri hanya untuk menerima tawaran itu.

Sekarang aku hampir menyesali keputusanku waktu itu. Inginku kabur dari pernikahan ini. Aku melirik ke arah ayahku. Ia tersenyum bahagia melihatku. Ayah terlihat tampan mengenakan jas hitam kebanggaannya. Aku masih ingat ia selalu menyimpan rapi jasnya itu. Ayah selalu mengatakan akan memakai jas itu di hari pernikahanku. Aku pun membalas senyum ayah tak ingin mengecewakannya. Para undangan pun sudah berdatangan. Semua kursi penuh. Memang pria yang akan kunikahi ini adalah seorang pengusaha kaya. Wajar jika semua orang datang ke pernikahannya. Mereka semua sepertinya kolega bisnisnya. Aku tidak melihat satupun keluarga Adrian. Apakah hubungannya dengan keluarganya tidak baik? Ah, sudahlah aku tidak peduli itu.

"Adrian Sebastian, apakah kau menerima Naomi Clara sebagai istrimu? Dan setia sampai maut memisahkan?" Pendeta bertanya kepada Adrian.

Aku menoleh kearah Adrian. Aku tidak menyadari kalau ia begitu memesona. Matanya yang tegas seolah menyihirku. Aku segera memalingkan wajahku. Menatapnya sedikit lebih lama lagi mungkin akan membuatku jatuh cinta padanya.

"Ya, saya bersedia menerima Naomi Clara sebagai istriku." Adrian menoleh ke arahku dan tersenyum.

Deg...jatungku berdegup. Apa ia sedang menggodaku? Jangan harap aku akan jatuh kepadanya. Kemudian pendeta menoleh kepadaku dan melontarkan pertanyaan yang sama.

"Naomi Clara apa kau bersedia menerima Adrian Sebastian sebagai suamimu?"

Sejenak aku terdiam. Aku masih ragu. Apakah dia pria baik? Apakah dia hanya memanfaatkan aku? Semua pertanyaan itu berkecamuk di benakku. Aku menoleh kearah para undangan dan ayahku. Mereka terlihat tegang. Seolah sedang menunggu kepastian hidup dan matinya. Akhirnya dengan terbata aku pun mengiyakan pertanyaan itu.

"Ya. Saya bersedia menerima Adrian Sebastian sebagai suamiku."

Kemudian pendeta meletakkan kedua tangannya diatas kepalaku dan Adrian. Ia memanjatkan doa untuk kami.

"Sekarang kalian sah sebagai suami dan istri," ujar pak pendeta.

Adrian sibuk menyambut para kolega nya. Aku tidak mengerti bisnis. Aku menjauh dari mereka. Aku melihat ayahku berjalan ke arahku. Ia memelukku dan menitikkan air mata.

"Ayah bahagia melihatmu menikah Nao. Dan maafkan ayah telah membuatmu melalui semua ini."

"Ayah, aku bahagia kok. Ayah jangan merasa bersalah. Aku akan mencoba menerima Adrian. Ayah tetap ayah terbaik bagiku."

Ayah satu-satunya keluarga yang kumiliki. Ibuku sudah lama meninggalkan kami. Saat aku masih di bangku SMA. Itu adalah hari yang paling kelam dalam hidupku. kehilangan sosok ibu disaat usiaku masih labil. Sekarang aku merindukannya. Apakah ibu melihatku dari atas sana? Apakah ibu juga bahagia melihatku menikah hari ini? Tak terasa air mataku mengalir. Kelopak mataku tak sanggup lagi menahannya. Ayah melepaskan pelukan nya. Ia memegang pipiku dengan kedua tangannya dan menatapku dalam. Seakan tahu isi pikiranku.

"Kau pasti merindukan ibumu, kan? Ayah yakin ibu juga pasti bahagia melihatmu menikah."

"Iya, ayah aku merindukan ibu."

Tiba-tiba seseorang menarik tanganku dari belakang. Aku menoleh. Ternyata itu Adrian. Raut wajahnya datar. Ia terlihat tidak senang akan sesuatu.

"Sedang apa kau disini? Para undangan sedang menunggumu. Mereka semua partner Bisnisku jangan mengecewakan mereka. Ayo ikut aku." Nada suara Adrian meninggi namun tidak terlalu kentara.

Aku mengikutinya dari belakang. Para undangan menunggu kami datang. Mereka tersenyum padaku. Ada satu pria yang menatapku seperti kucing yang sedang melihat ikan. Ia melihatku dari atas hingga kebawah. Aku merasa risih dengan tatapannya genit sekali. Aku yakin dia pasti pria hidung belang.

"Wah, istrimu cantik sekali. Aku bahkan tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya.” Pria itu memujiku sambil mengayunkan tangannya hendak menjabat tanganku.

Aku hanya membalas dengan senyuman dan membungkukkan sedikit badanku sebagai penghormatan. Adrian terlihat menegang. Ia tidak senang dengan sikapku barusan.

"Ini adalah tuan Jackson. Dia investor terbesar di perusahaanku. Kelak kau harus bersikap lebih ramah lagi kepadanya."

Dia bahkan tidak keberatan pria lain menggoda istrinya. Suami macam apa itu.

"Maaf, jika sikapku barusan telah menyinggung anda tuan Jackson. Aku hanya merasa itu kurang sopan saat anda memuji seorang istri di depan suaminya. Aku harap anda tidak marah." Aku meminta maaf kepada tuan Jackson. Lalu aku pamit untuk pergi ke toilet.

*********

Ini malam pertamaku sebagai seorang istri. Aku begitu gugup. Aku duduk ditepi kasur sambil memainkan ponsel. Aku membuka akun sosmedku banyak ucapan selamat dari teman- temanku. Pandanganku teralihkan ketika melihat Adrian baru saja selesai mandi. Dia hanya membalut badannya dengan handuk. Wajahku memerah. Aku begitu malu untuk melihatnya. Lalu aku lebih memilih keluar kamar. Daripada harus merasa sesak melihat Adrian memakai pakaiannya. Ya, kuakui ia memiliki badan yang kekar. Mungkin itu tubuh yang diidamkan setiap wanita. Lebih baik aku berkeliling rumah saja.

Aku masih asing dirumah ini. Rumah Adrian ternyata begitu besar. Ia memilih warna monocrome perpaduan putih dan hitam yang elegan untuk interior rumahnya. Berbanding jauh dengan rumah kami yang hanya berukuran 8X10 m. Hanya saja ia tidak memiliki satupun foto keluarganya. Hal itu mengusik pikiranku. Itu membuatku semakin penasaran tentang keluarganya.

"Sedang apa kau?" Seketika aku kaget saat mendengar suara adrian. Aku tidak menyadari kehadirannya. Dari sorot matanya terpancar ketidaksukaan.

"Oh..aku hanya berkeliling saja. Rumahmu indah sekali. Hanya saja aku tidak melihat ada foto keluargamu,” jawabku.

"Hmmm..sudah merasa ini rumahmu? Biar ku perjelas aku menikahimu bukan karena aku mencintaimu. Semua ini hanya untuk melunasi hutang ayahmu. Kau tahu berapa jumlahnya? 500 juta itu belum bunganya. Dan satu hal lagi jangan pernah menayakan tentang keluargaku."

Aku begitu kesal dan marah mendengar perkataan Adrian barusan. Hatiku sakit.

"Jika kau tidak menyukainya mengapa harus menikahi aku. Aku akan membayar hutang ayahku."

"Membayarnya, hah? Dengan apa kau akan membayarnya? Dengan tubuhmu?"

Plakk!!! Tanganku reflek menampar wajah Adrian. Aku begitu marah mendengar kata- katanya. Tak terasa air mataku mengalir.

"Jika kutahu kau pria yang brengsek, aku tidak akan mau menikah denganmu. Aku tidak serendah yang kau pikirkan."

Adrian menarik daguku hingga dekat ke wajahnya. Aku melawan, tapi tenagaku tidak sebanding dengannya.

"Berani sekali kau menampar wajahku. Aku akan membuatmu membayarnya."

Kemudian ia mencium bibirku dengan paksa. Aku memberontak berusaha keras mendorongnya ke belakang. Namun ia begitu kuat. Malah Adrian semakin memperdalam ciumannya. Ia mengulum bibirku dengan kuat. Aku kesakitan. Bukan ciuman yang seperti ini yang kuinginkan. Aku bahkan tidak bisa menikmatinya karena amarahku masih menyala.

Adrian mendorongku ke sofa yang ada di belakangku. Ia menjatuhkan aku kea sofa itu. Kemudian ia membuka bajunya dan melemparnya kelantai. Aku reflek langsung berdiri untuk menghindarinya. Tangannya begitu tangkas dengan segera Adrian menarikku dan menjatuhkan aku kembali ke atas sofa. Ia tepat di  atasku. Hatiku berdegup kencang. Apa ini malam pertamaku?

"Lepaskan aku. Apa yang akan kau lakukan padaku? Menyingkirlah. Aku bahkan tidak Sudi disentuh olehmu."

"Tentu saja menikmati malam pertama kita. Aku tidak mungkin menyiakan kesempatan ini. Kau sudah menjadi istriku. Jadi aku bebas melakukan apa yang kumau," Adrian menyeringai. Ia menciumi aku kembali lebih berhasrat. Tubuhku mulai terasa panas. Tanpa kusadari aku menikmati itu. Kuletakkan kedua tanganku di leher Adrian menariknya untuk lebih dekat lagi. Malam itu terasa begitu panas.

*******

Sudah sebulan aku menjadi istri Adrian namun ia tidak pernah bersikap manis kepadaku. Ia selalu saja bersikap kasar. Bahkan kami tidak tidur sekamar. Ia menyentuhku hanya sekali saja saat di malam pertama kami. Meski begitu aku tetap melakukan tugasku sebagai seorang istri. Memasak makanan dan menyajikan kopi untuknya.

Tapi Adrian tidak pernah menyentuh makanan yang kumasak. Ia selalu berdalih buru-buru ke kantor. Terkadang aku juga menunggunya pulang hingga larut malam. Semua yang kumasak terbuang percuma. Belakangan kusadari semua tindakannya untuk menghindariku.

Ring..ring...!

Suara ponselku membuyarkan lamunanku. Kulihat di layar ayah yang menghubungi aku. Aku segera menjawabnya.

"Halo ayah,” Jawabku.

"Nao putri ayah, apakah kau melupakan ayahmu ini? Sejak kau menikah tidak pernah lagi menelfon ayah. Ayah merindukanmu nak."  Suara  ayah terdengar berat. Apa ayah sedang sakit, batinku.

"Ayah maafkan Nao. Aku tidak melupakan ayah. Hanya saja aku sangat sibuk belakangan ini. Bagaimana kalau kita makan siang bersama ayah?"

"Baiklah, kita bertemu di tempat biasa. Ayah sudah tidak sabar untuk bertemu dengan putri ayah."

"Iya, ayah aku juga tidak sabar untuk bertemu ayah. Sampai nanti ayah.”

Aku menutup pembicaraan kami. Aku merasa bersalah pada ayah. Aku tidak berani mengatakan bahwa pernikahan yang kujalani tidak seindah pasangan pengantin lainnya. Aku tidak ingin ayah menjadi merasa bersalah karena menikahkan aku dengan Adrian. Aku mengangkat tangan kiriku untuk melihat arlojiku. Baru pukul 10.00 masih ada waktu untuk membersihkan meja makan.

Ketika aku hendak menyimpan kembali makanan yang ada dimeja, Adrian datang menghampiriku sambil memasang raut wajah tegang. Aku tidak pernah melihat wajahnya setegang itu. Mungkin ia  sedang memiliki banyak kerjaan yang harus diselesaikan. Atau sedang menghadapi masalah besar. Hmm...Untuk apa juga aku harus memikirkan itu. Toh, selama ini ia tidak peduli padaku.

"Aku ingin minum kopi," katanya datar.  Aku melihat dia menarik kursi dan ia pun duduk disitu.

"Baiklah. Tunggu sebentar akan kubuatkan untukmu." Jawabku sambil menuju ke dapur.

Ini pemandangan yang langka. Aku tidak pernah melihat Adrian duduk di ruang makan. Ada apa dengannya? Aku menebak-nebak apa yang terjadi. Lalu aku mengambil mug kecil untuk menyeduh kopinya. Aku tidak tahu ia suka kopi jenis apa. Kebetulan di dapur cuma ada kopi instan. Aku membuat kopinya dengan itu saja.

Kemudian aku kembali ke ruang makan sambil membawa baki yang berisi kopi. Namun ia sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Raut wajahnya semakin mengeras. Aku tidak berani untuk mengganggunya. Kopinya hanya kuletakkan saja diatas meja.

Samar-samar aku mendengar percakapan Adrian. Ia menyebut nama Jackson. Aku ingat nama itu. Dia adalah pria yang menggodaku di hari pernikahanku. Aku tidak menyukai pria itu. Hanya dengan sekali lihat saja aku sudah tahu dia adalah pria yang suka menggoda wanita.

Adrian mengakhiri percakapannya dengan tuan Jackson. Kemudian ia menoleh ke arahku. Aku memalingkan pandanganku. Aku tidak ingin beradu pandangan dengannya.

"Malam ini apa kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan malam."

Aku kaget mendengar perkataan Adrian. Aku balik menoleh kearahnya. Aku tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulutnya.

"Apa kau salah makan?" Kusipitkan mataku hingga membuat alisku berkerut.

"Tidak. Mengapa kau menanyakan itu?"

"Hanya saja kata-kata itu tidak pernah keluar dari mulutmu. Kau bahkan selalu mengabaikan aku seakan aku tidak ada."

"Benarkah? Baiklah, maaf, jika aku telah mengabaikanmu selama ini. Jadi kau bersedia makan malam denganku?"

"Karena kau telah meminta maaf aku akan memikirkannya," Jawabku datar.

"Aku akan menjemputmu jam 7. Sekarang aku akan berangkat ke kantor. Berdandanlah yang cantik."

Adrian segera berdiri dan meraih tas kerjanya yang ia letakkan di kursi sebelahnya. Ia bergegas pergi ke kantor. Bahkan ia tidak meminum kopinya. Hmm.. sia-sia aku membuatkan kopinya. Lalu aku menyeruput kopi itu sampai habis. Mubazir membuang makanan pikirku.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Budak Nafsu 2
Budak Nafsu 2
Budak Nafsu 2 mengisahkan runtuhnya kerajaan Maxwell akibat dendam dan perang antar mafia. Fredrick Hansen yang bebas dari penjara memicu konflik berdarah. Temukan kisah cinta Alfon dan Ayu yang meredam kekacauan dalam romance novel penuh aksi ini sebagai pilihan fiction books terbaik.
Cintaku Bagai Layangan Putus
Cintaku Bagai Layangan Putus
Dalam novel romantis Cintaku Bagai Layangan Putus, Bella Winata dikhianati oleh Alvaro, suaminya yang merupakan bos mafia. Alih-alih meratap, Bella memilih membuat kesepakatan rahasia di pasar ilegal untuk menghilang selamanya. Baca novel online ini di webnovel.
Devil Beside You
Devil Beside You
Dalam Devil Beside You, Sergio Blanco sang pembunuh bayaran harus menghabisi putri billionaire, Hazel Afford. Namun, tatapan targetnya mengubah segalanya. Temukan kisah pengkhianatan dan obsesi dalam mafia novel ini, sebuah romance novel penuh risiko yang dapat Anda baca di webnovel.
Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia
Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia
Dalam novel romantis Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia, Merry yang hamil lima bulan menghadapi pernikahan ke-17 dengan Lewis. Setelah ditinggal 16 kali demi Agnes, Merry bersiap pulang ke Keluarga Damian jika dikhianati lagi. Baca novel online ini untuk mengikuti kisahnya.
Mafia dalam penjara
Mafia dalam penjara
Dalam Mafia dalam penjara, seorang narapidana mengungkap misteri di balik jeruji besi saat menjalani hukumannya. Telusuri action dan teka-teki gelap dalam mystery story ini. Baca mafia novel yang penuh konspirasi ini sekarang untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi di dalam sel.
Mafia In The Night
Mafia In The Night
Dalam Mafia In The Night, William memburu pelaku pengkhianatan yang menewaskan ayahnya. Di tengah misi balas dendam dan misteri tuduhan fitnah ini, ia harus menghadapi polisi wanita yang menghalangi rencananya. Simak kisah action ini dalam mafia novel yang penuh intrik dan pengkhianatan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bercinta Sambil Bekerja
Bercinta Sambil Bekerja
Cecil seorang ahli penanganan krisis nomor satu di dunia menyerahkan kerjaan dengan gaji tingginya di luar negeri dan kerja di hotel Keluarga Hartomo karena cinta pertamanya pada Kalvin, seorang pemimpin Grup Hartomo. Waktu proses IPO perusahaan, mereka yang tanpa sengaja bertemu akhirnya buat hubungan palsu mereka jadi nyata. Meski terlihat saling manipulasi untuk saling mendekati, mereka yang saling mencintai pun mengungkapkan perasaan cinta 10 tahun mereka dan akhirnya bersatu.
Ikatan Rusak, Bintang Naik Daun
Ikatan Rusak, Bintang Naik Daun
Susanna, putri angkat Keluarga Gordon, suatu hari mencuri uang dari orang tuanya. Dia ditangkap oleh putri kandung mereka, Letty, yang mengejarnya. Selama pengejaran, Letty secara tidak sengaja didorong ke kolam renang. Kemudian, ketiga saudara laki-laki mereka tiba, dan Susanna menuduh Letty secara salah. Akibatnya, Letty disalahpahami oleh keluarganya dan diminta untuk meninggalkan rumah. Setelah meninggalkan rumah, Letty dijemput oleh saudara angkatnya, yang merawatnya dengan rajin. Dengan dukungannya, dia mendapatkan kembali kekuatannya dan bersiap untuk ujian masuk perguruan tinggi. Ketika hasilnya diumumkan, Letty mencapai skor tertinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi di seluruh kota. Akhirnya, ketiga bersaudara itu menemukan bukti di ponsel Letty yang mengungkapkan kesalahpahaman itu, dan mereka berusaha untuk berdamai dengannya.
Sahabat Ayah Menjadikanku Istri Miliaran Dolarnya
Sahabat Ayah Menjadikanku Istri Miliaran Dolarnya
Pacar Madalyn berselingkuh. Dia mabuk dan akhirnya tidur dengan Nicolas, yang tiga belas tahun lebih tua darinya. Akibatnya, mereka menikah. Madalyn percaya bahwa itu adalah pernikahan tanpa cinta, namun, tanpa sadar ia telah jatuh ke dalam perangkap cinta Nicolas. Dia menunggunya untuk mencintainya kembali.
[Versi suara dubbing] Tangisan Kekeluargaan: Anak Perempuan Tersembunyi Jenderal
[Versi suara dubbing] Tangisan Kekeluargaan: Anak Perempuan Tersembunyi Jenderal
Gubernur militer kembali setelah menindak bandit dan diaku sebagai ayah oleh seorang gadis yatim. Dia menolaknya dan mengangkat senjata, sementara saudara laki-lakinya yang lebih muda curiga mereka adalah kerabat darah dan merencanakan tes DNA. Sebenarnya, ibu gadis itu pernah pura-pura putus hubungan untuk melindunginya, kemudian terluka, dan akhirnya dia mengetahui kebenaran dan menyelamatkan orang-orang.
Bangkitlah, Lena!
Bangkitlah, Lena!
Di tempat kerja dan rumah, Lena Lesley terus menjadi korban perundungan, ditindas suami bejat dan ibu mertua kejam. Hidupnya runtuh saat didiagnosis kanker lambung stadium akhir. Di ambang bunuh diri, ia mendadak memenangkan lotre, lalu mengetahui perselingkuhan suami dan pengkhianatan keluarga. Di titik tergelap, Juan Karz muncul, membangkitkan bakat dan tekad Lena untuk balas dendam. Namun di ujung kebangkitan itu, tersembunyi pembalikan takdir tak terduga.
Pesta Topeng Sang Miliarder
Pesta Topeng Sang Miliarder
Sersan Selvi Tanasa dan miliarder Galih Roni berhubungan intim dengan bersembunyi di balik topeng pada sebuah pesta. Tiga tahun kemudian, Selvi terpaksa menikahi seorang pria gelandangan yang tidak dia kenal, Galih. Untuk alasan pribadinya, Galih membiarkan Selvi percaya bahwa dia adalah orang miskin. Kedua orang yang sebenarnya tidak asing itu saling menemukan masing-masing dalam penyamaran mereka.