Logo
JALAN PULANG
JALAN PULANG

JALAN PULANG

93 Bab
Tamat
Dalam romance novel JALAN PULANG, seorang wanita karier kembali ke desa setelah 20 tahun demi menghadapi trauma masa kecil. Keputusannya bertemu mantan kekasih membawa konsekuensi besar pada masa depannya. Baca cerita lengkapnya di web novel modern ini sekarang.
Bab 1 dari JALAN PULANG

Karina memandang keluar jendela apartemennya di lantai 20, melihat gemerlap lampu kota yang tak pernah tidur. Malam di Jakarta selalu sibuk, sama seperti hidupnya. Telepon di mejanya berdering, memecah keheningan sesaat yang jarang ia temui. Dengan enggan, ia meraih ponsel yang tergeletak di antara tumpukan dokumen kontrak yang harus ia selesaikan. Nama di layar membuat hatinya berdebar-Ibu.

"Ya, Bu?" suara Karina terdengar kaku. Ia sudah lama tidak berbicara dengan ibunya, percakapan mereka sering terasa formal, nyaris seperti orang asing yang tidak lagi saling mengenal.

"Karina... Ibu sakit," suara di seberang telepon terdengar rapuh, penuh dengan kerinduan dan keletihan. "Dokter bilang... mungkin waktunya tidak banyak lagi."

Seketika, ruang kerja yang penuh sesak dengan dokumen dan laptop terasa sempit. Kata-kata ibunya menggantung di udara seperti beban tak terlihat yang tiba-tiba menekan dadanya. Karina memejamkan mata, mencoba mengendalikan perasaannya. Sudah dua puluh tahun ia meninggalkan kampung halaman, dua puluh tahun sejak ia memutuskan untuk mengejar mimpi di kota besar dan tidak menengok ke belakang.

"Ibu... sakit apa?" tanya Karina setelah jeda yang panjang. Suaranya sedikit bergetar meskipun ia berusaha tetap tenang.

"Kanker. Sudah stadium lanjut," jawab ibunya, kali ini lebih pelan, seolah-olah berbicara tentang penyakit itu membuatnya semakin lemah. "Kamu... kapan pulang?"

Kata-kata itu menusuk Karina. Pulang. Kata yang terasa begitu asing baginya. Sudah dua dekade berlalu sejak terakhir kali ia menginjakkan kaki di rumah lamanya di desa kecil itu. Desa yang penuh dengan kenangan yang ingin ia lupakan-tentang ayahnya yang keras, ibunya yang lemah, dan Arman... cinta pertamanya yang hilang tanpa jejak.

"Aku tidak tahu, Bu," Karina menjawab dengan suara datar. "Aku... banyak pekerjaan."

"Kamu harus pulang, Karina. Ibu ingin melihatmu sebelum...," suara ibunya terputus, hanya terdengar isak tangis yang ditahan. Karina menutup matanya erat, mencoba melawan perasaan bersalah yang mulai merayapi hatinya.

Setelah menutup telepon, Karina melemparkan ponselnya ke meja dengan frustrasi. Kepalanya penuh dengan pikiran yang saling bertabrakan. Bagaimana jika ibunya benar-benar tidak memiliki banyak waktu lagi? Namun, pulang berarti menghadapi semua yang selama ini ia coba lupakan-keluarga, kenangan buruk, dan Arman.

Langkah-langkah Karina terasa berat saat ia berjalan menuju balkon apartemennya. Angin malam yang sejuk menyapu wajahnya, sejenak menenangkan pikirannya. Dari balkon, ia bisa melihat seluruh pemandangan kota Jakarta yang gemerlap di bawah sana. Kota yang telah memberinya segalanya-kesuksesan, karier, kekayaan-tetapi juga merampas satu hal yang paling mendasar: rumah.

Karina memejamkan matanya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tak karuan. Selama bertahun-tahun, ia berhasil menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan, dalam rutinitas yang tak pernah berhenti, seolah-olah semua itu bisa menghapus masa lalu. Tetapi, panggilan dari ibunya membangunkan sesuatu yang sudah lama ia coba kubur. Dan kini, ia dihadapkan pada keputusan yang sulit.

Apakah ia siap kembali ke tempat yang telah meninggalkan bekas luka di hatinya? Tempat di mana ia kehilangan banyak hal-dan mungkin, menemukan kembali bagian dari dirinya yang hilang?

Dengan napas panjang, Karina akhirnya membuka matanya. Mungkin, sudah waktunya untuk pulang.

Karina memandangi pemandangan kota yang gemerlap di hadapannya, mencoba meredakan gejolak perasaan di dalam hatinya. Ia tahu bahwa keputusan untuk kembali ke kampung halaman tidaklah mudah.

Jakarta telah menjadi rumahnya selama dua puluh tahun terakhir-kota ini adalah tempat di mana ia membangun karier gemilang sebagai salah satu eksekutif perempuan paling berpengaruh di perusahaannya. Setiap sudut kota ini menyimpan kenangan tentang ambisinya, kerja kerasnya, dan kesuksesannya. Namun, ada sesuatu yang tetap tidak terisi dalam dirinya.

Kenangan tentang masa lalu, terutama tentang Arman, muncul seiring dengan panggilan telepon dari ibunya tadi. Arman adalah cinta pertamanya, seseorang yang selalu berhasil membuat hatinya berdebar hanya dengan satu senyuman. Mereka pernah merencanakan masa depan bersama, namun semua itu runtuh dengan tiba-tiba. Ia masih ingat hari ketika ia memutuskan untuk pergi, meninggalkan Arman dan seluruh kehidupannya di kampung, untuk mengejar impian di kota besar. Ketika itu, Karina bertekad tidak akan menoleh ke belakang, tetapi sekarang ia tidak bisa menghindari kenyataan bahwa masa lalu selalu membayangi dirinya.

Tiba-tiba, ponselnya berbunyi lagi. Kali ini bukan dari ibunya, melainkan dari Andi, asistennya yang setia.

"Karina, aku butuh konfirmasi untuk rapat besok pagi. Ada klien besar yang ingin bertemu," suara Andi terdengar terburu-buru di ujung sana.

Karina menatap layar ponselnya dengan pandangan kosong. Selama bertahun-tahun, ia selalu mengutamakan pekerjaannya. Setiap jadwal rapat, presentasi, dan proyek besar adalah prioritas yang tidak bisa diganggu gugat. Namun sekarang, untuk pertama kalinya, ia merasa tidak yakin. Haruskah ia tetap tinggal dan menjalankan rutinitas seperti biasa, atau... apakah sudah waktunya untuk memprioritaskan keluarganya yang selama ini ia abaikan?

"Karina? Kamu dengar aku?" tanya Andi, suaranya terdengar sedikit khawatir di ujung sana.

Karina menghela napas panjang sebelum menjawab. "Ya, Andi, aku dengar. Tapi... besok aku tidak bisa datang."

"Maaf?" tanya Andi terkejut. "Apa kamu bilang tidak bisa datang?"

"Ya, aku harus pulang ke kampung halamanku. Ibuku sakit," jawab Karina dengan tegas, meski ada perasaan aneh yang menyelubungi dirinya saat ia mengucapkan kata-kata itu. Pulang-kata yang dulu terasa begitu asing kini mulai memiliki arti lain baginya.

"Apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu?" tanya Andi dengan nada khawatir.

"Tidak, Andi. Aku hanya butuh waktu. Tolong urus semuanya di sini sementara aku pergi, ya?"

Setelah menutup telepon, Karina merasa berat di dadanya berkurang sedikit. Keputusan untuk pulang akhirnya diambil, meskipun perasaan campur aduk masih menggelayuti pikirannya. Ia menyadari bahwa kepulangannya bukan hanya tentang ibunya yang sakit, tetapi juga tentang menghadapi luka yang selama ini ia hindari.

Malam semakin larut, dan Karina tahu bahwa perjalanan pulangnya nanti akan jauh lebih dari sekadar fisik. Ini akan menjadi perjalanan batin yang panjang-mungkin bahkan lebih menantang daripada perjalanan kariernya yang selama ini ia jalani di Jakarta. Ia akan menghadapi kembali kampung kecil yang dulu ia tinggalkan, tempat di mana kenangan masa kecil dan trauma lama menunggu untuk dibuka kembali.

Ia tahu, tidak ada jalan mudah untuk menghadapi masa lalu. Tapi satu hal yang pasti: ia harus pulang.

Dengan keputusan itu, Karina mulai membereskan barang-barangnya. Setiap gerakan terasa lambat, seolah-olah ia sedang mempersiapkan dirinya untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar perjalanan kembali ke kampung halaman. Bagasi emosional yang ia bawa jauh lebih berat daripada koper yang nanti akan ia angkut ke bandara.

Ketika malam semakin larut, Karina berdiri di jendela, memandang lagi pemandangan kota yang selama ini menjadi dunianya. Sebuah pertanyaan terlintas di benaknya: apakah ia benar-benar siap untuk menghadapi semua yang telah ia tinggalkan? Apakah ia siap untuk melihat Arman lagi, dan apakah ia mampu memaafkan dirinya sendiri atas keputusan yang pernah ia buat?

Besok pagi, Jakarta akan terbangun seperti biasa, tetapi Karina akan pergi. Dan ia tidak tahu apa yang menantinya di sana-di tempat yang dulu ia sebut rumah.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bangkitnya Sang Menantu Benalu
Bangkitnya Sang Menantu Benalu
Dalam novel modern Bangkitnya Sang Menantu Benalu, Stefan yang dianggap sampah berusaha memulihkan ingatannya demi membalas hinaan keluarga mertua. Ikuti kisah action dan romance novel ini saat ia bangkit dari titik terendah untuk mengklaim kembali martabatnya di web novel penuh intrik.
Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
Dalam novel romance modern Bujang Kaya Jadi Budak Cinta, Erhan yang kaya raya harus menaklukkan wanita dingin yang tidak percaya pernikahan. Simak perjuangannya meyakinkan sang pujaan hati dalam billionaire romance novels ini untuk membuktikan kesungguhan cintanya yang tulus.
Cinta di Musim Semi
Cinta di Musim Semi
Dalam novel modern Cinta di Musim Semi, Amara harus mengungkap rahasia masa lalu yang mengancam hidupnya. Di antara Rendra dan Daffa, ia menghadapi pilihan sulit dan misteri yang mendalam. Temukan kisah lengkapnya dalam romance novel ini, salah satu fiction books terbaik saat ini.
Gairah Citra dan Kenikmatan
Gairah Citra dan Kenikmatan
Dalam Gairah Citra dan Kenikmatan, sepasang suami istri memilih melampiaskan hasrat di tengah dinginnya malam pinggiran kota. Romance novel ini mengeksplorasi hubungan modern penuh gairah melalui narasi dewasa yang intens. Baca online novel ini untuk mengikuti romansa intim mereka.
JEJAK CINTA DI SISIKU
JEJAK CINTA DI SISIKU
Dalam JEJAK CINTA DI SISIKU, Anindita terjebak antara Zack yang misterius dan Dirgantara yang melindunginya. Romance novel ini mengungkap rahasia kematian tragis di masa lalu. Ikuti kisah penuh teka-teki ini dalam web novel terbaru yang menguji kesetiaan dan pilihan hati.
Lenyap Usai Kata Pisah
Lenyap Usai Kata Pisah
Dalam novel romantis Lenyap Usai Kata Pisah, Sofia Wijaya mengelabui suaminya, pewaris mafia Revan Mahendra, untuk menandatangani surat cerai. Sofia pergi membawa calon bayinya demi kebebasan, memicu pencarian besar-besaran oleh sang miliarder. Baca buku online gratis kisah perjuangan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bangkit Lagi, Usai Dihujani Salju
Bangkit Lagi, Usai Dihujani Salju
Pada kehidupan sebelumnya, saat Aisyah dan adik tirinya terjebak dalam longsor salju, Ayahnya memaksanya menyerahkan satu-satunya tandu. Aisyah tewas membeku. Setelah terlahir kembali, ia menyadari itu adalah pembunuhan berencana Ayahnya untuk merebut warisan Ibunya. Kali ini, ia memutuskan untuk membuat mereka membayar mahal.
Ceraikan Aku, Atas Nama Belas Kasihan
Ceraikan Aku, Atas Nama Belas Kasihan
Miliarder ini menikahi putri pembunuh ayahnya bukan karena cinta, tapi untuk menyiksanya. Bahkan ketika dia jatuh sakit parah, dia tidak menunjukkan belas kasihan...
[Versi suara dubbing] Pasangan Cinta yang Jahat
[Versi suara dubbing] Pasangan Cinta yang Jahat
Dia menulis bosnya sebagai umpan dalam sebuah novel, lalu secara tidak sengaja melakukan perjalanan bersamanya ke dalam cerita sebagai seorang tiran dan "istri kedua iblis". Bosnya memaksanya untuk tinggal untuk menghindari bahaya; mereka menghadapi krisis bersama, menumbuhkan perasaan, dan akhirnya menjadi penguasa yang dicintai, menjaga kerajaan secara bersama-sama!
Jenderal Ayah Mantanku, Cinta Baruku
Jenderal Ayah Mantanku, Cinta Baruku
Seorang gadis Amerika polos pergi ke Rusia demi mencari suaminya dan bertemu dengan berandal kejam. Terjebak dan terancam, dia diselamatkan seorang jenderal Rusia. Rasa takut berubah jadi sayang, hingga dia tahu jenderal itu ayah dari mantan suaminya yang culas. Mampukah cinta terlarang ini bertahan?
Konglomerat Misterius
Konglomerat Misterius
Jafis yang miskin dan dihina tiba-tiba mendapat sistem ajaib. Setiap selesaikan misi dapat akan hadiah. Dalam seketika dia jadi konglomerat misterius dan kembali membalas semua orang yang pernah menindas keluarganya.
Ramalan Darah
Ramalan Darah
Ketika Sophia berusaha mencari saudara kembarnya yang hilang, Tina, jejaknya membawanya ke Velum Rubrum, sebuah klub malam vampir elite yang dikuasai keluarga Von Drák yang kejam. Makin jauh dia menyelami dunia gelap nan menggoda itu, Sophia menemukan ramalan mengerikan, kisah cinta terlarang, dan perang supranatural yang bisa melahap mereka semua.