Logo
Gulai Daging Ibu
Gulai Daging Ibu

Gulai Daging Ibu

61 Bab
Tamat
Dalam novel horor Gulai Daging Ibu, Parni nekat menempuh jalan gelap demi menghidupi keluarganya. Tindakan nekat ini memicu misteri besar yang menghantui satu desa. Simak kelanjutan kisahnya di web novel ini, sebuah mystery story mencekam tentang pengorbanan dan dosa yang tak terampuni.
Bab 1 dari Gulai Daging Ibu

Bismillah

               Gulai Daging Ibu

#part_1

#by: R.D.Lestari.

Aroma masakan menyeruak begitu menggoda keluar dari rumah berlatar luas di samping rumah Parni, wanita paruh baya yang sedari tadi menelan ludah membayangkan betapa nikmatnya makanan yang sudah lama diidam-idamkan keempat anaknya.

"Bu ... bau apa ini, Bu? nikmat sekali," Tono, anaknya yang berumur empat tahun berdecak berulang kali. Seolah ikut merasakan nikmatnya aroma yang masuk dalam hayalannya.

"Bayangi, Nak. Itu daging gulai, teksturnya lembut, bumbunya meresap sampai ke sela-sela daging. Kuahnya kental, di makan pakai nasi, enak, Nak?"

Tono kecil menutup matanya dan membayangkan apa yang di ucapkan ibunya yang kini sedang mengelus rambutnya sayang, ia kembali mengecap, merasa menikmati setiap kunyahan nasi bercampur daging dalam mulutnya.

Parni yang melihat ekspresi dari bocah polos itu tak tahan untuk menitikkan bulir bening yang sejak tadi berontak ingin keluar di sudut matanya.

Sembari menggigit bibir, Parni merutuki nasib buruk yang selalu menghampiri keluarganya.

Kemiskinan yang menggerogoti hidupnya, serta suaminya yang lumpuh mengharuskan tubuhnya yang memasuki usia renta harus terus berjuang demi menghidupi orang-orang yang ia sayang.

Ibu mana yang tak ingin melihat anaknya makan enak? membiarkan buah hatinya tumbuh sehat dan memenuhi segala kebutuhannya? memberi kehidupan layak dan bahagia?

Semua ibu punya impian yang sama, ingin melihat anak-anak mereka sehat dan memastikan perut mereka kenyang.

Begitupun Parni. Ia bukannya tak menangis membiarkan anak-anaknya hanya makan nasi aking, nasi bekas kemarin yang baginya sangat berharga. Sengaja meminta kepada tetangga agar keluarganya bisa makan.

Dengan hati teriris ia jemur nasi sebelum ia tanak kembali, dan makan bersama dengan keluarganya tanpa lauk ataupun sayur yang menemani.

Kadang-kadang jika beruntung, sayur singkong di belakang rumah bisa ia petik dan jadi pendamping nasi yang terasa amat nikmat bagi mereka.

Telur? ayam? daging? jangan tanya! mereka tak pernah merasakan kecuali hari raya Idul Fitri dan Idul Adha tiba.

Ketiga anaknya yang sedari tadi main di luar berlarian masuk kerumah, memeluk tubuh legam ibunya seraya merengek di pangkuan Parni yang bergantian mencium kening keempat anaknya.

"Bu, baunya enak banget, ya, Bu?" ucap Si Sulung, Toni dengan wajah memelasnya.

Parni hanya mengangguk pelan.

"Kapan kita bisa masak gulai, Bu? Tini pengen, Bu," timpal anak keduanya.

"Tono juga, Bu,"

"Toni juga, Bu,"

"Tina juga, Bu,"

Di cecar pertanyaan yang tak mungkin ia jawab, Parni hanya mengulas senyum getir dan beranjak dari duduknya.

"Nanti Ibu buatin, sekarang kalian makan yang ada dulu, ya. Ibu mau ke rumah Nenek dulu,"

"Oh, iya, Ibu nitip Bapak sebentar,"

Keempat anaknya melonjak girang. Sementara Parni melangkah gontai keluar rumah. Pikirannya bingung bukan kepalang.

Dari mana ia bisa mendapatkan daging? jangankan daging, telurpun ia tak mampu.

Terbit keinginan hatinya untuk meminjam uang pada mertuanya, tapi, ketika teringat kembali jika mertuanya sudah mewanti-wanti untuk tidak datang menginjakkan kaki lagi di rumahnya, membuat wanita paruh baya itu mengurungkan niatnya dan memilih duduk di bawah pepohonan rindang yang dekat dengan areal pemakaman.

"Itulah akibat jika masih melawan dengan orang tua! sekarang kau urus saja Gito, suamimu itu. Aku tak sudi melihat mukamu lagi!"

"Sejak awal, aku sudah tau jika kamu itu cuma akan jadi pembawa soal bagiku dan juga anakku, tapi memang dasar ngeyel! dia tetap mau menikahimu!"

"Salah siapa masih nekat menikah, padahal kamu tau aku tidak suka!"

Kata-kata menyakitkan itu selalu terngiang dan seolah enggan untuk pergi dari benak Parni. Hatinya terlampau sakit. Air matanya kembali menganak sungai. Menyebabkan sesak dalam dadanya.

Wanita itu kemudian memejamkan mata dan menengadah ke atas. Membiarkan perih di hatinya. Kembali wajah keempat anak dan suaminya membayang di pelupuk mata.

Ia terhenyak saat mendengar suara beberapa orang yang berbincang dari area pemakaman.

Ia lalu membuka mata dan berdiri, mengintip ke dalam area pemakaman demi menuntaskan rasa penasaran di dalam pikirannya.

Benar saja, empat orang lelaki dewasa sedang membawa cangkul dan sebagian menggali di tengah pemakaman.

Dari percakapan mereka, Parni tau jika ada bayi yang akan segera di makamkan saat itu juga.

Parni mengintip di balik tembok yang membatasi area pemakaman dengan kebun warga. Sebuah ide terbit begitu saja. Ide gila yang akan menjawab semua gundah yang ada di hatinya.

***

Parni tersenyum riang kala membawa sebuah karung putih di pundaknya. Ia sengaja menghindar dan bersembunyi jika ada tetangganya yang lewat.

Saat keempat anaknya bertanya, Parni hanya memberi pesan untuk menunggu bersama bapaknya. Tak ada seorang pun yang boleh masuk ke dapur selama proses memasak.

Anak-anaknya menurut. Yang penting mereka bisa makan, jika hanya di suruh menunggu, itu bukan hal yang sulit untuk dikerjakan.

Sebuah senyuman bahagia tersungging di bibir Parni. Tangan nya amat lihai mencingcang daging dan meracik bumbu. Sebagian daging ia masukkan ke dalam kulkas yang sudah berkarat, sisa kejayaan suaminya sebelum sakit-sakitan.

Daging ia masukkan setelah bumbu bercampur santan yang ia parut dan peras sendiri dari kelapa yang tumbuh di belakang rumah.

Wajahnya amat bahagia begitu memikirkan keempat anak dan suaminya makan dengan lahap, karena untuk pertama kali ia memasak makanan yang diimpikan seluruh keluarganya.

Aroma gulai menguar memenuhi ruangan. Keempat anak Parni berteriak girang seolah tak sabar untuk menyantap hidangan yang dibuat oleh ibu mereka.

Parni menuang gulai daging yang sudah matang ke dalam mangkuk dan membawanya keluar dengan hati yang bergemuruh riang.

Keempat anaknya menyambut dengan gembira. Mereka makan dengan amat lahap hingga meminta tambah berulangkali.

Sementara Parni dengan rasa sayang menyuapi suaminya, Gito yang bersandar di ujung ranjang.

Parni menatap haru keempat anaknya yang mengucap terima kasih padanya. Ia tersadar dari lamunannya kala mendengar suara serak Gito, suaminya.

"Dari mana uang untuk beli daging, Bu? tumben bisa makan enak,"

Parni bergeming sejenak. Jantungnya berdegup kencang, seolah ada ribuan mata yang kini menatapnya. Ia seperti sedang diintrogasi oleh polisi.

"A--ada orang baik hati tadi kasih sedekah di jalan, Pak," jawabnya terbata.

"Oh, iya, alhamdulillah kalau begitu, Bu,"

"Rasa gulainya amat nikmat, jika masih ada sisa, jual aja, Bu. Mana tau laku," usul suaminya.

Parni terdiam sembari berpikir, benar kata suaminya, jika bisa di jadikan ladang uang, kenapa tidak?

"Iya, Bu. Gulainya enak sekali, Bu. Jualan aja, Bu. Pasti laku," Toni, anak sulungnya ikut menimpali.

Merasa di beri banyak dukungan, rasa percaya diri Parni terbit seketika.

"Ya, mulai besok Ibu akan berjualan gulai daging istimewa,"

****

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

ANAK KETIGA
ANAK KETIGA
Dalam novel horror ANAK KETIGA, sebuah lukisan misterius menyimpan sejarah panjang yang kelam. Telusuri mystery story ini untuk mengungkap rahasia di balik kanvas yang mengancam nyawa. Baca fiction books menarik ini dan temukan kebenaran yang terkubur selama berabad-abad.
BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
Dalam novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU, Mas Yusuf menyembunyikan rahasia di balik pintu terkunci. Mengusung genre mystery romance, kisah ini mengungkap kecurigaan istri yang melihat suaminya mengendap di malam hari. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
(bukan) Telepati Cinta
(bukan) Telepati Cinta
Dalam (bukan) Telepati Cinta, Hyura Anastasya mencari reinkarnasi Fino melalui buku kuno. Petualangan fantasy romance ini mengungkap misteri hantu pengikutnya. Sebagai fiction fantasy novels unggulan, Hyura harus memakai kekuatan telepati demi memecahkan teka-teki hidup yang penuh bahaya.
Cokelat Valentine Rasa Darah
Cokelat Valentine Rasa Darah
Dalam novel misteri horor modern Cokelat Valentine Rasa Darah, seorang ibu berjuang menyelamatkan anaknya yang ditinggalkan sang suami di hutan demi cinta pertamanya. Temukan kisah mencekam ini saat Anda baca novel online gratis yang penuh ketegangan dan balas dendam berdarah.
Dicintai Raja Siluman Ular
Dicintai Raja Siluman Ular
Dalam fantasy romance Dicintai Raja Siluman Ular, Alana terjebak misteri hilangnya mantan istri suaminya, Cakra. Di rumah penuh ular ini, ia harus mengungkap rahasia sosok pria asing dalam mimpinya. Baca web novel ini untuk mengikuti perjuangan Alana mengungkap kebenaran.
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
Dalam novel misteri Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku, seorang gadis disiksa hingga tewas oleh musuh ayahnya. Saat ia sekarat, orang tuanya justru mengabaikan panggilan telepon demi kompetisi sang adik. Baca novel online menegangkan ini untuk mengungkap tragedi keluarga yang mengerikan.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bos, Ternyata Istrimu Detektif!
Bos, Ternyata Istrimu Detektif!
Jenny menjalani pernikahan mendadak yang diatur oleh sahabat mendiang ibunya. Namun, tepat setelah hari pernikahan, sang suami, Charles, justru pergi ke luar negeri dan tak kembali selama tiga tahun. Saat akhirnya dia pulang, hubungan mereka dipenuhi kesalahpahaman, tuduhan, dan kesempatan yang terlewat, hingga perceraian pun tampak tak terhindarkan. Di tengah semua itu, Jenny dijebak oleh orang-orang yang iri padanya. Saat itulah Charles melindunginya, meski berbagai intrik dan permainan keluarga terus mencoba memisahkan mereka.
Ciumlah Aku
Ciumlah Aku
Sonia mengetahui ibunya adalah penjual sosis yang dicari Hasyim, dan salah mengira CEO itu mencintai ibunya. Saat kebenaran hampir terungkap, adik tirinya, Lily, buru-buru mencuri identitas tersebut. Sonia yang identitasnya direbut, lantas melawan keluarga ayah tirinya dan bekerja sama dengan Hasyim menghadapi para penjahat, hingga akhirnya menemukan cinta sejati.
[Versi suara dubbing] Yang Telah Segar Kembali: Balaskan Hakim untuk Keterlaluannya Ibu Saya
[Versi suara dubbing] Yang Telah Segar Kembali: Balaskan Hakim untuk Keterlaluannya Ibu Saya
Pria itu kehilangan keluarga dan meninggal di kehidupan sebelumnya; setelah dilahirkan kembali, ia ingin membalas budi pada ibunya, tetapi ketika seseorang menyiksa ibunya, ia bersumpah akan membalas dendam dan menyerang balik.
Mantan Suami Ingin Saya Kembali
Mantan Suami Ingin Saya Kembali
Tiga tahun setelah menikah, dia melakukan semua yang seharusnya dilakukan seorang istri, tetapi dia tidak bisa membuat suaminya peduli. Karena putus asa, dia memilih untuk mengakhiri pernikahan mereka...
Jangan Macam-Macam, Patih Licik!
Jangan Macam-Macam, Patih Licik!
Di kehidupan sebelumnya, Nadira hanyalah gadis manja yang hidup bahagia. Namun sebuah fitnah khianat menghancurkan segalanya—keluarganya dibantai, dan nyawanya sendiri pun direnggut.
Menelusuri Jejak Cinta (Sulih Suara)
Menelusuri Jejak Cinta (Sulih Suara)
Demi mendapatkan uang bayaran untuk kuliah, Ella Reed terpaksa menerima tawaran kencan semalam dengan Sebastian Harrington, seorang milyarder berpengaruh dari Harrington Group yang mewarisi gen infertilitas dari keluarga. Saat Sebastian mengetahui Ella ternyata hamil anak kembar, Sebastian melakukan segala cara untuk melindungi dan memastikan kehamilan Ella berjalan lancar demi mendapatkan ahli waris yang telah lama diidam-idamkannya.