Logo
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

99 Bab
Tamat
Dalam Babu Kumal VS CEO Kutub Utara, Terryn harus mengabdi pada Deva yang sombong. Meski terikat pernikahan paksa oleh Ibu Imelda, sang billionaire dingin ini tetap menganggapnya asisten. Ikuti kisah romance novel ini saat takdir menguji cinta mereka dalam sebuah modern novel yang penuh haru.
Bab 1 dari Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

“Ibu yakin ingin menitipkan Yin sama ibu Imelda ? Ibu sendirian doong di sini, Yin gak mau Bu, Yin gak mau tinggalin Ibu.”Terryn yang baru saja lulus SMP dengan nilai yang tertinggi merajuk dalam pelukan ibunya.

“Kamu mau gapai cita-cita kamu kan Yin? Almarhum bapakmu pasti senang jika kamu bisa melanjutkan sekolahmu yang tinggi. Ibu hanya penjual kue di pasar, mau sampai mana Ibu sanggup sekolahkan kamu Yin?” ibu Asih mengelus kepala putrinya, sebenarnya dia berat melepas Terryn untuk tinggal bersama sahabatnya itu tapi demi janjinya kepada almarhum suaminya untuk bisa menyekolahkan Terry ibu Asih memilih agar Terry tinggal bersama mereka.

“Tapi Ibu janji yaa bakal telpon Terryn.”

Ibu Asih mengangguk, “Tak hanya telpon Sayang, sekali waktu Ibu akan jenguk kamu.”

Seminggu setelah kelulusan ibu Imelda datang menjemput Terryn bersama Aluna , putri sulung Ibu Imelda. Aluna sangat baik dan ramah kepada Terryn, mereka langsung akrab bahkan seperti kakak beradik. Terryn merasa nyaman di rumah barunya hingga dia bertemu dengan anak laki-laki itu lagi.

“Siapa kamu?” tanya seorang remaja laki-laki yang lebih tua sedikit dari Terryn tapi masih lebih muda dari Aluna.

“Saya Terryn Kak, saya anak ibu Asih,” jawab Terryn takut-takut.

Mata remaja pria itu menatap Terry tajam, gadis berkepang dan berkacamata itu hanya tertunduk tak berani mengangkat kepalanya.

“Ngapain kamu di rumah saya?” tanya dia lagi dengan nada dingin yang membuat Terryn merinding.

“Sa-saya …,” Terryn terbata dan ragu melanjutkan kalimatnya.

“Terryn akan tinggal di sini bersama kita, Mama akan menyekolahkannya. Terryn ini anaknya pintar lhoo di sekolah, nilainya yang tertinggi di kecamatan daerahnya,” sambung ibu Imelda tib-tiba dan merengkuh bahu Terryn hangat. Terry senang ibu Imelda memperlakukannya sama dengan Aluna.

“Oh ya Terryn, perkenalkan ini Deva, anak Ibu yang bungsu dia sekarang kelas tiga SMU jadi kalian bisa satu sekolah.”

“Apa Ma? Satu sekolah dengan anak cupu ini? Enggak! Jangan harap Deva mau temenin dia.” Deva berlalu dengan wajah yang ketus. Ibu Imelda menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Maafkan Deva yaa Terryn, anak itu memang begitu pembawaanya, duuh ngidam apa siih dulu aku sampai anak itu jutek banget sama anak cewek. Ck … ck … ck.”

Terryn hanya tersenyum canggung dan mencoba memahami sikap Deva yang seperti itu.

Di kamarnya Deva berpikir keras, sepertinya Deva pernah melihat cewek culun itu tapi lupa di mana. Dia merasa dekat tapi tidak bisa mengingatnya dengan baik.

‘Bodo amat, mau kenal atau gak aku gak peduli.’ Deva akhirnya memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Deva memang tidak bisa mengenali gadis itu dengan baik, karena kejadian terakhir bersama Terryn terjadi sangat cepat di saat Deva sudah hampir hilang kesadarannya di suatu peristiwa yang tak akan pernah bisa terlupa oleh Terryn.

Saat itu Deva masih SMP kelas tiga dan Aluna kelas satu SMU, mereka sekeluarga sedang dalam perjalanan wisata ke desa Terryn. Ibu Imelda adalah anak juragan perkebunan teh di mana banyak penduduk desa yang bekerja di kebun yang sangat luas itu, termasuk orang tua Ibu Asih dan ayah Terryn sendiri.

Saat itu cuaca memang sedang tidak bagus dan ayah Deva tetap memaksakan ingin kembali ke kota hari itu juga. Jalanan sangat licin sehingga terjadi kecelakaan dan membuat mobil mereka terperosok ke dalam jurang.

Terryn saat itu masih kelas satu SMP dan baru pulang dari rumah kakeknya. Jalanan sangat sepi di tengah hujan yang sangat deras. Terryn menyaksikan mobil yang keluarga Deva dalam keadaan rusak parah di bawah jurang. Bergegas dia mencari ayah dan ibunya serta orang-orang kampung agar menolong mobil yang kecelakaan itu.

Bersama orang tuanya dan beberapa orang kampung Terryn yang pemberani menuruni jurang untuk melihat kondisi para korban. Seorang anak laki-laki yang setengah sadar dan dalam keadaan terluka menggapai-gapai lemah ke arah Terryn. Terry melihatnya dan mencoba mengeluarkan anak laki-laki itu dari mobilnya sementara yang lain menyelamatkan ibu Imelda, suaminya dan Aluna yang juga terluka dan tak sadarkan diri.

“Tolong jangan tinggalkan aku, aku takut…,” wajah Deva pucat dengan luka di pelipisnya, Terryn membantunya untuk duduk di sebelahnya.

“Ayo Kak, duduk dulu disini, kita tunggu mereka untuk menaikkan Kakak ke atas. Aku tidak akan kemana-mana.” Sahut Terryn menenangkan Deva.

“Terima kasih sudah menolong kami,” ujar Deva lagi yang semakin melemah.

“Kakak yang sabar yaa sebentar lagi Kakak dan keluarga  Kakak akan dibawa ke rumah sakit.”

“Selamatkan terlebih dahulu mamaku dan kakakku Aluna.” Setelah mengucapkan kalimat itu Deva rebah di pangkuan Terryn tak sadarkan diri. Terryn memanggil-manggil ayah dan ibunya agar Deva pun segera ditolong.

“Aku tak apa-apa jika kau tidak mengenaliku Kak Deva, aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi, walau sikapmu dingin dan kasar seperti itu.” gumam Terryn pelan melihat Deva yang sedang bermain basket sendirian di halaman samping rumah mereka. 

Tak ada yang meminta Terryn untuk mengerjakan pekerjaan rumah di kediaman keluarga ibu Imelda karena mereka memiliki sejumlah asisten rumah tangga. Akan tetapi Terryn anak yang rajin dia tidak mau diam saja, usai pulang sekolah dia membantu membersihkan rumah atau sekedar memasak di dapur bersama bi Inah.

“Aduuh Non Terryn, gak usah masuk ke dapur yaa, ini pekerjaan Bibi Inah dan mba Wati di sini. Non Terryn di kamar aja belajar kayak non Aluna atau apa saja.” Bi Inah merasa tidak enak karena Terryn turut membantu pekerjaan mereka.

“Gak apa-apa Bi, saya suka kok, hitung-hitung Terryn belajar memasak dan bisa tahu makanan kesukaan ibu Imelda, kak Aluna dan Kak Deva, juga tahu apa yang mereka tidak suka.” Terryn mengambil sayur yang ada di baskom kecil dan mulai menyianginya.

Bi Inah dan mba Wati saling pandang dan tersenyum, mereka suka dengan sikap rajin Terryn dan sopan santunnya.

“Baiklah, nanti Bibi ajari juga cara masak ikan kuah kuning kesukaan aden Deva dan udang asam manis kesukaan non Aluna.” Bi Inah akhirnya menyerah pada sikap gigih Teryn yang selalu ingin membantu mereka. Selama majikannya tidak menegur atau memarahi mereka karena membiarkan Terryn turut mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugas mereka.

“Bi Inah, masakan kali ini enak banget," puji Aluna di meja makan saat makan malam. Deva pun terlihat lahap menyantap masakan ikan kuah kuning yang tersaji di meja.

“Semua masakan ini dibuat oleh non Terryn, katanya dia mau tahu masakan kesukaan Non Aluna, Den Deva juga ibu.”

Terryn hanya tersenyum melihat ke arah Aluna yang mengangkat dua jempolnya, matanya melirik ke arah Deva yang hanya diam saja tanpa ekspresi apa pun.

‘Yaa ampuuun … orang ini memang luar biasa cuek yaa? Es batu kalah dingin ini.’ Terryn membatin melihat sikap dingin Deva.

“Jangan ngeliatin orang kayak gitu, gak sopan tau!” tegur Deva dengan ketus, dia meminum segelas air lalu mengelap mulutnya dan meninggalkan meja makan.  Terryn terkejut dan segera memalingkan wajahnya. Aluna tersenyum kecil melihat sikap Terryn yang lucu di matanya.

“Jangan ambil hati yaa, Deva emang gitu dari dulu, gak ada manis-manisnya sama cewe. Takut kualat aja dia tuh sama aku kakaknya kalo mau judes-judes gitu hi hi hi….” Aluna tertawa kecil karena Terryn semakin terlihat salah tingkah dan senyum Terryn yang lucu.

“Kamu pintar masak Yin, cuma sayang, kita bakal jarang banget makan malam sama mama, mama orangnya sibuk banget. Apalagi hotel Ibu sekarang sedang berkembang dan ramai-ramainya pengunjung jadi Ibu sering pulang malam.” Aluna mengambil seporsi lagi udang asam manis yang dibuat Terryn tanpa nasi.

“Kak Aluna gak kesepian di rumah cuma sama kak Deva, bibi dan mba?”  tanya Terryn sambil membereskan piring bekas makan mereka.

“Tadinya, tapi sekarang gak lagi karena ada kamu yang temani aku ngobrol dan hhmmmh … jago masak pula, ini lebih enak dari buatan bi Inah,” puji Aluna lagi.

“Terima kasih kalau Kak Aluna suka masakan saya.” Terryn tersenyum dengan sikap baik Aluna.

“Deva juga suka tuh sama masakan kamu, dia makan lahap banget sampai nambah kayak gitu, biasanya cuma sekali makan aja. Dia orangnya susah banget ngungkapin sesuatu di dalam pikirannya dia. Sebenarnya dia mau bilang terima kasih tapi gengsi.” Aluna setengah berbisik mengatakan kalimat terakhirnya. Deva yang sedang duduk di ruang tengah sambil memegang remot tivi sengaja mendehem agak keras, dia tahu kakaknya sedang membicarakannya.

Aluna menaruh telunjuk di depan bibirnya sebagai kode untuk tidak bersuara lagi, dan mereka berdua tertawa tertahan.

“Aku balik ke kamar dulu yaa Yin, kalo ada perlu masuk ke kamarku aja. Aku mau ujian besok.”

“Baik Kak, yang semangat yaa belajarnya.” Terryn mengacungkan lengannya tanda semangat, Aluna melakukan hal yang sama dan keduanya tertawa lagi.

Terryn ingin mencuci piring tapi segera dicegah oleh mba Wati.

“Duuuh … jangan Non Terryn, tadi kan Non sudah masak jadi cuci piring bagiannya Mba yaa? Non Terryn juga harus belajar lhoo kayak non Aluna.” Mba Wati merentangkan tangannya menghalangi Terryn masuk ke dapur. Terryn hanya mengangguk sambil tersenyum kecil kemudian balik badan menuju ke kamarnya. Dia juga baru ingat jika dia punya tugas pekerjaan rumah yang harus segera dikumpulkan besok pagi.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Bukan Boneka
Aku Bukan Boneka
Dalam novel modern Aku Bukan Boneka, seorang wanita harus menghadapi tuduhan perselingkuhan suaminya. Saat ingin memverifikasi kebenaran demi melindungi haknya, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seninya demi memaksanya bercerai. Baca novel online gratis ini sekarang.
Baby Twins Billionaire
Baby Twins Billionaire
Dalam Baby Twins Billionaire, Freya harus membesarkan anak kembar sendirian setelah satu malam kelam. Kini Vero, sang pria dingin, berusaha menebus kesalahannya. Simak kisah modern novel ini dan baca billionaire romance novels selengkapnya sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
Dalam novel romantis modern Calon tunanganku yang direbut adik angkatku, sang protagonis terbangun di masa lalu tepat saat pernikahannya direbut. Enggan mengalah pada Maudy dan Felix dari Grup Setiawan, ia memilih melawan. Baca buku online gratis untuk mengungkap konspirasi ini.
Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
Dalam Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar, Leyla terjebak pernikahan mendadak dengan Colton. Billionaire ini ternyata mengatur segalanya demi obsesi tersembunyi. Simak kisah romance novel ini di web novel pilihan untuk mengungkap motif sang playboy.
Cinta Bisa Tumbuh Lagi
Cinta Bisa Tumbuh Lagi
Di novel romantis miliarder Cinta Bisa Tumbuh Lagi, penglihatan sang protagonis pulih sebelum pernikahan, tetapi ia justru memergoki tunangannya berselingkuh dengan sepupunya. Kecewa, ia membatalkan pernikahan dan memilih menikahi pria vegetatif Keluarga Barata. Baca novel online ini.
Dipaksa Menikahi CEO Kejam
Dipaksa Menikahi CEO Kejam
Dalam novel Dipaksa Menikahi CEO Kejam, Fallen harus menghadapi kebencian ayahnya dan terikat pernikahan dengan pengusaha dingin. Temukan misteri kecelakaan masa lalu dalam romance novel ini. Baca billionaire romance books penuh intrik dan pengkhianatan hanya di platform kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Takdir yang Direbut Kembali
Takdir yang Direbut Kembali
Di kehidupan sebelumnya, Nura Galih dipaksa menjadi selir suami kakaknya yang sedang mengandung, namun ia kehilangan nyawa saat kakaknya melahirkan. Di kehidupan kedua, Nura melangkah hati-hati, berhasil meluluhkan hati Juno Malik yang berkuasa, dan menjadi istri sahnya. Dia merebut kembali kedudukan sebagai putri sah, menyingkirkan semua lawan, hingga orang-orang yang kejam hanya bisa menjerit putus asa.
Cinta yang Mengintai
Cinta yang Mengintai
Enam tahun kemudian, Rio bertemu lagi dengan mantan pacarnya Nabila di pasar malam. Ia kini berjualan jamur goreng dan punya putri kecil. Rio diam-diam mendekat, menyelami hidupnya, dan memilih tetap melindunginya.
Sampai Nafas Terakhir
Sampai Nafas Terakhir
Setelah pengkhianatan keji merenggut nyawanya, Chloe yang terlahir kembali mengabdikan hidupnya yang baru untuk balas dendam. Dia menjerat mantan tunangnya yang pengkhianat dalam jerat kehancuran finansial, sementara di sisi lain berusaha merebut hati Gavin, pria yang pernah rela mati untuknya. Terluka oleh masa lalu yang pedih, Gavin sulit mempercayainya, meski pengabdiannya pada Chloe begitu tulus hingga nyawanya pun rela dia serahkan. Ketika takdir itu kembali berulang, Chloe keluar sebagai pemenang dan akhirnya memiliki pria dengan cinta yang nyaris gila itu.
Menantu Dewa yang Mengatur Kerajaan
Menantu Dewa yang Mengatur Kerajaan
Chu Chen, tuan muda dari keluarga No. 1 di Tiongkok dan peWaris sekte aneh No. 1 di dunia, secara tidak sengaja menyegel dua jiwa dan lima jiwanya dalam perjalanan menuruni gunung setelah menyelesaikan studinya, dan telah menantu laki-laki bodoh selama lima tahun.
Kehidupan Miliarder Saya yang Dicuri
Kehidupan Miliarder Saya yang Dicuri
Tertukar saat lahir, Elis nggak tahu siapa dia sebenarnya hingga dia jatuh cinta pada Simon Mahendra. Itu saat dia mendapatkan hasil DNAnya. Sekarang, dia bimbang antara beri tahu siapa ayahnya sebenarnya pada Simon dan mengambil risiko kehilangan dia atau merahasiakan kebohongan dari pria yang dicintainya.
Naga Bangkit
Naga Bangkit
Sejak kecil, Aditya hidup dalam kemiskinan dan diremehkan semua teman sekelasnya. Namun, ia bangkit dan membalikkan takdir dengan mendirikan Pabrik Garmen Puncak—kini menjadi perusahaan terkemuka di kabupatennya. Ia pun menjelma menjadi lulusan paling sukses dan berhasil menarik perhatian sang pujaan hatinya, Weni. Namun, perjalanan Aditya menuju puncak baru saja dimulai.