Logo
Wanita Bercadar Itu Istriku
Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku

88 Bab
Tamat
Dalam romance novel Wanita Bercadar Itu Istriku, Azril terpaksa menikahi Zafirah demi wasiat terakhir adiknya. Menghadapi dunia malam dan sifat arogan, Azril harus memilih antara ego atau komitmen pernikahan. Baca modern novel ini untuk mengikuti perjuangan takdir mereka di platform webnovel.
Bab 1 dari Wanita Bercadar Itu Istriku

Seorang wanita bercadar tengah mengajar anak-anak di musholla. Namun kehadiran Pamannya membuatnya terkejut. Pasalnya, Pamannya tidak pernah menemuinya saat sedang mengajar.

"Assalamualaikum Zafirah, bisakah kamu pulang sebentar?" ucap sang Paman.

"Wa'alaikumsalam, Paman ada apa?"

"Bisakah, anak-anak kamu pulangkan lebih awal? Ada yang ingin Paman bicarakan denganmu,"

"Baiklah, Paman. Tunggu sebentar,"

"Kalau begitu, Paman pulang dulu. Assalamualaikum!"

"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu, hati-hati Paman!"

"Iya Zafirah, kamu juga hati-hati!"

Zafirah memulangkan anak didiknya lebih cepat sesuai keinginan Pamannya. Rasa penasaran yang membuatnya semakin mempercepat langkah kakinya menuju tempat tinggalnya. Jarak musholla ke rumah hanya di tempuh lima belas menit. Sesampaimya di depan rumah sederhana, Zafirah di kejutkan dengan adanya mobil mewah terparkir di depan rumah Pamannya, membuatnya semakin penasaran.

"Assalamualaikum Paman, Zafirah pulang!"

Langkah Zafirah terhenti ketika melihat seorang pria berbaju Koko putih dan celana hitam.

"Wa'alaikumsalam, kamu sudah pulang, Nak? Duduklah di samping Paman!"

"Assalamualaikum Zafirah, apa kabar?"

"Wa'alaikumsalamsalam?"

Zafirah menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Nak Zafirah, apa kamu tidak mengenali pria yang berada di hadapanmu?"

Paman yang mengerti jika, Zafirah tidak akan menatap lawan jenisnya hanya menundukkan wajahnya.

Zafirah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, bahwa dia tidak mengenali pria di depannya.

"Nak dia adalah Zaki, teman kamu waktu di pesantren. Apa kamu lupa? Coba kamu lihat!"

Zafirah mengangkat wajahnya, mata mereka saling mengunci sesaat. Mereka menyadari jika bukan mahromnya, dengan cepat mereka saling melempar pandangan ke arah lain, dengan mengucap istighfar.

"Apa sekarang kamu sudah ingat siapa dia?" tanya sang Paman.

"Iya Paman, kak Zaki apa kabar?"

"Alhamdulillah, kabar kakak baik. Bagaimana kabarmu Zafirah, lama kita tidak bertemu,"

"Alhamdulillah kak, kabar Zafirah baik. Kapan kakak kembali dari Kairo?"

"Seminggu yang lalu. Zafirah, Paman, ada yang ingin aku sampaikan pada kalian,"

Zafirah saling pandang dengan sang Paman, mereka tidak tahu apa yang akan di katakan oleh Zaki.

"Apa yang ingin Nak Zaki sampaikan pada kami?" tanya Paman pada Zaki.

"Begini Paman, Zafirah. Niat dan maksud kedatangan saya ke sini ingin Ta'aruf Zafirah,"

Zafirah dan Paman kembali saling pandangan, mereka tidak menyangka jika Zaki datang untuk Ta'aruf Zafirah. Begitu pula dengan Zafirah yang terkejut dengan ucapan Zaki.

"Nak Zaki, semua keputusan ada di tangan Zafirah, Paman hanya mengikutinya saja. Zafirah bagaimana pendapatmu?"

"Bismillah, Zafirah mau Paman," sahut Zafirah, tidak semudah Zafirah menerima ta'aruf dari Zaki. Selama ini mereka saling kenal, walau pada saat di pesantren mereka tidak saling mengenal secara pribadi. Tetapi, mereka hanya bertemu berapa kali dalam acara pesantren dan hal itu tidak di sengaja.

"Alhamdulillah, nak Zaki. Bawa saudaramu kemari!"

"Baik Paman, dua hari lagi saya akan menikahi Zafirah. Saya akan datang lagi bersama abang dan rombongan, tidak perlu menyiapkan apapun karena saya akan menyiapkan semuanya.

"Baiklah, Zaki minumlah dulu! Zafirah, Paman ke dalam dulu, kalian pasti ingin mengatakan sesuatu tanpa ada Paman,"

"Tidak ada Paman!"

"Tidak ada Paman!"

Mereka saling mengucapkan kata-kata yang sama. Mereka tidak ingin berdua di ruangan yang sama. Mereka tahu batasan.

"Bicaralah, Paman mengerti kalian pasti ingin mengatakan sesuatu. Bukankah kalian sudah lama tidak bertemu?"

"Paman mengerti kalian bisa membatasi diri kalian," lanjutnya.

Paman meninggalkan ruang tamu, kini baik Zafirah dan Zaki saling diam. Tidak ada yang memulai obrolan sehingga Zaki yang berinsiatif memulai obrolan terlebih dulu. Tanpa menatap wajah Zafirah, Zaki memulai membuka pembicaraan mereka.

"Zafirah, sebaiknya kita keluar. Rasanya tidak enak, jika kita berdua di ruangan ini, meskipun pintu terbuka,"

"Iya kak, silakan!"

Zafirah mengikuti langkah Zaki dari belakang menuju teras rumah. Mereka tetap dengan batasan tanpa saling berhadapan, dan tanpa duduk berdampingan.

"Zafirah apa kamu benar-benar menerimaku?"

"Insya Allah, Zafirah menerima kak Zaki,"

"Alhamdulillah, terima kasih Zafirah. Dua hari lagi aku akan menikahimu. Aku akan datang bersama Abang,"

"Maaf kak Zaki, apa boleh Zafirah bertanya?"

"Tentu Zafirah, tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan. Insya Allah, aku akan menjawabnya,"

"Apa nanti setelah menikah, kak Zaki akan melarang Zafirah mengajar di musholla lagi?"

"Tidak Zafirah, aku tidak akan melarangmu untuk mengajar. Sebaliknya aku akan bahagia jika kamu terus mengajar, teruslah memberikan ilmu untuk anak-anak,"

"Terima kasih kak,"

"Hanya itu yang kamu tanyakan? Tidak ada lagi yang kamu tanyakan padaku?"

"Tidak ada kak,"

" Baiklah, aku pergi. Salam untuk Paman. Assalamualaikum,"

"Wa'alaikumsalam."

Zaki meninggalkan Zafirah yang masih berdiri memandang kepergian mobil mewah yang di kendarai Zaki. Dirinya mengerti, jika Zaki adalah putra kedua dari pemilik perusahaan ternama di kota. Meski ada ragu, namun Zafirah menepis keraguan dihatinya. Dirinya takut jika Abang dari Zaki tidak merestui mereka.

Zafirah masuk ke dalam rumah, dan menunaikan shalat ashar. Sang Paman yang berniat memanggil Zafirah mengurungkan niatnya, saat melihat sang keponakan tengah menjalankan Salat.

Usai melaksanakan salat, Zafirah berdoa memohon kepada pemilik kehidupan. Namun, dalam doanya bayangan wajahnya bukanlah Zaki melainkan seseorang yang tidak pernah ia temui sebelumnya.

"Astaghfirullah, wajah siapa dia? Ya Allah, bertanda apa ini?"

Hati Zafirah semakin tidak karuan, berapa kali dirinya berdoa. Namun, lagi-lagi wajah asing itu yang dia lihat dalam doanya. Berusaha untuk mengabaikan, tetapi bayangan itu terus saja menganggunya.

"Zafirah, apakah kamu sudah selesai salat? Ada yang ingin Paman katakan padamu?"

Suara Paman membuat Zafirah mendongakkan wajahnya. Sikapnya kembali tenang, meskipun hatinya gelisah dengan bayangan wajah asing dalam doanya.

"Sudah Paman, masuklah," Paman memasuki kamar Zafirah. Duduk di atas tempat tidur Zafirah.

"Apa kamu masih melanjutkan doa Zafirah?"

"Tidak, Zafirah Sudah selesai Paman. Apa yang ingin Paman katakan pada Zafirah?"

"Zafirah, berdoalah pada Allah mintalah petunjuknya jika Zaki jodohmu. Agar Allah memudahkan urusanmu dengannya,"

"Iya Paman, tapi—"

"Tapi apa Zafirah?"

"Eem, itu Paman,"

"Katakan ada apa?"

"Itu Paman, saat Zafirah memohon petunjuk, kenapa bukan wajah kak Zaki yang terlihat. Melainkan wajah yang tidak pernah Zafirah lihat sebelumnya. Tanda apa ini Paman?"

"Sudah jangan berfikir yang tidak-tidak, ingat dua hari lagi kamu akan menjadi istri Zaki,"

"Tapi Paman bayangan wajah itu—"

"Sudah! Sekarang kamu mandi lihat sebentar lagi menjelang magrib. Bahkan kamu tidak ingat waktu jika sekarang sudah mendekati Maghrib. Itu artinya kamu berdoa sudah lebih dari dua jam Zafirah!"

"Iya Paman, Zafirah lupa belum menyiapkan makan malam Paman. Sebentar, Zafirah menyiapkan dulu sebelum mandi,"

"Tidak perlu Zafirah! Nak Zaki membawa beberapa makanan dan lauk untuk kita makan malam. Sebaiknya kamu mandi dan salat Maghrib, setelah itu kita makan malam bersama!"

"Baik Paman,"

Ferdi adalah paman satu-satunya yang Zafirah miliki di dunia ini, setelah kedua orang tuanya meninggal.

Tujuh tahun yang lalu, Ferdi yang mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju rumah orang tuanya, mobil yang di kendarainya terperosok ke dalam jurang karena cuaca yang pada saat itu hujan lebat. Jalan menuju rumah orang tuannya masih bebatuan ban mobilnya tiba-tiba tergelincir, naas mobilnya jatuh ke kiri jalan yang tidak lain jurang yang curam, anak dan istrinya meninggal di tempat, sedangkan dirinya hanya mengalami luka ringan.

Setelah kejadian naas itu, Ferdi memutuskan membesarkan Zafirah. Meskipun harus memasukannya ke pesantren, karena dirinya masih syok anak dan istrinya meninggal di depan matanya. Setelah kelulusan Zafirah, Ferdi yang menginginkan Zafirah melanjutkan ke perguruan tinggi namun selalu di tolaknya.

Zafirah memilih menjadi guru di kampung halamannya. Dengan ilmu yang ia dapatkan saat di pesantren, Zafirah memulai mengajar di salah satu mushalla di kampung.

"Assalamualaikum, Zafirah,"

Ferdi yang baru kembali dari musholla menghampiri keponakannya, yang tengah menyiapkan makan malam.

"Wa'alaikumsalam Paman, sudah pulang?"

"Zafirah, Paman sangat bahagia, kamu akan menjadi pengantin seorang pria yang tidak di ragukan lagi. Pria yang akan menjadi imammu sangatlah baik akhlaknya, dan ilmu agama yang insyaallah tidak di ragukan lagi. Paman percaya, nak Zaki bisa menjagamu nanti dan memperlakukan dirimu dengan baik,"

"Kenapa Paman bicara seperti itu? Apa paman sangat setuju Zafirah menikah dengan kak Zaki?"

"Iya, Paman sangat bahagia jika kamu menikah dengannya. Kamu adalah wanita yang beruntung, mendapatkan laki-laki yang mengerti agama seperti nak Zaki, Paman yakin kamu akan lebih baik dalam Agama,"

"Amin Paman, semoga Allah mengambulkan dan melancarkan segala urusan kita,"

"Amin, semoga Allah mengabulkan doamu, sayang. Ayo kita makan, Paman sangat lapar, sepertinya lauknya enak,"

"Iya Paman, biar Zafirah ambilkan,"

Setelah membaca doa mereka menikmati makan malam tanpa bicara. Acara makan malam selesai, Ferdi kembali ke kamar, saat keluar terlihat Zafirah tengah menyiapkan tugas untuk esok hari.

"Zafirah, ini adalah milik orang tuamu ambillah,"

"Apa ini Paman?"

"Bukalah, nanti kamu akan mengetahuinya,"

Zafirah membuka kotak berukuran sedang dengan tangan bergetar, air mata Zafirah tidak lagi terbendung saat melihat isi kotak.

"Paman ini—"

Tangis Zafirah semakin kencang setelah mengetahui orang tuanya meninggalkan perhiasan dan buku tabungan yang tidak ternilai jumlahnya. Tubuhnya bergetar, tidak menyangka sang Paman menyimpan barang milik orang tuanya. Bahkan, tidak sepeserpun Paman memakai uang peninggalan orang tuanya.

"Zafirah, baca surat itu!"

Zafirah membuka surat yang berada di bawah kotak perhiasan. Tubuhnya semakin bergetar dan tidak berapa lama tubuhnya ambruk tidak sadarkan diri.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1
CH. 2
CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
Dalam Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri, pernikahan Lara hancur akibat pengkhianatan Darren dan Maya. Menghadapi talak dan keguguran, ia berjuang menata hidup di romance novel modern ini. Ikuti kisah Lara mencari kebahagiaan baru di web novel penuh drama dan perjuangan hidup.
Guruku Adalah Istriku
Guruku Adalah Istriku
Dalam novel Guruku Adalah Istriku, seorang siswa harus menjalani kehidupan ganda setelah perjodohan tak terduga dengan gurunya sendiri. Ikuti romance novel bertema modern ini saat mereka menjaga rahasia besar di sekolah. Baca web novel seru ini untuk melihat konsekuensi hubungan mereka.
Ketika Suamiku  Minta Rujuk
Ketika Suamiku Minta Rujuk
Dalam novel romance modern Ketika Suamiku Minta Rujuk, Reyna harus menghadapi pengkhianatan Damar yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Setelah membangun hidup baru, ia dihadapkan pada pilihan sulit saat mantan suaminya kembali. Baca romance stories ini di platform web novel.
Mantan Kekasihku CEO Psikopat
Mantan Kekasihku CEO Psikopat
Dalam Mantan Kekasihku CEO Psikopat, Alya menghadapi realita pahit di Jakarta saat bertemu Dira, mantan kekasihnya yang kini menjadi atasan dingin dengan obsesi gelap. Baca romance novel ini untuk mengungkap rahasia masa lalu dalam billionaire romance novels yang penuh intrik dan kekuasaan.
Mutiara Istri Yang Dijual
Mutiara Istri Yang Dijual
Dalam novel Mutiara Istri Yang Dijual, Tiara harus bertahan hidup setelah dikhianati suaminya. Saat mulai mandiri membesarkan anaknya, Dewa kembali mengejar. Temukan kisah billionaire romance novels ini di webnovel untuk melihat perjuangan Tiara dalam romance fiction books yang penuh drama.
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Dalam novel romance modern Pengorbanannya, Kebencian Butanya, Cora dipaksa Baskara mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya. Fitnah kejam miliarder ini merenggut nyawa orang tua Cora hingga ia memilih mengakhiri hidup. Baca kisah tragis di billionaire romance novels ini sekarang.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Aku Jadi Jaya Di Masa Kekeringan
Aku Jadi Jaya Di Masa Kekeringan
Seno, seorang tokoh berpengaruh di dunia mafia, merasa terbebani oleh masa lalunya yang penuh darah. Akhirnya dia mencari penebusan di sebuah kuil, tapi malah tersambar petir dan melintasi waktu ke zaman kekeringan di sebuah desa pegunungan kuno yang terpencil. Dia masuk ke dalam tubuh seorang berandalan yang mencuri persediaan makanan musim dingin keluarganya untuk beli arak dan akhirnya mati tersambar petir, Erno. Setelah bangun, Erno sadar bahwa berkat ramalan cangkang kura-kura yang diberikan padanya oleh biksu kuil itu, dia dapat meramal peruntungan sehari-hari, di mana mangsa akan berada, kapan bahaya akan datang, dan siapa yang bisa bantu dia keluar dari kesulitan. Berburu mangsa, mendapat uang, berlatih ilmu bela diri, berlatih memanah, berburu raja serigala, perlahan-lahan Erno mengubah reputasinya yang buruk, akhirnya jadi andalan keluarganya!
Aku, Pemimpin Tanah
Aku, Pemimpin Tanah
Cahaya Hidayat, yang menjaga Keluarga Wijaya dari atas kursi rodanya, menyaksikan perjanjiannya dirobek oleh ayah dan anak keluarga itu. Hukuman langit turun seketika, menghancurkan Keluarga Wijaya. Keluarga Lestari berlutut memohon solusi, namun ia hanya mengeluarkan sebuah jeruk, memicu lima keluarga besar berebut gila. Cahaya pun pergi meninggalkan jejak teratai emas, berpesan bahwa gejolak energi bumi akan kembali, disusul gelombang konspirasi konsorsium internasional. Di pertaruhan berikutnya, nasib seluruh kota menjadi taruhan!
[Versi Dub] Suamiku Tercinta, Hapus Nomorku
[Versi Dub] Suamiku Tercinta, Hapus Nomorku
Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan suami yang acuh tak acuh, tembok Mina Winson runtuh saat mendapati suaminya dengan wanita lain! Jadi Mina apa yang seharusnya dilakukan wanita pada umumnya untuk menghargai dirinya sendiri. Mina menuntut cerai! Namun, suami miliardernya yang tampan nggak mau menandatangani surat perceraian itu jika Mina nggak membuat kesepakatan dengan dirinya.
[Versi suara dubbing] Aku, Orang Besar!
[Versi suara dubbing] Aku, Orang Besar!
Ditinggalkan oleh keluarganya, dia dikhianati oleh istri cinta uang, sementara cinta pertamanya tinggal bersamanya selama ini. Dia kembali ke klannya, mewarisi kekayaan, menikah cinta pertamanya, meninggalkan mantan istrinya penuh dengan penyesalan!
[Versi suara dubbing] Permaisuri Menyerang Kembali
[Versi suara dubbing] Permaisuri Menyerang Kembali
Ratu itu difitnah dan dibunuh. Seorang mahasiswi kedokteran modern melakukan perjalanan waktu, bersumpah akan mencari keadilan. Dia menurunkan berat badan, menjadi cantik, melakukan kembalinya yang memukau dengan keterampilan medis dan teknologinya, menolak kaisar brengsek, dan berkeliaran bebas di dunia bersama kaisar yang sudah pensiun!
Suami Pengganti Ternyata Taipan
Suami Pengganti Ternyata Taipan
Di hari pernikahan Fiona, takdirnya dan takdir kakaknya, Amber, ditulis ulang. Amber merebut calon suami kaya Fiona, Leo Lynch, yang membuat Fiona terpaksa menikahi Noah Porter, satpam yang tampak miskin. Sadar akan tipu daya keluarga Lynch, Fiona menerima jalan barunya demi ketenangan. Namun, latar belakang Noah yang misterius membuatnya disegani para pebisnis berpengaruh. Sementara itu, impian Amber untuk hidup mewah hancur karena suaminya selingkuh, yang mendorongnya mengincar keluarga Porter yang kaya raya, hingga menemukan kemiripan mengejutkan antara pewaris mereka dengan Noah.