Logo
30 Days With Mr. Vague
30 Days With Mr. Vague

30 Days With Mr. Vague

88 Bab
Tamat
Dalam 30 Days With Mr. Vague, Rose diculik oleh pewaris takhta billionaire yang kejam, Louton Vague. Di balik kedinginannya, Rose menemukan rahasia kelam. Baca romance novel penuh mystery story ini untuk melihat apakah Rose mampu mengubah sang penculik di web novel yang menegangkan ini.
Bab 1 dari 30 Days With Mr. Vague

Aku diculik.

Setidaknya itu yang aku tahu ketika terbangun sudah berada di sebuah ruangan berukuran kurang lebih dua belas meter persegi. Memang tidak jauh berbeda dengan ukuran ruang kamarku, tapi meminum dua teguk sampanye untungnya tidak terlalu membuatku mabuk hingga lupa bagaimana rupa dari kamar yang telah aku tempati selama hampir dua puluh tahun. Terlebih tidak ada apa-apa di dalam ruangan ini selain tempat tidur, meja, juga shower box.

"Halo?" panggilku pada siapa pun yang mungkin saja mendengar. Sayangnya, tidak ada jawaban.

Sial. Aku tidak bisa bersikap biasa saja seperti ini. Aku sedang diculik. Aku tidak tahu apa yang akan penculik itu lakukan padaku jika aku hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun. Aku harus melakukan sesuatu untuk bisa membebaskan diri.

Belum juga kakiku mencapai pintu, pintu yang dimaksud tiba-tiba mengeluarkan bunyi desis. Bersamaan dengan itu pula pintu bergeser ke samping seperti halnya sebuah pintu lift ketika terbuka.

Dari balik pintu yang telah terbuka tersebut, seorang pria muda berwajah tampan, berpostur tinggi, tegap, proporsional, model rambut buzz cut, muncul dan berdiri di ambang pintu. Tangan kanannya menjinjing sebuah paper bag, sementara tangan kirinya disembunyikan dalam saku jaket bomber berwarna hijau army yang ia pakai.

Aku mematung di tempat. Menatap seseorang yang aku sendiri tidak menyangka bahwa ialah orang yang telah menculikku.

"Mr. Vague?" tanyaku bernada tak percaya. "I-ini benar kau?"

Mata Mr. Vague memicing sedetik setelah aku menyebut namanya.

"Rupanya kau mengenalku," ujarnya datar dan terkesan tidak terlalu senang.

"Ya—eh, tidak," ralatku segera. "Maksudku, tidak terlalu kenal, tapi aku tahu kau tentu saja."

"Rasa-rasanya aku tidak berencana untuk mengekspos diriku sendiri agar diketahui orang banyak."

Mr. Vague melangkah lebih ke dalam ruangan. Tadinya aku pikir ia akan membiarkan pintu tetap terbuka, tapi tiba-tiba tangannya menyentuh sesuatu yang ada pada salah satu sisi tembok dan pintu kembali tertutup. Mungkin ada semacam pemindai telapak tangan di sana. Dan, itu tampak tidak bagus untukku.

"Kau … mungkin begitu, tapi tidak dengan orang lain. Mereka dengan senang hati membuatmu terekspos," jawabku tanpa sadar bergerak mundur secara perlahan saat Mr. Vague mendekat.

“Jadi apa yang kau tahu dariku?” tanya Mr. Vague sudah berdiri tepat di depanku.

"Kau?"

"Siapa lagi?"

Meskipun masih berjarak satu langkah, aku sudah bisa melihat mata birunya yang jernih. Belum pernah aku melihatnya dalam jarak sedekat ini dan kuakui bahwa matanya begitu memukau.

Aku menelan ludah. Bagaimana caranya menatap membuatku terintimidasi.

"Oh, kau …," jujur saja aku canggung ditatap dengan seorang pria sepertinya, "yang aku tahu kau menjadi ahli waris Vague Holding Group."

"Hanya itu?"

Aku berpikir. "Memang hanya itu informasi yang paling melekat di dirimu," jawabku. Selama sesaat yang tidak terlalu menyenangkan, kupikir ia akan merespons jawabanku, tapi ternyata ia hanya diam seolah menunggu kalimatku yang selanjutnya. “Tapi aku rasa kau tidak terlalu senang dengan posisi itu.”

Mata biru Mr. Vague menyala.

"Kau berpikir begitu?"

“Maaf,” kataku kemudian. “Itu hanya menurutku. Tolong jangan cabut beasiswaku hanya karena aku berkata kurang sopan.”

"Rupanya kau berkuliah di UC Berkeley." Mr. Vague memberi tanggapan.

“Kau menebaknya."

“Karena program beasiswa Vague Holding Group memang hanya ada di sana,” jelas Mr. Vague seraya menyodorkan tangannya yang sedari tadi memegang paper bag. “Makananmu seharian ini. Pastikan cukup sampai makan malam."

Aku memandang paper bag yang masih menggantung di tangannya. Menerima dengan ragu sambil mengecek apa isi di dalam paper bag tersebut.

"Sandwich dan air mineral?"

"Seperti yang kau lihat."

"Dan kau bilang hanya ini makananku untuk seharian ini? Apa kau serius?"

"Aku tidak pernah tidak serius dan jangan buatku harus menjelaskan dua kali."

“Mr. Vague, tapi ini … jujur aku bisa menghabiskan semua ini sekarang juga. Bahkan aku bisa menghabiskan dua sandwich sewaktu sarapan," ungkapku dan ia hanya bergeming mendengar pengakuanku yang mungkin sedikit memalukan. Terlihat sekali jika aku sangat lapar juga banyak makan.

“Silakan saja jika ingin langsung kau habiskan, tapi kutegaskan bahwa aku hanya akan memberikan makanan untukmu satu kali di pagi hari setiap harinya dan untuk hari ini hanya itu yang aku berikan,” jelasnya berbalik pergi di saat aku masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?” tanyaku pada akhirnya. Kemunculan Mr. Vague beberapa menit lalu nyaris membuatku lupa bahwa aku sedang diculik olehnya.

Langkah kaki Mr. Vague terhenti, lalu ia kembali berbalik menghadapku.

“Apa yang aku perbuat sampai kau berbuat seperti ini? Bahkan aku sama sekali tidak mengenalmu. Jika ada suatu kesalahan yang pernah aku lakukan, tolong katakan, tapi jangan seperti ini.”

“Kau tidak melakukan kesalahan apa pun, Rose.”

Aku tertegun. “Kau tahu namaku.”

“Hampir semua informasi tentangmu ada di dalam dompet dan ponsel.”

“Oh.” Kepalaku berkeliling. Baru sadar jika tas, dompet, juga ponselku tidak ada di mana pun. “Lalu apa? Jika aku tidak melakukan kesalahan apa pun padamu, kenapa aku bisa ada di sini? Kenapa kau menculikku?” tanyaku menekan dan matanya kembali menyala.

Mr. Vague sekali lagi mendekat. Tidak terlalu tampak, tapi aku merasa ada perbedaan dari sorot mata juga ekspresi wajahnya. Rahangnya mengatup kuat, kulit di area wajah dan lehernya tertarik, bibir tipisnya mengerut seakan tengah menahan sesuatu yang muncul dari dalam dirinya. Apa aku membuatnya marah? Tapi seharusnya akulah yang marah!

“Kau tidak perlu tahu alasannya,” jelasnya dengan suara pelan, dalam, dan mengintimidasi.

Aku takut, tapi aku tetap berusaha terlihat berani.

“Aku perlu tahu," tegasku.

"Tidak untuk sekarang."

"Apa bedanya sekarang atau nanti?" balasku berkeras tanpa memedulikan reaksinya. "Intinya aku perlu tahu alasan kenapa aku ada di sini. Kau tidak bisa seenaknya melakukan ini pada—AH!” jeritku ketika Mr. Vague tiba-tiba menjambak rambutku begitu kuat hingga kepalaku ikut tertarik ke bawah dengan kasar. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh tarikan yang terjadi di antara rambut dan kulit kepala benar-benar terasa menyakitkan.

Dalam posisi itu, Mr. Vague semakin mendekatkan wajahnya pada wajahku. Ekspresi yang tadinya terlihat datar, seketika berubah menjadi bengis.

“Kau ikuti saja apa yang aku perintahkan,” katanya berbisik dan menekan, dimana bibirnya nyaris mengenai daun telingaku. Menghadirkan rasa merinding yang luar biasa. Mataku terpejam dan hanya bisa merintih.

"Cukup … tolong … ini sakit," rintihku saat ia makin menjambak rambutku.

"Kukatakan sekali lagi. Itu adalah makanan dan minumanmu selama seharian ini dan kau tidak perlu bertanya kenapa kau bisa ada di sini. Mengerti, Proserpina Johnson?”

Mendengar Mr. Vague menyebut nama lengkapku, hanya makin membuat tubuhku seperti terserang oleh sengatan listrik ratusan volt. Terkesan berlebihan, tapi memang itu yang kurasakan. Suaranya benar-benar mampu menghadirkan sensasi itu.

"Jawab aku jika kau mengerti."

Kepalaku mengangguk pelan.

"Aku butuh suaramu, Rose."

Sebisa mungkin aku berusaha mengeluarkan suaraku di tengah kesakitan yang kuterima.

"A-aku mengerti."

"Gadis baik."

Setelahnya, Mr. Vague melepas tangannya dengan lebih dulu menarik rambut, kepala, beserta tubuhku hingga jatuh ke lantai. Kemudian ia langsung pergi tanpa mengatakan apa pun. Betul-betul pergi menghilang di balik pintu yang kembali tertutup rapat. Meninggalkanku seorang diri dengan kondisi masih dihinggapi rasa tidak percaya, bingung, dan takut atas perlakuan seorang Louton Vague.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bukan Menantu Idaman Mama
Bukan Menantu Idaman Mama
Dalam Bukan Menantu Idaman Mama, seorang pewaris billionaire harus memilih antara loyalitas keluarga atau cintanya pada Alya. Konflik pecah saat ia menentang rencana bisnis ibunya demi pernikahan impian. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan mereka di platform web novel kami.
Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
Dalam billionaire romance novels ini, Jillian menghadapi rumor perpisahan pahit. Namun, di luar dugaan, Rhett justru membatalkan perceraian dan mengumumkan kelahiran anak mereka ke publik. Simak kisah Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi di platform web novel kami.
Istriku Janda Kaya
Istriku Janda Kaya
Diceraikan karena miskin, Dimas mendadak menikahi Luna, seorang miliarder, lewat perjanjian rahasia. Namun, kebahagiaan mereka terancam saat sang mantan istri kembali untuk menghancurkan rumah tangganya. Baca Istriku Janda Kaya, pilihan billionaire romance novels terbaik di webnovel.
Kontrak Ranjang Sang Kapten
Kontrak Ranjang Sang Kapten
Dalam Kontrak Ranjang Sang Kapten, Dara membalas dendam pada mantan kekasihnya dengan pilot senior Arjuna. Terjebak dalam romansa modern novel ini, ia harus menghadapi konsekuensi tak terduga dari pewaris maskapai. Simak kisah billionaire romance novels ini hanya di sini.
Married to the Scandalous Billionaire
Married to the Scandalous Billionaire
Dijual ibu tirinya demi melunasi utang, Beverley Holmes terpaksa masuk ke dunia Married to the Scandalous Billionaire. Di genre modern ini, Brent Oliver harus memilih antara kekasih rahasia atau pesona istrinya. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti kisah cinta yang rumit.
Obsesi Liar Mantan Bosku
Obsesi Liar Mantan Bosku
Dalam Obsesi Liar Mantan Bosku, Cindy terjebak utang judi suaminya hingga dipaksa melayani Sebastian, sang billionaire yang terobsesi padanya. Baca romance novel ini untuk melihat perjuangan Cindy lepas dari jeratan mantan bosnya dalam web novel penuh intrik dan pengkhianatan ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Dari Penjara ke Pelukan Suami Miliarder
Dari Penjara ke Pelukan Suami Miliarder
Sunira rela menanggung kesalahan demi pacarnya yang brengsek dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Saat di dalam penjara, ia didatangi oleh Kakek Doni Felikan, yang memintanya mendonorkan darah untuk cucunya, Yandi. Demi kesempatan bebas lebih cepat, Sunira pun menyetujui permintaan itu. Namun, tak disangka, setelah kembali ke rumah, Sunira justru memergoki pacarnya selingkuh dengan atasan perempuannya. Hancur dan putus asa, Sunira akhirnya menikah kilat dengan Yandi. Setelah menikah, Sunira diperlakukan bak ratu dan dimanja oleh Yandi. Bersama-sama, mereka membalas dendam mantan pacar dan wanita selingkuhannya. Hingga dikaruniai seorang putri kecil yang menggemaskan!
[Versi suara dubbing]  Hati-Hati yang Terikat
[Versi suara dubbing] Hati-Hati yang Terikat
Pada dekade 1980-an, seorang pekerja wanita, bercerai dan memiliki seorang putri, menghadapi ketegangan dan penolakan tempat tinggal. Seorang guru melamarnya secara tiba-tiba, dan mereka membentuk keluarga baru, berjuang bersama dengan jejak di seluruh jalan-jalan.
Jujur Saja, Akulah Ibu Naga!
Jujur Saja, Akulah Ibu Naga!
Dua puluh tahun lalu, Julia Loren, yaitu Ibu Naga tanpa sengaja menyelamatkan Yanto Govan dan keluarganya. Lama-kelamaan, mereka pun jatuh cinta. Akhirnya Julia memutuskan untuk tinggal bersama Yanto dan mengasuh tiga anak tirinya. Dua puluh tahun kemudian, mantan istri Yanto, Maria Winoto tiba-tiba muncul. Ketiga anak itu malah lebih memihak ibu kandung mereka dan mengusir Julia, satu-satunya orang asing di keluarga itu. Sadar dikhianati, Julia memilih melepaskan ikatan ini. Tak lama kemudian, bisnis Keluarga Govan mulai bermasalah dan Maria ternyata cuma mencari kemewahan. Barulah Keluarga Govan teringat akan kebaikan Julia dan berusaha memohonnya kembali. Tapi sudah telat, Julia sudah mati rasa dan memulai hidup baru.
Cinta Penuh Rintangan
Cinta Penuh Rintangan
Kecelakaan saat mabuk secara tak terduga menjeratnya dengan CEO masa depan.
Jenderal Wanita Juga Bisa Dapat Cinta
Jenderal Wanita Juga Bisa Dapat Cinta
Jenderal yang pulang setelah memenangkan perang mengira akan menikah dengan tunangannya yang baik itu, tak disangka tunangannya ternyata orang yang serakah akan kekuasaan dan memilih menikah dengan wanita yang menyamar menjadi adik jenderal. Di saat itu, semua orang mengira wanita yang hanya bisa seni bela diri ini akan menjadi lajang tua, tak disangka dia malah menikah dengan orang yang sangat sederhana, mereka bahkan melewati banyak rintangan dan hidup senang.
Orang Tercintamu di Depanmu
Orang Tercintamu di Depanmu
Jennifer Elliora yang hampir mati setelah diambil darah untuk kakaknya, Kendrick Elliora, dibuang oleh pengurus yang baik hati ke gerobak pemulung, Robert Terrel. Karena sama-sama memiliki darah RH negatif, Robert berhasil menyelamatkan Jennifer dan mengasuhnya sampai besar. Jennifer yang berubah nama menjadi Wulan Terrel bekerja di Grup Elliora setelah tamat kuliah. Namun, karena Grup Elliora yang menunda pembayaran upah Robert, Wulan menyinggung Kendrick Elliora yang kini merupakan Tuan Muda Grup Elliora. Sejak itu, Wulan selalu ditindas oleh Kendrick yang sebenarnya adalah kakak kandungnya. Apakah Wulan akan berhasil menemukan keluarga kandungnya? Kapan Kendrick akan tahu bahwa wanita yang selama ini dia tindas merupakan adik ketiga yang dicarinya sejak lama?