Logo
The Last Love of Promise
The Last Love of Promise

The Last Love of Promise

68 Bab
Tamat
Dalam The Last Love of Promise, Rain Octaviani terjebak perjodohan dengan Dion Langit Anggara, seorang billionaire dingin. Meski terikat luka masa lalu, romance novel ini menguji apakah pernikahan tanpa cinta bisa bertahan. Baca web novel populer ini untuk mengikuti perjalanan mereka.
Bab 1 dari The Last Love of Promise

“Jika pertemuan itu harus datang dengan bahagia, bagaimana jika pertemuan itu harus berawal dengan sebuah tangis dan derita? Apakah kamu sanggup untuk merasakan itu?"

Apakah salah jika kita berharap pada sebuah rasa untuk menemukan arti memiliki kembali? Ataukah kita bisa membelah indah untuk meneladani kalnbu kita dalam sebuah penantian? Dan apakah kita pantas membahas untuk tetap saling berpeluk agar saling meneladani kalbumu dan kalbuku? Entahlah, tetapi aku yakin jika semua penantian panjang akan terbayar lunas dengan sebuah pertemuan nantinya, meskipun pertemuan untuk terakhir kalinya.

Seperti saat ini, lorong kampus terlihat berlalu-lalang mahasiswa dan mahasiswi serta beberapa dosen untuk menikmati makan siang yang telah menunggu mereka di kantin. Dion Langit Anggara, salah seorang dosen yang mengampu mata kuliah Sastra Indonesia di sebuah fakultas bahasa dan seni itu kini berjalan kearah kantin untuk berharap bisa menikmati secangkir kopi dan tentunya sebatang nikotin untuk mengembalikan semua mood mengajarnya kembali.

“Bu, kopi hitam satu cangkir tanpa gula ya, berapa?” Dion mengeluarkan dompet untuk membayar kopi yang dia pesan.

“Lima ribu saja pak Dion, kelihatan sangat kusut hari ini bapak,” balas ibu kantin itu sembari menyiapkan kopi hitam miliknya.

Dion hanya tersenyum dan segera memberikan uang untuk pesanannya tersebut, “Ambil kembaliannya bu. Saya duduk di sebelah sana ya, terimakasih.”

Dengan segera dia berjalan kearah meja dan tempat duduk yang berada tepat di sudut kantin yang terlihat kosong dan sunyi, mungkin sesunyi hatinya saat ini. Bagaimana tidak? Umurnya yang hampir menginjak tiga puluh tahun itu masih belum memiliki tambatan kekasih untuk hatinya.

Sebatang rokok telah dibakarnya, asap tipis telah dinikmatinya tanpa beban meskipun ada sedikit sebuah rasa yang telah mengganjal di hatinya. Tatapannya lurus tepat kedepan kursi yang kosong tetapi sesaat kemudian dia tersenyum simpul.

“Andaikan kamu masih mau menunggu saat itu, mungkin kita sudah saling menyatu saat ini dan selamanya. Tapi . . .,”

Ucapannya terputus karena ibu kantin telah meletakkan secangkir kopi dan kemudian deringan ponselnya memberikan notifikasi jika ada sebuah pesan.

“Dia lagi, kenapa mahasiswi macam dia selalu menggangu waktuku untuk bersantai,” ucapnya sambil membalas pesan di ponselnya.

Kemudian dia kembali menikmati rokoknya dan tak lupa dia menuangkan kopinya di tempat khusus untuk mendinginkan cairan hitam itu untuk dinikmati hangat-hangat. “Kopi tanpa gula sangat nikmat, senikmat kamu yang dulu pernah berjanji untuk saling bersama,”

Lima menit kemudian, seorang mahasiswi telah berdiri di belakangnya, “Permisi pak, mohon maaf menggangu waktunya, saya . . .”

“Rain Octavia, mahasiswi akhir yang ingin revisi skripsi dengan saya. Silahkan duduk dan segera selesaikan apa yang perlu diselesaikan,” ucap Deny datar.

Rain, mahasiswi akhir itu memutar bola matanya malas mendengar ucapan dosen pembimbingnya itu. Jika tidak karena tugas skripsi yang dia selesaikan, maka dia tak perlu repot-repot berurusan dengan dosen dingin macam, Dion Langit Anggara.

“Iya pak, ini yang kemarin bapak minta revisi dan sudah saya revisi semuanya. Bapak mau minum apa?” tanya Rain seramah mungkin.

Dion hanya diam dan mengoreksi berkas skripsi milik Rain, tawarannya yang seolah tak dianggap kini membuatnya untuk memonyongkan bibirnya tepat di depan Dion.

“Jangan tersingung jika aku tak menjawab tawaran dari anda, bisa lihat bukan? Sudah ada kopi hitam dan ini kenapa harus ada tanda titik dua kali dalam satu kalimat? Ini juga, kenapa teori sastra yang kemarin sudah saya berikan tidak anda jabarkan? Mau lulus cepat atau tidak anda, Rain Octavia!!” suara tegas terdengar membunuh untuk Rain.

“Tapi pak? Kemarin bukankah bapak membenarkan teori tersebut? Dan . . .” suara Rain terputus karena sorot mata tajam Deny terlihat sangat membunuhnya.

“Perbaiki lagi dan saya tunggu sampai nanti sore di cafe senja tengah kota, permisi.”

Dion kini berjalan meninggalkan Rain seorang diri, entah kenapa hatinya sakit ketika melihat wajah Rain. Wajah yang selalu dia kagumi dulu, pada sosok perempuan yang berhasil mengisi hatinya tetapi dia segera menepis semua wajah yang telah menyita semua waktunya saat itu.

Rain yang melihat skripsinya dicoret begitu banyaknya hanya bisa menghela nafas berat, dia menatap punggung dosennya itu dengan tatapan benci, “Kok bisa dosen sepertia masih hidup, harusnya masuk ke museum. Dasar dosen killer.”

Kini dia kembali menuju perpustakaan kampus untuk menyelesaikan skripsinya yang nanti sore dan mungkin hari ini harus mendapatkan tanda tangan dosennya tersebut untuk bisa sidang skripsi secepat mungkin. Dengan langkah yang sedikit malas kini dia memasuki perpustakaan yang terlihat hanya ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi seperti dirinya yang menyelesaikan skripsi atau hanya sekedar menikmati udara dingin di perpustakaan.

Langkahnya terhenti ketika seorang mahasiswa tengah tersenyum kearahnya, rasa lelah dan kesal yang menerjangnya tadi berubah menjadi senyuman yang begitu manis, “Bubub di sini? Sejak kapan?”

“Sejak lihat kamu duduk dengan Pak Dion tadi, gimana bae? Sudah dapat tandatangan untuk sidang skripsi?” laki-laki itu mengelus kepala Rain dengan begitu lembutnya.

“Belum, bantuin ya untuk revisi semua ini ya bububku sayangku Dewa Geofani,” ujar Rain dengan begitu lembutnya.

Dewa Geofani, mahasiswa yang tengah menempuh strata dua itu hanya menggeleng dan tersenyum mendengar suara Rain yang begitu manja. Mereka berdua telah menjalin hubungan semenjak pertemuan tiga tahun silam, tiga tahun Dewa telah mampu menaklukkan hati Rain. Meskipun, banyak masalah yang selalu hadir di antara keduanya. Tetapi, Dewa yang sangat begitu sabar itu selalu mengalah dengan sifat dan sikap yang hadir di diri Rain, kekasihnya itu.

Kini mereka berdua tenggelam dalam lautan materi untuk tugas akhir yang harus Rain serahkan sore ini. Tiga jam telah mereka lewati dan habiskan untuk skirpsi dan kini waktunya Rain untuk segera menuju café yang sudah ditentukan oleh Dion, Dosen Pembimbing Skripsinya tersebut.

“Mau aku antar sayang?” tanya Dewa lembut sembari membenarkan anak rambut Rain yang terjatuh.

“Yakin? Nanti nunggu lama lho bubub, belum lagi bubub juga kan pernah ada masalah dengan pak Dion juga, malah runyam nantinya jika dia tahu aku kesayangan bubub,” balas Rain bergelayut manja ke lengan Dewa.

Dewa mengangguk faham, dia tersenyum simpul mendengar jawaban kekasihnya tersebut. “Yasudah kalau gitu, hati-hati dan jangan lupa makan terus banyakin minum air putihnya juga. aku antar sampai parkiran motor ya.” Dewa menggenggam jemari manis Rain.

Rain tersenyum ke arah kekasihnya tersebut dengan segera dia segera melajukan motornya ke arah café yang akan menentukan nasibnya yang berada di tangan dosen pembimbingnya itu. Setelah tiga puluh menit menempuh perjalanan kini dia tengah mengedarkan pandangan keseluruh sudut café yang terlihat sangat sunyi itu.

“Tumben sekali tuh orang belum datang, mending aku siap-siap terlebih dahulu aja deh tapi pesan satu gelas es coklat panas juga segar juga sih.” Rain bermonolog sendiri sembari berjalan ke arah kasir untuk memesan satu gelas es coklat.

Setelah memesan es coklat, pandangan Rain menatap dua orang yang tengah berdebat dengan begitu hebatnya. Dua orang lawan jenis yang salah satu darinya sangat dikenal oleh Rain, “Bukankah itu . . .”

Rain segera berjalan ke arah mereka berdua. Tetapi sial bagi Rain, karena sebuah tatapan mata yang mengarah ke dirinya membuat kembali ke arah tempat duduknya. Dengan segera Rain berjalan kembali ke tempat duduknya dan bersiap untuk menerima apapun resiko yang telah dilakukannya barusan.

Hatinya merasakan ketakutan yang luar biasa mengingat tatapan yang barusan dilihatnya. Tatapan yang selalu membuatnya selalu tak ingin untuk melihatnya, mungkin untuk selamanya. Tiba-tiba, seorang pria duduk tepat di depannya tanpa permisi.

“Tadi lihat dan dengar semuanya?”

Rain yang mendengar suara tersebut langsung mendongak ke arah asal suara kemudian menggeleng serta meringis untuk melarikan diri dari masalah yang tak ingin dia jalani nantinya. “Ehm tidak pak Dion, mau pesan es atau . . .”

“Tidak perlu, mana skripsimu.” Pinta Dewa datar.

“B . . . baik pak.” Jawab Rain gemeteran sambil memberikan tumpukan skripsinya ke Dewa.

Setelah hampir setengah jam menunggu Dion mengoreksi skripsi miliknya, hati Rain terus berdoa dan berharap untuk segera menjalani satu penantian panjang dan penantian akhir di kuliahnya tersebut, sidang skripsi. Tetapi, terlihat mimik wajah Dion yang tetap datar saat mengoreksi seluruh skripsinya tersebut, hingga . . .

“Okey sudah bagus semua dan tiga hari lagi sidang.” Ucap Dion sambil membubuhkan tandatangannya sebagai konfirmasi ke skripsi Rain.

Mendengar ucapan dosennya itu yang terkenal killer dan selalu tidak meloloskan mahasiswa mahasiswi akhir untuk sidang skripsi berbanding terbalik dengan yang dialaminya saat ini membuat hati Rain berteriak senang hingga hampir memeluk tubuh Dion. Tetapi Dion langsung menepisnya . . .

“Tetapi sebelumnya ada satu hal yang aku tanyakan ke kamu ini terkait . . .” suara Dion terputus dengan tatapan ke arah mata Rain.

“Terkait apa pak? Apa ada yang salah terhadap skripsi saya atau ada yang perlu saya ganti segera? Saya siap jika harus . . .”

Jari telunjuk Dion memberikan isyarat ke arahnya untuk berhenti, “Semuanya tidak ada masalah, tetapi aku mau tanya satu hal. Apakah bisa dan boleh?”

Rain mengganguk dan segera duduk untuk bersiap menerima pertanyaan dosenya yang kali ini terlihat sangat kalem dan menggoda di matanya itu.

“Kamu percaya cinta itu ada, Rain?” tanya Dion datar.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Aku Bukan Sampah
Aku Bukan Sampah
Dalam novel romance Aku Bukan Sampah, Berlian yang trauma harus berhadapan dengan takdir saat bertemu pria billionaire. Di tengah rasa rendah diri, ia harus memilih antara pemulihan atau luka baru. Temukan kisah perjuangan hidupnya dalam web novel modern yang penuh emosi ini.
Boss Dingin
Boss Dingin
Zahra melamar di Perusahaan Haidar meski sempat diragukan karena penampilannya. Alvino, CEO dalam billionaire romance novels ini, akhirnya melihat potensi Zahra untuk memajukan bisnisnya. Ikuti kisah Boss Dingin ini dalam web novel yang penuh dinamika profesional dan kerja sama keluarga.
CLARITTA, KAMU MILIKKU
CLARITTA, KAMU MILIKKU
Dalam romance novel CLARITTA, KAMU MILIKKU, model Claritta Indriana terjebak pernikahan dengan pewaris billionaire romance books, Aslan Andromeda. Di balik sikap posesif dan pengkhianatan Aslan, Claritta harus memilih untuk bertahan atau melarikan diri demi kebebasannya dalam online novel ini.
Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
Dia Memilih Kebohongan, Aku Memilih Pergi
Dalam novel romance modern ini, kecelakaan tak terduga mengungkap pengkhianatan Nixon, pewaris keluarga Blakely. Saat menyelamatkan adik suaminya, sang istri justru berhadapan dengan selingkuhan yang sombong. Baca billionaire romance novels ini untuk mengikuti perjuangan dan pilihannya.
Istri Kedua
Istri Kedua
Dalam romance novel Istri Kedua, Indira menghadapi dilema besar saat Merry memintanya menikahi Edbert, sang CEO. Sebagai sekretaris di perusahaan billionaire ini, Indira terjebak dalam tawaran tak terduga yang menguji kesetiaannya. Baca web novel ini untuk mengungkap rahasia di balik pernikahan kedua.
Kill Me, Love Me
Kill Me, Love Me
Dalam romance novel Kill Me, Love Me, Fajar sang pemilik perusahaan teknologi berjuang menyembunyikan kepribadian gandanya dari Mariska. Hanya Indira yang tahu rahasianya, memicu konflik perasaan di antara mereka. Temukan kisah billionaire romance books ini hanya di web novel kami.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Sayang, Katakan saja Ya!
Sayang, Katakan saja Ya!
Dikhianati oleh tunangannya dan saudara perempuannya sendiri, Victoria Branson menikahi Teddy Lloyd tanpa mengetahui identitas aslinya – seorang miliarder rahasia. Bersama-sama, mereka harus melawan keluarga jahat Victoria, merebut kembali perusahaan ibunya, dan menemukan akhir yang bahagia.
Dalam Derita Kutemukan Cinta
Dalam Derita Kutemukan Cinta
Setelah dikhianati habis-habisan oleh suami dan selingkuhannya, Hazel diceraikan, keguguran dan diinjak-injak harga dirinya. Dalam keterpurukan, Hazel bertemu Evan, pria yang dulu diam-diam jatuh hati padanya. Kini Evan yang sudah mapan, berniat membalaskan dendam Hazel, bangkitkan dia dari deritanya, menyembuhkan harga dirinya, sekaligus mewujudkan cinta sejati yang telah lama dipendam.
[Versi suara dubbing] Kelahiran Kembali dan Penebusan Dosa Ibu Tiri
[Versi suara dubbing] Kelahiran Kembali dan Penebusan Dosa Ibu Tiri
Ibu tiri jahat, didorong oleh rasa cemburu, menyiksa anak tirinya, menyebabkan tragedi. Dia mendapatkan kesempatan kedua, berubah menjadi baik, memenangkan hati mereka, dan menemukan cinta sejati, sementara rencana saingannya berbalik kepada dirinya sendiri.
Tak Pernah Berpaling Darinya
Tak Pernah Berpaling Darinya
Sejak kecil, Bailee dijodohkan dengan Dante yang kaya raya. Namun, Dante tak mencintainya dan pergi ke luar negeri di malam pernikahan mereka selama tiga tahun. Untuk balas dendam, Bailee menjalin hubungan dengan kekasih yang ia anggap biasa saja. Saat Dante kembali, ia berencana mengakhiri perselingkuhannya. Di saat yang sama, Bailee mengetahui marsekal negara itu kembali dari luar negeri tepat tiga tahun lalu. Mungkinkah sang marsekal adalah kekasih gelap yang selama ini ia biayai?
Selamanya Cinta Pertamanya
Selamanya Cinta Pertamanya
Sophie Clark selalu setia mendampingi Caleb Smith, bahkan di masa-masa tersulitnya, hingga ia meraih kesuksesan. Namun di hari ulang tahunnya—tepat sebelum pernikahan mereka—Caleb meninggalkannya di tengah hutan demi mengejar cinta pertamanya yang tiba-tiba kembali. Dikhianati dan patah hati, Sophie memutuskan menikah dengan Yale Steele, pewaris keluarga terkaya di Hubbard, yang baru saja pulang dari luar negeri.
Jangan Usik Aku, Kau Bukan Tandinganku
Jangan Usik Aku, Kau Bukan Tandinganku
Tumbuh sebagai gadis dari daerah kumuh, Sophia menemukan kesempatan emas di saat terpuruknya: dia terpilih jadi pewaris organisasi terbesar di dunia! Ketika Sophia menginjak jalan gemilang tetapi berbahaya ini, dia harus menghadapi banyak cobaan. Meski ada Louis yang kuat di sampingnya, setiap kemenangannya butuh pengorbanan. Sophia harus andalkan usahanya sendiri untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan...