Logo
Di Balik Senyum Istri
Di Balik Senyum Istri

Di Balik Senyum Istri

71 Bab
Tamat
Dalam novel modern Di Balik Senyum Istri, rahasia masa lalu Bagas dan Riana terungkap saat poligami dipaksakan. Di tengah tekanan mertua, tokoh utama harus menghadapi pengkhianatan ini. Simak kisah lengkapnya di webnovel ini bagi Anda yang suka membaca romance stories penuh intrik.

Ringkasan Di Balik Senyum Istri

Dunia terasa runtuh saat ayah mertua menegaskan hak suami untuk berpoligami tanpa izin istri. Sang ibu hanya terdiam, sementara Riana, mantan teman sebangku sang istri, diminta menjadi madunya. Ternyata, Bagas dan Riana memiliki masa lalu sejak kuliah. Di tengah pengkhianatan ini, sang istri hanya mampu melempar senyum getir yang membuat Bagas gelisah. Ia pun melayangkan pertanyaan tajam: jika kecantikan dan keturunan menjadi alasan, apakah pernikahan baru itu akan menjamin kebahagiaan?
Selengkapnya

Bab 1 dari Di Balik Senyum Istri

“Kiran, Mas mau ngomong serius.” Mas Bagas tiba-tiba mendekatiku lalu berbisik pelan, mungkin khawatir anak-anakku akan terbangun mendengar suaranya. Dia menarik lengan, lantas menuntunku keluar kamar supaya kami lebih leluasa untuk bicara.

“Kiran kamu tahu ‘kan, selama ini orang tua Mas nuntut Mas buat punya anak laki-laki terus?” Digenggamnya tanganku dengan erat.

“Terus?” tanyaku singkat.

“Ayah nyuruh Mas nikah lagi.” Seketika senyum terukir di bibirku, lalu perlahan kulepaskan genggaman tangan Mas bagas.

“Sudah kuduga ini bakal terjadi Mas.” Mas Bagas kembali memegang tanganku kini dia memelukku dengan erat. Apakah melahirkan anak perempuan sebuah kesalahan aku bukan wanita yang kurang subur? Aku bahkan sudah memberinya 3 cucu perempuan.

“Bolehkah aku menolaknya?” Aku ingin tahu apakah Mas Bagas berpihak padaku.

“Mas udah nolak berkali-kali, tapi Ayah tetap ngotot.”

“Sebenarnya apa mau mereka, Mas? Apa bener cuma karena cucu laki-laki atau ada yang lain?”

“Maksud Adek?” Dia melonggarkan pelukannya padaku menatapku dengan penuh tanya.

“Bolehkah Adek menyerah?”

“Engga ada yang boleh nyerah De, baik Mas atau Ade sekalipun.” Mas Bagas mengatakannya dengan mantap.

“Apa sesulit ini ketika orang miskin sepertiku nekat menikah dengan konglomerat sepertimu, Mas?” Entah kenapa orang tua suamiku selalu saja menuntut banyak hal padaku.

“Tidak cukupkah ijazah S1 milikku? Aku bahkan rela kuliah demi bisa mempertahankan rumah tangga kita.” Seketika aku tersenyum hanya dengan mengingatnya. Aku menghabiskan waktu 4 tahun di universitas, hanya untuk memuaskan mertuaku. Mereka bilang aku tak cukup berpendidikan untuk bersanding dengan putranya.

“Kita diundang ke rumah Ayah besok pagi, katanya dia sudah menyiapkan calon istri untuk Mas.” Calon istri katanya bahkan aku belum menyetujuinya.

“Mas seneng ‘kan bakal punya istri 2? Mana ada laki-laki yang nolak di suruh nikah lagi,” sindirku padanya.

“Adek ini ngomong apa? Mas masih di sini ga akan ada orang lain di antara kita. Kita hadapi besok berdua ya.” Dia menangkupkan kedua tangannya di wajahku.

“Sekalipun wanita itu lebih muda dan cantik dariku?”

“Tidak ada yang lebih cantik dari Karina Widyawati istri mas tercinta.” Dia tersenyum ke arahku, membuat amarah padam seketika. Beginilah kelemahan wanita hanya dengan satu kalimat mampu mengubah amarah menjadi rona kemerahan di wajahnya, aku tersipu malu Mas Bagas berhasil menggodaku. Malam semakin larut bukan waktu yang baik untuk berdiskusi kami pun kembali ke kamar, sudah waktunya tubuh ini diistirahatkan. Sayangnya setelah sampai kamar mataku enggan terpejam. Ini malam yang panjang bagiku, mendengar suamiku akan menikah lagi. Jangankan untuk terpejam sekedar menenangkan hati sejenak pun aku kepayahan, gelisah melanda sanubariku.

“Dek, kamu ga tidur?”

“Astaghfirrullah Mas, ih ngagetin aja.” Suaranya benar-benar mengagetkanku.

“Tidurlah Dek, besok kita butuh tenaga ekstra. Jangan khawatir sayang Mas akan selalu ada buat kamu.” Aku tersenyum ke arah Mas Bagas. Sungguh aku ingin selalu mendengar kalimat itu terus terucap dari mulut suamiku sampai akhir hayat.

“Benarkah?”

“Hm.” Mas bagas hanya berdehem, sambil merentangkan tangannya memberi kode agar aku mau mendekat ke sisinya. Tak menunggu lama, entah karena fisiikku yang memang sudah waktunya diistirahatkan atau karena hatiku yang jauh lebih tenang. Aku pun menyusul Mas Bagas ke alam mimpi dalam dekapannya. Keesokan harinya sesuai janji, kami berkujung ke kediaman mertuaku. Tampak sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah, mungkinkah itu milik calon maduku? Karena sebelumnya aku tak pernah melihat mobil seperti itu terparkir di garasi mobil mertuaku.

“Kenalin Bagas ini Riana, calon istri kamu,”

“Riana?” Bukankah itu teman sebangkuku waktu sekolah dasar dulu.

“Maaf siapa?”

“Aku Karin, Karina Widyawati. Teman sebangkumu waktu sekolah dasar.” Aku mencoba menjelaskan seingatku mungkin tak lupa kusuguhkan dengan senyum ramahku.

“Ga nyangka ya, kita bakal ketemu dengan cara kayak gini.” Kata Riana.

“Bagus dong kalau kalian saling kenal ini akan lebih baik ke depannya,” ucap Ayah mertuaku. Sementara Ibu mertuaku sedari tadi hanya diam menunduk, entah apa yang ada dalam pikirannya, tampak gurat kesedihan tersirat di wajahnya.

Belakangan ini aku memang sempat merindukan Riana. Ingin sekali rasanya aku bertemu dengannya kembali karena setelah lulus sekolah dasar kami tak pernah lagi berjumpa yang aku tahu dia ikut pindah bersama orang tuanya. Tak kusangka do’aku diijabah Tuhan dengan sangat cepat, tetapi bukan pertemuan seperti ini yang aku harapkan. Sekilas aku melirik Mas Bagas, dia tampak terpukau dengan penampilan Riana. Balutan dress bodycon selutut sangat pas di padupadankan dengan hak tinggi yang berwarna senada serta rambutnya yang hitam kecoklatan dibiarkannya terurai begitu saja. Laki-laki mana yang tahan kalau di hadapkan pada wanita seperti itu, melihat suamiku terpesona dengan penampilan Riana, hatiku bagai ditusuk belati, sakit sekali.

Astaghfirrullahaladzim.

“Mas,” Kutepuk lutut suamiku yang masih saja ternganga memandang Riana.

“Eh iya Dek, kenapa?” Aku tersenyum ke arahnya.

“Dia cantikkan?” bisikku ke telingan Mas Bagas.

“Hm iya eh tapi lebih cantik kamu, De,” ucap Mas Bagas gelagapan dia memang bukan tipe laki-laki yang pandai berbohong.

“Maaf semuanya saya permisi dulu mau ke toilet.” Tak lupa kuberikan senyum termanisku pada mereka, setelah itu aku berjalan menuju kamar kecil. Terlalu menyesakkan berada dalam situasi seperti ini.

Aku tak pernah menentang poligami tetapi haruskah itu terjadi pada rumah tanggaku. Aku belum siap Tuhan sekalipun Engkau janjikan tiket surga padaku bolehkah aku menolaknya? Aku takut dengan ilmuku yang tak seberapa ini menjadikanku berbuat zolim yang justru malah menyeretku ke neraka-Mu. Menyaksikan lelakiku berada dalam satu ruangan dengan wanita lain lalu berbagi tempat tidur dengannya, akankah aku sanggup? Sementara di ruangan lain aku akan melewati malam-malam panjang dengan rintihan penuh kesakitan.

Senyum itu sedekah dan sedekah mrupakan ibadah. Aku ingin terus beribadah sepanjang waktu. Tak peduli kalau hatiku sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya dengan tersenyum mampu menjadi obat pelipur lara, walau hanya sekejap.

Aku berjalan keluar rumah lewat pintu belakang, untuk apa juga aku ke kamar mandi aku tak punya hasrat untuk buang air. Kebetulan rumah mertuaku punya akses pintu samping, yang bisa terhubung langsung keluar, masa bodo Mas Bagas akan melihatku karena posisi duduknya tepat menghadap ke arah jendela yang akan aku lewati. Aku pergi menuju halaman depan di sana ada ke tiga putriku yang sedang bermain. Aku pecundang bukan? Pecundang yang hanya bisa lari dari masalah. Kupeluk Rinjani putriku yang ketiga usianya masih 2 tahun dia mungkin keheranan melihatku tiba-tiba memeluknya di saat dia tengah bermain kejar-kejaran dengan saudaranya yang lain.

“Uma kenapa?” tanya Meisya anak pertamaku usianya masih 9 tahun.

“Cup cup Uma, jangan nangis! Aka sama Arumi juga sayang sama Mamah,” ucap Arumi putri ke duaku usianya 4 tahun. Kedua anakku terbiasa memanggil kakanya dengan kata Aka. Ya Tuhan, apa aku menangis? Tidak, aku tidak boleh lemah seperti ini. Kuusap air mataku dengan ujung khimar yang kukenakan.

“Uma ga nangis kok Sayang, sini-sini peluk Uma!” Ketiga anakku pun berhamburan memelukku.

“Tapi mata Uma merah, jangan boong Ma dosa, nanti Allah marah,” kata Arumi

“Siapa yang bilang kalau Allah marah?” Entah tahu dari mana dia kalimat seperti itu.

“Kan Uma yang bilang, ya kan Aka, kalau boong nanti Allah marah?” Arumi malah memastikannya pada kakanya Meisya. Ternyata akulah yang mengajarinya kalimat itu, aku sampai lupa pada ucapanku sendiri.

“Sayang kenapa di sini, ga baik loh ninggalin gitu aja yang lain belum pada bubar, yuk ke sana lagi,” tiba-tiba Mas Bagas mengahampiri kami.

“Buat apa?” tanyaku singkat.

“Ya masih ada yang harus di bicarain, De.”

“Abang terpesona ‘kan sama perempuan itu?” tanyaku.

Mas Bagas tak menjawab pertanyaanku.

“Dia cantikkan?” Lagi-lagi dia hanya diam. Aku menurunkan Rinjani dari gendonganku, lalu menyuruh anak-anakku agar bermain agak jauh dari tempat kami berbicara. Aku hanya tidak ingin mereka mendengar obrolan orang dewasa seperti kami.

“Kenapa diem aja? Berubah pikirankah?”

“Dek maafin Mas ya,”

“Hanya karna dia cantik Mas berubah pikiran?” tanyaku.

“Tunggu dulu Dek, mas belum selesai bicara. Ayo, kita selesaikan di dalam!” Mas Bagas menarik tanganku, mau tak mau aku mengikuti langkah kakinya menuju ke dalam ruangan yang menyesakkan itu lagi.

“Abis dari mana kok malah barengan tadi bukannya ke toilet,” Aku tersenyum mendengar penuturan ayah mertuaku.

“Apakah kehadiranku penting Ayah? bahkan Ayah tak pernah meminta pendapat dariku.” Seketika ibu mendongakkan kepalanya menatap wajahku seolah terkejut dengan apa yang aku ucapkan.

“Laki-laki itu tidak perlu ijin istri untuk menikah lagi,” katanya. Mendengar ucapan Ayah bisa kulihat Ibu malah tertunduk lagi, ada apa sebenarnya? kenapa dia hanya diam tanpa suara?

“Dari sekian banyak sunah nabi kenapa harus poligami, Riana biar kutanya langsung padamu, bersediakah kamu jadi istri kedua suamiku?”

“Hmm, aku, tolong kasih aku waktu, aku engga bisa ngasih keputusan sekarang,” jawab Riana.

“Kenapa nak Riana bukannya kamu dan Bagas sudah saling kenal, bukankah kalian sudah dekat sejak kuliah?” tanya Ayah mertua. Hah? Apa ini jadi mereka pernah dekat? Kenapa hidup serumit ini. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum menyaksikan permainan takdirku.

“Kenapa Dek, kenapa kamu malah senyum?” Mas bagas menatap heran ke arahku, raut mukanya tampak gelisah mungkin dia takut aku akan meledak.

“Kenapa dunia ini begitu sempit, Mas? kamu sendiri bagaimana? maukah menikahi mantan teman sebangkuku?” Aku harus memastikan ini sendiri disaksikan kedua orang tuanya. Dia lagi-lagi tak menjawab.

“Tentu saja suamimu tidak akan menolak menikah dengan wanita cantik seperti Riana, toh mereka juga sudah saling mengenal,” sambar ayah mertuaku.

“Kalau tolak ukur menikahi wanita hanya dilihat dari kecantikannya, apakah setelah menikah ada jaminan dia akan memiliki anak laki-laki, kalau tidak bukankah semuanya sia-sia?”

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Hamili saya, tuan !
Hamili saya, tuan !
Chereena Kayona Albern, putri konglomerat yang hidup dalam perlindungan ketat, mengejutkan semua orang saat meminta dihamili oleh Chaiden Barnard, CEO Rusia. Temukan motif di balik pilihan berisiko ini dalam billionaire romance novels terbaru. Baca webnovel modern novel ini sekarang.
Iblis Itu Suamiku
Iblis Itu Suamiku
Dalam Iblis Itu Suamiku, seorang wanita terikat perjanjian dengan sosok kegelapan demi balas dendam. Meski cinta ini dosa, ia tetap memilih takdirnya dalam genre fantasy romance ini. Baca kisah selengkapnya di web novel ini, salah satu fiction fantasy romance books terbaik untuk Anda.
Istri Keempat
Istri Keempat
Dalam Istri Keempat, Airin harus menikahi billionaire Saka Januar Pradipta sebagai istri terakhirnya. Romance modern ini mengungkap sisi manipulatif Airin yang tersembunyi. Baca webnovel seru ini untuk melihat bagaimana ia bertahan di tengah persaingan rumah tangga yang penuh intrik.
Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
Dalam novel romantis miliarder Kencan Buta Setelah Pulang Kampung, Nadya Luandra dikhianati oleh Daniel Liman setelah tujuh tahun hubungan rahasia mereka. Daniel justru memilih cinta pertamanya, Yuna Fadian, dan menganggap Nadya hanya pengganti. Baca novel online gratis ini di Novel Web kami.
Marriage Life
Marriage Life
Dalam Marriage Life, Andara Jeo menghadapi pengkhianatan Vante Adinan yang kembali pada masa lalunya. Menghadapi konflik rumah tangga di modern novel ini, ia harus menentukan langkah saat janji setia hancur. Simak kisah pengkhianatan dan pilihan sulit dalam romance novel ini secara gratis.
Release the Darkness
Release the Darkness
Dalam Release the Darkness, obsesi Heaven dan Kaylein terhadap makhluk abadi berujung petaka di New Orleans. Kaylein dipaksa menjadi pengikut klan vampire, sementara Heaven menghadapi kekejaman pemimpin mereka. Ikuti adventure story penuh horor ini dalam romance novel yang mencekam.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Akhir Pencarian Sang Pewaris (Sulih Suara)
Akhir Pencarian Sang Pewaris (Sulih Suara)
Nova diculik seseorang di tengah badai saat dia berusaha membantu biaya pengobatan ibunya, Zoe, dengan berjualan keik pisang. Zoe yang merasa sangat kehilangan Nova tak henti-hentinya mencari Nova. 20 tahun kemudian Zoe menjadi sosok konglomerat berkuasa sementara Nova menjadi periset demi memenuhi janji membuatkan obat untuk ibunya. Takdir mempertemukan mereka dalam sebuah seremoni untuk mantan kekasih Nova yang mencuri penemuannya...
Alpha yang Diinginkannya
Alpha yang Diinginkannya
Kekuatan gelap Marabella menjadikannya incaran kelompoknya setelah dia secara tidak sengaja membunuh ayah Kyan. Tidak ada yang memahaminya kecuali Jonah, pacarnya dan calon Alpha. Ketika Dewi Bulan memasangkannya dengan Kyan, satu-satunya harapannya hancur. Akankah ikatan pasangan ini menjadi berkah, atau kutukan lain?
Pengacara Iblis yang Menyelamatkanku
Pengacara Iblis yang Menyelamatkanku
Leilani, yang ayah angkatnya difitnah oleh mantan pacarnya. Leilani yang putus asa mencari bantuan, mencari satu-satunya pria yang paling tidak dia percayai, Diego Marlowe, seorang pengacara yang kejam dan tak terkalahkan, yang kebetulan juga calon ipar musuhnya. Yang awalnya merupakan kesepakatan berbahaya dan hubungan palsu segera berubah menjadi permainan kekuasaan, rahasia, dan daya tarik yang tak tertahankan. Saat mereka saling memanfaatkan untuk menavigasi pertempuran di sekitar mereka, satu pertanyaan muncul: Apakah Diego benar-benar hanya pengacaranya, atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi hatinya?
Cintaku Gagal Membuatmu Hangat (Sulih Suara)
Cintaku Gagal Membuatmu Hangat (Sulih Suara)
Menikah tujuh tahun, suami Rania selalu dingin seperti es. Di hari ulang tahunnya, dia terbang ke luar negeri mencari suami dan putrinya, tetapi dia menemukan bahwa suaminya yang tidak mengingat hari ulang tahunnya, malah membawa putrinya merayakan ulang tahun wanita lain. Suaminya yang dingin dan jauh kepada semua orang, justru tersenyum hanya kepada wanita itu. Bahkan putri Rania ingin menganggap wanita itu sebagai ibunya. Rania akhirnya benar-benar menyerah.
Pengawal Sakti Banget
Pengawal Sakti Banget
Rani, cuma pengawal biasa, berani ganggu putri kaya Alya, panik karena Alya terus mengawasinya dan banyak saingan mengancam. Saat turun gunung untuk lindungi CEO Alya, dia kaget Alya teman masa kecilnya! Identitas Rani dan tragedi keluarganya terungkap, yang dulu tak terkalahkan kini mulai balas dendam.
Takdir Cinta dengan Kaisar (Dubbing)
Takdir Cinta dengan Kaisar (Dubbing)
Yeji Sora, seorang pekerja humas modern, meninggal karena kelelahan dan bereinkarnasi menjadi putri perdana menteri. Awalnya hanya ingin bercerai dan hidup santai, tetapi malah terikat takdir hidup dan mati dengan kaisar, Fendi Jone. Yeji menarik perhatian Fendi dengan kecerdasannya, dan Fendi melindunginya dengan kekuatannya. Perasaan mereka tumbuh seiring waktu. Pada akhirnya, Yeji berhasil bercerai dan bersama Fendi menyelesaikan takdir hidup dan mati mereka.