Logo
The Guardian Devil
The Guardian Devil

The Guardian Devil

33 Bab
Tamat
Dalam novel The Guardian Devil, Cindy harus menghadapi obsesi Chris yang menggantikan ayahnya sebagai pelindung. Di balik kemewahan billionaire romance novels ini, Cindy terjebak dalam kendali Chris yang egois. Baca kisah modern novel ini untuk melihat perjuangan Cindy bertahan dari sang iblis.
Bab 1 dari The Guardian Devil

Madeline Cindy, gadis tangguh berusia 20 tahun yang mengambil banyak pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menjadi tulang punggung keluarga sudah menjadi suatu keharusan untuknya. Cindy harus mengumpulkan banyak uang untuk operasi kaki Ibunya yang lumpuh karena kecelakaan.

Hidup di kota besar seperti New York sangatlah sulit. Kau harus bisa memutar otak jika tidak ingin tidur di pinggir jalan dan meminta belas kasihan dari orang lain. Cindy bersyukur jika Caleb mendapatkan beasiswa untuk sekolah menengah atas sehingga dia tidak perlu bingung dengan biaya sekolah adiknya itu.

Pernah terbesit rasa iri yang Cindy rasakan ketika melihat orang lain bisa tertawa dan membelanjakan uang mereka tanpa khawatir. Seperti remaja pada umumnya, dia juga ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi tapi Cindy harus mengubur semua mimpi itu. Sekarang bukan saatnya dia memikirkan dirinya sendiri karena yang terpenting adalah Ibunya. Cindy ingin Ibunya bisa kembali berjalan sehingga wanita itu tidak perlu meminta Caleb mengantarnya ke gereja untuk mendoakan suaminya yang telah tenang di alam sana. Cita-cita yang cukup sederhana tapi sangat sulit untuk diraih.

"Bisakah kau memindahkan pot itu ke depan, Cindy?" Tunjuk Bibi Jane pada dua pot yang berisi bunga mawar.

"Baik, Bibi Jane," ucap Cindy mengangkat dua pot itu bersamaan dan membawanya ke luar toko. Diletakkannya pot itu dengan rapi agar dapat menarik perhatian pelanggan.

"Cantik sekali bunga ini." Cindy tersenyum sambil menyentuh kelopak mawar putih yang terlihat segar.

"Kau bisa membawa bibit ini dan menanamnya di rumah nanti," ucap Ron sambil memindahkan bibit mawar ke dalam pot yang lebih besar.

Cindy tertawa dan menggelengkan kepalanya pelan, "Percuma, Ron. Tidak ada yang merawatnya nanti."

“Kau bisa menyuruh Caleb."

Cindy berdecak, "Pria itu hanya mencintai bola basket. Aku tidak rela jika bunga ini akan layu begitu saja."

"Setidaknya cintanya kepada bola basket membawa keberuntungan, bukan?"

Cindy mengangguk membenarkan ucapan Ron. Jika bukan karena basket, adiknya itu tidak akan bisa mendapatkan beasiswa. Cindy bersyukur saat menemukan nama Caleb di daftar calon murid penerima beasiswa, biar bagaimanapun juga dia ingin adiknya mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Cindy mengalihkan pandangannya pada kafe yang berada di seberang toko. Terlihat banyak anak muda yang sedang tertawa bahagia di sana. Rasa sedih kembali menghampiri Cindy. Seharusnya dia bisa berada di sana dan berkumpul dengan temannya jika Ayahnya tidak pergi meninggalkannya. Dia juga pasti bisa bersekolah di sekolah desain impiannya.

“Kedipkan matamu." Ron menjentikkan jarinya di samping Cindy.

Gadis itu hanya tersenyum kecut. Dia tahu jika Ron akan mengomelinya lagi karena memandang kumpulan anak muda itu dengan tatapan iri. Namun hal itu tidak bisa dicegah. Jauh di dalam hatinya, Cindy ingin merasakan itu semua, menikmati masa mudanya.

"Aku bosan mengomelimu Cindy." Ron mendesah kecewa.

Cindy tertawa dan memukul bahu Ron pelan, "Aku hanya memandang mereka, Ron. Apa salahnya?"

"Kau menatap mereka seolah ingin mencuri tas mereka, kau tahu?!"

"Aku tidak!" Cindy dengan cepat mengelak dan berlalu masuk ke dalam toko.

Ron mengikuti Cindy dan menemukan Bibi Jane yang sedang duduk di balik meja kasir. Kaca mata yang terpasang di matanya menandakan jika wanita paruh baya itu sedang membaca majalah favoritnya.

"Aku bisa membawamu ke kafe nanti malam jika kau mau, aku yang traktir." Ron kembali menghampiri Cindy dan menyenggol bahu gadis itu.

"Kau tahu aku harus menjaga Violet nanti malam."

"Rose masih bekerja di kelab, Cindy?" tanya Bibi Jane sambil melepas kaca matanya.

"Masih, Bi."

"Kenapa tidak bekerja saja di sini?" tanya Ron bingung.

"Dia sudah punya anak, Ron. Biaya sekolah tidaklah murah," sahut Cindy.

"Ron kan memang bodoh! Jadi dia tidak tahu bagaimana sulitnya mencari uang," ucap Bibi Jane menghina keponakannya. Dia berdiri dari kursi dan berjalan ke luar toko untuk menghampiri pelanggan yang sedang melihat-lihat bunga di luar toko.

"Jika aku tidak tahu, aku tidak mungkin bekerja denganmu Bi!" ucap Ron tidak terima saat Bibinya selalu saja menghinanya.

"Seharusnya kau bisa memanfaatkan gelar arsitekmu, sayang sekali jika tak berguna." Cindy tertawa dan ikut memojokkan Ron.

"Kau juga!" Ron mendelik dan mendengus tidak suka, "Bisakah kau ijin nanti malam? Aku benar-benar ingin mengajakmu ke kafe."

"Tidak bisa, Ron. Rose sudah mengatakannya jauh-jauh hari. Dia juga memintaku untuk menginap."

"Sayang sekali wanita secantik Rose harus bekerja menjadi wanita panggilan. Aku yakin jika dia mendaftar menjadi model Victoria Secret dia akan mejadi angel tercantik."

"Well, hidup memang keras," ucap Cindy menepuk bahu Ron dan meninggalkannya untuk membantu Bibi Jane.

***

Chris menatap gundukan tanah yang berisi jasad Ayahnya dengan diam. Suara tangisan dari Neneknya tidak membuat Chris terganggu sedikitpun. Tidak, dia tidak menangis. Hanya saja matanya sedikit memerah, oleh karena itu dia harus menutupinya dengan kaca mata hitam.

Chris menggaruk hidungnya yang gatal dan tanpa diduga Anton langsung memberikannya selembar tisu. Chris menatap tisu yang ada di hadapannya itu dengan bingung.

"Aku tidak menangis, bodoh!" Chris menghempaskan tangan asistennya dan membuat tisu itu terjatuh. Anton hanya berdehem pelan dan mengambil tisunya.

"Sampai kapan kita akan berada di sini?" tanya Chris pada Anton dengan berbisik.

"Saya tidak tahu, Tuan. Kita harus menunggu Mrs. Auredo untuk pulang."

Chris menghela nafas panjang dan menatap Neneknya yang masih menangisi kepergian anaknya. Jangan katakan Chris durhaka karena tidak merasakan simpati sedikitpun atas kematian Ayahnya. Dia tidak dididik seperti itu. Tentu saja dia sedih, serangan jantung yang menyerang Ayahnya benar-benar tidak terduga. Kini dia hanya sendiri sekarang. Kedua orang tuanya telah bahagia karena bisa berkumpul kembali di surga.

Surga? Apa kau yakin Chris?

"Nek, kita harus pulang." Chris menghampiri Neneknya yang masih menangis sambil mengelus batu nisan.

"Ayahmu, Chris. Kenapa dia meninggalkan Nenek sendiri?" Anton dengan sigap memberikan selembar tisu pada Mrs. Auredo yang dengan cepat diambilnya.

"Takdir, Nek. Mungkin Ayah merindukan Ibu."

Mrs. Auredo berdiri dan mengusap air matanya. Dia menatap cucunya dengan serius. Disentuhnya bahu kekar Chris dan menepuknya pelan, "Kau jangan pergi meninggalkan Nenek, ya? Kau akan tahu akibatnya nanti."

Chris memutar matanya jengah, untung saja dia memakai kaca matanya saat ini sehingga Neneknya tidak akan menyadarinya. Mau tidak mau Chris mengangguk agar dia bisa cepat pulang dari makam mengerikan ini. Chris berjalan di samping Neneknya yang berjalan dengan bantuan tongkat. Kesehatan wanita itu menurun akhir-akhir ini. Anton masih setia mengikutinya di belakang.

"Kau akan pulang ke rumah, Chris?" tanya Mrs. Auredo.

"Tidak, Nek."

"Kenapa? Apa kau tidak ingin menemani Nenek?"

"Bukan begitu, hanya saja aku ada rapat besok pagi," ucap Chris mencari alasan.

"Nenek sekarang sendiri, Ayahmu tidak ada Chris." Chris memutar matanya lagi. Tentu saja Ayahnya tidak ada karena pria itu akan tidur di dalam tanah mulai dari sekarang.

"Nenek bisa menghubungi Lexa." Tiba-tiba Chris teringat dengan wanita yang menjadi tunangannya itu.

"Kau lupa? Lexa sedang berada di Miami sekarang."

"Untuk apa?"

"Tunangan Anda sedang berlayar di yacht bersama teman-temannya, Tuan," ucap Anton membuka mulut.

Mrs. Auredo dan Chris menghentikan langkahnya saat mendengar penjelasan dari Anton. Anton langsung gugup begitu dia menerima tatapan tajam khas Auredo itu.

"Dari mana kau tahu?" tanya Mrs. Auredo kembali melanjutkan langkahnya.

"Tadi pagi Nona Lexa memberi tahu saya karena ponsel Tuan tidak aktif."

"Kau harus terus mengaktifkan ponselmu, Chris. Jangan membuat Lexa sedih."

"Kenapa kau masih menyukainya, Nek? Padahal dia tidak datang di pemakaman Ayah." Chris tidak habis pikir kenapa dia mau menerima permintaan Neneknya untuk bertunangan dengan Lexa.

"Anggap saja dia sedang bekerja." Mrs. Auredo menepuk bahu Chris pelan dan berlalu untuk masuk ke dalam mobilnya.

Chris hanya diam menunggu mobil itu berlalu pergi. Setelah menghilang dari pandangannya, dia berbalik menatap Anton yang ada di belakangnya.

"Katakan Anton, katakan bagaimana caranya agar aku bisa menjauh dari Lexa?"

Anton terlihat berpikir tapi kemudian dia menggeleng, "Tidak ada, Tuan."

"Dasar tidak berguna!" umpat Chris kasar dan berlalu masuk ke dalam mobil.

Seharusnya Chris tahu jika Neneknya akan melakukan segala cara untuk dapat mengatur hidupnya. Entah apa saja yang wanita itu inginkan, Chris tidak bisa menolak. Jika orang yang tidak mengenal Neneknya pasti akan beranggapan jika wanita tua itu terlihat sangat rapuh dan sama seperti orang tua lainnya. Namun semua itu tidak benar, kelicikan yang dia punya juga berasal dari Neneknya.

Bisnis bukanlah sesuatu yang bersih. Jika ingin berkuasa maka harus melakukan segala cara untuk mendapatkannya, meskipun dengan cara terlarang sekalipun. Itu yang diajarkan keluarga Auredo kepadanya. Chris tidak menyesal dilahirkan dalam keluarga ini karena dia bisa mendapatkan segala hal yang dia inginkan dengan sangat mudah.

"Apa jadwalku setelah ini?" Chris menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan memijat keningnya pelan.

"Jadwal Tuan setelah ini adalah bertemu dengan Mr. Ronald untuk pembacaan surat wasiat."

"Surat wasiat?" Chris bertanya bingung.

"Iya, Tuan. Mr. Ronald sudah membuat janji semalam." Chris hanya mengangguk paham.

"Di mana?"

"Di kantor Mr. Ronald."

Chris kembali mengangguk dan mengambil ponselnya di saku jas. Dinyalakannya ponselnya yang dia matikan sejak semalam. Begitu menyala, banyak sekali notifikasi yang masuk dan yang paling mendominasi adalah Lexa, tunangannya.

Chris membuka pesan terakhir dari Lexa dan membacanya. Dia mendengus begitu wanita itu hanya menyampaikan maaf karena tidak bisa hadir ke pemakaman Ayahnya karena sedang berada di tengah laut. Alasan konyol itu membuat Chris semakin yakin jika Lexa hanyalah wanita bodoh yang hanya bisa berfoya-foya. Hilang sudah respek Chris terhadap wanita itu.

"Oh iya, Tuan. Mr. Ronald berkata jika Tuan harus merahasiakan pertemuan ini kepada siapapun."

Dahi Chris berkerut bingung, "Nenek tidak ikut dalam pembacaan wasiat?"

"Tidak, Tuan."

"Apa mungkin ada sesuatu yang rahasia, Anton?" gumam Chris menanyakan isi pikirannya.

"Bisa jadi, karena Mr. Ronald mengundang Anda secara personal."

Chris memejamkan matanya dan berpikir. Kehidupannya akan berubah mulai dari sekarang. Dia harus bisa memegang banyak perusahaan sekaligus. Meskipun perusahaan itu milik keluarga, tapi menjadi cucu satu-satunya keluarga Auredo tentu tidaklah mudah. Siapa lagi jika bukan dirinya yang akan mengurus semuanya.

Neneknya? Pftt yang benar saja!

***

TBC

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
Dalam Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam, Sefia menghadapi pengkhianatan calon suaminya. Keputusan nekat membawanya pada pria asing berbahaya. Temukan kelanjutan nasibnya dalam billionaire romance novels ini sebagai pilihan utama bagi pembaca yang mencari romance stories berkualitas.
Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
Pasca cerai, Ratih Apsari terjebak semalam bersama Derryl Dariawan dalam novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong. Ternyata Derryl adalah CEO muda di kantornya. Meski terhalang usia, romansa billionaire romance novels ini menguji pilihan Ratih antara cinta baru atau masa lalu di webnovel ini.
Istri Keempat Sang Tuan Tanah
Istri Keempat Sang Tuan Tanah
Demi melunasi hutang, Lila terjebak dalam Istri Keempat Sang Tuan Tanah. Di modern novel ini, ia harus menghadapi aturan absolut tanpa perceraian dari sang miliarder. Baca kisah billionaire romance novels ini untuk melihat perjuangan Lila bertahan dalam pernikahan tanpa akhir.
Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
Demi menyelamatkan toko roti warisan, Clara Martins terjebak pernikahan kontrak dengan miliarder Enzo Albuquerque. Dalam web novel romance modern ini, pengkhianatan dan rahasia besar menguji loyalitas mereka. Baca kisah billionaire romance novels ini di Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji.
Mantan Istriku Hamil?!
Mantan Istriku Hamil?!
Dalam web novel Mantan Istriku Hamil?!, Lenny, sang billionaire, mencari wanita misterius demi tanggung jawab hingga menceraikan istrinya. Namun, rahasia besar terungkap saat mantan istrinya hamil tujuh bulan. Temukan kelanjutan romance novel ini di antara pilihan fiction books terbaik.
Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
Dikhianati pacar, Riani nekat memulai Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder misterius bernama Rizky. Dalam romance modern ini, Rizky mendukung karier Riani hingga sukses. Namun, rahasia besar terungkap saat wajah suaminya muncul di majalah bisnis global. Baca billionaire romance novels ini sekarang!

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Astaga! Salah Mengenali Istriku!
Jessie meniduri bos CEO nya setelah mabuk. Dia kabur setelah bangun tapi malah menjatuhkan resume sahabatnya, Sinta di dalam kamar. Salah paham pun mulai terjadi, Sinta menjadi wanita CEO sampai suatu hari kebenaran terungkap. Jessie dan Tyaga kembali bersatu.
Cinta Adalah Upahku
Cinta Adalah Upahku
Setelah lulus kuliah, Elena setiap hari hanya bermalas-malasan. Kemudian dia diusir oleh orang tuanya yang menuntut kepadanya agar bisa cari makan sendiri selama tiga bulan. Elena mengetahui bahwa paman sahabatnya itu sedang mencari istri dengan gaji tinggi. Elena pun langsung melamar dan ikut wawancara. Karena tergoda oleh gaji yang tinggi, Elena akhirnya menikah secara resmi. Namun, tanpa disangka, sebuah percintaan secara diam-diam terungkap perlahan-lahan.
Ayah! Kau Memanjakan Anak yang Salah
Ayah! Kau Memanjakan Anak yang Salah
"Dasar penipu jahat, tunggu saja dan lihat bagaimana ibu dan ayahku mengusirmu dan anakmu!" Enam tahun lalu, setelah pertemuan satu malam dengan orang asing, dia memiliki seorang putri dan membesarkannya sendirian. Sekarang, dia berhasil menemukannya, tetapi saudara perempuannya yang pencemburu telah mengakui identitasnya, menggunakan setiap kesempatan untuk mempersulit hidup dia dan putrinya. Meskipun dia tidak tahu siapa dia sebenarnya, dia mendapati dirinya turun tangan untuk melindunginya berkali-kalin dan jatuh cinta padanya.
Dewa Penempa Pedang
Dewa Penempa Pedang
Doni Hidayat, sang Dewa Penempa Pedang, hidup menyendiri di pedesaan sebagai menantu yang nggak mencolok, berharap menjalani hidup dengan tenang. Namun, Rina Saputra dari Aliran Langit Abadi datang untuk merampas tambang. Untuk mempertahankan tambang, Aliran Pedang terpaksa mengadu ilmu tempa dengan mereka. Dalam situasi terjepit, Doni akhirnya bertindak dan memenangkan pertarungan, menyelamatkan tambang.​​
Cinta yang Dikhianati
Cinta yang Dikhianati
Marlee, yang termotivasi oleh keinginan egois, menyebabkan Jerred mengalami kecelakaan mobil hingga kakinya terluka. Saat berbicara dengan dokter, Jerred tak sengaja mendengar kebenaran yang mengejutkan. Di saat itu juga, dia menelepon ibunya, memutuskan untuk kembali ke keluarganya. Pada hari pernikahan palsu Marlee dan Nathan, Jerred memilih pergi untuk selamanya.
Kejayaanku Setelah Berpisah
Kejayaanku Setelah Berpisah
Pernikahan Jean dan Eron hanya status saja. Eron tetap setia pada cinta lamanya, Wina. Dia memaksa Jean punya anak dengan pria asing. Jean diam-diam menggunakan uang Eron untuk nafkahi Alex, seorang model di bar. Dari hubungan yang semula pura-pura, tumbuh cinta sejati dan Jean pun mengandung anak Alex. Setelah Eron tahu selama ini Wina hanya menipu dia, dia memohon untuk kembali dengan Jean. Tapi, dia terkejut ketika dia tahu Alex ternyata pewaris panglima perang paling berkuasa di Erova Timur.