Logo
Istri Yang Diabaikan
Istri Yang Diabaikan

Istri Yang Diabaikan

70 Bab
Tamat
Dalam romance novel Istri Yang Diabaikan, Lili kehilangan bayinya akibat kelalaian Azzam. Meski Azzam berjanji berubah, tekanan mertua memaksa Lili kabur dari rumah. Ikuti perjuangan Azzam memperbaiki hubungan mereka di web novel modern ini yang penuh dengan rintangan dan pilihan sulit.
Bab 1 dari Istri Yang Diabaikan

"Zam, nanti malam jam tujuh jangan lupa hadir ke acaranya Bu Rosanty. Ibu sama Icha dah beli baju bagus buat dipakai ke acara itu."

"Baik, Bu. Aku ajak Lili dulu, biar dia juga ikut siap-siap."

"Alaaaah, gak usah. Buat apa ngajak istrimu yang udik itu, yang ada malah malu-maluin kita."

"Tapi, Bu--"

"Tidak, titik. Kita berangkat bertiga, ibu, Icha sama kamu saja. Lili biar urus rumah aja. Seharian kerjanya rebahan terus gak ada geraknya. Rumah aja dibiarkan berantakan kayak begini!"

Deg! Kenapa ucapan ibu seperti itu? Padahal aku tahu di rumah inilah Lili yang paling capek. Pagi-pagi sekali Lili sudah bangun, dan mengerjakan semuanya. Padahal ia tengah hamil, usia kandungannya delapan bulan. Kata ibu, dia harus banyak gerak, gak boleh manja, biar persalinannya lancar.

Walaupun ibu sering bersikap ketus, tapi Tak ada bantahan apapun dari Lili, dia memanglah istri penurut.

Aku menghempaskan nafas kasar. Ibu sudah bangkit dari tadi dan menuju ke kamar. Aku menoleh, kudapati Lili berdiri di balik pintu ruang tengah. Tanpa sengaja kulihat gerakan tangannya menyapu pipi. Apakah Lili menangis?

Segera kukejar sosoknya, namun ia sudah masuk ke dalam kamar. Kamar kami berada di belakang, lebih sempit dan pengap, sebenarnya ini kamar pembantu. Ya, Lili memilih mengalah. Kamar utama ia serahkan untuk ibu. Rumah minimalis yang baru kubeli satu tahun silam ini hanya mempunyai 4 kamar saja, yaitu satu kamar utama, satu kamar tamu yang sekarang digunakan oleh Icha, satu kamar kugunakan untuk gudang ruang kerjaku, serta satu kamar pembantu yang sekarang aku tempati berdua dengan Lili.

Sejak kedatangan ibu dan adik sepupuku itu, ibu yang mengatur kendali rumah ini. Awalnya aku ingin merekrut pembantu agar Lili ada yang bantu. Tapi ibu menyanggahnya, katanya buang-buang uang, mending uangnya ditabung buat biaya persalinan.

Lili tak pernah protes dengan perkataan ibu. Dia hanya mengangguk dan selebihnya diam.

"Li, Li, buka pintunya dek," kupanggil namanya disertai ketukan pintu.

Lama menunggu, akhirnya pintu terbuka. Kulihat matanya memerah, aku tahu dia habis menangis.

"Dek, apa kamu gak apa-apa kalau ditinggal sendirian?"

Lili hanya mengangguk.

"Atau kamu mau ikut? Nanti aku bujuk ibu."

Lili menggeleng. Ia merebahkan diri diatas kasur dan membelakangiku.

"Li, Li!" teriak ibu dari luar, kalau sudah seperti ini pasti ibu ingin menyuruh sesuatu.

"Ada apa, Bu?" tanyaku sambil melongokkan kepala saat pintu separuh terbuka.

"Mana istrimu itu? Kenapa gak masak makan malam?"

"Lho, katanya kita mau ada acara di tempat Bu Rosanty, pasti disana makan kan?""

"Tapi sekarang ibu sudah laper."

"Tapi kasihan Lili bu, dia kecapekan--"

"Biar saya masakin, Mas. Ibu mau makan apa?" sela Lili, ia bangkit menghampiri kami.

"Mie goreng aja deh buat ganjal perut, jangan lupa teh manisnya. Sekalian bikinin buat Icha juga, kasih telor dan irisan bakso."

"Bu, itu kan mudah. Icha juga bisa bikin sendiri sekalian bikinin ibu, kenapa harus nyuruh Lili?"

Lili menarik ujung kemejaku agar tak membantah perintah ibu.

"Mas mau dibikinin juga?" tanyanya, menatapku dengan wajah yang sendu.

"Tidak usah, mas gak laper."

Ia mengangguk, kemudian berlalu menuju dapur, menyalakan kompor dan mengambil bungkus mie instan di lemari penyimpanan.

Tangannya bergerak cekatan, selain menunggu mie matang ia membuatkan teh manis.

Aku memperhatikannya tak jauh dari dapur, sembari bersandar di dinding. Sesekali kulihat ia mengurut pinggangnya yang mungkin terasa pegal.

"Biar mas yang bawakan," tukasku.

"Jangan mas, nanti ibu marah lagi."

"Ibu sering marah-marah sama kamu kalau mas gak ada?"

Lili menggeleng. Ia tetap membawa nampan berisi mie goreng dan teh manis itu ke meja makan.

Ibu dan Icha sudah menunggu, mereka berbincang dan cekikikan gak jelas. Entahlah sejak kedatangan Icha disini, ibu jadi makin sering nyuruh-nyuruh Lili.

Kasihan Icha, dia baru datang dari kampung, baru beradaptasi disini. Selalu begitu kata-kata ibu.

Ya, awalnya niat Icha datang kemari karena ingin mencari pekerjaan. Beberapa lamaran ia layangkan ke perusahaan, namun saat ada panggilan interview ia malah tidur dengan alasan lupa. Nyatanya sudah tiga bulan ia belum juga bekerja, aku sebenarnya tak masalah toh dia adikku. Tapi harusnya dia peka, ikut membantu Lili mengerjakan pekerjaan rumah.

"Cha, kamu kan bisa bikin mie sendiri dan bikinin ibu sekalian, jangan malas gitu dong, kasihan Lili!" tegurku saat mereka enak-enakan makan.

"Kamu ini! Icha itu tamu disini, jadi harus dilayani. Sudahlah Lili aja gak masalah, kenapa kamu yang protes!" sela ibu.

Kalau sudah begitu ibu tak bisa dibantah. Ya, ibu memang keras kepala. Semenjak kepergian almarhum bapak, perasaan ibu jadi lebih sensitif. Menyinggung sedikit perasaannya saja dia menangis.

*

"Ayo Zam, ibu sudah siap."

"Aku antar kalian aja ya, nanti langsung pulang. Kasihan Lili sendirian."

"Terus nanti kami pulang sama siapa? Pokoknya kamu harus tetap disana sampai acara selesai. Lili kan di rumah aja, dah gak usah khawatir. Ayo cepat Zam, ibu tunggu di mobil."

Ibu dan Icha sudah melenggang pergi keluar rumah. Aku berpamitan pada Lili yang saat ini sedang merapikan baju.

"Mas berangkat dulu ya, dek. Kalau ada apa-apa hubungi mas ya!"

Dia hanya mengangguk saja, tanpa salam sapa seperti biasanya. Ada yang aneh dengan istriku, apa dia merahasiakan sesuatu?

*

Di Rumah Bu Rosanty acara begitu meriah. Banyak tamu undangan datang. Ah ternyata ini acara lamaran anak bungsunya. Tapi mereka gelar secara besar-besaran.

Ibu dan Icha tampak berbincang dengan Bu Rosanty, lamat-lamat kudengar arah pembicaraannya menjelek-jelekkan istriku. Untung saja dia tak ikut, jadi tak mendengar ucapan menyakitkan ini.

Sudah satu jam disini, perasaanku bertambah khawatir memikirkan Lili di rumah. Tak pernah kurasakan kecemasan seperti ini sebelumnya.

Tiba-tiba ponselku berdering, sebuah panggilan dari nomor rumah. Ya selama ini Lili tak punya handphone, aku hanya menyediakan telepon rumah agar ia bisa berkomunikasi denganku. Awalnya memang punya tapi kujual karena dia boros menggunakan pulsa. Bisa habis lebih dari seratus ribu sebulan, padahal di rumah saja. Entah ia gunakan untuk apa.

"Halo, ada apa Li?" tanyaku. Suaranya tidak terdengar jelas karena disini sangat ramai, ada alunan musik yang menghiasi suasana.

"Mas, bisa pulang sekarang? Perutku sakit sekali--" suara dari ujung telepon terdengar seperti sedang menahan sesuatu.

"Sakit? Kenapa? Ya sudah. Tunggu ya, mas segera pulang."

Kumatikan panggilan telepon lalu menghampiri ibu.

"Bu, ayo Bu kita pulang sekarang, perut Lili sakit katanya Bu, aku khawatir sama dia."

"Azzam, acaranya belum selesai kok. Tunggu sebentar lagi. Itu pasti cuma alasan istrimu saja! Dah gak usah digubris."

Ingin rasanya membantah ibu, tapi ini ditempat keramaian, aku tak ingin mengundang masalah.

Tapi pikiranku melayang ke rumah. Apa Lili baik-baik saja?

Aku jadi merasa bersalah, selama ini aku telah mengabaikannya. Tak pernah memberi perhatian untuknya, karena kupikir aku sudah lelah bekerja, sedang dia di rumah saja ada hiburan televisi atau main ke tetangga. Lagi pula ada ibu yang bisa jadi teman ngobrolnya.

Sekitar jam sebelas malam barulah kami pulang, acara itu baru saja selesai.

"Mewah banget ya acara lamaran anaknya Bu Rosanty," celetuk ibu dengan takjub. Icha juga menanggapinya dengan antusias.

Sampai di rumah, suasana begitu sepi.

Bel pintu kutekan berkali-kali, namun tak ada sahutan dari Lili. Apa dia sudah tidur?

"Gimana sih istrimu itu, malas banget, apa dia sudah tidur? Padahal baru jam sebelas malam!" tukas ibu dengan nada kesal.

"Biar kurobrak pintunya Bu."

"Nanti rusak."

"Gak apa, biar besok dibenerin sama tukang, memangnya ibu mau tidur di luar?"

Satu dua tiga. Dengan sekuat tenaga berulang kali kudobrak, akhirnya pintu terbuka. Aku merangsek masuk sambil memanggil Lili, namun tak ada sahutan. Sampai di ruang tengah, di meja telepon, kutemukan tubuhnya meringkuk di lantai. Dan, darah segar mengalir dari bagian bawahnya.

"Astaghfirullah hal'adzim. Li, Li, bangun dek! Apa yang terjadi denganmu?!

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

CINTA DAN PENGORBANAN
CINTA DAN PENGORBANAN
Dalam CINTA DAN PENGORBANAN, Nezha berjuang mencari ibu kandungnya hingga bertemu Aretha. Hubungan modern novel ini diuji saat Nezha harus memilih antara cinta atau hutang budi. Temukan rahasia besar di lgbt book ini, salah satu romance stories yang penuh intrik dan pilihan sulit.
Cinta Sang Ladyboy
Cinta Sang Ladyboy
Dalam Cinta Sang Ladyboy, Vanya terjebak obsesi miliarder Peter Hallmark dan mafia Italia saat berkarier sebagai MUA. Petualangan romance modern ini membawanya menghadapi human trafficking demi bertahan hidup. Temukan kisah lgbt book ini di antara pilihan fiction books terbaik.
Hasrat liar ayah tiri
Hasrat liar ayah tiri
Dalam novel Hasrat liar ayah tiri, seorang gadis lugu terjebak dalam hubungan terlarang setelah tragedi berdarah. Malaikat penjaganya kini berubah menjadi sosok manipulatif. Baca romance stories ini untuk melihat bagaimana ia bertahan dalam cengkeraman sang ayah tiri di web novel ini.
IBU SUSU UNTUK BOSKU
IBU SUSU UNTUK BOSKU
Dalam IBU SUSU UNTUK BOSKU, Sonia terjebak utang medis besar hingga bertemu Mr. Wei. Romance novel ini mengisahkan perjuangan seorang ibu di dunia billionaire romance books, menghadapi kecurigaan suami dan pengkhianatan demi bertahan hidup di tengah kemelut modern novel yang penuh gairah.
Kemauan Dalam Hatiku
Kemauan Dalam Hatiku
Dalam novel romance modern Kemauan Dalam Hatiku, Caiden Fowler memiliki sisa hidup tujuh hari untuk menebus dosa. Ia meminta Alexandra Clayton bercerai demi wanita lain, namun kini ia justru menangis memohon maaf. Baca cerita seru ini di web novel favorit Anda sekarang.
My Asshole boyfriend= Destined love
My Asshole boyfriend= Destined love
Dalam My Asshole boyfriend= Destined love, Airysh menjalin hubungan palsu dengan Reece, seorang model dari keluarga milyader. Di balik skandal billionaire romance novels ini, keduanya harus menghadapi trauma masa lalu dan rahasia keluarga dalam modern novel yang penuh konflik ini.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Mempercepat Cinta
Mempercepat Cinta
Lily seorang gadis biasa yang mengalami pengkhianatan dan memilukan saat dia memergoki pacarnya selingkuh dengan sahabatnya di pernikahannya. Pada masa yang putus asa, dia bertekad buktikan kemampuannya dan menggandeng tangan tukang mekanik berantakan secara impulsif yang berdiri di sampingnya saat itu terjadi. Alih-alih jadi beban, pernikahan mereka justru berkembang seiring mereka melewati serangkaian kenangan manis yang nggak terduga dan bersama-sama atasi tantangan. Yang mengejutkan Lily, Lukas bukan tukang mekanik yang biasa. Diam-diam dia seorang Haris, CEO triliunan dan pembalap mobil legendaris. Apa yang dimulai dari pernikahan palsu berubah jadi cinta sejati. Saksikan mereka berdua bekerja sama untuk menulis kisah cinta yang luar biasa!
[Versi Dub] Cinta yang Terikat Sumpah
[Versi Dub] Cinta yang Terikat Sumpah
Terjebak dalam pernikahan yang diatur dengan pewaris dingin dan memikat secara berbahaya dari mafia New York, Luca, seorang putri mafia berusia 18 tahun yang terlindungi dari Chicago, Aria harus memutuskan apakah menyerahkan tubuhnya, dan mungkin juga hatinya pada pria yang lahir dari kekerasan adalah pengkhianatan terbesarnya atau satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup.
Istri CEO dengan Banyak Identitas
Istri CEO dengan Banyak Identitas
Kirana Jamal dijodohkan dengan salah satu dari tiga bersaudara keluarga Gunada, ini adalah wasiat kakeknya sebelum meninggal. Untuk mengelabui mereka, Kirana sengaja menyamar menjadi gadis desa miskin yang buruk rupa. Dia berniat membatalkan rencana perjodohan itu dan melanjutkan kehidupannya dengan damai. Namun, selain perjodohan, kekakenya juga ingin Kirana mencari orang tua kandungnya. Apakah rencana Kirana dapat berjalan dengan lancar?
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Cinta Tak Kalah Harum Melati
Yuli Wulandari, yang sedang hamil 3 bulan, menemukan suaminya Endang Ramadhan (28 tahun) berselingkuh dengan Lina Nuraini (48 tahun). Diam-diam, Yuli mengganti minyak pijat dengan lem super, berpura-pura pergi dinas, dan memasang kamera tersembunyi. Ketika Endang dan Lina sedang bermesraan, mereka terjebak melekat oleh lem super. Yuli lalu memanggil anak dan menantu Lina, serta kerabat dekat, untuk menyaksikan aib kedua pengkhianat itu.
Pelantikan Dewa Bela Diri
Pelantikan Dewa Bela Diri
Seabad yang lalu, Penyegel Dewa turun ke sebuah biara, memunculkan Daftar Penyegel Dewa, tempat sepuluh orang terkuat akan muncul. Sejak saat itu, biara tersebut menjadi incaran banyak faksi. Murid biara yang paling tidak kompeten dijodohkan dengan seorang wanita suci dari faksi yang kuat. Dengan dalih membatalkan pertunangan, dia memimpin pasukan untuk merebut Ordo Penyegel Dewa. Saat rahasia Ordo terbongkar, sang murid yang melindungi dunia membuka segelnya sendiri, menyebabkan Daftar Penyegel Dewa muncul kembali di seluruh negeri.
Kesepian pada Musim Semi
Kesepian pada Musim Semi
Wina Septi, Putri Mahkota Dazim hidup dalam kemanjaan sejak kecil. Tapi 3 tahun yang lalu, ditemukan bahwa dia adalah putri palsu yang ditukar. Ditambah lagi, dia dijebak oleh Putri Jihan Septi, putri yang asli hingga membuatnya harus memikul tuduhan membunuh sang adik bungsu. Agar Wina selamat dan nggak dihukum para menteri, Raja, Ratu dan Pangeran dengan berat hati mengirimnya ke Bejati jadi tawanan. Mereka kira itu adalah yang terbaik untuk Wina, tapi ternyata di Bejati, Wina dijadikan budak dan pelacur, menanggung segala hinaan dan siksaan. 3 tahun kemudian, Wina kembali ke Dazim dengan penuh luka. Sebenarnya Wina mau ceritakan semua pengalamannya selama ini. Namun, karena rekayasa Jihan, Wina justru disalahpahami oleh keluarganya telah berhubungan gelap dengan pria di Bejati, sehingga jadi sasaran amarah semua orang.