Logo
Wanita Pecandu Brondong
Wanita Pecandu Brondong

Wanita Pecandu Brondong

49 Bab
Tamat
Dalam Wanita Pecandu Brondong, Tasya mengejar gairah bersama pria muda demi menghindari kerumitan pria dewasa. Ikuti kisah romance modern ini tentang pencarian kebahagiaan seorang single parent. Baca web novel ini untuk melihat bagaimana ia mengisi kekosongan hidupnya melalui romansa yang berani.

Ringkasan Wanita Pecandu Brondong

Tasya, seorang ibu tunggal di awal usia tiga puluhan, memendam sisi tersembunyi berupa fantasi yang berani. Ia mulai jenuh dengan pria sebaya yang dianggapnya terlalu rumit dan penuh perhitungan dalam menjalin hubungan. Sebaliknya, Tasya justru terpikat pada pesona pria yang lebih muda karena menawarkan spontanitas serta kesegaran di tengah hidupnya yang monoton. Baginya, brondong adalah sumber gairah yang mampu mengisi kekosongan jiwa. Meski terlihat mandiri, Tasya sebenarnya merindukan kehangatan berbeda yang belum pernah ia temukan sebelumnya.
Selengkapnya

Bab 1 dari Wanita Pecandu Brondong

"Aduuh, gatal banget, aaaaahhhh!" suara wanita itu tiba-tiba pecah dari teras rumah. Dia dengan cemas mengelus-elus bagian kewanitaannya, wajahnya berkerut karena tak nyaman.

Di jalan komplek perumahan, dentingan lonceng kecil menggema, "Dung dung dung! Es dung dung!" seru Dul, pemuda berkaus putih yang membawa nampan es balok di atas kepala. Tubuhnya tinggi dan atletis, posturnya tegas saat melangkah, membuat siapa pun yang melihat dari belakang pasti menganggapnya cukup maco.

Namun di balik wajahnya yang tampan, Dul punya selera humor yang kerap melontarkan guyonan saat berjualan. "Tampan, beli esnya dong!" suara menggoda dari arah teras memanggil.

Tasya berdiri dengan tangan di pinggul, senyum tipis menghiasi wajahnya yang matang. Di usianya yang sudah 35 tahun, dia masih menyandang status single parent. Bukan karena penampilannya yang biasa-biasa saja, tapi lebih karena hatinya yang belum sepenuhnya luluh pada pria manapun, meski ia terus berharap menemukan yang tepat. Tasya, dengan aura tegas seorang supervisor kosmetik di kota, selalu tahu cara bermain kata saat menggoda Dul.

Tasya duduk santai, wajah mungilnya yang bersih memantulkan cahaya mentari sore. Kulitnya yang putih seperti porselen, dipadu dengan tubuh aduhai yang bikin siapa pun sulit menoleh tanpa sengaja.

Dadanya yang indah, terasa pas dan proporsional, seolah jadi rahasia kecil yang membuat orang penasaran.

"Makasih, Mba. Mba Tasya baru tiba, ya?" suara Dul terdengar bersemangat sambil mengemasi dagangannya.

"Iya, Dul. Mba ambil cuti dua hari, sekalian lepas rindu sama kamu!" Tasya membalas dengan senyum paling manis yang bisa ia berikan, bibirnya membentuk lengkungan sempurna. Hehe, kamu makin cantik kalau lagi ngegombal, ya,"

Dul menyela, mencoba menahan senyum sambil melempar es ke keranjang. "Eh, Mba mau beli es satu nggak?" Tasya menatap Dul, tidak ingin si penjual pergi begitu saja. Ia menepuk dagunya dan mengerutkan alis, berusaha merancang cara supaya bisa bertahan lebih lama.

"Kira-kira, masih sisa berapa porsi, Dul?" tanyanya dengan suara lembut. "Kurang lebih dua puluh, Mba," jawab Dul sambil menghitung es di kotak pendingin. Tasya tersenyum penuh arti, lalu berkata, "Kalau begitu, aku borong semuanya, tapi kamu temani aku makan, ya!"

Ia menatap Dul sambil memainkan alis, penuh godaan. Dul tertawa kecil, lalu mengangkat bahu santai. "Siapa, sih, yang bisa nolak permintaan wanita secantik Mba Tasya?" ujarnya tulus, menghapus lelah seharian dengan senyuman itu.

Dul sudah pernah merasakan manisnya bibir Tasya, kenangan itu membuat kedekatan mereka terasa hangat, hampir seperti rahasia yang mereka bagi bersama.

Saat Dul mulai merapikan posri pesanan dari Tasya, tiba-tiba Tasya menatapnya dengan senyum menggoda. "Kamu nggak kangen sama aku, Dul?" godanya, matanya berbinar.

Dul cuma mengangkat bahu santai. "Nggak, Mba. Cuma kangen aja!" jawabnya sambil menyembunyikan senyum kecil. Tiba-tiba, tangan Tasya mencubit perut Dul dengan cekatan. "Nyiuutt...!"

Dul terkejut, es yang tadi dia pegang itu langsung meluncur dan mendarat tepat di dada Tasya. "Aduh, dingin, Dul!" teriak Tasya, sambil menarik nafas panjang.

Dul merengut, membela diri. "Siapa suruh cubitin aku, Mba? Lagian, kok kamu cuma pakai singlet gitu?" Tasya cuma melempar pandangan sambil tersipu. "Dul, aku mau bersihin badan dulu. Kalau udah selesai langsung masuk, ya!"

Dia lalu berlari kecil ke dalam rumah. Dul mengerutkan kening, tak bisa menahan senyum saat matanya tertuju pada lekuk pinggul Tasya yang bergoyang pelan. "Wih, semok banget bokongmu, Mba..." batinnya.

Dia kembali fokus pada pesanan, tapi pikirannya sudah melayang ke tubuh Tasya, berharap kenangan manis bulan lalu akan terulang lagi.

Tak lama kemudian, Tasya melangkah keluar membawa talenan untuk wadah es Dul. Begitu muncul di pintu, Dul spontan melotot, matanya membesar seolah nyaris melompat keluar saat melihat Tasya hanya membalut tubuhnya dengan handuk mandi tipis.

"Cepetan, Dul! Nanti tetangga pada julid liatin kita," bisik Tasya sambil melempar senyum nakal.

"I-iya, Mba," jawab Dul terbata, napasnya tercekat, tangan gemetar sedikit.

Tasya, yang jelas-jelas berniat menggoda, meletakkan es di atas meja lalu sengaja menunggingkan pinggulnya. Tatapan Dul tak bisa lepas dari lekuk tubuh Tasya yang menggoda-dan tanpa dalaman sama sekali.

"Astajim, mataku ternodai..." gumam Dul dalam hati, dadanya sesak ketika pandangannya jatuh ke paha mulus Tasya yang terekspos.

Tasya menoleh sebentar, matanya menyapu wajah Dul, menikmati kekagetan yang terpancar jelas. Lalu ia duduk di sofa berhadapan, membuka jarak kakinya lebar-lebar seolah ingin membuat Dul semakin terperangkap dalam perasaannya.

"Dul, kamu kenapa sih? Dari tadi cuma ngelototin aku terus, ada apa?" Tasya akhirnya memecah keheningan dengan nada penasaran, matanya tak lepas menatap wajah Dul.

Dul tiba-tiba terbatuk, wajahnya memerah, bibir gemetar. "J–jambut, e–em... m3mek, eh... anu, Mba, aku mau izin makan esnya dulu ya!" jawabnya terbata-bata, keringat dingin mulai menitik di pelipis.

Pandangannya berusaha menghindar tapi seolah tak bisa melepaskan diri dari tatapan Tasya yang menusuk. Tasya tersenyum tipis, lalu melirik ke bawah celana jeans Dul, menyadari sesuatu yang membuat pipinya hangat.

Dengan santai, dia mengulurkan tangan, "Ayo, duduk di sini aja."

Kaki Dul seperti bergerak sendiri, tanpa sadar menapak mendekat ke sisi Tasya.

Sluuuurrrppp... Tasya menikmati es krim yang dipegangnya, suara hisapan itu mengisi ruang hening. "Enak banget, Dul," ujarnya sambil menjilati ujung es yang mulai mencair.

Dul menelan ludah, lalu tanpa sadar berkata, "Kalau jilatin ini sih, Mba, lebih enak lagi."

Wajahnya makin merah tapi ada keberanian yang baru saja muncul. "Udah mulai nakal ya? Padahal bulan lalu minta ciuman aja sudah bikin keringetan," goda Tasya dengan nada menggoda, matanya berbinar.

Seketika, Tasya mencondongkan badan, bibirnya menyentuh lembut bibir Dul. Suara pelan "cup, cup, cup" berulang kali, membangkitkan getaran di dada Dul.

"Heh, bentar, Mba," Dul protes sambil tertawa kecil, "Biasanya sambil pangutan juga, lho!"

Tasya menatap Dul tanpa menjawab, lalu tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya dengan lembut tapi tegas. Dengan tarikan pelan, dia mengajak Dul masuk ke kamarya.

Begitu pintu tertutup, Tasya melepaskan lilitan handuknya, napasnya sedikit berat. "Come on, baby, tubuhku sekarang milikmu," bisiknya penuh keyakinan.

Dul mengangguk gugup, matanya membelalak, "Bo-boleh masukin itu, Mba?" tanyanya lirih, berharap mendapat izin.

"Tentu, tapi jangan sampai ada yang tahu, ini rahasia kita saja," jawab Tasya sambil tersenyum misterius.

Mendapat lampu hijau, Dul langsung melucuti pakaiannya perlahan, tangan gemetar. Ia menghampiri Tasya dengan tatapan cemas tapi penasaran.

"Kamu udah pernah, kan?" suara Tasya mengandung rasa ingin tahu, seakan ingin tahu apakah Dul benar-benar siap. Dul hanya menggeleng, bibirnya tercekat, jari-jarinya mulai meraba lembut dada Tasya yang mengundang.

"Indah banget dadamu, Mba," katanya serak, tangannya menopang kedua ******** Tasya seolah mencoba mengukur beban rasa di balik kelembutan itu.

Perlahan tubuh Tasya menunduk, dan mulutnya sejajar dengan Dul. "Mba kenapa, apa punyaku kecil?" tanya Dul sambil menunduk sejenak, namun Tasya memilih diam.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Bekas Luka Ikatan yang Hancur
Dalam novel modern Bekas Luka Ikatan yang Hancur, Sinta menghadapi dilema saat Trisna meminta cerai demi cinta pertamanya. Meski sedang hamil, Sinta memilih melepaskan hubungan ini. Temukan kelanjutan kisah mereka dalam romance novel ini di antara berbagai pilihan fiction books lainnya.
Gairah Masa Remaja
Gairah Masa Remaja
Dalam Gairah Masa Remaja, sebuah romance novel bertema modern, pembaca mengikuti kisah Billy dan pasangannya yang terjebak dalam momen intim penuh gejolak. Eksplorasi keinginan dan pilihan hidup ini menjadi fokus utama dalam young adult fiction romance books yang memikat dan emosional.
Pernikahan Sandiwara
Pernikahan Sandiwara
Dina Sesan terjebak dalam Pernikahan Sandiwara bersama Regent Parlindungan demi hak waris keluarga. Meski saling jatuh cinta, masa lalu kelam Regent menjadi rintangan besar. Simak kisah romance modern ini di web novel kami bagi Anda yang ingin read novels online secara gratis.
Rahim Penebus Hutang
Rahim Penebus Hutang
Dalam novel modern Rahim Penebus Hutang, Detta terjebak hutang demi pengobatan neneknya. Ia terpaksa menerima tawaran miliaran dari Aleandro, pewaris billionaire Smith, untuk mengandung anaknya. Simak kisah seru ini di web novel kami bagi Anda yang suka baca romance novel berkualitas.
SEBUAH PENGAKUAN
SEBUAH PENGAKUAN
Dalam modern novel SEBUAH PENGAKUAN, Bagas menghadapi krisis identitas saat mencari kebenaran tentang ayahnya. Kisah young adult ini mengungkap rahasia besar di balik sosok transgender yang mengguncang dunia Bagas. Simak perjuangannya dalam web novel yang penuh pilihan sulit ini.
Sentuhan Ayah Tiri
Sentuhan Ayah Tiri
Dalam Sentuhan Ayah Tiri, Hunter Oragle menjerat putri tirinya dalam hubungan tabu setelah sebuah insiden tak terduga. Romance novel modern ini mengungkap rahasia gelap yang mengancam realita mereka. Baca cerita selengkapnya di web novel ini untuk mengikuti konflik batin yang rumit.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

CEO itu Ayah Anakku(Dubbing)
CEO itu Ayah Anakku(Dubbing)
Agar tidak dijodohkan, Niki Faris menyewa pria untuk menghamilinya. Tak dinyana, dia salah masuk kamar Fery Rehan, CEO super kaya. Niki melahirkan bayi kembar laki-laki. Namun, salah satu dari bayi itu diculik begitu lahir. Tujuh tahun kemudian, Niki mendapati anaknya yang hilang diasuh oleh Fery.
Jejak Langkah di Ujung Usia
Jejak Langkah di Ujung Usia
Guru Besar dari Larsa, Andre Wongso, telah bekerja sebagai pekerja sanitasi sejak pensiun. Suatu kali seusai pulang kerja, menantu dan besannya menempati rumahnya dan mengusirnya keluar. Kemudian, dia menyelamatkan seorang gadis muda yang mendapat ketidakadilan. Gadis muda itu pun mengenalkan ibunya yang seorang CEO kepada Andre sebagai bentuk balas budi…
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Koi Kecil: Titisan Penyelamat
Di tengah musim kelaparan yang memilukan, Nia yang baru berusia 5 tahun tega dibuang oleh orang kandungnya yang lebih mementingkan anak laki-laki, hingga terdampar di kaki gunung. Namun, takdir mempertemukannya dengan Bagus Wijaya, seorang pemburu pincang berhati mulia, yang bersama istrinya mengambilnya sebagai anak. Ketika ibu angkatnya terserang penyakit parah dan hanya bisa diselamatkan oleh akar ginseng gunung berumur seribu tahun, Nia yang memiliki bakat langka berbicara dengan hewan memimpin sang ayah dan anjing pemburu menyusuri hutan belantara. Melalui kemampuannya, ia berhasil menemukan obat penyelamat nyawa itu. Kesuksesan itu hanyalah awal. Berkat bakatnya, Nia terus menjadi pelindung bagi keluarga dan desanya, mengatasi satu demi satu krisis yang mengancam. Gadis kecil yang sempat terlantar itu akhirnya membawa keberkahan dan kemakmuran, mengantarkan mereka pada kehidupan yang berlimpah ruah dan penuh kebahagiaan.
Suami Bebanku Ternyata Tak Beban
Suami Bebanku Ternyata Tak Beban
Fiona nggak menyangka hubungan satu malam di pemandian air panas membuatnya hamil dan dia bersumpah mau mencari pria yang membuatnya hamil! Lima tahun kemudian, demi bisa mendapatkan hak sepenuhnya perusahaan, Fiona harus menikah, jadi dia sibuk mencari calon suami, tapi tak berjalan mulus. Malah putrinya yang nakal berhasil menemukan ayah kandungnya dan menjadikannya sebagai suami Fiona, tapi tidak hanya itu.
Gadis Desa Penakluk Mafia
Gadis Desa Penakluk Mafia
Caca ingin pergi ke desa untuk mengobati neneknya. Di kereta, dia menolong bos mafia yang terluka parah, Hansen. Sejak saat itu, hidupnya pun berubah. Setelah kembali ke Kota Harsa, Hansen terus-terusan mengejar Caca dengan sikap posesifnya…
Balas Dendam Sang Pewaris
Balas Dendam Sang Pewaris
Ayah Hailey mengadopsi tiga anak laki-laki dari panti asuhan—Miller bersaudara, yang menyayanginya tanpa batas. Hailey bahkan berpikir akan menikah dengan salah satunya. Namun, semua berubah sejak kedatangan Blair, putri pelayan mereka. Mereka merebut kekayaan dan menghancurkan hidup Hailey. Kini terlahir kembali, Hailey bertekad menghukum Miller bersaudara dengan bersekutu bersama orang yang paling mereka takuti. Dunia Miller bersaudara akan segera hancur.