Logo
Goyangan Pohon Beringin
Goyangan Pohon Beringin

Goyangan Pohon Beringin

50 Bab
Tamat
Dalam novel Goyangan Pohon Beringin, Adrian terjebak cinta buta pada Hesta, gadis misterius dari pohon beringin. Wandi berjuang menyelamatkan sahabatnya dari ancaman makhluk astral. Simak kisah horror dan fantasy ini di web novel kami, pilihan tepat bagi pembaca mystery story yang mendebarkan.
Bab 1 dari Goyangan Pohon Beringin

Dua anak ABG sedang berkendara sepeda motor sambil berbincang, menyusuri jalan raya Tawangmangu Karang Anyar. Jalan yang setiap hari mereka lewati saat pergi ke sekolah, Adrian dan Wandi.

“Brow, lu tadi denger nggak? Ada suara desahan di rumahku?”

“Kagak, jangan bilang itu bapak ama emak lu? Udah konslet otak lu Wandi.”

Citt ... suara bunyi ban sepeda motor mereka berderit. Dua anak laki-laki yang berumur enam belas tahun turun dari sepeda motor dan menuntunnya di bawah pohon beringin yang sangat besar. Terlihat dari raut wajah mereka nampak segar oleh sapuan udara pagi yang masih sejuk. Tempat yang sunyi dan sepi seolah tempat tersebut tidak terjamah, membuat bulu kuduk berdiri. Ada aura mencekam yang tiba-tiba menyeruak membuat kedua pemuda tersebut saling pandang, seram.

“Dingin sekali pagi ini,” kata Adrian sambil memegang setir sepeda motor bututnya di tepi jalan raya yang masih sepi. Mereka berhenti di bawah pohon beringin yang sangat besar. Adrian dan Wandi, nama kedua anak itu, yang kemudian melihat sekeliling tampak banyak sekali kotoran burung di tanah. Mata Adrian yang membonceng melotot tangannya menekan hidungnya yang mancung kecoklatan.

“Duduk saja sini, enggak panas! Lagian masih pagi ngapain kita di sini? Kurang kerjaan aja,” sahut Wandi yang turun dan duduk di bawah pohon tanpa melihat kondisi tempatnya duduk. Matanya menatap sekeliling yang sepi tanpa seorang pun lewat. Berkali- kali mata sipit itu mengerjap dan tangannya mengusap kepala.

“Woi, lu gak liat tuh ....!” ucap Adrian sambil tangannya menunjuk ke arah tanah di sekitar Wandi yang terlihat banyak kotoran burung yang sudah kering.

“Napa?” tanya Wandi yang masih asyik menyibakkan rambutnya yang keriting sedikit basah. Tangannya mulai menggaris kepalanya berkali-kali merapikan yang ada di atasnya.

“Astaga, nih anak kagak liat yang lu pakai duduk? Wan, Wan, lu jadi anak polos amat ya!” ucap Adrian tanpa melihat ke arah temannya yang masih sibuk dengan sisiran tangan di kepalanya.

Tiba-tiba ... plukk ...

“Pff ... wuekkk ... apa-an nih?”

Wandi tiba-tiba menurunkan tangannya, melihat telapak tangannya dan mencium. Dia meludah dan kepalanya menggeleng kencang dengan mimik wajah mengerut.

“Hahaha ... lu napa? Ada kotoran? Hahaha ... rasain lu, dari tadi gue bilangin kagak denger. Noh, liat atas lu! Ada penghuninya, hahaha ....” Tangan Adrian memegangi perut dan tertawa terpingkal-pingkal. Sementara Wandi dengan wajah masam berdiri berjalan menjauh dari Adrian dan mencari daun yang basah. Setelah menemukan, dengan cepat tangan Wandi yang sudah basah mengusap kepalanya dengan kasar.

“Wuekk ... cuihh ... aduh, gimana nih Yan? Kog kagak ilang baunya? Tolongin guee ....!”

Wandi mendekati Adrian yang masih menertawakan dirinya. Namun naas, Adrian semakin menjauh darinya. Bukan Adrian, jika tidak jahil dengan Wandi temannya yang sudah dianggap sebagai saudara. Mereka selalu bersama-sama hampir setiap saat dari mulai kecil. Teman sepermainan yang sama-sama anak semata wayang. Wandi bertetangga dengan Adrian, mereka kerap menginap di rumah bergantian jika kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Wandi anak penakut, dan sering di buli teman-temannya. Berkat Adrian yang pemberani dan kelewat pe-denya, Wandi merasa bisa hidup dengan tenang di samping temannya itu. Meskipun Adrian sering kali menjahilinya, namun dia juga melindungi Wandi jika ada masalah dengan temannya yang lain.

“Napa, mo gue tambahin lagi kotorannya? Hahaha ... Wan, Wan, sonoh! Jangan deketin gue! Awas lu ya!”

Wandi yang mulanya berjalan dengan jarak hanya beberapa meter akhirnya berhenti, dan menatap Adrian dengan mata berair. Mulai akan jatuh, air yang dari tadi menggantung di pelupuk matanya. Sedangkan Adrian dengan santainya melangkah pergi dari tempat itu dan berjalan masuk ke dalam hutan. Dia tidak memperdulikan Wandi yang terus saja menatap kepergiannya dari tempa itu.

Adrian, anak bengal yang selalu bikin ulah di mana-mana. Dia sering membuat kesal Wandi, karena temannya itu sering bertindak konyol dan takut dia tinggalkan. Adrian sendiri tidak pernah merasa terbebani ketika Wandi sering kali membuntuti kemana saja dia pergi. Bahkan Adrian rela mengeluarkan uang demi temannya itu, karena memang ekonomi kedua orang tua Wandi sangat jauh dari kata cukup. Rasa kasihan Adrian meskipun sering dibilang anak bengal oleh banyak teman sekolahnya, tidak membuat Adrian sakit hati, cuek tanpa ingin dipuji oleh siapa pun.

Mata Wandi tiba-tiba membola hendak keluar, melihat Adrian kembali membawa air di dalam kantong plastik. Bibirnya yang hitam tebal merekah dan menapakkan giginya yang putih kusam belum terkena pasta gigi pagi. Tubuhnya yang lebih kecil dari Adrian terduduk di tanah yang masih basah oleh embun. Bahkan mulutnya tidak juga menutup saat temannya sudah berada di sampingnya.

“Mulut lu ditutup napa? Bau tuh, kagak sedap-sedapnya lu Wan,” ucap Adrian sambil mengulurkan air yang ada di kantog plastik sambil menutup hidung dengan tangan kanannya.

Bukan menerima air, tapi Wadi mberusaha mendekati Adrian dan memeluk teman sekaligus sahabatnya itu dengan kencang. Hal itu membuat Adrian kaget dan balik mendorong tubuh kecil itu hingga terjatuh ke tanah. Brukk ....

“Aduh.”

Wandi memegang pantat dan mengelusnya sambil meringis. Dia sudah terbiasa sengan kelakuan Adrain yang seenak jidatnya. Dengan berani dia peluk temannya untuk mencari sekutu merasakan bau yang sama dengannya. Akibatnya Adrian marah dan berteriak.

“Woii, lu kira gue apa-an? Gay?”

Adrian mengancam akan meninggalkan wandi, meskipun itu hanya dalam cadaan. Dasar Wandi, dia ketakutan saat ucapan itu keluar dari bibir temannya. Membuat Adrian tertawa sambil menepuk jidat.

“Dasar, kapan gue ninggalin elu? Sampai ujung dunia juga lu tetap buntutin gue. Udah cepetan bersihin itu!! Gue dah laper nih, lu mau makan kagak?”

Adrian duduk di atas sepeda motornya menunggu Wandi yang sedang sibuk membersihkan kotoran burung yang terjatuh di kepalanya. Dua orang anak yang terlihat jauh secara fisik. Adrian tampan dan bertubuh kekar, sedangkan Wandi bertubuh kecil dan terlihat kurus seperti kurang makan. Hal ini lah yang sering menjadi bahan cemo’ohan teman-temannya. Dan Adrian selalu di depannya menolong Wandi jika sudah mulai terdesak dibuli oleh temannya.

Beberapa saat Wandi selesai membersihkan kotoran burung, Adrian segera menyalakan sepeda motornya. Sepeda motor Honda CB yang masih bagus dan terlihat terawat. Adrian memang rajin membersihkan dan mengutak- atik sepeda motor kesayangannya itu. Meskipun bisa minta di belikan yang baru dan lebih bergaya, namun tidak dilakukannya. Dia anak yang sederhana tanpa pernah memamerkan kekayaan kedua orang tuanya.

Namun seseorang memanggilnya hingga Adrian mematikan mesin motor itu.

“Hai, kalian!” terdengar suara kakek memanggil. Keduanya melihat sekeliling dan terpaku pada sosok kakek yang muncul dari belakang pohon beringin yang seiring daun-daun berjatuhan, rontok tersapu angin.

“Kakek panggil kami?” tanya Adrian menyenggol Wandi agar meberi isyarat supaya turun dari motornya.

“Siapa lagi yang ada di sini? Mau apa kalian pagi- pagi ribut di tempat ini? Pergi cepat ...!”

Kakek yang saat ini bicara menatap dengan pandangan tajam ke arah Adrian dan Wandi. Tubuhnya yang hanya berbalut kaos putih singlet dan celana kolor selutut, tampak sedikit membungkuk. Tidak ada yang istimewa darinya, hanya suaranya yang terdengar keras membuat dua anak terlihat saling memandang dan bergegas kembali naik ke sepeda motornya.

“I- iya Kek, kami akan pergi. Jangan khawatir!” ucap Adrian sambil mencubit Wandi yang masih terdiam melihat kedatangan kakek yang tiba-tiba itu.

“Awas ya, jangan sampai kalian datang lagi dan buat keributan di tempat ini! Kalian bisa rasakan akibatnya jika bandel!” ucap kakek dan tetap menatap tajam ke arah Adrian dan Wandi.

Akhirnya keduanya kembali naik sepeda motor milik Adrian dan bergegas menancapkan gas dengan cepat pergi dari tempa itu. Hawa pagi yang sangat dingin membuat keduanya menggigil dan saling memeluk di atas sepeda yang melaju kencang menembus jalan raya yang masih sepi.

“Kabur ...!”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Alpha Eden
Alpha Eden
Dalam Alpha Eden, Megan terlempar ke tahun 1945 saat menyelidiki kematian kakaknya. Di tengah hutan Jazmore, ia bertemu Alpha Eden, penguasa werewolf yang terikat takdir dengannya. Simak kisah fantasy dan adventure ini dalam web novel seru yang penuh misteri serta kutukan kuno.
Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna
Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna
Dalam Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna, Amelie terjebak pengkhianatan tak sengaja terhadap kakaknya. Sebagai werewolf, ia harus memilih antara ikatan mate atau kesetiaan keluarga. Baca werewolf romance novels ini untuk melihat perjuangannya dalam web novel penuh dilema ini.
Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
Dalam Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan, Jack Harper terjebak di pulau misterius penuh bahaya. Pakar survival ini harus menghadapi pengkhianatan Mei Ling di tengah reruntuhan kuno. Baca adventure story dan action novel seru ini untuk mengungkap rahasia kelam di balik misi bertahan hidup.
Dendam dan kehilangan
Dendam dan kehilangan
Dalam novel Dendam dan kehilangan, polisi muda Ardian memburu pembunuh berantai yang merenggut nyawa istrinya, Mira. Hadir sebagai mystery story penuh aksi, ia bertekad mengusut tuntas kasus ini sendiri. Baca mystery novels ini untuk mengikuti misi balas dendam dan petualangan yang kelam.
Ghost At School
Ghost At School
Dalam Ghost At School, Yui harus membebaskan arwah penasaran setelah melihat kematian sahabatnya di mimpi. Mystery story ini mengungkap pengkhianatan keluarga dan ketidakadilan masa lalu. Baca horror novel ini untuk mengikuti misi penyelamatan mereka dalam petualangan penuh risiko.
Immortal and The Beast
Immortal and The Beast
Dalam Immortal and The Beast, Theodore terbangun 100.000 tahun kemudian di tubuh pemuda lemah. Mantan immortal ini harus berjuang sebagai hunter demi bertahan hidup. Ikuti petualangan penuh aksi ini dalam fantasy novel dan LitRPG novels terbaik hanya di platform web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Antar Ayah Urus Bank
Aku Antar Ayah Urus Bank
Ayah meninggal tiba-tiba, mewarisi 4 miliar. Dengan hati berat aku urus warisan, tapi bank bersikeras bahwa almarhum harus datang sendiri. Sungguh nggak masuk akal! Pegawai hanya mengulangi: ""Peraturan adalah peraturan."" Baiklah! Kalau begitu, izinkan aku perlihatkan pada kalian, apa jadinya ketika peraturan itu diterapkan sampai habis-habisan!
[Versi suara dubbing] Kesedihan miliarder yang Tersembunyi
[Versi suara dubbing] Kesedihan miliarder yang Tersembunyi
Anak laki-laki keluarga term kaya putus hubungan dengan keluarganya karena istri, membantu perusahaan istrinya secara rahasia tetapi pura-pura menjadi penjual biasa, sementara istrinya sombong dan terjerat dengan mantan cinta karena desakan ibunya.
Jatuh Cinta pada Sang Alpha
Jatuh Cinta pada Sang Alpha
Di saat dia merasa orang itu cocok dengannya, bahkan bisa jadi pasangan sejati, dia menyadari satu hal yang mengejutkan yaitu semuanya tidak semudah itu karena dibalik semua ini masih ada banyak rintangan yang perlu diatasinya. Akankah semua rintangan bisa diatasinya?
Apakah Dia Gadis Baik?
Apakah Dia Gadis Baik?
Orang bilang dia gadis baik, tapi dia minta one night stand dan meninggalkannya
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Kok Nyonya Gitu Kejam?
Yumi Solihin diberkahi pernikahan oleh mendiang kaisar ke Kediaman Adipati Setia. Tak lama kemudian, Kediaman Jenderal musnah. Saat melahirkan, dayang Selina menukar anaknya karena cemburu. Yumi sadar tapi diam, pergi ke Gunung Suci selamatkan putrinya. Ia kemudian membimbing Julia Yongki jadi permaisuri pangeran mahkota, sementara Selina menyiksa putri kandung Yumi. Saat kembali ke rumah orang tua, Selina ungkap kebenaran, tapi Yumi mengenakan baju zirah, memimpin bekas pasukan dengan pedang mengarah ke Adipati Setia.
Kumohon, Ceraikan Aku
Kumohon, Ceraikan Aku
Dewa Perang Bema, Ardi Pratama, yang takut menikah, menyamar sebagai satpam bernama Adrian Pratama atas perintah bibinya. Ia menikahi CEO dingin Maya Santoso, sengaja berulah agar diceraikan, namun diam-diam berulang kali menyelamatkannya. Tanpa sepengetahuan Maya yang mulai jatuh hati, suaminya itu ternyata sang Dewa yang selama ini ia diam-diam kagumi.