Logo
The School Devil
The School Devil

The School Devil

35 Bab
Tamat
Dalam novel modern The School Devil, Raka si remaja pemberontak menghadapi tantangan saat guru muda Mayang Lestari mencoba mengubah sikap dinginnya. Simak kisah young adult penuh perubahan karakter ini di platform read novels online kami, pilihan tepat bagi pencinta romance novel berkualitas.
Bab 1 dari The School Devil

Bangunan sekolah di hadapannya itu megah, mewah dan elegan. Mayang menarik napasnya dalam-dalam. Memantapkan dirinya untuk memasuki bangunan yang mulai hari ini akan menjadi tempatnya bekerja sebagai guru bahasa Perancis.

Mayang melangkahkan kakinya mantap memasuki bangunan utama sekolah. Beberapa siswa yang sedang bergerombol di depan loker memperhatikannya. Sebagai guru baru, tentu saja Mayang sedikit menarik perhatian mereka. Ada yang berbisik, ada yang melempar senyum mengejek, ada pula yang menghadiahinya siulan untuk menggodanya.

Tentu, Mayang sudah mengetahui reputasi sekolah ini. Gudangnya anak-anak orang kaya yang bandel dan pembuat onar. Ia sudah menyiapkan dirinya untuk diperlakukan tidak baik oleh penghuni sekolah ini.

Lalu, tanpa memedulikan sekitarnya, Mayang melangkahkan kaki menuju kantor guru yang berada di ujung koridor. Sampai di sana, ia mendorong pintu bercat abu-abu yang sedikit terbuka itu lalu masuk ke dalam sebuah ruangan luas yang terdapat banyak meja dengan papan nama yang menunjukkan siapa penghuninya.

Hanya ada beberapa orang guru yang pagi itu sudah berada di ruangan itu. Seorang perempuan berkaca mata yang sepertinya berumur tiga puluhan, lalu seorang laki-laki paruh baya yang sebagian rambutnya sudah memutih, dan seorang laki-laki muda dengan rambut licinnya.

"Halo, semuanya," sapa Mayang seraya melambaikan tangan dan melempar senyum. Ketiganya menyambutnya dengan ramah. Si perempuan berkaca mata bernama Mega, si laki-laki paruh baya mengenalkan dirinya sebagai Yoga, dan laki-laki berlambut licin bernama Adam.

"Mayang," ucap Mayang sambil menyalami satu persatu rekan-rekan barunya itu.

Setelah selesai memperkenalkan diri, Mayang meletakkan barang-barang di atas meja yang terdapat papan namanya. Meja itu berada di dekat meja milik Mega.

"Selamat datang di Eleanor, ya. Semoga saja betah mengajar di sini, Miss Mayang," ucap Mega seraya mengerling ke arah Mayang. Perempuan itu membalasnya dengan senyuman tipis. Ia tahu, rekan gurunya itu secara tidak langsung sedang menyemangati dirinya.

"Harus betah, Miss Mega. Nyari kerjaan susah," kekeh Mayang membuat perempuan yang duduk di meja sebelahnya itu ikut terkekeh.

"Sudah tahu, kan, murid-murid di sini unik?" Mega membuat tanda kutip dengan dua jari telunjuknya ketika mengucapkan kata unik.

"Sudah, Miss. Semoga saja saya nggak kena mental, ya," gurau Mayang.

Mega terkekeh. "Dulu saya juga begitu awal ngajar di sini. Hampir saja kena mental. Luar biasa memang anak-anak di sini. Nggak yang cewek, nggak yang cowok, sama aja rusuhnya. Maklumlah mereka anak-anak orang kaya yang kurang perhatian sepertinya. Orang tua mereka sibuk semua," terang perempuan itu. "Miss Mayang ngajar kelas berapa?"

"Kelas 12, Miss," jawab Mayang sambil mempersiapkan buku-buku yang sebentar lagi akan dibawanya ke kelas. Guru-guru lain mulai berdatangan dan menyapa serta memberi sambutan selamat datang kepada Mayang dengan ramah.

"Kelas seni dan bahasa yang paling susah diatur, Miss. Saya cuma ngingetin aja, biar Miss Mayang nggak kaget," bisik Mega.

Mayang mengangguk-angguk. Tentu saja ia merasa nervous mendengar peringatan dari Mega. Namun, ia sudah bertekad untuk menerima resiko apa pun menjadi guru di sekolah ini. Mayang sudah merasa sangat beruntung bisa mendapat pekerjaan ini. Ia baru setahun lalu lulus kuliah, sempat bekerja serabutan menjadi kasir swalayan, pelayan restauran dan pekerjaan-pekerjaan kecil lain demi menyambung hidup di kota ini.

Mayang tidak berasal dari keluarga kaya. Kedua orang tuanya di Bandung adalah pensiunan pegawai negeri. Mereka susah payah menyekolahkan Mayang hingga ke perguruan tinggi. Untung saja Mayang adalah perempuan yang cerdas hingga ia bisa masuk ke universitas ternama di Jakarta.

Semasa kuliah, Mayang sudah terbiasa mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pernah bekerja part-time di sebuah restauran fast food. Mayang sudah terbiasa hidup berkesusahan. Hanya menghadapi resiko bertemu anak-anak nakal saja tentunya tidak akan menjadi masalah untuknya.

***

Mayang menarik napasnya dengan berat. Suara ribut dari dalam kelas terdengar jelas olehnya yang sedang berdiri di depan pintu menyiapkan diri. Perempuan itu membenarkan pakaiannya yang sebenarnya sudah rapi. Rok panjang sampai di bawah lutut, lalu kemeja putih sedikit kebesaran yang ujung bawahnya ia masukkan ke dalam rok, dan sepatu vintage warna hitam yang melekat indah di kakinya. Rambut hitam lebat panjangnya ia ikat ekor kuda. Semua itu membuat penampilan Mayang hari itu terlihat manis meskipun sederhana.

Tangannya pelan mendorong pintu kelas. Suasana kelas bercat putih dan berdesain minimalis itu begitu gaduh. Kertas-kertas yang diremas dan dibuat berbentuk bola berserakan di lantai. Murid-murid perempuan bergerombol dan asik mengobrol dengan suara keras. Sementara murid laki-laki sibuk dengan kegiatan mereka sendiri. Ada yang bermain skateboard berkeliling kelas seraya menjahili murid-murid perempuan dengan menarik rambut, mendorong punggung, hingga menciptakan sebuah perdebatan yang membuat suasana kelas menjadi bertambah gaduh. Ada juga yang sedang duduk-duduk di atas meja sambil meremas-remas kertas dan melemparkannya pada teman-temannya.

Mayang berdiri mematung di depan whiteboard. Perempuan itu tahu bahwa tidak ada seorang murid pun yang menyadari kehadirannya. Atau mungkin mereka memang tidak perduli. Mayang mengumpulkan keberaniannya untuk meminta perhatian anak-anak itu.

Perempuan itu mengambil boardmaker dan mengetuk-ngetuk papan tulis beberapa kali. Suara ketukan membuat seluruh kelas melempar pandang ke arah Mayang.

"Siapa, nih?!"

"Guru baru, ya?"

Mayang berdehem sekali untuk melicinkan tenggorokannya. Ia tidak menyangka kalau ia akan merasa segugup ini berhadapan dengan anak-anak itu. Bagaimana tidak, perempuan itu dihujani oleh tatapan-tatapan meremehkan dari penjuru kelas.

"Bonjour (selamat pagi)," ucap Mayang dalam bahasa Perancis, untuk mengawali pelajaran pagi itu. "Je m'appelle Mayang Lestari (namaku Mayang Lestari). Saya guru bahasa Perancis kalian yang baru." Mayang menelan salivanya saat seisi kelas kembali riuh dan tidak mengacuhkannya. Keberadaan Mayang benar-benar tidak dianggap.

Mayang meraih buku absensi dan mulai memanggil satu persatu nama siswa di kelas itu meskipun tidak ada satu pun yang menyahut. Biar saja. Yang penting ia hanya menjalankan kewajibannya sebagai guru yang baik meskipun sangat sulit.

"Felicita Darmawan!"

" Rachel Putri Wijaya!"

"Sebastian Adiwiguna!"

Mayang memanggil satu persatu nama yang tercatat di dalam buku absensi. Tidak ada seorang pun yang menggubris panggilannya. Perempuan itu berusaha untuk tetap bersabar.

"Laper gue. Kantin, yuk!"

Mata Mayang beralih pada sosok jangkung yang berjalan melintas di depannya dengan dua teman yang mengikutinya. Anak itu berkulit putih bersih dengan wajah kebule-bulean. Tampan tapi dingin. Gaya berpakaian serangamnya sama sekali tidak rapi dan terkesan selengean.

"Maaf, kalian mau ke mana? Ini belum jam istirahat. Silahkan duduk di kursi kalian," pinta Mayang dengan suara yang ia buat setenang mungkin.

"Siapa lo berani ngelarang-larang gue?" Si anak jangkung itu menatap Mayang dengan sinis. "Guru baru aja belagu!" umpatnya. Dengan santainya anak itu memutar badan dan melangkah keluar kelas diikuti oleh dua temannya.

Mayang tidak percaya apa yang baru saja dialaminya. Benar-benar tidak punya etika. Berbicara dengan gurunya sendiri memakai bahasa lo-gue dan memaki pula. Mayang tidak menyangka kenakalan anak-anak ini ternyata separah itu.

Baru beberapa menit berada di kelas ini saja rasanya Mayang sudah terkena mental. Tapi apa boleh buat. Ini resiko pekerjaannya. Ia sekali lagi meyakinkan diri sendiri bahwa pekerjaan ini sudah sangat bagus untuknya. Apalagi gajinya juga lumayan. Nantinya ia bisa menyewa apartemen yang lebih layak dibanding tempat kosnya yang sekarang.

Mayang menarik napas dalam-dalam. Diedarkannya pandangan ke seisi ruang kelas yang gaduh. Terserah saja. Perempuan itu tetap melanjutkan sesi perkenalan sepihak dengan murid-murid ya itu.

***

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli
Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli
Dalam novel modern Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli, seorang istri menghadapi tragedi keguguran dan kematian tragis akibat kekejaman suamiku, seorang billionaire yang acuh demi cinta pertamanya. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri kepedihan yang mendalam.
Dokter Tampan dan Pasien
Dokter Tampan dan Pasien
Dalam Dokter Tampan dan Pasien, Han Jang Woo menghadapi dilema saat Kim Ae Jin selalu menghindar dari pemeriksaan. Romance novel ini mengungkap rahasia kelam masa lalu mereka yang tersembunyi. Simak kisah modern novel penuh misteri ini melalui layanan read novels online sekarang.
Istri Yang Diabaikan
Istri Yang Diabaikan
Dalam romance novel Istri Yang Diabaikan, Lili kehilangan bayinya akibat kelalaian Azzam. Meski Azzam berjanji berubah, tekanan mertua memaksa Lili kabur dari rumah. Ikuti perjuangan Azzam memperbaiki hubungan mereka di web novel modern ini yang penuh dengan rintangan dan pilihan sulit.
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu
Dalam romance novel Ketika Istri Sah Hanya Dijadikan Pengasuh Anakmu, Reno mencoba bangkit dari duka di Yogyakarta. Ia bertemu Mira, penjual bubur bayi yang merawat ayahnya. Kisah modern novel ini mengikuti dua jiwa yang menemukan arti rumah dan cinta melalui pengabdian tulus.
Petaka Di Balik Gairah
Petaka Di Balik Gairah
Dalam novel romantis Modern berjudul Petaka Di Balik Gairah, seorang wanita yang baru bercerai mencari pelipur lara melalui jasa terapis pria. Namun, sesi terapi ini berubah menjadi jeratan godaan yang mendalam. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah gairah yang tak terduga.
Prahara Orang Ketiga
Prahara Orang Ketiga
Baca Novel Online gratis Prahara Orang Ketiga. Di hari pernikahan, Erika dikhianati Bimo yang memberikan pestanya pada wanita lain. Menghadapi pengkhianatan dalam novel modern romantis ini, Erika memilih aborsi dan meninggalkan calon suaminya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Gila karena Cinta
Gila karena Cinta
Tiga tahun lalu, Brenna menerima berita buruk tentang diagnosis kanker stadium akhir dan kebangkrutan keluarganya. Jadi, dia membuat keputusan yang menyakitkan untuk putus dengan Richard dan mengkompromikan martabatnya untuk mencari nafkah. Tiga tahun kemudian, Richard tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupan Brenna, berpapasan dengannya di sebuah klub. Cinta mereka yang menyayat hati ditakdirkan untuk bertahan selamanya.
Perselingkuhan Mematikan dengan Kakak Ipar Saya
Perselingkuhan Mematikan dengan Kakak Ipar Saya
Setelah dipaksa melakukan pertunangan tanpa cinta, Aurora mendapati dirinya terlibat dalam perselingkuhan yang beracun dan membuat ketagihan dengan saudara laki-laki tunangannya, Noah Hayes. Sementara itu, masa lalu yang ia tinggalkan mengancam akan menyusulnya.
Tersesat dalam Bayanganmu
Tersesat dalam Bayanganmu
Demi menyelamatkan kekasihnya dari kebangkrutan, wanita itu rela mengorbankan kesempatan pengobatannya untuk membiayai investasi pria itu. Saat menyadari penyakitnya tak lagi tertolong, dengan berlinang air mata, dia memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sang pria akhirnya mengetahui keberadaan putra mereka, namun wanita itu bersikeras membantah dan mengaku bahwa anak tersebut bukanlah darah dagingnya. Tertipu oleh seorang penipu yang mengklaim telah berjasa, sang pria pun semakin tersesat dalam kesalahpahaman. Ketika seluruh kebenaran akhirnya terungkap, dirinya pun dihantui penyesalan yang tak berujung.
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Si Kecil Bantu Cari Jodoh
Lima tahun lalu, mereka berhubungan seks satu malam di sebuah hotel dan akhirnya memiliki empat orang anak. Kini, lima tahun kemudian, dia kembali dengan keempat anaknya. Sementara itu, pria itu telah mencarinya sangat lama. Takdir telah mempertemukan mereka kembali.
Merebut Takhtaku Kembali
Merebut Takhtaku Kembali
Tujuh tahun yang lalu, Nicole merelakan harta keluarganya demi suaminya Ethan. Nicole kira dia adalah istri dan ibu yang paling bahagia--hingga Ethan dan sahabatnya Elaine memasukkannya ke dalam penjara dan merenggut putrinya. Setelah melihat watak asli mereka, Nicole memutuskan untuk mendapatkan kembali status ahli warisnya, merebut kembali putrinya, dan menunjukkan seperti apa ratu yang sebenarnya kepada semua orang.
Terlahir Kembali Sebagai Istri Kesayangan Sang CEO
Terlahir Kembali Sebagai Istri Kesayangan Sang CEO
Dia dijebak oleh tunangan dan sahabatnya, ditinggalkan dalam keadaan hancur dan akhirnya dibunuh. Setelah lahir kembali, dia menjadi istri seorang miliarder. Ingin membalas dendam, dia berdiri di sisinya, selalu siap membantu.