Logo
Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

36 Bab
Tamat
Dalam Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan, Amora terjepit antara kemewahan Arka dan ketulusan Vano. Romance novel ini menguji ambisinya di tengah dunia billionaire yang penuh tekanan. Amora harus menentukan masa depannya dalam kisah modern novel yang penuh dilema ini.
Bab 1 dari Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Amora duduk sendirian di sudut kafe, matanya terpaku pada layar laptop yang menampilkan desain arsitektur canggih. Rambut panjangnya yang tergerai menambah kesan serius pada wajahnya yang cantik. Di usianya Amora Carolline yang baru menginjak 28 tahun, Amora telah membangun nama di dunia arsitektur dengan karya-karyanya yang inovatif.

Di seberang meja, temannya Berlin menghampiri sambil membawa dua cangkir kopi. "Serius amat lu Amora, apa yang membuatmu terlihat serius gitu?" tanya Berlin dengan senyuman ramah.

Amora mengembangkan senyuman tipis. "Oh ini Ber, gue cuma terjebak dalam mimpi arsitekturku lagi. Ada proyek besar yang pengen gue garap, tapi sepertinya akan menjadi tantangan besar."

Berlin meletakkan cangkir kopi di depan Amora. "Lu pasti bisa mengatasi tantangan itu, Mor. Semua karyamu selama ini luar biasa."

Amora mengangguk sambil meneguk kopi. "Lu tau ga sih Ber, gue tuh kadang merasa ada something yang kurang di hidupku. Lu kalo liat temen-temen pada nikah ngerasa iri ga?"

Berlin mengangguk mengerti, "Gue tau banget, Mor. Tapi liat, setiap orang punya jalannya sendiri. Lu kan udah sukses di bidang arsitektur. Mungkin sekarang saatnya lu fokus sama kebahagiaan pribadi, siapa tau ada yang lagi nungguin lu di luar sana."

Amora menatap Berlin dengan pandangan penuh pertemanan. "Lu selalu tau cara bikin gue mikir positif, Ber. Tapi kadang gue bener-bener bingung, pengen punya karir yang sukses tapi juga pengen punya kehidupan pribadi yang bahagia."

“Gue pengen tiap abis pulang kerja ada yang nanyain ‘how was ur day sayang’ terus kalo mau tidur ada yang ngucapin ‘good night sayang’ sweet banget kan, Ber” lanjut Amora sambil mengkhayal.

Berlin tersenyum melihat Amora yang tengah melayangkan impian romantisnya. "Iya Mor, sweet banget. Tapi lu juga tau, nggak semua orang bisa bikin hari-hari lu jadi kayak gitu."

Amora mengangguk setuju, "Gue tau sih, Ber. Tapi kadang-kadang, ngebayangin hal-hal kecil kayak gitu aja bisa bikin hati ini hangat, kan?"

Berlin tertawa, "Emang bener. Lu punya rencana apa nih, Mor? Lagi ada yang bikin hati lu berbunga-bunga?"

Amora memalingkan wajahnya, mencoba menyembunyikan senyuman malu. "Ah, gak ada apa-apa lah. Cuma lagi ngayal-ngayal aja. Siapa tau suatu hari nanti ...."

Berlin menggoda, "Siapa tau suatu hari nanti lu nemu seseorang yang bisa ngerangkul lu tiap malam dan bilang, 'Good night, Sayang'."

Amora tertawa, "Siapa tau, Ber. Siapa tau." Tatapan matanya melayang jauh, membayangkan kemungkinan-kemungkinan indah yang mungkin saja menanti di depan sana.

Dalam lamunan dan tawa bersama Berlin, Amora merasa semakin yakin bahwa kebahagiaan dan romansa masih bisa menjadi bagian dari hidupnya yang sibuk sebagai seorang arsitek sukses. Seiring malam tiba, Amora pulang dengan harapan di hatinya. Meskipun hanya sebatas khayalan dan percakapan ringan, ia merasa semakin termotivasi untuk menciptakan keseimbangan antara kesuksesan karir dan kehidupan pribadi yang bahagia.

Saat tiba di apartemen, Amora melihat pemandangan indah matahari terbenam dari jendela apartemennya. Ia merenung sejenak, memikirkan kata-kata yang baru saja diucapkan. "How was ur day sayang" dan "good night sayang" terdengar seperti melodi yang indah di telinganya.

Dengan langkah hati-hati, Amora meraih ponselnya dan mengecek pesan-pesan yang masuk. Meskipun belum menemui pesan romantis yang ia bayangkan, ia tak bisa menahan senyum ketika melihat ucapan terima kasih dari salah satu klien atas desain briliannya hari itu.

Sambil meresapi kebahagiaan kecil dari pencapaian profesionalnya, Amora menghela napas. "Mungkin, suatu hari nanti," gumamnya sambil tersenyum. Ia yakin bahwa seperti proyek arsitekturnya, hidupnya juga sedang mengalami proses perencanaan yang rumit dan indah.

Ketika lagi sibuk membayangkan hal-hal yang belum terjadi tiba-tiba, pintu apartemen terbuka dan Amora mendengar langkah-langkah ringan di koridor. Ia berbalik dan di depannya, tampak seorang wanita dewasa dengan senyuman hangat yang tak terbendung. Itu adalah mamanya, Elena.

"Elena, Sayang!" serunya sambil berlari memeluk Amora. "Aku tahu kau pulang, jadi aku mampir sebentar. Bagaimana kabarmu, Nak?"

Amora tersenyum bahagia melihat kehadiran mamanya. "Kabarku baik, Ma. Sedang sibuk dengan proyek-proyek di kantor. Bagaimana denganmu?"

Elena melihat sekeliling apartemen Amora dengan penuh kekaguman. "Wah, anakku sudah besar, punya apartemen sendiri. Bangga banget ibu."

Amora tertawa. "Mama selalu bisa membuat suasana ceria ya. Ada apa, sebenarnya Ma?"

Elena mengambil tempat duduk di sofa dan menggenggam tangan Amora. "Aku hanya merindukanmu, Nak. Lagipula, aku dengar kabar bahwa kau lagi sibuk dengan proyek besar. Mama ingin memastikan bahwa kau tetap bahagia dan sehat."

Amora tersenyum lembut. "Terima kasih, Ma. Aku baik-baik saja, dan aku bersyukur memiliki ibu yang selalu peduli."

Mereka berdua duduk bersama, berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing. Elena memberikan dukungan dan semangat kepada Amora, dan Amora merasa hangat dalam pelukan kasih sayang ibunya. Meski kadang-kadang hidup sibuk, momen-momen seperti ini membuatnya menyadari bahwa kebahagiaan juga dapat ditemukan dalam kebersamaan dengan keluarga tercinta.

Ketika Alena dan Amora lagi asik mengobrol ringan tiba-tiba Alena memberitahu Amora anaknya untuk dijodohkan dengan anak sahabatnya. Amora terkejut mendengar pengumuman tak terduga dari ibunya. Matanya membulat, mencerminkan kebingungan dan keterkejutannya, "Jodoh? Mama serius?" tanyanya dengan suara terkejut.

Elena tersenyum lembut, mencoba meredakan kekhawatiran Amora. "Iya, sayang. Mama yakin kamu akan menyukainya. Dia adalah anak sahabat mama, ia pria yang sangat baik, dan kalian memiliki banyak kesamaan."

Amora mencoba menenangkan diri, namun ekspresinya tetap penuh tanya. "Tapi, Ma, aku belum siap untuk hal seperti itu. Aku sedang fokus dengan karir dan proyek-proyekku sekarang."

Elena mencoba meyakinkan, "Cinta bisa datang seiring waktu, Nak. Mama hanya ingin kamu bahagia, dan mungkin ini adalah cara yang baik untuk memberi kamu peluang untuk menemukan seseorang yang bisa membuatmu bahagia."

Amora menghela napas dalam-dalam. "Aku mengerti, Ma. Tapi, bisakah kita bicarakan lebih lanjut tentang ini? Aku ingin terlibat dalam keputusan yang menyangkut hidupku sendiri."

Elena mengangguk mengerti, "Tentu, Sayang. Kita bisa bicarakan semuanya dengan tenang. Mama hanya ingin yang terbaik untukmu."

Mereka berdua melanjutkan percakapan, membicarakan harapan, kekhawatiran, dan apa yang Amora inginkan dalam hidupnya. Meskipun terkejut awalnya, Amora merasa lega dapat membuka pikirannya pada kemungkinan baru. Dalam kebersamaan dengan mamanya, ia merasa bahwa keluarga adalah tempat di mana dia bisa berbagi setiap detail kehidupannya, termasuk tentang cinta dan masa depannya.

Meskipun di dalam hatinya Amora mengidamkan kata-kata manis dan kehangatan dari seseorang yang istimewa, ia merasa belum sepenuhnya siap untuk melibatkan diri dalam hubungan yang lebih serius. Mungkin Amora saat ini belum sepenuhnya siap menikah, tapi bagaimana dengan hari-hari berikutnya?

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

30 Days With Mr. Vague
30 Days With Mr. Vague
Dalam 30 Days With Mr. Vague, Rose diculik oleh pewaris takhta billionaire yang kejam, Louton Vague. Di balik kedinginannya, Rose menemukan rahasia kelam. Baca romance novel penuh mystery story ini untuk melihat apakah Rose mampu mengubah sang penculik di web novel yang menegangkan ini.
Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
Dalam novel modern Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan, Evalia terjebak ambisi Hanson Dirgantara yang terobsesi menikahinya setelah kehamilan tak terduga. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Eva mempertahankan impian menjadi dokter di tengah jerat pria licik.
Benih Sang Kakak Ipar
Benih Sang Kakak Ipar
Dalam novel Benih Sang Kakak Ipar, Aura terjebak obsesi gelap Adrian Mahendra, pengusaha dingin yang memanipulasi keadaan di rumah mewahnya. Di antara kesetiaan pada Gavin dan jeratan kuasa sang miliarder, ia harus memilih. Baca romance novel ini di antara koleksi fiction books kami.
Budak ranjang tuan muda
Budak ranjang tuan muda
Dalam Budak ranjang tuan muda, Renata dikhianati dan dijual oleh kekasihnya kepada Albert. Mahasiswa ini terjebak dalam obsesi sang billionaire yang penuh konflik. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan cinta mereka melawan restu orang tua dalam webnovel yang emosional.
Kau Layak Menderita
Kau Layak Menderita
Dalam novel Kau Layak Menderita, Selina terjebak pernikahan paksa dengan Rafael Donovan. Saat Rafael lumpuh, Selina memilih membalas dendam demi menguasai harta billionaire tersebut. Temukan konflik benci dan cinta dalam billionaire romance novels ini melalui layanan web novel kami.
Kehadirannya Membuatku Tersiksa
Kehadirannya Membuatku Tersiksa
Dalam novel romance modern Kehadirannya Membuatku Tersiksa, Arlena terjebak perjodohan dengan pria misterius. Rahasia terbongkar saat suaminya ternyata seorang miliarder posesif. Baca billionaire romance novels ini untuk mengungkap misi cinta sang suami yang menguasai dunia.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Merayu Pria yang Salah
Aku Merayu Pria yang Salah
Karena tak ada jalan keluar, Vera mengincar Yael Brown, pria berkuasa yang dikenal dingin dan kejam. Yael tahu niatnya sejak awal, tapi memilih meladeninya dan tanpa sadar ikut tertarik. Permainan perhitungan itu perlahan berubah menjadi jerat emosional, meruntuhkan sang pria tak tersentuh dan mengikat takdirnya pada Vera.
Melayang Tanpa Sayap
Melayang Tanpa Sayap
Pemuda jenius, Evan, sebenarnya adalah tuan muda Keluarga Buana, karena tersesat 15 tahun yang lalu, dia dipungut oleh Keluarga Handika, dan dianiaya oleh tuan muda Keluarga Handika. Untungnya, keempat tante Evan adalah dewi perang, aktris terkenal, dokter ajaib, dan ratu bisnis. Setelah menemukan Evan, mereka memanjakannya dan mempermalukan tuan muda palsu!
Cinta dari Ibuku
Cinta dari Ibuku
Tua, miskin, dan bisu. Tiga kata ini sangat melekat pada Feni Dawin, seorang ibu yang membesarkan dua anaknya sendirian. Walau menjalani kehidupan yang sulit, Feni tidak menyerah dan tetap merasa bahagia asalkan hidup bersama kedua putranya. Suatu hari, anak bungsunya tiba-tiba menghilang. Dunia Feni seakan runtuh, dia sangat bersedih atas kematian anak bungsunya. Namun, tanpa dia sadari, anak bungsunya yang menghilang kembali ke pangkuannya. Bagaimana kisah mereka? Akankah mereka bisa berkumpul kembali?
Nyamar Jadi Pria demi Anak
Nyamar Jadi Pria demi Anak
Maya Wijaya hamil lima tahun lalu, kerja keras demi anak. Menyamar jadi pria, jadi pengasuh, ternyata bosnya ayah si anak. Mereka jatuh cinta dan akhirnya bersama.
Reinkarnasi Dewa Judi
Reinkarnasi Dewa Judi
Rudi, seorang Dewa Judi yang tidak pernah kalah dalam perjudian justru kalah dalam hidupnya. Rudi, istrinya dan keluarganya dibunuh oleh musuh dalam dunia judi yang dendam terhadapnya. Ia reinkarnasi menjadi seorang pemabuk berat, Yadi yang kebetulan putranya juga dalam masalah perjudian. Di saat itulah ia tahu kenapa dari sekian banyak orang yang meninggal tetapi cuma dia yang reinkarnasi.
Gadis Sewaan Jadi Idaman
Gadis Sewaan Jadi Idaman
Putra konglomerat itu tergila-gila pada gadis populer nan licik di sekolah. Untuk mengatasi hal ini, sang taipan mencari wanita manipulatif berwajah malaikat bernama Alexa untuk dijadikan menantu idaman. Alasannya sederhana: kalau putra mereka memang menyukai tipe gadis seperti itu, akan mereka carikan versi yang lebih powerful. Alexa dengan senang hati menerima tugas menyelamatkan pewaris mabuk cinta itu, karena imbalannya terlalu menggiurkan untuk ditolak. Tapi siapa sangka, lawan yang harus dihadapinya tak lain adalah adik tirinya sendiri.