Logo
Dosenku Mantan Suamiku
Dosenku Mantan Suamiku

Dosenku Mantan Suamiku

89 Bab
Tamat
Dalam romance novel Dosenku Mantan Suamiku, Luna harus berhadapan dengan Ardan, mantan suaminya yang kini menjadi dosen di kampusnya. Setelah perceraian akibat tuduhan pengkhianatan, pertemuan ini menguji rahasia masa lalu. Baca cerita selengkapnya di web novel modern ini.
Bab 1 dari Dosenku Mantan Suamiku

*Flashback lima tahun yang lalu

Drucia Luna, gadis cantik yang baru saja merayakan kelulusan SMA, tengah bermain bersama saudara-saudaranya di halaman belakang panti asuhan. Suasana sore itu terasa begitu ceria, dengan tawa dan canda yang mengiringi permainan mereka. Namun, keceriaan itu terganggu saat pasangan suami istri yang tidak dikenal mendekat ke arah mereka.

Pasangan itu tidak datang sendiri. Mereka terlihat berjalan bersama Ibu Panti, yang wajahnya tampak serius.

"Luna..." panggil Ibu pantinya dengan suara lembut.

Luna berhenti sejenak dan menatap mereka dengan tatapan bingung. "Ibu mau bicara sebentar," ujar wanita paruh baya itu lagi.

"Ada apa, Ibu?" tanyanya Luna, matanya melirik pasangan suami istri yang tampak serius.

Ibu Panti tersenyum tipis, meski senyumnya terasa dipaksakan. "Ini Tuan dan Nyonya Kusuma. Mereka mau bicara sama kamu," jawabnya.

Luna menghela napas. Kemudian ia mengikuti ketiga orang dewasa itu yang sudah berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, Ibu Panti sudah duduk di kursinya dengan wajah yang tampak tenang, meskipun matanya menyiratkan kekhawatiran. Pasangan suami istri itu duduk di sofa, tepat di depan Luna, menatapnya dengan penuh perhatian dan harap.

"Kami datang ke sini untuk memberikan tawaran kepadamu, Luna." Tuan Kusuma mulai membuka percakapan, sementara Nyonya Kusuma masih terdiam.

"Aku mau di adopsi?" tanya Luna dengan wajah tak suka pada Ibu pantinya.

"Dengerin dulu, Nak," sahut Ibu pantinya dengan lembut.

Luna menghela napas. Kemudian kembali menatap pasangan itu dengan wajah tak nyaman.

"Perkenalkan, saya Ardan, dan ini istri saya, Wulan." Pria itu kembali berbicara, sementara sang istri di sampingnya hanya diam, matanya tetap memandang Luna dengan penuh perhatian.

"Kami ingin menawarkan sesuatu kepadamu, Luna." Kali ini Nyonya Kusuma yang angkat bicara. "Kami sudah tujuh tahun menikah, tetapi kami belum dikaruniai anak."

Luna mendengarnya dengan wajah masam, pikirannya langsung mengarah pada kemungkinan bahwa pasangan ini datang untuk mengadopsinya.

"Aku nggak mau diadopsi. Aku sudah besar, aku masih nyaman tinggal di sini," ujar Luna dengan tegas

"Kami bukan bermaksud mengadopsi kamu, Luna," sahut Nyonya Kusuma.

"Terus?" tanya Luna dengan tatapan sinis.

"Saya ingin menawarkan kamu untuk menjadi istri kedua suami saya dan melahirkan seorang anak untuk keluarga kami," lanjut Nyonya Kusuma. "Kami akan memberi imbalan satu milyar rupiah dan merenovasi seluruh bangunan panti ini. Setelah anak itu lahir, kamu bisa bercerai dari suami saya tanpa membawa anak itu, dan kamu bisa melanjutkan hidupmu seperti biasa."

Luna terkejut. Matanya terbelalak dan mulutnya terbuka lebar. Ia menatap pasangan suami istri itu dengan tatapan tak percaya.

"Kami juga akan menjadi donatur tetap di panti ini jika kamu menerima tawarannya," tambah Tuan Kusuma dengan suara penuh harap.

Tanpa ragu sedikitpun, Luna langsung menjawab dengan lantang. "ENGGAK!"

Tuan Kusuma dan Nyonya Kusuma saling bertukar pandang, lalu menghela napas. Kemudian Tuan Kusuma kembali angkat bicara dengan nada yang lebih serius, "Pikirkan baik-baik, Luna. Kalau kamu merasa ini sangat berat, setidaknya pikirkan Ibu Panti dan adik-adikmu. Dengan uang sebanyak itu, kamu nggak akan hidup susah lagi. Adik-adikmu juga pasti terpenuhi kebutuhannya. Mereka nggak akan lagi tidur di kamar yang bocor, nggak akan kekurangan makanan, dan nggak lagi kekurangan uang jajan."

Luna terdiam. Di satu sisi, tawaran itu bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi panti asuhan dan keluarganya. Namun di sisi lain, tawaran itu sangat melukai harga dirinya.

Ia cantik, muda dan berprestasi. Banyak pria lajang yang menyukainya. Bagaimana mungkin ia harus menyerahkan hidupnya kepada pria tua yang sudah beristri? Meskipun pria itu terlihat masih gagah dan tampan, Luna tetap tidak bisa menerimanya.

"Luna..." Ibu Panti hendak berbicara, namun Luna langsung menyahut dengan cepat. "Nggak mau, Bu. Aku masih kecil. Aku aja kayak anaknya mereka." Mata Luna mulai berkaca-kaca, menahan tangis yang ingin pecah.

"Ibu banyak hutang, Nak. Ibu juga sudah nggak punya uang lagi buat biayain adik-adik kamu. Ibu cuma bisa sekolahin kamu sama Andaru aja. Ibu sudah nggak sanggup lagi, karena buat makan saja Ibu harus hutang ke mana-mana," ucap Ibu Panti dengan mata yang berkaca-kaca. Luna tak tega melihatnya. Mengingat betapa seringnya ibunya sakit-sakitan, Luna semakin bimbang dengan tawaran itu.

Luna bukan anak yang kurang ajar. Ia tahu caranya berbalas budi. Selama ini ia juga selalu membantu ibunya mencari uang dengan berjualan. Namun itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Sekarang, keadaan ekonomi mereka semakin memburuk. Tak ada satupun donatur yang mau berdonasi ke panti ini karena uang yang disumbangkan sering kali diselewengkan oleh bendahara panti yang kini sudah kabur entah ke mana.

Satu-satunya cara untuk menyelamatkan kehidupan mereka adalah dengan menerima tawaran itu. Luna tak ingin ibunya semakin sakit, dan ia juga tak mau adik-adiknya putus sekolah atau sampai kekurangan makanan setiap harinya.

Mereka tumbuh bersama di sini. Meskipun tak sedarah, Luna sangat menyayangi mereka.

"Bagaimana?" tanya Nyonya Kusuma.

"Kenapa kalian nggak mencoba bayi tabung aja?" Luna balik bertanya, mencoba untuk mencari kejelasan.

Nyonya Kusuma tersenyum tipis, senyum yang penuh keputusasaan. "Kami sudah pernah mencobanya, Luna, tapi gagal. Kami sudah nggak punya harapan untuk memiliki anak lagi, karena rahim saya sudah diangkat."

Luna menatap Nyonya Kusuma dengan mata yang mulai berkaca-kaca, ia merasa terjebak dalam keputusan yang begitu sulit.

"Aku... aku akan coba bantu," kata Luna akhirnya dengan suara yang hampir tak terdengar. "Tapi hanya sekali, hanya untuk anak itu. Setelah itu, aku ingin hidupku kembali seperti semula."

Tuan Kusuma dan Nyonya Kusuma saling berpandangan, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengar. Namun, mereka hanya mengangguk penuh rasa terima kasih.

Luna menunduk, matanya basah, tetapi ia tahu ini adalah satu-satunya cara untuk membantu adik-adiknya dan Ibu panti yang telah merawatnya selama ini. Dengan perasaan berat, ia menerima tawaran itu, meskipun hatinya masih belum ikhlas.

*****

Selama lima bulan pertama pernikahan, Luna masih sering menangis. Ia belum bisa menerima nasibnya yang dinikahi oleh pria yang sudah beristri dan usianya 15 tahun lebih tua darinya. Luna benar-benar merasa tertekan. Meski Ardan selalu baik dan perhatian padanya, ia tidak merasa nyaman menjadi istrinya karena Wulan mulai menampakkan sifat aslinya.

Jika Ardan ada di dekat mereka, Wulan selalu bersikap manis dan perhatian. Namun, jika Ardan tidak ada, Wulan tidak segan-segan memarahinya, bahkan menyiksanya dengan sesuka hati. Ia selalu diperintah layaknya pembantu, padahal posisinya kini sudah mengandung anak Ardan.

"Kehadiran kamu cuma merusak hubungan saya sama Mas Ardan! Kamu nggak tahu diri! Semenjak ada kamu, perhatian Mas Ardan jadi terbagi. Dia bahkan jarang senyum ke saya lagi!" Wulan memarahi Luna sambil menjambak rambutnya dengan keras.

Luna menangis, tak punya daya untuk melawan karena tubuhnya sedang sakit. Ia sudah sering melaporkan kejadian ini ke Ardan, namun Ardan hanya menanggapinya dengan kata-kata tanpa tindakan nyata.

"Tolong aku, Mas. Aku nggak kuat kalau tinggal sama Mbak Wulan terus. Aku disiksa kalau nggak ada kamu, Mas!"

"Udah saya tegur. Wulan memang begitu sikapnya, tapi sebenarnya dia baik. Kamu harus bisa beradaptasi sama dia, nanti lama-lama juga terbiasa."

Semakin hari, Luna semakin menderita. Apalagi saat kandungannya memasuki usia enam bulan, Wulan tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat hingga menyebabkan Luna hampir keguguran.

"Kalau pada akhirnya Mbak Wulan cemburu, kenapa dulu Mbak harus memaksa saya untuk jadi istri kedua Mas Ardan? Andai waktu itu Mbak Wulan nggak maksa, mungkin saya nggak akan menderita, dan Mbak Wulan juga nggak akan kehilangan perhatian Mas Ardan," ucap Luna dengan suara lemah.

"Terus kenapa kamu terima?! Dasar mata duitan! Saya melakukan itu karena saya takut diceraikan Mas Ardan!" teriak Wulan dengan emosi yang memuncak.

Luna sudah pernah bertanya pada Wulan, kenapa dari sekian banyak wanita, ia yang dipilih untuk menjadi istri kedua Ardan. Dan Wulan menjawab, bahwa ia dipilih karena anak-anak di panti asuhan dianggap tak berharga dan bisa diperlakukan semena-mena. Selain itu, Wulan mengaku bahwa Luna memiliki wajah yang cantik, yang dianggapnya akan menghasilkan keturunan dengan gen yang baik untuk masa depan mereka.

Sungguh jahat sekali bukan?

Di usia kandungan Luna yang sudah menginjak delapan bulan, menjelang kelahiran anaknya, Wulan semakin cemburu pada perhatian yang diberikan Ardan kepada Luna. Karena rasa cemburunya yang semakin mendalam, Wulan bahkan rela menyewa pria bayaran untuk melancarkan fitnahnya terhadap Luna.

Akibatnya, Ardan marah besar dan berakhir menceraikan Luna karena terpengaruh oleh ucapan Wulan yang mengatakan bahwa anak yang dikandung Luna bukanlah anak Ardan, melainkan anak dari pria lain yang konon tidur bersama Luna setiap kali Ardan tidak ada di rumah.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
Dalam Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan, Kayana menyewa Dirza demi memenuhi tuntutan ayahnya. Kisah romance modern ini mengungkap alasan Kayana memilih pria miskin demi menghindari komitmen jangka panjang. Baca webnovel ini untuk melihat konsekuensi dari mempermainkan pernikahan.
Daddy's Princess (21+)
Daddy's Princess (21+)
Dalam novel modern Daddy's Princess (21+), Dominic harus menghadapi dinamika rumit saat putri angkatnya, Bee, terlibat dengan Nathan, seorang dosen tampan. Temukan konflik kesetiaan dan pilihan hidup dalam romance novel ini yang tersedia sebagai free online novel untuk pembaca dewasa.
Harga Cinta Terpendam
Harga Cinta Terpendam
Dalam Harga Cinta Terpendam, seorang ibu penderita leukemia berjuang mempertahankan hak asuh putrinya dari Bram, mantan kekasih yang kini menjadi pengacara lawan. Romance novel penuh intrik modern novel ini mengisahkan pengorbanan terakhir demi melindungi rahasia besar keluarga.
Istri Kesayangan Tuan Muda!
Istri Kesayangan Tuan Muda!
Dalam novel Istri Kesayangan Tuan Muda!, Anna terjebak pernikahan paksa demi menggantikan kakaknya. Ia harus menghadapi Zain, billionaire dingin berkursi roda. Ikuti kisah romance modern ini dalam web novel seru tentang pengabdian dan rahasia keluarga yang bisa Anda baca di webnovel.
Mute Husband
Mute Husband
Dalam Mute Husband, Jihan terpaksa menggantikan posisi Jira untuk menikahi pria bisu dari keluarga kaya. Hadir sebagai romance novel modern, kisah ini mengungkap beban anak angkat dan rahasia pernikahan yang tak terduga. Baca webnovel ini untuk melihat perjuangan Jihan di tengah konflik keluarga.
Pria Impiannya, Sahabat Terbaiknya
Pria Impiannya, Sahabat Terbaiknya
Dalam romance novel Pria Impiannya, Sahabat Terbaiknya, pengkhianatan Danu memuncak saat ia lebih membela Karina hingga mencelakai tunangannya sendiri. Temukan kisah modern novel penuh konflik ini tentang seorang wanita yang memilih pergi demi martabatnya di platform read novels online.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Pulang Sebagai Orang Kaya Baru
Pulang Sebagai Orang Kaya Baru
Setelah 20 tahun terpisah, Ivan Lionel menemukan orang tuanya, namun kini ia sudah menjadi CEO Grup Jayadi. Untuk menguji sifat mereka, ia menyamar sebagai pengantar makanan. Ternyata, orang tuanya lebih perhatian tanpa meremehkan identitasnya. Saat hendak mengungkapkan diri, pamannya mengundang mereka ke pesta pernikahan sepupunya. Merasa ada yang mencurigakan, Ivan memutuskan tetap menyamar dan membantu orang tuanya menguji sifat keluarga pamannya.
Berseminya Cinta Masa Lalu
Berseminya Cinta Masa Lalu
Kiana, seorang ahli manajemen krisis menyukai Thomas, CEO Grup Hutomo yang perusahaannya hendak melantai di bursa. Kiana mundur dari pekerjaannya yang bergaji tinggi di luar negeri untuk bekerja di Hotel Hutomo. Tak disangka, hubungan mereka yang pura-pura malah menjadi nyata. Ternyata, Thomas sudah merencakan ini sejak lama...
Dari Bidak ke Predator
Dari Bidak ke Predator
Kbar Suryono adalah anak haram Richard Yudhistira yang tidak diakui. Untuk mendapatkan biaya operasi bagi ibunya yang menderita penyakit kritis, Akbar menerima tugas yang diajukan Richard dan nekat menembus sarang bahaya. Tanpa dia ketahui, semua ini hanyalah bagian dari rencana Richard. Akbar hanyalah bidak yang bisa dibuang.
Hidup Baru dari Luka Lama (Sulih Suara)
Hidup Baru dari Luka Lama (Sulih Suara)
Sejak lahir, Karlo selalu mendapatkan kasih sayang dan dimanja. Namun, karena suatu insiden, Keluarga Gunanto mengadopsi Tomo yang suka berpura-pura lemah dan menyedihkan di depan orang lain. Karlo sering difitnah dan disalahpahami. Pada akhirnya, dia bahkan dijebloskan ke penjara oleh keluarganya sendiri dan tunangannya, Meity. Setelah bebas, dengan berpura-pura mati, dia memutus semua hubungan masa lalu. Setelah itu, tunangannya dan keluarganya justru menyesal.
Dulu Bayangan, Kini Lawan
Dulu Bayangan, Kini Lawan
Selama tiga tahun, pengacara top Bella mengorbankan kariernya untuk suaminya, Felix. Kesetiaan buta Felix pada mantan kekasihnya, Elissa, akhirnya menyadarkannya. Bella pun kembali dengan penuh kemenangan ke dunia hukum. Di ruang pengadilan, dia menghadapi Felix dan meraih kemenangan mutlak yang menghancurkannya. Sejak itu, setiap bertemu di pengadilan, Bella telah menjadi lawan tangguh Felix, bukan lagi sang pendiam di balik layar.
Istrinya yang Manis
Istrinya yang Manis
Lola menderita kanker perut saat hamil, tetapi dijebak oleh Rita yang memalsukan identitasnya sebagai anak perempuan orang kaya, dan mengakibatkan Lola keguguran. Lola merasa kesal dan sangat kecewa pada Mateo. Setelah memalsukan kematiannya selama tiga tahun, dia kembali hanya untuk membalas dendam.