Logo
Cinta Gadis Bunga
Cinta Gadis Bunga

Cinta Gadis Bunga

92 Bab
Tamat
Dalam novel modern Cinta Gadis Bunga, Lucyana mendadak jadi pewaris Nyonya Silviana. Ia harus menghadapi konspirasi keluarga kaya demi mempertahankan warisannya. Temukan kisah perjuangan dan cinta sejatinya dalam billionaire romance novels ini melalui platform web novel kami.
Bab 1 dari Cinta Gadis Bunga

Ini belum genap 40 hari kepergian sang ibunda, Mariana. Tapi Lucyana tak pantang menyerah apalagi memutuskan untuk terus menangisi sang bunda. Saat kakak dan ayahnya masih nampak selalu menangis dan meratapi kepergian bunda yang tiba tiba. Sedangkan Lucy, Ia memilih untuk menyibukkan diri dengan merawat kebun bunga ibunya.

“Ibu hanya mewarisi kebun bunga ini. Apa aku jual bunga saja ya? Aku dengar beberapa blok didepan ada komplek perumahan elit baru. Siapa tahu mereka tertarik dengan bungaku,” ucap Lucyana.

Tak membuang waktu, Lucy mengambil gunting dan memetik beberapa tangkai bunga. Setelah siap Lucy segera berangkat sambil membawa sekeranjang penuh bunga cantik. Tak dipedulikannya ayah dan kakaknya yang nampak melamun dihadapannya. Lucy hanya geleng geleng dan berpamitan pada sang ayah yang seperti tak mendengar suaranya.

“Sudahlah mungkin ayah dan kakak butuh waktu.” Lucy berpikir positif lalu beranjak pergi.

Lucy bergegas mengetuk satu per satu rumah di bangunan besar yang tertutupi pagar pagar tinggi menjulang itu. Beberapa satpam mengusirnya dan tidak mempersilahkan Lucy menjual bunganya ke majingan mereka.

Walau diusir, Lucy tidak menyerah. Ia datang lagi ke rumah berikutnya. Tapi lagi-lagi sambutan tak menyenangkan Ia dapatkan. Lucy hampir menyerah saat seseorang wanita berumur 40an memanggilnya.

“Hei nak! Kemarilah!” panggilnya yang baru saja keluar dari mobil mewahnya didepan gerbang. Wanita itu nampak aneh, karena biasanya nyonya rumah akan turun saat mobil sudah didalam, bukan didepan gerbang. Tapi Lucy tidak peduli dan bergegas mendekat.

“Iya nyonya.” Lucy tersenyum dan membungkuk hormat.

“Anak baik, berapa usiamu?” tanyanya membuka kacamata hitam yang Ia kenakan.

“21 tahun nyonya.” Lucy kembali tersenyum lebar. Memperlihatkan deretan giginya yang cantik.

“Ah, kau mengingatkan aku pada seseorang. Siapa namamu? Apa yang kau jual?’

“Aku Lucy Nyonya. Lucyana. Aku menjual bunga.”

“Bungamu cantik sekali. Aku beli semuanya. Berapa?” tanyanya merogoh tas dan mengeluarkan dompetnya.

“Anda serius mengambil semua?” Tanya Lucy.

“Tentu. Berapa? Apa segini cukup?” tanyanya menyerahkan beberapa lembar uang merah pada Lucy.

“Owh tidak-tidak. Tidak nyonya. Anda memberi terlalu banyak nyonya. Semuanya hanya Rp 75.000,-.” Lucy mengembalikan lagi lembaran merah itu.

“Aku memberimu hadiah,” ucap wanita itu menyodorkan kembali uang yang dipegangnya.

“Jangan begitu nyonya. Aku berniat berjualan bunga. Jika anda terus begini, aku bisa besar kepala dan tak mau berusaha nanti. Tolong jangan perlakukan aku begini. Aku tidak mengemis. Jadi tolonglah. Terimakasih nyonya sudah berniat membantuku. Sungguh, aku tadi sudah hampir menyerah.” Lucy menyerahkan kembali uang yang disodorkan wanita itu.

“Baiklah, aku tidak memaksa. Ini Rp 100.000 untukmu.”

“Ah, jangan. Hanya Rp 75.000 saja. Aku juga tidak ada kembalian. Bisa uang pas saja?”

“Hem, aku tidak punya.” Wanita itu mengangkat bahu. “Jadi bagaimana?” tanyanya pada Lucy.

Lucy nampak berpikir keras. Lalu mendapatkan ide. Lalu mengambil uang seratus ribu dari tangan sang wanita lalu merobek sebagiannya. Bagian yang lebih kecil Lucy kembalikan lagi pada wanita itu.

“Apa ini? Kenapa kau merobeknya?” wanita itu keheranan.

“Aku tidak punya kembaliannya. Anda juga tak punya uang pas. Dengar, besok aku akan kembali mengantarkan bunga. Aku akan kembali dan mengambil potongan uang ini. Doakan saja ada yang membeli bungaku. Jadi aku bisa memberikan Anda uang kembaliannya, Nyonya,” ucap Lucyana tersenyum lebar memberikan penjelasannya.

“Oh Tuhan kenapa kau malah repot-repot merobeknya. Kau bisa membawanya semuanya. Besok silahkan kau datang untuk mengembalikan kembaliannya.” Wanita itu benar-benar heran pada Lucyana.

“Tidak, bisa saja aku besok tidak datang dan menipu anda Nyonya. Jangan terlalu percaya pada orang sepertiku. Bisa saja aku menipumu dan membawa lari uangmu.”

Wanita itu melongo dan tertawa. Ajudan disebelahnya ikut menahan tawa.

“Hahha, kau lucu sekali. Baiklah baiklah. Aku memesan bunga lagi besok. Jika aku tak ada, titipan bunganya pada pria ini, Javier. Jika Ia tak ada didepan sini, tanyakan pada satpamku, dimana Javier. Kau paham?”

“Tentu saja. Berapa banyak yang anda pesan, akan aku siapkan dan memilihkan bunga bunga yang cantik untuk nyonya.”

“Terima kasih terima kasih. Bawakan aku sama banyaknya seperti yang kau berikan ini. Aku akan memberikan uang yang sama seperti hari ini, benar bukan?”

“Iya nyonya. Benar. Baiklah aku akan kembali besok. Terima kasih banyak nyonya.” Lucy berpamitan.

Wanita itu terus mengekori langkah kaki Lucyana dengan matanya, hingga Lucy menghilang dipersimpangan jalan.

“Nyonya, apa anda tidak akan masuk? Hari cukup panas?” Tanya Javier, pelayannya yang sejak tadi memayunginya dengan payung besar.

“Ah iya Javier. Anak itu mengingatkan aku pada almarhum Josefina. Tidakkah kau memperhatikan?’ Tanya wanita itu yang bernama Silviana.

“Iya nyonya. Mereka sangat mirip. Hanya segi penampilannya saja yang beda. Senyum anak itu, deretan giginya, benar benar mirip. Makanya aku tadi menghentikan mobil saat akan memasuki gerbang. Aku pikir aku salah lihat dan sedang melamun melihat nona muda kembali hidup,” jelas Javier menerangkan alasannya menghentikan mobilnya didepan gerbang cukup lama.

“Kalau besok Lucy datang lagi, cari tahu tentangnya lebih banyak Javier. Aku besok mungkin akan keluar kota. Tapi kau tetaplah disini sampai Lucy datang. Aku pikir Lucy akan cocok mengantikan aku, kita lihat tingkahnya beberapa hari kedepan”

“Iya, baik nyonya.”

Sementar itu Lucy segera kembali kerumahnya dengan riang. Ia sangat senang bunganya habis.

“Lucy! Lucy! Darimana saja kau?” teriak abangnya.

“Kau sudah sadar? Kenapa? Apa kau lapar? Bukankah ada nasi goreng didapur?” Tanya Lucy menaruh keranjang bunga kembali ke tempatnya.

Pablo tidak menjawab. Kakak Lucy memperhatikan keranjang yang dari tadi dibawa adiknya itu.

“Kau darimana? Apa kau kemakam ibu?” Tanya Pablo.

“Tidak, aku tidak ke makam ibu. Aku tadi memetik bunga ibu dan menjualnya.”

“Menjual bunga. Wah kau pintar adikku!” teriak Pablo senang dan memeluk Lucy.

“Apa yang kau lakukan? Lepas!” Lucy Nampak memberontak dari rangkulan Pablo. Pablo melepasnya dan menadahkan tangan kanannya.

“Mana uangnya? Kemarikan?’ Tanya menatap Lucy.

“Uang apa?” Tanya Lucy.

“Uang dari kau menjual bunga. Bungamu habis bukan? Mana uangnya?” Tanya Pablo.

“Oh itu.” Lucy mengeluarkan uang dari saku celananya.

Pablo kesal saat melihat uang yang diberikan Lucy robek sebagian.

“Kenapa uangnya buntung begini? Dimana sebagiannya?” Pablo bertanya.

“Tidak ada. Aku kembalikan pada nyonya itu. Dia memberikan aku uang lebih banyak dan aku tak ada kembalian. Dia juga tidak ada uang pas. Jadi uangnya aku robek, sebagian aku bawa dan sebagian lainnya aku kembalikan padanya.”

“Apa? Apa Lucy? Kau tadi bilang apa? Wanita itu memberikan lebih banyak dan kau tak mengambilnya? Bodoh!” maki Pablo kesal.

“Kenapa kau memaki aku begitu. Kembalikan!” teriak Lucy mengambil uangnya dan meninggalkan Pablo.

Pablo mengikuti langkah sang adik yang menuju dapur.

“Hei Lucy, apa kau tidak punya uang lain? Aku pinjam sebentar, nanti aku kembalikan. Aku mau beli chip. Kalau menang aku ganti lebih banyak.” Pablo membujuk Lucyana.

“Tidak ada kak, tidak ada. Bukankah kemarin sudah ku berikan semuanya padamu? Kau juga berjanji akan mengembalikannya bukan? Mana?” tagih Lucy.

“Tidak ada, aku kalah. Harusnya segera aku bongkar pas kemarin sudah menang 3B. akh aku memang sial.” Umpat Pablo.

“Kalau begitu berhentilah bermain dan cari pekerjaan saja. Ada perumahan elit disebelah sana, cobalah melamar, siapa tahu ada pekerjaan untukmu,” ucap Lucy memberitahu.

“Akh tidak tidak. Kau saja yang bekerja. Aku mau ke warnet saja.” Tolak Pablo.

Lucy hanya geleng geleng kepala mendapati kelakuan kakaknya itu. Sementara itu ayahnya masih tertidur, semalam laki laki paruh baya itu mabuk bersama teman temannya dan baru pulang pukul enam pagi tadi.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Menikahi Paman Mantanku
Aku Menikahi Paman Mantanku
Dikhianati Carsten demi perundungnya, Aku Menikahi Paman Mantanku untuk membalas dendam. Dalam romance novel ini, sang paman billionaire menawarkan kekuatan hukum untuk menjebloskan mereka ke penjara. Inilah kisah modern novel tentang keadilan dan pilihan hidup yang tak terduga.
Gadis Jaminan Tuan Max
Gadis Jaminan Tuan Max
Dalam Gadis Jaminan Tuan Max, Hera terjebak menjadi tawanan Max akibat utang ibunya yang tak terbayar. Di tengah genre billionaire romance novel ini, ia harus bertahan menghadapi risiko terburuk. Akankah ia selamat? Baca kisah modern novel ini selengkapnya di webnovel.
Gairah Liar Sang CEO
Gairah Liar Sang CEO
Dalam billionaire romance Gairah Liar Sang CEO, Rafael Aditya menjerat Vanessa, kekasih adiknya sendiri, demi membalas dendam masa lalu. Melalui intrik modern novel yang tajam, ia harus memilih antara kepuasan atau kehancuran. Baca kisah lengkapnya di webnovel ini sekarang.
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
Novel romantis miliarder "Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku" mengisahkan pengkhianatan Ezra yang mengganti pengantinnya dengan Naila di hari pernikahan, hingga memicu kematian ibu protagonis. Temukan perjuangan melepas masa lalu dalam Novel Web emosional ini untuk baca buku online gratis.
Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
Pasca cerai dari suami dingin, Aluna di Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu memulai hidup baru. Ia bertemu Dion, seorang duda dalam billionaire romance novels ini. Aluna harus melindungi putra Dion dari masa lalu kelam sambil membangun keluarga di web novel bertema modern novel ini.
Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
Dalam novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal, Maya terjebak menjadi istri kontrak Boy demi ekonomi keluarga. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Maya di dunia billionaire yang penuh rahasia. Akankah misi ini berakhir cinta atau kehancuran saat kebenaran terungkap di webnovel ini?

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Menantu Ikan,  Harta Triliunan di Ember!
Menantu Ikan, Harta Triliunan di Ember!
Dion Linus datang membawa seember ikan buat melamar ke keluarga Hanura. Namun, dia malah diremehkan sebagai nelayan miskin. Bahkan tunangannya, Aurora Hanura, ingin memutuskan pertunangan mereka. Untung saja Bianca Hanura tidak materialistis. Bianca tetap bersedia menikah dengan Dion. Ternyata, ada rahasaia besar yang disembunyikan Dion — ada berlian 10 senilai puluhan triliun di dalam mulut ikan! Semua orang di keluarga Hanura langsung terkejut. Aurora sangat menyesal. Di akhir cerita, Dion menikahi Bianca yang tulus dan baik hati.
Hebatku Tak Hanya Satu
Hebatku Tak Hanya Satu
Suatu hari ketika aku berpura-pura menjadi pengemis, aku bertemu dengan calon istriku yang jatuh sakit, kondisinya yang nggak kunjung membaik membuat orang merasa cemas Ahmad, nggak hanya itu, aku bahkan dikhianati dan kehilangan calon istriku serta sahabatku dari kecil. Mereka merasa diriku hanyalah seorang pengemis yang nggak berguna, namun faktanya ternyata nggak begini, apa yang akan aku lakukan ketika menghadapi semua ini?
Raja Naga
Raja Naga
Seribu tahun yang lalu, seorang pemuda yang terluka parah secara tidak sengaja diselamatkan oleh nenek moyang dari sembilan keluarga besar.Melihat bahwa mereka semua adalah orang-orang miskin, pemuda tersebut memberikan kepala naga dari sembilan urat naga untuk membalas kebaikannya.
Pesan Terakhirku di Surat Ketigaku (Sulih Suara)
Pesan Terakhirku di Surat Ketigaku (Sulih Suara)
Tiga tahun lalu, pernikahan yang salah membuat Elsa dan Mark menjadi sepasang suami istri. Di saat Elsa dipastikan terkena penyakit kanker, di saat itu pula dia menemukan Mark sudah selingkuh ke-99 kali. Jadi dia mengajukan cerai dan menyelesaikan “Lima Hal”. Dia balas dendam dengan status pelukis Bernama Riana, juga menunjukkan kebusukan Vera. Setelah semua terungkap, Mark menyesal, tapi Elsa sudah pergi dengan meninggalkan pesan terakhirnya.
Kelahiran Kembali: Balas Dendam pada Keluargaku
Kelahiran Kembali: Balas Dendam pada Keluargaku
Di kehidupan sebelumnya, keluarganya hanya peduli pada anak angkatnya dan mengabaikannya, anak kandungnya. Setelah terlahir kembali, dia bersumpah akan membuat mereka menyesalinya.
Sang Adik Bangkit: Menghancurkan
Sang Adik Bangkit: Menghancurkan
Seorang gadis telah lama menjadi korban perundungan di sekolahnya. Suatu hari, ia diseret untuk dijadikan 'sasaran hidup' oleh teman-temannya. Saat bermain panah, seorang pelaku tanpa sengaja menembak dadanya. Si perempuan jahat, takut bertanggung jawab, membuang gadis malang itu di bukit terpencil. Yang tak mereka sangka—kakak kembar korban telah datang! Seorang wanita kaya dan cerdas ini akan membalas dendam dengan segala cara, membuat setiap pelaku MENANGGUNG AKIBAT NYATA dari kekejaman mereka!