Logo
Jauhkan kain putih itu Dariku
Jauhkan kain putih itu Dariku

Jauhkan kain putih itu Dariku

33 Bab
Tamat
Dalam novel Jauhkan kain putih itu Dariku, Alana harus menyingkirkan teror kain putih yang memicu kejadian luar nalar. Sebagai horror novel penuh misteri, ia berjuang bertahan hidup dari ancaman supranatural. Baca mystery story mencekam ini untuk mengungkap rahasia di balik mimpi buruknya.

Ringkasan Jauhkan kain putih itu Dariku

Alana terbangun dalam kondisi terguncang setelah mimpi buruk menghantuinya. Napasnya memburu dan tubuhnya gemetar hebat saat melihat sehelai kain putih tergantung di sudut kamar. Bagi banyak orang, warna putih melambangkan kebaikan, namun bagi Alana, itu adalah sumber teror nyata. Selama kain itu terlihat olehnya, berbagai peristiwa mistis di luar nalar akan terus menghantui hidupnya. Ia pun bertekad menjauhkan benda tersebut demi menghentikan segala kemalangan yang menimpanya.
Selengkapnya

Bab 1 dari Jauhkan kain putih itu Dariku

Di dalam bangunan rumah dua lantai yang tidak terlalu besar, Alana tinggal bersama kedua orang tuanya, dan kedua adiknya, Adzriel dan Qiara.

Alana Ramdhani, itu adalah nama lengkapnya, Alana sekarang berusia 23 tahun, dia sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri jurusan Arsitektur, semester Akhir.

Suara derap langkah Alana terdengar di atas lantai kayu jati, dia sedang menuju kamarnya untuk tidur, dia segera mematikan lampu kamar dan membaringkan badannya di atas ranjang, jarum jam menunjukkan pukul 02.33 malam, remang cahaya bulan menerobos menuju kamar Alana melewati jendela kamarnya yang tiba-tiba terbuka,

“Praak!”

“Wush.”

Suara napas Alana terengah-engah, sekali lagi Alana mengalami mimpi buruk, keringat mengalir deras dari pelipisnya menuju leher, badannya bergetar hebat, kepala Alana bergerak ke kiri dan ke kanan secara terus-menerus,

“Aku sedang berada di mana?” ucapnya.

Alana berjalan melewati sebuah lorong panjang rumah sakit menuju jalan raya, kepulan asap putih menghalangi jarak pandangnya, angin berhembus kuat di sekeliling Alana, membuat jendela rumah sakit terbuka dan tertutup dengan tiba-tiba, pandangan Alana tertuju pada papan nama rumah sakit yang terlihat kotor di penuhi debu dan beberapa bagiannya sudah penyok, terlihat tanaman liar menjalar di papan nama rumah sakit,

Rumah Sakit Permata. “Mengapa rumah sakit ini sangat sepi tidak ada tanda-tanda kehidupan di sini?” gumamnya sambil berjalan menuju gerbang rumah sakit, mobil ambulan yang bertandang di parkiran rumah sakit tampak kotor dan penyok di bagian belakang.

Alana memegang tengkuknya yang meremang, tiupan angin terasa berhembus di telinganya.

“Astagfirullahal’adzim.” Dengan sigap dia menoleh ke belakang, namun tidak ada siapapun yang berada di sekitarnya. Alana mengedarkan pandangannya dengan liar, sesosok wanita bergaun putih lusuh rambut panjang menjuntai aur-auran berdiri di sudut rumah sakit. Belum sempat memperhatikan wajahnya, Alana berbalik dan berjalan secepatnya menuju gerbang. Perasaan takut menyelimuti Alana, tubuhnya gemetar, sosok bayangan putih sekilas melintas dari hadapan Alana, tidak jauh dari posisi Alana memijakkan kakinya, di depannya, seorang anak kecil berdiri dengan pakaian lusuh memeluk boneka. Anak perempuan itu melambaikan tangannya memanggil Alana, wajahnya sangat pucat, kedua matanya bolong, dalam sekejap mata anak itu berpindah posisi ke depan Alana, dan memegang tangan Alana,

“Aaaaa!”

Saat Alana sedang berusaha melepaskan pegangan anak perempuan itu dari tangannya, anak itu tiba-tiba menghilang dari hadapan Alana, dengan napas terengah-engah, dia berusaha berlari menjauh dari rumah sakit kosong tak terpakai.

***

“Alana! Alana bangun!” ucap ibunya, sambil menggoyangkan tubuh Alana. “Qiara tolong ambilkan air minum!” ucap ibu kepada Qiara-adik perempuan Alana.

“Baik, Bu,” ucapnya sambil berjalan menuju dapur.

Kedua mata Alana terbuka lebar, ia terbangun dari mimpinya dengan napas yang tersengal-sengal dan badan yang bergetar.

“Bu ….” Suaranya terdengar lemah dan serak. “Alana mimpi buruk lagi,” ucapnya.

“Ya, ibu tahu, suara mengigau kamu terdengar sampai ke kamar ibu dan Qiara,” ucap ibu sambil memeluk anak sulungnya.

Qiara berjalan memasuki kamar Alana membawa satu gelas air putih, dan langsung memberikannya kepada Alana, dia segera meminumnya hingga tetesan terakhir.

“Ya sudah, lebih baik sekarang kamu mengambil wudhu dan salat malam,” ucap ibunya seraya berjalan keluar dari kamar Alana.

“Ya, Bu,” jawab Alana.

Alana berjalan menuju kamar mandi dengan rasa takut yang masih menyelimutinya, memutar keran lalu membasuh mukanya hingga kaki, dengan berwudhu dengan tertib, lalu berdo'a di luar kamar mandi. Dia mengambil mukena miliknya yang tergantung di dalam lemari, kemudian menunaikan salat tahajjud.

“Allahuakbar.”Seruan takbir menjadi tanda bahwa Alana sudah memulai salatnya, sekitar 15 menit berlalu, dua rakaat salat tahajjud sudah selesai Alana laksanakan. Setelah berdo' a dia menyimpan kembali mukenanya ke dalam lemari.

Alana melihat ke arah jendela yang terbuka lebar. "Rasanya aku sudah menutup jendela dengan rapat sebelum aku beranjak tidur, tapi kenapa jendela ini bisa terbuka dengan sendirinya,” ucapnya bergumam.

Alana segera menutup jendela dengan rapat, dia melihat ke luar jendela, tapi hanya terdengar gonggongan anjing yang terdengar sangat mengerikan.

“Auuuuu!”

Tidak mau berlama-lama di dekat jendela dia beranjak ke tempat tidur untuk berbaring dan menarik selimutnya. Alana menatap ke arah kain berwarna putih yang tergantung di sudut ruangan. Dia merasa seolah seseorang sedang memperhatikannya dari balik kain warna putih, dia memberanikan diri untuk kembali menuju stop kontak dan menyalakan lampu kamarnya. Kain berwarna putih itu adalah sarung yang di gantungnya tadi sore.

“Ada apa dengan kain putih ini, mengapa aku merasa seolah ada energi negative yang menyerap energiku, setiap kali ada kain putih ini di sekitarku. Entah itu mimpi buruk atau kejadian mistis,” ucap Alana sambil menggantung kembali kain putih itu ke tempat semula.

“Hah, tidak mungkin, pikiranku pasti salah, bagaimana mungkin kain putih membawa energi negative untukku, sementara kain ihram untuk ibadah haji saja berwarna putih. Lebih baik aku membuang jauh pikiran burukku mengenai kain putih ini, dan melanjutkan tidurku,” ucap Alana dalam hati.

Alana kembali ke tempat tidur tanpa mematikan lampu kamar. Dia mengambil ponsel yang di letakkannya di atas meja dekat ranjang, satu pesan masuk dari Citra belum terbaca oleh Alana, citra adalah teman satu kampus dan satu kompleks dengannya, “Alana sore ini aku berangkat ke rumah keluargaku di Sukamulya untuk empat hari ke depan,” ucapnya.

“Bukankah tadi malam aku berjalan bersama Citra di gang sebelah? Kalau citra ke rumah keluarganya sore tadi, lantas aku bersama siapa tadi malam?” ucap Alana dengan mulut menganga, bagaimana bisa?

Alana ingin menelepon Citra, namun ini masih waktu tengah malam, jam menunjukan tepat pukul 03.00 dini hari.

“Ehem!”

“Ehem!”

Suara orang berdehem terdengar keras dari luar kamar Alana, dia menajamkan pendengarannya. Namun suara itu sudah tidak terdengar lagi, rambut tangan Alana berdiri, bulu kuduknya meremang. Dengan lampu yang masih menyala, dia tidur bersembunyi di balik selimut.

“Kukuruyuk!”

“Kruyuk!”

Suara kokok ayam tetangga sebelah membangunkan Alana dari tidurnya, ponselnya masih berada dalam genggaman tangannya, suara azan subuh terdengar dari speaker masjid, dia melihat jam di layar ponselnya sudah menunjukkan waktu subuh,

“Alana ayok bangun, salat subuh Nak, kita salat berjama'ah sama bapak,” ucap ibunya terdengar dari balik pintu.

Alana mengumpulkan semua keberanian, berjalan menuju pintu dan memutar gagang pintu kamarnya.

“Krieet ….”

Ibunya berdiri di depan pintu dengan wajah yang basah, “Ya Bu, sekarang Alana segera menyusul ke mushalla (masjidul bait),”ucap Alana sambil melangkah menuju lemari untuk mengambil mukena.

“Cepat Alana, bapak sudah menunggu kita,”ucap ibunya seraya berjalan menuju mushalla.

Alana segera mempercepat langkahnya untuk mengambil air wudhu dan mengenakan mukenanya, dan menunaikan salat berjama'ah bersama keluarganya.

“Assalamu'alaikum warahmatullah.”

“Assalamu'alaikum warahmatullah.”

Pagi menjelang, fajar mulai tampak, Alana sedang membantu ibunya memotong sayur yang sedari tadi sedang mencuci piring. “Yang cepat sedikit Nak masaknya, bentar lagi bapak berangkat kerja, dia harus sarapan,” ucap ibunya.

“Bu, tadi malam waktu Alana sedang membaringkan badan, suara orang berdehem terdengar dari luar kamar Alana, apa semalam ibu berjalan melewati kamar Alana?”tanya Alana.

“Tidak Alana, selesai membangunkan kamu dari mimpi buruk, semalam ibu langsung masuk ke dalam kamar, ibu tidak kemana-mana lagi,”jawab ibu yang sedang sibuk mencuci piring di wastafel.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dinodai Tetangga
Dinodai Tetangga
Andini terperangkap trauma setelah diserang Alex, tetangganya. Ia tak mampu lagi dekat dengan suaminya, Arka. Kepindahan rumah tak menghentikan teror. Di mana batas ketahanannya? Sebuah kisah dark romance tentang rasa aman yang hancur, kepercayaan yang retak, dan bayang-bayang bahaya yang tak pernah pergi.
DON'T PLAY GAMES WITH ME
DON'T PLAY GAMES WITH ME
Dalam novel DON'T PLAY GAMES WITH ME, Adiba menghadapi teror mengerikan di rumah barunya di Rusia. Kisah romance modern ini berubah menjadi horror saat Adiba keguguran secara misterius. Kini ia menuntut balas dalam adventure penuh misteri. Baca web novel menegangkan ini sekarang.
Goyangan Pohon Beringin
Goyangan Pohon Beringin
Dalam novel Goyangan Pohon Beringin, Adrian terjebak cinta buta pada Hesta, gadis misterius dari pohon beringin. Wandi berjuang menyelamatkan sahabatnya dari ancaman makhluk astral. Simak kisah horror dan fantasy ini di web novel kami, pilihan tepat bagi pembaca mystery story yang mendebarkan.
Gulai Daging Ibu
Gulai Daging Ibu
Dalam novel horor Gulai Daging Ibu, Parni nekat menempuh jalan gelap demi menghidupi keluarganya. Tindakan nekat ini memicu misteri besar yang menghantui satu desa. Simak kelanjutan kisahnya di web novel ini, sebuah mystery story mencekam tentang pengorbanan dan dosa yang tak terampuni.
Istriku Kuyang
Istriku Kuyang
Dalam novel Istriku Kuyang, Yusuf menghadapi pilihan sulit saat mengetahui wanita yang dicintainya adalah siluman. Kisah romance horror ini membawa pembaca menelusuri misteri Kalimantan. Temukan kengerian dan pengorbanan dalam fiction fantasy novels ini hanya di web novel kami.
Misteri Bangku Kosong
Misteri Bangku Kosong
Di hari pertamanya di SMA elite, seorang murid baru menghadapi keanehan dalam novel remaja Misteri Bangku Kosong. Seluruh kelas berinteraksi dengan kursi merah tua yang kosong seolah ada seseorang di sana. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap rahasia novel horor misterius tersebut.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Awalnya Harta, Akhirnya Hati
Awalnya Harta, Akhirnya Hati
Setahun setelah nikah kontrak dengan Beckett sang miliuner, Tessa masih saja perawan. Jadi saat nenek mertuanya minta cucu, Tessa berbohong dengan mengatakan bahwa Beckett impoten. Tessa kira Beckett menghindarinya karena dia masih tergila-gila pada mantan pacarnya, tapi dia tidak tahu bahwa Beckett sebenarnya sudah sangat mencintainya sejak tiga tahun lalu. Beckett jaga jarak dengannya karena dia kira Tessa cuma nikah dengannya demi uang.
Balas Budi si Anak Durhaka
Balas Budi si Anak Durhaka
Diah dan suaminya membesarkan putra mereka, Ismail, dengan susah payah. Namun, mereka justru dieksploitasi oleh Ismail dan menantunya. Suami Diah meninggal dunia dengan penuh kekecewaan. Setelah terlahir kembali, Diah tersadar dan bangkit. Dia teguh mempertahankan prinsipnya dan melawan balik. Diah mengambil kembali hartanya, membongkar kebenaran kepada publik, dan akhirnya memutuskan hubungan dengan anak durhaka itu. Seluruh hartanya dia wakafkan untuk amal, mengajarkan makna sejati dari """"dari semua kebajikan, bakti kepada orang tua adalah yang utama
Dijerat Cinta Obsesif
Dijerat Cinta Obsesif
Jessa, yang pernah menjadi pewaris keluarga kaya, dijebak dan dipenjara, menjadi tahanan di kamp kerja paksa. Setelah dibebaskan, dia terus menderita siksaan dari Ethan. Mereka saling mencintai, tetapi tidak bisa menahan diri untuk tidak berkelahi satu sama lain. Ethan secara bertahap menemukan kebenaran dan sangat menyesali tindakannya. Bisakah hubungan mereka yang hancur diperbaiki? Apakah hubungan beracun mereka akan berakhir?
Paradoks Takdir: Cinta Sang Miliarder
Paradoks Takdir: Cinta Sang Miliarder
CEO pendiam dan penuh teka-teki itu lahir dengan kondisi langka yang membuatnya mati sebelum Malam Tahun Baru. Dengan putaran takdir, dia menemukan bahwa seorang mahasiswi yang berjuang dari latar belakang miskin adalah satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan hidupnya. Dalam upaya putus asa untuk bertahan hidup, dia menikahinya karena kenyamanan. Namun, setelah mengetahui bahwa menyembuhkannya akan menempatkan hidup wanita itu dalam bahaya besar, dia mendapati dirinya terbelah antara menyelamatkan hidupnya sendiri dan melindungi wanita yang secara bertahap dia cintai.
Ayah Miliarder Tunawisma
Ayah Miliarder Tunawisma
Dulu dia miliarder. Sekarang, dia hidup di jalanan tanpa ingatan. Saat istri dan anak kecilnya menemukannya kembali, tiga orang ini bersatu… bukan hanya untuk menebus masa lalu, tapi juga menghancurkan musuh yang memisahkan mereka.