Logo
Kabut Cinta Riana
Kabut Cinta Riana

Kabut Cinta Riana

44 Bab
Tamat
Dalam Kabut Cinta Riana, Riana menghadapi pengkhianatan kekasih yang memilih wanita lain. Romance novel ini mengisahkan perjuangannya mencairkan kebekuan hati demi menemukan cinta sejati. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini sebagai salah satu fiction books pilihan Anda.
Bab 1 dari Kabut Cinta Riana

Kabut Cinta

Aku masih termenung di sini. Mencoba paham akan semua problematika. Cinta ... terlalu rumit, karena sebab akibat dan sebutir kasih sayang. Dia berikan pada jiwa-jiwa nestapa di ujung mayapada, termasuk diriku dan juga kau.

Percayalah! Aku mencintaimu tanpa syarat, mengasihimu tanpa belas ataupun iba dengan segenap jiwa raga, karena cinta yang sesungguhnya takkan pernah menghadirkan titik hitam bagi hati. Tak kan pula membuat pelakunya menjadi ternodai. Sebab cinta yang sejati adalah cinta yang dilandasi untuk menggapai ridho Illahi, bukan semata karena hanya ingin merasakan kenikmatan sesaaat yang kelak kan disesali.

"Kau masih berani menampakkan diri dengan menginjakkan kaki kembali ke rumah ini? Dengan semua yang telah kau perbuat membuat nama besar dan kehormatan keluarga tercoreng sebab aibmu itu!" Keras suara ayah terdengar saat aku baru saja kembali ke rumah. Gurat amarah jelas tergambar di wajah keriputnya. Bahkan, aku hampir tak mengenali lagi lelaki yang selama dua puluh lima tahun begitu lembut menyayangi dan selalu memanjakanku.

"A-ayah, aku tidak bersalah. Semua ini fitnah," jawabku dengan kedua netra berkaca-kaca.

"Kau berusaha mengalihkan kesalahanmu pada orang lain. Begitukah cara kami mendidikmu selama ini? Sungguh, aku malu pada keluarga Wijaya--sahabat karibku, karena putriku telah melakukan perbuatan keji!" Kemarahan ayah benar-benar ada di puncaknya.

"Tidak, Ayah. Aku tidak seperti yang dituduhkan Jovan. Percayalah! Aku tidak mungkin melakukan perbuatan terkutuk itu. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semua kebenarannya." Retak kaca-kaca di netraku seiring bulir hangat lolos begitu saja mengalir tanpa perintah. Disusul rasa sakit yang menghimpit dada. Bukankah lebih menderita bila melihat kedua orang tua yang kita sayangi sangat kecewa?

"Lalu, siapa Nazran? Lelaki yang telah menanamkan benih di rahimmu itu. Sungguh beraninya kau membohongi ku!"

Kubekap mulut yang menganga. Aku sungguh tak percaya, ayah bisa mengatakan itu. Rupanya Jovan telah mengatakan semuanya pada ayah.

"Aku bisa memberikan penjelasan tentang Nazran, Ayah."

"Cukup, Riana! Ayah tak ingin mendengar penjelasan apa pun darimu. Karena setiap kebohongan akan melahirkan kebohongan baru. Aku telah gagal mendidikmu." Memalingkan dan mengusap wajah. Sementara salah satu tangannya meraba dada sebelah kiri.

Aku berlari ke kamar. Menutup pintunya rapat. Menyandarkan tubuh ke dinding dengan berurai airmata. Samar terlihat, tetapi nampak jelas, cinta pertamaku gulita sebelum dapat kusentuh terangnya. Terlintas pikiran buruk di benakku untuk mengakhiri hidup.

Allah ... ampuni aku. Kalau seperti ini, ingin rasanya aku pulang ke rahim ibu dan tak pernah terlahir lagi.

Apa yang kau lakukan, Riana? Kau lupa, ada kehidupan yang kini telah bersemayam di tubuhmu. Anugerah terindah yang tidak semua wanita bisa mendapatkannya. Tanda sempurna sebagai seorang perempuan. Kau harus kuat dan tegar demi dia yang tak berdosa. Bukankah setiap kesulitan pasti ada kemudahan? Dan kebenaran selalu membuka tabirnya melawan kejahatan yang berusaha menghalangi. Sebuah suara tiba-tiba berbisik lirih dari dalam hati.

"Aku akan memperlihatkan keindahan semesta ini, Nak. Bagaimana pun caranya! Tak ada satu orang pun yang akan bisa menghalangi. Ibu sangat mengasihimu," ucapku memantapkan diri. Kuelus perlahan perut yang masih rata dengan derai airmata.

*****

Pernikahanku dengan Jovan hasil dari perjodohan bisnis kedua orang tua kami. Ayah Jovan--Wijaya--sahabat karib ayah sejak SMA sekaligus rekan bisnis.

Suatu saat perusahaan Wijaya yang bergerak di bidang properti terkena masalah, karena uang perusahaan dibawa lari oleh manajer keuangannya ke luar negeri dan dinyatakan pailit.

Beberapa tender dari pemerintah maupun swasta yang telah menanam modal mulai tidak percaya. Satu per satu mengundurkan diri dari kerjasama proyek dan meminta semua uangnya dikembalikan. Wijaya meminta bantuan pada ayah untuk meminjam uang guna menutup utang- utang perusahaan.

Ayah menyetujui untuk menolong perusahaan sahabatnya itu dari kebangkrutan. Apalagi perusahaan ayah sedang berkembang pesat dan sedang melebarkan sayap, saat itu.

Perusahaan Wijaya bangkit kembali dari keterpurukan berkat suntikan dana dari perusahaan ayah. Untuk membalas budi atas jasa ayah, Wijaya menjodohkan Jovan denganku agar hubungan mereka berubah menjadi keluarga dan harta kekayaan tidak jatuh ke tangan orang lain.

*****

Enam bulan yang lalu.

"Riana, sudah saatnya kau menikah," ucap ayah di suatu senja kala kami duduk di beranda rumah.

"Tapi Ayah, aku baru saja lulus dan ingin melanjutkan studi S2." Aku berusaha menolak halus permintaannya.

"Kau bisa tetap melanjutkan studi S2-mu, meskipun menikah, kan? Kalau kau mementingkan kuliah, kapan Ayah bisa menimang cucu? Kau tahu aku sudah sangat merindukan kehadirannya." Kulihat di sinar mata tuanya, seberkas kerinduan membias bersama senyum yang terbingkai sempurna. Lalu katanya lagi, "Kalau kau setuju bulan depan kau menikah dengan pemuda pilihanku?"

"Secepat itu kah?" tanyaku terbeliak.

"Lebih cepat lebih baik, Na. Aku tak mau punya anak gadis yang menyandang predikat perawan tua. Meski aku hidup di jaman modern, tapi prinsip hidup tak berubah."

"Apa Riana boleh tahu, siapa calon suamiku?" tanyaku penasaran ingin tahu.

"Kau pasti akan setuju, karena Ayah tahu. Kau sangat menyukainya," jawab ayah menatapku dengan tersenyum.

"Iih ... Ayah. Riana penasaran ini," balasku manja.

"Coba kau pejamkan mata dan sebut namanya dalam hati. Nanti, pada hitungan ke tiga buka netramu. Dia sudah berdiri dihadapanmu."

Aku menuruti perintah ayah. Menutup mata dan membukanya pada hitungan ketiga. Ternyata Jovan sudah berada di depanku, tersenyum dan menyapa, "Apa kabar, Riana?"

Hatiku mencelos melihat kehadiran lelaki berkulit putih dengan wajah rupawan itu. Rupanya, tanpa sepengetahuanku ayah telah menyuruh Jovan datang ke rumah. Ah, Ayah ... kau selalu mengerti apa yang diharapkan hati ini.

"Jo-Jovan ... kapan kau datang? A-aku baik- baik saja," ucapku gugup menahan debar yang begitu cepat menjalar.

Deg!

Dadaku bergemuruh bak genderang perang yang bertalu-talu saat ditabuh, kala tatapan kami saling beradu.

"Baiklah, Silakan ngobrol! Aku tinggal kalian. Ada urusan yang penting harus kuselesaikan dengan Pak Wijaya. Jovan, titip Riana," ujar Ayah sembari tersenyum menatapku dan melangkahkan kaki mendekati pintu ruang keluarga.

"Ayah, terima kasih," ucapku menahan haru sekaligus malu.

Ayah tersenyum menatapku sembari melangkah meninggalkan kami.

Hening.

Untuk beberapa saat kami tenggelam dalam perasaan masing-masing, karena tujuh tahun kami berpisah. Aku dan Jovan berteman sejak kecil. Tumbuh dan besar bersama, karena keluarga kami begitu akrab.

"Kudengar, kau baru saja menyelesaikan studi ekonomimu. Congrats, ya," ucap Jovan mencairkan suasana.

"Iya. Terima kasih, Van," jawabku.

"Kapan kau pulang dari Amerika?"

"Baru seminggu."

"Oh ... apa kau akan kembali lagi ke sana?"

"Mungkin tidak, Na. Aku sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia."

"Lah, kenapa? Gimana dengan pekerjaanmu?"

"Aku diminta ayah untuk menangani perusahaannya. Dia ingin istirahat. Selain itu, gadis- gadis di sana gak ada yang cantik. Beda dengan di sini. Apalagi gadis yang sekarang duduk di hadapanku ini."

"Ah, kau bisa saja."

"Aku serius ... eh dupuluh rius, deh! Kau semakin cantik, Na." Manik kelam netranya menatapku lekat.

"Dasar tukang ngegombal. Bisa saja merayu wanita."

"Jujur dan suer, deh!" Senyum di kedua lesung pipinya semakin menggetarkan hatiku.

Aku menundukkan pandangan. Menyembunyikan muka yang bersemu merah. Mendadak telapak tanganku terasa hangat kala tangan kekar Jovan mengenggamnya erat. Membuat rasa sejuk seketika memenuhi rongga dada.

*****

Setelah terjadi kesepakatan antara kedua keluarga, kami pun menikah. Pesta digelar dengan meriah.

Ketika para tamu undangan berpamitan, disusul karib kerabat. Kami langsung pulang ke rumah pemberian Wijaya sebagai hadiah pernikahanku dengan Jovan.

Sejak perjalanan menuju rumah baru, debar di dada tak beraturan iramanya. Nervos. Mungkin semua gadis mengalami hal yang sama sepertiku, saat akan menghadapi malam pertama. Perasaan mengharu biru kini tengah menguasai kalbu.

"Rapikan dirimu, Na. Aku mau mandi dulu," perintah Jovan dengan suara lembut. Mendudukkanku di sofa dekat tempat tidur. Pemilik manik hitam kelam itu menatapku teduh.

Aku hanya mengangguk dan menunduk. Berusaha menyembunyikan rasa yang sedari tadi tak mau beranjak pergi, tetapi malah semakin menjadi.

Setelah mengganti pakaian pengantin dan melepas berbagai aksesoris yang melekat, aku duduk di tepi pembaringan. Hamparan sprei putih bertabur helaian mawar merah berada di hadapan.

Suara langkah kaki perlahan mendekat. Untuk yang kesekian kali dadaku kembali bergemuruh hebat. Seketika harum aroma maskulin menguar memenuhi ruangan. Bau wewangian parfum khas kesukaan Jovan. Tangan kekarnya mengusap lembut bahu dan membalikkan badanku.

"Apa kau takut ... maksudku belum siap?" tanyanya sembari mengangkat dagu tirusku.

"A-aku ...." Belum selesai aku meneruskan kata-kata, Jovan sudah menarik tubuhku lebih dekat. Membuat pandangan kami nyaris tak berjarak dan aku pun pasrah pada bahtera cinta yang menenggelamkanku, hingga ke dasar samudera dengan hempasan badai gelora asmaranya. Aku bangga hampir purna bisa mempersembahkan apa yang menjadi hak Jovan. Andai saja, ia tak menyebut satu nama berulang yang membuatku terhina.

Siska.

Nama yang terucap dari bibirnya bersama desah kenikmatan, saat ia mereguk manisnya surga dunia.

Aku seperti dedaunan yang menguning , bersiap terlepas dari dahan yang kering. Lalu, angin menerbangkan sesuka hati dan menjatuhkan di hamparan tanah dengan berguling-guling dan hanya bisa bergeming.

Adakah siksa yang paling pedih mendera? Kala nama wanita lain yang justru disebut, saat dua raga melebur dalam cinta.

Di luar, hujan menderas. Seiring derasnya bulir hangat yang membasahi pipi, tetapi Jovan seakan tak peduli.

"Childish," ejeknya seraya membuka selimut dan mengenakan kembali celana pendeknya.

"Apa katamu? Kau telah menghinaku, Jovan!" ucapku dengan nada sedih.

"Kau pantas menerimanya, Na. Karena kau yang mulai menyulut api kebencian ini!" seringainya tajam.

"Apa maksudmu, Jovan? Bukankah kau yang telah menghinaku dengan menyebut nama wanita itu," balasku dengan rasa kecewa.

"Kau mau bukti?" sergahnya diiringi sorot mata yang tajam.

"Bukti apa?"

"Nih, lihat! Siapa Nazran? Kalau kau mencintainya, mengapa kau menikah denganku?!" ujarnya sambil melemparkan benda pipih ke arahku.

Aku terkejut bukan main, saat membuka Whattsap. Nazran telah mengirimiku pesan sebanyak duapuluh kali dan isi pesan itu telah dibaca semua oleh Jovan. Sifat posessif dan egoisnya spontan memberontak.

"Jovan, aku bisa menjelaskan siapa Nazran ...."

"Tak perlu! Karena aku tak ingin mendengarnya. Pun darimu. Kau telah berselingkuh, Riana. Maaf, aku tak bisa mengampunimu." Meninggalkanku sendiri di kamar. Ia segera merapikan diri. Di menit berikutnya gawai Jovan berdering.

"Sebentar, Siska. Aku akan datang. Malam ini kita habiskan dengan bersenang-senang," seringainya sinis melirik ke arahku.

"Ok, Babe. Aku yakin kau pasti kembali padaku. Hanya aku yang bisa mengerti dirimu luar dalam. Salam buat istri barumu, ya, hahaha ...." Suara wanita tertawa terkekeh di seberang. Sengaja mengejekku kegirangan.

"Kau benar-benar egois dan tak berperasaan. Suatu saat kau akan menyesal, Jovan," rutukku kesal. Malam itu menjadi malam yang paling kelam dalam hidupku.

Bersambung

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Aku dan Adik Tiriku
Antara Aku dan Adik Tiriku
Dalam Antara Aku dan Adik Tiriku, Syaqila menghadapi konsekuensi masa lalu saat Raffael kembali. Romance novel ini mengisahkan upaya penebusan dosa atas fitnah yang mengusir Raffael enam tahun lalu. Di tengah kebencian, akankah terjalin maaf atau balas dendam? Baca webnovel ini segera.
Baby Daddy
Baby Daddy
Dalam novel Baby Daddy, Eva Sania harus mencari pria untuk memiliki anak demi memenuhi tuntutan ibunya. Bastian Cokro, CEO yang dirumorkan mandul, menjadi target utama dalam billionaire romance ini. Baca kelanjutan kisah mereka dalam web novel modern yang penuh dengan pilihan sulit.
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Dalam novel modern Bekas Luka Ikatan yang Hancur, Sinta menghadapi dilema saat Trisna meminta cerai demi cinta pertamanya. Meski sedang hamil, Sinta memilih melepaskan hubungan ini. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini di antara berbagai pilihan fiction books lainnya.
Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
Dalam Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku, Davina mengungkap perselingkuhan Fathan melalui buku harian Lulu yang tewas terbunuh. Ikuti misteri pembunuhan dan konflik rumah tangga ini di web novel genre modern novel yang penuh teka-teki. Temukan kebenaran dalam kisah romance novel yang mencekam ini.
Gairah Suami Perkasa
Gairah Suami Perkasa
Dalam novel Gairah Suami Perkasa, Marvin Rock menggunakan harta dan kekuasaannya untuk melindungi para wanita di sekitarnya. Kisah modern billionaire ini mengungkap sisi lain ketulusan di balik dominasi kekayaan. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti ambisi dan gairah hidupnya.
Hukum Sang Pewaris Cacat
Hukum Sang Pewaris Cacat
Dalam Hukum Sang Pewaris Cacat, Don mafia Damon Valenti terikat kontrak dingin dengan Isabella demi kelangsungan hidup putranya. Namun, obsesi dalam modern novel ini tumbuh saat bisnis berubah menjadi jeratan gairah. Baca kisah lengkapnya di mafia romance books terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bayangan sang Suami
Bayangan sang Suami
Rani Salim membatalkan pertunangannya dengan Heri Sona setelah menyadari kemiripannya dengan mantan suami, Yugi Liam. Heri, yang memanfaatkan ketertarikan Rani, memperlakukannya dengan buruk. Saat pesta ulang tahun selingkuhan Heri, Lina Fusein, Rani melukai wajah Heri dan marah besar setelah menyadari kenyataan, hingga nyaris menghabisinya.
Putri Diangkat, Istana Dikuasai
Putri Diangkat, Istana Dikuasai
Dijebak Selir Mulia Sheffield, Josephine tewas dalam kebakaran istana bersama pangeran bayinya. Terlahir kembali dengan sistem kesuburan misterius, ia kembali ke istana bertekad mengubah takdirnya. Melawan para selir licik, kaisar penuh perhitungan, dan ibu suri yang kejam, ia meraih kekuasaan lewat strategi, aliansi, dan anak-anak yang dilahirkannya. Pada akhirnya, Josephine membantu Putri Serena merebut takhta dan mengamankan kekuasaan tertinggi sebagai Ibu Suri.
Menikah Kilat dengan Mantan 8 Tahun Setelah Putus Cinta
Menikah Kilat dengan Mantan 8 Tahun Setelah Putus Cinta
Bertahun-tahun yang lalu, mereka bertemu ketika ibunya bekerja sebagai pembantu di rumahnya. Bertahun-tahun kemudian, dia menjadi seorang dokter terkemuka, dan keluarganya yang kaya raya mengambilnya kembali. Sementara itu, kesulitan keuangan keluarganya membuatnya tidak dapat menyelesaikan sekolah. Dia bekerja di berbagai pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri, melunasi hutang orang tuanya, dan menutupi biaya pengobatan neneknya... Keadaan telah berubah; bagaimana cinta mereka akan berkembang?
Kebangkitan di Balik Luka
Kebangkitan di Balik Luka
Setelah dikhianati tunangannya dan diperlakukan seperti pembantu selama tiga tahun, Vivi memutuskan untuk balas dendam dan menggantikan sepupunya menikahi pria koma. Tanpa diduga, dia menemukan kehangatan dan dukungan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Ketika masa lalunya terungkap, keluarga barunya mendukungnya, mencari keadilan, dan memberinya kesempatan untuk mengejar mimpi.
Cium Aku Sekali Lagi
Cium Aku Sekali Lagi
Adelia Rosadi adalah istri yang selama ini disia-siakan oleh suaminya sendiri, Brimas Rosadi. Mereka menikah karena keadaan terpaksa. Karena keterpaksaan itu, Brimas selalu menindas istrinya sendiri demi Rosa Milea, adik beda ibu dengan Adelia. Rosa membuat takdir hidup Adelia begitu berantakan dengan terpaksa membuat kebohongan agar Brimas menikahinya, membuat Brimas memaksa Adelia mendonorkan ginjalnya pada Rosa, hingga akhirnya Adelia terkena kanker ginjal stadium akhir. Tidak hanya itu, penderitaan Adelia belum berakhir meski nyawanya sudah diujung tanduk. Hingga akhirnya Brimas tahu faktanya, dia begitu menyesal dan terpukul dengan semua kelakuannya pada sang istri. Namun, penyesalannya terlambat, semuanya sudah berakhir.
Berlutut Untuk Kembalinya Istri Saya yang Bodoh
Berlutut Untuk Kembalinya Istri Saya yang Bodoh
Dia adalah pewaris sebuah keluarga kaya, tetapi sebuah kecelakaan menyebabkan dia kehilangan ingatannya, mengubahnya menjadi istri yang bodoh dari seorang konglomerat. Namun, dia menipunya untuk menceraikannya setelah dia hamil. Ditinggalkan, dia mendapatkan kembali ingatannya yang hilang. Kembali ke statusnya sebagai ahli waris, dia yakin dia bisa menjalani kehidupan yang damai dengan anaknya. Namun, tak disangka, sebuah aliansi bisnis mempertemukannya kembali dengan pria itu.