Logo
Gadis Yang Terjamah
Gadis Yang Terjamah

Gadis Yang Terjamah

61 Bab
Tamat
Dalam novel modern Gadis Yang Terjamah, Marlina terjebak dunia narkoba demi bertahan hidup. Saat bertekad hijrah, ia justru dijebak bandar hingga dipenjara. Baca mystery story ini untuk mengungkap perjuangannya menghadapi stigma masyarakat dalam mystery novels yang penuh aksi dan rintangan.
Bab 1 dari Gadis Yang Terjamah

Marlina mempercepat langkahnya ketika mendengar deru sepeda motor semakin mendekat. Sepeda motor kini sejajar berjalan di sampingnya.

“Hai Adik manis, kok cepet banget jalannya?” tanya salah satu dari mereka.

“Ikutan naik motor bareng yuk!” ajak yang lainnya.

Dua kakak kelasnya itu tertawa terbahak-bahak. Marlina acuh sambil mengeratkan tali tas punggungnya di dada. Dengan berlari kecil Marlina berusaha menjauh dari sepeda motor itu.

Marlina kini sekolah di SMA yang letaknya sangat jauh dari kampungnya. Banyak orang di kampungnya yang tidak menyelesaikan sekolah SMA karena letaknya yang sangat jauh. Selain itu, akses jalan umum harus memutar ke arah kecamatan. Rute terdekat hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki dan harus menyebrangi sungai.

Marlina hanya seorang diri ketika berangkat dan pulang sekolah, melewati berkilo-kilo kebun karet dan sungai, ia tak gentar. Namun nyali Marlina sangat ciut kali ini. Dua pemuda itu menatapnya dengan penuh nafsu. Beberapa langkah lagi Marlina menyeberangi sungai.

Celakanya Marlina justru terpeleset sehingga seluruh tubuhnya tercebur ke air. Ketika Marlina berdiri, tampak baju basahnya melekat ke seluruh tubuh.

“Ha ... ha ... ha … pemandangan yang bagus sekali!” ucap salah satu pemuda yang naik motor.

Dua pemuda itu segera turun dari motornya dan mendekati Marlina. Marlina berusaha berlari untuk menghindari kedua pemuda itu, tapi dia malah terpeleset lagi. Marlina menangis sambil merintih, ternyata kakinya berdarah akibat tergores batu di sungai.

Kedua pemuda itu berebut menjamah tubuh Marlina. Marlina hanya bisa menangis sambil memukul-mukul tangan kedua orang itu, tapi tenaga keduanya lebih besar daripada pukulan Marlina.

Tiba-tiba terdengar bunyi petir menyambar diiringi dengan hujan yang sangat deras. Gunawan salah satu dari pemuda itu melihat ke arah langit dan merasa ketakutan. “Jat, ayo pergi! Petir ini peringatan dari yang di Atas.”

“Kamu takut? Pergi aja duluan, tanggung nih!”

Gunawan berlari menjauh lalu menaiki sepeda motornya dan menjauh. Tinggallah Marlina yang sudah koyak bajunya dengan Jatmiko. Dengan ganas Jatmiko menikmati tubuh Marlina yang sudah melemah. Hujan deras menjadi saksi kebejatan kakak kelas Marlina. Darah mengalir dari kedua pahanya terbawa air hujan. Tak seorang pun mendengarkan rintihan Marlina di tengah kebun karet.

Jatmiko mengatur nafasnya lalu terlentang menghadap ke langit, merasakan tetesan air ke tubuhnya. Sebelum Marlina bangun dari posisinya, Jatmiko terlebih dulu mengenakan pakaiannya dan berlalu meninggalkan Marlina seorang diri di tengah kebun karet. Marlina tak kuasa bergerak, tubuhnya terasa sakit semua, terlebih hatinya yang hancur berkeping-keping.

Marlina teringat nasehat kedua orang tuanya yang melarang sekolah di kecamatan karena jalannya jauh dan sepi. Hal inilah yang paling ditakuti kedua orang tuanya.

Ayah dan ibunya hanya memiliki seorang anak yaitu Marlina. Harapan keduanya berujung pada Marlina. Namun kejadian ini membuat Marlina malu, takut dan kecewa untuk pulang ke rumahnya. Marlina takut kalau Ayah dan Ibunya marah atau bahkan sedih mengetahui keadaannya saat ini.

Marlina merasa benar-benar hancur. Sekujur badannya terasa sakit. Dia berharap mati untuk menutup segala peristiwa kelam hari ini. Matanya tertutup bersama gelegar petir yang tak kunjung henti seakan langit marah dan menghukumnya.

Hari semakin gelap ketika Marlina tersadar bahwa hujan telah berhenti mencurahkan kemarahan langit. Marlina tidak dapat menemukan di mana bajunya, dia menangis dan berusaha membenturkan kepalanya ke batu besar. Dari kejauhan tampak sorotan lampu senter.

“Hei, siapa kamu?” ucap orang itu mendekati Marlina.

“Aku gak suci lagi, biarkan aku mati,” isak Marlina.

“Ya Allah, Nduk. Mana bajumu?” tanya orang kedua sambil menyorot ke sekelilingnya. Tak ada baju di sekitar gadis itu, mungkin sudah hanyut terbawa air sungai.

“Ini, pake sarung saya dulu,” tawar bapak tadi sambil melepas sarungnya dan memakaikannya ke Marlina.

Marlina hanya bisa pasrah dililitkan sarung ke badannya, lalu dituntun menjauhi sungai.

“Cari ikannya nanti aja, Pak. Bawa anak ini pulang dulu, kasian. Kayaknya dari tadi dia kehujanan.” Kedua orang itu berjalan pelan sambil menuntun Marlina. Lalu mereka berjalan pelan ke arah kampung.

“Assalamualaikum, Bu. Kami gak jadi nyari ikan,” ucap bapak tadi seraya memasuki rumahnya. Tampak keluar seorang ibu tua dan melihat ke arah kami. Marlina kembali meneteskan air mata dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai.

“Hah, siapa ini, Pak?” tanya Ibu itu.

“Tadi kami menemukan dia di sungai sebelum nyari ikan, mau bunuh diri, gak pake baju, jadi aku pinjami sarungku,” jawab si bapak.

“Ya Allah kasian, sini Nduk sama Ibu.” Ibu itu menggiring Marlina ke kamar, “Kamu pakai ini ya, Ibu buatkan teh hangat dulu,” ucap Ibu itu lalu berlalu ke dapur.

Setelah mengganti pakaiannya, Marlina duduk di pinggir dipan sambil menangis lagi.

“Minum ini dulu ya, Nduk,” ibu itu menyodorkan segelas teh hangat dan sepiring nasi dan telor goreng. Marlina makan sambil menangis terharu, masih ada orang baik di sini yang melindunginya.

Marlina kembali teringat kedua orang tuanya, bila dia pulang ke rumahnya, apa kedua orang tuanya menyambut hangat seperti ini, atau bahkan membuang dan mengucilkannya.

Tangis Marlina semakin kencang mendapati ibu itu mendekap tubuhnya dengan kasih sayang, seorang ibu yang baru dikenalnya memberikan kasih sayang setelah tubuh dan hatinya hancur.

Setelah agak mereda tangis Marlina, Ibu itu perlahan menyuapi Marlina sedikit demi sedikit. Perut Marlina kini telah kenyang, kantuk pun menyerang. Dia merebahkan tubuhnya di atas dipan dan menutup matanya kelelahan.

Ketika sinar mentari menembus di celah-celah jendela, Marlina merasakan asap dari kayu bakar di dapur. Lalu dia keluar kamar dan mendekati ibu itu, “Bu, terima kasih semuanya.”

“Owalah, dah bangun, Nduk? Kamu mau ke kamar mandi dulu? Itu di luar pintunya.”

Marlina mengangguk pelan, rasa nyeri di kemaluannya membuat Marlina kembali meneteskan air matanya. Aku telah rusak, aku sudah tidak suci lagi, ucap Marlina sambil menangis. Seringai wajah kakak kelasnya membuatnya bergidik.

“Nduk, sudah mandinya?” suara Ibu itu menyadarkan Marlina. Marlina segera menyelesaikan mandinya lalu keluar dari kamar mandi.

Ibu pemilik rumah menepuk dipan kayu di sebelahnya mengajak Marlina duduk dan menikmati sarapan. Marlina menyantap dengan lahap nasi goreng yang masih mengepul itu.

Setelah menyelesaikan sarapannya, Ibu itu membelai kepalanya dengan lembut.

“Namamu siapa?”

“Marlina,” jawabnya pelan.

“Ibu antar kamu pulang ya?”

Marlina menggeleng pelan, lalu menitikkan air mata kembali.

“Bu… Ibu dimana?” teriak dari arah depan.

“Aku di dapur, Pak!” jawab si ibu dengan berteriak juga.

Muncul bapak yang semalam diikuti ayahnya Marlina di belakangnya. Ayahnya segera berlari dan mendekap dan mencium Marlina dengan penuh kasih sayang, tak lama kemudian ibu dan neneknya Marlina mendekat dan ikut memeluk Marlina.

“Maafkan Ayah, Mar. Ayah tidak bisa menjaga kamu!”

Pelukan ibu melemah dan kemudian ambruk di tengah-tengah kami.

“Bu … Ibu kenapa, ayo bangun, jangan pingsan lagi!” Ayah menggoyang-goyangkan tubuh Ibu.

Ibu pemilik rumah memberikan minyak kayu putih dan memborehkannya di kening ibunya Marlina. Ibunya Marlina tak bergeming.

“Ibu kenapa?” isak Marlina bertanya pada semua orang yang ada di situ.

Lanjutkan Membaca
Pilih Bab
CH. 1CH. 2CH. 3
CH. 4
CH. 5
CH. 6
CH. 7
Semua
Baca Novel Selengkapnya di
moboreader
Kini Tersedia Membaca Gratis

Kamu Mungkin Juga Suka

Cold-hearted girl
Cold-hearted girl
Dalam Cold-hearted girl, seorang pembunuh bayaran harus melindungi ilmuwan yang terancam akibat penemuannya. Misi berbahaya ini menjadi adventure yang menguji logika dan perasaan. Baca modern novel ini sebagai pilihan utama fiction books bagi pencinta aksi dan romance penuh risiko.
Influencer Licik Berkedok Pembantu
Influencer Licik Berkedok Pembantu
Dalam novel modern misteri Influencer Licik Berkedok Pembantu, seorang istri dikhianati asisten rumah tangganya yang mencuri dan meracuninya demi konten media sosial. Setelah mendapat kesempatan kedua, ia bertekad mengungkap kebohongan sang influencer. Baca novel online gratis ini sekarang.
Lawon Abang (Kafan Merah)
Lawon Abang (Kafan Merah)
Dalam Lawon Abang (Kafan Merah), Mbah Karso membangkitkan Nyai Larapati demi membalas dendam atas kematian cucunya. Horror novel penuh aksi ini mengikuti perjalanan mistis di Ledokombo untuk menuntaskan kesumat. Baca mystery story ini sebagai pilihan fiction books terbaik Anda.
Malam Panjang di Bus Terakhir
Malam Panjang di Bus Terakhir
Dalam novel horor Malam Panjang di Bus Terakhir, seorang wanita terjebak dalam situasi mencekam di bus malam saat empat rekan kerja suaminya melakukan aksi penyerangan keji secara paksa. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap misteri kelam di balik malam penuh teror tersebut.
Negeri Ini Dikuasai Mafia
Negeri Ini Dikuasai Mafia
Dalam Negeri Ini Dikuasai Mafia, Basudo meniti jalan penuh risiko demi membalas dendam masa kecilnya. Sebagai mafia novel dengan unsur action, kisah ini mengikuti upaya Defian dan Telma dalam menghentikan ambisi kejam sang raja mafia. Baca adventure story ini di webnovel sekarang.
Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua
Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua
Dalam Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua, Liu Yifen terjebak dalam misi hidup dan mati. Setelah tewas dalam tugas, ia memulai adventure di dunia fantasy demi membalas dendam. Baca fantasy novel ini untuk mengungkap misteri reinkarnasi dan takdir barunya.

Rilis WebNovel Terbaru

Populer di MiniShort

Anak Petani Itu Ikan Koi
Anak Petani Itu Ikan Koi
Gadis imut bernama Yuyun adalah dewa keberuntungan dari langit, dia dikirim oleh Kaisar Langit ke dunia untuk menyelamatkan bencana kekeringan. Dia turun ke dunia menjadi anak desa yang malang. Tapi jangan takut, tubuhnya yang kecil terdapat kekuatan yang luar biasa. Dengan melambaikan tangan, dia membuat seekor kambing tua melahirkan; dengan menghentakkan kaki, dia membuat sumur kering menyemburkan mata air yang manis! Tapi bibinya yang jahat memanggilnya "Pembawa Sial". Setelah itu, dapur bibi jahat pun meledak! Bagaimana dengan kakak sepupu Yuyun yang melempar batu dan menindasnya?
[Dijuluki] Pembekuan Takdir Pengkhianatan Cinta
[Dijuluki] Pembekuan Takdir Pengkhianatan Cinta
Temani dia dari tidak dikenal hingga menjadi terkenal. Di ulang tahun pernikahannya yang ketiga, pria ini menghamili majikannya! Hubungan selama bertahun-tahun itu seperti lelucon, dan kali ini saya memutuskan untuk pergi. Kirim pemberitahuan kematian dan lenyap dari dunianya.
Selamat Tinggal Mantan, Aku Kembali Menjadi Ahli Waris
Selamat Tinggal Mantan, Aku Kembali Menjadi Ahli Waris
Setelah dijebak karena dituduh selingkuh oleh saudara perempuannya dan kehilangan kepercayaan suaminya, ia menghadapi keputusasaan setelah mengalami keguguran tanpa ada yang bisa diandalkan. Namun, saudara kandungnya mengungkapkan bahwa dia adalah seorang pewaris miliarder, memberinya kesempatan untuk mendapatkan kembali statusnya. Saat dia kembali, kehadirannya mengejutkan mantan suaminya...
Penyelamat Rahasia
Penyelamat Rahasia
Memi jatuh koma setelah mengalami kecelakaan mobil, tapi jiwanya terbangun dan menyaksikan seorang pengasuh diam-diam menukar bayi laki-lakinya yang baru lahir. Memi tidak berdaya melihat putra kandungnya, Nick, mengalami berbagai penyiksaan selama tujuh tahun. Keajaiban pun datang tepat ketika pengasuh itu berencana mengambil korneanya untuk menutupi kebenaran, Memi terbangun dan bergegas menyelamatkan putranya.
Menikahlah Denganku Saat Salju Mencair
Menikahlah Denganku Saat Salju Mencair
Selama tiga tahun, semua orang di sekitar mereka menyatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna. Hal itu sering dikatakan sehingga dia pun mulai mempercayainya. Namun, kemudian dia menyadari bahwa mereka tidak pernah berasal dari dunia yang sama.
Menantu Dewa yang Mengatur Kerajaan
Menantu Dewa yang Mengatur Kerajaan
Chu Chen, tuan muda dari keluarga No. 1 di Tiongkok dan peWaris sekte aneh No. 1 di dunia, secara tidak sengaja menyegel dua jiwa dan lima jiwanya dalam perjalanan menuruni gunung setelah menyelesaikan studinya, dan telah menantu laki-laki bodoh selama lima tahun.