Logo
Assalamu'alaikum, Mas CEO!
Assalamu'alaikum, Mas CEO!

Assalamu'alaikum, Mas CEO!

43 Bab
Tamat
Dalam romance novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!, Hanif harus memilih antara pertunangan bisnis dengan Soraya atau mengikuti keinginan putrinya yang menyukai Ummi Aida. Ikuti konflik billionaire agamis ini dalam webnovel modern yang penuh pilihan sulit dan ketulusan hati.
Bab 1 dari Assalamu'alaikum, Mas CEO!

Di sebuah meeting room perusahaan berskala international PT. Inanta Group, seorang pria berusia sekitar 30 tahunan berwajah serius sedang memimpin rapat akhir tahun. Dialah Mohammad Hanif As-Siddiq yang memegang jabatan sebagai Chief Excecutif Officer (CEO) di perusahaan yang bergerak di bidang agraria itu.

"Sampai saat ini perusahaan kita masih menjadi produsen lateks terbesar di indonesia. Meskipun kelapa sawit telah menyusul karet baru-baru ini dalam hal luas lahan, perusahaan tetap berkomitmen dalam segmen usaha karet dan melanjutkan pengembangan perkebunan karet melalui penanaman lahan baru," kata Hanif.

"Kapan kira-kira penanaman lahan itu akan dilaksanakan? Kita juga harus memperhitungkan waktunya agar pengalokasian dananya tidak saling bertabrakan dengan pengeluaran dana untuk maintenance (pemeliharaan) alat-alat dan fasilitas di perusahaan kita," sela salah satu peserta rapat.

"Perkebunan karet perusahaan saat ini dalam siklus penanaman ketiga. Penanaman kembali secara teratur akan dilakukan setelah pohon karet mencapai umur 25 tahun. Namun, perusahaan sedikit menunda penanaman kembali selama dua tahun belakangan untuk mengambil keuntungan dari tingginya harga karet yang berlaku. Dan hemat saya mengatakan sebaiknya kita mempercepat kembali program penanaman kembali pada awal Februari nanti karena pohon karet yang tua pasti akan berkurang produktifitas-nya," jawab Hanif.

"Jika penanaman kembali direncanakan awal Februari, bukankah itu terlalu cepat?"

"Terlalu cepat bagaimana? Dua bulan, apakah itu tidak cukup mempersiapkan segala sesuatunya?"

"Tapi ...."

"Abi!!!"

Jreeeeng!!!

Semua peserta rapat menoleh ke asal suara itu.

Seorang bocah perempuan berhijab berusia sekitar 4 tahunan memperlihatkan kepalanya dari balik pintu ruang rapat. Namun tatkala semua mata tertuju padanya, gadis kecil itu kembali bersembunyi.

Hanif berusaha mengabaikan bocah itu. Dan kembali melanjutkan rapat.

"Tapi apa tadi?" tanya Hanif lagi.

"Tapi kalau kita nekad melakukan penana ...."

"Abi!!!! Hihihi ...."

Suara mungil nan menggemaskan itu terdengar lagi. Kali ini dibarengi dengan tawa cekikikan. Kepalanya menyembul lagi dari balik pintu.

Hanif menghela napas dan bangkit dari duduknya.

"Tunggu sebentar!" pamitnya pada semua peserta rapat yang juga telah kehilangan fokus akibat ulah bocah kecil itu.

Hanif lantas keluar dari ruang rapat dan ingin menemui anak itu.

"Ah, Ais! Kamu mau apa? Abi lagi rapat nih!" tanya Hanif pada bocah itu.

Aisyah gadis perempuan cilik nan cantik lagi berhijap itu tertawa.

"Abi, pulang yuk! Ais bosyan di syini. Di syinni nda da eman," rengeknya.

Hanif menghela napas sambil mengelus kepala gadis itu.

"Sebentar lagi ya, Sayang. Abi selesaikan dulu rapatnya."

"Cebentalnya belapa banyak?" tanya Aisyah lagi.

Hanif pura-pura berpikir keras.

"Segini!" katanya sambil menunjukkan sepuluh jarinya.

"Haaa? Sephuluh? Itu lama syekali, Abi!"

"Hanya sepuluh menit. Bukan sepuluh jam, oke?"

Gadis kecil itu kembali berlagak seperti orang yang sedang berpikir keras. Dia mengetuk-ngetukkan jarinya di pelipisnya.

"Sepuluh menit, ya?" tanya Hanif lagi meminta persetujuan sang bocah.

"Hmmm, ote (oke)!" kata Aisyah pada akhirnya.

"Dian! tolong awasi Aisyah sebentar, ya! saya mau lanjutin rapat dulu. Paling hanya sepuluh menitan lagi," kata Hanif menyuruh salah seorang staf untuk mengawasi Aisyah.

"Oh iya, Pak!" jawab Dian. "Ais, ikut kakak yuk!"

"Tapi Abi janan boong, ya! Janan lama," kata si kecil Aisyah memperingatkan.

"He em. Nggak lama, kok!" jawab sang Abi.

Lalu Hanif pun kembali melanjutkan rapat.

Waktu 10 menit yang dijanjikan oleh Hanif ternyata tak dapat dia penuhi. Nyatanya rapat itu membutuhkan waktu yang lebih banyak dari yang dia perkirakan.

Aisyah mulai bosan.

"Akak, Ais lapaaal (lapar)," rengeknya.

Dian, staf yang disuruh menjaga Aisyah sedang fokus menginput data saat mendengar anak dari bosnya itu merengek.

"Bentar ya Ais. Kkak masih sibuk, nih. Kalau ini sudah selesai, nanti kita cari makanan, ya, ya, ya?" bujuk Dian sambil tangannya masing ketik-ketik di atas keyboard komputer.

***

Di sisi lain gedung Inanta Group, terdapat sebuah pantry. Seorang gadis berusia 21 tahun sedang sibuk membuatkan kopi untuk para karyawan perusahaan itu.

Tok!Tok!Tok!

Gadis itu menoleh. Seorang lelaki dengan kemeja biru sedang bersandar di pintu pantry.

"Ummi, antarin kopi ke ruang Pak Heru, ya!" kata lelaki itu.

"Satu ajakah, Mas?" tanya gadis bernama Ummi itu.

"He em. Kalau kamu nggak keberatan sih, bisa juga antar ke ruanganku sekalian," jawab Dirga.

Wanita yang ternyata bernama Ummi itu mengangguk sambil tersenyum.

"Baiklah, takarannya seperti biasa ya, Mas?" tanya gadis itu.

"Yoi!!! jangan lama-lama, ya!" kata pria itu seraya berlalu pergi dari pantry itu.

Usai menyiapkan kopi yang diminta oleh karyawan bernama Dirga tadi, Ummi pun mengantarkan kopi tersebut ke ruangan Pak Heru kemudian segera mengantar segelas kopi lagi ke meja kerja Dirga.

"Ini Mas kopinya!" kata Ummi sembari meletakkan kopi di atas meja.

"Kopi Pak Heru sudah?"tanyanya.

"Sudah," jawab Ummi.

"Kalau begitu, nanti tolong antarkan file ini ke ruangan pak Hanif," kata Dirga lagi.

"Pak Hanif siapa ya, mas? Di divisi apa?" tanya Ummi mengingat-ingat.

Dia baru tiga bulanan bekerja di perusahaan ini sebagai office girl, dan seingatnya dia tak kenal dengan seseorang bernama Hanif di sini.

"Pak Hanif CEO, di lantai 54," jawab Dirga seraya menyerahkan beberapa file ke tangan Ummi.

"Hah?"

Ummi termangu. Sekarang dia baru ingat kalau di sini ada seorang Hanif yang terkenal di lingkungan karyawati. Hanif CEO! Orang yang selalu jadi perbincangan karyawati wanita di kantor ini.

"Kenapa? Merasa dapat anugrah ya? hahaha ..." ledek Dirga.

Ummi tersentak dari ketermanguannya.

"Mas Dirga ini! Anugrah apanya? Saya kan cuma disuruh ngantarin ini, kan?" tanyanya.

"Hahaha, Ummi, Ummi! Kamu nggak tau aja sih ada berapa banyak cewek yang berharap aku nyuruh mereka ngantarin sesuatu ke Hanif kayak begini. Dan sekarang aku ngasih kamu kesempatan itu, terima kasih, donk!"

Ummi mengedip-ngedipkan matanya heran.

"Terima kasih buat apa, Mas?"

"Haisss, kamu itu susah nyambungnya, Mi! udah antarin gih sana!"

"Hmmm, oke deh."

Setelah mengantar nampannya ke pantry, Ummi pun langsung mengantar file itu menuju lantai 54 gedung itu. Setelah mencari-cari di mana ruang kerja CEO, akhirnya Ummi pun menemukannya.

"Mbak, saya mau ngantarin file untuk pak Hanif," kata Ummi sopan pada sekretarisnya Hanif yang meja kerjanya berada di luar ruangan CEO itu.

"Sini! Berikan sama saya aja. Pak Hanif lagi rapat," kata wanita itu.

Tak banyak yang bisa dilakukan disitu. Ummi sampai geleng-geleng kepala mengingat kata-kata Dirga yang menyuruh dia berterima kasih padanya. Terima kasih buat apa coba? Kan tenaganya yang keluar untuk mengantarkan file ini kesini? Ketemu orangnya aja dia tidak pernah, mau terima kasih bagaimana maksudnya?

Usai mengantarkan file itu, Ummi pun segera kembali ke bawah. Saat hendak masuk ke dalam lift, dia melihat seorang anak kecil berhijap bersama ibunya. Dalam hatinya merasa miris. Kenapa saat anaknya memakai hijap, ibunya malah berpakaian minim?

Tapi Ummi tidak ambil pusing, toh itu bukan urusannya. Ketika dia sampai di bawah, pekerjaannya telah menunggunya kembali.

"Ummi, kopi!!"

"Ummi, tolong ambilkan staples di depan!"

"Ummi, fotocopy!"

"Ummi ...!!!"

"Ummi ...."

Hingga menjelang sore, akhirnya pegawai yang menyuruh-nyuruhnya mulai berkurang satu persatu. Dan kini dia kembali ke pantry. Perutnya pun mulai lapar, dan Ummi baru ingat kalau dia lupa makan siang.

Tak sempat membeli makan siang lagi, akhirnya Ummi memutuskan untuk menyeduh mi instan dalam kemasan cup saja. Perutnya benar-benar lapar sekarang.

Tak menunggu lama mie instan itu terhidang, Ummi pun mulai menyuap mie instan itu ke dalam mulutnya.

"Ummi ...."

Dasar! Baru juga makan sesuap sudah ada saja yang memanggil-manggil dia.

"Hmmm ... ?"

Ummi buru-buru meraih air minum meneguknya dan .... tunggu dulu! Bukankah itu seperti suara anak kecil?

"Ummi ...."

Kini Ummi menoleh dan tak sempat dia berpikir jenih, seorang bocah kecil perempuan berhijap kini memeluknya.

****

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
Dalam Babu Kumal VS CEO Kutub Utara, Terryn harus mengabdi pada Deva yang sombong. Meski terikat pernikahan paksa oleh Ibu Imelda, sang billionaire dingin ini tetap menganggapnya asisten. Ikuti kisah romance novel ini saat takdir menguji cinta mereka dalam sebuah modern novel yang penuh haru.
Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
Dalam Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia ), Aryan sang pewaris billionaire harus menghadapi perjodohan paksa dengan musuh masa kecilnya, Chef Callia. Baca romance novel ini untuk melihat pertarungan ego dan ambisi di tengah desakan keluarga dalam web novel yang penuh drama modern.
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
Dalam novel romantis aksi Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO, Xion, sang jagoan yang baru kembali, memilih menjadi pelindung bagi seorang CEO cantik. Bertekad membalas budi dan menuntaskan dendam masa lalu, ia menghadapi berbagai rintangan modern. Baca novel online seru ini sekarang.
Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
Dalam novel romantis miliarder Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi, Solene harus kehilangan bayinya akibat diagnosis palsu suaminya sendiri. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap konspirasi perebutan harta dan pengkhianatan rumah tangga yang penuh misteri.
Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas
Dalam Gadis Kecil Milik Tuan Nicholas, Nicholas Lauther harus menghadapi perjodohan paksa saat baru menjabat CEO. Ia terjebak misi pembatalan janji dengan Amora Georgina di tengah perbedaan status. Temukan dinamika billionaire romance novels ini dalam web novel seru di kategori modern novel.
Ketika Karma Berbicara
Ketika Karma Berbicara
Dalam novel romantis modern Ketika Karma Berbicara, seorang pewaris miliarder yang baru lulus dari Jerman langsung diserang dan dituduh sebagai wanita penggoda di perusahaannya sendiri. Baca novel online gratis ini untuk melihat bagaimana dia membalas para perusak barang berharganya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Menemukan Kembali Ibu dan Takdir
Menemukan Kembali Ibu dan Takdir
Dion terpisah dari ibunya di pasar dan diselamatkan oleh Jenderal Gio yang kemudian mengangkatnya jadi anak, mereka berdua bersama-sama berjuang rebut kekuasaan. Lima belas tahun kemudian, Gio menjadi kaisar, sedangkan Dion pergi mencari kerabatnya. Dion tinggal di Kediaman Sekretaris Komite Prefektur, dan bertemu ibunya di sana. Dion juga bertemu kembali dengan jodoh masa kecilnya, kemudian hidup mengatasi berbagai peristiwa dalam keseharian mereka sekeluarga.
Di Balik Pengkhianatan, Aku investormu
Di Balik Pengkhianatan, Aku investormu
Kayra, yang diam-diam adalah pewaris dari kekayaan besar, menyembunyikan identitas aslinya untuk menikahi Miko karena cinta. Di balik sosok yang sederhana dan rendah hati, dia dengan tenang dan mudah menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk mengatasi berbagai hambatan yang menghalangi Miko dalam membangun startup-nya. Saat Miko hampir meraih kesuksesan, Kayra mengetahui bahwa dia telah berselingkuh. Setelah dihadapkan, Miko mengakui bahwa dia sudah tidak mencintainya lagi, berbicara kasar padanya, meremehkan semua yang telah Kayra lakukan untuknya, dan mendesaknya untuk bercerai. Hati Kayra hancur dan sangat kecewa, dia memutuskan untuk bangkit dan merebut kembali posisinya sebagai pewaris miliarder. Dia menarik semua dukungannya dan membiarkan Miko menghadapi akibat dari tindakannya, membuatnya menyesali segala yang telah dilakukannya.
Pisau Dapur, Pisau Balas Dendam
Pisau Dapur, Pisau Balas Dendam
Seorang “Raja Memasak” Leon Kennedy, hancur berantakan setelah istrinya meninggal di kecelakaan mobil. Depresinya yang dalam membuatnya kehilangan semuanya termasuk rumah, hanya bersisakan anjingya, Dante. Hingga seorang pemilik restoran memperkerjakan dia, namun di dapur dia menerima banyak hinaan dari seorang asisten koki eksekutif bernama Bryan. Leon tetap berusaha untuk merendah sampai akhirnya seorang pebisnis licik bernama William mengancam restoran itu dan Leon akhirnya mengeluarkan keahlian dan seni memasaknya. Sayangnya, kejayaan itu nggak bertahan lama. Bryant yang iri memfitnahnya, dan William yang penuh dendam tega membunuh Dante. Setelah mengalami kehilangan lagi, Leon yang penuh luka akhirnya mengangkat pisaunya, haus akan balas dendam.
Dari Penjara ke Pelukan Suami Miliarder
Dari Penjara ke Pelukan Suami Miliarder
Sunira rela menanggung kesalahan demi pacarnya yang brengsek dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Saat di dalam penjara, ia didatangi oleh Kakek Doni Felikan, yang memintanya mendonorkan darah untuk cucunya, Yandi. Demi kesempatan bebas lebih cepat, Sunira pun menyetujui permintaan itu. Namun, tak disangka, setelah kembali ke rumah, Sunira justru memergoki pacarnya selingkuh dengan atasan perempuannya. Hancur dan putus asa, Sunira akhirnya menikah kilat dengan Yandi. Setelah menikah, Sunira diperlakukan bak ratu dan dimanja oleh Yandi. Bersama-sama, mereka membalas dendam mantan pacar dan wanita selingkuhannya. Hingga dikaruniai seorang putri kecil yang menggemaskan!
Menantu Ikan,  Harta Triliunan di Ember!
Menantu Ikan, Harta Triliunan di Ember!
Dion Linus datang membawa seember ikan buat melamar ke keluarga Hanura. Namun, dia malah diremehkan sebagai nelayan miskin. Bahkan tunangannya, Aurora Hanura, ingin memutuskan pertunangan mereka. Untung saja Bianca Hanura tidak materialistis. Bianca tetap bersedia menikah dengan Dion. Ternyata, ada rahasaia besar yang disembunyikan Dion — ada berlian 10 senilai puluhan triliun di dalam mulut ikan! Semua orang di keluarga Hanura langsung terkejut. Aurora sangat menyesal. Di akhir cerita, Dion menikahi Bianca yang tulus dan baik hati.
Kini Mereka Menyesal, Tapi Aku Tidak
Kini Mereka Menyesal, Tapi Aku Tidak
Laura, anak kandung Keluarga Windsor terjebak dalam tragedi yang membuatnya mati. Semua itu adalah ulah adik angkatnya, Serena yang bisa mendengar isi pikiran Laura, menjiplak karya musiknya dan memfitnahnya. Setelah terlahir kembali dua jam sebelum kematiannya, Laura berjuang untuk menjatuhkan Serena, membersihkan nama baiknya, dan merebut kembali apa yang memang haknya!