Logo
SEBUAH PENGAKUAN
SEBUAH PENGAKUAN

SEBUAH PENGAKUAN

94 Bab
Tamat
Dalam modern novel SEBUAH PENGAKUAN, Bagas menghadapi krisis identitas saat mencari kebenaran tentang ayahnya. Kisah young adult ini mengungkap rahasia besar di balik sosok transgender yang mengguncang dunia Bagas. Simak perjuangannya dalam web novel yang penuh pilihan sulit ini.
Bab 1 dari SEBUAH PENGAKUAN

Aku menatap nanar pada wajah mulianya. Wanita yang telah melahirkan aku itu masih mengatupkan matanya, mengundang kecemasan dihatiku akan keadaannya yang tak kunjung membaik. Tatapanku tak juga beranjak dari wajahnya yang masih pucat, hingga kemudian kurasakan seseorang menyentuh lembut pundakku. Aku segera menoleh kebelakang dan penglihatanku langsung disambut dengan segaris senyum yang seketika menelusupkan sensasi ketenangan dihatiku yang sedang gundah.

"Masih belum ada perubahan mas?" tanya Hanin, wanita yang telah kunikahi dua tahun silam itu.

Aku menggeleng lemah dan ia menjawabnya dengan menghela nafas berat.

"Lebih baik sekarang mas pulang dulu, biar gantian aku yang menjaga ibu."

"Terima kasih sayang," ucapku seraya mencium pipinya yang bersih, aroma lembut melati langsung menguar dihidungku. Harum tubuh Hanin dengan segera mampu menyegarkan badanku yang letih.

"Oh ya mas setelah pulang dari kantor nanti, mas mampir dulu ke rumah ya ambil baju ganti buat ibu."

"Iya nanti aku ambilkan, lalu kamu sendiri titip apa sayang?"

"Tidak ada mas, biar nanti aku makan di kantin rumah sakit saja."

Sekali lagi Hanin menyuguhkan senyumnya untukku yang mengundang hasratku untuk mengecup bibirnya sesaat sebelum aku melangkah pergi.

Aku melihat sekilas wajah bersih istriku itu bersemu merah setelah aku menciumnya tadi. Hatiku memendam senyum membuat langkahku terasa ringan.

***

Perlahan aku memasuki kamar ibuku. Ruangan yang tak terlalu luas yang hanya disisipi perabot tua sederhana setua rumah yang kami huni ini yang merupakan peninggalan dari kakek buyutku yang dulunya adalah seorang juragan sayuran di pasar induk yang juga menjadi tempat ibu mencari nafkah sebelum aku memintanya untuk berhenti setelah mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang sangat menjanjikan disebuah perusahaan BUMN.

Tujuanku langsung menyasar pada almari pakaian. Sebenarnya nyaris tidak pernah aku membuka almari kayu yang kuno ini. Kalaupun aku ke kamar ibu hanya untuk mengobrol dengan wanita yang telah membesarkan aku dengan penuh cinta itu. Sesaat aku memilih beberapa pakaian yang akan aku bawa untuk baju ganti baju namun kemudian mataku tertumbuk pada sebuah kotak kayu dengan ukuran lumayan besar tepat berada di rak bawah sedikit tersamar oleh tumpukan sajadah. Rasa penasaran yang membuatku meraih kotak berwarna plitur coklat itu lalu membukanya perlahan.

Aku terkesiap saat melihat isinya. Terdapat beberapa bundel lembaran uang dolar yang jumlahnya sangat besar, beberapa kotak perhiasan yang diletakkan di kotak-kotak yang lebih kecil, juga beberapa tumpuk surat juga kartu pos dan surat wesel yang di bendel menjadi beberapa bagian. Penemuan ini sungguh mencengangkan bagiku, bila mengingat sosok ibu yang begitu sederhana bahkan semasa aku sekolah dulu sering aku mendapati ibu harus menahan lapar demi aku anak semata wayangnya agar tercukupi gizi dan tidak mengganggu tumbuh kembangnya.

Hatiku menjadi dihinggapi tanya darimana semua kekayaan ini berasal. Selama ini kami selalu hidup dalam keterbatasan sebelum aku menjadi seperti diriku yang sekarang,  padahal ibu memiliki semua ini. Aku sungguh tak mampu mencerna atas apa yang sesungguhnya terjadi.

Dengan penuh rasa ingin tahu aku segera membuka satu persatu surat yang ada dibendelan itu. Tak banyak keterangan yang kudapat, surat itu hanya menanyakan tentang keadaanku, apa saja kegiatan yang aku lakukan juga ungkapan rasa rindu yang menggebu. Semua surat itu berasal dari satu nama pengirim yaitu "Prasetyo", yang kutahu hanya satu nama Prasetyo dalam kehidupan ibu dan orang itu tak lain adalah ayahku sendiri. Namun lelaki itu telah meninggal semenjak aku bayi dan aku belum pernah mengenalnya sekalipun. Bagaimana mungkin Prasetyo dalam semua surat ini adalah ayahku.

Mungkinkah ibu telah berbohong padaku dan menyembunyikan kenyataan ini selama bertahun-tahun. Tapi kenapa?. Sejuta tanya membekap batinku kini dan semakin menjeratku dalam kebingungan saat aku membaca alamat pengirim dari semua surat dan wesel ini yang ternyata berada di New York di kawasan elit Manhattan. Rasa ingin tahuku semakin merajai yang kemudian menggugah keinginanku untuk menyimpan alamat yang tertera pada surat-surat itu lewat jepretan foto di gawaiku.

Setelah mengambil beberapa potong pakaian, aku segera meringkas kembali semua benda yang telah kulihat tadi. Kuletakkan semua pada tempatnya semula lalu kututup pintu almari. Kemudian aku bergegas pergi ke rumah sakit, menemui ibu yang masih tak berdaya dengan sejuta tanya yang tak mungkin untuk bisa kutemukan jawabnya lewat bibir beliau yang masih terkatup rapat.

***

Aku bersyukur kondisi ibu perlahan mulai membaik dan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Yang lebih membahagiakan ibu kini bisa beraktifitas secara normal bahkan nampak lebih sehat daripada sebelumnya. Saat ini aku bisa bernafas lega setidaknya aku tak perlu lagi mencemaskan keadaan ibu jika kemudian aku harus meninggalkan beliau untuk menunaikan tugas belajar ke luar negeri. Sebelumnya aku memikirkan banyak pertimbangan untuk melanjutkan pasca sarjanaku ke USA namun setelah aku menemukan surat-surat yang menunjukkan keberadaan ayahku di New York aku semakin ingin secepatnya kesana demi menuntaskan rasa ingin tahuku. 

Selama aku pergi aku yakin Hanin akan menjaga ibu dengan sangat baik. Hanin begitu menyayangi ibu dan sangat perhatian bahkan mungkin melebihi aku. Hingga waktu keberangkatanku tiba dan ibu nampak berat melepasku, aku berusaha menegarkan hatiku sendiri. Ibu terus menatapku dengan mata sayunya. Entah mengapa aku merasa ibu memendam sebuah kekhawatiran yang mencurigakan, menjadikan aku semakin percaya bahwa keengganan ibu melepasku karena beliau tak ingin jika aku bertemu dengan ayah. Tapi apakah mungkin seperti itu?. Aku masih mencoba untuk tak menyakininya.

Segala gundah itu masih bergayut ketika kemudian aku menghampiri Hanin istriku yang berderaian air mata. Ini adalah perpisahan pertama bagi kami. Dua tahun menikah kami selalu bersama, aku sungguh tak kuasa melihat wajah ayunya dibasahi air mata. Segera kurengkuh tubuhnya, kudekap erat penuh rasa sayang.

"Tolong jaga ibu," bisikku lembut ditelinganya.

Hanin mengangguk seraya mengusap pipinya yang basah. Kemudian ia mengulas senyumnya, wajahnya mulai menyajikan seraut ketegaran membuat hatiku dialiri kelegaan. 

"Iya mas, mas tak usah khawatir," ucap istri cantikku itu yang seketika mampu menghalau segala gundahku.

Hanin kemudian mendekati ibu dan memeluk pundak ibu seraya menyuguhkan senyum. Segaris senyum yang mampu menulari ibu.

"Kamu tak usah khawatir, Hanin akan merawat ibu dengan sangat baik seperti selama ini. Ibu hanya berpesan satu hal jaga diri kamu selama disana jangan pernah sekalipun meninggalkan sholat."

"Iya ibu insya Allah, Bagas berangkat bu," ucapku santun sembari kuraih tangan ibu untuk kukecup punggung tangannya.

"Assalamualaikum," kataku memberi salam kemudian aku membalikkan badanku dan melangkah memasuki bandara untuk mengejar pesawat yang sebentar lagi berangkat mengantarkan aku negeri Paman Sam.

***

Salju tebal menyelimuti New York, menyambut kedatanganku dengan kebekuan. Kurapatkan mantel tebal yang membungkus tubuh tropisku untuk menghalau dingin yang nyaris tak bisa kutolerir. Aku bergegas memasuki taxi yang telah menjemputku didepan bandara yang kemudian akan mengantarku ke hotel yang telah kureservasi di sekitar Central Park. Aku telah membulatkan tekadku, sebelum kegiatan perkuliahan dimulai aku ingin menuntaskan rasa ingin tahuku tentang keberadaan ayahku.

Jika seandainya ia berhasil kutemukan akan kutuntut dia penjelasan tentang kepergiannya,  dan membiarkan ibu berjuang sendiri membesarkan aku. Meski mungkin kebencian turut mengiringi namun aku mencoba untuk menjadi rasional dan tetap tenang jika kami bertemu nantinya.

Setelah merasa cukup beristirahat, aku memutuskan memulai pencarianku dengan berbekal alamat yang kudapat dari surat-surat di kamar ibu. Aku menerobos salju yang terus dimuntahkan dari langit New York yang kelabu. Pohon-pohon di Central Park telanjang tak berdaun bertarung dengan terpaan dinginnya salju yang terus turun. Aku mempercepat langkahku ketika Central Park West apartement telah tampak dihadapanku. Setelah berada didalam gedung aku segera memasuki lift untuk bisa sampai ke lantai teratas. Semakin dekat langkahku menuju kamar apartemennya jantungku berdegup semakin kencang mengiringi rasa penasaranku yang semakin membuncah. Namun saat tiba didepan pintu apartemennya, untuk sejenak aku hanya mampu berdiri mematung berjuang mengumpulkan tekad untukku mempunyai kekuatan menekan bel didepanku. Aku memencetnya beberapa kali dan menunggu dengan resah sampai pintu didepanku terbuka. Seraut wajah cantik tersembul keluar dari balik pintu. Wajah yang dipenuhi riasan kosmetik itu menatapku penuh tanya meski senyumnya turut menguar.

"Can I help you?" tanya wanita berambut sugar brown itu ramah.

Aku bergeming sesaat memandangnya dengan hati yang tak bisa kucegah mencari sebuah kesimpulan bahwa wanita berbibir merah ini mungkin saja pendamping ayahku saat ini.

"I want to see Mr. Prasetyo from Indonesia. I am Bagas Permana his son, may I see him right now?" pintaku seramah mungkin.

Wajah eksotik yang semula ramah itu berubah beku. Mata lebarnya yang dipulas warna peach itu menyergapku dengan pandangan penuh selidik. Aku semakin dibuat tak mengerti dengan perubahan sikapnya ketika ia mendadak diserang kegugupan.

"Is he not at home?" tanyaku kembali karena ia tak juga membuka suara.

"Dia ada.....dan sedang berdiri dihadapanmu...," ucapnya tergagap sembari meremas-remas sendiri jari lentiknya yang kuku indahnya diberi kutex warna magenta terang.

Kini ganti aku yang menatapnya lekat dengan digayuti rasa tak percaya.

"Aku Prasetyo, ayahmu," tegasnya lebih lugas sembari menatapku pasti.

Aku semakin terhenyak mendengar pengakuannya. Aku tetap tak kuasa mempercayainya. Sulit untuk mengakui wanita cantik ini adalah ayahku. Pengakuannya telah mampu menjatuhkan aku ke jurang yang paling dalam segala ekspektasiku pada sosok ayahku yang selama kuanggap sempurna.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Api Cemburu Ladyboy
Api Cemburu Ladyboy
Dalam romance novel Api Cemburu Ladyboy, Diandra si gadis tomboy harus menghadapi Handoko, pria kaya yang terobsesi menjadi feminin. Di tengah konflik identitas dan pertunangan yang terancam batal, keduanya mencari jati diri dalam lgbt book yang penuh dinamika modern novel ini.
En-PD161
En-PD161
Dalam En-PD161, sebuah romance novel modern, seorang pria terjebak pernikahan penuh dendam. Saat sang istri menyiksanya demi masa lalu, ia memilih mengakhiri penderitaan ini. Simak kisah lgbt book ini di web novel kami tentang perjuangan melepaskan diri dari cinta yang beracun.
Fantasi Gilaku
Fantasi Gilaku
Kisah wanita bernama Alice yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dalam hal seksualnya bersama suaminya. Selama tujuh tahun itu pula ia berpura pura menikmati semua yang dilakukan oleh David sang suami. Semua berawal dari percobaan pertama ia melakukannya sendiri, dari situ ia mulai terobsesi dan mulai melakukannya setiap hari, karena hanya dengan itu ia bisa mencapai kepuasan. Semakin kesini, fakta baru yang mengejutkan mulai bermunculan, seperti David yang ternyata berselingkuh dengan teman kantornya, yang tak lain merupakan mantan pacarnya dulu di masa sekolah dan David yang ternyata seorang gay. Anehnya Alice tak sama sekali menggugat atau membuang David, ia malah senang kala melihat David bercumbu dengan sesama pria. Hingga akhirnya Alice mempunyai seorang teman wanita, ia sangat peduli padanya, Alice dengan terang terangan bercerita soal suaminya kepada Jane. Jane merupakan wanita yang mempunyai trauma besar dalam hidupnya, ia pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri sewaktu masih sekolah. Perlahan traumanya membaik saat jane mengenal pria yang mencintainya yang bernama Bian, namun lama kelamaan Bian juga menunjukkan sifat aslinya, selama ini ia tak tulus mencintai Jane, malah Bian sengaja memperkosanya bersama teman sekelasnya. Semenjak itu ia sangat membenci laki-laki. Ia bersumpah tak akan berhubungan baik dengan laki-laki manapun. Hingga Jane bertemu Alice dan mereka seperti menemukam kecocokan satu sama lain. Mereka berdua memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang. Setiap hari mereka habiskan waktu berdua. Alice mengijinkan Jane untuk tinggal bersamanya di rumah mewahnya. Semua orang tak menaruh curiga terhadap Alice dan Jane. Alice memutuskan untuk menceraikan David, karena Jane sangat cemburu dengan David. Sejak saat itu hubungan Alice dan Jane semakin romantis, hingga suatu hari Alice bertemu seorang pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Kabar tersebut terendus oleh Jane, Jane sangat marah terhadap Alice, namun Alice mencoba meyakinkan Jane bahwa ia juga tak akan meninggalkannya. Akhirnya Alice mendapat restu dari Jane, Pria bernama Steve itu pun berhasil meyakinkan Jane. Steve menyadari bahwa Jane merupakan sahabat terdekat Alice, jadi ia juga harus meyakinkan Jane bahwa ia sungguh sungguh terhadap Alice. Alice hidup bahagia bersama Steve dan Jane. Steve menikahi Alice dan dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan.
Jalan Jodoh Sang Koki
Jalan Jodoh Sang Koki
Dalam Jalan Jodoh Sang Koki, koki Max terjebak dalam tubuh wanita setelah insiden tragis. Web novel bergenre fantasy romance ini mengikuti misinya mengejar cinta Wulan di tengah krisis identitas. Temukan petualangan unik dalam modern novel ini tentang takdir dan pilihan hidup.
Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
Dalam Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok, Gala dan Lingga terjebak kolaborasi munafik yang penuh ancaman demi kebahagiaan semu. Baca lgbt book ini sebagai romance novel unik yang mengungkap sisi gelap hasrat dan kekuasaan dalam sebuah modern novel yang provokatif.
Mendadak Disuruh Nikah
Mendadak Disuruh Nikah
Dalam novel Mendadak Disuruh Nikah, Raihan terpaksa menggantikan adiknya menikahi Nico dari keluarga Kuiper. Meski awalnya ragu, Nico terpesona oleh kecantikan Raihan. Temukan lika-liku hubungan mereka dalam romance novel ini, sebuah modern novel yang bisa Anda baca sebagai online novel.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Bukan Bidakmu
Bukan Bidakmu
Kirana telah lama mencintai Fajar dengan sepenuh hati dan selalu diperlakukan dengan baik. Namun, tak disangka, Fajar menyuruhnya mendekati Nararya, putra Adipati, hanya untuk menggagalkan pernikahan sang pujaan hati dengan Nararya. Kecewa dengan kenyataan itu, Kirana dan Nararya yang awalnya berpura-pura jatuh cinta justru benar-benar menjalin hubungan dan akhirnya menikah. Fajar pun menyesal, tetapi semuanya sudah terlambat.
Jangan Ganggu CEO Itu, Entar Jatuh Cinta
Jangan Ganggu CEO Itu, Entar Jatuh Cinta
Silva Raika adalah yatim piatu yang berhasil menjadi pebisnis sukses yang terkaya di dunia. Namun, dia menyembunyikan fakta bahwa dia adalah CEO perusahaan terkaya di dunia dari suaminya.Silva memutuskan untuk bekerja sebagai karyawan magang karena dia tidak mau diam di rumah dan diolok-olok oleh mertuanya yang menganggap dia mata duitan.Di sisi lain, pria terkaya di Negara Dalsa, Cahyo Bandi, sedang mencari putri kandungnya yang hilang 20 tahun yang lalu.
[Versi suara dubbing] Janji yang Hilang
[Versi suara dubbing] Janji yang Hilang
Dia menyembunyikan identitasnya untuk membantu pacarnya, dihina oleh keluarga pacarnya tetapi ditolerir karena dia diperlukan. Pacarnya pernah berjanji hanya akan menikahinya, tetapi setelah bertahun-tahun sukses dan kembali ke rumah, dia mengenali orang lain sebagai tunangannya...
Kembali Jatuh Hati
Kembali Jatuh Hati
Eliana senantiasa setia menemani Saul. Di saat-saat terdekat kelahiran anak mereka, Saul tiba-tiba menghilang tanpa jejak karena difitnah. Lima tahun kemudian, Eliana kembali ke tanah air bersama putri kecilnya, dan di sana mereka menemukan Saul yang kini hidup dalam keterpurukan. Tanpa ragu, Eliana dan putrinya membawa Saul pulang. Kini bersatu sebagai keluarga, ketiganya bertekad menghadapi musuh-musuh yang pernah meruntuhkan kehidupan mereka. Perlahan-lahan, kebenaran masa lalu mulai terkuak, membawa pencerahan yang akhirnya menyembuhkan luka-luka lama.
Hidup Baru dari Luka Lama (Sulih Suara)
Hidup Baru dari Luka Lama (Sulih Suara)
Sejak lahir, Karlo selalu mendapatkan kasih sayang dan dimanja. Namun, karena suatu insiden, Keluarga Gunanto mengadopsi Tomo yang suka berpura-pura lemah dan menyedihkan di depan orang lain. Karlo sering difitnah dan disalahpahami. Pada akhirnya, dia bahkan dijebloskan ke penjara oleh keluarganya sendiri dan tunangannya, Meity. Setelah bebas, dengan berpura-pura mati, dia memutus semua hubungan masa lalu. Setelah itu, tunangannya dan keluarganya justru menyesal.
Putri Licik Menakluk Hati
Putri Licik Menakluk Hati
Putri keluarga Zola, Asha, dijebak oleh Nami, sehingga kehilangan ingatan dan hidup terlunta-lunta di jalanan. Dia kemudian diselamatkan oleh Bibi Lia. Karena serangkaian kebetulan, Asha menjadi tunangan Max. Sementara itu, Nami menyamar sebagai Asha untuk menikahi Max dan menggunakan berbagai intrik untuk menjebak Cyra. Namun, pada akhirnya, Nami terungkap berkat kerja sama antara Max dan Cyra.