Logo
Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline
Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline

Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline

37 Bab
Tamat
Dalam Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline, Angeline harus menghadapi bos arogan yang terobsesi padanya. Perbedaan prinsip dan masa lalu kelam menjadi rintangan besar. Baca billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Nathan di salah satu romance stories terbaik.

Ringkasan Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline

Angeline sangat membenci Nathan, atasan arogan yang telah mengakuisisi perusahaannya. Demi ambisi pribadinya, Nathan rela menghancurkan hubungan asmara Angeline dan menjadikannya asisten pribadi. Namun, prinsip mereka bertolak belakang; bagi Nathan hubungan adalah soal nafsu, sementara Angeline memegang teguh kehormatannya. Di balik konflik tersebut, keduanya menyimpan masa lalu kelam. Akankah Nathan berhasil meluluhkan hati Angeline, atau perbedaan itu justru memisahkan mereka?
Selengkapnya

Bab 1 dari Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline

Penyejuk ruangan menyala, namun suasana tetap terasa panas di dalam ruangan Presiden Direktur. Seorang wanita dengan pakaian minim tampak tengkurap di atas meja, di belakangnya berdiri seorang lelaki tinggi kekar berpakaian rapi. Suara-suara tidak pantas keluar dari bibir merah si wanita.

"Betul. Suruh dia membuat surat pernyataan bahwa tidak akan menuntut ganti rugi atas semua proses penyitaan." Lelaki itu, Nathaniel, tidak berhenti berbicara di telepon meskipun tengah melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

Terdengar suara ketukan. Pintu terbuka dan terdengar suara seseorang menarik nafas tajam. Nathan menoleh sekilas dan melihat sekretarisnya bersama seorang wanita muda berwajah manis. Wanita itulah yang mengeluarkan suara terkejut.

"Maaf Pak, kami akan kembali nanti," kata Cindy, si sekretaris.

Segera kedua wanita itu menghilang di balik pintu. Nathan menyelesaikan urusannya dan melepaskan diri dari wanita yang berada di atas meja. Tangannya mengetikkan sesuatu di handphone sementara wanita itu membenahi make up dan pakaiannya yang berantakan.

"Bayaranmu sudah kutransfer," ucap Nathan dingin.

"Panggil aku kapan pun kamu butuh, Sayang," desah si wanita yang rupanya adalah wanita panggilan.

Nathan mengabaikan dan duduk di belakang meja. Wanita itu melangkah keluar dari ruangan Presiden Direktur. Tidak lama Cindy kembali bersama wanita muda berwajah manis tadi.

"Pak, ini sekretaris dari perusahaan lama yang diakuisisi," info Cindy.

"Silakan duduk." Nathan mengamati wanita berambut panjang itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Cindy meninggalkan mereka berdua dalam ruangan. Wanita itu menoleh gelisah. Nathan menahan senyum.

"Duduklah," kata Nathan sekali lagi. Biasanya dia tidak akan sesabar itu menghadapi wanita, tapi ada sesuatu yang menarik dengan wanita berambut panjang ini.

Wanita itu duduk tanpa bersuara. Tampaknya dia shock karena melihat adegan tidak pantas yang baru saja berlangsung di atas meja.

"Siapa namamu?" tanya Nathan.

"Angeline."

Nathan membatin, nama yang indah.

"Sudah berapa lama kamu bekerja sebagai sekretaris?" Nathan bertopang dagu.

"Empat tahun." Angeline menelan ludah. Lelaki di hadapannya tampan namun memberi kesan berbahaya, terutama karena ada bekas luka yang membelah alis kirinya dari dahi hingga ke sudut mata.

Beberapa saat mereka saling mengamati lawan bicara. Nathan menyayangkan gaya berpakaian Angeline yang sangat tertutup—kemeja hitam yang terkancing sampai leher dan celana panjang hitam—sehingga dirinya tidak dapat menilai tubuh wanita tersebut. Sementara Angeline tetap memasang wajah datar meskipun melihat bayangan hitam di dalam lengan kiri kemeja putih Nathan. Mungkin sebuah tato?

"Sudah baca kontrak yang harus ditandatangani?" tanya Nathan.

"Sudah. Hanya saja ada poin yang saya merasa terlalu berat." Angeline mengembalikan fokusnya pada wajah Nathan.

"Oh ya? Di bagian mana?" Seulas senyum tipis menggantung di bibir Nathan.

"Penalti jika karyawan mengajukan resign sebelum habis kontrak. Tidak bisakah direvisi? Saya tidak mau tanda tangan jika dibebani penalti sebesar dua belas bulan gaji." Angeline berterus terang.

"Tidak bisa. Semua karyawan menandatangani kontrak yang sama. Apa yang membuat saya harus membedakan kamu? Lagipula kontrak tersebut hanya berjangka waktu tiga tahun, dan nominal gaji yang ditawarkan jauh lebih baik dibanding bos lamamu, bukan?" Nathan bersandar santai seolah sedang membicarakan cuaca hari ini.

Angeline terdiam sesaat, "Akan saya pikirkan terlebih dulu."

Nathan memicingkan mata. Wanita ini tidak tertarik dengan jumlah gaji yang ditawarkan? Apakah dia sedang memainkan trik jual mahal?

Meskipun wajahnya terlihat tenang, tapi kedua tangan Angeline saling meremas dengan gelisah. Gaji yang ditawarkan Wayne Group, perusahaan di bawah pimpinan Nathaniel Wayne, memang sangat menggiurkan. Angeline berharap Nathan mau mengurangi besaran penalti dalam kontrak kerja.

"Begini saja, bekerjalah dahulu selama tiga bulan. Kamu akan menerima gaji sesuai kontrak tanpa penalti. Hanya tiga bulan, setelah itu kamu bisa memutuskan akan lanjut atau tidak." Nathan memberikan penawaran menarik lainnya. Dia terlalu penasaran dengan apa yang ada di balik kemeja hitam Angeline yang tertutup rapat itu.

"Tiga bulan percobaan? Tidak perlu tanda tangan kontrak?" Angeline memastikan.

"Saya akan merubah surat kontraknya, khusus untuk kamu." Nathan tidak menyembunyikan senyumnya yang menawan.

"Baiklah kalau begitu. Saya bisa menerima kondisi tersebut," ujar Angeline.

"Mulailah hari ini," kata Nathan dengan nada yang tidak dapat diganggu gugat.

Angeline mengernyit, "Apa?"

"Mulailah bekerja hari ini, Angeline."

"Hari ini saya belum siap. Besok saja, Pak," tawar Angeline.

"Tempat tinggalmu dekat?" tanya Nathan.

"Tidak terlalu jauh."

"Pulanglah untuk bersiap-siap, lalu kembali kemari. Nanti siang ada meeting di luar dan saya butuh kamu."

"Tapi—"

"Saya tidak akan memotong gajimu hari ini," imbuh Nathan.

Hening sesaat. Angeline menghitung berapa besar pemotongan gaji satu hari dalam sebulan. Setelah menyadari bahwa jumlahnya cukup besar dia memutuskan untuk menurut.

"Baik, kalau begitu saya pulang dulu. Saya akan kembali secepat—"

"Terlalu lama! Saya akan mengantarmu pulang, setelah itu kita pergi bersama." Nathan berdiri mendadak.

Angeline tersentak kaget, matanya terbelalak, "A—apa?"

"Kubilang saya akan mengantarmu pulang. Ayo." Nathan memakai jas dan berjalan mendahului ke pintu.

Otak Angeline nyaris membeku dengan tindakan Nathan. Dia sangat keberatan lelaki ini berada di dekat ruang pribadinya. Nathan sudah kehilangan rasa hormat Angeline karena adegan panas yang dia pertontonkan tadi.

"Kenapa masih duduk? Kamu tidak paham kalau waktu sangat berharga?" sergah Nathan.

"Tidak usah diantar, saya bisa naik ojek motor, lebih cepat daripada mobil," ketus Angeline.

Nathan tersenyum, "Siapa bilang kita naik mobil?"

"Apa?" Angeline melongo.

Langkah kaki Nathan yang panjang membuat Angeline harus berjalan cepat mengejar. Siapa suruh kakinya tidak sepanjang bos baru ini? Nathan memperhatikan bahwa Angeline tidak terengah meskipun harus berjalan cepat hingga hampir berlari. Tampaknya wanita ini memiliki fisik yang kuat.

"Kamu tinggal di mana?" Nathan memberikan helm untuk Angeline.

Dengan sangat terpaksa Angeline memberitahukan apartemen tempatnya tinggal.

"Oke. Saya tahu tempatnya." Nathan naik ke motor dan menstarter. Lelaki berjas ternyata terlihat keren jika dipadukan dengan motor racing.

Pasrah, Angeline memakai helm dan naik ke boncengan tanpa menyentuh Nathan.

"Pegangan," ucap Nathan.

"Sudah," sahut Angeline.

Motor pun melaju dengan kecepatan tinggi. Nathan penasaran karena wanita di belakangnya tidak berpegangan sama sekali. Dia tidak tahu Angeline berpegangan pada bagian belakang motor, jadi secepat apa pun dia ngebut atau mengerem posisi Angeline tetap aman.

Tiba di apartemen Nathan memarkir motor di parkiran gedung. Angeline meluncur turun dari boncengan dan mengembalikan helm. Dia melirik curiga saat Nathan membuntutinya masuk ke dalam. Jangan-jangan lelaki ini mau ikut sampai ke atas?

"Pak, tunggu di lobby saja. Saya tidak lama kok," kata Angeline sebelum masuk ke lift penghuni yang dibatasi dinding kaca dari lobby.

"Tempat tinggalmu steril dari lelaki?" ejek Nathan.

"Ya." Angeline memberikan jawaban yang tidak disangka.

"Bosmu pun tidak boleh bertamu?" Nathan mengangkat alis.

"Ya." Angeline bersikukuh. Mana mungkin dia membiarkan lelaki berbahaya ini masuk ke dalam ruang pribadinya?

"Baiklah. Saya tunggu lima menit," tukas Nathan. Sedikit kesal karena wanita ini menolaknya.

Angeline memperhatikan Nathan berjalan menjauh. Setelah lelaki itu mencapai jarak aman barulah Angeline masuk ke area lift dengan kartu akses.

Sepasang mata tajam Nathan memperhatikan sosok Angeline masuk ke lift. Lelaki sepertinya yang tidak pernah ditolak wanita merasa tertantang oleh penolakan Angeline. Dia bertekad akan mendapatkan wanita itu bagaimanapun caranya.

Lift berhenti di lantai sembilan belas. Angeline berlari menuju unitnya. Dia hanya perlu mengambil tas yang lebih besar untuk memuat pakaian ganti dan jaket tipis. Setelah yakin tidak ada yang tertinggal Angeline bergegas turun.

"Enam menit," ucap Nathan begitu Angeline tiba di hadapannya.

"Lima setengah menit, Pak," koreksi Angeline.

Nathan tidak mendebat lagi. Dia berjalan mendahului ke tempat parkir. Mereka pun melaju ke sebuah hotel bintang lima tempat janji meeting diadakan.

Meeting berjalan berat sebelah. Angeline mengamati bahwa Nathan tidak pernah memberikan kesempatan pada rekan bisnisnya untuk menegosiasikan perjanjian yang dibuat. Lelaki itu bahkan tampak memaksakan kehendak seperti yang dilakukannya terhadap kontrak kerja Angeline.

Selesai meeting Nathan dan asisten barunya kembali ke kantor.

Nathan memperhatikan tas besar yang tersampir di bahu Angeline, "Apa yang kamu bawa? Pakaian ganti?"

"Iya," jawab Angeline sesingkat mungkin.

"Oh, ada kegiatan setelah jam kantor?" Nathan tersenyum.

Angeline tidak menjawab, hanya membalas tersenyum tipis. Menurutnya hal yang ditanyakan adalah urusan pribadi dan dia tidak wajib menjawab.

"Angeline. Kalau saya bertanya, kamu harus menjawab. Saya tidak mau ada karyawan terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan perusahaan," tegas Nathan.

"Saya bisa menjamin bahwa tidak ada aktivitas yang merugikan perusahaan, Pak." Angeline menyembunyikan ketidaksenangannya atas keingintahuan Nathan.

"Harus dirahasiakan?"

Angeline mengulum bibir. Betapa sulitnya menghadapi lelaki ini!

"Sudahlah. Kamu boleh pergi. Cindy akan memberitahu di mana ruanganmu." Nathan memutus kontak mata terhadap Angeline.

"Baik, Pak." Angeline bernafas lega dan keluar dari ruangan luas yang terasa menyesakkan itu.

Melihat Angeline keluar dari ruangan Nathan, Cindy cepat-cepat menghampiri. Sebelumnya Nathan telah memberi instruksi yang spesifik mengenai Angeline.

"Hai, ayo kutunjukkan ruanganmu." Cindy tersenyum manis.

Angeline mengangguk. Menghadapi Nathan selama setengah hari telah menguras energinya sehingga dia terlalu lelah untuk bicara.

Mereka masuk ke sebuah ruangan tepat di sebelah ruangan Presiden Direktur. Tidak terlalu luas tapi memiliki jendela teramat besar yang memperlihatkan pemandangan kota metropolitan. Angeline langsung menyukai ruangan yang berbau baru ini.

"Ada pintu yang terhubung langsung dengan ruangan Presdir, jadi sewaktu-waktu dipanggil kamu bisa lewat sini." Cindy menunjuk ke arah sebuah pintu geser besar di dinding.

"Oh." Angeline langsung merasa terancam.

Sementara itu di ruangan sebelah Nathan sedang mengamati layar LCD di meja yang memperlihatkan ruangan tempat Angeline berada. Mata setajam elang mengawasi gerak-gerik kedua wanita. Nathan tersenyum saat Angeline memandang tepat ke arah CCTV. Wanita itu menatap cukup lama sebelum kembali memperhatikan Cindy.

"Menarik sekali ...," gumam Nathan. Dalam pikirannya terlintas berbagai rencana untuk menundukkan asisten barunya.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Dalam novel romantis miliarder Ah! Mantap Mas Ramli, seorang duda desa bernama Ramli menerima tawaran gila majikannya untuk menghamili sang istri, Vina, demi uang. Hubungan rumit pun terjalin di novel web ini, mengungkap perselingkuhan sang suami dan identitas asli Ramli yang sebenarnya.
Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
Dalam Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan, Amora terjepit antara kemewahan Arka dan ketulusan Vano. Romance novel ini menguji ambisinya di tengah dunia billionaire yang penuh tekanan. Amora harus menentukan masa depannya dalam kisah modern novel yang penuh dilema ini.
Cinta Gadis Bunga
Cinta Gadis Bunga
Dalam novel modern Cinta Gadis Bunga, Lucyana mendadak jadi pewaris Nyonya Silviana. Ia harus menghadapi konspirasi keluarga kaya demi mempertahankan warisannya. Temukan kisah perjuangan dan cinta sejatinya dalam billionaire romance novels ini melalui platform web novel kami.
Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
Dalam Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku, Dewi dicampakkan oleh Pratama demi masa lalunya. Di tengah hinaan keluarga billionaire itu, Dewi mencoba bangkit hingga bertemu Reza. Temukan kisah perjuangan mencari cinta sejati di romance novel ini, salah satu modern novel terbaik untuk dibaca.
Cinta yang Kadaluarsa
Cinta yang Kadaluarsa
Dalam novel romantis miliarder Cinta yang Kadaluarsa, Diana Karin memilih Adrian Wisak setelah menyerah pada cinta lamanya. Namun, saat mengetahui niat busuk Adrian untuk mempermalukannya di hari pernikahan, Diana memutuskan kabur lebih dulu. Baca novel modern ini sekarang.
Misteri Reagan Harvest
Misteri Reagan Harvest
Dalam Misteri Reagan Harvest, Clare Stewart terjebak antara perjodohan keluarga dan cintanya pada Reagan, putra konglomerat. Billionaire romance novel ini mengisahkan pilihan sulit Clare saat menghadapi godaan seniornya. Simak kisah modern novel ini dan baca buku online free sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Cinta Tanpa Jawab, Tak Mau Lagi
Cinta Tanpa Jawab, Tak Mau Lagi
Dulu, Ayah dan Ibu sempat memanjakan aku kayak putri. Beli rumah mewah, beli kue di tengah hujan, album fotonya penuh senyumanku sebelum 5 tahun. Setelah adikku lahir, aku cuma menurunkan suhu AC 1 derajat biar adik nggak kepanasan. Ibu malah tampar aku dan kurung aku dalam kulkas, lalu berkata, "Pikir baik-baik baru keluar." Mereka lupa bahwa kulkas itu dipasang gembok kuat. Aku yang berusia 5 tahun nggak bisa keluar. Nggak bisa keluar dari kulkas dan nggak bisa keluar dari ingatan mereka yang melupakanku. Ibunya Tasya dan petugas gedung menyelamatkanku. Ayah dan Ibuku kirain aku sudah mati. Melihatku kembali, mereka menangis dan meminta ampun. Aku hanya geleng. Dinginnya masa kecil telah membeku dan menjadi tembok.
Ciumanmu Mengubah Duniaku (Sulih Suara)
Ciumanmu Mengubah Duniaku (Sulih Suara)
Sakit hati karena dikhianati oleh pacar dan sahabatnya sendiri, Gabrielle, seorang model, mengacaukan pesta pertunangan mereka. Takdir mempertemukan Gabrielle dengan Kyle, seorang CEO tampan, dan keduanya jatuh cinta, yang memicu serangkai kejadian yang mengubah dunia mereka berdua.
Mantan Suami, Pergi dari Hidupku
Mantan Suami, Pergi dari Hidupku
Setelah dikhianati suami dan direndahkan keluarganya, Trina memilih pergi. Tanpa cinta, tanpa penyesalan, dia memulai hitung mundur menuju hidup barunya.
Tangan Sang Dokter
Tangan Sang Dokter
Seorang wanita yang mencoba menyelamatkan nyawa seorang anak di rumah sakit dihentikan oleh wanita lain yang salah mengira bahwa ia adalah seorang simpanan, dan menyia-nyiakan kesempatan untuk menyelamatkan anak tersebut...
Cinta yang Hilang, Hati Kembali Bersatu
Cinta yang Hilang, Hati Kembali Bersatu
Lima tahun lalu, Ralf dan Jenna saling mencintai. Namun, kecelakaan mobil tragis membuat Ralf luka parah dan Jenna menghilang. Karena salah paham, Ralf yakin Jenna adalah mata-mata yang menyabotase bisnis keluarganya. Kini, lima tahun kemudian, Jenna kembali ke kota Ralf bersama putra mereka!
Mengubah Nasib: Pertaruhan
Mengubah Nasib: Pertaruhan
Di kehidupan sebelumnya, Sergio tergila-gila dengan putri sopir, Felicia. Sejak kuliah, dia terus mengejar Felicia hingga akhirnya mereka menikah. Tapi Felicia terus memikirkan William, dan mereka membuat Sergio terkena diabetes karena makanan hingga meninggal. Sebelum meninggal, Sergio juga sempat melihat pengakuan cinta mendalam dari Sabrina yang dulunya juga gemuk. Setelah terlahir kembali, Sergio kembali ke pesta ulang tahun William dan melihat Felicia menggunakan trik yang sama, memanfaatkan dirinya sebagai mesin uang. Kali ini, Sergio memutuskan untuk mengubah takdirnya. Ia membongkar kebusukan Felicia di depan umum, dan menyatakan cintanya pada Sabrina. Sergio dan Sabrina bertaruh untuk memenangkan kompetisi model, dengan tujuan untuk mempermalukan Felicia dan William.