Logo
Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati

Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati

69 Bab
Tamat
Dalam Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati, pengkhianatan Dito memaksa istrinya mundur dari pernikahan modern yang hancur. Saat mencoba bangkit, takdir mempertemukannya dengan Arya Pratama. Simak kisah romance novel ini di web novel yang penuh perjuangan dan pilihan hidup sulit.

Ringkasan Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati

Setengah tahun mengarungi biduk rumah tangga hasil perjodohan, kehidupan pernikahan saya hancur total. Dito, sang suami, justru asyik menjalin cinta terlarang dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiran saya sama sekali tidak dianggap, bahkan Dito tak segan memamerkan kemesraan di depan mata saya. Kesabaran saya habis saat pengkhianatan ini terjadi berulang kali tanpa rasa bersalah. Akhirnya, saya memilih menyerah dan mundur. Di tengah luka itu, takdir membawa saya bertemu Arya Pratama.
Selengkapnya

Bab 1 dari Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati

Sudah enam bulan lamanya. Enam bulan sejak hari itu, hari di mana pesta mewah itu digelar dengan segala kemegahan yang terasa begitu hampa bagiku. Aku masih ingat, kebaya putih gading yang kukenakan terasa dingin di kulitku, sama dinginnya dengan tatapan Dito-pria yang duduk di sisiku di pelaminan. Dia adalah pilihan keluargaku, bukan pilihanku. Pernikahan ini adalah hasil perjodohan yang rumit, sebuah kesepakatan bisnis berbalut tradisi yang mengikatku dalam sebuah sangkar emas. Selama enam bulan ini, aku telah mencoba. Mencoba menyesuaikan diri, mencoba memahami, mencoba menerima kehidupan yang tidak pernah aku minta. Dan selama itu pula, aku hidup sebagai istri hanya sebatas status, sebuah bayangan di samping pria yang seharusnya menjadi suamiku.

Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya yang terasa tak berujung, aku duduk sendirian di ruang makan yang luas. Meja makan yang besar, terbuat dari kayu jati mahal dengan ukiran rumit, kini dipenuhi hidangan yang masih utuh tak tersentuh. Aroma masakan yang seharusnya menggoda kini terasa basi di hidungku, menambah pahitnya kesendirian. Hanya ada satu piring kecil berisi nasi di hadapanku, kugenggam erat dengan tangan yang gemetar, seolah kehangatan nasi itu bisa sedikit meredakan dinginnya hatiku. Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam, namun Dito belum juga pulang. Atau mungkin, dia memang sengaja tak pulang.

Tak perlu menjadi peramal ulung untuk tahu di mana dia berada. Ponselnya tak bisa dihubungi, selalu ada alasan klise yang dilontarkan asistennya: "Bapak sedang di luar kota, urusan pekerjaan." Namun, kebohongan itu selalu runtuh di hadanku, dihancurkan oleh unggahan Instagram Story Luna yang begitu terang-terangan. Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, ponsel di genggamanku memancarkan cahaya redup, menampilkan dua sosok yang terlalu akrab. Dito dan Luna, makan malam romantis di rooftop hotel mewah, dengan latar belakang pemandangan kota yang berkilauan. Dan caption yang menyayat hati, sebuah tikaman langsung ke ulu hatiku: "Still feels like home, always."

Jari-jariku mengepal di bawah meja, kukuku menusuk telapak tangan. Rasa sakit fisik itu tak seberapa dibandingkan dengan nyeri yang kurasakan di dada. Berkali-kali, beratus-ratus kali mungkin, aku telah mengingatkan diriku untuk sabar. Kata itu, "sabar," telah menjadi mantra yang kuucapkan setiap kali air mata mendesak ingin keluar. Namun, kini kata sabar telah berubah wujud menjadi pisau tumpul, yang perlahan-lahan menusuk batinku, mengikis sedikit demi sedikit sisa harapan dan harga diriku.

Beberapa minggu yang lalu, puncak dari segalanya adalah saat aku memutuskan untuk memberanikan diri menegurnya. Aku masih ingat dengan jelas sore itu. Aku baru saja pulang dari pertemuan amal dan memutuskan untuk menjemput Dito di kantornya. Saat aku melangkah masuk ke lobi hotel, tempat kantornya berada di salah satu lantai atas, pemandangan itu menyapaku. Dito dan Luna, bergandengan tangan, berjalan santai keluar dari lift, tawa mereka terdengar begitu lepas. Seolah aku tidak ada, seolah pernikahan kami tidak pernah ada.

Darahku mendidih. Tanpa peduli tatapan orang-orang di sekitar, tanpa peduli bisikan-bisikan yang mulai terdengar, aku menghampiri mereka. Langkahku mantap, meski jantungku berdebar kencang. Ketika aku berdiri tepat di hadapan mereka, satu kalimat sederhana meluncur dari bibirku, diiringi suara yang berusaha kucegah agar tidak bergetar: "Apa kamu sudah tak malu lagi membawa wanita lain saat kau sudah menikah, Dito?"

Yang kudapat? Hanya tawa sinis dari Luna, sebuah tawa merendahkan yang membuatku merasa kecil dan tak berarti. Dan kemudian, lirikan jijik dari Dito, tatapan yang begitu dingin, seolah aku adalah sampah yang mengotori pemandangannya.

"Kau pikir aku bangga menikah denganmu?" ucapnya dingin waktu itu, suaranya menusuk lebih dalam dari pisau apa pun. "Aku menikah karena paksaan. Jangan berlagak suci. Kita sama-sama korban."

Korban? Tidak. Aku menatapnya, bibirku kelu untuk membalas. Aku bukan korban. Aku adalah tumbal. Tumbal dari ambisi keluarga, tumbal dari perjodohan yang kejam ini. Aku adalah orang yang dikorbankan, sementara dia justru menikmati perannya sebagai 'korban' yang bisa melakukan apa saja sesuka hati.

Dan yang lebih menyakitkan, beberapa hari setelah kejadian itu, aku mendengar kabar yang lebih menusuk dari pembantu rumah tangga. Dengan nada berbisik, dia menceritakan bagaimana Luna sering datang ke rumah saat aku sedang keluar. Katanya mereka hanya membahas proyek Dito, urusan pekerjaan yang penting. Tapi siapa yang bisa percaya? Siapa yang bisa percaya bahwa tawa renyah Luna yang sering terdengar dari ruang kerja Dito, atau aroma parfumnya yang kadang masih tertinggal di bantal sofa, hanya sebatas urusan pekerjaan?

Hari ini, konflik itu kembali pecah, lebih hebat dari sebelumnya.

Dito pulang larut malam, jauh setelah jam makan malam. Aroma parfum wanita lain masih melekat kuat di kemejanya, sebuah bukti tak terbantahkan yang menusuk indraku. Aku mencoba bersikap tenang, mencoba memadamkan api yang berkobar di dadaku. Dengan tangan gemetar, aku menyiapkan segelas teh hangat, aroma melati yang menenangkan, berharap bisa meluluhkan sedikit beku di hatinya.

"Jangan pura-pura jadi istri sempurna. Kau jijikkan," ucapnya datar tanpa menatapku. Ia bahkan tidak melihat ke arahku, seolah aku hanya patung tak bernyawa. Ia langsung duduk di sofa, menyalakan laptopnya, seolah tak terjadi apa-apa, seolah kehadiranku di sana adalah sebuah gangguan kecil yang tak berarti.

Aku menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Air mataku mendesak ingin tumpah, namun aku menahannya. Aku sudah terlalu sering menangis. "Sampai kapan kau akan terus begini, Dito?" suaraku bergetar, lebih dari yang kuinginkan. "Sampai kapan kau mempermalukanku? Aku istrimu!"

Matanya akhirnya menatapku, namun bukan tatapan penyesalan, melainkan tatapan tajam dan dingin yang lebih menusuk dari pisau. "Aku tak pernah menginginkanmu. Harusnya kau sadar sejak awal," balasnya tajam, setiap kata adalah tamparan. "Kalau kau tak tahan, pergi saja. Aku tak akan menahanmu. Lagipula, hatiku bukan untukmu. Tidak akan pernah."

Di saat itu juga, di tengah dinginnya ruangan dan tajamnya ucapan Dito, hatiku runtuh. Hancur berkeping-keping. Aku tidak hanya tidak dicintai, aku dibenci. Sebuah kenyataan pahit yang jauh lebih menyakitkan daripada sekadar tidak dicintai. Aku adalah objek kebenciannya, seseorang yang dia paksa untuk berada di sisinya.

Dan yang lebih menusuk: aku tidak kalah dari Luna. Bagaimana bisa aku kalah jika aku bahkan tidak pernah ikut bermain di arena itu? Dito tidak pernah memberiku kesempatan untuk bertanding, untuk memenangkan hatinya. Aku bahkan tidak pernah dianggap sebagai lawan. Aku hanyalah pion yang bisa dia singkirkan kapan saja.

Malam itu, dengan sisa-sisa kekuatan yang kumiliki, aku mengemasi koper. Bukan karena aku lemah, bukan karena aku menyerah. Tapi karena aku sudah terlalu kuat selama ini. Aku sudah menanggung beban ini terlalu lama. Sudah saatnya untuk melepaskan. Untuk bernapas. Untuk kembali menjadi diriku sendiri.

Lalu, takdir, dengan segala misterinya, membawaku pada Arya Pratama.

Seorang pria asing, dengan tatapan dingin yang justru memberiku ruang untuk bernapas. Tatapannya tidak menghakimi, tidak membenci. Ada sebuah ketenangan dalam sorot matanya yang seolah berkata, "Kau aman di sini." Pertemuan kami singkat, tak sengaja, namun entah mengapa, ada secercah harapan kecil yang mulai tumbuh di dadaku yang hancur. Sebuah harapan bahwa mungkin, hanya mungkin, ada jalan lain untukku.

Namun aku tahu, segalanya takkan mudah. Karena Dito bukan pria yang rela kehilangan miliknya-bahkan saat ia sendiri yang membuangku. Dia adalah pria yang terobsesi pada kontrol, pada kepemilikan. Baginya, aku adalah properti yang tidak boleh lepas dari genggamannya, tidak peduli seberapa besar dia membenciku.

Dan karena Arya... bukan pria biasa. Ada aura misterius di sekelilingnya, sebuah kekuatan tersembunyi yang membuatku penasaran sekaligus merasa takut. Aku tahu, perjalananku masih panjang. Tapi setidaknya, untuk pertama kalinya dalam enam bulan, aku merasa ada secercah cahaya di ujung terowongan.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan inginku Selingkuh
Bukan inginku Selingkuh
Dalam novel Bukan inginku Selingkuh, Ruela membalas pengkhianatan suaminya melalui rencana balas dendam yang tak terduga. Hubungannya dengan Felix menjadi titik balik dalam romance novel ini. Ikuti kisah modern novel penuh intrik ini untuk melihat akhir perjuangan Ruela.
Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
Dalam novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku, Laras berjuang menyelamatkan anaknya dari penyekapan kejam sopir travel. Mengusung genre modern dan mystery story, ia bertekad membalas dendam demi bertahan hidup. Baca adventure penuh aksi ini di platform web novel kami.
Dosenku Mantan Suamiku
Dosenku Mantan Suamiku
Dalam romance novel Dosenku Mantan Suamiku, Luna harus berhadapan dengan Ardan, mantan suaminya yang kini menjadi dosen di kampusnya. Setelah perceraian akibat tuduhan pengkhianatan, pertemuan ini menguji rahasia masa lalu. Baca cerita selengkapnya di web novel modern ini.
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
Dalam Janda Cantik Dan Psycopat Dingin, seorang wanita merancang aksi balas dendam terhadap suaminya yang berkhianat. Namun, misinya diuji saat seorang pria misterius dengan sisi gelap muncul. Baca romance novel ini untuk melihat bagaimana takdir mempertemukannya dengan seorang psikopat.
Jerat Cinta Dosen Killer
Jerat Cinta Dosen Killer
Dalam Jerat Cinta Dosen Killer, Arum harus menghadapi Daffin, dosen pembimbing galak, demi menghindari DO. Di tengah skandal, mereka terjebak misteri masa lalu yang mengancam nyawa. Simak kisah romance modern penuh ketegangan ini di webnovel kami sekarang.
Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
Dalam novel modern Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat, Alena membalas dendam setelah dikhianati tunangan dan adiknya. Kini ia menjadi investor kaya yang siap menghancurkan mereka. Simak kisah penuh aksi ini di webnovel kami sebagai salah satu romance novel terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cintaku Bukan Hasil Sistem
Cintaku Bukan Hasil Sistem
Setelah sistem memaksanya membuat Jonny jatuh cinta padanya, Olivia bertahan dalam pernikahan tiga tahun di mana suaminya tetap memilih wanita lain. Patah hati, dia bercerai dan kembali ke keluarga kaya raya, lalu mempermalukan mantan suami serta selingkuhannya di hadapan publik. Akhirnya, dia menemukan cinta sejati dari seorang kakak yang diam-diam mencintainya sejak kecil.
Dilarang: Cinta yang Terjerat
Dilarang: Cinta yang Terjerat
Yandi Wijaya dan Ervina Lista sudah pacaran selama 5 tahun. Namum Yandi Wijaya berselingkuh dengan Indra Arwana. Setelah mengetahui ini, Ervina Lista pun ingin membalas dendam. Ia bermesraan dengan Kevin Halim yang merupakan sahabat dari Yandi Wijaya. Tak lama kemudian, mereka berdua saling mencintai. Namun,demi kelancaran bisnis keluarga Halim, Kevin Halim harus bertunangan dengan Amel Tania yang merupakan putri dari Keluarga Tania. Bagaimana hubungan percintaan antara Kevin Halim dan Ervina Lista? Akankah mereka bersama? Apa yang akan dilakukan oleh Amel Tania untuk merusak hubungan mereka?
Pewaris Dinasti Xia
Pewaris Dinasti Xia
Qin Xiaochuan, seorang kurir malang, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan tanpa sengaja disangka sebagai kasim di dalam istana kerajaan. Dengan kecerdasan modernnya, ia berhasil mengelabui intrik-intrik istana, menarik perhatian para selir, dan terus selangkah di depan bahaya. Saat Qin Xiaochuan mengakali musuh-musuhnya dan memainkan politik rumit di lingkungan istana, ia menjalin hubungan rahasia dengan pelayan istana bernama Xiaolian. Di tengah lika-liku yang penuh kejutan, ia terus menentang takdirnya. Mampukah "kasim" yang tidak biasa ini bertahan dalam dunia istana yang penuh pengkhianatan—atau rahasianya akan terbongkar?
Hidupku Jadi Hidupmu
Hidupku Jadi Hidupmu
Tasya dan Mira adalah saudara tiri. Mira iri dengan Tasya karena dia jadi istri orang terkaya. Saat acara peresmian pusat perbelanjaan Grup Tansa Mira menusuk Tasya. Tasya melawan dan menusuk Mira juga. Ternyata mereka berdua tidak mati tapi kembali ke masa lalu saat mereka belum menikah. Mira ingin menukar nasibnya dengan Tasya. Apakah Mira berhasil menukar nasibnya?
Cinta di Sisi Lapangan
Cinta di Sisi Lapangan
Natalia telah memiliki segalanya. Dia sudah bertunangan dengan bintang sepak bola bernama Karlo, dan bahkan hamil anaknya. Hingga suatu hari, terjadi suatu tragedi. Kakaknya telah menyebabkan adik perempuan Karlo meninggal, dan cedera yang dialami Karlo membuat kariernya berakhir. Setelah itu, Natalia menghilang selama tujuh tahun. Sekarang Karlo melihat Natalia tampak bahagia bersama "suami" dan "putrinya". Namun, Karlo tidak akan melepaskan Natalia.
Dapat Suami, Dapat Hadiah?
Dapat Suami, Dapat Hadiah?
Aubrey dan adik perempuannya, Hannah, menikahi kedua putra keluarga Powell demi imbalan besar. Aubrey yang tangguh secara fisik ditugaskan untuk mendisiplin sang adik yang playboy, sementara Hannah yang energik dan cerewet ditugaskan untuk menyembuhkan sang kakak yang pendiam. Namun, ketika mereka berdua hendak menyelesaikan perceraian dan mengambil hadiah, kedua saudara Powell justru bertindak cepat untuk menggagalkan rencana tersebut.