Logo
TEROR ASOKA
TEROR ASOKA

TEROR ASOKA

94 Bab
Tamat
Dalam TEROR ASOKA, Asoka berjuang menguak dalang di balik ancaman nyawa yang menghantuinya sejak kecil. Kisah mystery story ini mengikuti misinya melindungi keluarga Ekadanta dan mengejar cinta sejati. Baca selengkapnya dalam web novel penuh aksi dan petualangan ini.
Bab 1 dari TEROR ASOKA

Tujuh tahun sebelumnya.

“Dua minggu lagi acara wisuda kita. Masa iya kamu mau di rumah terus. Ayolah sekali-sekali clubbing,” bujuk Hans Emanuel yang masih dalam posisi jongkok seraya menikmati rokok.

Asoka Ekadanta terkekeh, “Percuma juga aku datang, hanya akan menjadi bahan tontonan. Apalagi Eriska nggak ada. Bisa diomelin aku, kalau sampai ketahuan clubbing.”

Fano Yuwono tergelak mendengar alasan Asoka. Dia yang awalnya bersandar pada mobil sedan hitamnya segera beranjak dan ikut berjongkok agar bisa berhadapan dengan Asoka langsung yang duduk di jok belakang mobil dengan pintu terbuka. “Jadi kamu teh, lebih takut sama Eriska daripada Ambu?”

Asoka menghela napas panjang. “Bukan takut, tapi aku menghargai mereka.”

“Dengar Asoka, Eriska itu bukan istrimu nggak usah takut. Lagian apa yang akan terjadi coba?” ujar Hans.

“Iya atuh, kamu nggak minum juga nanti. Kami akan pesankan moktail yang non alkohol. Kamu pikir, kami berani macam-macam sama si Kembar. Duh … bisa keok aku kalau sampai Janu ngamuk,” tukas Fano seraya begidik dan menunjukkan bulu halus di tangan yang berdiri karena teringat bagaimana dulu Janu menghajar habis orang-orang yang berani menyakiti Asoka.

Asoka mengulum senyum memahami hal itu. Kedua saudara lelakinya yang lain tidak akan membiarkan dirinya tanpa pengawasan. Meski dirinya sudah dewasa tetapi sikap protektif keduanya bukannya berkurang tapi semakin menjadi.

“Apa kamu tidak merasa terkekang, selalu diawasi begitu? Sampai sewa bodyguard segala?” tanya Hans yang sangat penasaran padahal kedua orang tua Asoka bukan orang politik dan jelas bukan salah satu orang terkaya di negeri ini. Meski dirinya pun tahu, Asoka yang berada di hadapannya adalah orang yang sama sering mendapatkan terror dari orang-orang sinting yang sangat licin dan susah ditangkap.

“Kamu ini bego atau gimana? Gitu aja ditanyain, seperti baru kemarin aja kenal Asoka,” tegur Fano seraya memberikan tatapan sebal dan merebut bungkus rokok di tangan Hans.

Asoka tersenyum kecut, dia menyadari memang rasa penasaran Hans ada benarnya. Semua jika dilihat dengan kacamata orang awan akan sangat berlebihan. Memang siapa dia, sampai harus dijaga beberapa orang berbadan besar dengan tato sangar dan tampang tidak ramah meski mereka terlihat tak kalah tampan dari orang yang dijaga.

Itu sebab, Asoka dianggap lemah. Tidak bisa menjaga diri sendiri seperti saudara-saudaranya yang lain. Meski dirinya kadang ingin hidup seperti pemuda lainnya yang bebas ke mana saja sendirian. Belanja sendirian dengan uangnya sendiri, tidak harus dibuntuti banyak orang. Namun rasanya tidak memiliki privasi, apalagi saat ini dirinya sudah memiliki kekasih. Eriska Mahadewi, wanita yang lebih tua dua tahun darinya tapi bisa menerimanya dengan baik.

“Ayolah Ka, besok hari ulang tahunmu juga. Masa kamu mau merayakan di rumah saja?” Hans masih gigih membujuk sahabat karibnya sejak dulu.

“Eh … iya ya. Ayolah ultah ke dua dua gitu loh, masa iya mau di rumah, bae,” cetus Fano yang baru teringat.

Asoka menggeleng. “Aku akan merayakan nanti, bersama Eriska saat dia sudah kembali,” katanya.

Asoka lalu menoleh ke kiri, menyadari dari ekor matanya melihat Erni Elawati yang seperti berjalan cepat cenderung tergesa-gesa, tanpa menoleh ke arah mereka yang masih berada di halaman parkir mahasiswa. Asoka yakin Erni tahu, tapi sepertinya perempuan itu sengaja menjauh dan tak ingin berhubungan lagi.

Hans dan Fano mengikuti arah pandang Asoka dan keduanya lalu saling melempar pandang. Mereka berdua tahu, sejak Asoka memiliki kekasih. Satu-satunya sahabat perempuan mereka kini semakin menjauh. Tidak hanya dengan Asoka tetapi dengan ketiganya sekaligus. Erni seperti sengaja membuat jarak dan berlaku seperti orang asing.

Asoka mengikuti arah perempuan itu berjalan menuju parkiran sepeda motor seraya mengusap dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri. Rasa sakit bukan sebab fisik tetapi karena kelakuan Erni. Kini matanya membulat begitu melihat Erni ternyata tidak membawa motor butut merah 4 tak miliknya tetapi gadis itu dibonceng oleh seorang pria dengan motor sport.

Hans lantas bersiul melihat bagaimana Erni yang memeluk perut pria yang entah siapa itu sebab wajahnya tertutup helm full face hitam mengkilap seperti warna motornya. “Wah … pantas saja, Erni nggak mau dekat-dekat kita lagi. Seleranya anak balap motor.”

Asoka kesal karena tidak mengenali pengendara motor itu. Apalagi dia baru kali ini melihat motor itu ada. Suara knalpot mahalnya memecah keheningan parkiran pada siang ini—hanya tersisa dua mobil milik Fano itu saja dan mobil milik pengawal Asoka yang berjarak cukup jauh tapi masih dalam jangkauan penglihatan jika ada sesuatu kejadian yang tidak mengenakkan terjadi. Namun perkataan dari Hans membuat Asoka memusatkan perhatian pada temannya, yang seperti kereta batubara zaman dulu itu—dari tadi tak berhenti merokok sambil mengoceh.

“Memangnya kamu tahu, siapa orang itu?” tanya Asoka.

“Orang siapa?” Hans malah bertanya balik seraya melongo.

“Yang boncengin, Erni lah,” tukas Fano seraya geleng-geleng tak habis pikir dengan Hans yang tampak bolot hari ini. “Kamu kenapa sih? Pasti kebanyakan makan brutu deh … atau mabok jengki?”

“Sembarangan. Mana ada semur brutu bikin lupa ingatan!” protes Hans.

Asoka menghela napas panjang menyaksikan kedua temannya yang mulai berdebat tidak jelas dan keluar dari pokok pembicaraan mereka saat ini. Asoka sangat penasaran dengan pria pembawa motor sport itu. Jelas terlihat seperti orang kaya, motor yang dimiliki pria itu sama dengan milik Janu yang baru saja tiba minggu lalu.

“Guys … stop. Siapa dia?” tanya Asoka lagi seraya menepuk bahu Hans supaya kembali fokus kepadanya.

Hans menghela napas dan kemudian mematikan rokoknya. “Aku nggak tahu, tapi waktu Erni wisuda minggu lalu, orang itu ada. Dia sepertinya mewakili keluarga Erni.”

“Bukannya Erni anak yatim piatu, ya? Dia sudah lama tinggal di panti asuhan setahuku,” sanggah Fano.

“Mungkin cowok itu kakak angkat di panti,” balas Hans.

Masuk akal, tapi Asoka tidak percaya begitu saja dengan argument itu. Apalagi hatinya yang merasa jengkel. Ingin mengejar tapi sadar diri ,jangankan naik motor sport bawa motor saja dia tidak bisa. Ke mana-mana selalu diantar sopir atau merepotkan kedua temannya ini dan saudaranya yang lain tentu saja.

“Menurutmu siapa, Ka?” tanya Fano menghentikan lamunan Asoka.

“Emmh?! Oh … itu. Entahlah, saat wisuda kemarin saja aku tidak diundangnya. Apa kalian datang?”

Hans dan Fano pun menggeleng.

“Kami juga tidak diundang,” ujar Hans.

“Iya, betul,” kata Fano seraya manggut-manggut.

“Ada apa dengannya? Aku pikir dia marah karena aku sudah punya pacar,” celetuk Asoka yang kemudian mendapat hadiah timpukan bungkus rokok yang sudah kosong.

“Ge’er sekali … mana mungkin dia marah sama kamu. Mungkin dia lagi menikmati pacaran dengan orang kaya saat ini. Kasihan juga, paling nggak dia bisa naik derajat karena menikahi orang kaya,” kata Hans.

“Mulutmu ya, nggak mungkin Erni begitu. Sejak dulu dia nggak pernah mata duitan,” balas Fano.

“Bisa jadi. Segalanya mungkin saja. Apalagi zaman sekarang, ya kali mau dapat yang modal napas doang tanpa punya karir bagus dan keuangan yang oke. Aku salut sama Erni, paling tidak dia punya kekasih yang bisa menaikkan derajatnya. Logika paling masuk akalnya ya … itu, selain mungkin memang cowok itu kakak angkatnya di panti yang sukses,” terang Hans.

“Bagaimana menurutmu, Ka?” tanya Fano dan kemudian menambahkan, “Tapi memang masuk akal juga kalau dia pacaran dengan orang lain. Nggak mungkin juga dia memilih salah satu dari kita yang—”

“Kenapa tidak?” tanya Asoka memutus ucapan Fano.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Collateral Fate
Collateral Fate
Dalam Collateral Fate, Letnan Arya Pradipta menjalankan misi rahasia untuk menyelamatkan sandera dari teroris. Adventure story penuh aksi ini mengungkap konspirasi politik berbahaya di wilayah musuh. Baca adventure novels seru ini untuk melihat perjuangan mereka bertahan hidup di modern novel ini.
Gadis Yang Terjamah
Gadis Yang Terjamah
Dalam novel modern Gadis Yang Terjamah, Marlina terjebak dunia narkoba demi bertahan hidup. Saat bertekad hijrah, ia justru dijebak bandar hingga dipenjara. Baca mystery story ini untuk mengungkap perjuangannya menghadapi stigma masyarakat dalam mystery novels yang penuh aksi dan rintangan.
Ikatan Suci
Ikatan Suci
Dalam novel Ikatan Suci, Mona, janda abdi negara, dipaksa ayahnya menikahi Galih, mantan narapidana. Di balik genre romance modern ini, tersimpan misi rahasia dan pengorbanan besar. Ikuti kisah mereka dalam web novel penuh aksi ini untuk mengungkap alasan di balik pernikahan tak terduga.
Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
Dalam novel modern ini, Marcel yang tertindas di rumah istrinya bangkit setelah menelan formula rahasia orang tuanya. Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat membawa Anda dalam adventure penuh aksi dan kekuatan baru. Baca kisah lengkapnya di web novel ini sekarang!
Merebut Istri Yang Kau Sakiti
Merebut Istri Yang Kau Sakiti
Dalam Merebut Istri Yang Kau Sakiti, Naila terjebak pernikahan toksik dengan Daffa, anggota geng motor. Raihan berusaha menolongnya keluar dari situasi berbahaya ini. Temukan kelanjutan kisahnya di romance novel ini, salah satu fiction books terbaik untuk dibaca online.
Mystical Item User
Mystical Item User
Dalam fantasy novel Mystical Item User, Main yang lemah harus menghancurkan mustika ular hijau. Di tengah misi berbahaya ini, ia wajib menghadapi para pengguna piranti mistik dan konflik antar makhluk. Ikuti adventure story penuh aksi ini hanya di platform web novel terbaik.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Gila, Hebat Banget si Putri (Sulih Suara)
Gila, Hebat Banget si Putri (Sulih Suara)
Kiana Lauren salah didiagnosis dengan keterbelakangan intelektual saat berusia enam tahun, digantikan oleh Keira Lauren. Lima belas tahun kemudian, dia ditemukan kembali oleh Ratna, nyonya besar Keluarga Lauren. Kembalinya Kiana mengguncang keluarga itu. Dengan identitas samaran, dia membungkam semua pihak. Penguasa Keluarga Raymond, Vincent Raymond, mantan kekasihnya, menunjukkan sisi rapuhnya. Kebenaran tentang masa kecil Kiana pun terbongkar.
Cinta Dalam Sorotan
Cinta Dalam Sorotan
Delapan tahun silam, Ella, seorang aktris pemula, terpaksa menikahi Jaxon, CEO Grup Brooks, demi menuruti keinginan terakhir kakeknya. Tak disangka, kehamilan tak terencana membuatnya memutuskan bercerai. Enam tahun berlalu, keluarga Jaxon diguncang fakta mengejutkan: putri Ella, Sofia, ternyata darah daging Jaxon! Mereka pun berusaha mencari Sofia ke seluruh kota. Di lokasi syuting, Ella terus mengalami pelecehan. Puncaknya ketika Sofia terjebak dalam kotak properti, Jaxon yang datang menyelamatkan justru tak mengenali anak kandungnya sendiri! Di pesta megah, nenek Jaxon mengungkap identitas Sofia. Orang lain baru sadar Ella adalah mantan istri Jaxon! Di hadapan semua orang, Jaxon menyatakan cintanya pada Ella. Kisah mereka berakhir bahagia dengan pernikahan kedua dan kelahiran anak kembar, sekaligus mengantarkan Ella sebagai aktris papan atas.
Misi Cinta Sang Pengacara
Misi Cinta Sang Pengacara
Jennifer Sullivan, pengacara cerdas, menjadi mata-mata untuk Isaac Marks demi menyelamatkan saudaranya. Terjebak cinta, benci, dan intrik, ia ungkap misteri kasus pembakaran. Saat pelaku tertangkap dan Isaac berubah, Jennifer menutup masa lalu dan memulai hidup baru bersamanya.
Luka di Musim Dingin
Luka di Musim Dingin
Putus asa melihat cinta sepuluh tahunnya dikhianati oleh Putra Mahkota Hutama yang lebih memilih menikahi Kinaya Lindra, Yunis Kencana nekat mengajukan diri sebagai mempelai dalam pernikahan politik demi meredakan krisis di perbatasan Balangga. Meski Kaisar sempat ragu, tekad baja Yunis yang sudah mati rasa akhirnya berbuah titah resmi sebagai Putri Pelindung Negara yang akan diberangkatkan tujuh hari lagi, sementara Hutama yang terlalu percaya diri masih hidup dalam ilusi bahwa kekasih masa kecilnya itu takkan pernah sanggup meninggalkannya.
Aku Hamil Anak Dosenku?!
Aku Hamil Anak Dosenku?!
Pada hari pertama di semester baru, Emily memergoki pacarnya selingkuh. Malam itu, dia pun menjalin cinta satu malam dengan pria asing bernama Charles. Keesokan harinya, mereka berdua terkejut saat tahu bahwa Charles adalah dosen baru Emily. Mereka tetap bersikap layaknya mahasiswa dan dosen biasa, meski ada kecanggungan yang tak dapat disangkal. Ketika Emily mengira semua hal akan kembali normal, dia ternyata hamil di luar dugaan...
Kembali ke 2008, Memulai dari Nol
Kembali ke 2008, Memulai dari Nol
Di kehidupan sebelumnya, Adeline menguras keluarga angkatnya untuk menyenangkan orang tua kandungnya, dan berakhir dengan tangan kosong. Setelah terlahir kembali, dia bersumpah takkan mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, dia memilih keluarga yang sungguh-sungguh mencintainya. Dengan memanfaatkan ingatan dari kehidupan sebelumnya, dia berhasil mengidentifikasi barang antik, meluncurkan bisnis e-commerce, membangun karier yang sukses, dan membimbing orang-orang tercintanya menuju masa depan yang makmur dan bahagia.