Logo
Antara Aku dan Adik Tiriku
Antara Aku dan Adik Tiriku

Antara Aku dan Adik Tiriku

66 Bab
Tamat
Dalam Antara Aku dan Adik Tiriku, Syaqila menghadapi konsekuensi masa lalu saat Raffael kembali. Romance novel ini mengisahkan upaya penebusan dosa atas fitnah yang mengusir Raffael enam tahun lalu. Di tengah kebencian, akankah terjalin maaf atau balas dendam? Baca webnovel ini segera.
Bab 1 dari Antara Aku dan Adik Tiriku

Syaqila berjalan tergesa ke dalam rumahnya. Saat siang tadi, sewaktu ia tengah sibuk berbincang dengan teman-temannya, orang tuanya tiba-tiba menelepon dan menyuruhnya untuk segera pulang tanpa mau menjelaskan apa alasannya. Syaqila kesal setengah mati, tapi ia tak bisa meluapkan amarahnya. Bisa-bisa orang tuanya kembali menyemburnya dengan kemarahan yang lebih. Untuk sekarang Syaqilla mencoba bersabar. Semoga setelah sampai di rumah ia akan mendapat sesuatu yang bisa sedikit menyenangkan hatinya.

Namun saat kakinya melewati pintu, Syaqila mendadak berhenti. Dahinya mengernyit heran melihat suasana rumah yang ramai. Seluruh anggota keluarga turut hadir di sana. Syaqila jadi bertanya-tanya, ada acara apa hingga semua orang berkumpul di sini?

"Syaqila!"

Syaqila menoleh ketika mendengar suara ibunya memanggil. Dilihatnya wanita itu berjalan mendekat dengan tergesa. Lalu tangannya menarik Syaqila supaya mengikutinya hingga ke dapur.

"Kamu teruskan ini. Mama akan memotong sayuran. Sudah mama kasih bumbu. Hanya tinggal menunggu matang."

Syaqila hanya bergeming dengan bingung. Dia baru sampai dan sudah dihadapkan dengan wajan berisi masakan yang hampir matang. Syaqila masih belum mengerti untuk apa ia disuruh melakukan ini?

"Ma, sebenarnya ada apa?" Syaqila tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama. Terlebih, dengan keadaan di sekitarnya saat ini. Syaqila merasa dia adalah satu-satunya orang bodoh di sini karena tidak mengetahui apapun.

"Kamu tidak tahu?" Bukannya menjawabnya, Utari justru bertanya dengan ekspresi polos. "Apa mama yang lupa memberitahumu, ya?"

Syaqila berdecak. "Mama tidak mengatakan apapun. Mama hanya menyuruh aku pulang, tapi tidak mengatakan alasannya," jelas Syaqila.

"Oh, berarti mama lupa memberitahumu," sahut Utari menganggukan kepalanya. Dia menatap putrinya itu dan menjelaskan. "Kamu ingat adikmu?"

"Adik?" Syaqila tampak bingung. "Sejak kapan aku punya adik?"

Utari yang kesal memukul kepala putrinya itu dengan spatula hingga Syaqila meringis memegangi kepalanya.

"Bisa-bisanya kamu lupa dengan adik kamu sendiri," gerutu Utari. Dia menggelengkan kepalanya tak habis pikir.

"Seingatku, aku memang tidak punya adik," gumam Syaqila. Dia masih ingat saat ia meminta adik pada ibunya, ibunya itu menolak dan malah meminta Syaqila untuk menganggap sepupu-sepupu kecilnya sebagai adik. Tapi, tentu saja itu akan berbeda. Adik-adik sepupunya itu tidak akan bisa bebas bermain dengannya. Mereka juga tidak bisa bebas menginap di sini karena mereka pasti akan lebih memilih ikut pulang jika orang tua mereka pergi.

"Adik yang mana sih? Bukannya aku anak tunggal?" ucap Syaqila tetap menyanggah ucapan ibunya.

"Raffael Abercio," balas Utari sedikit gemas. Bagaimana bisa putrinya itu melupakan adiknya sendiri? Meski sudah lama mereka tidak bertemu, seharusnya Syaqila tahu dia bukan satu-satunya putri Dermawangsa.

"Raffael?" Syaqila bertanya skeptis. "Maksud mama bocah cebol yang dulu sering ku ganggu?"

"Ya, itu!" Utari menjentikkan jarinya, tampak puas. "Kamu ingat ternyata."

Syaqila termenung. Bagaimana ia bisa lupa tentang Raffael? Bocah gendut yang dulu dibawa oleh ayah tirinya, dikenalkan padanya sebagai adik yang tidak diterima dengan baik oleh Syaqila. Bagaimana bisa ia menerima bocah gendut, cengeng, ingusan, dan jelek itu sebagai adiknya?

Syaqila memang menginginkan adik. Tapi adiknya tentu harus lucu dan menggemaskan. Bukan gendut dan mengerikan. Syaqila bahkan tidak mau berdekatan dengan Raffael saat itu.

Kehadiran Raffael tidak disukai Syaqila. Karena itu ia berusaha mengganggunya setiap ada kesempatan. Berharap dengan itu Raffael jengah dan memilih meninggalkan rumah.

Tak terhitung berapa kali Raffael menangis dan terluka karena ulah Syaqila. Namun dengan segala dalihnya, Syaqila selalu lolos dari tuduhan. Hal itu mungkin membuat Raffael lelah hingga suatu hari Syaqila mengetahui jika Raffael memutuskan untuk pindah ke tempat kakek dan neneknya di Inggris.

Sudah enam tahun sejak itu, Syaqila tidak pernah lagi mendengar apapun tentang Raffael. Syaqila kira, bocah itu tidak akan lagi mau menginjakkan kaki ke sini.

Syaqila meringis mengingat kelakuannya dulu. Jika dipikir lagi, bukankah dia keterlaluan sudah memperlakukan adiknya sendiri seperti itu? Betapa buruknya dia sebagai kakak. Syaqila bahkan bersuka ria saat berhasil membuat Raffael pergi dari rumah kala itu. Haruskah Syaqila meminta maaf pada Raffael saat mereka bertemu?

"Kamu jangan jahil lagi, ya!" Seolah hafal bagaimana sifat putrinya, Utari menasehatinya sebelum Syaqila benar-benar bertemu dengan adiknya. Dulu Utari mungkin diam saja karena dia berusaha memaklumi sikap Syaqila yang masih anak-anak. Namun sekarang, usia Syaqila sudah menginjak 19 Tahun. Tidak bisa disebut remaja apalagi anak-anak. Dia sudah harus bisa berpikir dewasa.

"Kamu itu bukan anak kecil lagi, Syaqil. Tidak pantas jika kamu masih saja usil seperti itu. Seharusnya kamu bersikap sebagai kakak yang baik."

"Aku tahu," jawab Syaqila. Dia sadar dirinya memang salah. Tapi saat ibunya mengomelinya seperti ini, entah kenapa Syaqila justru merasa tidak terima.

"Untuk langkah pertama, tolong kamu panggilkan Raffael. Suruh turun karena makan malam sudah siap," titah Utari. Wanita itu tampak tidak ingin mendengar bantahan apapun. Ini juga ia lakukan demi bisa mendamaikan kedua anaknya yang tidak memiliki kenangan bagus di masa kecil mereka.

"Kenapa harus aku?" protes Syaqila. Dia mungkin tidak keberatan menemui Raffael dan meminta maaf padanya. Tapi jika detik ini juga, tentu saja Syaqila tidak siap. Bagaimana jika Raffael langsung memukulnya saat pertama melihat wajahnya? Syaqila tahu, bocah itu sudah bukan anak kecil yang hanya bisa menangis ketika Syaqila berulah. Sekarang dia bisa saja membalas Syaqila dengan memukul atau menamparnya. Lebih buruk, dia mungkin bisa membalikkan keadaan. Tidak ada yang bisa mengira, semua orang bisa berubah dengan cepat, bukan?

Baru memikirkan semua kemungkinan itu saja sudah membuat dada Syaqila terasa sesak.

"Ya ampun, Ma. Aku sesak napas." Syaqila memegangi lengan ibunya dengan wajah pucat. "Sepertinya aku tidak bisa menemui Raffael."

"Tidak perlu berdrama, kamu!" Utari menampar kecil wajah putrinya dengan ekspresi datar. "Sejak kapan kamu punya asma? Dari kecil kamu bahkan jarang sakit."

Syaqila mencebikkan bibirnya. Gagal sudah rencananya untuk membujuk ibunya. Ternyata ibunya sudah bisa menebak meski acting Syaqila sudah sangat bagus.

"Sudah sana panggil Raffael!" Utari mendorong tubuh Syaqila supaya cepat pergi melaksanakan apa yang ia perintahkan. Wanita itu mengacungkan spatula tepat di depan wajah putrinya dengan ekspresi mengancam. "Awas saja jika kamu sampai kabur tanpa menuruti perintah mama."

Syaqila menelan ludahnya dengan sulit. Dia menghembuskan napas kasar. Lalu berjalan pergi dengan langkah yang terasa sangat berat.

Jarak dari dapur ke kamar Raffael di lantai dua tidak terlalu jauh, tapi karena keengganan Syaqila pergi ke sana, kedua kakinya terasa begitu berat ketika digerakkan. Ugh! Dia merasa seperti nenek-nenek yang sulit berjalan.

Setibanya di kamar yang dituju, Syaqila menarik napas sesaat. Tangannya terangkat, mengetuk pintu dengan ringan.

"Raffa! Mama menyuruhmu untuk turun!" seru Syaqila. Dia mencoba bersikap biasa, padahal dalam hati ketar-ketir, takut saat Raffael melihat wajahnya dia akan segera mengamuk.

"Raff-"

Saat hendak mencoba memanggil sekali lagi, pintu di depannya tiba-tiba terbuka. Syaqila menahan napas. Bukan karena takut atau terkejut, dia terperangah melihat sosok di depannya.

Bukan bocah cebol, jelek, ingusan yang dia lihat enam tahun lalu. Di depannya saat ini berdiri seorang pria tampan —ralat! Sangat tampan! Tubuhnya basah seperti habis mandi, begitu pun dengan rambutnya. Aroma yang menguar dari tubuhnya begitu menggoda. Tetesan air dari helaian rambutnya itu menetes di dada dan mengalir ke tubuhnya melewati otot perut yang menggoda untuk diraba.

Sial! Bagaimana pria sexy itu bisa berada di rumahnya?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Antara Kau, Aku & Papimu
Antara Kau, Aku & Papimu
Dalam novel Antara Kau, Aku & Papimu, Elena terjebak rencana licik Tiara yang justru membuatnya mengandung anak Herlambang, ayah sambung kekasihnya. Romance novel ini menyajikan konflik harga diri dan rahasia kelam di balik hubungan modern novel yang mengancam masa depan Erlangga.
CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta
CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta
Dalam novel CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta, William Ferdinand terjerumus ke dunia mafia akibat pengkhianatan masa lalu. Saat Shirley Smith kembali membawa kehangatan, William harus menjaga rahasia pernikahan mereka. Baca kisah romance novel dan mafia novel ini sekarang.
Dendam Cinta Sang Miliarder
Dendam Cinta Sang Miliarder
Dalam Dendam Cinta Sang Miliarder, Saga memaksa Aluna menjadi pengantin pengganti demi membalas kematian kekasihnya. Billionaire romance ini mengikuti misi Saga mengendalikan hidup Aluna di tengah misteri kecelakaan tragis. Baca web novel modern ini untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Dendam Menantu Kaya Raya
Dendam Menantu Kaya Raya
Dalam Dendam Menantu Kaya Raya, Liam Hanza yang dihina sebagai budak mengungkap identitas aslinya demi membalas pengkhianatan Yolanda. Billionaire romance ini menyajikan misi balas dendam pewaris triliunan rupiah. Baca online novel modern ini untuk melihat kehancuran keluarga Liandra.
Di Sudut Memori
Di Sudut Memori
Dalam novel Di Sudut Memori, Citra berjuang melawan penyakit kronis sambil melepaskan bayang-bayang Dwiyan. Kehadiran Panggih membawa harapan baru dalam romance novel ini. Temukan kisah haru tentang kesembuhan dan pilihan hidup hanya di web novel modern ini.
Foto Istriku di Aplikasi Michat
Foto Istriku di Aplikasi Michat
Pasca PHK, Panji mencari hiburan di aplikasi Michat. Namun, dalam modern novel bertema mystery ini, ia terkejut menemukan sosok Dira yang sangat mirip istrinya sendiri. Ikuti kisah Foto Istriku di Aplikasi Michat, sebuah romance novel penuh rahasia yang bisa Anda baca di web novel ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Prajurit dari Abad 21
Prajurit dari Abad 21
Di dunia tiga kerajaan, Yudis dari masa modern menyelamatkan pejabat Sriwijana, Lingga. Dengan teknologi modern, dia bantu Sriwijana menaklukkan Gundar dan Mandraka. Di tengah perang dan konflik internal, cinta tumbuh antara Yudis dan Kirana. Akhirnya, Sriwijana menang, Yudis jadi Perdana Menteri, dan cintanya abadi.
Abadi dalam Waktu
Abadi dalam Waktu
Orang paling berkuasa di Kota Jata, Arman, akan segera meninggal dunia. Namun, sebelum pergi, ada seseorang yang dia rindukan, membuatnya enggan mengembuskan napas terakhir. Saat itu, seorang wanita cantik jelita bernama Nadira mengetuk pintu rumah Keluarga Candra. Keluarga Candra mengira dia adalah keturunan dari orang yang dicintai Tuan Arman. Namun, ketika Nadira bertemu dengan Tuan Arman, Tuan Arman mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan.
Cinta di Balik Fitnah
Cinta di Balik Fitnah
Putri Keluarga Jiran, Lia Jiran, awalnya adalah teman masa kecil Eron Wadi. Namun, setelah Lia ketahuan sebagai putri palsu dan diusir dari rumah, Eron segera memilih bertunangan dengan putri kandung Keluarga Jiran. Tepat ketika seluruh warganet menyerang Lia, Rex Tyron yang diam-diam mencintainya selama bertahun-tahun segera kembali ke tanah air untuk menemaninya, bahkan memanfaatkan situasi dan mengajukan pernikahan kilat.
Daisy Tucker dan Pria Kota
Daisy Tucker dan Pria Kota
Setelah pernikahan mendadak, gadis desa bernama Daisy mendapati dirinya menikah dengan bos barunya, Hamilton Smith, pemilik Smith Media. Namun, kesalahpahaman dan intrik dari wakil presdir jahat Hamilton, Bianca, mengancam untuk menghancurkan hubungan mereka sebelum mereka sempat saling mengungkapkan cinta mereka.
Tak Mau, ya Tunggu Bangkrut!
Tak Mau, ya Tunggu Bangkrut!
Ketua Karawan yang bernama Andre Lukman terluka parah dalam perampokan, untungnya dia diselamatkan oleh kepala Keluarga Tanadi. Demi membalas budi, Andre memutuskan untuk mengobati Febri selaku nona Keluarga Tanadi, bahkan membawa kejayaan besar bagi Grup Tanadi. Hanya saja, Febri tidak tahu berterima kasih, dia terus mempersulit Andre sampai Andre memutuskan kembali ke Karawan dan tidak lagi mengobati Febri. Setelah tidak mendapatkan pengobatan, Febri hanya bisa mencari cara lain dan memohon pada Karawan, hanya saja dia tidak tahu bahwa Andre ternyata...
Sepuluh Tahun yang Tertunda
Sepuluh Tahun yang Tertunda
Audrey, sang peneliti utama sebuah eksperimen kriogenik, harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa proyeknya gagal merekrut cukup relawan. Setelah empat tahun berjuang dan menahan sakit hati atas pengkhianatan suaminya, dengan putus asa dia memilih dirinya sendiri sebagai subjek penelitian. Dia membekukan tubuhnya selama sepuluh tahun, sekaligus meninggalkan surat kematian palsu untuk suaminya. Pria itu pun hancur hati ketika mengetahui kematian istrinya. Namun sepuluh tahun kemudian, saat dia berhasil menemukan Audrey, wanita itu ternyata masih hidup dan telah menemukan kebahagiaan baru di pelukan orang yang tulus mencintainya.