Logo
Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan
Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan

Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan

31 Bab
Tamat
Dalam novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan, seorang arsitek dikhianati kekasihnya demi ambisi bisnis. Setelah karyanya dicuri, ia bangkit memulai hidup baru. Temukan kisah pengkhianatan dan cinta sejati ini dalam romance novel modern yang emosional di platform online novel kami.
Bab 1 dari Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan

Demi Rangga, kekasihku, aku rela mengorbankan segalanya. Aku memberikan desain arsitektur terbaikku untuk membantunya memenangkan kompetisi besar, percaya pada janji manisnya tentang masa depan kami.

Namun, di ambang pintu pesta perayaan, aku tak sengaja mendengar percakapannya. Dia menyebutku "alat yang berguna" dan berencana bertunangan dengan Zahira demi strategi bisnis.

Malam itu juga, di atas panggung, dia mencuri karyaku dan mengumumkan pertunangannya dengan Zahira di hadapan semua orang.

Lebih menyakitkan lagi, setelah malam intim kami, dia mengirimiku pesan singkat.

"Jangan lupa minum pil pencegah kehamilan."

Cinta sepuluh tahunku ternyata hanyalah sebuah kebohongan. Aku hanyalah batu loncatan untuk ambisinya, seorang gadis naif yang dibutakan cinta.

Dihina dan dikhianati, aku memutuskan untuk menghilang. Aku pindah ke kota lain, membangun kembali hidupku, dan menemukan cinta sejati. Aku pikir aku sudah bebas, sampai suatu hari, pria itu muncul lagi di depan pintuku, terobsesi untuk mendapatkanku kembali.

Bab 1

Aluna POV:

"Lihat saja si Aluna itu, apa dia pikir dia bisa menyingkirkan Zahira dengan mudah?"

Kepalaku terasa pening, seperti ada palu godam yang menghantam tenggorokan. Suara itu, suara yang familiar, membuat darahku seolah membeku. Aku berhenti tepat di ambang pintu, tangan gemetar memegang kenop.

"Aluna? Siapa dia? Dia tidak punya apa-apa dibandingkan dengan Zahira," Rangga berkata, suaranya dipenuhi ejekan. Kata-kata itu menusuk jantungku, setiap suku kata bagai pecahan kaca yang mengoyak.

"Tapi dia selalu menempel padamu seperti lintah. Apa kau akan mengumumkan hubungan kalian setelah kau memenangkan kompetisi ini?" Suara lain, seseorang yang kukenal sebagai teman Rangga, bertanya. Nada bicaranya santai, seolah membicarakan hal sepele.

Jantungku berdebar kencang, menabuh di dadaku seperti genderang perang. Aku menahan napas, berharap apa yang kudengar hanyalah mimpi buruk.

"Hubungan?" Rangga tertawa kecil, tawa yang dingin dan menusuk. "Dia hanya alat yang berguna, tidak lebih. Setelah kompetisi ini, aku akan bertunangan dengan Zahira. Ini semua adalah bagian dari strategi bisnis, untuk mengamankan kerja sama dengan keluarga Radjiman."

Duniaku runtuh. Kata-kata itu menghantamku seperti gelombang pasang, menarik semua udara dari paru-paruku. Kakiku lemas, dan aku harus berpegangan pada dinding agar tidak jatuh. Punggungku terasa dingin, seperti diguyur es. Aku merasakan mual yang luar biasa, seolah isi perutku ingin keluar.

"Hebat juga rencanamu, Rangga," teman Rangga memuji. "Menggunakan desainnya, lalu membuangnya. Dan dia, si Aluna kecil yang naif, pasti tidak akan curiga."

"Dia terlalu dibutakan cinta untuk melihat kenyataan," Rangga menjawab, suaranya terdengar sombong. "Lagipula, apa yang bisa dia lakukan? Dia hanya seorang gadis biasa yang beruntung bisa dekat denganku."

Aku menutup mata, berharap kegelapan bisa menelan semua rasa sakit ini. Tapi suara mereka terus berdenging di telingaku, menghantam dinding batinku berulang kali. Ini adalah kenyataan. Ini adalah kebenaran yang kejam.

Aku menggigit bibir bawahku, berusaha menahan tangis yang mendesak. Aku harus kuat. Aku tidak boleh terlihat rapuh di hadapan mereka. Aku membersihkan tenggorokanku, berusaha menormalkan suaraku.

"Rangga, sayang? Ada apa? Kenapa lama sekali?" Aku berjalan masuk, mencoba memasang senyum terbaikku, senyum yang terasa hambar di bibirku. Hatiku menjerit, tapi aku harus bertindak seolah tidak ada yang terjadi.

Rangga menoleh, senyum manis langsung terukir di wajahnya, seolah beberapa detik yang lalu ia tidak mengatakan hal-hal mengerikan tentangku. "Tidak apa-apa, Luna. Hanya bicara bisnis sebentar. Kau sudah menunggu lama?" Dia menarik tanganku, menatapku dengan mata yang penuh kebohongan. Matanya, yang dulu selalu kuanggap sebagai jendela hatinya, kini terlihat seperti jurang kegelapan.

Aku membiarkan dia menarikku lebih dekat, tubuhku terasa seperti robot. Setiap sentuhan darinya kini terasa menjijikkan, kotor, dan penuh kepalsuan. "Tidak juga," jawabku, suaraku nyaris berbisik. Aku merasa udara di sekitarku menipis, menyesakkan napas. Aku ingin lari, jauh dari sini, jauh dari kebohongan ini.

Dia munafik. Dia bajingan.

Pikiranku berteriak, tapi bibirku tetap terkatup rapat. Aku harus pura-pura. Aku harus menunggu saat yang tepat.

"Aku... aku merasa tidak enak badan, Rangga," kataku, berusaha melepaskan diri dari genggamannya. Aku harus keluar dari ruangan ini, segera. "Aku butuh ke kamar mandi."

"Kau baik-saja? Wajahmu pucat sekali," Rangga bertanya, nada suaranya terdengar khawatir. Kekhawatiran yang terasa sangat palsu.

"Aku butuh sendirian sebentar," kataku, tanpa menatap matanya. Aku berbalik dan berlari, secepat yang aku bisa, meninggalkan suara tawa dan obrolan mereka di belakangku.

Aku mengunci diri di kamar mandi, tubuhku merosot ke lantai. Air mata mengalir deras, membasahi pipiku, leherku, hingga ke bajuku. Aku menutup mulutku, berusaha meredam isak tangis yang histeris. Aku tidak ingin ada yang mendengar.

Kata-kata Rangga terus terngiang di kepalaku, berputar-putar seperti rekam jejak yang tak ada habisnya. "Hanya alat yang berguna." "Bertunangan dengan Zahira." "Bagian dari strategi bisnis."

Aku memukul lantai dengan kepalan tanganku, rasa sakit di pergelangan tanganku tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit di hatiku. Kepalaku terasa kosong, namun pada saat yang sama, dipenuhi oleh jutaan pertanyaan.

Apa yang salah? Apa yang kulakukan sehingga pantas mendapatkan ini?

Aku mengingat kembali malam kemarin, malam "perayaan" kami. Rangga memelukku erat, berbisik janji-janji manis tentang masa depan kami. Dia bilang, setelah kompetisi ini, dia akan mengumumkan hubungan kami. Dia akan melamarku.

Kebohongan. Semuanya kebohongan.

Dia membelai rambutku, senyumnya begitu lembut, tangannya begitu hangat. "Kau adalah segalanya bagiku, Aluna. Kau tahu itu, kan?"

Aku mengangguk, mencium bibirnya, merasakan kebahagiaan yang melingkupiku. Aku percaya padanya, sepenuhnya. Aku telah memberikan segalanya untuknya, bahkan karyaku yang paling berharga.

Tiba-tiba, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Rangga.

Rangga: Jangan lupa minum pil pencegah kehamilan.

Mataku terbelalak. Pil pencegah kehamilan. Dia… dia bahkan tidak ingin ada jejakku di hidupnya. Dia tidak ingin ada konsekuensi dari malam kami. Dia begitu dingin, begitu kejam.

Aku mengingat betapa bahagianya aku setelah malam itu. Aku membayangkan masa depan kami, rumah yang akan kami bangun bersama, anak-anak kami. Semua itu kini terasa seperti lelucon yang kejam.

Dia tidak pernah mencintaiku. Dia hanya memanfaatkan kebodohanku, cintaku yang buta. Aku telah menjadi boneka dalam permainannya, alat untuk mencapai tujuannya.

Pikiranku dipenuhi dengan skenario terburuk. Bagaimana jika aku hamil? Aku tidak punya siapa-siapa. Aku sendirian. Rasa takut mencengkeramku, membuatku gemetar hebat.

Dengan tangan gemetar, aku membuka tas tanganku. Aku mengeluarkan uang tunai dan kunci mobil. Aku harus pergi. Sekarang. Sebelum aku berubah pikiran.

Aku harus membeli pil itu. Aku harus menghapus semua jejaknya dari tubuhku.

Sepuluh tahun. Sepuluh tahun aku mencintainya. Sejak kami masih kecil, sejak dia adalah anak laki-laki pendiam yang selalu bersembunyi di balik buku-buku. Aku selalu ada untuknya, selalu mendukungnya, selalu mencintainya.

Aku ingat saat pertama kali bertemu dengannya. Dia duduk sendirian di taman, membaca buku arsitektur. Aku mendekatinya, menawarkan persahabatan. Dia tersenyum, senyum yang mengubah duniaku.

Dia adalah anak yang kesepian, orang tuanya terlalu sibuk dengan bisnis mereka. Aku menjadi satu-satunya temannya, satu-satunya orang yang dia percayai. Aku selalu berpikir, kami memiliki ikatan yang spesial. Ikatan yang tidak akan pernah putus.

Ternyata salah.

Aku tertidur di lantai kamar mandi yang dingin, air mata membasahi pipiku. Rasa sakit di hatiku begitu besar, aku tidak tahu bagaimana cara menghadapinya.

Ponselku berdering keras, membangunkan aku dari tidur yang gelisah. Aku meraih ponselku, mataku terasa berat. Nama Raisa terpampang di layar.

"Aluna? Kau di mana? Kenapa tidak datang ke pesta perayaan? Rangga mencarimu," Raisa terdengar khawatir.

"Aku... aku tidak enak badan," kataku, suaraku parau.

"Tidak enak badan? Rangga baru saja mengumumkan pertunangannya dengan Zahira di atas panggung! Mereka berdua berdansa dengan mesra! Semua orang melihatnya!" Raisa berteriak, suaranya dipenuhi kemarahan.

Kata-kata itu menghantamku seperti pukulan telak. Aku sudah tahu, tapi mendengarnya dari Raisa, dengan detail yang begitu jelas, membuat rasa sakit itu semakin nyata.

"Dia... dia melakukannya?" tanyaku, suaraku gemetar.

"Tentu saja! Bajingan itu! Dia bilang desain yang memenangkan kompetisi adalah hasil kolaborasi dengan perusahaan Zahira! Dia mencuri semua karyamu, Aluna!" Raisa marah. Kemarahannya terasa begitu tulus.

Aku menutup mata, membayangkan Rangga berdiri di atas panggung, dengan Zahira di sampingnya, mengumumkan pertunangan mereka, mengklaim karyaku sebagai miliknya. Rasa sakit, kemarahan, dan penghinaan bercampur aduk di dalam diriku.

Ini adalah akhirnya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CINTA DINGIN TUAN BESAR
CINTA DINGIN TUAN BESAR
Dalam billionaire romance novels CINTA DINGIN TUAN BESAR, Marla terjebak perjodohan rahasia di keluarga Austin. Ia harus menghadapi Richard yang dingin serta Ascar sang pengacau. Baca novel modern ini untuk melihat apakah Marla bertahan atau melarikan diri dari rencana Margaret.
Dokter Milik Tuan Muda
Dokter Milik Tuan Muda
Dalam Dokter Milik Tuan Muda, Kimmy Jordan menghadapi dilema antara perjodohan orang tuanya atau perasaannya pada pemilik kafe. Ikuti kisah romance modern ini tentang perjuangan para dokter cantik menemukan cinta sejati di platform web novel kami.
Gairah Liar Binor Kesepian
Gairah Liar Binor Kesepian
Dalam romance novel Gairah Liar Binor Kesepian, Sita harus menghadapi tuntutan suaminya, Danu, yang kecewa akan kepolosannya. Terjebak dalam pernikahan hasil perjodohan tanpa pengalaman, Sita berusaha memahami keintiman demi menjaga keutuhan rumah tangga mereka di modern novel ini.
Harga Cinta Terpendam
Harga Cinta Terpendam
Dalam Harga Cinta Terpendam, seorang ibu penderita leukemia berjuang mempertahankan hak asuh putrinya dari Bram, mantan kekasih yang kini menjadi pengacara lawan. Romance novel penuh intrik modern novel ini mengisahkan pengorbanan terakhir demi melindungi rahasia besar keluarga.
Om Duda I Love You
Om Duda I Love You
Dalam Om Duda I Love You, Baby berusaha mengejar cinta Rega meski terhalang perbedaan usia dan status sekolah. Novel modern ini menyajikan romance stories yang penuh ambisi remaja. Ikuti perjalanan Baby meyakinkan Rega dalam romance novel yang menantang batas kedewasaan ini.
PERFECT PARTNER
PERFECT PARTNER
Dalam PERFECT PARTNER, Amanda Altakendra terjebak trauma masa lalu hingga bertemu Darko Dio Archelaus. Pria triliuner ini bertekad menaklukkan hati sang arsitek meski terhalang ego tinggi. Simak kisah billionaire romance novels ini dalam web novel modern yang penuh ambisi dan rahasia.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bayi Ajaib Turun, Cucu-Cicit Bersujut
Bayi Ajaib Turun, Cucu-Cicit Bersujut
Nanda, pangeran dari dinasti kuno, terbangun di tubuh anak 6 tahun di keluarga modern. Terjebak dalam persaingan keluarga, ia gunakan kecerdasan dan taktiknya sebagai mantan pangeran untuk bertahan. Dengan puisi dan strategi, ia menaklukkan rintangan, termasuk hati nenek pemimpin keluarga, Lina Widya.
Benci dan Cinta Bercampur Aduk
Benci dan Cinta Bercampur Aduk
Setelah kematian suaminya, Siska dihina oleh keluarganya dan orang-orang di sekitarnya. Hampir dijual oleh pemilik rumah bordil, pikirannya hanya tertuju pada cara untuk menyusul sang suami. Namun, kakak iparnya datang menyelamatkan dan membawanya pulang. Tanpa disadari, seorang pria misterius terus mengamatinya dari jauh. Akankah Siska menemukan jawaban atas kematian suaminya, atau selamanya dicap sebagai pembawa sial?
[Versi suara dubbing] Ketika Cinta Menentang Takdir
[Versi suara dubbing] Ketika Cinta Menentang Takdir
Pertemuan tak terduga membuahkan cinta, namun tekanan keluarga dan campur tangan saingan menguji ikatan mereka. Di tengah pengkhianatan dan penyakit, mereka menghargai setiap momen yang bersama.
Cinta Satu-Satunya
Cinta Satu-Satunya
Lila yang dipaksa bekerja di kasino dan bermain curang oleh ibunya akhirnya bertemu dengan pria yang menyelamatkannya, Leo. Lila yang tahu dirinya bukan anak kandung dan hamil anak Leo memutuskan untuk menerima tawaran Leo dan menikah kontrak dengannya. Leo yang tulus mencintai Lila berusaha mendapatkan hatinya. Ia memperlakukannya dengan baik dan juga membantu mencari orang tua kandung Lila yang selama ini ia curigai adalah temannya sendiri, sang taipan terkaya. Namun usaha Leo nggak mudah karena Kesia, anak adopsi Ken menganggap Lila sebagai saingannya yang merebut pria yang dicintainya dan juga ayah kaya raya yang sayang padanya.
Rahasia Gelap Gadis Park Avenue
Rahasia Gelap Gadis Park Avenue
Anna Sinclair gagal meraih beasiswa seni bergengsi di Paris, yang juga merupakan satu-satunya jalan untuk melarikan diri dari orang tuanya yang abusif. Karena merasa putus asa, dia pun memulai hidup baru sebagai sosialita glamor di New York. Targetnya jelas, yaitu menarik perhatian Preston Kingsley, anak konglomerat, demi mendapatkan kesempatan kedua untuk mengejar mimpinya. Namun, segalanya berubah ketika Anna justru jatuh cinta pada Brooks Whitmore, sahabat Preston sekaligus bangsawan Upper East Side yang paling berpotensi membongkar jati dirinya. Akankah rahasia itu menghancurkan hubungannya dengan Brooks, atau justru mengantar mereka pada akhir bahagia yang tak terduga?